[Drabble-mix] 60 Seconds

0_副本60 Seconds

Stalkim98

Fluff, Romance || T || Drabble-mix || LOVELYZ

Warning: typo(s), weird

Summary: Apapun itu, enam puluh detik bisa menjadi waktu yang menyenangkan atau bahkan mengerikan.

Disclaimer: judul terinspirasi dari lagu Kim Sunggyu-60 Seconds, tetapi isi berbeda, mungkin kecuali cerita Yein (tapi konsepnya berbeda). Cast hanya milik Tuhan, orang tua, dan agensi. Penulis hanya bertanggung jawab dengan plot. Happy reading!

–––

  1. LOVELYZ’s Lee Soojung (Baby Soul)-INFINITE’s Lee Howon (Hoya)

Cinta hanya butuh enam puluh detik bertatap mata.

“Katanya jika kau bertatap mata selama 60 detik dengan orang yang baru saja kau temui, kau akan langsung jatuh cinta.”

Lee Soojung tertawa kecil mengingat ucapan teman sekelasnya beberapa menit yang lalu. Ia terus melangkah kecil di trotoar. Halte bus tinggal beberapa meter lagi. Ia tetap melangkah dengan senyum yang mengembang, menampakkan lesung di kedua pipinya.

Diingatnya lagi ucapan teman sekelasnya itu. Soojung bertanya pada temannya setelah mendengar ucapan yang sedikit tidak masuk akal itu. “Memang jatuh cinta itu bagaimana?” tanya Soojung saat itu. Temannya tertawa sambil menepuk pundak Soojung. “Kau sudah delapan belas tahun tapi tidak pernah jatuh cinta? Kau pasti tidak pernah bertatap mata selama 60 detik dengan laki-laki, kan? Jatuh cinta itu saat kau merasa seperti ada kupu-kupu berterbangan di perutmu.”

Memang orang jatuh cinta makan kepompong?

Dukkk

Soojung terdorong kebelakang saat memikirkan tentang kupu-kupu di perut. Ia lalu mendongak dan manik matanya bertabrakan dengan laki-laki di hadapannya. Ia mengerjap beberapa kali saat mengalihkan pandangannya dari name tag di jas laki-laki itu yang bertuliskan ‘Lee Howon’ ke mata mungil di balik kaca mata bening itu. Soojung merasakan geli di perutnya. Ah! Soojung lupa! Sudah berapa detik ia menatap sepasang mata laki-laki itu? Enam puluh detikkah? Soojung baru tahu bagaimana rasanya ada banyak kupu-kupu berterbangan di perutnya.

  1. LOVELYZ’s Yoo Jiae-B1A4’s Cha Sun Woo (Baro)

Waktu tidak akan mundur, bahkan untuk enam puluh detik saja!

Sialan! Jiae tidak memiliki kemampuan mengembalikan waktu. Jika bisa, ia akan memutar waktu enam puluh detik yang lalu.

Yoo Jiae masih berdiri di tengah lapangan sekolahnya sendiri. Murid-murid dengan pakaian sama dengannya sudah menghilang beberapa detik yang lalu. Setelah berhasil menertawakan Jiae, mereka pergi dengat tawa dan tatapan merendahkan gadis itu.

Jiae tidak lupa. Saat Cha Sun Woo–laki-laki popular di sekolahnya– menarik tangan Jiae keluar dari kelas dan membawanya ke tengah lapangan. Jangan lupakan para gadis di koridor yang mengikuti keduanya dan mengerubungi Jiae dan Sun Woo.

“Hanya enam puluh detik,” ujar Sun Woo tanpa menatap Jiae yang menatap laki-laki itu dengan tatapan tanya.

Tangan kiri Sun Woo terangkat, menampakkan jam tangan hitam yang melingkar. “Enam puluh detik dari sekarang.”

Jiae mengerjap.

“Kau mau menjadi kekasihku?”

