[Vignette] Fall-and-Taint

Standard

Poster Phynz20 Fall-and-Taint by Phynz20

FallandTaint

A Mini Fanfiction by Phynz20 (@putriines)

.

Starring: Ryu Sujeong [Lovelyz] – Kim Taehyung [BTS] || Rated: Teen || Genre: School-Life, Sad, HurtAU! || Length:  1294 word(s)

.

Happy [Late] Valentine!

.

Dapatkah aku menghiraukan dia?

.

Sujeong tak menyadari segala hal tentang cinta bisa lebih rumit dari apapun. Ia bahkan tak ingat kapan terakhir kali ia tersenyum karena cinta. Tidak. Itu sudah lama sekali. Karena cinta, ia sekarang terjatuh begitu dalam dan hanya menanti sebuah pertolongan.

Namun, pertolongan itu tak kunjung datang.

“Senior! Sudah kukatakan berkali-kali!”

Taehyung hanya melirik sekilas kemudian kembali men-dribble bolanya. Arah tatapnya menuju ring. Tak dihiraukannya gertak keras Sujeong. Ia menembakkan bolanya ke arah ring.

“Apa?”

Sujeong menatap kesal. Hampir saja ia membanting jurnal ekskur basket. Ia mendengus. Tersadar kalau menghadapi Taehyung tak bisa dengan gertak keras apalagi dengan amarah.

“Sudah kukatakan berulang kali. Locker-mu terlalu penuh barang. Aku tak bisa menaruh apa pun sekarang. Dan kalau senior lupa, pertandingan akan digelar lusa. Senior tidak mau kan kalau….”

“Dan sudah berulang kali pula aku bilang aku nggak suka dengan keformalanmu itu.”

Pipi Sujeong memerah. Ia bahkan lupa Taehyung selalu mengecam keras ketika ia memanggilnya senior.

“Aku lupa,” ucapnya kecil hampir-hampir tak terdengar.

Taehyung melempar bola basketnya asal dan memusatkan fokusnya pada Sujeong. Beberapa detik berlalu ia tunggu sampai Sujeong kembali normal. Dan didapatinya Sujeong dengan tampang polosnya ketika ia sudah bisa mengembalikan pipi merahnya.

“Apa?”

Locker-mu terlalu penuh barang. Aku nggak bisa menaruh apa pun sekarang,” ulang Sujeong pelan-pelan. Ia ingin melihat reaksi Taehyung, namun tak terjadi apapun. Wajah itu masih saja datar.

“Bukannya Valentine masih besok? Kok locker-ku bisa penuh?”

Sujeong mendengus lagi, benar-benar sudah normal sepertinya. “Cokelat, hadiah-hadiah, surat, dan bermacam lainnya,” ia tahan sebentar sambil memicingkan mata, “Kupikir mereka takut kalau-kalau dihari Valentine nanti locker-mu terlalu penuh barang. Makanya mereka memberinya hari ini.”

Air mukanya berubah. Kentara sekali ia malas mendengar berita yang disampaikan Sujeong. “Barang-barang itu buatmu saja.”

Tak sesuai harapan. Sujeong mendelik dan refleks menghantamkan jurnal ekskur basket ke lengan Taehyung.

“Mana bisa. Itu semua punyamu! Harusnya kak Taehyung menghargai semua jerih payah fans Kakak!”

Taehyung mencubit pipi Sujeong sebagai pembalasan. Ia terkekeh, “Begitu lebih baik.”

“Apa?”

“Berhenti dengan senior dan junior itu.”

Selanjutnya Taehyung melengos pergi tanpa menghiraukan Sujeong.

“Kak Taehyung jangan sampai lupa lusa ada pertandingan! Jangan terlalu keras berlatih, nanti kamu jatuh sakit!”

Sebagai balasannya, Taehyung hanya mengangkat tangannya membentuk isyarat ‘oke’ namun tetap tak membalikkan badannya.

.

Taehyung tidak suka ini. Tidak sama sekali. Ia harus menghembuskan napas berkali-kali hingga jantungnya bisa normal akan keributan ini.

“Sudah kukatakan jangan bersikap seperti itu.”

“Lama-lama kamu semakin mirip seperti Sujeong.”

“Aku nggak mau disamakan dengan gadis kecil itu.”

Taehyung terkekeh ketika kata-kata ‘gadis kecil’ keluar dari mulut Jimin. Dengan langkah mantap dan senyum mengembang, akhirnya Taehyung memberanikan diri melaju ke depan. Disusul oleh Jimin yang melangkah dengan santai.

“Kya Kak Taehyung!”

“Kak, lihat aku!”

“Astaga tampannya!”

“Yaampun wajahnya, aku bisa pingsan!”

Sesungguhnya Taehyung sudah muak dengan hal ini. Bukankah itu sudah berlebihan?

“Jimin, ayo cepat.” Taehyung mengarahkan bibirnya yang hampir tak terbuka ke telinga Jimin sembari menyeretnya.

“Astaga Taehyung, kamu itu abnormal. Siswa lain rela loh bertukar posisi denganmu.”

