Posted in Comedy, Friendship, LFI FREELANCE, PG-15, Vignette

[Freelance] A Cup of Ramen

PicsArt_1454073333290

for lovely lovelinus, by nightskies

a cup of ramen (or apparently, a pan of ramen. it’s lee mijoo we’re talking about, remember?) ~ hoseok/mijoo ~ ficlet ~ comedy, friendship ~ pg-15

setelah hari yang panjang dan melelahkan, sedikit perbincangan dengan seorang teman lama tidak terdengar buruk, meski hal itu terjadi pada jam satu pagi.
[warning: banyak kalimat serapah. jika tidak terbiasa, kuingatkan dengan serius untuk tidak meneruskan.]

disclaimer: only the poster and storyline are mine, while the rest are not. still, plagiarism is RESTRICTED.

*

“Aku akan tidur setelah makan ramen, unnie,” jawab seorang gadis dengan jaket ber-nametag “Lee Mi Joo” yang belum dilepas.

“Karena aku lapar dan Jiae-unnie sedang tidur,” jawabnya lagi.

Gadis itu baru akan melepas jaketnya saat ‘unnie di sebrang telepon’ mengomel, kali ini dengan tempo yang lebih cepat. “Unnie, aku tahu kau suka bernyanyi rapp. Tapi jangan mempraktikkannya malam ini, kumohon? Aku janji akan istirahat setelah ini.”

Kini jaket itu sudah berhasil ditanggalkan di antara percakapannya dengan ‘unnie di sebrang telepon’ dan pemiliknya kini terkekeh. “Aku sayang padamu meski kau baru saja berteriak bahwa kau membenciku. Lihat, cintaku tulus padamu, unnie.”

Kali ini gadis itu tertawa keras saat ‘unnie di sebrang telepon’ kembali mengomelinya. “Wah, unnie, aku tidak pernah tahu kau sekarang tertarik pada genre scream.”

Dan gadis itu tahu ia berada dalam masalah besar saat ‘unnie di sebrang telepon’ tiba-tiba mematikan sambungan.

Mijoo kemudian membuka pintu kamar sahabat-sekaligus-kokinya yang bernama Yoo Jiae. Gadis itu sama sekali tak terganggu dengan kehadiran Mijoo dan tetap terlelap seperti bayi. Mijoo tersenyum geli, jika gadis ini terjaga maka yang akan keluar dari mulutnya adalah kenapa-kau-susah- disuruh-makan-apakah-perlu-kubawakan-bekal-ke-kantormu dan Mijoo yakin dietnya selama beberapa tahun belakangan akan gagal jika terus sekamar dengan Jiae.

Tapi Mijoo tidak keberatan, sebaliknya ia rela jika berat badannya naik 100 kilogram asal sebabnya adalah masakan Jiae yang nikmatnya tak tertandingi.

Mijoo baru saja menyelesaikan proyek besar di tempatnya bekerjanya. Mungkin ia bukan direktur utama, tapi tugas ketua koordinator lapangan untuk acara penghargaan film paling bergengsi di tanah air jelas bukan pekerjaan ringan yang bisa ia lalaikan. Baru saja, ‘unnie di sebrang telepon’ atau yang biasa ia panggil Soojung-unnie, mengomelinya karena Mijoo tidak langsung pulang dari lokasi acara tapi mampir dulu ke rumah rekannya, untuk merayakan keberhasilan acara tersebut, dan Soojung semakin marah karena Mijoo berkata akan makan ramen sebelum tidur. Bagi Soojung, makan ramen lewat tengah malam akan mengganggu pencernaan.

Mijoo tahu itu, tapi ia rindu ramen. Ia rindu pada masa-masa sulit dalam hidupnya—bukan dalam arti ia ingin kembali—karena dulu ia sempat berstatus sebagai pengangguran setelah lulus dari akademi pertelevisian, dan ia harus tinggal di apartemen supersempit dengan harga sewa yang tidak masuk akal. Tak terasa, masa-masa sulit itu berlalu setelah seorang teman SMA menawarinya pekerjaan di sebuah stasiun televisi milik pamannya. Tawaran yang sesuai dengan gelar pendidikannya itu jelas tak akan ia buang.

Setelah meninggalkan kamar Jiae, Mijoo mulai membuat ramen. Sembari menunggu matang, gadis itu membuka ponselnya. Melihat banyak artikel tentang kesuksesan acara penghargaan dan sedikit kritik di sana-sini yang bukan lagi menjadi urusannya. Sekarang, ia harus memanfaatkan cuti yang berlangsung selama dua bulan, atau ia tak akan punya cukup tenaga untuk kembali bekerja setelahnya.

Sejujurnya, Mijoo tidak suka berdiam di rumah. Ia sempat berpikir akan mengambil pekerjaan paruh waktu. Tapi jika ia nekat, bisa-bisa Soojung menggunduli rambutnya.

