[Freelance] Valentine Days

tumblr_nl795lgqcy1u3ffz5o1_1280

Valentine Days

Author: Fenny Huang

Main Cast: Jeong Yein, Jeon Jungkook.

Support Cast: Ryu Sujeong, Seo Jisoo, Kim Taehyung, Koo Junhoe, Kim Mingyu, etc.

Genre: Romance, Comedy.

Rating: PG-15

 

’12-2-2016’

    “Yein-ah, hot chocolate mu sudah siap…” seru seorang barista namja bertubuh tinggi dengan rambut cokelat tuanya.

“Nee…” yeoja berperawakan manis bernama Yein tersebut beranjak dari tempatnya menunggu “gomawo Sungyeol Oppa..” ujar nya dengan senyum manis nya seraya menerima nampan yang di sodorkan barista bernama Sungyeol tersebut.

“Yein-ah…” yein yang hendak naik kelantai atas Caffe mengurungkan niatnya saat mendengar suara yang amat familiar untuknya. Ia mendapati Oppa nya Sunggyu, pemilik caffe ini, yang baru saja keluar dari ruangan nya “kau ingin keluarkah?”

“Ani, kami hanya mengobrol saja disini…”

“Ah, arasheo. Kalau kalian lapar minta di buatkan sesuatu saja pada Woohyun, hari ini shift malamnya…” ujar Sunggyu yang mulai berjalan menuju meja kasir dihadapannya.

“Call~” Yein kembali menuju lantai atas, menghampiri kedua temannya yang saat ini sudah menunggu nya.

Lantai dua Caffe bernama Evergreen ini terlihat sedikit tidak begitu banyak pengunjung, berbanding dengan lantai bawah yang ramai, mungkin karena cuaca Seoul yang sedang dingin-dingin nya membuat para pengunjung yang biasanya suka menempati lantai atas karena bisa melihat pemandangan yang bagus mengurungkan niat mereka. Ketika Yein sudah menaruh nampan berisikan tiga cangkir Hot Chocolate diatas meja yang menjadi tempat mereka berkumpul,  ia mendapati kedua teman baiknya, Sujeong dan Jisoo yang tengah sibuk melihat sesuatu. Kedua telunjuk yeoja tersebut menunjuk-nunjuk sebuah halaman buku yang berada di hadapan mereka.

“Buku resep?” tebak Yein saat ia berhasil melihat dengan jelas apa yang tengah baca.

Suara Yein berhasil menarik perhatian kedua temannya, tetapi hanya sebentar karena mereka pada akhirnya kembali memusatkan perhatian nya pada buku resep tersebut.

“Eum..” gumam Sujeong sebagai jawaban atas pertanyaan Yein tadi.

    “Tumben sekali, biasa nya kan yang kalian lihat itu majalah Fashion, pindah haluan kah?” cetus Yein asal kemudian meminum perlahan Hot Chocolatenya.

    “Sebentar lagi Valentine..” saut Jisoo seraya membalik halaman buku resep.

     “Oh jjinja?”

     “Eum, aku sedang memilih cokelat apa yang sebaiknya kubuatkan untuk Taehyung nanti…” Ujar Sujeong kemudian tersenyum.

     “Coba kulihat…” Yein menggeser kursinya mendekat pada Sujeong agar ia bisa ikut melihat buku resep tersebut “Kenapa kau tak membeli nya saja Sujeong-ah?”

    “Kalau beli itu sudah terlalu sering, lebih baik membuat sendirikan agar membuatnya merasa terkesan..” ucapan Jisoo langsung diangguki oleh Sujeong dengan semangat.

    “Apa aku buat Chocolate Truffles sajakah?” tanya Sujeong seraya menunjuk sebuah gambar pada buku resep.

“Boleh juga, kau masukkan saja beberapa rasa kedalam coklat nya agar tidak bosan…” usul Jisoo.

    “Baiklah, akan kucoba buat…” Sujeong berujar semangat di tambah dengan senyum lebarnya.

    Kedua mata Yein tertuju pada sebuah resep yang berada di sebelah resep Chocolate Truffles “Chocolate Marshmellow ini sepertinya enak..” Sujeong dan Jisoo sontak menoleh pada Yein “Membuatnya juga gampang, hanya melelehkan cokelatnya saja lalu celupkan setengah marshmellow kedalamnya kemudian dibungkus seperti permen…” Jelas Yein yang membaca bagaimana cara membuat Chocolate Marshmellow.

    “Kau buat saja Yein-ah..” cetus Jisoo tiba-tiba.

    “Apa?”

    “Majja, kau buat saja itu. Aku ingin mencoba nya kalau sudah jadi..” ujar Sujeong seraya menopang dagunya dengan telapaknya.

    “Geundae..” Yein kembali melihat resep Chocolate Marshmellow tersebut “aku harus memberikan pada siapa kalau sudah jadi?”

    “Tentu saja berikan padanya…”

    “Pada Jungkook…” ralat Sujeong sebelum Yein bertanya lebih lanjut tentang siapa yang dimaksud Jisoo.

     “A…apa?” beo Yein tak percaya.

    “Berikan pada Jungkook kalau sudah jadi, memang nya kau ingin berikan pada siapa lagi? Sunggyu Oppa? Oppa mu kan tak suka makanan manis…” cetus Jisoo kemudian meminum susu cokelat nya.

    Memberikan cokelat pada Jungkook? Tak mungkin, membayangkan memberikan langsung pada Jungkpok saja sudah membuat jantung Yein berdegup saat ini, apa lagi kalau kenyataan? Ia tak berani.

“Shireo! Bagaimana kalau cokelatnya gagal dan rasanya tak enak? Aku tak mau..” tolak Yein dengan wajah yang mulai sedikit bersemu.

“Tak mungkin, membuat cokelat ini gampang Yein-ah untuk seseorang yang tak bisa memasak seperti mu..” saut Jisoo seraya menunjuk-nunjuk resep cokelat tersebut.

    Yein terdiam mendengar kata-kata Jisoo barusan “kenapa aku jadi merasa tersinggung mendengarnya?” ujar nya polos yang membuat Jisoo dan Sujeong tertawa.

“Yya, pokok nya kau harus memberikan cokelat ini pada Jungkook..” Jisoo mengangguk setuju dengan perkataan Sujeong “Hanya memberikan cokelat padanya dan tak lebih, kamikan tidak menyuruh mu menyatakan perasaan mu padanya…”

    “Tapi tetap saja, bagaimana kalau ia menolak cokelatku?”

