[Chapter 7] Karma

Karma 2

Karma

By Fanita

Infinite’s Woohyun – Lovelyz’ Mijoo

Cast : Infinite’s Member – Lovelyz’ Member – Jisun – Lee Jungyeop

Genre : Sad – Hurt – Romance || Type : Chapter || Rating : PG-17

Ketika tajamnya sebuah perkataan yang pernah kau lontarkan kembali menyerang dirimu, apa itu yang dinamakan sebuah karma?

 

oppa, kau tidak mendengarku?”

Haeryung terus memandang Woohyun yang ada dihadapannya. Tatapan laki-laki itu begitu kosong seakan-akan jiwanya melayang entah kemana. Haeryung tersenyum jail ketika ia mendapatkan sebuah ide. Ia mengarahkan garpu yang dia pegang dan menusuk sebuah udang milik Woohyun lalu memakannya. Woohyun langsung tersadar dan kaget ketika melihat Haeryung sedang menyunyah udang.

Ya Na Haeryung kau tidak bisa memakan udang itu. Kalau alergimu kambuh bagaimana?” oceh woohyun.

Ia langsung memberikan air putih yang banyak untuk Haeryung agar alergi seafood milik gadis itu tidak kambuh. Sementara Haeryung sendiri hanya bisa tersenyum menggoda pada Woohyun dan kembali memakan steak miliknya.

“Kau perhatian padaku,” kata Haeryung.

“Tidak. Aku hanya saja tidak ingin mengantarmu pulang dengan keadaan sakit,” ucap Woohyun menyangkal.

oppa menyukaiku?”ntanya Haeryung.

“Tidak Haeryung-a,”jawab Woohyun.

“Kenapa? Apa yang kurang dariku sehingga kau tidak mau menjadi kekasihku?”tanya Haeryung lagi dengan suara parau.

“Karena aku menyukai gadis lain, Haeryung-a. Aku tidak bisa menyayangimu lebih dari seorang adik. Maaf..” balas Woohyun tak enak hati.

Haeryung yang mendengar semua jawaban Woohyun hanya bisa diam dan menggenggam garpu serta pisau yang ia pegang dengan keras. Dia begitu emosi saat ini dan juga penasaran siapa gadis yang disukai oleh Woohyun.

**

            Di sisi lain Mijoo sedang tersenyum bahagia ketika Sungyeol mengajaknya untuk melihat bintang-bintang yang tengah bersinar. Ia senang karena Sungyeol mengajaknya ke bukit ini. Bukit tersebut begitu tenang dan sepi. Pemandangan langit di sini juga begitu cantik sehingga Mijoo tidak menyesal menerima ajakan Sungyeol untuk menghiburnya.

“Kau suka?” tanya Sungyeol.

“Ya aku menyukainya Sungyeol-ssi. Terima kasih,” jawab Mijoo.

“Hmm mulai sekarang kau lebih baik memanggilku secara informal saja. Panggil aku Oppa,” kata Sungyeol.

“Sungyeol oppa? Baiklah hehe,” ucap Mijoo tanpa rasa canggung.

Mijoo kembali memperhatikan bintang-bintang dan menunjuknya. Ia melihat rasi bintang yang ada dan tersenyum bahagia.

“pasti ayahku sudah bahagia diatas sana,” gumam Mijoo.

“tentu. Dia akan lebih bahagia jika kau juga bahagia dan menjadi anak yang baik,” celetuk Sungyeol.

oppa..” kaget Mijoo.

“aku mengagetkanmu? Maaf.. tapi begitulah kau tidak boleh menyesali apa yang ada, termasuk takdir ayahmu dan semua yang terjadi padamu,” ucap Sungyeol.

“apa oppa pernah menyesali apa yang terjadi dalam hidupmu?”

“tidak pernah. Sekalipun seseorang yang aku sukai menyukai orang lain aku tidak menyesal,” kata Sungyeol sambil tersenyum menatap Mijoo.

Mijoo terkekeh dan memukul pelan lengan Sungyeol, “hentikan jangan buat aku merasa bersalah,” kata Mijoo.