“Supaya kau malu dan tak punya pikiran untuk bekerja. Umurmu 21 tahun, Lee Mijoo, tapi kenapa isinya hanya kerja, kerja, dan kerja?”

Kira-kira, itulah yang akan dikatakannya.

Saat ramen itu siap dan Mijoo baru akan melahapnya, ada telepon masuk ke ponselnya. Gadis itu menghela napas kesal, lalu menerima panggilan itu dan langsung menyerocos, “Unnie, aku baru akan menikmati waktu cutiku tapi kau sudah—”

“Hei, terakhir kali kuperiksa, aku ini laki-laki. Kau tidak sedang mabuk, ‘kan?”

Hah? Soojung jelas tak akan bicara seperti itu. Mijoo menatap layar ponselnya, tertera nama Jung Hoseok di sana dan ia pun meringis malu. “Maaf, kukira kau seorang unnie yang kukenal. Kenapa kau meneleponku? Aku sedang menikmati cuti, tahu.”

“Kau pikir kau saja yang sedang cuti? Aku juga akan menikmati cutiku dengan pergi ke Amerika. Kau tahu, ini malam terakhirku di Korea, jadi kuputuskan untuk menghabiskannya dengan mengobrol. Karena kau temanku sejak SMA, jadi aku meneleponmu.”

“Menelpon hanya untuk mengobrol? Di jam satu pagi? Jung Hoseok, kau ini gila atau apa?”

“Hei, kau tak perlu mengataiku gila, Wanita Waras.” Lelaki itu mengeraskan kata ‘waras’, tanda ada pengartian lain dalam kata itu. “Lagipula, jika kau sedang ada urusan, maka kau tinggal mengatakannya dan aku akan memutus sambungan. Kenapa dibuat sulit, sih?”

“Iya, iya. Urusan yang sedang kuurus hanyalah makan ramen. Tapi itu bisa disambil, apa yang ingin kau obrolkan? Kau menelepon dengan pulsa atau aplikasi chatting?”

“Bisa tidak, kau tanyanya satu-satu,” tukas Hoseok sambil menghela napas kasar. “Aku ingin mengobrolkan apa saja yang bisa diobrolkan. Aku menelpon dengan aplikasi chatting, dan karena aku yang menghubungimu jadi bisakah kau pura-pura tidak peduli dengan apa aku meneleponmu dan jawab saja segala ucapanku, Lee Mijoo. Kau ini sedang mabuk atau apa,” lanjutnya sambil menggumam di kalimat terakhir.

“Hei, kau tak perlu mengataiku, Pria Gila,” balas Mijoo sambil mengunyah ramennya dengan kesal. “Aku tidak pandai memilih topik percakapan jadi kau yang pilih.”

“Bagaimana jika tentang gebetan?” usul lelaki itu. “Kau tahu, Jisoo susah sekali didekati.”

“Itu karena kau mendekatinya dengan cara yang tidak wajar,” tukas Mijoo. “Jika aku di posisi Jisoo, aku pasti akan menendangmu dari atas gedung. Jung Hoseok, kau tidak waras jika kau pikir mendekati Jisoo dengan cara mengajaknya kencan di atas gedung kantor sambil makan malam akan berhasil. Dia takut ketinggian, kau lupa? Terlebih, gadis itu pendiam. Harusnya kau perlakukan ia seperti yang ada di drama, bukannya di pergaulan sosialita. Makan malam formal? Dansa? Yang benar saja.”

“Kenapa kau tak pernah bilang padaku? Yang kutahu, ayahnya pemilik perusahaan minyak yang sukses, jadi kupikir ia terbiasa dengan sikap formal dan sopan. Lagipula, aku tak pernah berkencan dengan cara seperti itu. Bisa-bisa aku mati kutu di hadapannya. Dan kenapa kau, yang notabene temanku sedari SMA, tidak pernah memberi bantuan yang berarti, dasar tidak berguna.”

“Itu tandanya kau bukan orang yang peka. Yang menjadi pemilik perusahaan minyak itu ayah tirinya, sedangkan ayah kandungnya hanya seorang pekerja kantoran biasa. Jisoo memakai marga ayah tirinya karena ia ikut ibu kandungnya. Jadi, dari mana kau dapat kesimpulan bahwa Jisoo terbiasa dengan sikap formal dan sopan hanya karena marganya Seo? Dasar lelaki kurang ajar.”

“Sudahlah. Aku akan coba dekati dia seperti yang ada di drama. Drama apa yang ia sukai? The Man who Came from the Stars? Atau Pinocchio? The Heirs?”

“Kill Me, Heal Me,” jawab Mijoo asal. “Yang pemeran utamanya punya tujuh kepribadian. Atau dalam kasusmu, tujuh lapis muka. Dasar tidak tahu malu.”

