[Chapter 5] Karma

Karma 2

Karma

By Fanita

Infinite’s Woohyun – Lovelyz’ Mijoo

Cast : Infinite’s Member – Woollim Girls’ Member – Jisun – Lee Jungyeop

Genre : Sad – Hurt – Romance || Type : Chapter || Rating : PG-17

Ketika tajamnya sebuah perkataan yang pernah kau lontarkan kembali menyerang dirimu, apa itu yang dinamakan sebuah karma?

 

 

Mijoo buru-buru bangkit dari dan menjauh dari Woohyun. Dia berdiri tanpa memperdulikan kakinya yang sakit lalu berjalan terburu-buru ke dapur. Sampai didapur Mijoo memegang dadanya. Jantungnya terasa akan copot. Tangannya secara refleks langsung memegang bibirnya yang tadi tidak sengaja berciuman dengan Woohyun. Ini bukan ciuman pertamanya tapi semua ini terasa berbeda dari sebelumnya.

eotteoke?”batinnya.

Di sisi lain Woohyun masih berbaring dilantai sambil memandang ke atas. Sama seperti Mijoo dia merasakan ada yang aneh namun yang berbeda itu adalah ciuman pertama seorang Nam Woohyun. Laki-laki itu memegang bibirnya lalu mengusapnya. Ia memejamkan matanya sejenak dan bayangan tadi kembali terputar.

omo!”

 

 

**

 

 

“Mijoo-ssi kau dipanggil Nam sajangnim keruangannya,”kata Chaerin setelah dia masuk keluar dari ruangan Woohyun.

Mijoo mengangguk pelan dan kini perasaannya begitu kalut. Apa yang harus dia lakukan? Bahkan semalam woohyun langsung pergi tanpa pamit. Apa Woohyun akan berfikiran buruk tentangnya?

“Mijoo-ssi cepat.. dia sudah menunggumu!”tegur Chaerin.

algeuseumnida,”

Gadis itu langsung berdiri. Dia mengetuk pintu ruangan Woohyun secara perlahan dan Woohyun berseru dari dalam mempersilakan masuk. Setelah Mijoo membuka pintu dia berjalan secara perlahan kehadapan Woohyun yang kini memperhatikannya sejak tadi.

“a-ada apa sajangnim?”tanya Mijoo.

“aku nanti ada rapat dengan para kolega tolong siapkan semua berkas yang aku perlukan dan nanti kau temani aku kesana,”jawab Woohyun.

algeuseumnida,”kata Mijoo mengerti.

Mijoo memberikan hormatnya pada Woohyun setelah itu dia membalikan badannya. Baru saja beberapa langkah dari tempat dia berdiri tadi Woohyun kembali menyebutnya namun tidak menggunakan ucapan formal jadi dia sangat paham bahwa Woohyun akan membicarakan masalah pribadi dan pikirannya langsung melayang pada kejadian itu!

“Mijoo-ya..”

Ia membalikan badannya saat namanya disebut dan alangkah kagetnya Mijoo saat jarak antara dia dan Woohyun begitu dekat saat ini. Tatap mata Mijoo tidak sengaja tertuju pada bibir Woohyun yang menggoda itu. Ia memejamkan matanya sejenak dan mengigit bibir bawahnya sambil mengatur detak jantungnya yang tidak normal.

“duduk dulu…”

Woohyun mendorong tubuh Mijoo untuk duduk di sofa yang bisanya menjadi kursi untuk para tamu Woohyun. Setelah Mijoo duduk Woohyun langsung menghampiri mejanya dan membuka laci lalu mencari sesuatu. Setelah menemukan apa yang dia cari Woohyun langsung menghampiri Mijoo kembali dan membuka kotak P3K yang dia cari tadi.

“kau harus sering mengganti perban ini sampai lukamu mengering,”kata Woohyun.

Dia berjongkok dihadapan Mijoo dan membuka perlahan perban semalam dan menggantinya dengan yang baru. Mijoo hanya bisa terdiam mematung sambil memperhatikan Woohyun. Melihat Woohyun yang begitu baik padanya membuat Mijoo merasa sangat bersalah atas perlakuan buruknya pada Woohyun dimasa lalu.

