[Freelance] Butterfly

butterfly

Butterfly

credit; Seulchan@SPZ

Author: ANi| Main Cast: Kim Jiyeon (Kei LOVELYZ’s), Hong Jisoo (Joshua SEVENTEEN’s) | Genre: Fluff | Rating: T| Length: Oneshoot

This is my story, just mine. The cast’s is not mine. Warning Typo’s everywehere, guys. Don’t be plagiat and Siders

Inspired by BTS-Butterfly

Bersandar pada sandaran kursi mobil, Jiyeon mengeluarkan satu tangan nya keluar jendela. Menikmati hembusan angin hingga sehelai rambut nya melayang-layang. Tersenyum tipis melihat pemandangan di luar sana dari dalam mobil, bersama Jisoo.

“Kapan-kapan, kita kemari lagi ya.” Rajuk Jiyeon dan memasukan tangan nya kembali. Mendekati Jisoo yang duduk di kursi pengemudi.

Jisoo terkekeh pelan lantas ber-beo, “Jangan bilang kapan-kapan, Jiyeon. Karena kita akan tetap disini.” Memalingkan wajah nya pada Jiyeon yang tek henti mengumbar senyum. Terpatri jelas bahwa wajah nya sekarang sedang senang, bersama Jisoo.

Mengacak legam rambut cokelat panjang Jiyeon dengan sayang dan mencium sekilas pipi gadis itu. Lalu Jiyeon memukul pelan lengan laki-laki itu, ia cukup malu. Tapi toh, itu hal wajar untuk mereka. Terlebih saat keduanya memiliki status sebagai sepasang ‘kekasih’ yang cukup mesra, oh tidak, cukup manis.

Dan kembali memfokuskan dirinya pada kemudi serta jalanan.

Pasir yang tersisip di bawah sela-sela jari kaki nya, tak begitu ia perdulikan ketika pemandangan biru laut bersatu dengan warna oranye langit. Sangat indah, deskripsi sederhana Jiyeon bagi apa yang dilihat nya sekarang. Dan pantai, adalah deskripsi kedua yang sederhana juga untuk tempat yang ia kunjungi sekarang.

Menikmati setiap hembusan angin dan pantulan ombak yang bergulung menuju bibir pantai.

Perlahan tapi pasti, Jisoo memeluk nya. memenjarakan Jiyeon kedalam pelukan nya. Yang sangat hangat. Memabukan layak nya wine. Atau candu seperti morfin. Tak dapat dideskripsikan jelas bagaimana pelukan seorang pria bermarga Hong ini.

“Kalau aku memintamu untuk tetap ada disini bersamaku dan tak pergi kemanapun,  apa kau mau?” Bisik Jisoo ditelinga nya. Jiyeon bergidik, merasakan sensasi geli pada telinga nya, itu karena terlalu dekat antara mulut Jisoo dengan daun telinga nya.

“Apapun untukmu, Hong Jisoo.” Sahut Jiyeon lalu menunduk seraya tersenyum kecil, sangat manis dimata Jisoo.

“Terima kasih untuk semua nya, Kim Jiyeon.”

Menikmati hangat nya secangkir teh dan kopi di depan perapian, adalah hal yang sangat istimewa bagi Jiyeon. Ia bisa bersama dengan Jisoo, menghabiskan waktu nya seharian hanya dengan pria itu. Terlebih tubuhnya berbalut selimut dan kepalanya ia sandarkan pada pundak tegap pria Hong.

Neomu areumdawo duryeowo.” Ujar nya sambil tersenyum, tanpa sedikitpun melihat ke arah netra gelap Jiyeon.

Waeyo?” Tanya Jiyeon keheranan, bergerak bangkit untuk melihat Jisoo lebih jelas.

“Kau terlalu cantik dan aku takut. Logika ku mengatakan bahwa, jika kau cantik akan ada laki-laki yang mendekatimu dan berusaha mengambil mu dari sisiku. Jadi aku takut.” Pengungkapan secara terang-terangan yang membuat Jiyeon harus menahan sensasi sedih nya tatkala Jisoo tersenyum.

“Kalau kau percaya padaku bahwa aku tak pergi, apa kau mau tetap berada disisi ku?” Tanya Jiyeon lagi.