    “Tak ada salahnya mencobakan? Jangan pesimis sebelum kau melakukan nya, kalau sudah tau hasil nya baru kau boleh berkomentar…”

     Yein mengigit bibir bawahnya perlahan dengan pandangan yang terus tertuju pada Chocolate Marshmellow. Haruskah?

’15-2-2016’

    Yein menguap lebar saat mobil berhenti tak jauh dari sekolahnya, ia mulai mengenakkan tasnya dan bersiap untuk keluar “Gomawo Oppa..”

    “Yein-ah, barangmu..” Sunggyu menghambat Yein yang hendak turun dari mobil seraya menyodorkan kantong kecil pada nya.

    “Ah majja..” Yein langsung mengambil kantong kecil tersebut dari tangan Sunggyu.

    “Mwoji? Apa yang kau bawa itu?” tanya Sunggyu seraya menunjuk kantong kecil tersebut dengan penasaran

    “Ah ini…” kedua bola mata Yein bergerak kesegala arah “barang… Kepunyaan Jisoo…” tutur Yein setelah lama terdiam.

    Sunggyu menganggukan kepalanya diiringi dengan mulutnya yang ber-‘O’ ria “Cokelatkah?” tebaknya langsung.

    “Eum…. Nee…”

“Ya sudah, selamat menikmati harimu Yein-ah…” ucap Sunggyu seraya melambaikan tangannya singkat.

    “Nee, anyeong Oppa..”

Hembusan napas lega langsung keluar dari mulut Yein ketika ia sudah turun dari mobil, sebenarnya ia berbohong pada Oppa nya. Kantong kecil tersebut bukan kepunyaan Jisoo melainkan kepunyaan dirinya sendiri dan didalam nya terdapat sekotak Chocolate Marshmellow berukuran sedang. Ya, pada akhirnya Yein membuat cokelat tersebut tanpa pikir panjang saat kemarin malam di dapur Evergreen, ia membuat nya dengan teliti walau sebenarnya ia bingung bagaimana menyerah kan cokelat tersebut pada Jungkook. Kalau menyerahkan langsung pada Jungkook, ia terlalu takut akan reaksi Jungkook nanti termaksud penolakan nya, apa ia harus menyantelkan kantong kecil ini pada loker buku kepunyaan Jungkook? Perlahan senyum merekah diwajah Yein saat sudah menemukan ide tersebut. Kedua mata Yein sedikit membulat saat melihat sosok namja bertubuh tinggi yang baru saja turun dari bus, Jungkook! Namja yang sedari tadi ia pikirkan bagaimana cara menyerahkan cokelat buatan nya tersebut padanya. Ia merenggangkan sedikit tubuhnya yang terasa pegal karena duduk di bangku bus, tiba-tiba, ia menoleh kan kepalanya pada Yein yang membuat mereka berdua seketika itu juga bertatapan.

“Anyeong Yein-ah…” sapa nya dengan senyum yang merekah.

    Senyum itu dengan amat mudah nya membuat jantung Yein berdegup perlahan, ia mencoba menetralisir degupan jantung nya kemudian membalas senyuman Jungkook “Anyeong…”

“Kau datang sendirian?” tanya Jungkook yang mulai menyamai langkah kakinya dengan Yein, mereka berjalan beriringan memasuki sekolah.

   “Sunggyu Oppa mengantarku, tapi ia memberhentikanku di dekat tikungan sana..”

“Ah, geurae?” ujarnya kemudian menguap lebar yang membuat Yein tertawa kecil.

“Kau bermain game sampai malam lagi?” tebak Yein.

   “Eo, karna Junhoe…” saut Jungkook dengan wajah malasnya.

   “Waeyo?”

   “Ia menahanku untuk pulang dari game center, nappeun itu..” cibirnya perlahan membuat Yein kembali tertawa.
“Kenapa kau tidak kabur saja?”

   “Tidak bisa, ia mengancamku…” Jungkook menaikkan tali tas nya yang merosot di bahu kirinya.

    “Mengancam apa?”

    “Mengancam…” Jungkook menggantungkan perkataan nya dengan pandangan yang tak lepas dari Yein yang tengah menatapnya penasaran  saat ini “Ah, kau tak boleh tau…” ujar Jungkook seraya berjalan mendahului Yein.

“Mwoya? Kau bermain rahasia sekarang..” cibir Yein perlahan kemudian menyusul Jungkook.

    “Kalau denganmu tentu saja..” goda Jungkook diriingi dengan tawa.

    “Jeongmal..”

   Mereka berjalan bersama menuju loker buku diselingi tawa karena bercanda, tapi tawa mereka terhenti ketika melihat sesuatu yang amat menarik perhatian mereka.

“Banyak sekali..” kata-kata tersebut spontan keluar dari mulut Yein saat melihat banyaknya bungkusan yang menyantel di pintu loker kepunyaan Jungkook.

   Tak perlu ditebak lagi, itu pasti cokelat pemberian para siswi di sekolahnya yang amat menyukai Jungkook. Ia populer, jangan lupa akan hal itu.

Yein bisa mendengar helaan napas dari mulut Jungkook “apa kemarin hari Valentine?” tanyanya pada Yein dengan wajah malasnya.

   “Eum… Seingatku begitu…”

   Jungkook menghela napas sekali lagi kemudian berjalan menuju lokernya sendiri begitu pula dengan Yein. Kedua mata Yein terus mengintip kearah Jungkook melalui celah pintu lokernya, namja itu langsung memasukkan semua cokelat tersebut kedalam loker tanpa minat kemudian mengambil beberapa buku yang ia butuhkan. Melihat wajah Jungkook tersebut, Yein bersyukur dalam hati kalau dari salah satu bungkusan tersebut tidak ada cokelat miliknya, kalau tidak ia akan melihat wajah Jungkook seperti itu juga dengan tangan yang memegang cokelat pemberiannya. Yein menatap kantong kecil nya, ia harus memberikan nya pada Jungkook.

   “Yein-ah, kajja…”

   Suara dari arah belakang nya tersebut cukup membuat Yein terkejut. Yein langsung memasukkan kantong kecilnya kedalam loker kemudian menutup nya rapat-rapat.

   “E…eo..” sahutnya ketika sudah berbalik menghadap Jungkook.

