[Vignette] Silly Girl

apreltian-copy

Author : AprelTian / Title : Silly Girl / Cast : [SEVENTEEN] Kim Mingyu | [LOVELYZ] Seo Jisoo | [OC] Ji Saehyun and Other’s / Genre : Romance, Fluff, Friendship / Length : Vignette / Rating : PG-13 / Poster by #ChocoYeppeo’s Design

Disclaimer

Cast’ belong God, their parents, agency and themeself. But the story and plot are mine. Don’t copy or share this story without my permission, hargai penulis yang sudah susah payah mencari ide ceritanya. Dan mohon maaf bila ada typo ya.

Aprel’s Note : Haii I’m back ^^ Kali ini aku bawa bias kesayangan aku buat jadi cast utama, Seo Jisoo Lovelyz^^ ditambah oppa-oppa kece. Aku Cuma pinjem nama aja nih buat castnya. Ff ini juga terinspirasi dari lagu Attracted Woman [Kihyun & Jooheon Monsta X] dan You’ve Fallen For Me [Jung Yonghwa CNBLUE], tapi dengan jalan cerita murni dan real ideku ya. Ingat! Hanya terinspirai, bukan sebagai latar penulisan fanfiction-nya. Selamat membaca kawan-kawan^^. Eiyy, lupa maaf! Fanfiction ini pernah dipublish untuk meramaikan Event di sini.

Ready to read? Let’s Read! Happy Readiiiing ^^

“Dan kau telah menarikku jatuh ke dalam pesonamu…”

***

“APA?!!! Kau menguntitnya lagi?!” jerit seorang gadis dengan perangai cueknya, Ji Saehyun menatap tak mengerti pada gadis yang dengan santainya tengah menyeruput bubble tea di tangannya.

Gadis itu mengangguk mengiyakan pertanyaan sahabatnya, “Iya, dan kali ini aku berhasil mendapatkan fotonya! Ekslusif! Karena hanya aku yang memiliki ini!” ucapnya sembari mengacungkan selembar foto seorang pemuda tampan ke hadapan wajah Saehyun.

“Astaga, Seo Jisoo! Sadarlah, kau sudah berlebihan, tahu!” cerca Saehyun yang hanya mendapat cengiran kuda dari Jisoo.

Kim Mingyu, nama pemuda tampan yang menjadi candu tersendiri bagi Jisoo. Semenjak pertemuannya yang tak terduga dengan Mingyu, Jisoo sudah menaruh hati padanya. Entah apa yang membuat Jisoo begitu tertarik dengan pemuda itu, yang jelas Jisoo sangat menyukainya hingga ia memutuskan untuk menjadi seorang stalker bagi Mingyu.

Saehyun memukul kecil keningnya sendiri merasa tak percaya atas apa yang dilakukan sahabatnya ini selama lebih dari sebulan yang lalu, saat secara tak sengaja Jisoo bertemu Mingyu di rumahnya. Padahal niat Saehyun menghubungi Jisoo untuk ke rumahnya ialah untuk mengerjakan tugas bersama-sama, tapi Jisoo malah tak fokus dan hanya memperhatikan Mingyu yang tengah berbincang ria dengan sepupu Saehyun.

Esok harinya Jisoo merengek minta dikenalkan dengan Mingyu dan berkata bahwa ia telah jatuh hati pada sosok jangkung nan tampan itu. Entah kebetulan atau bukan, ternyata Mingyu bersekolah di tempat yang sama dengan dirinya. Yang semakin membuat Jisoo bersemangat untuk mendekatinya.

Jisoo tersenyum saat menatap selembar foto yang menampilkan sosok Mingyu yang sedang tertawa terpingkal hingga matanya tak nampak. Foto itu Jisoo dapat saat dirinya mengkuti Mingyu yang tengah bercengkrama bersama teman-temannya, termasuk sepupu Saehyun.

“Lihatkan! Aku mendapat angel yang sangat bagus. Dia sangat tampan saat tertawa seperti ini.” Jisoo lagi dan lagi memuji sosok yang dikaguminya, yang menurut Saehyun sangat berlebihan.

“Kau sudah seperti orang gila saja, Seo Jisoo!” rutuk Saehyun.

“Kau juga.”

“Apa?!”

“Aku tak akan gila seperti ini kalau saja sahabatku yang cantik jelita ini tak gila.” Setelahnya tawa renyah keluar dari mulut Jisoo.