Mijoo dapat mendengar helaan kesal di sebrang sana, namun ia hanya menahan tawa. “Jika kau ada di depanku sekarang, aku akan menjambak rambutmu.”

“Dan aku akan mencabik-cabikmu terlebih dahulu,” balas Mijoo sambil terkekeh. “Nah, sekarang aku akan mengatakannya dengan serius. Drama yang Jisoo sukai adalah The Heirs. Semoga berhasil, dan jangan sungkan bertanya padaku tentang Jisoo.”

“Terima kasih. Omong-omong, bagaimana pendekatanmu dengan Woohyun?”

“Tidak terlalu mulus. Kudengar ia sedang mendekati gadis di bagian periklanan, jika aku tidak salah ia juga senior kita, namanya Park Chorong.”

“Oh, itu menyakitkan. Kau tidak apa-apa?”

“Aku baik-baik saja. Lagipula, kurasa Woohyun lebih cocok dengan Chorong. Gadis itu pendiam tapi galak, dan Woohyun tahu betul cara ‘menjinakkannya’.”

“Jadi, kau sekarang tidak sedang menyukai siapapun?”

“Sepertinya. Tapi tak apa, aku ingin menghabiskan dua bulanku dengan tenang. Memikirkan soal lelaki mungkin akan menyia-nyiakan cutiku.”

“Oh iya, aku baru ingat. Temanku, namanya Jungkook, beberapa kali menyinggung tentang temanmu tiap kali aku membicarakan tentangmu. Namanya…”

“Jung Yein?”

“Ya, benar. Mereka satu kampus, bukan? Jungkook ingin mendekati gadis itu tapi tak tahu bagaimana caranya. Aku akan kirimkan kontakmu pada Jungkook dan nanti ia akan menghubungimu untuk bertanya. Tidak masalah?”

“Ya, berikan saja.” Mijoo menghela napas, ramennya kini habis tak bersisa dan ia beranjak untuk mencuci panci bekas ramen di wastafel. “Aku heran, kenapa aku selalu menjadi ‘biro jodoh’ untuk teman-temanmu, bahkan untuk temanku sendiri.”

“Mungkin ini saatnya kau cari seseorang, Mijoo. Kau tak perlu mempertahankan perasaanmu pada Woohyun, dan kau perlu merasa bahagia.”

“Wah, terima kasih atas perhatiannya, Hoseok. Aku tidak pernah tahu kau punya sisi yang semacam ini,” ucap Mijoo sambil terkekeh.

“Aku perhatian padamu karena kita ini teman. Masih bagus aku masih mau peduli, kau ini.” Hoseok terdiam sejenak. “Ah, benar. Kau ingat Kim Namjoon, kru audio? Kudengar ia tertarik padamu. Mau kukenalkan?”

“Ampun, galak banget,” ucap Mijoo sambil tergelak. “Soal tawaranmu, aku mau saja. Kapan kau akan mengenalkanku padanya?”

“Seusai kita cuti. Pimpinan redaksi akan mengadakan acara musik di Jeju, jadi ada kemungkinan kita akan sering-sering bertemu dengan kru audio.”

“Baiklah.”

Hening beberapa saat, dan Mijoo yakin Hoseok dapat mendengar percikan air di sebrang teleponnya karena saat ini gadis itu sedang mencuci pancinya. “Hei, Lee Mijoo,” panggilnya beberapa saat kemudian.

“Ada apa?”

“Sudah hampir jam setengah tiga.”

Mijoo membelalak. Buru-buru, diletakkannya panci tersebut ke tempat semula, juga garpu, lalu ditengoknya jam dinding di atas televisi. “Kau benar. Kenapa tidak terasa, ya?”

“Mungkin karena berbincang dengan teman lama terasa mengasyikkan.”

“Aku setuju. Senang bisa mengobrol denganmu selain masalah kerja, Jung Hoseok.”

“Aku jadi ingat saat kita SMA dulu,” ujarnya kemudian. “Juga saat aku bertemu denganmu lagi, beberapa tahun setelah kelulusan. Saat itu kau sedang dalam masa sulit karena tidak punya pekerjaan, bukan?”

“Ya, dan kau menyelamatkanku dengan mengusulkanku bekerja di stasiun televisi milik pamanmu,” lanjut Mijoo sambil tersenyum. “Aku tak tahu harus berterima kasih dengan cara apa. Rasanya sekadar berucap saja masih kurang.”

“Hei, apa sih,” tukas Hoseok sambil tertawa. “Kau sudah mengerahkan seluruh tenaga dan otakmu untuk perusahaan pamanku, dan hal itu sudah lebih dari cukup sebagai ucapan terima kasih.”