   Sepanjang perjalanan menuju kelas mereka. Yein terus memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa memberikan cokelat buatannya pada Jungkook, apa ia harus meminta Jungkook untuk bertemu berdua dengannya? Tapi Yein tak seberani itu sampai bisa memberikannya secara langsung, ia tidak seperti Jisoo yang berani memberikan Muffin cokelat kepada Sunbae mereka secara langsung walaupun tak pernah dekat. Tanpa sadar Yein menghela napas karena putus asa, ia takut cokelat buatan nya ini akan berakhir mengenaskan.

   “Wae Yein-ah?” Yein sedikit terkejut karena tiba-tiba Jungkook mensejajarkan kepalanya dengan Yein yang tengah menunduk “kau terlihat tidak bersemangat, terjadi sesuatukah?”

   Bisa Yein rasakan jantung nya mulai berdegup perlahan, kenapa namja ini amat mudah membuat jantung nya berdegup? Bagaimana kalau ia mengidap penyakit  jantung nantinya?

   “A..ani, nan gwaenchanha…” Bodoh, apa sih yang kulakukan? gerutunya dalam hati.

   Jungkook menatap Yein sejenak sampai pada akhirnya ia mengangguk seolah mengerti “baiklah..”

   “Woaaah… Pangeran kita datang..” suara Junhoe terdengar saat Yein dan Jugkook memasuki kelas “Anyeong Yein-ah..” sapa Junhoe seraya merangkul bahu Jungkook, Yein hanya mengulas senyum nya sebagai jawaban.

   “Kka..” usir Jungkook seraya melepas rangkulan Junhoe di bahunya.

   “Yya, kau masih marah padaku karena kemarinkah?” goda Junhoe kemudian terkekeh perlahan “Jangan manyun, seharusnya kau senang saat ini..”

   “Untuk apa?” tanya Jungkook dengan kening berkerut.

   “Lihat itu..” Junhoe melempar pandangannya kesebuah arah atau lebih tepatnya kemeja kepunyaan Jungkook yang lagi-lagi dipenuhi dengan berbagai macam bungkusan “hampir semua yeoja di kelas kita memberikanmu cokelat, seharusnya kau senangkan?”

   Jungkook menghela napas kasar seraya mengacak poni hitamnya, ia melangkahkan kakinya lebar-lebar menuju tempatnya duduk “yya, ada yang mau cokelat atau tidak? Kalau ada, ambilah…” seru Jungkook seraya menaruh tas nya di bangku kemudian menunjuk semua bungkusan yang berada diatas meja.

   Ucapan Jungkook barusan langsung membuat seisi kelas ramai entah itu karena para murid namja yang kesenangan dan langsung berlari menggerubungi meja Jungkook atau tidak para murid yeoja yang marah karena Jungkook dengan gampang nya membagikan cokelat pemberian mereka pada seisi kelas.

   “Yya Jungkook-ah! Aku kan membuat cokelat itu untukmu dengan susah payah, kenapa kau malah memberikannya pada mereka?” protes Hyeri yang notabene nya adalah yeoja yang paling disukai disekolah mereka karena kecantikan wajahnya walau menurut Yein, yeoja ini amat angkuh terhadap yang lain.

   “Aku amat berterima kasih kau mau membuatkannya sendiri untukku, tapi aku tak ingin merima cokelat dari siapapun hari ini…” ujar Jungkook tegas yang amat terngiang di kuping Yein, itu berarti cokelat miliknya…

   Jungkook mengambil cokelat berbentuk segitiga yang berada diatas mejanya “kau suka cokelat putihkan?” tanyanya seraya melempar cokelat tersebut ke Junhoe.

   “Kau benar-benar nappeun, tapi…” Junhoe menatap cokelat yang baru saja ia tangkap dari lemparan Jungkook barusan “aku suka..” ujarnya dengan pandangan yang tak lepas dari cokelat tersebut.

   Yein hanya bisa menggeleng mendengar kata-kata Junhoe barusan, tak lama perhatian Yein teralih saat Jungkook sudah berdiri dihadapannya.

   “Aku ingin tidur sebentar diatas, bisa kau hubungi aku begitu bel sudah berbunyi?” tanya Jungkook.

   “Tentu, aku akan menghubungimu nanti..”

   “Gomawo nee..” ujar Jungkook seraya tersenyum.

   Yein membalas senyuman Jungkook kemudian berjalan menunju tempatnya yang berada di pojok kelas dekat dengan jendela. Jungkook tak ingin menerima cokelat dari siapapun yang itu berarti cokelat pemberiannya juga sudah pasti di tolakkan? Yein menghela napas gusar seraya menidurkan kepalanya di atas meja, ia menatap langit yang terlihat cerah hari ini melalui jendela. Ia menyesal sudah membuat cokelat tersebut tanpa pikir panjang.

                                                        ******

   “Kau belum memberikannya juga sampai sekarang?” seru Jisoo terdengar di sepanjang koridor sekolah membuat banyak pasang mata yang langsung mengarah ke mereka bertiga.

   “Yya…” Sujeong memukul lengan Jisoo mengisyaratkan yeoja itu untuk tidak berteriak begitu pula dengan Yein.

   “Mian..” ujar nya kemudian terkikik perlahan “yya, kenapa kau belum memberikannya juga sampai sekarang?”

   “Karena, Jungkook tak ingin menerima cokelat dari siapapun..” saut Yein dengan wajah cemberutnya.

   “Tau dari mana kau?” tanya Sujeong mendahului Jisoo.

   “Dia yang bilang sendiri dihadapan semua orang di kelas…”

    Sujeong saling tatap dengan Jisoo “tapi bukan berarti ia menolak cokelatmu juga kan?”

    “Sudah pasti di tolak Sujeong-ah…”

    “Lalu? Kalau kau tak mau memberikanya pada Jungkook, mau kau apakan cokelat itu?” tanya Jisoo seraya merangkul bahu Sujeong yang berdiri di tengah-tengah nya dan Yein.

   Yein terdiam memikirkan perkataan Jisoo barusan “Mungkin kumakan sendiri…” ujar nya polos yang membuat Jisoo dan Sujeong sontak tertawa “yya! Kenapa kalian malah menertawakanku?!”

    “Miane Yein-ah, hanya saja itu terdengar menyedihkan untuk kami..” saut Sujeong yang tawanya mulai mereda.