“hahaha aku hanya bercanda,”

Setelah keadaan cukup sunyi Mijoo diam-diam memikirkan perasaannya pada Woohyun. Ia tidak akan menyesal menyukai atasannya itu dan juga berusaha tidak menyesal atas penolakannya pada Mijoo dulu padanya. Dia memilih untuk menikmati karma yang datang padanya sekarang. Terima kasih untuk Sungyeol yang telah mengajarkannya tentang hal tersebut.

**

            Keesokan harinya Mijoo menjalankan kehidupannya seperti biasa. Dia tidak lagi merasa sedih. Hari ini dia belum melihat Woohyun, bosnya itu tiba lebih awal darinya. Jika bisa dia lebih memilih untuk tidak melihat laki-laki tapi semua mustahil karena Woohyun adalah atasannya.

“Mijoo-ssi tolong antarkan ini pada sajangnim,” tegur Jang Dongwoo, seorang manager di perusahaan ini.

ne algeuseumnida,”kata Mijoo patuh.

Ia buru-buru langsung menjinjing dokumen yang baru saja diberikan padanya. Setelah itu dia beranjak untuk menghampiri Woohyun di ruangannya.

**

Tok..tok..tok…

“masuk!” seru Woohyun dari dalam.

Mijoo membuka pintu secara perlahan dan setelah masuk dia menutup rapat pintu tersebut. Dengan langkah penuh keraguan Mijoo menghampiri Woohyun dan meletakan dokumen yang dia bawa di atas meja untuk atasannya periksa.

“ini adalah laporan dari manager Jang, sajangnim.” kata Mijoo memberi laporan.

“terima kasih,”ucap Woohyun.

“sama-sama kalau begitu aku akan kembali ke mejaku,”ucap Mijoo.

Mijoo memberikan hormat pada Woohyun tanpa melihat laki-laki itu. Lalu Mijoo membalikan badan dan berjalan namun baru saja beberapa langkah suara Woohyun membuatnya menghentikan langkahnya.

“Mijoo-ya,” panggil Woohyun.

“y-ya?” ucap Mijoo tanpa membalikan badannya.

“kemarin siapa laki-laki yang menjemputmu?” tanya Woohyun.

“m-maksud sajangnim adalah Sungyeol oppa?”

Oppa. Mendengar jawaban Mijoo barusan membuatnya sadar akan satu hal bahwa Mijoo dan laki-laki bernama Sungyeol itu begitu dekat. Setelah terdiam sejenak Woohyun kembali berbicara, “kau bisa keluar sekarang,” katanya dengan datar. Mijoo pun buru-buru langsung pergi meninggalkan ruangan Woohyun.

**

“maaf aku lupa kalau hari ini kau ulang tahun. Saengil chukkhae, Howon-ah..”

“…”

“pesta malam ini di klub biasa?”

“…”

“baiklah aku akan datang. Tenang saja. Maaf lupa aku tidak sempat melihat tanggal,”

“…”

“kalau begitu sampai jumpa,”

Woohyun melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Jam menunjukan pukul 2 siang. Semua pekerjaannya telah selsai untuk saat ini dia memiliki waktu untuk membelikan kado untuk Howon, sahabatnya. Woohyun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar ruangannya. Di tatapnya Mijoo yang tengah memperhatikan layar komputer. Laki-laki itu berdehem membuat Mijoo tersadar dan langsung berdiri.

“ada yang perlu dibantu, sajangnim?” tanya Mijoo.

“pekerjaanku sudah selesai, kan?” tanya balik Woohyun. Mijoo menganggukan kepalanya, “kalau begitu ikut aku kesuatu tempat,” lanjut Woohyun.

Tanpa basa-basi Mijoo langsung membawa tasnya dan mengikuti Woohyun dari belakang. Saat di dalam lift keadaan cukup canggung, tidak ada satu orang pun yang mengeluarkan suaranya. Tapi tampaknya Mijoo cukup penasaran akan dibawa ke mana dia saat ini.

sajangnim kita mau kemana?”tanya Mijoo.