Tapi Taehyung tak menghiraukannya. Ia terus berjalan sampai terhenti sejenak karena suatu hal.

Gadis itu melihatnya dengan sendu.

.

“Mungkin ia memang sibuk. Huh, siapa juga yang nggak pusing kan kalau locker-nya penuh barang-barang dan….”

“Sujeong, Mingyu mencarimu.”

“Oh?” Sujeong menghentikan gerutuannya sendiri dan memperhatikan Yuju yang tadi menginterupsinya.

Yuju menunjuk pintu kelas, “Itu, Mingyu mencarimu.”

Segera saja tatap Sujeong menuju arah telunjuk Yuju. Ternyata ada lelaki berbadan tegap sedang menatap ke arahnya. Tapi respon Sujeong malah tak keruan.

Ogah-ogahan dia menghampiri lelaki itu. Bukan, bukan karena ia tak suka, tapi ia bingung harus menjawab apa.

Karena Sujeong sudah tahu apa yang akan ditanyakan Mingyu.

“Besok kamu nggak ada acara kan?” Hanya selang beberapa milisekon setelah Sujeong sampai dihadapan Mingyu, pertanyaan itu terlontarkan.

Tak pelak pipi Sujeong memerah.

Lagi-lagi bukan karena perasaannya, melainkan karena jawaban yang harus ia keluarkan.

Kendati Mingyu orang yang tampan dan menyenangkan, namun Sujeong sudah terlebih dulu menaruh harap pada lelaki lain. Ia ingin sekali menerima maksud Mingyu namun sebelah hatinya masih belum menyerah pada lelaki itu.

“Aku ada latihan basket, maaf Mingyu.” Terpaksa ia berlindung pada jadwalnya yang tak penting-penting amat, “Tapi hari ini aku yang traktir deh, hitung-hitung membayar traktiranmu kemarin.”

“Aku menraktirmu bukan untuk minta imbalan, Sujeong.”

“Bukan maksudku, tapi aku nggak suka punya hutang hehe,” kekeh Sujeong malu-malu. Dengan sigap ia manarik lengan Mingyu menuju ke kantin.

.

Mungkin beberapa orang mengira kalau hari Valentine itu hari istimewa, hari yang pas untuk jadian, harinya menghabiskan waktu bersama pacar.

Sujeong sendiri punya pemikiran berbeda tentang Valentine. Ia tak berpikir tentang hari istimewa. Dalam seumur hidupnya, ia tak pernah merasakan hal istimewa pada hari itu. Sebaliknya, kalau melihat teman ceweknya menembak cowok di tanggal 14 Februari sedangkan ia tak pernah berani menyatakan, bahkan memberi kode pada orang yang disukainya, yah mungkin Sujeong merasakannya.

Ia tak pernah jadian pada tanggal itu. Boro-boro jadian, diberikan cokelat saja dia tak pernah.

Pernah sih, tapi malah ia kembalikan kepada sang pengirim beserta surat balasannya.

Menghabiskan waktu bersama pacar justru lebih mustahil.

Tapi, rasa-rasanya ia ingin sekali mengalami rasanya Valentine tahun ini.

Sujeong sendiri tahu hal itu hampir mustahil dilakukan. Perasaan lelaki yang disukainya saja ia tak tahu. Kalau mau nekat, ia yang harus menyatakan perasaannya terlebih dahulu. Dia mana berani.

Entahlah, ia hanya berharap kalau-kalau keajaiban datang.

“Senior!” Sujeong hanya bisa menggerutu melihat kelakuan Taehyung, “Ini sudah H-1 tahu! Kenapa masih berlatih terlalu keras sih, kalau besok kelelahan bagaimana?”

Taehyung menggelindingkan bolanya asal dan menghempaskan tubuhnya ke bangku. Sujeong sigap menghampirinya dengan tangan menggenggam sebotol air mineral.

“Ini.”

Cepat-cepat Taehyung meneguk habis airnya.

“Tangan,” perintah Sujeong dengan tangan menengadah. Taehyung menyerahkan pergelangan tangannya dan dengan cekatan Sujeong mencari nadi Taehyung, menghitungnya.

Belum ada setengah menit, fokus Taehyung sudah teralihkan. Netranya menancap tajam pada Sujeong. Menginterupsinya, “Kamu suka padaku?”

“Hah?” Buyar sudah perhitungannya tadi. Jantungnya seakan turun ke dasar perut ketika kalimat itu terucapkan.

Sujeong pikir mungkin keajaiban yang mengetuk harinya kala itu. Namun, melihat raut Taehyung yang sendu, ia urung membeberkan semua.

Ia tak mau Taehyung menganggap hal yang tidak-tidak padanya.

“Mana mungkin aku suka dengan senior.” Sayangnya drama yang Sujeong mainkan seakan nyata hingga Taehyung tertipu dengan pentas itu.

“Iya juga ya. Sujeong kan mana mungkin sama seperti gadis lain yang mementingkan tampang saja.”