   “Sepertinya memang mustahil untukmu memberikan cokelat itu padanya, sebenarnya aku sudah menebak nya dari awal…” Jisoo menyenderkan tubuhnya pada loker buku kepunyaan nya.

   “Kalau sudah tau aku takkan berhasil menyerahkan cokelat itu kenapa masih menyuruhku membuatnya?” ringsut Yein tak habis pikir.

   “Karna kami ingin tau seberapa beraninya kau. Kalau kau berani memberikan cokelat itu, itu berarti kau juga berani menyatakan perasamaan mu padanya..”

    “Apa?!” Yein memekik mendengar perkataan Jisoo barusan.

    “Kau tak mungkin memendam perasaan mu terus-terusan kan? Nyatakan perasaanmu, jangan di pendam terus. Kau mau membuat cokelat untuknya saja itu juga sudah bagus..” Ujar Sujeong yang di angguki Jisoo.

    “Pokoknya, jangan memendam perasaanmu terus, dari pada nantinya kau nangis karna dia sudah mempunyai pacar lain…” cetus Jisoo.

   Yein menundukkan kepalanya perlahan “arasheoyo…”

   “Yya, rapat Osis sebentar lagi dimulai…” Sujeong menepuk bahu Jisoo dengan pandangan yang tertuju pada arloji yang melingkar di tangan kanannya.

   “Jjinja? Jeongmal, aku benar-benar malas mengikuti rapat seperti itu..” gerutu Jisoo perlahan yang membuat Yein terkekeh “ya sudah, kau pulang duluan saja Yein-ah, jangan menunggu kami..”

   “Baiklah, selamat menikmati rapat yang membosankan..” goda Yein kemudian tertawa karena melihat wajah Jisoo yang cemberut, mereka berdua terpilih sebagai panitia untuk acara festival sekolah mereka yang akan berlangsung minggu depan.

   “Anyeong…”

   Sepeninggal Jisoo dan Sujeong, Yein membuka loker miliknya sendiri perlahan. Yein menyenderkan kepalanya pada pintu loker nya yang terbuka seraya menghela napas saat melihat kantong kecil berwarna hitam miliknya, ia mengerakkan kedua tangannya mengeluarkan sekotak Chocolate Marshmellow yang sudah ia bungkus dengan rapi dengan sebuah pita berwarna merah sebagai penghias. Bodoh, kata itu amat pantas untuknya karena ia sudah membuat cokelat ini tanpa pikir panjang terlebih dahulu, kalau saja ia memikirkan dua kali apa ia benar-benar bisa memberikan nya langsung pada Jungkook atau tidak pasti cokelat ini tidak akan berakhir berada di dalam loker terus seharian sepanjang jam sekolah. Sekarang apa yang harus ia lakukan dengan cokelat ini? Memakannya sendiri? Jujur saja, Yein sudah tidak berminat dengan cokelat ini karena ia gagal memberikannya pada Jungkook. Yein melirikannya matanya kesamping dan mendapati tong sampah yang berada di sebelah loker, apa ia harus…

   “Mwoji?”

   Bulu kuduk Yein meremang saat mendengar suara yang amat familiar untuknya terdengar di telinga kirinya, ia langsung menoleh kan kepalanya kesamping dan mendapati Jungkook yang entah sejak kapan sudah berdiri dibelakangnya “Jungkook?”

   “Apa itu? Cokelat?” tebak nya dengan pandangan yang tak lepas dari kedua tangan Yein yang masih memegang sekotak Chocolate Marsmellow.

    Yein merutuk dalam hati, kenapa Jungkook bisa berada disini? “eum.. Ne..nee, ini cokelat..” ujar Yein pada akhirnya, gugup.

    “Aah… Jadi inikah yang tadi pagi kau bawa-bawa?” cetusnya “Kau… Ingin memberikannya pada seseorang?”

    Skak mat! Yein merasakan jantungnya amat berdegup saat ini mendengar ucapan Jungkook barusan, dialah seseorang tersebut. Apa Yein harus memberikannya sekarang? Tapi bagaimana kalau Jungkook menolaknya mentah-mentah seperti kejadian dikelas tadi?

    “E..eum, be..begitulah…” Yein menundukkan kepalanya dalam merasakan kedua pipinya memanas karna malu akibat terlalu gugup, jantungnya bahkan tidak mau berhenti berdegup kencang sampai sekarang.

    “Yya Jungkook-ah..” Mereka berdua serempak menoleh kesumber suara “latihannya sudah mau dimulai…” teriak Junhoe yang berdiri diujung koridor, tangan kanannya memegang basket.

    “Baiklah, aku harus latihan dulu…” Jungkook mengulas senyum nya kemudian menepuk puncak kepala Yein dengan telapak tangan kirinya “semoga kau berhasil memberikan cokelat itu padanya..”

    Kedua mata Yein mengedip melihat punggung Jungkook yang perlahan menjauh darinya “aarrgghh…. Bodoh-bodoh…” geram Yein kesal seraya menghentak-hentakkan kedua kakinya pada lantai.

    “Sun…sunbaenim..”

    Mendengar pangilan lembut tersebut Yein langsung berhenti merutuki dirinya yang bodoh, begitu menoleh ia mendapati Hoobae cantik dengan kedua bola mata bulatnya berdiri tak jauh darinya. Mendadak Yein di liputi perasaan malu karena sudah berbicara sendiri tadi, ia berharap dalam hati kalau Hoobae dihadapannya ini tidak medengarnya, tapi… Sepertinya Yein pernah melihat Hoobae ini, tapi dimana?”

     “Ya?” tanya Yein pada akhirnya karena Hoobae tersebut tak kunjung berbicara.

     “Na..nan Kim So Hyun imnida…”

     Kim So Hyun? Aah.. Dia kan Hoobae yang tengah Mingyu dekati, pantas Yein merasa pernah melihat wajahnya.

     “Sunbae.. Teman dekatnya Mingyu Oppa, geutchi?” tanyanya perlahan.

     “Eo, waeyo?” tanya Yein balik karena merasa So Hyun ingin berbicara sesuatu padanya.

     “Eum.. Aku ingin minta tolong sesuatu pada Sunbae..” So Hyun tiba-tiba menyodorkan kotak persergi berukuran sedang pada Yein. Kedua mata Yein mengedip melihat nya, sepertinya ia tau apa yang ada didalamnya “bisa tolong Sunbae berikan ini pada Mingyu Oppa?”

