[Ficlet] Helper

image

Helper

Mijoo–Lovelyz | slice of life, idk. | General | Ficlet

Nnafbjnr

Baru pulang kuliah, Mijoo melajukan mobilnya cukup tinggi. Beberapa menit yang lalu ia mengantar Jisoo pulang. Suasana mobil menjadi sunyi karena tak ada teman mengobrol untuk Mijoo. Pikirannya mengingat-ingat apakah ia memiliki janji untuk besok atau tidak. Matanya fokus ke jalanan yang tidak terlalu ramai.

Sebuah motor dari arah sebelah kiri melaju hendak menyeberangi jalan. Mijoo menginjak rem untuk menghindari jika akan terjadi tabrakan. Namun, jika sudah takdir, tentu kita tidak bisa menolak. Tabrakan yang tadinya ingin dihindari ini malah terjadi. Mijoo menginjak rem secara mendadak. Dahinya terbentur setir. Sakit memang, tapi Mijoo tak peduli. Buru-buru ia keluar mobil lalu membantu si pengendara motor yang tertabrak olehnya. Wanita—yang menurut Mijoo lebih tua darinya—tergeletak di depan mobilnya.

“Ya Tuhan! Apa kakak tidak apa-apa?” tanya Mijoo panik pada sang pengendara motor. “Ayo, bawa ke dalam mobilku.”

Mijoo mencatat nomor teleponnya dan memberikannya pada seorang pemuda yang ikut menolong wanita yang bermotor tadi—pemuda itu juga ikut masuk ke dalam mobil Mijoo.  Dengan cepat Mijoo mengendarai mobilnya menuju rumah sakit terdekat. Korban tadi sudah terbaring lemas di bagian belakang mobil sambil sesekali meringis. Itu membuat Mijoo semakin khawatir.

“Kakak, nama anda siapa? Maafkan aku kak, aku sungguh tak sengaja. Apa kakak terluka parah?” tanya Mijoo khawatir, kepanikannya ia sembunyikan.

“Tenang saja, wanita ini hanya keseleo dan sedikit lecet di kakinya. Tak begitu parah,” jawab pemuda—yang entah siapa namanya.

Mijoo menghela nafasnya lega, kekhawatirannya sedikit berkurang. “Oh  syukurlah. Kita ke rumah sakit sekarang, oke.”

“Tak usah.. Antarkan aku pulang saja, tak perlu ke rumah sakit,” lirih wanita itu dengan pelan. Ia mencoba untuk duduk perlahan.

“Tak apa, ini tak akan merepotkan.” Mijoo meraba dahinya yang memar. Meringis kecil, lalu berkata, “Sekali lagi maafkan aku, kak!”

“Antarkan aku pulang saja. Sudah dibilang ini tidak parah.”

Anggukan yang tak terlihat oleh penumpang di kursi belakang mengiyakan permintaan wanita yang ia tabrak tadi. Entah namanya siapa, Mijoo bertanya namun tak di jawab. Meski ada sedikit rasa lega, rasa cemas pun tak lenyap begitu saja. Ia takut masalah ini akan menjadi masalah besar. Oh, ia harap tidak.

“Tenang saja, aku tidak akan membesarkan masalah ini. Ini bukan sebuah kesengajaan.” Mijoo tersenyum mendengar perkatan tadi. Perkataan wanita ini menghilangkan kecemasaan Mijoo.

“Terima kasih.”

Mobil terus melaju, tak ada lag percakapan yang memecah keheningan. Mijoo menyimpulkan  bahwa ini adalah pelajaran untuknya agar lebih hati-hati lagi dalam berkendara. Bukan mengenai ini salah siapa dan penyebab siapa, jika hal ini terjadi yang menjadi urutan pertama adalah pertolongan. Yang menabrak harusmenolong lalu meminta maaf pada yang ditabrak. Itu yang seharusnya dilakukan, bukannya kabur dan membiarkan korban begitu saja.

Tak semua masalah harus di besar-besarkan. Kata maaf akan dengan mudah menyelesaikan masalah tersebut apabila orang tersebut berbaik hati mau memaafkannya. Intinya manusia tidak boleh memiliki hati yang keras seperti batu. Hati yang keras hanya ingin membesarkan masalah dan kemenangan. Tak peduli siapa yang salah, siapa korbannya, manusia harus saling menolong, dan melontarkan perkataan maaf.

Mobil berhenti di sebuah rumah yang sederhana. Mijoo membuka pintu belakang mobilnya lalu membantu wanita tadi berjalan untuk memasuki rumahnya.

“Maafkan aku, kak. Kumohon,” tutur Mijoo sembari membantu wanita tersebut melangkah.

“Tak apa. Terima kasih atas pertolonganmu. Aku hutang budi padamu.”

“Motormu akan kuurus. Cepat sembuh, kak.”

Segalanya sudah menjadi takdir dari Tuhan. Sebagai manusia kita tidak boleh sombong atau berbangga hati karena apapun bisa terjadi pada kita semua. Tolong bukan hanya sebuah kata, melainkan perlakuan yang membutuhkan keikhlasan.

End.

Ficlet ini terinspirasi dari kejadian pulang sekolah tadi.

Oke, ini beneran terjadi pas barusan :v cuman aku tadi pake motor. Nabrak orang gak sengaja. Sebenernya kita sama2 salah soalnya kita ketemu trus *bruk* tapi karena si ibu2 yg tadi itu lbih parah lukanya dari aku, jdi aku yang minta maaf dan bersyukur ini gak jadi masalah gede *duh malah curcol* maapkeun kalo gk bagus ya. Ini pelampiasan ajah. Intinya kita harus saling memaafkan. Maaf juga kalo alurnya terlalu cepat. Udah.

AlhamdUlillah. Komennya ditunggu.. /entah ini seharusnya wansut atau fiklet ajah :” aku bingung/

Advertisements

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s