“Aku jadi ingin tahu, kenapa kau bisa menemukan dan mengajakku? Kau tahu, saat SMA dulu kita tidak dekat. Kupikir kau akan mencari teman baikmu terlebih dahulu sebelum aku. Kau tahu, istilahnya menomor-sekiankan aku.”

“Berterimakasihlah pada Seo Jisoo, calon istriku kelak.”

Mijoo berpura-pura muntah saat mendengar itu.

“Ia cerita tentang keadaanmu padaku dan ingin membantumu. Kurekomendasikan saja kau ke pamanku. Awalnya kuakui, niatku saat itu hanya untuk membuat diriku terlihat bagus di hadapan Jisoo, bukan karena kita teman. Beberapa tahun kemudian, etos kerjamu membuatku terkejut, bahkan pamanku berkata, ‘Untung kau merekomendasikan ia padaku. Jika tidak, mungkin perusahaanku akan bangkrut dua tahun lagi akibat kehabisan ide dan penyuntik semangat’.”

“Tidak masalah. Aku adalah tipe orang yang menyelesaikan apa yang kumulai.”

“Hei, kurasa aku mulai mengantuk,” ucap Hoseok. “Kau bagaimana?”

“Kurasa aku juga,” balas Mijoo sambil menguap, tak lupa menutup mulutnya. “Kau akan take-off jam berapa?”

“Jam sembilan pagi.”

“Kalau begitu, istirahatlah selagi sempat. Kau sudah mengemas barang-barangmu?”

“Beres.”

Mijoo terkekeh. “Maka kau sudah siap pergi. Tidurlah.”

“Baik. Terima kasih sudah menemaniku selama hampir tiga setengah jam.”

“Tidak masalah, justru aku yang harusnya berterima kasih, Kawan Lama.”

“Kututup teleponnya,” ujar Hoseok sambil memutus sambungan.

Kini, hening menyelimuti apartemen itu. Mijoo meletakkan ponselnya dan tersenyum pada dirinya sendiri. Betapa banyak tahun-tahun yang ia lalui dengan cerita yang baru dan berbeda. Besok, ia punya dua bulan penuh untuk mengukir cerita lainnya.

Mijoo mengambil ponselnya, mematikan lampu ruang tengah, dan masuk ke kamarnya untuk menghabiskan sisa malam dengan tidur sebelum matahari benar-benar muncul.

-E N D-

A/N: AKU KEMBALIII, READERDEULNIM! [lah, emang ada yang nungguin?]

[tapi tidak lupa, bow 90 degrees dulu]

aku memutuskan untuk mengeluarkan(?) ff dengan hoseok/mijoo as friend setelah sekian lama mikirin yein&sujeong yang tiduran bareng di okinawa mau milih pairing yang kayak gimana buat ff ini. btw, ada yang ketipu sama kalimat di posternya kah? barangkali ada yang ngira bakal tentang one-sided love atau yang bikin baper gitu…? [ketawa jahil]

sebelum lupa, aku mau minta maaf sama readers yang nggak nyaman dengan kalimat-kalimat di atas T.T percaya deh, ini tadinya lebih parah. terus aku sadar kalau kebanyakan kalimat rated semacam itu, nanti yang baca nggak nyaman. akhirnya kuutak-atik lagi deh.

[bow 180 degree… again]

as always, kritik dan saran yang membangun amat dinanti. atau bagi yang mau nanya-nanya selain tentang ff ini juga dipersilakan. anggep aja lagi di rumah sendiri [apa coba ini]

sekian, dan terima kasih sudah membaca!^^

<ditulis oleh nightskies yang lagi galau parah gara-gara jadwal tayang ‘lovelyz in wonderland’ diundur, padahal dianya udah siap-siap kuota T.T>

Advertisements

Author:

Halo Lovelinus!^^ Senang membaca fanfiksi atau membuat fanfiksi dengan karakter Lovelyz? Blog ini merupakan blog yang berisi fanfiksi-fanfiksi dengan karakter utama Lovelyz ^_^

27 thoughts on “[Freelance] A Cup of Ramen

  1. Hola nightskies, ff nya unyu banget. Tapi eh tapi/jiah/ aku kayanya lebih suka hoseok jadian sama mijoo, abisnya sama woohyun bosen. Suka aja sih walaupun temanan, tapi kayanya mereka cocok banget, imut gimana gitu/ngek/…..bahasanya mudah dipahami juga, ga kaya aku heuheu….
    Salken ya, panggil aja nifa/huu/ dari garis 00, maaf aku sok kenal banget/ciri-ciri aku hidup emang kaya gini/^^

