[Ficlet] Totally Fanboy

totally fanboy - sujeong taehyung

Totally Fanboy

by Mingi Kumiko

|| BTS V and Lovelyz Sujeong | Teen | Romance | Ficlet ||

Summary:

Beginilah risiko yang harus dihadapi apabila menjadi pacar seorang fanboy.

.

.

Seulas senyum tak henti-hentinya terulum dengan lembut di bibir Sujeong. Dengan tangan yang penuh oleh barang bawaan, jantungnya menggebu-gebu saat ia coba menekan beberapa angka sebagai password agar pintu terbuka. Hari ini tepat setahun ia dan Kim Tae Hyung – kekasihnya – resmi berpacaran. Sujeong bela-belakan mengendap keluar rumah untuk datang selarut ini ke apartemennya demi memberikan kejutan untuk sang pujaan hati.

 

Pintu pun terbuka, dengan langkah yang berderap Sujeong coba memasuki apartemen tersebut. Suasana lengang menyelimuti, seperti tak ada aktivitas sama sekali di dalam. Lampu juga tak dinyalakan. Ada yang aneh, Sujeong tahu benar kalau kekasihnya itu tak bisa tidur dalam keadaan gelap.

 

Sujeong menyampirkan barang bawaannya ke ubin. Coba mengambil langkah lebih banyak untuk sampai ke kamar Taehyung dan membuka pintu perlahan. Ia menghela napas kecewa tatkala mendapati hanya kemul dan bantal yang tertata rapi di atas kasur. Sekelumit pertanyaan tentang keberadaan Taehyung bersarang dalam benaknya. Haruskah ia berteriak memanggil nama kekasihnya itu? Mana mungkin! Bisa-bisa rencananya memberi kejutan jadi gagal.

 

KLEK!

Rungunya menangkap sebuah suara. Seketika ruangan pun terisi cahaya karena saklar yang baru saja dihidupkan. Itu adalah Taehyung, si penghuni apartemen – sekaligus seseorang yang sedari tadi telah Sujeong tunggu kedatangannya. Sujeong segera berbalik, bersiap menyodori sang kekasih dengan setumpuk pertanyaan yang bersifat posesif. Kamu di mana? Dengan siapa? Barusan berbuat apa? Oh, maaf. Dia Taehyung, bukan Yolanda.

 

“Taehyung oppa!” Sujeong segera menghampiri pria berperawakan jangkung itu. Ditilik sekilas, nampaknya keadaan Taehyung tak seberapa baik. Matanya sayu dan langkahnya gontai, macam orang yang tidak makan seharian.

Oppa dari ma–” bibir Sujeong sekonyong-konyong terkatup sebelum ia selesai merampungkan kalimat. Matanya terbelalak hebat saat maniknya menyoroti sebuah lembaran yang tergulung dalam genggaman Taehyung. Ia juga tak habis pikir dengan atribut aneh yang Taehyung kenakan di atas kepalanya; bando bertuliskan ‘아이린’.

Omo, Sujeongie… ada perlu apa malam-malam datang ke mari?” Taehyung bertanya dengan mata mengerjap.

“Adanya aku yang bertanya, oppa dari mana saja, huh?!”

“Oh, maaf… aku baru pulang dari fanmeet.”

“Hingga selarut ini?”

“Ya begitulah.”

“Tapi kenapa oppa terlihat begitu lemas?”

“Aku datang begitu pagi untuk menukar tiket agar tidak mengantre terlalu lama. Tapi tiba-tiba ada pemberitahuan kalau jam fanmeet diundur. Karena sudah terlanjur sampai akhirnya aku tetap menunggu. Lokasinya jauh dari food court, jadi aku cuma bisa minum air putih. Sebenarnya setelah fanmeet aku berencana makan. Tapi karena takut ketinggalan bis, jadinya urung.”

“Hanya demi itu?”

“Tentu saja. Aku sangat antusias untuk bertemu Irene Noona. Ya ampun, dia begitu cantik dan lucu.” Taehyung senyum-senyum sendiri ketika mengingat penampilan girlgroup favoritnya beberapa jam yang lalu.

OPPA-YA!!!” Sujeong memekik tertahan saking geramnya.

Mwoya…, aku capek sekali. Tidak punya tenaga untuk beradu mulut. Bertengkarnya besok saja, ya? Tidurlah di kamar, tidak baik seorang gadis pulang sendirian malam-malam.” Taehyung menanggap Sujeong dengan malas dan langsung beringsut tengkurap di sofa.