    “E..eh?” Yein menerima cokelat tersebut dengan kening berut “Kenapa kau tidak memberikannya sendiri So Hyun-ssi?”

    “Aku ingin geundae..” So Hyun menundukkan kepalanya perlahan “aku takut para Sunbae yeoja dikelas kalian membencinya karena kudengar Mingyu Oppa amat populer…”

    “Aah, geurae..?”

    Memang benar Mingyu adalah salah satu namja populer disekolahnya selain Jungkook, karena dari itulah banyak murid yeoja disekolah mereka yang tidak menyukai So Hyun karena Mingyu mendekatinya.

    “Baiklah, aku akan memberikannya pada Mingyu nanti..”

    “Jjinja?”

    Yein langsung tersenyum begitu melihat wajah senang So Hyun “tentu, mungkin akan kuberikan sekarang juga mumpung Jaehyun Oppa beum datang untuk melatih mereka…”

    “Gomawo Sunbae-nim…” So Hyun membungkukkan tubuhnya sekilas pada Yein.

    “Cheonma, kalau begitu aku duluan nee..” ujar Yein seraya menutup lokernya.

    “Nee, Sunbae-nim..”

    Yein berjalan menuju aula tempat para team basket biasa berlatih. Yein melongokkan kepalanya melalui  pintu aula yang terbuka lebar untuk memastikan apakah Jaehyun, pelatih team basket sekolah mereka sudah datang atau belum.

    “Yein-ah…”

    “Unnie..” senyum merekah diwajah Yein saat melihat Han Dong manejer team basket mereka yang menggerakkan tangan nya menyuruh Yein untuk masuk “tumben kau kemari, ada apa?” tanyanya begitu Yein sudah berada disebelahnya.

    “Eum… Aku…” Yein mengedarkan pandangannya kepara pemain team basket yang tengah melakukan pemanasan, kedua matanya langsung tertuju pada Jungkook yang tengah tertawa dengan Jimin dan Junhoe.

    “Ya?”

    Pandangan Yein membuyar saat mendengar suara Han Dong barusan “eum.. Itu aku ingin berbicara sebentar dengan Mingyu, apa boleh?”

    “Dengan Mingyu? Tentu saja…” Han Dong menganggukan kepalanya kemudian membunyikan peluit yang menggantung di lehernya membuat para pemain team basket berhenti pemanasan “kalian boleh istirahat..”

    “Oh Yein-ah, tumben kau kemari..” ujar Mingyu dengan napas yang sedikit naik turun, ia berjalan menghampiri Yein.

    “Aku ingin berbicara sebentar denganmu..”

    “Tentang?”

    “Eum…” tak mungkin berbicara disini, nanti semua orang akan menggoda-godanya karena mengira Yein memberikan cokelat pada Mingyu “tapi tak bisa berbicara disini…”

    “Eh?” Beo Mingyu kemudian beralih pada Han Dong yang berdiri tak jauh dari mereka “Noona, boleh aku keluar sebentar?”

    “Tentu, kuberi waktu sepuluh menit nee…”

    “Gomawo Unnie..” Yein membungkukkan tubuhnya sekilas pada Han Dong kemudian berjalaan keluar dari ruang aula diikuti Mingyu.

    “Kau ingin membicarakan apa sih?” tanya Mingyu ketika mereka sudah berada di luar.

    “Igeo..” Yein menyodorkan cokelat dari So Hyun pada Mingyu.

    “Kau memberiku cokelat? Woaah.. Tumben sekali..” seru Mingyu tak percaya.

    “Yya itu bukan dariku, mana mungkin aku memberimu cokelat..” tukas Yein cepat.

     “Bukan darimu?” Mingyu menatap sekotak cokelat yang berada di tangannya dengan bingung.

     “Itu dari So Hyun..” ucap Yein pada akhirnya.

     “Mwo?” kekehan kelur dari mulut Yein karena melihat wajah terkejut nya Mingyu “jjinja?”

     “Eum.. Itu dari So Hyun..”

     “Yya, kau tak sedang mengerjaiku kan?” tanya Mingyu curiga.

     “Untuk apa aku mengerjaimu?” cibir Yein “So Hyun awalnya ingin memberikan nya sendiri padamu tapi ia takut dengan para fansmu di kelas kita..”

     “Para Hyena?” celetuk Mingyu.

     “Eum..” Yein menganggukan kepalanya membenarkan sebutan Mingyu tersebut “kau benar-benar harus menjaga So Hyun. Di sukai olehmu itu adalah hal membahayakan..”

     “Aku senang kau mengingatkan hal itu padaku, tapi kenapa aku merasa tidak senang juga dengan kata-kata terakhirmu?” cetus Mingyu membuat Yein tertawa.

     “Setidaknya berterima kasihlah padaku, kalau aku menolak di titipkan cokelat itu kau takkan tau kan bagaimana perasaan So Hyun padamu..?”

     Senyum mengembang diwajah Mingyu mendengar kata-kata Yein tersebut “gomawoyo, aku berhutang banyak padamu Nona Jeong..” goda Mingyu seraya mengacak rambut Yein yang membuat yeoja itu meringsut “lalu dimana cokelat darimu?”

     “Eobseo..” saut Yein singkat yang mood nya mulai sedikit memburuk.

     “Eobseo? Eii.. Kupikir kau membuatnya..”

     “Kau sudah mendapatkannya dari So Hyun kenapa masih menagih dariku?” tanya Yein heran.

     “Karena kupikir kau membuatnya tahun ini untuk Jungkook..” ujar Mingyu dengan wajah polosnya “kau tak membuatkan nya cokelat?”

    Haruskah Yein bercerita pada Mingyu kalau ia membuat sekotak untuk Jungkook tapi gagal memberikan nya? Tapi bagaimana kalau namja jangkung ini juga tertawa seperti kedua temannya tadi?

    “A..ani…”

    “Woaah.. Sayang sekali..”

    “Sayang sekali bagaimana?” tanya nya mengulang ucapan terakhir Mingyu dengan kening berkerut dalam.

    Mingyu menatap Yein sejenak yang membuat yeoja itu bertambah bingung “ah, percuma kau kuberitahu..”

    “Yya!”

    “Pulanglah, aku ingin kembali latihan..” Mingyu menggoyangkan tangan kannnya seolah mengusir Yein.

    “Eii, jeongmal..”

