[Drabble-Mix Birthday] The Saddest Scenes You’ll Never Understand

jisoo21

Lovelyz Fanfiction Indonesia Present

The Saddest Scenes You’ll Never Understand

Special Birthday Fics from;

29Megumi, Azeleza, BaekMinJi93, Bangsvt, Mingi Kumiko

Starring:

The Birthday Princess ― Seo Jisoo (Lovelyz)

Sad, Angst, Psychology, Riddle, AU! | T | Drabble-mix

0o0

[1]

“Ada sesuatu yang terlupa?”

Senyum Jisoo begitu merekah mendapati Myungsoo datang kerumahnya kembali. Padahal, belum genap satu jam pemuda Kim itu mengantarnya pulang.

“Jisoo, selamat malam”

Jisoo terkekeh kecil, “kau kembali kerumahku hanya untuk mengucapkan itu?”

Myungsoo mengangguk sedikit, lalu tersenyum khas Myungsoo yang begitu manis dan memabukkan. Tolong ingatkan Jisoo untuk bernapas kali ini.

“Oppa, kau bisa mengucapkannya via telepon kan? Sudah pulang sana. Ini sudah larut”

Myungsoo menggeleng, “aku ingin mengatakannya langsung”

Jisoo tertawa, “yasudah, sekarang kau sudah mengatakannya. Untuk itu, cepat pergi, tidak baik pulang terlalu malam”

Myungsoo mengangguk, “ya, aku tenang sekarang, aku bisa pergi dengan damai”

Myungsoo melambaikan tangannya, Jisoo pun membalas.

Pemuda Kim itu, lantas beranjak mundur melangkah pergi.

Angin berhembus kencang, tapi Jisoo tetap terdiam menunggu Myungsoo benar-benar pulang. Saat pintu pagar tertutup dan sosok Myungsoo tak terjangkau lagi oleh matanya. Entah mengapa, perasaan sedih menyelimuti.

Huh, ini selalu terjadi setiap Myungsoo akan pulang.

Drttt

 

Drttt

 

Drt

Ponsel Jisoo bergetar, gadis itu pun mengurungkan niat memasuki rumah dan memeriksa ponselnya.

Myungsoo menelpon, Jisoo tertawa kecil. Kekasihnya itu benar-benar manis, baru hitungan detik mereka tak saling melihat. Myungsoo sudah menelponnya. Dengan semangat, Jisoo pun mengangkat panggilan tersebut.

“Iya Oppa? Kau mau mengucap selamat malam lagi?” seru Jisoo riang.

“Maaf, apa anda teman orang pemilik nomor ini? Kami dari kepolisian, teman anda mengalami kecelakaan dan, maaf ia tewas ditempat. Bisakah anda kemari?”

“Ap..apa?”

Jisoo kaget mendengar dan menelaah perkataan seseorang diujung telepon, ia pun berbalik dan entah bagaimana, ia melihat Myungsoo diambang pintu pagarnya.

“Hallo, hallo nona?”

Myungsoo tersenyum padanya,

Bukankah tadi, Myungsoo sudah pergi? Tapi kenapa sekarang, Myungsoo?

Angin berhembus kencang, dan bersamaan dengan itu. Sosok Myungsoo mulai memudar dari pandangan. Jisoo panik. Myungsoo lenyap dari pandangannya, Myungsoo telah pergi. Myungsoo-nya pergi? Dimalam dingin awal februari.

[2]

Kehadiran Jung Hoseok di depan pintu bukanlah yang Jisoo inginkan saat ini. Terlebih lagi dengan tangan membawa satu kardus berisi benda yang belum teridentifikasi.

“Apa itu?”

“Pengganti kue ulang tahun.”

Jisoo toh tetap membiarkan Hoseok masuk ke dalam rumahnya yang kini sepi. Hari ini ulang tahunnya, namun ia memilih untuk berguling di atas kasur sejak pagi walaupun minimnya presensi sudah sering membuat Seo Jisoo dipanggil ke ruang Wakil Kepala sekolah.

