[Drabble-Mix Birthday] Untold Fantasy

jisoo23

Lovelyz Fanfiction Indonesia Present

Untold Fantasy

Special Birthday Fics from;

Angelina Park, Aurora, Ayumu-Chaan, Pinkanas, Wollimstan

Starring:

The Birthday Princess ― Seo Jisoo (Lovelyz)

Fantasy, Fluff, Sad, Angst | T | Drabble-mix

0o0

[1]

Jeonghan masih sibuk menghitung buah-buahan yang harus ia berikan untuk divisi panen bulan ini. Matanya hanya fokus menatap pepohonan itu tanpa memedulikan hal lain di sekitarnya.

Iya, termasuk juga Jisoo yang masih menatapnya dengan pandangan sebal.

“Huh, lama sekali.”

Malaikat manis itu berwajah datar, kentara kesal karena Jeonghan sama sekali tak menganggap kehadirannya. Padahal diam-diam, Jeonghan tersenyum kecil memaklumi sifat Jisoo yang demikian.

“Kalau bersabar nanti aura cantiknya semakin terpancar.”

“Dasar gombal.”

Selanjutnya hanya ada tawa Jeonghan dan lemparan apel bertubi-tubi dari Jisoo―yang sayangnya tak ada satu pun yang tepat mengenai wajah sempurna malaikat tampan itu.

Jeonghan memang tak pernah tahu bagaimana Jisoo jika ia sedang dirundung baper; bawa perasaan. Hah, akan menjadi sangat mengerikan namun manis di saat yang bersamaan.

Karena menurut Jeonghan, segala sesuatu yang berasal dari Jisoo akan nampak manis. Iya, apa pun itu.

[2]

“Topeng ini akan mengubahmu jadi cantik.”

Jisoo kecil memandangi topeng tanah liat sewarna kulit manusia yang disodorkan sang nenek. Diusapnya sisa-sisa air di pelupuk matanya, lantas ia tegakkan tubuh untuk mengambil benda tersebut. Dengan kaki terpincang-pincang, ia buat haluan menuju sang nenek.

“Benarkah, nenek?”

Anggukan neneknya yang singkat, namun tegas dan pasti sudah cukup untuk menjawab pertanyaan Jisoo.

Penyakit kulit yang diderita gadis itu sejak kecil membuat orang-orang menjauhinya karena takut dan jijik. Tak ada kesempatan bagi wajahnya yang sebenarnya jelita itu untuk eksis. Jisoo didiskriminasi, dihujat, disiksa, dijadikan bahan lelucon karena wajah buruk rupanya. Jisoo tak bisa menyalahkan orang-orang ketika dirinya saja bakal menjerit ketakutan saat memandangi refleksi wahanya.

Maka, neneknya yang renta memberikan Jisoo sebuah topeng warisan leluhur mereka—yang katanya bisa menunjukkan paras asli Jisoo. Ia mencobanya—mencoba memakai topeng itu selama seharian penuh. Jisoo pikir, neneknya cuma berkelakar karena saat ia kenakan si topeng, tak ada hawa-hawa magis yang dirasakannya.

Tetapi ketika Jisoo memandang cermin, semua luka menjijikkan di wajahnya sirna. Wajahnya yang rupawan tak lagi tertutupi. Dia adalah Jisoo si cantik, dan semua orang menyukai Jisoo yang cantik.

Gadis muda itu lantas dilahap kecongkakan dalam waktu singkat. Paras cantiknya beriringan dengan watak nan buruk. Dijadikannya dirinya ratu kecantikan di sekolah, ditindasnya gadis-gadis lain bertampang jelek, dipermainkannya hati lelaki. Jika ada gadis lain yang menandingi kecantikannya, Jisoo tak segan untuk melayangkan sesuatu ke wajahnya, atau hal berbahaya di makanan gadis itu.

“Akulah yang tercantik, kalian semua cuma sampah!”

Dan si topeng ajaib selalu menunjukkan paras asli si pemakai, bukan?

Maka, pada suatu pagi Jisoo terbangun dan mendapati semua luka di masa lalu itu kembali lagi–luka menjijikkan itu, dan ia kembali jadi si buruk rupa.

[3]

Suatu hari, negeri Kieen Tales dilanda masalah. Raja yang memimpin negeri mereka terkena kutukan yang membuat raja itu ‘tertidur’ selama-selamanya. Sudah banyak orang yang membantu membawakan obat untuk Sang Raja tetapi tidak ada satupun yang berhasil.