Meraih tangan Jisoo dan memegang nya sangat erat. Seolah tak ingin kehilangan. Karena bagi Jiyeon, Jisoo adalah sosok yang lebih mirip seperti pilar. Menyangga sisi manapun saat ia lemah dan rapuh. Menguatkan Jiyeon akan segala realita dan kenyataan yang pahit atau saat ia sulit menjalani hidup nya.

Jisoo tersenyum, merefleksikan bagaimana rasa cemas yang amat kuat dalam dirinya. Terlebih Jiyeon adalah manusia-yang katanya-bak porselen mahal. Lekuk tubuh nya-atau lihat saja bagaimana Tuhan menciptakan bibir, mata, hidung, dan wajah-terpahat begitu indah. Atau manis nya gadis itu melebihi permen lolipop. Dan putih nya yang selalu disebut patung porselen. Orang-orang mengatakan bahwa gadis bernama lengkap Kim Jiyeon ini benar-benar sempurna.

Banyak yang bilang, Jiyeong adalah malaikat. Jiyeon adalah dewi. Atau Jiyeon adalah refleksi seorang putri raja dan bangsawan dimasa lampau.

Jisoo memang tak melihat gadis nya berdasarkan paras, lekuk tubuh, atau kekayakan gadis itu. Tapi Jisoo mencintai gadis nya dengan setulus hati tanpa celah. Dan karena itu pula-ia cantik-Jisoo menjadi takut.

Jika kenyataan nya suatu hari nanti, akan ada yang mengambil Jiyeon dari sisinya dan gadis itu dengan tanpa sungkan pergi, apa yang akan terjadi?

Jisoo tak ingin membayangakan nya maupun mengizinkan kecemasan nya di kemudian hari terjadi. Tak ingin.

Pria itu menoleh. Menatap sendu pada segaris kecemasan yang terlihat jelas di mata gadis nya, “Aku akan tetap berada disisimu.” Jawaban yang kembali membuat senyum hangat Jiyeon merekah.

Jisoo, membawa Jiyeon kembali pada candu nya. menenggelemkan wajah nya di ceruk leher Jiyeon. Menghirup dalam harum aroma tubuh Jiyeon layaknya bayi.

Kedua nya saling bungkam. Menikmati bagaimana sejuk nya udara maupun hawa yang mengelimuti mereka.”Menurutmu, apakah pemandangan di Interlaken  ini sangat indah?” Tanya Jiyeon. Sang pria hanya tersenyum lalu mengangguk pelan.

Dan kedua nya kembali hanyut pada fantasi mereka masing-masing. Jangankan untuk mengiraukan suara ponsel yang berdering, kicauan burung pagi pun tak sekali mereka lirik. Saling menyelami pikiran masing-masing yang menarik. Terbang layaknya layang-layang di udara tanpa arah tujuan, hanya menikmati bagaimana hembusan angin akan membawa benda itu kemana.

Serangga dengan sayap bermacam warna itu berhasil menarik perhatian seorang Kim Jiyeon. Membuat nya berlari tak tentu arah hanya untuk menangkap satu dari mereka yang bergerombolan di atas padang rumput. Sedangkan Jisoo duduk, mengamati gadisnya di bawah pohon maple rindang.

“Jisoo, bantu aku untuk menangkap mereka.” Racau Jiyeon masih berkutat pada kegiatan nya. Yang terbilang seperti anak kecil.

“Untuk apa? Biarkan mereka hinggap di dekat mu, kau bisa melihat mereka dengan begitu.” Lalu Jisoo menepuk tempat di sebelahnya yang masih kosong.

Jiyeon menghampiri nya dan duduk disebelah pria itu. Terengah-engah dan berkeringat, pemandangan pertama Jisoo yang melihat gadis itu kelelahan mengejar binatang cantik yang terbang kesana-kemari. Bernama kupu-kupu.

“Oh ya, kau kan tak begitu suka binatang itu.” Keheranan, Jiyeon memiringkan kepalanya.

“Mau tau alasan nya?” Kembali membuat Jiyeon merengek setengah mati, Jisoo membuat pertanyaan yang pasti membuat Jiyeon penasaran tingkat tinggi.