Banyak alasan untuk membiarkan satu silang lagi bertengger di kolom absennya. Malas menyaksikan kejutan yang sedang dipersiapkan Lee Mijoo dengan meminta bantuan Kim Namjoon sepulang sekolah, salah satunya.

“Pamanku membeli buah ini saat seminar kerja di Thailand.”

“Aku tidak tanya.”

Hoseok sudah terbiasa, oleh karena itu sang pemuda kini bergerak menuju dapur untuk mengambil pisau tanpa perasaan kesal barang sejengkal. “Apa permohonan ulang tahunmu?” tanyanya sambil mengeluarkan satu buah dari kardus.

Jisoo memandangi rupa buah berwarna hijau kecoklatan itu dengan alis naik sebelah. “Kau mau membuatku mati? Bagaimana aku bisa memakan benda itu?”

“Ini dibelah dulu. Kulitnya memang seperti ini,” balas Hoseok santai. “Permohonan?”

Mata Jisoo menyipit, sedangkan Hoseok mengangguk meyakinkan. “Semoga hubungan kita berempat tidak lagi seperti buah itu…”

Sudut bibir Hoseok turun, kemudian matanya beralih menatap wajah gadis Seo yang mulai sendu. “Maksudnya? Seperti… durian??”

Jisoo menghembuskan napas panjang, lelah. Ia sudah memikirkan banyak akhir yang mungkin terjadi.

Hoseok tidak lagi menyukai dirinya, pun berhenti menganggap bahwa Mijoo tidak pernah menyatakan cinta. Namjoon berhenti menganut paham bahwa tidak masalah jika Mijoo bahagia dengan mendukung gadis yang ia cintai itu menunggu Hoseok. Atau… dirinya berhenti mengharapkan Namjoon.

Tidak akan ada akhir bahagia dalam hubungan ini.

Seakan mereka berdiri di atas padang dengan rumput setajam duri.

Ke arah manapun mereka melangkah nanti.

Pasti akan ada pihak yang patah hati.

.

.

.

“Kumohon…Setidaknya, bisakah hubungan ini berakhir dengan hanya aku yang tersakiti?

 

[3]

Semua ini berawal dari tantangan bodoh yang diberikan sahabatku minggu lalu.

“Jisoo-ya, jika kau mengaku seorang gamer sejati, maka kau harus mencoba permainan ini.”

 

“Memang apa yang menarik dari permainan itu?”

 

“Sekilas permainan ini terlihat seperti permainan dengan tema ‘Perang-perangan’ biasa. Tapi kau tahu hal apa yang membuat permainan ini terkesan menantang?”

 

“Apa?”

 

“Pemain yang kalah dan mati di medan perang, akan benar-benar lenyap dalam kehidupan nyata.”

Dan dengan bodohnya aku setujusekaligus memintanya untuk memberikan instruksi permainan itu padaku. Peraturan cara bermainnya cukup mudah, hanya dengan memasukkan sebuah ID dan memilih character, kita sudah bisa menikmati permainan mencekam itu.

Namun yang membuatku merasa tertarik ialah ID yang akan kita gunakan dipermainan ini bukanlah berupa rangkaian huruf yang membentuk nama kita, melainkan menggunakan inisial nama asli kita, diikuti beberapa digit angka yang mewakili nama panggilan kita. Misalnya namaku adalah Jisoo, maka ID-ku adalah SJS-09955.

“Dapat kujamin, kau akan sangat menyukainya.”

Ya, harus kuakui. Pada beberapa hari pertama aku memainkan permainan itu, aku merasa tertantang dan merasa ingin terus memainkannya. Bahkan dalam kurun waktu empat hari, aku sudah bisa menaklukkan 10 musuh dengan kekuatan yang diatas rata-rata. Aku hebat, bukan?!

Pada awalnya aku sangat bangga dengan apa yang kulakukan. Namun menginjak hari kelima, tiba-tiba aku merasa semua ini adalah kesalahan. Apalagi kekuatan characterku dari hari ke hari semakin lemah dan tiba-tiba sebuah ketakutan itu muncul.