    Like

    1. halo nifa^^ salken kembali yaa. panggil aja aku night supaya lebih singkat, dari garis98 hehe

      makasihhh nifa yg pasti lebih unyuㅠㅠ hehe tp hoseok-nya udh narget si jisoo, gimana dong? 😦 sbg gantinya, mijoo sm namjoon aja yah? :3 /maksa

      senang kamu suka! ^^ makasih udh baca dan kasih komentar

      Like

  2. AGGGH, NIGHT ❤ ❤ ❤

    BENTAR OOT DULU, INI AUTHOR NOTENYA BIKIN LUPA MAU KOMEN ISI CERITANYA 😄 ini loh ini-> yein&sujeong yang tiduran bareng di okinawa… wkwkwkwkwkwk tolong tolong geliii :”)

    Buat ucapan ‘sayang’nya mijoo ke hoseok aku sih gak masalah samsek 😮 malah kadang lebih dapet ‘teman’nya kalo ada kata2an semacam itu wkwkwk /yang aku praktekin juga buat Jimin-Tae di 7Sins…ihiks iya zel iya/

    IYA SIH AKU HAMPIR KETIPU. Dari mulai ngobrol sama Hoseok sampe akhir tuh kirain bakal ada one-sided love gitu secara…kan yah…ya gitu :”” Trus terkejut tiba2 nongol si kopel maknae wkwkwk 😄

    Ah, ini akan subjektif banget, preference aku dalam membaca aja sih, bahkan aku gak ngeh kalo nulis bakal kayak mana-> itu, unnie di sebrang telpon terlalu banyak gitu. engga papa sih, ihiks, tapi toh akhirnya kamu sebutin juga siapa unnie di sebrang telpon. jadi pas awal-awal jadi (SUPER SANGAT SANGAT CUMA SEDIKIT) mengganggu dan (SOK TAU AZEL TABOK AJA) mubazir kata?

    Buat overall penulisan, diksi dan teman-teman, plis aku gak punya komentar karena aku berhasil baca ini tanpa mengerutkan dahi yang artinya ngalir begitu saja ihiks :*

    Ugh, tapi selayaknya kuah ramen yang masih anget. baca FF ini warm-hearted banget sih :”) Naiseu banget pertemanan dan percakapan mereka di sini, lucu sama-sama nyebelin gitu. Well, kukira kamu bakal ngasih plot twist tapi ternyata engga, trus FF ini toh berakhir indah dan apik :3

    Plis, kepo di pikiran kamu Mijoo bakal ngabisin liburan dua bulan kayak mana T.T Siapa tau udah ketemu Namjoon duluan, gitu? Engga ya? Yaudah deh engga /apa sih apa sih xD/

    IH YAUDAH DEH, NICE ONE NIGHT! Kutunggu yang lain :3 Semangat jg rl-nya :))

    Like

    1. HALOOO KAK AZELLL<3<3

      YAAA gimana aku ga heboh ya kak, sujeongcam yg di okinawa itu bikin bahagiaaa bgt. sbg yejeong shipper yg biasnya jarang bgt interaksi [that’s why I love ‘for you’ mv so much] momen yg kayak gitu itu precious bgt sampe kepikiran berminggu2ㅠㅠ

      fyuhh, untung aja yg kalimat ratednya lulus sensor(?) hehee~

      YESSS ada yg masuk perangkap! /abaikan aja ini otaknya lg devil/ aku sempet pgn bikin cerita ini jd one-sided love, cumaaan kasianlah si mijoo udh capek kerja eh dibuat sedih xD yaudah deh diganti friendship biar awal cutinya mijoo membahagiakan(?)
      [kopel maknae mah suka begitu ka, emang. nyempil2 kayak si unyil(?) /halah/]

      ahh… itu karena aku gatau lagi mau namain babysoul dgn sebutan apaㅠㅠ mau lgsg sebutin nama, tp timing-nya blm pas. karena babysoul munculnya pas lg teleponan doang, itulah nama yg bisa kusematkan /HALAH/ pada uri soul-unnie
      [terus jiae yang bertanggungjawab atas segala yang masuk ke perut mijoo apa kabarnya, night? >:(]

      as I promised before, aku bakal jd author yg lebih baik ke depannya. and this comment helps so much, thank you kak<3

      btw kak, ga bingung knp judulnya a cup of ramyun tp mijoonya makan dari panci? [sok memancing bgt sih night, biar ditanya-,-] [padahal alesannya ga penting2 amat] hehe mijoonya capek kak abis kerja rodi jd takutnya passed out kalo dikasih plot twist /nighttt apa sih/

      NAAAH kalo yg mijoo bakal ngapain selama dua bulan, tolong ditahan dulu keponya yea kaks :3 dan sabar menanti aja, barangkali tau2 ada surprise dari akuu :3 [ceritanya dia mau bales dendam krn tau2 si kakak ngepost side-storynya serakah tanpa kasih peringatan] [tertawa jahat]

      thank you so much kak azelll ❤ semangat buat seven sins dan rl-nya 😉

      Liked by 1 person

      1. WKWKWK, JIWA SHIPPER KAMU MENGGILA YAH~ 😄

        Ugh, Mijoo semangat yah wkwkwk semoga bahagia selalu aja deeeh :”) Penasaran jg itu kopel maknae gmn jadinya ugh…