    Mingyu tertawa melihat Yein yang mulai beranjak dari tempatnya seraya mendumel “Gomawo nee cokelatnya..” serunya sebelum Yein benar-benar menghilang dari koridor.

*****

    “Kau… Ingin memberikannya pada seseorang?”

    “E..eum, be..begitulah..”

    Jungkook memutar tubuhnya diatas ranjang yang awalnya menghadap tembok menjadi selonjoran, wajahnya terlihat resah karena mengingat pertanyaan bodohnya akibat rasa keingin tahuannya dan juga…

    *flashback on*

   “Yya lihat, Mingyu tersenyum-senyum seperti orang bodoh..” celetuk Junhoe ketika melihat Mingyu yang baru saja kembali dari aula setelah berbicara dengan Yein, wajahnya terlihat amat gembira.

    “Apa yang kau bawa itu?” tanya Jimin ingin tahu seraya menunjuk tangan kanan Mingyu yang membawa sesuatu membuat yang lain langsung ikut bertanya-tanya.

    Jungkook menegak air minelarnya seraya mengalihkan pandangannya kearah lain mencoba untuk tidak peduli.

    “Yya, Yein memberimu cokelatkah?”

    Uhuk!

    Jungkook terbatuk akibat tersedak mendengar seruan salah satu temannya barusan. Apa? Katakan kalau ia salah dengar tadi.

    “Solma.. Baik sekali Yein mau memberikan cokelat padanya..” ujar Junhoe dengan suara irinya.

    “Memangnya kenapa kalau Yein memberikan nya padaku? Kalian ini..” cetus Mingyu mencibir teman-temannya yang iri.

    *flashback off*

   Sial! Andai saja kupingnya yang panas bisa di sumpel dengan apapun saat itu! Ia benar-benar tak menyangka kalau Yein akan memberikan cokelat tersebut pada Mingyu yang notabene nya adalah teman baiknya dan lagi, wajah senang ny Mingyu benar-benar membuat Jungkook aaarrrgghh….

    “Ani Eomma, sebentar lagi kami akan keluar..”

    Jungkook mengarahkan kedua matanya pada Taehyung yang baru saja memasuki kamar miliknya sendiri, ya mereka berada dirumah Taehyung saat ini.

    “Nee, tak perlu membuatkan makan malam untuk kami..”

    Setelah berseru menyahuti pertanyaan Ibunya yang berada di lantai bawah, Taehyung menutup pintu kamarnya kemudian berjalan menuju bangku belajar yang berada disebelah tempat tidur dengan wajah sumringahnya. Jungkook langsung bangkit membuat posisinya menjadi duduk saat melihat Taehyung yang duduk di hadapannya memegang sesuatu di tangannya.

    “Mwoji?” tanya Jungkook penasaran.

    “Chocolate Truffle..” saut Taehyung dengan senyum yang tak memudar dari wajahnya seraya membuka bungkusan cokelat tersebut.

    “Jjinja? Woaah.. Tau sekali kau kalau aku sedang lapar…” Jungkook mulai menggerakkan salah satu tangannya mencoba mengambil satu cokelat dari dalam tempatnya.

    “Eii, shireo, shireo.” Taehyung menjauhkan cokelatnya dari jangkauan Jungkook.

    “Yya, hanya satu! Kau ini..” cibir Jungkook bersikeras mencoba mengambil cokelat dari tangan Taehyung.

    “Andwe, Sujeong membuatkan ini untukku dan kau tak boleh memakannya..” pada akhirnya Taehyung beranjak menjauh dari Jungkook “makan milikmu sendiri, kau kan sudah mendapatkan nya juga..”

    “Eobseo, aku tak mendapatkannya dari siapapun..” Jungkook terdiam sejenak ketika melihat Taehyung menatapnya seolah berkata ‘apa benar?’ “yah para yeoja rese itu memang memberikan nya padaku sih, tapi kan aku tak menerima nya, kau tau itu..”

    “Solma, kau kan sudah dapat Chocolate Marshmellow..”

    “Chocolate Marshmellow?” beo Jungkook bingung.

    “Iya, Chocolate Marshmellow dari Yein..” saut Taehyung yang mulai sibuk dengan cokelatnya.

    “Apa?!”

    Mendengar seruan Jungkook barusan, Taehyung langsung mendongakkan kepalanya pada Jungkook yang tengah menatapnya dengan wajah yang amat bodoh menurut Taehyung “Chocolate Marshmellow pemberian Yein, Sujeong bercerita padaku kalau Yein akan memberikan Chocolate Marshmellow padamu tadi siang…” jelasnya “yya jangan bilang kalau Yein belum memberikannya padamu..”

   Jungkook hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

   “Mwo?!” Taehyung menutup mulutnya sendiri kemudian menepuk jidatnya dengan tangannya yang kosong “yya, kupikir kau sudah mendapatkannya dari Yein! Eii tau begini aku takkan mengatakannya padamu..”

   “Kau.. Sedang tidak berbohong padaku kan?”

   “Untuk apa aku membohongimu? Aku berkata jujur..” saut Taehyung dengan wajah seriusnya…”

   “Geu..geundae..” Jungkook jadi bingung sekaligus tak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini “bukan nya ia memberikan nya pada Mingyu?”

   “Mingyu?” beo Taehyung “yya, yang Yein berikan pada Mingyu itu cokelat pemberian So Hyun..”

   “So..Hyun…?”

   “So Hyun menitipkan cokelatnya pada Yein untuk di berikan pada Mingyu, ia tak berani memberikannya sendiri karena takut dengan para murid yeoja di kelas kita..” jelas Taehyung “Yein tak mungkin memberikan cokelat pada Mingyu walau pun mereka dekat sekalipun karena pada dasarnya, Yein menyukai namja lain dan bukan Mingyu orangnya…”

    Jungkook langsung menolehkan kepalanya pada Taehyung dengan tatapan tak percaya, otaknya sedang mencerna setiap ucapan Taehyung yang masuk ke kedua telinganya.

    “Heol~ kau tau? Wajahmu terlihat amat bodoh saat ini…” ucap Taehyung dengan nada mirisnya.

    Sedetik kemudian, Jungkook beranjak dari tempat nya dengan terburu-buru membuat Taehyung kaget.

    “Yya, yya! Kau mau kemana?” tanya Taehyung saat melihat Jungkook mengambil mantel hitamnya kemudian keluar dari kamarnya dengan tergesa-gesa, Taehyung ikut beranjak dari tempatnya mencoba menyusul Jungkook, tapi ia berhenti di ambang anak tangga pertama.