 

 

 

Seoul, 2008

 

“dorrr!!”

Woohyun menoleh kebelakang dan tersenyum saat melihat seorang gadis tengah tersenyum ke arahnya. Gadis itu adalah Mijoo. Dia merengut saat Woohyun tidak menunjukan ekspresi kaget. Gadis itu lalu duduk disamping woohyun.

Sunbae kenapa kau tidak terkejut?”oceh Mijoo.

“aku sudah paham kau akan melakukan itu jadi aku tidak terkejut lagi,”kata Woohyun.

Mijoo melihat sebuah amplop yang dipegang Woohyun. perempuan itu langsung merebutnya secara paksa lalu membaca isi sebuah surat yang ada didalamnya. Surat itu berasal dari sekolah. Mijoo membaca dengan seksama dan terkejut saat tahu bahwa itu surat beasiswa yang ditunjukan untuk Woohyun.

sunbae kau dapat beasiswa?”Tanya Mijoo.

“ya aku dapat beasiswa. Aku sungguh senang artinya aku bisa bersekolah disini sampai lulus,”jawab Woohyun.

“ye? Maksudmu?”

“kalau aku tidak bisa mendapatkan beasiswa ini aku berfikiran untuk kembali ke kota asalku. Aku tidak ingin orangtuaku berat dengan uang spp sekolah ini. kau tahu sendiri bahwa biaya sekolah kita sangat berat, aku tidak ingin merepotkan orangtuaku yang tidak mampu..”

“heol? Tidak mampu? Sunbae maksudmu apa…”

“aku hanya anak seorang petani di desa. Aku mendapatkan beasiswa ini karena nilai ujian akhirku di kota asalku paling tinggi. Aku mengambilnya lalu pergi ke Seoul disini bahkan aku tinggal sendiri,”terang Woohyun.

maldo andwae!”

Mijoo membuang kertas itu dan langsung berdiri kemudian menjaga jarak dari Woohyun. Laki-laki heran melihat sikap Mijoo yang langsung berubah total. Woohyun ikut berdiri dan hendak menghampiri Mijoo tapi gadis itu langsung menunjuknya dan berteriak agar dia tidak mendekat.

“Mijoo-ya ada apa?”tanya Woohyun.

sunbae aku tidak mau berteman denganmu lagi. Kau bukan berada dikelasku. Aku kira kau kaya ternyata.. cih….”

“Mijoo-ya..”

“jangan pernah memanggilku lagi! Jangan tegur aku! Aku tidak mau berteman dengan orang miskin sepertimu,”kata Mijoo.

Gadis itu langsung berlari menuju kelasnya sementara Woohyun hanya bisa diam diperlakukan seperti itu. Laki-laki itu secara perlahan menggerakan tangannya ke dada. Rasanya begitu sakit diperlakukan seperti itu oleh orang yang dia suka, cinta pertamanya. Tangan kirinya mengambil sesuatu dari kantungnya yaitu sebuah surat. Surat cinta yang ingin dia tunjukan pada Mijoo karena dia sudah berjanji pada dirinya sendiri jika dia berhasil mendapatkan beasiswa itu ia akan menyatakan perasaannya pada Mijoo.

 

 

Oppa!!”

Seo Jisoo langsung berteriak histeris saat melihat Woohyun yang tegah berlutut dihadapan seorang gadis. Dengan jengkel Jisoo menghampiri Woohyun dan menatap sinis Mijoo yang hanya bisa terdiam.

oppa apa yang kau lakukan?”tanya Jisoo.

“kau tidak bisa lihat Jisoo-ya aku sedang mengobati lukanya,”jawab Woohyun tanpa mengalihkan pandangannya dari lutut Jisoo.

Oppa-ya kau tidak perlu melakukan itu. kau bukan budaknya, kan? Lagian siapa dia!”tunjuk Jisoo.

Woohyun melirik Jisoo dan langsung berdiri saat melihat Jisoo tengah menatap tajam Mijoo. Ia menurunkan tangan Jisoo yang tidak sopan sudah menunjuk Mijoo.