Ya, raja itu bernama Kwon Soonyoung. Raja yang terkenal tampan, ramah, dan sangat memimpin kerajaannya dengan baik.

Seorang wanita bernama Jisoo mengambil sebotol kecil yang berisi ramuan yang dibuatnya. Ramuan yang isinya merupakan campuran dari kelopak bunga dan embun air daun.

Jisoo mencoba memberikan obatnya itu kepada Soonyoung. Tetapi, nihil. Tidak ada hasil. Justru entah kenapa suhu tubuh Soonyoung menjadi semakin panas.

“Bagaimana ini? Obat apa yang bisa membangunkannya dari tidurnya?” tanya Jisoo sedih.

Semua orang yang ada di ruangan itu menatap Soonyoung sedih. Tidak ada hal lain yang bisa mereka lakukan untuk Soonyoung.

“Ini sudah berbulan-bulan. Apakah mungkin kita harus membuat upacara perpisahan untuknya?” tanya Myungsoo.

“Tidak! Pasti ada cara lain!” seru Jisoo yang merupakan tunangan Soonyoung. Wanita itu mendekatkan tubuhnya pada Soonyoung. Lalu, Jisoo mengecup bibir Soonyoung pelan.

“Tenang, Soonyoung-ah. Aku pasti akan menemukan obat yang membuatmu terbangun dan terbebas dari kutukanmu. Meskipun aku harus mengorbankan nyawaku. Aku janji.”

[4]

Seorang gadis berambut kecoklatan masih berkutat dengan pekerjaannya sambil menyeka peluh di dahinya. Dengan terpaku oleh buku tebal nan usang, gadis itu melakukan intruksi yang tertulis pada buku itu.

“Tinggal menambah kelopak bunga jasmine—” Gadis itu mencelupkan kelopak bunga jasmine ke dalam panci besar berisi cairan ramuan sambil diaduknya.

“Oh, aku lupa membaca mantra!” Gadis itu membuka halaman pada buku using dan mengucapkan mantra sesuai yang tertera di buku tersebut. “Besar, kecil, panasnya terik matahari.”

“Hey penyihir baru, sudah selesai belum ?” Suara baritone itu menyadarkan gadis itu. Ia hanya memutarkan bola matanya tanda tidak suka atas kata-kata orang tersebut. Dengan kasar, ia menutup buku using itu. Seungyoon melangkah mendekat ke arah samping Jisoo. Tanpa menunggu perintah dari lelaki yang berdiri disampingnya, Jisoo mengambil gelas dan menuangkan ramuan tersebut hingga setengah gelas.

“Kamu tidak lupa untuk memberi matra, kan?”Alis Seungyoon terangkat.

“Tidak. Aku mengikuti seluruh intruksinya. Aku tidak bodoh kok.”

“Bukankah biasanya kamu ini ceroboh? Tes mengubah tubuh saja kamu tidak lolos.” ucap lelaki itu secara terang-terangan. Jisoo mengerucutkan bibirnya. Ia sedikit —tidak tapi sangat—tersinggung dengan ucapan Seungyoon. Bisa-bisanya lelaki itu merendahkannya.

Dengan kesal, Jisoo menyodorkan gelas berisi cairan ramuan ke hadapan lelaki disampingnya. Seungyoon pun menyambar gelas itu dan meminumnya.

POOFF …

Ramuan itu bereaksi pada tubuh Seungyoon hingga mengeluarkan asap tebal. Ketika asap tebal itu mulai menghilang, netra Jisoo menangkap sosok kecil yang tingginya hanya sebatas dadanya. Mata Jisoo membulat. Kaget dengan apa yang dilihatnya.

“Seungyoon, kenapa kamu jadi kurcaci begini ?!”

Hingga detik berikutnya, gadis itu mendengar teriakan yang membuatnya menutup kedua telinganya.

“YA ! JISOO ! PENYIHIR BODOH !”

[5]

Cantik dan dikagumi oleh orang banyak. Siapakah dia? Si kembang indah itu bernama Seo Jisoo, sang Medusa yang didambakan oleh orang banyak. Semua orang berburu untuk mengincar hati sang medusa cantik ini termasuk juga sang Poseidon. Biasanya dia tidak luluh pada siapapun, namun entah mengapa hatinya takluk begitu saja kepada Kim Myungsoo—sang poseidon yang telah membuatnya terbuai akan cintanya.