        Huee, gak tau sebenernya komen itu bener apa engga ihiks, sama-sama Night~ mohon bantuannya juga wkwkwk :3

        Wkwkwk gak ngeh maafkaaan, udah terlalu terbuai sama kalimat-kalimat Mijoo Hoseok [dan “yein&sujeong yang tiduran bareng di okinawa”] sampe gak ngeh 😄 . Tapi coba aku tebak, eng, karena dulu pas masih terpuruk dia makan ramyunnya di cup? ._. /ngarang bebas/

        Tapi pilihan tepat Night menurutku gak ada plot twist, simply warm gini azek azek zoshe :”) Trus, aku sih emang gak suka yg gak bahagia #curhatLage 😄

        Muahahahaha, salahkan momen BTS-Lovelyz di ISAC lah itu :” Kutunggu Night, kutunggu kopel JooJoon..ugh, Jujun sounds very culun tapi T.T ihiks 😄

        Macamaaa ❤

        Like

      2. yg kopel maknaenya mungkin nanti ga ‘berada dalam semesta/universe’ yang sama dgn ACoR(?) ini [yaa intinya bakal ada ff yekook lah yaaa]

        hihi gapapa tau kaa, biar aku bs cari nickname(?) utk kondisi yg semacam itu lagi tp yg engga terlalu mubazir kata 😉

        DING DONG! ih kakak kok tau ya:( bener kak, krn mijoo abis kerja, capek, trus makan ramyun ditambah ngobrol sm tmn lamanya pas SMA, bikin dia makin rindu sm masa2 susahnya. apalagi night itu kan identik dgn flashback, jadilah kuberi judul A Cup of Ramyun!^^
        [ini sama dengan membeberkan sifat asli si nightskies yang susah move on ga sih… semoga engga muehehe~]

        ISAC? yg kata jimin-kei berdiri sebelahan itu yaaa? /halahhh/ ternyata gara2 itu… pantesan ff Penguntit-nya sweet bgt, inspirasinya aja dari acara yg rich moments for shippers gitu :’3

        Like

      3. UGH IYA DITUNGGU YEKOOKNYAH! ❤

        Sebenernya bukan karena nicknamenya kepanjangan, menurutku pribadi lebih ke “kebanyakan dipake”? Ihiks gak tau ah subjektif bgt ah ini #sembunyiDalamKolong

        Ugh…iya, 2 ff kamu flashback mulu yah? Heum heum, move on, Dek, move on wkwkwkwk. Jd kepo ff fluffy sweety versi kami Night xD

        ISAC terlalu bgt, bikin penyakit hati tuh. Aku ampe mikirin seminggu lebih itu momen :””)

        Like

    2. sip kak, tenang aja. usul kakak kutampung dan kuingat baik2 kok 😀

      NAAAAH ff fluff yeaa… 😐 aku mah orgnya baperan jd takutnya kalo bikin ff fluff ntar malah kepikiran sendiri smp berminggu2 T.T

      skrg ada acara the boss is watching tuh ka, bts-lovelyz duduknya cuma kepisah sm btob HUAHAHAHA [sengaja bgt bikin kakaknya makin sakit(?) hatinya]

      Liked by 1 person

      1. Wkwkwk iya night tp itu opini personal saja kuks takut salah makna tadi ihiks

        Iiiih kebalik brrti kita yah? Aku malah kalo sedih kepikiran molo T.T hatiku lemah /?/ hueee

        IIII IYA ITU CUKUP CUKUP AKU CAPEK DENGAN SEMUA MOMEN INI UGH BARU AWALL TAHUN HUEE /tp sebenernya ngarep juga siii ;^)/

        Like

  3. Aku kira mijoo yang sama hoseok eh ternyata nggak hiks 😂
    Kadang emang enak cerita sama temen lama apalagi temen cowok itu lebih asik..
    Kenapa sekalian gak masukin v ama sujeong aduhh cuma bawa yein jungkook..
    Sueerr aku suka couple 94liner ini entah kenapa bayangin nya bisa pas aja gitu..
    Next ff mungkin bisa cinta segi empat 94liner?
    Nice ff 😍

    Like

  4. huaaa maaf ya emma(?) kalo mijoonya ga sama hoseok :(( [diam-diam seneng karena ada yang kejebak lagi] /kicked

    bener banget, apalagi yg sampe kata2an kayak hopejoo gitu. berasa balik lagi ke sekolah… [padahal yg nulis blm lulus SMA]