Suara desahan dan teriakan kecewa terdengar dari seluruh penjuru. Sedangkan Jiae yang masih terkejut mencoba tersenyum dan mengangguk.

Senyuman Sun Woo juga mengembang. “Terima kasih. Sekarang kita putus.” Senyum Sun Woo masih mengembang. Ia lalu mengangkat tangannya. “Tepat enam puluh detik.” Sun Woo berbalik dan pergi diikuti para gadis yang saling berbisik–membicarakan Jiae–.

Ah sial! Aku seharusnya tidak mengikuti enam puluh detiknya.

  1. LOVELYZ’s Seo Jisoo-BTS’s Kim Nam Joon (Rap Monster)

Jangan sia-siakan waktumu. Bisa saja hanya dengan enam puluh detik, kau bisa dapat jodoh. Siapa tahu, kan?

Jisoo sudah rapi dengan dress navy selutut tanpa lengan. Rambutnya ia biarkan tergerai. Tangannya menggenggam sebuah undangan reuni dengan teman lama di sekolah menengah atasnya. Senyumnya mengembang saat pertama kali menerima undangan itu. Bagaimana tidak? Sudah lebih dari lima tahun hanya tujuh teman lamanya yang ia temui, mengingat Jisoo pindah ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan. Dan kali ini adalah kesempatannya bisa bertemu dengan teman lamanya.

Tidak seperti yang Jisoo harapkan, acara reuni yang dihadirinya terkesan biasa dan mungkin malah membosankan bagi Jisoo. Tidak banyak orang yang mengajaknya bicara. Jisoo memang bukan orang yang aktif ketika masa sekolah, tetapi bagaimana mungkin ia didiamkan seperti itu?

“Seo Jisoo? Apa Seo Jisoo datang?”

Jisoo mendongak lalu berdiri. Seorang teman yang ia lupa siapa namanya melambai ke arahnya. Jisoo lalu berjalan ke arah panggung.

“Kudengar kau dulu berniat menyatakan cintamu pada Jisoo tapi tidak jadi gara-gara Jisoo akan sekolah di luar negeri. Bagaimana kalau sekarang? Kau butuh berapa lama? Enam puluh detik cukup untukmu?”

Jisoo langsung mendelik.

“Baiklah, enam puluh detik.”

Ya Kim Nam Joon, apa yang kaukatakan? Bagaimana bisa menyatakan cinta hanya butuh enam puluh detik?” protes Jisoo kemudian.

  1. LOVELYZ’s Lee Mijoo-VIXX’s Jeong Taekwoon (Leo)

Yah, walaupun tidak ada yang tahu kapan bisa mendapat kesempatan untuk enam puluh detik terakhir.

“Jika kau hanya punya waktu enam puluh detik sebelum kau pergi, hal apa yang ingin kaulakukan?” Lee Mijoo menoleh dan menatap Taekwoon yang sedang berpikir.

“Hanya enam puluh detik?”

Mijoo mengangguk.

“Aku ingin gunakan tiga puluh detik untuk berlomba tatap mata denganmu tanpa berkedip.”

Sebelah alis Mijoo terangkat. Ia lalu tertawa kecil. “Dengan mata sipitmu itu? Pasti aku yang akan menang,” ujar Mijoo bangga. Ia lalu menatap serius pada kekasihnya itu. “Lalu bagaimana dengan tiga puluh detik sisanya?”

“Mari kita lakukan tiga puluh detik pertama itu. Yah, walaupun ini tidak akan menjadi enam puluh detik terakhirku.” Taekwoon berkata santai sambil menatap Mijoo diiringi dengan senyuman tipisnya.

Mijoo hanya menghela napas kecil dan balas menatap mata Taekwoon.

Satu, dua, tiga, sampai mereka lupa sudah berapa detik mereka saling bertatapan tanpa berkedip.

Taekwoon sudah tidak kuat dan dengan kilat menempelkan bibirnya pada bibir Mijoo, membuat gadis itu mengerjap.