    “Kuceritakan nanti..” terdengar suara Jungkook menyahut dari bawah.

    “Eii jeongmal, pergi begitu saja. Junhoe pasti marah-marah saat ini karena kelamaan menunggu..” Taehyung meraih ponselnya kemudian mengetikan sebuah pesan pada Junhoe yang sedang menunggu dirinya dan Jungkook di game center “biar kutebak Jungkook pasti kerumah Yein saat ini..” senyum mengembang diwajah Taehyung saat ia memasukkan satu buah cokelat buatan Sujeong kedalam mulutnya.

    Sedangkan itu di Caffe Evergreen yang terlihat lumayan sepi. Yein duduk disalah satu meja pengunjung dengan wajah yang di tekuk, kedua matanya tak lepas dari sekotak Chocolate Marshmellow buatannya yang ada di atas meja. Ia masih memikirkan apa yang seharusnya ia lakukan dengan cokelat yang sudah terlanjur ia buat ini. Memasukannya kedalam tong sampah bukan ide yang baik untuk seseorang yang menyukai makanan seperti dirinya, itu hanya membuatnya menjadi seperti orang yang tidak berperasaan karena sudah membuang makanan. Memberikannya pada orang lain? Tapi pada siapa?

    “Yein-ah..”

    Yein menoleh saat mendengar suara berat tersebut, ia mendapati namja berambut cokelat tua yang baru saja keluar dari dapur dan berjalan menghampirinya.

    “Apa yang kau lakukan? Kenapa duduk disini sendirian? Biasanya Jisoo dan Sujeong bersamamu..” Woohyun, salah satu karyawan Oppanya Sunngyu yang selalu berkerja di dapur membuatkan waffle enak untuk para pelanggan, duduk di hadapan Yein dan kedua matanya langsung tertuju pada sesuatu yang amat familiar untuknya diatas meja “oh? Bukankah ini..” telunjuk Woohyun mengarah pada sekotak Chocolate Marshmellow dihadapannya dengan tatapan menebaknya pada Yein. Ia menemani Yein membuat cokelat ini semalam dan yeoja ini berkata kalau ia akan memberikannya pada seseorang hari ini, tapi kenapa sekarang cokelat ini masih berada disini?

    “Eum… Cokelat yang kubuat kemarin..” Yein menyahut diirngi dengan anggukan kepalanya yang lesu.

    “Waeyo? Kenapa ada disini? Kau belum memberikan ini pada seseorang itu kah?” tanya Woohyun seraya meraih Chocolate Marshmellow tersebut dan menatapnya dengan sedikit teliti, Yein membungkus nya dengan amat rapih.

    “Itu.. Untukmu saja Oppa..” ujar Yein perlahan.

    “Ha? Untukku?”

     Yein menghela napas seraya menidurkan kepalanya diatas meja “aku gagal memberikannya Oppa..”

     “Gagal bagaimana? Ia menolak cokelatmu?” tanya Woohyun seraya menundukkan sedikit kepalanya agar bisa melihat wajah Yein.

     Yein menganggukan kepalanya sebagai jawaban “dia bilang tak ingin menerima cokelat dari siapapun, itu berarti cokelatku juga kan?”

     “Karena ia berkata seperti itu makanya kau tak jadi memberikan cokelat ini padanya?” tebak Woohyun membuat Yein terdiam “Yein-ah, kau bahkan belum memberikan ini padanya bagaimana kau tau kalau ia juga akan menolak punyamu?”

     Nah ucapan Woohyun sama persis seperti Sujeong dan Jisoo tadi disekolah,. Sebenarnya mereka memang benar karna Yein bahkan belum mencoba untuk memberikan cokelat ini pada nya dan mengetahui jawabannya, tapi Yein terlalu takut kalau ia akan di tolak nantinya.

     “Aku tak ingin menerimanya karna ini bukan untukku..” Woohyun menggeser cokelat tersebut kehadapan Yein “kalau kau saat ini bingung apa yang ingin kau lakukan pada cokelat itu, makan saja sendiri…”

     “Shireo, aku tak ingin memakannya karena sudah bosan melihatnya..” cibir Yein di tambah bibirnya yang mengerucut maju membuat Woohyun tertawa.

     Criiing

     “Eosseo useoyo…” sapa Woohyun ketika mendengar bel yang berbunyi.

     Ia bangkit dari tempatnya perlahan dan mendapati seorang namja berambut hitam legam memasukki caffe dengan napas yang naik turun. Woohyun menoleh pada Yein yang masih menidurkan kepalanya diatas meja ketika ia mengikuti kemana arah pandang namja tersebut mengarah. Namja itu tidak melepas pandangannya dari Yein, apa ia kenalan Yein?

    “Yein-ah..” panggil Woohyun perlahan, sedangkan Yein hanya bisa mengarahkan kedua bola matanya padanya tanpa minat “kurasa.. Itu temanmu..”

    “Temanku?” kening Yein berkerut mendengar nya, siapa temannya yang mendatanginya jam segini? Yein mengangkat kepalanya dan begitu menolehkan kepalanya kedepan, kedua mata Yein membulat sempurna melihat siapa yang datang “Jungkook?”

    Jungkook yang sudah bisa mengatur napasnya mengulas senyumnya saat bertatapan dengan Yein “anyeong…” sapanya seraya berjalan perlahan menghampiri Yein.

     “Duduklah…” Woohyun bangkit dari tempatnya kemudian mempersilahkan Jungkook untuk duduk “kau ingin memesan sesuatu?”

     “Ah gomawo, geundae… Aku kemari karena ada perlu dengan Yein..” ujar Jungkook sopan kemudian kembali menatap Yein yang masih dengan wajah terkejutnya “Bisa kita bicara sebentar diluar?”

     Yein mengedipkan kedua matanya perlahan “tentu..”

     “Ah chuwo..” Jungkook mengusap kedua tangannya kemudian memasukannya kedalam saku mantelnya saat Yein mengajaknya ketaman Caffe yang lumayan luas.

     “Kenapa tidak berbicara didalam saja kalau memang dingin?” tanya Yein heran, ia ikut memasukkan kedua tangannya kedalam saku jaketnya, malam ini memang sedang dingin-dinginnya dan secangkir Hot Chocolate muncul di benak Yein saat ini.

     “Ingin saja..”