“Dasar wanita laknat!” Jisoo dan Myungsoo terkejut begitu mengetahui seseorang menangkap basah apa yang tengah mereka berdua lakukan. Yang berteriak barusan ialah sang dewi Athena, Kim Yura. Menjijikkan sekali bagi Yura melihat Jisoo dan Myungsoo berbuat hal itu dikuil suci miliknya. Kesal? Ya. Marah? Benar. Cemburu? Ya, siapa sangka bahwa si dewi yang dijulukki parthenos ini cemburu karena Myungsoo dan Jisoo melakukan—

Ah sudahlah.

“Athena kami tidak bermaksud—“

“Aku tidak butuh omong kosong kalian! Kau, Seo Jisoo mulai sekarang tidak aku biarkan orang lain mengagumi kecantikkanmu!”

“Maafkan aku Athena—“

.

.

.

Telat. Yura telah merubah Medusa menjadi Gorgon yang menyeramkan. Kepalanya penuh ular dan wanita ini berubah menjadi sosok yang menjijikan untuk dilihat orang lain, termasuk Poseidon.

“Myungsoo..” Jisoo berniat untuk mendekati Myungsoo namun pria itu malah pergi meninggalkan Jisoo. Jisoo tidak percaya dengan reaksi yang ditunjukkan Myungsoo. Ia dicampakkan? Melihat Myungsoo pergi tentu saja hal ini membuat Yura tersenyum puas.

“Selamat tinggal Jisoo,” pamit Yura.

Sial! Jisoo menitihkan air matanya begitu saja karena orang yang telah membuatnya seperti ini malah pergi mendepaknya. Keparat kau Poseidon! Seharusnya dia tidak pernah berhubungan dengan si bangsat Myungsoo yang datang dan pergi semaunya. Menjijikkan karena Jisoo harus menangisi Myungsoo yang mengkhianatinya.

FIN

Staffs LFI mengucapkan selamat ulang tahun untuk si cantik Jisoo 😀

L.O.V.E ❤

Advertisements

8 thoughts on “[Drabble-Mix Birthday] Untold Fantasy

  1. YANG NGAMBIL PROMPT AKU KOK BAGUS SAKALIH, KU GA NYANGKA BAKAL BUAT DRABBLE YANG ISINYA FULL OF MITOLOGI YUNANI HWHW bagoes ❤

    ‘Karena menurut Jeonghan, segala sesuatu yang berasal dari Jisoo akan nampak manis. Iya, apa pun itu’ YA IYALAH SI JISOO MANIS BANGET GITU ORANGNYA, TIATI DISEMUTIN/? bahkan mungkin cabe rawit bisa jadi manis kalo makannya sambil liatin jisoo :’)

    DI CERITA DUA KUJADI… INIH SI JISOO KENAPA PENYAKITAN/? abis itu di sini si jisoo jadi pongah gitu, yep. Biasanya kan di epep gitu si jisoo digambarkan jadi ciwik manis yang hobinya makan manisan //padahal gatau sih// bagus, ku ga nyangka ❤

    EAK DI CERITA KETIGA SI JISOO JADI PAHLAWAN YES ❤ ah kujadi berpikir kalo si jisoo itu titisan k̶i̶ ̶j̶o̶k̶o̶ ̶b̶o̶d̶o̶ a̶t̶o̶ ̶m̶u̶n̶g̶k̶i̶n̶ ̶e̶y̶a̶n̶g̶ ̶s̶u̶b̶u̶r̶ mama lauren, jadinya sakti gitu ya hwhw

    JISOO KALO MAU MENYIHIR ORANGNYA, SIHIRLAH ORANG ITU DENGAN BAIK DAN BENAR, eh sumpah kok malah jadi kurcaci sih haha, mungkin buat pajangan di halaman rumah kali ya :’)

    HABEDE PRINCESS S̶Y̶A̶H̶R̶I̶N̶I̶ JISOO TERSAYANG ❤ moga woollim ngasih line lebih banyak di kambek selanjutnya, suara kamu manis-manis gitu lho keak manisan di pasar rebo/?

    keep writing kak angel, kak aurora, kak ayumu, kak pinkanas, kak woollimstan ❤

    Like

  2. kok yang lain pada kreatif2 meanwhile punyaku…………
    (ceritanya baru mbaca semuanya)
    (padahal w salah satu yang buat)

    BTW MAU NGAKAK MYUNGSOO JADI POSEIDON NGAHAHAHA jadi bapaknya percy dan tyson ntar :”))

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s