“Kau pasti berkedip, kan? Jadi aku yang menang.” Taekwoon tersenyum.

“Apa yang kau lakukan?” Mata Mijoo membulat.

Taekwoon mendekatkan wajahnya pada Mijoo. Ia dapat merasa hembusan napas kekasihnya. Hanya tersisa beberapa senti dan Taekwoon berkata lirih. “Tiga puluh detik sisanya ingin kugunakan untuk menciummu.”

MIjoo mendorong bahu Taekwoon sampai jatuh ke belakang. “Dasar mesum!”

  1. LOVELYZ’s Kim Jiyeon (Kei)-SEVENTEEN’s Hong Jisoo (Joshua)

Cinta itu tidak seperti matematika hukum satu menit sama dengan enam puluh detik.

“Kali ini kenapa lagi?”

Jiyeon mengangkat kepala malas. Ditatapnya mata Joshua sebentar dan kembali diletakkannya kepalanya pada lipatan tangan di atas meja. Jiyeon tidak merasa terganggu dengan buku-buku pelajaran yang berserakan.

“Jatuh cinta lagi?”

Jiyeon mengangguk. “Aku tidak ingin seperti ini terus.”

Joshua terkekeh. “Tidak apa-apa. Anak remaja biasa seperti itu.”

Mendengar ucapan sahabatnya itu, Jiyeon menegakkan badannya cepat. “Kau juga?” tanyanya menyelidik.

Joshua tergagap. “Eh! Tidak. Kurasa kecuali diriku,” jawabnya. Joshua tersenyum tulus saat melihat Jiyeon kembali melipat wajahnya. “Tidak apa-apa. Cinta itu tidak seperti matematika. Satu menit sama dengan enam puluh detik. Cinta bisa mengubah satu menit menjadi satu detik atau malah enam puluh jam menjadi enam puluh detik. Jadi tidak pasti.”

“Lalu bagaimana jika cinta berubah hanya dalam waktu enam puluh detik?” tanya Jiyeon. Wajahnya masih saja tertekuk.

Joshua menggigit bibir bawahnya dan menggaruk tengkuk yang tidak gatal. “Itu–wajar,” ucapnya terbata. “Ya, kurasa itu wajar. Remaja masih labil. Tidak masalah,” lanjutnya.

“Itu masalah besar, Hong Josh!” seru Jiyeon.

“Tidak apa-apa, enam puluh detik masih masuk akal untuk cinta.”

“Aku tidak yakin enam puluh detik bisa dikatakan jatuh cinta.”

Joshua mengangguk kecil–bukan berarti menyetujui ucapan Jiyeon–. “Bisa saja.               Hatimu tidak bisa berbohong walaupun hanya enam puluh detik,” ucapnya. “Tidak apa-apa, jangan dipikirkan lagi.”

Jiyeon menatap sendu pada Joshua. “Lalu bagaimana jika cinta enam puluh detikku itu adalah kau?”

  1. LOVELYZ’s Park Myungeun (JIN)-UP10TION’s Lee Sung Jun (Wei)

Secepat itukah enam puluh detik?

“Berhentilah. Kau bisa menyakiti dirimu sendiri.”

Myungeun–sapa saja Jin– berhenti dan duduk meluruskan kakinya. Dadanya masih naik turun. Napasnya belum stabil. Keringat membasahi wajahnya.

“Satu menit dua detik adalah rekor tercepatmu. Itu sudah jauh lebih baik.”

Jin menoleh, menatap laki-laki di sebelahnya. “Aku ingin lebih cepat daripada itu, Sung Jun-ssi.”

“Mengapa?” tanya Sung Jun–laki-laki di sebelah Jin–.

Jin memutar bola matanya. “Pelari harus lebih cepat dari pada waktu.”

Sung Jun mengangguk-angguk. “Berapa targetmu?”