Yak! Seo Jisoo, kau-“

“Berhentilah mengataiku gadis gila, dasar muka datar!” ejek Jisoo tak mau kalah, dan mendapat sentilan kecil di keningnya dari Saehyun.

***

Mingyu tengah berjalan di koridor sekolah yang sudah sepi, dengan atensinya yang terfokus pada benda persegi panjang kecil dan pipih di tangannya. Sesekali Mingyu mengalihkan atensinya dari telepon genggamnya untuk memastikan keadaan jalan.

Tanpa ia sadari sepasang kaki seorang gadis mengikuti langkahnya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Gadis itu menjinjitkan kakinya saat melangkah, mengendap-ngendap dengan jarak yang lumayan jauh dari Mingyu.

Merasa ada yang aneh, Mingyu menghentikan langkahnya sejenak membuat Jisoo ikut menghentikan langkahnya juga. Dengan cepat Jisoo bersembunyi di balik pintu kelas yang masih terbuka lebar. Sepersekian sekon berikutnya Mingyu membalikan badannya dengan mata yang menerawang mencari-cari apa yang tadi dirasanya.

Tak menemukan suatu kejanggalan, Mingyu kembali merajut langkahnya menyusuri koridor sekolah yang sudah sepi ini. Dilain pihak, Jisoo masih bertahan dalam persembunyiannya menunggu waktu yang tepat untuk kembali mengikuti pria idamannya.

 

 

Sementara itu, Saehyun berdiri di sebuah halte bus dekat sekolahnya, menunggu kedatangan bus yang akan mengantarnya pulang. Pasalnya Jisoo tadi menyuruhnya untuk pulang mendahuluinya. Saehyun yang sudah tahu perangai sahabatnya hanya mengangguk mengiyakan permintaan Jisoo. Karena Saehyun tahu kalau Jisoo pasti tengah mengikuti Mingyu lagi.

“Yow, Ji Saehyun!” sebuah suara ringan menyapa gendang telinga gadis bertubuh kurus itu. Lantas gadis itu menolehkan kepalanya demi melihat siapa gerangan yang menyapanya.

“Mingyu?” Saehyun mencoba memastikan penglihatannya.

Tanpa basa-basi lagi, dengan seenaknya Mingyu menyampirkan lengannya di pundak Saehyun. Menatap Saehyun yang menatapnya penuh keheranan dengan senyuman jahil.

“Kalau kau tiba-tiba sok akrab seperti ini padaku, pasti kau punya sesuatu yang ingin kau pinta dariku, kan?” tebak Saehyun.

“Tepat sekali! Wah, kau ini memang temanku yang paling mengerti aku.” Jawab Mingyu kegirangan dengan mengguncang-guncangkan tubuh kecil Saehyun.

Aish! Hentikan Kim Mingyu!”

Saehyun dan Mingyu memang sudah lama saling mengenal, dan sudah dekat satu sama lain. Mingyu sendiri mengenal Saehyun saat keduanya menjadi tim volley ball sekolah saat sekolah menegah pertama dulu. Apalagi saat Mingyu tahu kalau Saehyun merupakan sepupu dari senior sekaligus pelatihnya, Park Chanyeol. Sejak saat itu keduanya menjadi dekat. Namun Saehyun tak pernah menceritakan hal itu pada Jisoo.

“Kau harus membantu temanmu ini.” Mingyu mulai memasang tampang seriusnya yang semakin membuat Saehyun heran.

‘Seo Jisoo, kenapa kau malah suka pada bocah tengik dan menyebalkan ini, sih?’ gerutu Saehyun dalam hati.

“Aku pinjam namamu, ya?” pertanyaan Mingyu membuat kening Saehyun semakin berkerut,”Aih, kau sama bodohnya dengan Jeon Wonwoo! Dengar, aku ingin lebih memastikan lagi kalau temanmu itu memang benar-benar menyuk- ah bukan, tapi mencintaiku.” Jelas Mingyu.

“Kau ingin membuat Jisoo cemburu begitu?” Mingyu hanya mengangguk menjawab pertanyaan Saehyun. “Oh My GOD!!! Yak, kau ingin membuat persahabatanku yang sudah lama terjalin dengannya hancur begitu saja, huh?! Kau gila, Kim Mingyu!” cerca Saehyun.