“kau harusnya ketuk pintu sebelum masuk,”tegur Woohyun.

Mijoo buru-buru berdiri dan meminta maaf pada Jisoo dan juga Woohyun. Lalu dia langsung keluar tanpa menyelesaikan perbannya yang masih terbengkalai. Woohyun menghela nafas pelan dan menatap tajam Jisoo.

“kau membuatnya takut. Apa maksud kedatanganmu?”tanya Woohyun.

“aku merindukanmu oppa,”jawab Jisoo dengan manja.

Ia langsung melingkarkan tangannya dengan manja pada Woohyun. Karena risi Woohyun langsung melepaskan secara paksa rangkulan Jisoo dan kembali ke meja dudukya. Tetap saja Jisoo mengekori Woohyun dan bertanya padanya.

oppa kita makan siang bersama ya,”ajak Jisoo.

“siang nanti aku akan pergi untuk rapat bersama kolega. Jadi jawabannya kau simpulkan sendiri,”balas Woohyun.

“malam nanti bagaimana? Mau ya? eng…”bujuk Jisoo.

“tidak bisa,”jawab Woohyun.

Jisoo mengendus kesal dan langsung menatap Woohyun dengan pandangan sedih yang sering dia tunjukan padanya. Tetap saja itu tidak mempan untuk Woohyun mengaminkan permohonan Jisoo tadi.

oppa teman-temanku berkencan dengan kekasihnya tapi aku tidak bisa berkencan denganmu. Kenapa?”tanya Jisoo.

“karena kau bukan kekasihku, Jisoo-ya..”jawab Woohyun.

Mata Jisoo langsung berkaca-kaca mendengarnya. Woohyun yang melihat Jisoo hendak menangis langsung mengusap wajahnya frustasi. Dia tidak suka melihat air mata seorang wanita jatuh akibat perbuatannya.

“jangan menangis. Nanti malam kita akan makan bersama. Sekarang kau pulanglah,”kata Woohyun.

Jisoo langsung memekik riang dan memeluk Woohyun setelah itu dia langsung pergi dari ruangan Woohyun dengan hati yang gembira. Woohyun hanya bisa menggelengkan kepalanya heran melihat tingkah Jisoo yang tidak dewasa.

 

 

**

 

 

Beberapa hari kemudian..

 

Woohyun memandang sebuah undangan yang dikirimkan olehnya. Sebuah undangan peresmian margernya salah satu koleganya. Laki-laki itu berfikir sejenak haruskah dia datang? Tapi dia tidak memiliki pasangan untuk menemaninya kesana.

Tok..tok..tok..

“masuk!”

Mijoo langsung masuk kedalam ruangan Woohyun dan menghadap atasannya itu. Dia memberikan beberapa dokumen yang harus di tandatangani oleh Woohyun. Saat melihat Mijoo dihadapannya Woohyun langsung memandang Mijoo dan undangan yang sedang dia pegang secara bergantian. Sebuah ide langsung terlintas didalam benaknya. Setelah menandatangani dokumen yang diberikan Mijoo ia menahan sekretaris pribadinya itu agar tidak keluar dulu.

“ada apa sajangnim?”tanya Mijoo.

“nanti kita akan pulang lebih awal,”jawab Woohyun.

“ye? Apa Anda ada rapat?”

“bukan itu.. Mijoo-ya..”

Mijoo memandang Woohyun dengan seksama. Dia sudah paham ini bukan masalah pekerjaan pasti masalah pribadi.

“aku memintamu secara pribadi untuk menjadi pasanganku disebuah acara yang harus aku datangi hari ini. aku harap kau mau,”kata Woohyun.

“…”

“tidak menjawab? Kau tidak boleh membantah,”lanjut Woohyun.

YA!”pekik Mijoo tak terima.

Sadar atas pelakuan tak sopannya barusan Mijoo langsung menepuk mulutnya berkali-kali karena sudah membentak atasannya itu. Dia terlalu kaget untuk hal ini. Sementara Woohyun sendiri bukannya marah melihat teriakan Mijoo tadi dia malah tertawa geli.