Sujeong tertohok mendengarnya. Bukan karena ketampanan Taehyung lantas ia menaruh harap. Ada getar yang sesungguhnya ketika Taehyung memarahinya hanya karena perkataan formalnya, saat Taehyung menunjukkan sifat aslinya yang berdampak ia merasa dipercayai. Karena tak pernah terpikir bahwa wajah rupawan masuk dalam angan pria impiannya.

Tapi wajah Taehyung seakan mendung. Tak ada tempat untuk mentari bila ia membeberkan semuanya.

“Aku jadian dengan Joy.”

Sudah bukan di dasar perut lagi, jantungnya kini terasa hilang entah kemana.

Jadi, apa maksud Taehyung selama ini? Bersikap baik hanya kebiasaannya, begitu? Kekonyolannya bukan upaya menghiburnya?

Jadi selama ini Taehyung menganggap Sujeong apa?

“Maksud Senior?”Sujeong bertanya dengan nada hati-hati.

“Baru saja, pagi tadi.”

Sekonyong-konyong Sujeong sadar bahwa ia masih menggenggam tangan Taehyung, “Ma-maaf Senior, aku tak bermaksud.” Tangannya dihempaskan. Ia bergegas pindah duduk ke tempat lain.

“Kenapa pindah?”

“Aku tidak mau membuat gosip.”

Kepergian Sujeong sekalian membawa asa yang tak terbayarkan. Ekspektasi yang menyedihkan.

Ia sudah jatuh, tak ada yang bersedia menolong. Jangan sampai nanti ada yang bilang ia hanya noda pada hubungan Taehyung dan Joy.

-FIN-

 Maafkan saya yang membuat sad-fic…. (Udah telat sad-fic lagi wkwkwkwk). Trus sadficnya failed lagi wkwkwk. Jadi maafkan daku yang amburadul seperti ini…….

Sebenernya sih ini fic jadinya tahun lalu tapi ga aku post garagara telat kelar wkwkwk (trus di revisi sejenak wkwkwk).

Saya pamit undur diri yaaaaa huehuehueee

Phynz20’s signing off~ 

Advertisements

9 thoughts on “[Vignette] Fall-and-Taint

  1. ryukyu

    Sad-ficnya gak gagal kok authornim ㅠㅠ aku bisa dapet feelnya ahh mungkin karena aku terlalu bawa perasaan bacanya/? .-.
    Tapi, tapi.. endingnya kasihan banget si Sujeong, ekspektasi tak sesuai realita, itu pasti menyakitkan, apalagi menyangkut perasaan. Turut berduka yaa Sujeong atas hatimu yang menghilang entah kemana ㅠㅠ

    Like

    • Halo Ryukyu! Ines 97lines disini, panggil nama ajaXD
      Haduh, daku merasa gagal tapi wkwkwk
      Yagimana ya…… Doi terlalu malu sih buat ngungkapin jadinya Taehyung salah kaprah hft
      Thankseu ryukyu sudah baca dan komentar!^^

      Like

  2. taehyungie!?

    haduh eonniii T.T
    aku kira yg nolongin sujeong si phi/? tapi ternyata phi nya sama joy huwee.
    btw sadfic nya engga gagal kok,aku ikutan sedih masa/? wkwk
    daebak udah pokoknyaa❤
    sering2 ya bikin castnya taejeong eonnnn’-‘❤

    Like

    • Halo Taehyungie!? ^^
      Tahun lalu aku bikinnya gapengen sad-end tapi berhubung aku gapernah bikin ff taejeong sad jadi hasilnya begini:(
      Hawww makasih ya taehyungie!? XD
      Siappppp dakh TaeJeong shipper kok jadi sering deh bikin ffnya huehuehueXD
      Terimakasih sudah baca dan komentar ya!^^

      Like

  3. azeleza

    APA SIH INI?? AKU TUH SEPANJANG PERJALANAN BACA INI SAMPE ABIS TEH SELALU NGAREP KAPAN JADIANNYA NIH DUA CECURUT??? EH MALAH GINI! KOK GINI???! KOOOK??

    HUAAAA MAAFIN KEPSLOK :”(( Ugh, padahal pas Tae nanya “kamu suka padaku” itu udh momentum yg cuco banget :””” Igh, kezeeeel kezeeel

    In other words, keren sih ini. Sedih nes, sedih :”(

    Like

    • Ini ff tergaje yang pernah ada kak:”)
      LAGIAN ITU DUA ORANG MALU MALU BANGET SIH HFT
      Iya gapapa kakkkk aku suka kepslok bertebaranXD
      Salah mereka kenapa gajujur sama perasaan jadinya gitu hft
      Makasih loh kakkkkk aku pun sedih bikinnya ((yha))
      Makasih udah baca sama komentar ya kakXD

      Liked by 1 person

      • azeleza

        Iya sama2 ines :””D

        Ah tau ah aku masih kesel…jd Tae jg suka sama Ryu? PLIS BILANG IYA JADI AKU BISA NGAREP TAEJOY PUTUS GARA2 SUNGJAE EAAAK WKWKWKWK

        Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s