“Dia kan tidak tahu kalau kau juga berteman denganku, jadi tak ada masalah kan? Lagi pula kau tak akan mungkin menyukaiku, kan?” Mingyu memastikan.

“Tentu saja! Tapi-“

“Fokuslah saja pada Wonwoo-mu itu, ok?! Aku pergi. Sampai jumpa teman terbaikku…” Mingyu segera melesat sebelum tangan Saehyun yang sudah mengepal itu menyapa wajahnya.

“Dasar Kim Mingyu! Awas kau!” ancam Saehyun.

 

 

***

“Huwaaah!!! Hampir saja Mingyu tahu kalau aku menguntitnya tadi!” Jisoo bercerita pengalamannya pada Saehyun.

Saat ini Jisoo sedang berada di kamar Saehyun, setelah merengek minta menginap mengingat besok libur dan banyak yang ia ingin ceritakan pada sahabatnya ini.
Saehyun hanya mengangguk menaggapi kalimat demi kalimat yang diucapkan Jisoo.

Namun hal itu tak mengurangi semangat Jisoo untuk bercerita panjang lebar mengenai Mingyu dan kegiatan menguntitnya.

 

“Lalu?” Saehyun akhirnya mengeluarkan suara setelah mendapat tatapan memaksa dari Jisoo.

“Tentu saja aku tidak akan menyerah! Karena cintaku pada Mingyu takakan pernah pudar. Dan aku tidak akan pernah menyesal karena mencintainya.” Jisoo tersenyum puas menanggapi pertanyaan singkat Saehyun.

Saehyun terenyuh mendengar penuturan polos Jisoo tentang rasa cintanya pada Mingyu. Dalam hatinya, Saehyun merasa sedikit bersalah karena telah menyembunyikan sebuah rahasia besar dari sahabatnya ini.

Esok harinya, secara tiba-tiba Jisoo pamit untuk pulang entah karena apa. Saehyun tentu sangat paham atas tindakan tiba-tiba Jisoo, karena sepertinya Jisoo akan melanjutkan aktivitas menguntitnya lagi.

“Temanmu itu lucu juga ya.” Ucap Chanyeol yang baru saja tiba dari aktivitas lari paginya dan langsung menghampiri sepupunya itu yang tengah berdiri di depan gerbang rumahnya.

“Lucu apanya? Dia itu sangat bodoh! Menyukai seseorang yang belum tentu menyukainya juga. Aku hanya berharap yang terbaik untuk Jisoo.” Balas Saehyun.

“Hey, kalau begitu kenapa tidak kau berikan dia pada Oppa-mu ini saja, hmm?” pinta Chanyeol.

“Astaga, aku tidak akan pernah menyerahkan sahabat yang sangat berharga bagiku pada orang aneh sepertimu!” ketus Saehyun dan berlalu meninggalkan Chanyeol yang siap menghujatnya balik.

 

 

Jisoo masih setia mengikuti Mingyu yang akan pulang ke rumahnya setelah lari pagi bersama Chanyeol, seniornya.

Mingyu tersenyum jahil tanpa sepengetahuan Jisoo. Rupanya Mingyu tahu bahwa Jisoo kini tengah mengikutinya, lagi. Mingyu semakin mempercepat langkah kakinya, begitu pun dengan Jisoo yang terus melangkah mengikuti jejak Mingyu. Sangat terlihat jelas kalau Jisoo susah payah menyamai langkah Mingyu yang lebar dan cepat sedangkan ia harus berhati-hati dalam melangkah.

 

SREETT

 

“AAHH!!!” teriak Jisoo, matanya membulat sempurna saat dilihatnya Mingyu membalikan badannya sekaligus yang membuat Jisoo terkejut bukan main. Menatap gadis itu tepat di kedua manik legam milik Jisoo.

Omo! Kau membuatku terkejut saja. Aigoo…” Jisoo menghela nafas kasarnya sembari berusaha mengatur detak jantungnya yang mulai berdetak tidak normal.

Mingyu hanya menatap Jisoo tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, yang semakin membuat gadis itu tak karuan. Bahkan saat ini Jisoo tak berani menatap balik Mingyu dan hanya mengalihkan pandangannya ke arah lain.

‘Aduh, dia ini kenapa, sih? Sudah sana cepat pergi! Dan, astaga kenapa jantungku ini tak bisa berdetak dengan normal, sih?!’ gerutu Jisoo dalam hati.