     “Lalu? Apa yang kau ingin bicarakan?” Yein tak bisa menyembunyikan rasa ingin tahunya yang ia tahan sejak mereka didalam tadi.

     “Aku… Ingin menagih sesuatu padamu..”

     Kening Yein berkerut mendengarnya “menagih?” seingatnya ia tidak berhutang apapun pada Jungkook.

     “Eo, aku ingin menagih..” kedua mata Yein mengikutti Jungkook yang mulai beranjak berdiri dihadapannya dengan seulas senyum “aku ingin menagih Chocolate Marshmellowku…”

     “A…apa?” tunggu, kenapa tiba-tiba…

     “Cokelat yang kau bawa kesekolah itu untukku kan?” tanya Jungkook dengan senyum yang tak memudar wajahnya.

     Jantung Yein berdegup hebat mendengarnya “ba..bagaimana kau mengetahuinya?”

     “Eum… Taehyung?” Jungkook tertawa melihat wajah Yein yang seperti maling tertangkap basah, ia bahkan bisa melihat dengan jelas semburat merah yang muncul di kedua pipi Yein “kenapa kau belum memberikannya juga padaku sampai sekarang?”

     “Karena…” Yein menundukkan kepalanya perlahan “karena.. Kau pasti akan menolaknya…”

    “Siapa yang bilang?”

    “Kau yang bilang…”

    “Apa?” beo Jungkook “kapan aku bilang begitu?” tanya nya dengan kening berkerut dalam.

    “Tadi pagi saat dikelas..” Yein akhirnya mendongakkan kepalanya menatap Jungkook “kau sendiri yang bilang tidak ingin menerima cokelat dari siapapun kan?”

    Tadi pagi? Jungkook mencoba mengingat apa yang tadi pagi terjadi dikelasnya, dan seketika itu juga ia teringat dengan kejadian dimana ia merasa risih karena mendapat banyak cokelat dari teman-teman yeoja sekelasnya yang membuatnya harus berbicara seperti itu dengan lantangnya agar mereka berhenti memberikan cokelat padanya, oh tunggu dulu… Jungkook mengarahkan kedua matanya pada Yein yang juga tengah menatapnya saat ini.

    “Jangan bilang kalau kau tak jadi memberikan nya padaku karena mendengar aku berkata seperti itu…” tebak Jungkook perlahan kemudian tertawa karena melihat Yein yang sedikit meringsut.

    “Kenapa kau malah tertawa?” tanya Yein heran

    “Mian, aku berkata begitu karena memang tak ingin menerima cokelat dari mereka…” Jungkook tersenyum pada Yein saat kedua mata mereka bertemu “aku hanya ingin menerima cokelat dari yeoja yang kusukai saja..”

   Yein kembali merasakan jantungnya kembali berdegup, ia tak bisa lama-lama bertatapan dengan mata Jungkook “be…begitukah?”

   “Eo karena itu…” Jungkook menundukkan kepalanya mencoba melihat wajah Yein yang menunduk “aku ingin menagih nya darimu..”

  Yein langsung mendongak mendengar kata-kata tersebut yang membuat jarak wajah mereka berdua berjarak amat dekat. Senyum mengembang di wajah Jungkook ketika mendapati wajah Yein yang terlihat terkejut sekaligus memerah, ia mengulurkan tangan kirinya mengelus pipi Yein yang di balas yeoja tersebut dengan memejam kan sebelah matanya karena terkejut.

  “Katakan padaku…” Yein yang merasakan pasokan udaranya menipis hanya bisa terdiam menunggu Jungkook kembali melanjutkan kata-katanya “apa kau menyukaiku?”

   “A…aku…” bisa Yein dengar dengan jelas suaranya yang sedikit gemetar, otaknya menyuruh nya untuk bersikap tenang tapi tidak bisa “aku… Menyukaimu….”

   Kedua mata Yein membulat saat ia merasakan hal lembut yang menekan bibirnya setelah ia berkata seperti itu. Apa ia bermimpi? Kata kan ia tidak sedang bermimpi saat ini, Jungkook menciumnya? Ciumman pertamanya diambil oleh Jungkook? Hanya sebuah kecupan yang berlangsung lima menit setelahnya Jungkook menjauhkan sedikit wajahnya dari wajah Yein yang memerah padam.

   “Kau..! Menciumku?!” pekik Yein setelah kesadarannya pulih kembali.

   Bukannya merasa bersalah karena sudah mengambil ciuman pertama seorang gadis, Jungkook malah tertawa senang ditempatnya “mian, aku tak tahan melihat wajah lucu mu itu..” goda Jungkook seraya mencubit pipi Yein “jadi kau menyukaiku?”

   “A…aku tak ingin mengulangi jawabanku lagi..” cetus Yein seraya mengalihkan wajahnya.

   “Waeyo? Aku belum mendengar nya dengan jelas..” Jungkook mencoba meliht wajah Yein “hei, ucapkan sekali lagi..”

   “Shireo..” Yein mendorong sedikit tubuh Jungkook kemudian belari menghindarinya.

   “Yya..” keluh Jungkook kecewa membuat Yein terkekeh.

   “Kau masih mau cokelatnya atau tidak?” tanya Yein ketika ia hendak memasukki caffe.

   Jungkook tersenyum mendengarnya “Tentu..” ia berlari kecil menghampiri Yein kemudian menggenggam tangan yeoja tersebut “saranghae Yein-ah..” bisiknya tepat di sebelah kuping Yein membuat semburat merah muncul di kedua pipinya.

   “Nado..”

   Senyum puas mengembang di wajah Jungkook, walaupun memang terdengar pelan tapi jawaban Yein tersebut terdengar amat jelas untuknya. Ia mendapatkan yeoja yang ia cintai di hari valentine.

*KKEUT*

 

Anyeong~!^^

Yg sudah bca silahkan tinggalkan komentar, mohon maaf kalau ada kata-kata yang nge gantung, aneh, atau berantakan.. Sekali lagi, gomawo sudah mau membaca..^^

 

Advertisements

8 thoughts on “[Freelance] Valentine Days

  1. Haha.. Lucu lucu. Senyam-senyum sendiri bacanya.. 😀
    ❤ Ceritanya fluffy banget tapi kadang lucu karena kekonyolan karakternya yang polos. 😀 Haha.. Jadi seneng baca sampe akhir, mana panjang pula. Puas dah bacanya.. 😉 ❤

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s