    /meringis/ yekook sbnrnya cuma pancingan aja supaya hoseok ga terkesan lg curhat soal gebetannya T.T btw aku udah buat ff vjeong lho, judulnya Zebra Cross di section Freelance! jgn lupa dibaca dan diberi komentar yaa!^^ [sempet2nya promosi… -,-]

    aku juga suka 94liner, terkenal sbg troublemaker di grup masing2 jd pas aja bayangin kalo mereka kata2an /apa

    makasih bgt emmalyana25 udah baca dan kasih komentar^^

    Like

  5. Ini serius fanfict freelance? Join staff masih dibuka gak sih? Masuk aja say,ini fanfictnya seratus jempol!
    Manis,unyu,friendshipnya kentara ^
    Terkdng persahabatan dgn temen laki-laki itu mmng punya kesan tersendiri ya 😂😂

    Like

    1. halo misshin017!^^
      hehee iya aku freelance wkwk

      ADUUUUH makasih :’3 /nangis haru/ aku bakal join begitu SMAnya udah kelar :’) [yaa beginilah ya rasanya jadi anak tanggung] [alias anak kelas 3]

      sayangnya kadang suka ngelibatin hati sih ya… [curhat alert]

      makasih udah baca dan komentar!^^

      Liked by 1 person

  6. UWAAAAH mijoo x hoseok!
    Kirain ceritanya bakal ada romance2nya gitu, taunya friendship toh ^_^
    Tapiiiiiii, aku tetap sukaaa!
    Gimana ya? Ff mu yang ini, isinya dialog ringan antara Mijoo dan Hoseok yang sangat menggemaskan. I mean, lucu aja gitu liat mereka kata-kataan. Ya, kata-kataan sama temen emang seru dan menimbulkan kebahagiaan tersendiri 😂😂😂😂 /apaini
    Suka deh pilihan kalimatnya keren, bagus, enak dibaca dan mudah dicerna ♡♡♡♡
    Tapi, aku rasa km terlalu banyak menggunakan kata pengganti– ‘unnie seberang telepon’ — menurutku itu boros kata(?) Mungkin, lebih efektif kalo menggunakan kata pengganti yang lain. Atau ngga kata pengganti yg itu disebutnya cukup sekali dua kali aja gitu(?) Imho sih, no offense ya. Tapi tetep aja, ff kamu bagussss pokoknya
    Seneng banget ada selipan WOORONG hahaha MY FAV OTP DUH ♡♡♡ (dan kebetulan blkgn ini lagi tergila gila sama mereka)
    Dan ada YEIN x JUNGKOOK jugaaa aaaa otoke nega(?????)

    Keep up your good work, author-nim.
    Looking forward to the next amazing ff by you~ teehee!!

    Like

    1. UWAAAAH ada jung eunsi(?) /halah

      makasih udah sukaaa!>< iyaa dibuat friendship supaya ada yg kejebak sama posternya [tolong seseorang hentikan otak devilnya si night hhhh]

      beneeer. kalo udah sama temen mah ngmg yg kayak apa juga mah seliw(?) apalagi yg kata2an kayak gitu muahahaha(?)

      kata pengganti! /cries/ nah itu yang emg pas nulis tuh aku rada ga sreg, tp aku juga bingung mau kasih nickname kayak apaa ke babysoulnyaaaT.T maapin yaa, selanjut2nya aku bakal cari kata pengganti yg ga terlalu panjang. makasih feedbacknyaa!^^

      CIYEEE woorong alert nih hahaha. mereka tuh ship-ku jaman dulu sekaliii. jujur aku ship mijoo sama woohyun skrg, tp karena mijoonya mau aku ‘kenalin’ ke namjoon jadinya kuhadirkan chorong dehhh.

      semangat juga buat jung eunsi!^^ makasih udh baca dan komentar yaaa>< sampai jumpa di ffku berikutnya!

      Like

  7. HAIHAI nightskies maafkan aku yang baru sempat kasih komentar setelah beberapa jam yang lalu baca ff manismu iniii
    ini manissssss banget, walaupun cuma ngomong via telpon, tapi itu uhuuuuu bikin senyum-senyum sendiri
    dandandan, kenapa mereka cuma temen/tarik namu sama jisoo/ dan disitu ada maknae kapel nyempil, ya walaupun cuma diomongin tapi itu manis banget weheeee
    aku suka aku suka, ini ringan dan enak dibaca ❤
    keep writing, ditunggu ff lainnya yaaaaaaaaa