“aku ingin membelikan hadiah untuk Howon. Kau adalah wanita dengan selera tinggi pasti kau bisa membantuku memilihkan kado untuknya, kan?” kata Woohyun.

“ooh.. aku mengerti dan bisa membantumu,” balas Mijoo mengangguk paham.

**

            Sampai di pusat perbelanjaan Woohyun dan Mijoo berkeliling penuh kebingungan karena masih berfikir akan memberikan Howon apa. Mijoo melihat ke sekeliling dan tidak sengaja melihat sebuah toko jam tangan mewah. Ia menepuk pundak Woohyun dan menunjukan tempat jam itu. Melihat toko yang ditunjuk oleh Mijoo ia langsung menarik tangan sekretarisnya untuk segera kesana. Mijoo yang ditarik mendadak oleh Woohyun pun menjadi sedikit terkejut namun ia tidak berbuat banyak karena Woohyun terus mendesaknya agar cepat berjalan.

**

            Di dalam toko jam itu Mijoo memperhatikan satu persatu jam yang ditunjukan oleh penjaga toko. Dia menelitih satu persatu jam mahal itu sementara Woohyun melihat untuk dirinya sendiri. Setelah 15 menit menelitih akhirnya pilihan Mijoo tertuju pada jam berwarna hitam dengan hiasan permata mahal didalamnya. Awalnya Mijoo takut bahwa Woohyun akan keberatan dengan pilihannya namun laki-laki itu malah memuji pilihan Mijoo dan setuju untuk memilih yang itu saja.

sajangnim kalau begitu aku keluar duluan,”kata Mijoo.

Woohyun menganggukan kepalanya kemudian membayar hadiah untuk Howon. Setelah membayar dan dibungkus Woohyun langsung keluar dan tak lupa membawa barang belanjaannya. Di luar toko Woohyun mengedarkan pandangannya karena tidak melihat di depan toko. Ia menyipitkan matanya saat mendapati Mijoo sedang berada di depan toko berlian yang berada tepat di depan toko jam yang baru saja ia masukin. Tanpa basa-basi Woohyun langsung menghampiri Mijoo secara perlahan namun ketika ia hendak menepuk pundak gadis itu Woohyun mengurungkan niatnya saat melihat Mijoo memperhatikan salah satu perhiasan dengan senyum terukir di bibirnya.

“Mijoo-ya..” panggil Woohyun.

Mijoo refleks langsung membalikan badannya. Ia terkejut saat jarak antara dirinya dan Woohyun begitu dekat bahkan dia dapat mencium bau maskulin laki-laki itu. Woohyun sendiri juga terkejut bahkan detak jantungnya kini tidak bisa berdetak dengan normal.

“apa kau masih ada urusan disini? Jika tidak lebih baik kita segera kembali ke kantor,” ucap Woohyun dengan kikuk.

**

            Di perjalanan pulang menuju kantor Woohyun keadaan di mobil sangat sunyi. Yang terdengar hanyalah suara deruh nafas keduanya. Woohyun mengetuk jarinya di stir mobil dan menoleh kesamping, yaitu melihat ke arah Mijoo. Gadis itu hanya diam sambil memandangi jalanan Seoul di sore hari ini.

“hmm kau lapar?” tanya Woohyun memecahkan kesunyian diantara mereka.

“tidak sajangnim. Kenapa?” tanya balik Mijoo.

“tidak ada, hanya saja aku sedang lapar. Kita pergi ke suatu tempat dulu sebelum kembali ke kantor,” ucap Woohyun.

“baiklah kalau itu mau sajangnim,” balas Mijoo.

Woohyun lalu memutar arah secara mendadak dan segera ke tempat yang dia inginkan.

**

            Setelah memarkirkan kendaraannya Woohyun melepas sabuk pengamannya berbeda dengan Mijoo yang diam saja sejak mereka berhenti. Woohyun melihat reaksi Mijoo dan hanya menatapnya datar.

“cepat. Aku sudah sangat kelaparan,” desak Woohyun.

“ba-baiklah..” kata Mijoo gugup.