 

Aku tidak boleh lemah seperti ini… Bagaimanapun caranya aku harus memenangkan permainan ini, karena jika tidak…

 

Dengan sedikit ragu kuraih ponselku yang berada diatas nakas dan membuka aplikasi itu. Tak butuh waktu lama akhirnya aplikasi itu terbuka dan baru saja aku ingin memainkannya tiba-tiba ada sebuah notifikasi masuk.

PME-35147514 was near.

 

Dan diikuti suara ketukan pintu apartemenku.

 

Tubuhku menegang seketika.

 

Oh tidak… apakah ini sudah waktunya?

 

Tapi bagaimana jika aku kalah?

 

Apa aku akan lenyap?

 

[4]

Jisoo menatap sendu gundukkan tanah di bawahnya. Seandainya dirinya tidak marah karena Hoseok memanggilnya ‘Kelinci’, seandainya waktu itu dirinya tidak mengejar Hoseok sampai ke jalan, pasti kecelakaan itu tidak akan pernah terjadi. Pundi-pundi air mata tak luput dari pengelihatan Jisoo begitu gadis ini menyentuh nisan Hoseok. Menyesal juga tidak akan menghidupkan Hoseok lagi, bukan?

“Maafkan aku, Hoseok. Seandainya aku bersikap dewasa kala itu, kau pasti masih disini.”

Jangan salahkan dirimu… aku tidak suka jika melihatmu menangis, Jisoo.” Dengan satu kali sekaan, air mata Jisoo sudah menghilang. Namun yang di hatinya belum. “Pulanglah, hari sudah mau gelap. Kau akan kedinginan.

“Aku pulang dulu, ya, Hoseok. Besok aku akan datang lagi.” Jisoo merapikan roknya yang sedikit kotor terkena jatuhan daun. Disisi lain, Hoseok melihat gadisnya itu dengan tersenyum.

Hati-hati di jalan, Kelinciku.

[5]

Derapan langkah itu semakin mendekat, membuat pantulan gemanya sampai ke telingaku. Diiringi dengan aroma citrus yang segar ia pun memantabkan langkahnya berjalan menghampiriku.

Oppa, aku tahu kamu ada di situ. Jangan bersembunyi, kau bisa langsung masuk, kok!” ujarku seraya menahan tawa geli karena berhasil menyadari keberadaannya, yang kuyakin, hendak memberiku kejutan. Berhubung hari ini adalah hari ulang tahunku.

“Nak…,” sebuah suara gemetar yang parau memekakkan runguku. Aku sontak berbalik dan langsung mendapati seorang wanita paruh baya tengah melinangkan deraian air mata. Langkahnya tertatih dalam usahanya meraih wajahku. Ia pun lantas mendekapku erat dan mengelus surai yang telah berjam-jam kutata rapi agar terlihat cantik di hadapan suamiku.

“Ibu… mana Hongbin oppa? Aku tahu dia ada di sini. Apa kalian sedang mengerjaiku?”

Dekapan itu pun perlahan mengendur, disusul tangisan ibu yang semakin menderas. “Sadarlah, Jisoo… dia sudah tak ada, dia telah pergi meninggalkanmu demi wanita lain.” manik obsidianku melebar mendengar suara ibu yang disertai isakan. Seketika kenangan pahit itu kembali terlintas di pikiranku. Tentang hubungan rumah tanggaku yang belum genap setengah tahun mendadak kandas karena orang ketiga. Hongbin oppa secara tiba-tiba menghilang dan hanya meninggalkan sepucuk surat yang memberitahukan bahwa ia telah berbahagia dengan selir hatinya.

Ia bagaikan Aphrodite yang tanpa ragu meninggalkan Hephaestus demi dapat bersama Ares. Sayangnya aku terlalu rapuh untuk membuat sebuah perlawanan hingga akhirnya sosok yang kucinta jatuh begitu saja ke pelukan orang lain. Dan selamanya aku akan tetap menjadi seorang pengidap Delusional Paranoia untuk menutupi rasa sakit yang membakar hatiku.

