[Freelance] Perfect

1452250288523

PERFECT

author : narinputri || cast(s) : [Lovelyz] Kei, [Vixx] Ravi || genre : AU, family, surreal || length : ficlet || rating : PG

I own the plot not the cast

lovely poster by dedek gemeshku Irish

.

.

.

“…Bukankah berarti kau lebih sempurna dariku?”

♣♣♣♣

Kalian bisa memanggilnya, Ravi. Lelaki yang lahir terlampau sempurna dari ‘rahim’ akasia tua.

Kedua orangtuaku memuji kesempurnaan Ravi berlebihan dan… hei!d Mereka melupakan kesempurnaanku! Apakah karena Ravi abadi –tidak cepat tua− lantas mereka melupakanku lantaran fisikku sebesar ibu jarinya? Tak adil memang!

“Kei! Keluarlah! Sesempurna apapun kau bersembunyi, aku bisa menemukanmu!” vokal Ravi menguar diikuti tawa renyahnya.

Ah, sial! Mengapa ia menemukanku!

“Keluarlah, Kei! Aku membawakan biskuit jahe kesukaanmu!” ucapnya lagi.

Langit penuh bintang itu seketika beralih warna lavender, seraya diriku turun dari tempat itu. Rupanya, aku harus berusaha lebih keras lagi untuk mengubah diriku menjadi aurora borealis.

“Kenapa kau bisa menemukanku?” ketusku menyambar biskuit jahe dari tangan Ravi.

Lelaki berkulit keemasan itu tersenyum manis lalu mengulurkan tangannya ke arahku.

“Aku kakakmu. Kau lupa, ya? Jika aku memiliki ‘radar’ yang mampu menemukanmu di mana saja.”

Kesal memang. Kenapa aku tak meminta papa Kim menebang pohon akasia itu dulu.

“Apa yang kau pikirkan? Sampai otakmu keluar dari kepala?” kekeh Ravi

“Diam kau! Dasar cerewet!” sungutku sembari memasukkan otakku kembali ke dalam kepala. Sungguh, aku sangat  tak menyukai hal ini.

Retinaku menyawang seluruh ladang tandus itu. Sebatang pohon akasia tua nan rimbun tumbuh di tengahnya. Terdengar alunan musik milik Mozart yang menenangkan kedua runguku.

Lantas kupandang surai hitam Ravi menjelma sewarna kulitnya. Pertanda kita telah melalui satu hari dari ribuan tahun lamanya.

“Apakah kau menganggapku sebagai kakak?” suara Ravi menyapa telinga selepas ia terdiam terlalu lama.

Jangan lupa jika Ravi diam, bisa ratusan tahun ia tak akan berbicara pada siapapun.

“Menurutmu? Maaf saja, sebelum kedatanganmu, hidupku sangat sempurna! Papa dan Mama Kim tetap merawatku, walau tubuhku hanya sekecil ibu jari mereka dan tidak pernah meninggalkanku sama sekali!” aku meracau serupa orang sarat akan emosi.

“Begitu kau memasuki kehidupanku, semuanya berubah! Papa dan Mama Kim lebih mementingkanmu, mengingat kau sosok yang sempurna dariku! Mereka melupakanku! Mereka lebih menyayangimu daripada diriku! Aku membencimu, Ravi!” koarku beserta leburan airmata tiada henti dari pelupuk mata.

Dan langit berwarna lavender itu berubah semerah darah. Meruntuhkan jutaan pijar api, membakar sekeliling, termasuk tubuh Ravi. Akan tetapi Ravi ajek tersenyum, sembari membelai lembut kepalaku dengan telunjuknya.

“Kei, sebenci apapun kau kepadaku. Semuak apapun kau kepadaku. Aku tetap mencintaimu sebagai adikku sendiri. Kau tahu, Papa dan Mama Kim selalu menceritakan dirimu pada seluruh dinding dan alam. Bukankah berarti kau lebih sempurna dariku?”

Tercengung aku mendengar kalimat melalui bibir Ravi nan panjang, sebab lelaki itu tak mampu berdialog lebih dari empat kalimat.

Hujan api mereda seiring langit berganti merah jambu, warna kesukaanku. Tubuh terbakar Ravi pulih secara menakjubkan, tanpa menghapus senyum dari parasnya.

“Tidak ada yang berusaha untuk menjadi ‘siapa yang lebih sempurna’ di sini, Kei. Jadilah dirimu dan cintai apa yang ada di dirimu.

Mungkin setelah ini, aku akan mencoba untuk mencintai diriku sendiri dan Ravi, sebagai seorang adik.

 

−fin−

a/n : just my old fic, so still bad and lack of dictions also so many bad sentences.

Hope you like it 🙂

 

Mind to leave your reviews and comments?

Advertisements

6 thoughts on “[Freelance] Perfect

  1. Aku agak gak ngeh sama alurnya, ternyata mirip fantasy tapi ga tau deng takut salah…TT
    Sama RAVI VIXX, aku kirain ama KEN VIXX. Aku cuma ga begitu apal aja muka mereka, cuma Leo sama Ken doang. Tapi ga tau kenapa aku suka, family banget gitu kaya nya…kusuka sekali😊

    Like

    • Hehehe sebenernya itu sureal sih… cuma emang kayak fantasy ya? Hehehe
      Oh itu Ravi kok hehehe
      Makasih udah baca dan komen ^^ ❤

      Like

  2. Maafkan aku orangnya lemot…huee, gak ngeh Kei itu apa, Ravi teh apa? Yang aku tau pasti Kei suka biskuit jahe :”)

    Tapi tapi, Kei mau jadi aurora? Aurora yang di langit itu kan? Tapi dia sekecil ibu jari? Ugh ugh, tolong tolong :”)

    Mengenyampingkan ketidakmengertian itu, aki setuju sama Ani di atas, family banget :”) Kei cemburu sekali yah :3

    Like

    • Hei hallo~
      Maaf kalo ceritanya sukar dipahami ^^
      Jadi si Kei ini seperti Thumbelina dan Ravi semacam manusia pohon ehehe
      Terima kasih sudah baca dan meninggalkan komentar ^^ ❤

      Liked by 1 person

      • Haloo, panggil aja Azel wkwkwk~
        Tapi it gives different feeling gitu walo aku gak ngerti ini bikin penasaran :”)

        MAKASIH UDAH DIKASIH PENERANGAN. DUH JADI GITU TERNYATA :”) Tadi aku mikirnya Kei semacem serangga malah haiks cakep cakep jadi serangga kan sedih #abaikan

        Iyaaah, sama-sama ❤

        Like

      • Ehehehe aku ga tahu kenapa selalu bikin fics yang suka bikin orang lain bingung u,u /dumbass author right/
        Maybe next time I’ll make a better fics than before and I hope you and other readers will understand ^^
        Thank you again Azel ❤

        Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s