[Ficlet] Bunga Terakhir

Standard

Bunga Terakhir

Bunga Terakhir

By : Fanita

Main Cast : Astro’s Cha Eunwoo – Lovelyz’ Sujeong

Genre : Sad – Angst – Hurt/Comfort – Friendship – Romance

Rating : PG-15

Type : Ficlet

.

.

            Dua orang muda-mudi itu tersenyum satu sama lain sambil bergandeng tangan. Mereka berjalan untuk sampai ke tempat tujuan mereka. Namanya adalah Cha Eunwoo dan si gadis bernama Ryu Sujeong. Kedua sahabat yang tanpa saling mengetahui, diam-diam menyimpan perasaan suka namun tak pernah berani untuk mengungkapkan perasaan masing-masing.

.

            Keduanya sudah sampai pada tujuan mereka, yaitu pinggir jurang yang menjadi tempat favorit keduanya untuk meredakan stres yang menghampiri hari-hari mereka. Tempat ini di jamin dapat menyegarkan kembali pikiran Sujeong maupun Eunwoo.

“Eunwoo sepertinya ini waktu yang tepat,” kata Sujeong.

“Ryu Sujeong—“

“Eunwoo kamu sudah janji tidak akan melarangku,” potong Sujeong.

Cha Eunwoo terdiam. Dia ingat janjinya pada Sujeong untuk tidak menghalangi niat gadis itu. Sial, Eunwoo menyesal telah bersumpah dihadapan Sujeong wakut itu.

“Bunga terakhir,” celetuk Sujeong.

“Hmm?” gumam Eunwoo.

Sujeong menunjuk bunga yang terletak di bawah jurang. Bunga cantik berwarna itu orange itu benar-benar memikat pandangan Sujeong untuk memilikinya.

“Aku mau bunga itu sebagia bunga terakhirku,”

Lelaki itu melihat bunga yang ditunjuk oleh Sujeong. Setelah itu Cha Eunwoo menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis, “Iya aku ambilkan untukmu,” kata Eunwoo.

.

            “Eunwoo-ya! Eunwoo-ya!” Eunwoo yang sedang tertidur samar-samar mendengar suara orang menyerukan namanya. Dia terbangun lalu bangkit dan membuka pintu kamarnya. Setelah ia membuka pintu, Cha Eunwoo mendapati ibunya memasang raut wajah takut, panik, sedih, syok atau apapun itu.

“Ada apa bu?” tanya Eunwoo dengan suara parau.

“Su…sujeong…”

Deg! Ini waktunya bagi Eunwoo untuk menerima kenyataan pahit itu telah datang. Kenyataan bahwa wanita yang dia cintai telah pergi meninggalkannya. Buru-buru Cha Eunwoo berlari meninggalkan kamar, tak peduli bahwa dia belum membersihkan diri. Yang terpenting untuk saat ini adalah dia ingin bertemu dengan Ryu Sujeong, orang yang dia sayang melebihi apapun yang ada di dunia ini.

.

            Cha Eunwoo berlari ke kamar mayar yang menjadi tempat singgah terakhir bagi Sujeong sebelum pada akhirnya dia akan dikremasikan. Dari jauh Eunwoo melihat sosok bibi Han—ibunya Sujeong—sedang tertawa lepas bersama seorang laki-laki tua yang selama ini Eunwoo benci. Persetanlah dengan orang-orang jahat itu, yang terpenting untuk Eunwoo ialah melihat kesayangannya.

.

            Eunwoo telah masuk ke ruangan yang selama ini dia takuti—yaitu ruang jenazah. Hal pertama yang Eunwoo lihat adalah sosok Sujeong yang terbaring kaki di salah satu tempat tidur. Pakaian yang Sujeong kenakan masih sama seperti yang dia pakai kemari, yaitu seragam sekolah mereka.

.