“Paling tidak enam puluh detik,” ujar Jin mantap.

“Enam puluh detik kurasa bagus.”

Setelah meneguk minum dari botolnya, Jin menoleh dan menatap penuh tanya pada Sung Jun. “Bagus untuk apa?”

“Untuk menembakmu.”

Jin menghela napas panjang. “Aku harus berlatih lagi untuk enam puluh detik.” Jin mulai berlari menjauhi Sung Jung yang masih diam di tempatnya. “SUNG JUN-SSI, AKU AKAN MEMPERTIMBANGKANNYA SETELAH ENAM PULUH DETIKKU,” teriak Jin tanpa menoleh.

Semakin jauh Jin berlari, senyumnya semakin lebar. Ia benar-benar tidak sabar dengan rekor barunya; enam puluh detik.

  1. LOVELYZ’s Ryu Sujeong-BTS’s Kim Taehyung (V)

Sesuatu bisa hilang hanya dengan enam puluh detik.

Mata Sujeong tidak lepas dari tindakan Taehyung yang sedang mengobrak-abrik isi kotak pensilnya. Ia sudah mengatakan pada laki-laki itu sebelumnya, jangan sampai tidak membereskan barang-barang Sujeong. Dan Taehyung menyanggupinya.

“Ketemu,” seru Taehyung sambil mengangkat sebuah pena berwarna merah. Senyumnya mengembang lebar.

“Kemasi kembali,” perintah Sujeong.

Perlahan raut wajah Taehyung berubah. Senyumnya luntur bersamaan dengan suara Sujeong yang benar-benar tidak enak didengar. “Baiklah.” Taehyung mulai memasukkan kembali alat tulis Sujeong ke dalam kotak pensil berwarna merah jambu itu.

Setelahnya, Sujeong mengangkat wajahnya dan menatap tajam pada Taehyung. “Kim Taehyung.” Yang dipanggil menoleh. “Kau hanya boleh meminjam penaku selama enam puluh detik.”

“Baiklah.” Taehyung langsung mendelik saat sadar ucapan Sujeong. “Ya apa maksudmu? Bagaimana mungkin tugas lima puluh soal selesai hanya enam puluh detik. Dasar gila!”

“Kalau tidak mau ya kembalikan!” seru Sujeong tidak terima.

Taehyung menghela napas kesal. “Baiklah, enam puluh menit.”

Buku Bahasa Inggris yang cukup tebal menghantam kepala Taehyung. Kini Sujeong sudah bangkit dari duduknya dan menyejajarkan dirinya dengan Taehyung. “Enam puluh detik! Kau tidak ingat? Kemarin kau menghilangkan penaku setelah enam puluh detik mengambilnya dari mejaku,” ucap Sujeong. “Kau boleh memilih, enam puluh detik atau lima puluh sembilan detik.”

Aisssh! Aku tidak puluh enam puluh detikmu,” ujar Taehyung sambil melempar pena Sujeong tepat di wajah gadis itu.

“Kim Taehyung bodoh!”

“Ryu Sujeong punya pacar orang bodoh,” seru Taehyung sambil meletakkan kepalanya di atas lipatan tangannya yang tentu saja membuat Sujeong geram.

Apa tidak cukup menghilangkan penaku hanya dengan waktu enam puluh detik?

  1. LOVELYZ’s Jeong Yein-BTS’s Jeon Jungkook

Jangan gegabah, enam puluh detik bisa menjadi hal paling memalukan dalam hidup.

Jeong Yein berlari keluar dari ruang music setelah melihat Jungkook–kekasihnya– berbalik begitu saja dengan wajah masamnya.

“Jeon Jungkook!”

Seakan tidak mendengar apapun, Jungkook tetap melanjutkan langkahnya. Kedua tangannya mengepal. Ia benar-benar marah. Bagaimana tidak marah, jika melihat kekasihnya sedang duduk berdekatan dengan laki-laki lain (yang merupakan mantan Yein) sambil menekan tuts-tuts piano dan tertawa bersama?

