[Be My Valentine Series] Hand-Made

Valentine; Jiae

Be My Valentine; Hand-Made

The Series

By Fanita

Main Cast : Lovelyz’ Jiae & Infinite’s Sungjong

Cast : Girl’s Day’s Minah

Genre : Romance – Fluff || Type : Ficlet || Rating : PG-15

“Aku membuatnya dengan hasil keringatku tahu!”

.

.

.

            Jiae berjanji kepada seseorang untuk membuatkannya sekotak cokelat yang spesial. Tapi sayang, apa yang telah dia janjikan sepertinya tidak akan pernah berhasil. Ini sudah berulang kali Yoo Jiae mengulang membuat cokelat agar hasilnya cantik dan bagus tapi selalu saja gagal. Bang Minah—sahabatnya Jiae—bahkan sudah menyerah untuk membantu Jiae membuat cokelat untuk pacarnya Jiae, Lee Sungjong.

“Sudahlah pilih saja satu diantara yang terbaik,” kata Minah.

“Begitu ya? Jadi kira-kira mana yang bagus?” tanya Jiae.

Baik Jiae maupun Minah sama-sama mengamati hasil cokelat buatan mereka dan pilihan Minah jatuh pada—

“Tidak ada. Sepertinya kamu harus membelinya saja Jiae,” kata Minah.

Ya!” oceh Jiae tak terima.

Hoamm aku capek. Aku mau pulang dulu bye,”

Minah melanggang pergi begitu saja tanpa mempedulikan sahabatnya yang sedang kalang kabut untuk menyelesaikan cokelat terbaik untuk Lee Sungjong. Siallll hanya tersisa 2 jam lagi sebelum dia dan Sungjong pergi berkencan!

.

“Jiae-ya!” Saat laki-laki yang menjadi telah miliknya sejak 2 tahun yang lalu memanggil namanya Jiae semakin berkeringat dingin karena bingung harus berkata apa. Hari ini akan menjadi hari valentine terburuk untuknya karena dia gagal membuatkan apa yang Sungjong mau. Tahun lalu Jiae memberikan kue cokelat yang sengaja dia pesan di toko kue (terlaris dan terenak yang pernah ada di Seoul) hanya untuk Sungjong namun laki-laki itu bilang sebuah cokelat buatan Jiae sudah bisa membuatnya bahagia. Makanya tahun ini Jiae begitu sibuk untuk membuat cokelat handmade spesial untuk Sungjong. Dia pikir membuat cokelat memang gampang apalagi dia memiliki hobi memasak. Iya si, itu gampang jika kamu ingin membuatnya sesederhana mungkin namun jika kamu ingin membentuknya dengan baik itu akan sangat sulit apalagi untuk newbie seperti Yoo Jiae.

“Jiae apa kamu mau nonton atau shopping atau makan dulu?” tanya Sungjong.

“Makan dulu. Bagaimana?”

Okay!”

Sungjong kini mengenggam erat tangan Jiae lalu mengajaknya untuk segera masuk ke dalam pusat pembelanjaan terbesar di Korea untuk menikmati kencan mereka di hari kasih sayang.

.

            Sungjong dan Jiae sama-sama memesan makanan yang hendak mereka makan. Keduanya duduk saling berhadapan dan menyebutkan makanan ataupun minuman yang mau mereka makan untuk dicatat oleh pelayan. Setelah selesai keduanya kini saling bertatapan satu sama lain dan tersenyum. Anehnya, walaupun sudah berpacaran lumayan lama, keduanya masih sering malu-malu ketika melakukan eye contact. Sungjong tak sengaja melihat ke arah lain dan menyaksikan seorang gadis memberikan kado kepada laki-laki yang ada di depannya. Hari ini hari valentine, pemandangan ini banyak ditemukan di mana saja.

“Jiae?” tanya Sungjong.

“Ya?” tanya Jiae.

“Apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan kepadaku?”

Jiae mengerutkan keningnya. Sesuatu yang ingin dikatakan kepada Sungjong? Tidak ada. Kenapa Sungjong bertanya tentang hal itu kepadanya? Manik hazel Jiae melihat pantulan bayangan dari cermin yang ada di depannya. Dia melihat seorang laki-laki baru saja menerima sebuah kado yang diberikan oleh gadis yang duduk di depannya. Ah, sekarang dia baru ingat apa yang ingin dia katakan kepada Sungjong. Dia ingin mengatakan kegagalannya membuat cokelat untuknya.

“Sungjong-ah jangan marah ya,” kata Jiae.

“Marah kenapa?” tanya Sungjong.

Jiae mengeluarkan cokelat yang sudah dia bungkus rapi dalam tas kulitnya. Dia meletakan kado itu di atas meja dan mendorongnya ke arah Sungjong. Namun ada keraguan saat ia memberikan cokelat itu kepada Sungjong.

“Apa ini Jiae?” tanya Sungjong.

Laki-laki itu membuka kado pemberian Jiae. Matanya mengamati segala bentuk cokelat yang Jiae buatkan spesial untuknya. Senyum terukir di bibir Sungjong lalu tak lama kemudian terdengarlah tawa dari bibir si Lee.

“Hahaha,” tawa Sungjong.

“Sungjong-ah! Kamu menghina hasil buatanku?” rutuk Jiae.

“Tidak! Bukan begitu Jiae haha,” kata Sungjong.

“Aku membuatnya dengan hasil keringatku tahu!”

“Jadi cokelat ini asin?” goda Sungjong.

Ya Lee Sungjong!” rutuk Jiae.

“Maaf..maaf. Aku hanya bercanda hehehe,” kekeh Sungjong.

“Lalu kenapa kamu tertawa?” tanya Jiae.

“Lihatlah sayang! Kamu meletakan cokelatnya terbalik. Harusnya ini begini dan tadaaa.. jadi lebih rapi, kan?”

Sungjong merapikan cokelat buatan Jiae sehingga cokelat itu terbentuk dengan sangat sempurna. Kini Sungjong menyunggingkan senyuman indah karena dia bangga dengan Jiae yang telah membuatkan semua ini hanya untuknya.

“Aku suka. Sangat cantik! Aku rasa aku tidak bisa memakannya,” kata Sungjong.

“Sungjong-ah jujur sajalah kalau itu sangat buruk,” rutuk Jiae.

“Tidak kok. Apapun yang dihasilkan Yoo Jiae dari tangannya itu selalu bagus. Terima kasih untuk kadonya,”

“Sungjong-ah tahun depan aku berjanji akan membuatkan cokelat lagi yang sangat sempurna untukmu. Tunggu saja ya!” ucap Jiae penuh tekad.

“Seribu tahun pun akan aku tunggu kalau kamu akan membawakan aku cokelat hasil buatanmu,” balas Sungjong disertai sebuah senyuman.

.

.

.fin.

Advertisements

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s