            Air mata berjatuhan dari pelupuk mata Eunwoo. Ia menangis sekeras mungkin dan melupakan kodratnya sebagai lelaki yang tidak boleh menangis dan harus selalu tegar. Namun untuk kali ini Eunwoo tidak bisa dan tak mampu untuk melakukannya. Dengan langkah kaki yang berat, Eunwoo menghampiri mayat Sujeong dan menangis di depannya.

“Perempuan bodoh! Harusnya aku melarangmu saja!” isak Eunwoo.

Kehilangan sahabat sekaligus cinta pertamanya menjadikan pengalaman ini sebagai sisi pahit dari memorinya. Namun ia tidak bisa melakukan apapun untuk menolong Sujeong, yang mana selama ini tersiksa karena sang ibu menjual dirinya kepada laki-laki kejam yang membutuhkan pelampiasan nafsu setiap malamnya. Eunwoo tahu betul betapa sengsaranya kehidupan yang Sujeong alami setiap harinya, namun di depannya Sujeong selalu tersenyum manis seakan-akan tidak ada masalah yang datang menghampirinya. Sujeong yang tegar atau Sujeong yang bodoh?

.

            Eunwoo masih terdiam di tempatnya. Mungkin lebih dari 1 jam dia berdiri di tempat ini tanpa berniat sedikit pun untuk pergi dari sana. Eunwoo memandang Sujeong lalu melihat tepat ke bibirnya.

“Aku pencuri. Aku tidak mampu melakukannya di saat kamu masih bisa menghembuskan nafas, Sujeong-ah..”

Eunwoo mendekatkan bibirnya ke milik Sujeong lalu menciumnya dengan tulus. Bibir Sujeong terasa sangat dingin bahkan telah membiru. Tak masalah bagi Eunwoo karena dia ingin menandakan perpisahan terakhirnya bersama cinta pertamanya. Ryu Sujeong.

“Aku mencintaimu Sujeong-ah. Aku tidak berani mengatakan ini kepadamu karena aku laki-laki pengecut. Maafkan aku,” sesal Eunwoo.

Perlahan Cha Eunwoo melangkah mundur meninggalkan ruangan ini bersamaan dengan iklasnya harti untuk merelakan kepergian Sujeong dari dunia fana yang tidak pernah memberikan Sujeong kebahagiaan.

.

            “Aku datang dan membawa bunga terakhir yang kamu inginkan,” Eunwoo menempelkan kerangkai bunga mini yang dia siapkan setulus hatinya. Ditatapnya foto Sujeong yang terpajang di dalam sana, “Aku sendirian,” lirih Eunwoo. Selama ini hanya ada Sujeong yang menemaini hari-harinya. Namun sekarang tidak ada lagi senyuman gadis itu untuk menghiasi kehidupannya. Yang tersisa adalah kenangan di antara keduanya yang akan selalu Eunwoo simpan di dalam memori dan hatinya. Selamat jalan cinta pertama, semoga kamu menemukan kebahagiaan di Surga.

.

.

.

.fin.

4 thoughts on “[Ficlet] Bunga Terakhir

  1. nightskies

    BBANGDEOK TT.TT

    halo lagi fan^^ pairingnya lumayan jarang ya, astro-lovelyz. tapi ga ngurangin kekerenan(?) ffmu^^

    gabisa banyak komen sih, cuma aku berasa alurnya kecepetan aja. selebihnya, bagus!^^

    nantikan komen2ku di ffmu selanjutnya yahh^^ jangan bosen deh pokoknya hihi<3 semangat terus, fanitaaa

    Liked by 1 person

  2. kim mingyu?

    aduh aduh bikin perbaper T.T
    yakk sujeongnyaa kok cepet banget die nya/? harusnya mah entaran aja/? haha /plakk/
    daebak kak daebak kok❤
    aku suka sama ff muu. terlebih kalo castnya mingyu x sujeong haha
    keep writing kakk❤❤

    Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s