Oppa.” Yein mencekal pergelangan tangan Jungkook. Setiap Jungkook marah, Yein selalu berhasil menenagkannya hanya dengan memanggilnya Oppa. Tetapi mungkin tidak untuk kali ini. “Dengarkan aku dulu,” ucap Yein sambil menatap Jungkook yang sudah menghadapnya.

Jungkook hanya diam dan mengalihkan pandangannya, enggan menatap gadisnya itu.

“Berikan aku waktu, enam puluh detik saja.”

Jungkook masih diam.

“Dengarkan aku, Oppa.”

“Empat puluh detik lagi.”

Mata Yein membulat. Apa maksudnya? Bahkan Yein belum mendengar Jungkook berkata mulai.

Yein mengerjap. Ia diam dan tidak melanjutkan perkataannya. Ditatapnya mata Jungkook yang kini tengah mentapnya bingung. Bagaimana jika

“Sepuluh detik lagi.”

Oppa, aku hanya berlatih dan tolong jangan salah paham seperti ini.”

“Waktumu habis,” ucap Jungkook.

Yein menghela napas pendek. Ia berbalik. Ah, benar-benar memalukan! Banyak sekali siswa yang kini sedang menatapnya.

Hendak melangkahkan kakinya, tangan Yein dicekap dan ditarik Jungkook. Laki-laki itu mendekap tubuh Yein.

“Tunggu sebentar, enam puluh detik saja,” ucap Jungkook saat merasa Yein mencoba melepaskan diri.

Yein tiba-tiba bergidik ngeri saat membayangkannya. Ia menatap wajah Jungkook dengan perasaan tidak karuan.

Oppa, aku akan mengatakannya nanti di rumah, jika tidak ada orang.” Yein langsung berlari menjauh dari Jungkook. Jangan sampai Jungkook benar-benar memeluknya di depan banyak orang!

.

.

.

FIN

.

.

A/N: AAAAAAAA Stalkim kembali*nggak ada yang nunggu* Aku bawa drabble-drabble yang sangat tidak karuan/maafkeun/. Tiba-tiba ide tentang enam puluh detik muncul tadi malam setelah dengar lagu Oppa nya LOVELYZ yang paling ngegemesin. Padahal pas itu lagi belajar matematika buat try out nanti jam 2 huhu, malah bikin drabble gini.

Oh ya, ini couple nya ada nggak seperti biasanya, jadi ya, maafkeun jika tidak mengena di hati/helehhhh/. Satu lagi, ini belum sempat dibaca ulang, jadi pasti banyak typo, mianmianmian.

Stalkim pamit undur diri untuk belajar matematika lagi, ya. Do’akan tolong biar nanti selamat dan nggak habis dimakan matematika :’3 Do’akan juga tolong semoga nanti pas ngerjain metematika nggak ada ide yang tiba-tiba melintas :’D Stalkim ucapkan banyak terima kasih untuk yang membaca dan berkenan memberi komentar, terima kasih juga untuk segala dukungan di ff Stalkim yang sebelum2nya/mewek/.

Review please?

Advertisements

4 thoughts on “[Drabble-mix] 60 Seconds

  1. Ide nya keren, kusuka. Aku paling suka yang yein-jungkook sama keijo/kei-joshua maksudnya/, manis-manis gitu kaya gula yang bikin diabetes/ngik/ terus eh taunya aku diabetes karena mereka bukan gula.
    Kusuka😊…..

    Liked by 1 person

    • haihai, kau mampir ke postingan ku lagi^^ wah makasih udah bilang idenya keren, padahal ide ini muncul ditengah2 kefrustasian gegara matematika :(((( mereka emang kapel yang sangat manissssslupakan ceritanya yg bikin pahit:’3
      makasih udah baca dan kasih komentar^^ ❤ hihi

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s