    Like

    1. halooo stalkims, tidak masalah kok muehehe. makasih bgt udah sempet baca dan komentarrr<3

      emang sih mereka manis bgt sampe ga ngerti lagi /apaa/ MAAFKEUN aku mereka emg udah punya gebetan sendiri2 jadinya ga aku kopelinnn /tarik lagi jisoo sm namu-nya/

      makasih stalkims yg ga kalah manis :3 sampai jumpa di ffku berikutnya yeaa><

      Liked by 1 person

  8. Kena trap:’) aku sempet ngira bakal ada one-sided love gitu deh ternyata engga ya
    Enjoy bgt bacanya, percakapan ala teman dan ngalir aja ngomongin masalah orang yang disuka, dll dan no baper
    kayanya jarang baca yg kaya gini, karena kan biasanya bikin baper masalah onesidedlove itu wkwk

    Like

    1. halo aihara!^^
      YESSS kena jebak lagi hahahaha!! /fix deh ini si nightskies perlu dipertanyaan kesehatannya/

      tenang ajaa, hoseok-mijoo mah #antigalausquad jadi kalo sama mereka mah jauh2 deh dari kata galau, baper, dll HAHAHA /duh apaa

      makasih bgt yaaw udh baca dan kasih komentar!^^

      Like

  9. Kkkkkkk, lucu banget si Mijoo xD ngocehnya wkwk :v /? oke banget deh~ dikirain ada unsur love nya wkwk, gataunya nggak(?) terus buat yaaa, ditunggu FF selanjutnya ;;)

    KAPAN-KAPAN BIKIN FF YANG PEMERAN UTAMANYA JIN DONG, PENGEN BACA HAHAHA!!!! /iniapa/–“

    Like

    1. halo asaliapark^^

      iyaaa mijoo emg lucu :3 makasih yaaa ^^

      jin? boleh tuh, kutampung dulu idenya yaa. makasih lg udah mampir dan baca!

      Like

  10. halooo, nightskies, burritown disini o/

    jadi–UGH, AKU TUH YA MASIH GALAU GEGARA MIKIRIN GAMBAR2 MOMEN MEREKA DI ISAC, DAN NEMU FIC INI /dlosor gulung-gulung/
    dan ya ampun, feels friendship mijoo-hoseok nya dapet banget ;~; mz hoseok yang easy going dan mba mijoo yang ngomongnya blak2an, trus mendadak bikin galau karena ada hint2 garis 94 /lirik mz namjun //wut/

    trus2 paling suka sama kalimat ini, “Yang pemeran utamanya punya tujuh kepribadian. Atau dalam kasusmu, tujuh lapis muka. Dasar tidak tahu malu.”, asli langsung senyum2 ngebayangin hoseok punya tujuh lapis muka :””) /ampun/
    ugghhh, trus yaaa, aku juga suka sama pemilihan diksimu ❤ bagus, simpel, dan mudah dipahami. semuanya mengalir begitu saja ketika baca ini :*

    terakhir, tetep semangat nulis dan–shalom! 🙌

    Like

    1. halo burritown! ^^
      duh maafin ya aku baru bales><

      KAMU LIAT KAN KEI-JIMIN SEBELAHAN GITU TRUS TINGGINYA PAS BGT NGELIATNYA GEMESH :3

      yeayyy makasih^^ btw kalimat yg itu tuh yg bikin aku nunda utk nerbitin ff ini, karena aku jarang bgt nntn drama dan aku gatau yg storyline-nya ‘tujuh kepribadian’ itu kill me heal me atau the healer T.T /dilema akibat judul sama/

      makasih bgt udah baca dan komentar^^

      Like

  11. AAAA KUSUKA KUSUKA

    mijoo hoseok emang cocok banget kalo sahabatan gitu, feels nya dapet banget;-; dan aku sendiri nge ship jisooxhoseok♡♡

    kutunggu ff selanjut nya~~ fighting!!

    Like

  12. Baru baca gara-gara kamu sebutin cerita ini di After the Ramen ._.v khekhe…
    Duh kenapa aku jadi pingin punya temen ‘berantem’ macem Hoseok gitu yak -,-
    Dan aak… ada mas Woohyun x’D /cuma disebutin namanya doang elah/
    Di After the Ramen,aku sempet heran kenapa Soojung ngebet banget pingin nggundulin Mijoo,ternyata gitu…. x’D
    Khekhe…semangat nulis ya nightskies~ ^^ /sama-sama freelancer/

    Like

    1. halo kak raissa, pertama makasih bnyk sudah mau jauh2 mampir kesini wkwk :3

      iya ni ka sptnya enak punya temen buat diajak ribut macam hoseok u.u sayang cuma ada di ff alias khayalan…

      ngundulin mijoo krn perhatian kok kaa, tenang aja wkwk. dan tenang ka, bukan kaka aja yg baper kalo tbtb nama bias muncul xD

      semangat juga ka raissa, sesama freelancer>< aku blm sempat mampir2 ke ff kaka niy u.u kalau sempat aku pasti ngomen kok wkwk. makasih kaa sekali lg :3

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s