Mijoo dan Woohyun serentak dari turun dan kini bersama-sama berjalan ke tempat makan yang ingin di oleh Woohyun sejak lain. Tidak lain tempat itu adalah cafe milik Sungyeol. Sampai di dalam Mijoo melihat keadaan sekeliling cafe itu seperti mencari sesuatu.

“kau mau pesan apa?” tanya Woohyun berpura-pura tidak tahu apa yang sedang Mijoo cari.

“aku hanya ingin minum saja. Aku pesan lemon tea,” jawab Mijoo.

Setelah menentukan pilihannya Woohyun memanggil seorang pelayan dan tak tanggung itu adalah Sungyeol. Sungyeol terkejut saat melihat Mijoo ada disini bersama seseorang berpakaian seperti orang penting. Dan sekarang laki-laki itu paham siapa orang yang ada dihadapan Mijoo, orang yang disukai gadis itu pastinya.

annyeong.. apa kalian sudah menentukan pilihannya?” tanya Sungyeol.

“aku pesan jus apel dengan sedikit gula lalu makannya aku memilih spaggeti,” jawab Woohyun.

“aku mau pesan lemon tea,” sahut Mijoo.

“baiklah ditunggu 15 menit,” kata Sungyeol lalu kembali ke dapur.

Selagi menunggu pesanan Woohyun dan Mijoo hanya diam sambil mendengarkan alunan lagu yang diputar dalam cafe ini. Mijoo memainkan kukunya dengan kikuk karena tidak tahu harus melakukan apa.

“kau pernah kesini?” tanya Woohyun tiba-tiba.

“lumayan sering. Seseorang yang ku kenal pemilik cafe ini,” jawab Mijoo.

“siapa dia? Laki-laki yang mengantarkanmu pulang itu?” tanya Woohyun mengebu-gebu.

“ya, sungyeol oppa pemilik restauran ini. Yang tadi menanyakan pesanan kita,”balas Mijoo.

“sepertinya hubungan kalian begitu dekat. Sudah berapa lama?” kata Woohyun.

“ye? Ma-maksudnya?” heran Mijoo.

“maksudku—“

Ponsel Woohyun mendadak berdering ia berhenti sejenak untuk mengangkat panggilan itu. Tiba-tiba saja woohyun berdiri dan keluar dari cafe itu. Mijoo paham pasti itu adalah panggilan dari orang penting. Sudah 10 menit berlalu Woohyun belum juga selesai berbicara sementara kini pesanan telah diantar. Saat Mijoo sedang menunggu Woohyun untuk kembali tiba-tiba Sungyeol datang menghampirinya.

“Mijoo-ya,” panggil Sungyeol.

“Oppa!” seru Mijoo sambil tersenyum.

“siapa laki-laki itu? Apa dia orang itu?” tanya Sungyeol to the point. Mijoo menganggukan kepalanya sambil tersenyum tipis, “sepertinya hubungan kalian membaik,”kata Sungyeol.

“tidak ada yang berbeda dengan hubungan kami. Sama seperti biasa,” kata Mijoo.

“kalau begitu aku kembali ke dapur. Sepertinya laki-laki itu sudah selesai dengan urusannya. Selamat menikmati jika ada yang kurang panggil saja aku,” pamit sungyeol tak lupa memberikan senyuman khasnya pada Mijoo.

Benar seperti kata sungyeol barusan woohyun sudah kembali masuk ke dalam cafe dan segera menghampiri woohyun. Aura Woohyun berbeda setelah kembali ke tempat duduk mereka karena ia sempat melihat Mijoo berinteraksi dengan Sungyeol barusan.

“minum minumanmu,”kata Woohyun dingin.

algeuseumnida,”ucap Mijoo heran.

**

            Malam hari telah tiba kini Woohyun berjalan masuk ke dalam sebuah tempat hiburan malam yang dipilih Howon untuk merayakan ulang tahunnya. Woohyun masuk ke dalam ruangan VVIP yang memang Howon sewa untuk pestanya. Saat dia masuk dia terkejut begitu banyak orang yang sudah datang. Dia sedikit merasa bersalah sebagai sahabat karena datang terakhiran bahkan sempat lupa hari ini adalah hari ulang tahun Howon. Woohyun terus memandang keseluruh ruangan untuk mencari di mana Howon dan akhirnya dia melihat sahabatnya tengah mengambil sebuah minuman di salah satu meja, tanpa fikir panjang Woohyun langsung menghampiri Howon.