“nanti jam 4 kita akan pulang. Kau harus tampil cantik malam ini,”kata Woohyun. Mijoo hanya diam mendengarnya, “aku lupa.. kau sudah cantik sejak lama. Aku ingin kau akan menjadi yang paling cantik malam ini,”lanjut Woohyun.

Mendengar ucapan barusan pipi Mijoo langsung memerah karena malu. Dia menundukan kepalanya agar Woohyun tidak mengetahui bahwa pipinya kini memanas.

“kalau begitu saya harus kembali bekerja,”kata Mijoo.

 

 

**

 

 

“apa temanmu tidak ada keluhan lagi bekerja disana?”tanya Myungsoo.

“hmm untung saja tidak. kau selamat dari maut Kim timjangnim,”jawab Jiae sambil menguyah sandwitch-nya.

“Aish Jiae-ya jangan makan sambil berbicara seperti itu,”oceh Sungjong sambil menyeka remah roti yang tertempel di dagu Jiae.

Selera makan Myungsoo menjadi hancur saat kemesraan antara Jiae dan Sungjong. Dia langsung melempas sandwitch-nya lalu pergi meninggalkan sepasang kekasih itu berdua di kantin. Sungjong yang melihatnya hanya tertawa geli begitu juga Jiae.

 

 

**

 

 

Mobil mewah itu berhenti didepan sebuah butik yang terkenal sangat mahal. Mijoo turun dari mobil dan memandang butik dihadapanya ini dengan seduh. Sudah lama dia tidak berbelanja disana. Dia selalu ingat bahwa dia pergi ke butik itu bersama teman-temannya dulu dan juga bersama ibunya, “ayo,”kata Woohyun sambil menarik lengan Mijoo untuk segera jalan. Saat masuk kedalam butik itu mereka disambut oleh pelayan yang siap untuk melayani Mijoo dan Woohyun. Woohyun mengatakan pada pelayan itu untuk mencarikan baju yang pas untuk Mijoo. Di saat Mijoo sedang mencari-cari pakaian bersama pelayan Woohyun sendiri melihat-lihat baju yang lain.

“bagaimana dengan yang ini?”tanya pelayan itu pada sebuah mini dress berwarna merah muda.

Mijoo menganggukan kepalanya dan langsung mencoba baju itu di fitting room. Woohyun yang melihat Mijoo masuk kedalam ruangan tersebut langsung menghampiri pelayan dan bertanya pakaian apa yang dicoba oleh gadis itu. 6 menit menunggu pintu ruang ganti pakaian itu terbuka. Mijoo yang tidak menyangka Woohyun sedang menunggunya terkejut bahkan hendak masuk lagi keruangan itu namun Woohyun langsung menarik tangannya dan memperhatikan Mijoo dari atas sampai bawah. Gadis itu sangat cantik dan juga terlihat seksi. Woohyun tersenyum karena menyukainya.

“aku ambil yang ini,”kata Woohyun.

 

 

**

 

 

Jam sudah menunjukan pukul 7. Untung saja Woohyun dan Mijoo datang tepat waktu. Kini mereka sudah berada didepan gedung tempat acara perusahaan itu resmikan nanti. Sebelum masuk kedalam gedung Woohyun berhenti sejenak dan langsung memberikan kode pada Mijoo untuk melingkarkan tangan dilengannya. Dengan kikuk dan gerogi Mijoo menuruti permintaan Woohyun dan kini mereka masuk bersama kedalam gedung tersebut. Di dalam acara sudah sangat ramai. Woohyun menyapa rekan kerjanya yang dia kenal sementara Mijoo hanya tersenyum pada mereka karena tidak tahu harus melakukan apa. Setelah selesai bebicara Woohyun mengajak Mijoo untuk mengambil minuman karena dia yakin bahwa wanita itu kehausan.

“hmm aku harap kau tidak bosan menemaniku apalagi persiapan kau begitu lama,”kata Woohyun.

“tidak masalah, sajangnim.”balas Mijoo.

“saat ini jangan memanggilku itu. panggil aku Oppa,”pinta Woohyun.

“Woohyun… oppa?”lirih Mijoo.