“Kupu-kupu itu cantik, mereka bisa pergi kemanapun mereka mau. Dan mereka bisa hinggap dimanapun yang mereka mau juga. Kalau kau kejar mereka, maka binatang itu akan pergi. Dan jika kau tak mengejar nya, mereka akan hinggap di dekatmu.”

“Tapi kau tak mengatakan alasan kenapa kau tak begitu suka dengan binatang itu, Hong Jisoo.” Desis Kim Jiyeon.

“Karena mereka sangat cantik, mereka bisa terbang kemanapun mereka mau, mereka bisa mudah ditangkap oleh pemburu dengan jaring nya, dan mereka membuat gila para pecinta binatang itu.”

Masih tak juga mengerti, Jiyeon mengguncangkan tubuh Jisoo dengan kuat.”Aku tak mengerti.” Terbilang pelan, Jiyeon kembali mengguncangkan tubuh Jisoo.

“Kau harus tau, pernah mendengar orang-orang bergosip tentang mu? Mereka bilang kau seperti kupu-kupu dan aku tidak suka.” Ujar Jisoo membuat Jiyeon berhenti melancarkan aksi nya.

“Jadi, kau tak suka aku cantik?” Tanya Jiyeon, masih belum mengerti juga.

“Bukan~”

“Lalu apa?” Salah satu hal yang tak bisa Jiyeon lepas sejak kecil adalah, KEPOLOSAN nya.

“Aku suka kau cantik, tapi aku mencintaimu bukan karena cantik. Dan maksudku adalah, aku hanya tak suka. Kau tau kupu-kupu cantik itu banyak orang yang suka? Nah maksudku itu, aku tak suka jika kau diluar sana menjadi primadona semua orang di dunia ini karena kau cantik. Bisa-bisa kau malah melirik lelaki lain karena lebih tampan dariku. Kau juga bisa pergi semau mu. Begitu.” Tutur Jisoo berusaha sabar, tapi masih diselingi dengan candaan. Jiyeon ber-oh ria mendapat penuturan panjang dari bibir tipis Jisoo.

“Masih tak suka?” Goda Jiyeon dan menyenggol pelan Jisoo. Membuat pria Hong itu mendesah tak suka.”Tidak, sekali tidak tetap tidak.” Katanya tegas. Jiyeon mengerucutkan bibir nya dan menaruh kotak kecil berisi kupu-kupu berwarna biru.

“Ya sudah, aku mau beli burung hantu yang warna putih. Seperti yang ada di film Harry Potter, ya?” Merengek pada Jisoo, Jiyeon menggelayut manja di lengan Jisoo.”Atau anjing siberian? Kau pilih yang mana?” Tanya Jiyeon yang mendadak menjadi anak labil.

“Anjing siberian? Anjing yang seperti serigala itu? Em sepertinya….tidak kedua nya. Aku pilih kodok.”

“Jisoo…” rengek Jiyeon.

Sambil berjalan-jalan, Jiyeon kembali memohon dengan sangat untuk bisa membeli burung hantu. Atau binatang lain yang lucu, tapi tidak dengan kodok. Dan Jisoo hanya bisa menolak berulang kali. Bukan nya ia tak mau membelikan, harga binatang itu terlalu mahal.

“Kupu-kupu saja lagi.” Ide cemerlang nya kembali.

Ah gadis ini makan apa sih, rutuk Jisoo dalam hati.

“Kau kan bilang, kupu-kupu bisa saja ditangkap para pemburu. Bagaimana jika kita bebaskan mereka dengan cara membeli nya?” Usul Jiyeon. Membuat Jisoo berhenti bergerak.

“Apa?”

“Kita bebaskan mereka ke alam, tapi kita harus membeli mereka dulu.” Ulang Jiyeon tepat di telinga Jisoo.

Jisoo kembali berjalan mendahului Jiyeong. Ia butuh berpikir atau lebih tepat nya, apakah ia mau mengeluarkan uang untuk membeli semua kupu-kupu tadi?

“Ayolah, masa kau tak sempat berpikir seperti itu sih tadi? Kau kan lebih pintar dari ku.”

Pertanyaan macam apa itu?! Jiyeon berusaha mengejek Jisoo. Karena pria itu tak sempat berpikir positif, sekalipun ia pintar. Yang benar saja?! Secara tidak langsung, Jiyeon mengejek kekasih nya tersebut.