 

Lonjakan amarah yang mengganjal hati Sujeong seketika sirna setelah melihat wajah damai Taehyung saat terlelap. Meskipun ia masih tak habis pikir dengan tingkah polah Taehyung; bagaimana bisa seorang lelaki begitu mengidolakan sebuah grup hingga membuatnya rela berjuang mati-matian untuk bisa bertemu dengan grup tersebut?

***

Dengan mata yang masih menempel Taehyung terbangun sambil mengerjap-ngerjap. Sedikit peregangan membuat efek kaku pada tubuhnya hilang. Ia pun mengingat kronologi yang membuatnya bisa tidur di sofa.

“Ah, kemarin, kan, Sujeong datang… tapi, dalam rangka apa, ya?” gumamnya dan segera merogoh saku untuk mencari ponsel. Ia lantas terlonjak setelah maniknya menatap ke sudut layar dan melihat tanggal. “Oh sial, bagaimana aku bisa lupa dengan tanggal jadianku sendiri?” Taehyung berdecak frustasi.

 

Oppa sudah bangun?” embusan suara yang terdengar manis itu membuatnya refleks memutar kepala. Dan seketika itu juga ia mendapati gadis bermata bulat dengan kaki jenjangnya tengah berjalan menghampirinya sambil membawa nampan berisi sebuah mangkuk dan gelas.

“Kau sudah bangun, chagi?”

“Sudah. Oppa sarapan dulu, ya? Tapi maaf karena aku hanya bisa menyiapkan omurice.” Sujeong mengambil posisi duduk di sebelah Taehyung.

“Kamu yang masak?” tanya Taehyung.

“Iya…, kenapa? Kelihatan tidak enak, ya? Iya, sih, warnanya memang tidak cantik.”

“Siapa, sih, yang bilang begitu? Aromanya sangat menggoda, tahu!”

“Benarkah? Kalau begitu segera makanlah, oppa!”

“Kau tidak mau menyuapiku?”

Mwoya…, seperti anak kecil saja!”

“Ayolah, aku sangat lemas hingga untuk memotong telur pun tak sanggup.” Taehyung berdalih dan memasang ekspresi cemberut yang dibuat-buat. Sujeong pun tak kuasa menolak permintaan Taehyung. Akhirnya ia menyuapi Taehyung dengan hati-hati.

 

Sesendok demi sesendok suapan ia layangkan ke mulut Taehyung hingga mangkuknya bersih dan tak tersisa secuil pun nasi.

Omurice-nya enak, terima kasih.” puji Taehyung.

“Itu hanya karena oppa terlalu lapar.” Sujeong berucap sambil menyodorkan segelas air mineral kepada Taehyung.

 

Oppa, lain kali jangan begitu lagi, ya?” ucap Sujeong dengan semburat mimik sendu yang tersirat. Seketika itu juga Taehyung langsung dihujami oleh setumpuk rasa bersalah.

“Sesibuk-sibuknya oppa, jangan sampai lupa makan. Aku khawatir sekali kalau sampai terjadi apa-apa.”

 

Taehyung terenyuh mendengar kalimat itu terucap dari mulut kekasihnya. Ia berpikir kalau Sujeong merasa kesal padanya karena semalaman menikmati konser sambil mengangkat banner tinggi-tinggi tanpa memberinya kabar. Namun apa yang ia pikirkan tak sama sekali terjadi.

“Kamu enggak marah karena kemarin aku datang ke acara fanmeet?” tanya Taehyung yang dibalas dengan gelengan singkat oleh Sujeong.

“Itu kan hal yang bisa membuat oppa senang. Aku tidak berhak melarang. Aku cuma berpesan, jangan lupa jaga kesehatan.”

“Kemarin kamu datang untuk merayakan hari jadi kita, ya? Aku minta maaf sekali karena sudah lupa.”

“Tidak apa-apa…, kapan lagi oppa bisa melihat Red Velvet secara langsung. Bagaimana, apa mereka cantik?”

“Iya, cantik.” Sujeong balas tersenyum mendengar jawaban Taehyung.

“Ya sudah, aku mau membereskan dapur dulu, ya?” Sujeong mencoba beranjak dari posisinya dan mengambil nampan yang ia letakkan di meja sebelah sofa. Namun Taehyung secara tiba-tiba menarik pinggang Sujeong dan mendekapnya erat.

 

“Terima kasih, ya, karena sudah menjadi orang yang paling mengerti aku.”

Oppa, kenapa tiba-tiba begini?” tanya Sujeong sedikit terbata-bata.