Woohyun mengacak pelan rambut Mijoo karena dia tidak mau hasil dari salon selama 1 jam penuh itu akan hancur. Mijoo yang diperlakukan seperti itu hanya bisa tersenyum kikuk dan meminum sirupnya dengan perlahan. Setelah selesai minum Mijoo dan Woohyun hanya berdiri karena inti acara belum di mulai. Mijoo mengusap telapak tangannya terus menerus karena AC diruangan ini begitu dingin, Woohyun yang sejak tadi memperhatikan hanya tersenyum tipis dan membuka jasnya lalu memasangkannya pada Mijoo.

“Sa—Oppa…”gumam Mijoo.

“kau kedinginan apalagi pakaianmu terbuka begitu.”

Mijoo hanya tersenyum tipis mendengarnya. Tiba-tiba seseorang memanggil nama Woohyun dan menyuruhnya menghampiri kesana. Woohyun mengatakan pada Mijoo untuk menunggu sejenak disini. Mijoo menghembuskan nafasnya secara perlahan ketika melihat dari jauh Woohyun sedang berbincang bersama seorang wanita elegan yang mungkin saja koleganya. Apa dia cemburu? Ketika mijoo memalingkan pandangannya ke arah lain tidak sengaja dia melihat seseorang yang sangat dia kenal dekat sedang menatap kaget ke arahnya. Mijoo langsung menghampiri gadis itu namun orang tersebut malah berlari menghindarinya.

“Bae Inbin!”panggil Mijoo.

Gadis bernama Inbin itu langsung merangkul tangan seorang laki-laki yang membelakanginya. Laki-laki itu membalikan badannya heran karena kekasihnya itu dan saat itu juga Mijoo dapat melihat dengan jelas siapa orang itu.

“Inbin-ah.. Sunggyu oppa…”lirih Mijoo.

Mijoo tetap menghampiri Inbin dan Sunggyu. Laki-laki itu juga terkejut saat melihat mantan kekasihnya ada dihadapannya kini.

“kalian apa kabar?”tanya Mijoo basa-basi.

nuguseyo? Aku tidak mengenalmu,”kata Inbin ketus.

jagiya siapa dia?”kata Sunggyu pura-pura tidak tahu.

Di perlakukan seperti itu dengan orang yang pernah dekat dengannya membuat Mijoo merasa sedih. Air mata jatuh tanpa dia sadari. Mijoo nekat memegang tangan dan berkata padanya.

“Inbin-ah.. aku Mijoo, sahabatmu.. Sunggyu oppa, kau tidak ingat aku? Aku mantan kekasihmu,”lirih Mijoo.

Inbin yang kesal langsung menjolak Mijoo sehingga dia terjatuh dan para tamu undangan memperhatikan mereka. Dengan kesal Inbin langsung mencaci maki Mijoo tanpa memperdulikan keadaan sekitar.

“kita sahabat sebelum aku tahu tentang keluargamu yang busuk itu. aku tidak pernah menganggapmu sahabat, anak koruptor!”bentak Inbin.

Woohyun berlari ke arah Mijoo dan langsung membantunya berdiri. Dia juga membenarkan jasnya yag terlepas dari bahu Mijoo. Saat melihat siapa orang yang membantu Mijoo si Inbin terkejut bukan main.

“Woohyun sunbae!”katanya tidak percaya.

“Inbin-ssi kau tahu apa yang lebih kotor dari keluarga Mijoo? yaitu kau! Sahabat? Ya kau memang tidak pantas menjadi sahabat Mijoo. bersahabat karena dia kaya dan terhormat setelah semuanya lenyap kau pura-pura tidak kenal,”sindir Woohyun.

Sunbae!”

“YA! jangan berbicara buruk tentang kekasihku,”ucap Sunggyu tidak terima.

“tolong ajarkan kekasihmu sopan santun. Mijoo-ya ayo kita pulang,”

Woohyun megusap air mata Mijoo yang sudah berjatuhan itu kemudian dia merangkul gadis tersebut untuk keluar dari acara ini. Inbin yang jengkel memberikan sumpah serapa untuk Mijoo dan juga Woohyun.

 

 

 

 

TBC

Advertisements

2 thoughts on “[Chapter 5] Karma

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s