FIN

Staff LFI mengucapkan selamat ulang tahun untuk si cantik Jisoo 😀

L.O.V.E ❤

Advertisements

18 thoughts on “[Drabble-Mix Birthday] The Saddest Scenes You’ll Never Understand

  1. CERITA NOMOR 4. MAYGAT😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
    .
    .
    siapapun tolong buatkan ff jisoo x jihop. it will be cute tbvh yaampyun.
    *nangis lagi.
    .
    .
    .
    over all, semuanya bagus banget ih sukaaaaaak😘😘😘😘😘😘

    Like

  2. SUDAH KUDUGA SI MYUNGSOO UDAH MATI, JADINYA BILANG ‘PERGI’ GITU, HUHU KENAPAH //mulai lebay// ih ku jadi terbawa suasana astagah ❤

    DUH DURIAN KOK KESANNYA… nyes, sumpah itu terakhirnya bait itu bikin gimana gituh, pasti ada pihak yang sakit hati ya :’) doh tapi emang bener sih ahhay

    TERNYATA KAKAK INI NGANGKAT TEMA GAME YA DUH SUKA SUKA ❤ JANGAN-JANGAN KAKAK INI BERKEINGINAN MEMBUAT GAME INI JADI NYATA LAGI WADOH :’)

    kelinci oh kelinci, INI GEGARA JISOO DIPANGGIL KELINCI KAN/? PADAHAL KELINCI ITU IMUT LHO SOO, KENAPA KAMU GASUKA NAQ, KENAPA KAMU MENGORBANKAN C̶A̶L̶O̶N̶ ̶S̶U̶A̶M̶I̶ SI HOSEOK/? KENAPA SPONGEBOB WARNANYA IJO? KENAPA? //mulai gawaras//

    HONGBINxJISOO KALO DENGER HONGBIN, TETIBA KU KEINGET MV ERROR MASA, BEDANYA DI SITU SI YOUNGJI d̶a̶n̶ ̶a̶k̶u̶ ̶n̶g̶e̶s̶h̶i̶p̶ ̶y̶o̶u̶n̶g̶j̶i̶ ̶w̶i̶t̶h̶ ̶j̶a̶c̶k̶s̶o̶n̶ ̶h̶e̶u̶h̶e̶u̶ EBUZET SI HONGBIN TERNYATA PUNYA SELIR, UDAH KEAK RAJA-RAJA JAMAN DULU AJA 😥 HUHU JISOO KAMU YANG TABAH YA NAK, PALAGI PENYAKITNYA DELUSIONAL… kujadi keinget cerita webtoon

    SEKALI LAGI, HABEDE MA JISOO ❤ (dan lagi) semoga linenya dibanyakin gamau tau huh //brb telepon papa woollim//

    keep writing kak megumi (gatau namanya siapa jadi kupanggil megumi saja, sekilas mengingatkanku pada es krim hwhw), kak ajeleja sudah kuduga kan ceritanya bakal bagus kan, kak baekminji tolong itu dibuat sekuelnya plz, kak bangsvt drabblenya pendek aned :(( en kak mingi kumiko ❤

    Like

    • TERNYATA KAKAK INI NGANGKAT TEMA GAME YA DUH SUKA SUKA ❤ JANGAN-JANGAN KAKAK INI BERKEINGINAN MEMBUAT GAME INI JADI NYATA LAGI WADOH :’)

      HADEH… Ya kali pengen bikin game kaya gitu… Tenang aja aku nggak sekejam itu kok, aku kan penyayang sesama /loh?/ enggakkk… Maksudku aku kan penyayang sesama manusia loh yaaa… /plis jangan salah paham oke?/
      KENAPA KAMU MINTA SEKUEL??? /bawa golok enggakk/. Sumpah itu ide terabsiurd yang pernah aku buat, bahkan pendeskripsian tentang game itu aja aneh kaya gitu… Secara aku bukan gamers dek, jadi maklumi saja yaa…
      Sebelumnya aku minta maaf kalo late respon yaa… Dan thanks udah baca dan komen buat FF gilaku ini…

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s