“Ok, kita beli. Bukan aku saja, tapi kita.” Katanya dan menekankan kata ‘kita’ di hadapan Jiyeon.

Jiyeon menikmati angin yang berhembus pada kulit wajah nya. Bersamaan ia menikmati bagaimana kupu-kupu yang ia bebaskan bersama Jisoo berterbangan di udara. Sangat indah. Sekitar lima puluh kupu-kupu ia bebas kan ke alam mereka.

“Kuharap mereka akan terus bergerak bebas dan menemukan tempat terbaik untuk singgah. Dan aku berharap juga bahwa pecinta kupu-kupu tak lagi memburu kupu-kupu itu, mereka hanya cukup menganggumi salah satu ciptaan Tuhan ini saja.” Gumam Jiyeon membuat Jisoo terdiam.

“Tak ada lagi ‘perburuan’ kupu-kupu cantik. Tak akan ada lagi kupu-kupu yang merasa ‘tersiksa’ di kandang mereka karena mereka bisa bebas sekarang.” Tambah Jiyeon.

“Iya iya, cukup kata-kata sok bijak mu.” Acuh Jisoo dan segera menggenggam tangan mungil Jiyeon.

“Kau tau lah maksudku apa, kau kan pintar.” Jiyeon tersenyum jahil dan menaikkan alis nya.

“Kim Jiyeon..”

“Iya, Hong Jisoo.” Kekeh Jiyeon dan melepas tautan tangan mereka. Sudah lebih dulu bergerak untuk mengindar dari serangan Jisoo.

“KIM JIYEONG! CEPAT KAU KEMARI! KAU TADI BILANG APA, HUH?! AKU PINTAR? KAU MENGEJEK KU, YA?! KEMARI KAU, KIM JIYEON!”

END

Advertisements

14 thoughts on “[Freelance] Butterfly

  1. ini manis bangettt

    joshua ganteng2 suka kodok ih :3 dan, bang josh sama kei ngluarin uang berapa buat beli kupu-kupu?!

    bagus ff nya, ringan, tp di awal cerita terlalu fokus nceritain pemandangannya sih kalo menurutku, but tetep bagus kok^^

    Like

    • Padahal ini ga ada manis-manis nya/fluff gagal/
      Iya itu dia suka kodok demi jiyeon. Pokoknya mereja ngeluarin uang sampe dompet bang jojosh tipis, wkwk
      Makasih ya udah baca dan komen, ini mah masih terbilang jelek soalnya😊

      Liked by 1 person

    • Manis apa nya night? Ini mah ga ada manis-manis nya kaya sirup😁
      Wah sampe melting, josh mah emang manis/kaya aku*ngek/
      Makasih udah baca dan komen, nightnight😊

      Like

  2. Sebagai orang yg baru2 bngt mengilhami muka2 anak 17, Jisoo emng pas uga yah maniz maniz madu alami gini :”)

    Ugh, kadar gulaku naik, Ni~~

    Like

    • Biarin kak, gapapa yang penting tau wajah manisnya jisoo/uhuk/ dia juga emang manis,semanis gula dan madu alami…😁
      Nah loh, kakak jadi diabetes gitu/digorok kak azel/
      Makasih kak udah baca dan komen di ff tak bermutuku ini/pletak/😊

      Liked by 1 person

      • Setuju sii, duh Kei cocok jg sama Jisoo yah /apakabar kapal cinta KeiMin ku ini wkwkwk xD/

        Sama-sama Ani~ Semangat terus nulisnyah ♡

        Like

      • Nah loh, mereka emang cocok ko. Cuma kei aja ketuaan, beberapa bulan doang sih. Tapi aku mendukung kapal cinta keimin ko, tapi kalo bukan sama jimin kan pasti sama jojosh,nama couple nya keijo/ngek/ soalnya aku juga penggemar berat banglyz, termasuk yang buat kapal cintanya ituloh/tunjuk kak azel/…
        Heuheu, makasih kak. Kakak juga semanhat lanjut seven sins nya😊

        Like

  3. Ini ciuple ini suka banget cocok banget cocok sama idol aslinya juga orang2nya kaya gitu suka 😢 flower kei sama gentlemen jisoo.. makasih authornim ♡

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s