“Howon-ah!” panggil Woohyun.

Howon tersenyum dan langsung mengajak Woohyun untuk segera duduk ditempat yang kosong dan jauh dari orang-orang.

“maaf aku telat kemari bahkan telah mengucapkan ulang tahun untukmu,” sesal Woohyun.

“santai saja kau bukan orang special untukku,” gurau Howon.

“YA!” kesal Woohyun membuat Howon tertawa keras.

Woohyun yang teringat akan kado untuk Howon langsung mengeluarkan kado itu dari jaketnya dan meletakan di atas meja, “untukmu.” ucap Woohyun dan Howon langsung mengeceknya. Betapa bahagianya Howon saat melihat hadiah itu. Ia tidak pernah membayangkan bahwa Woohyun dapat memberikan sesuatu untuknya sesuai dengan seleranya.

“bagaimana kau tahu aku suka jam seperti ini?” tanya Howon dengan senangnya.

“berterimakasihlah pada Mijoo yang sudah memilihkan itu untukmu,” jawab Woohyun.

“jadi kau mengajaknya membeli ini untukku? Aku kira ini adalah selera Haeryung,” celetuk Howon.

“mana mungkin aku mengajaknya pergi. Dia bisa-bisa mengambil kesempatan untuk mengajakku berbelanja pakaian wanita,” gerutu Woohyun.

“hahaha ngomong-ngomong kau tidak pergi dengannya? Aku juga mengundangnya kemari!” kata Howon.

“ya Lee Howon! Kau akan mati setelah acara ini selesai,” ancam Woohyun.

“maaf..maaf.. dia kan juga seseorang yang ku kenal dekat tidak mungkin mengundangnya. Tidak ada inisiatif mengajak Mijoo kesini?” tanya Howon.

“aku tidak bisa mengajaknya kemari. Dia sudah memiliki kekasih mana ada orang yang ingin kekasihnya diajak pergi ke tempat seperti ini dengan lawan jenis gadisnya,”balas Woohyun lesu.

“tahu dari mana kalau Mijoo sudah punya kekasih?” kaget Howon.

“aku kemarin mengikutinya dan dia makan bersama kekasihnya di cafe milik laki-laki itu malamnya juga Mijoo dijemputnya. Tadi setelah pulang memberi kadomu aku mengajaknya pergi ke cafe pacarnya itu saat aku tinggalkan mereka sempat berbicara,” kata Woohyun panjang lebar.

“Ya! Mereka belum tentu pacaran. Kau harus mencari tahu sumber pasti bukan hanya menyimpulkan dari apa yang kau lihat. Lee Mijoo itu sulit sekali ditebak. Gadis sepertinya sulit sekali untuk dideka—“

Howon berhenti bicara saat sadar di belakang Woohyun sudah ada Haeryung yang berdiri sejak tadi. Howon memberikan kode pada Woohyun agar menoleh ke belakang. Woohyun sendiri kaget saat Haeryung tengah menatapnya dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.

“kau sudah datang. Duduklah disampingku,”kata Woohyun.

Tanpa banyak bicara Haeryung langsung duduk disamping Woohyun dan meminum minuman milik Howon dengan sekali teguk. Howon dan Woohyun pun saling memandang satu sama lain karena heran dengan sikap Haeryung yang sangat dingin. Biasanya gadis itu akan melingkarkan tangannya di lengan Woohyun dengan manja jika sudah bertemu. Tanpa kedua laki-laki itu sadari sejak tadi mereka mendengar percakapan Howon dan Woohyun tentang Mijoo. Tangannya terkepal kuat ketika nama gadis itu selalu terngiang di kepalanya. Dia harus cari tahu siapa orang bernama Lee Mijoo itu.

TBC

Advertisements

One thought on “[Chapter 7] Karma

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s