“Kau pikir aku tidak tahu kalau selama ini kau selalu mengikutiku? Bahkan saat di sekolah.”

Akhirnya Mingyu mengeluarkan suara dengan kalimat pertanyaan serta pernyataan yang membuat Jisoo semakin terkejut. “Misalnya saja, saat di koridor sekolah kemarin?” Mingyu tersenyum jahil.

“Ah, i-itu… Ah, aku hanya kebetulan saja-“

“Kau menyukaiku kan?” Mingyu memotong kalimat Jisoo yang belum dirampungkannya dan malah menanyakan hal yang di luar dugaan.

Jisoo tercengang menatap balik Mingyu, “Bu-bukan begitu, maksudku-“

“Syukurlah, karena aku sudah punya gadis yang aku sukai.” Jisoo semakin terkejut saat Mingyu mengatakan hal yang sangat membuat hatinya bagai tertusuk jarum panas.

“Ah, i-iya…” lirih Jisoo.
“Oh ya, Saehyun sedang apa ya? Aku jadi penasaran pagi ini dia sarapan atau tidak.” Mingyu bergumam namun masih dapat didengar Jisoo.

‘Jadi, Mingyu menyukai Saehyun ya…’ lirih Jisoo dalam hati.
Jisoo menundukkan kepalanya, lebih berminat menatap jalanan trotoar yang saat ini dipijakinya. Gadis itu bergelut dengan pikirannya sendiri.

“Apa sekarang kau sedang berpikir kalau aku menyukai Saehyun?” tanya Mingyu yang hanya mendapat respon angggukan kecil dari Jisoo yang masih menundukkan kepalanya.

“Kau ini gadis yang lucu, bahkan sangat!” Mingyu terkikik geli menahan tawanya agar tak lepas kendali.

“Sudah jelas sekali kan kau menyukainya…” lirih Jisoo.

“Kapan aku bilang kalau aku menyukainya?”

“Buktinya saja tadi kau terdengar sangat menghawatirkannya, itu sudah jelas.”

“Mana mungkin aku menyukai sahabat lamaku sendiri? Apalagi dia itu pacar- ah bukan calon pacar temanku.” Jisoo kembali menatap terkejut pada sosok pemuda tampan di hadapannya itu.
“Mak-maksudmu?”
“Aigoo!!!” tiba-tiba saja Saehyun datang menghampiri kedua sejoli tadi dan langsung mengapit leher Mingyu dengan tangan kecilnya. “Jisoo-ya, jangan menatapku dengan tatapan seperti itu. Aku kan jadi takut, euh.” Saehyun berceloteh berlagak sok takut.

Mingyu hanya menatap gadis di sampingnya itu dengan senyuman, dan balik menatap Jisoo yang tengah kebingungan.
“Maaf ya selama ini aku selalu bilang kalau aku tak kenal dekat dengan Mingyu, padahal sebenarnya aku sangat mengenal bocah jelek ini. Dia ini teman satu timku dulu saat aku masih menjadi bagian dari Volley Ball Club.” Jelas Saehyun singkat.
“Benarkah?” Jisoo memastikan.
“Dia benar, kau bisa mempercayaiku.” Chanyeol ikut bergabung, “Mingyu tahu kalau kau menyukainya, dia bahkan juga menyukaimu-Aww, yak!” suara kesakitan Chanyeol akibat senggolan keras Mingyu.

 

Mingyu menatap Jisoo dengan tatapan seriusnya, “Eum, jadi kau mau jadi pacarku?” tanya Mingyu ragu.

“Tentu! Aku mau!!!” jawab Jisoo dengan penuh semangat yang disambut tepuk riuh semangat dari Chanyeol dan Saehyun.
Berbeda dari reaksi yang diberikan Chanyeol dan Saehyun, baik Mingyu maupun Jisoo keduanya sama-sama menunduk malu atas peresmian hubungan mereka.

 

 

 

‘Lihatkan?! Jika kau menyukai seseorang teruslah kejar dia, jangan menyerah meski terkadang sakit hati menghampiri. Karena pada akhirnya sebuah cinta yang tanpa akhir akan mengalahkan sakitnya hatimu.’

-FIN-

Maaf ya hasilnya tak memuakan begini… apalah dayaku yang hanya seorang amatiran saja heuheu…

Advertisements

2 thoughts on “[Vignette] Silly Girl

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s