“Mungkin aku memang sangat mengidolakan mereka, namun sekarang aku tahu apa yang harus kuprioritaskan. Teruslah bersamaku, Sujeong-a. Aku menyayangimu, lebih dari apapun.”

 

– END –

Maaf atas ketidaknyambungan alur dengan sinopsis serta judulnya, maunya aku juga gak kaya begini tapi endingnya malah absurd haduh maaf deh pokoknya. Thanks banget untuk kalian semua yang sudi untuk klik read more dan merampungkan FF ini sampai end. Aku teharu sekali. Review boleh? ^^

Advertisements

24 thoughts on “[Ficlet] Totally Fanboy

  1. SO SWEET<3<3

    sujeongnya pengertian bgt sm taehyung, beruntung bgt si alien bs pacaran sm cewek sesabar sujeongie><

    fluffnya dapet dan selama membaca ffmu, aku sama sekali ga mempermasalahkan ketidaknyambungan(?) sinopsis dgn ceritanya. keren bgt dah pokoknya!

    semangat terus yaa, mingi kumiko^^

    Like

  2. Sujeong jadi pacar pengertian banget ya ampun:3
    Ngga marah, ngga cemburu, ngga apa gitu makanya Taehyung jadi sadar kan prioritas utamanya itu Sujeong 😀
    Ngebayangin last scenenya itu sweet sekali><

    Like

  3. uwaaaaa, aku suka sama ceritanyaaaa <3333
    mba sujeong sabar sama pengertian banget ngadepin mz taehyung yang jadi fanboy :’) duh, emang susah ya kalo dapet pacar jatuhnya fanboy :v /dor/
    udah mz, kamu jadi fanboynya mba sujeong aja tuh :””””)

    Like

  4. hai aku reader baru 😀 enaknya manggil authornim itu adek/kakak? author kelahiran brp? hehe btw aku jadi bayangin kalo taehyung beneran nge-fans sama irene sampai segitunya :’D sujeong sabar banget elah…gue aja gak sampai segitunya X’D malah curcol XD abaikan next ditunggu karya yg lain ^^ kece!!

    Like

  5. HUAAAA I LIKE IT A LOT>////<
    Mungkin efek aku fg kali ya, terus mbayangin taehyung itu aku terus sujeong itu my future husband yg pengertian kalau istrinya fg ;—; eh ATAU my future husband malah bias sendiri? Ahaha sori ngelantur XD
    Aku mbayangin taehyung bawa handbanner Irene HAHA XD pasti lucuuuuu. Kapan2 ngedit foto taehyung gih wkwkwkwk
    Oh yooo one question. Awalnya pake ‘kau’ terus pake ‘kamu’?

    Like

    • begitulah gaya bahasaku sekarang agak random tapi aku menikmati pakai “kau” maupun “kamu” yah conditional sih tapi, kalo suasananya lagi sweet2 gitu pake kau biar terkesan romantis dan lebih akrab
      ya ngakak kali punya pacar fanboy akut macem taehyung bikin pusing tujuh keliling, anniv aja lupa demi bisa liat Irene ih kzl /kenapa jdi lu yg baper/

      Like

  6. Hai Lely. Aku Rini. 89Line. 10thun di atas kmu yaa. . eittss. . jangan smpe panggil aku Ajhuma lho yaaa :D.
    bisa dbilang dah ketuaan bgt buat masih keranjingan kpop.

    tulisan kmu lumayan rapi. ringan bacanya. apalgi karakter Sujeong itu bikin anget d hati.

    Like

    • engga…. aku panggil kakak deh XD tapi usia kakak seumuran sama guru2 di sekolah aku wkwkwk
      aku juga bayangin suatu hari nanti aku udah dewasa juga masih update-in KPop terus ada boyband baru debut maknaenya 10 tahun lebih muda dari aku trs aku biasin dia gyahaha lucu bgt XD
      makasih kak rin udah mau baca ~ ya moga aja kemampuan nulis aku ngga ilang yah wkwkwk

      Like

      • Gak usah dbayangin aja udah gelii duluan.
        yaa stdaknya aq suka mreka krna krya mreka. bukan soal mreka cakep atau apa. buat hiburan. bedaa yaa ama yg masih seumuran Lely gini lgi menggebu2 ngefans gilaa yg kdang jadi agak absurd.
        ntar deh kmu pasti bsa ngerasain gmna bedanya ngefans saat umur kmu sgini ke 10thun kedepan.

        kakak dah add fb mu. confirm yaa. . Gomawo, Lely Dongsaeng 😀

        Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s