[A Ship] Day 30

2

Love is…A Ship: Day-30

Author: azeleza

Cast : Kim Jiyeon (Kei) [Lovelyz] || Park Jimin  [BTS]

Genre : Romance – Married life

Length : ~ 900 words

Rating : G

◊◊◊ D-30 ◊◊◊

Ini sudah satu bulan.

“Kursi di depanku masih kosong, Jiyeon-ssi.” Ekor mata Jimin bergerak menuju tatapan yang semenjak tadi terkunci pada aktivitasnya mengunyah sehelai  roti –dan sesekali menyesap kopi.

Semenit lebih, dan tidak ada jawaban. Selalu seperti itu selama tepat satu bulan. Sudah paham, Jimin ingat betul bahwa kalimat pertama dan terakhir yang perempuan itu ucapkan adalah, “Aku tidak ingin bicara denganmu.”

Oleh karena itu Park Jimin tidak bisa berbuat lebih dari berharap bahwa Jiyeon akan membalas perkataannya dalam waktu dekat. Menurut Jimin, kehadiran Jiyeon yang ‘menemaninya’ sarapan dari jarak tiga meter sudah merupakan keajaiban. Jujur saja, hal itu malah membuat Jimin terkejut pada permulaan.

Pasalnya, Jiyeon yang menatapnya dari balik dinding terlihat seperti jelmaan perempuan psikopat dari film-film thriller Hollywood yang siap membunuhnya dengan sebelas jenis pisau berbeda! Kan…agak mengerikan juga. Masih banyak pencapaian yang ingin Jimin raih. Dan Jimin masih muda dengan umur dua puluh lima. Tewas di tangan istri sendiri bukan cara mati yang cukup keren baginya.

Besar ego yang Jimin punya pun tidak lantas membuatnya tidak mengerti betapa muak seorang Kim Jiyeon pada dirinya -laki-laki yang telah merenggut kebebasan putri bungsu keluarga Kim itu dalam ikatan bernama pernikahan.

Pers*tan. Ini lebih mirip perjanjian bisnis untuk menstabilkan kekuasaan.

Sedangkan Jimin penuh kemunafikan. Sejatinya ia berada di posisi yang tak pantas untuk mencemooh hal lumrah dalam keluarganya -dan keluarga Kim Jiyeon- yang kaya raya. Sebab dengan pernikahan ini lah ia dapat sepenuhnya bebas dari paksaan keluarga. Mendapat izin untuk mengejar mimpinya.

Meskipun harus mengorbankan Kim Jiyeon dan masa depan gadis itu.

Menghela napas, “Kau tidak sarapan?” tanya Jimin, kemudian berhenti beberapa langkah di hadapan Jiyeon. Sejenak, ia meneliti sosok mungil yang memiliki status sebagai istrinya itu.

Manis. Meskipun dengan tatapan menyipit sinis.

“Suka roti?”

Hei! Apakah malaikat baru saja berbisik di telinganya?

“Biasa saja. Kau?” balas Jimin cepat-cepat guna memastikan bahwa ia memang sedang berbicara dengan Kim Jiyeon. Untuk pertama kali. Setelah satu bulan mereka terikat dalam status pernikahan.

Eng, apakah ia sedang bermimpi?

“Ku-kurang suka.”

Oh, kenyataan!

“Telur dadar?”

Tolong bilang tidak karena Jimin sebenarnya kura-

“Suka. Omurice?”

-ng suka telur dadar, tapi baiklah…

“Em, aku tidak bisa masak,” ucap Jimin, entah mengapa merasa perlu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Aku…bisa masak.”

“Berarti aku tidak perlu membeli persediaan roti?” Sudut bibir Jimin mengembang begitu saja. Seperti orang bodoh tapi biarlah. Perasaan senang tidak boleh dipendam, kan?

Namun, semenit lewat dan tidak ada jawaban. Mungkinkah Jimin terlalu percaya diri? Yah, namanya juga laki-laki. Tapi, ia tidak boleh gegabah dan harus tetap hati-hati. Salah langkah sedikit, mungkin ia dan Kim Jiyeon baru akan saling bercakap-cakap di perayaan satu tahun pernikahan mereka –dan karena terpaksa.

“Maaf, aku-”

“Iya, tidak usah…”

…Hei, selain telur dadar, Jimin juga kurang suka buah tomat. Tapi, jika wajah merona Kim Jiyeon saat ini adalah salah satu dari buah itu, sepertinya Jimin harus mulai merubah pola hidup.

Lagipula, satu takar wajah merona Kim Jiyeon di pagi hari terdengar menyehatkan.

◊◊◊

Roti panggang.

Hari pertama, laki-laki itu memakan roti panggang untuk sarapan. Minggu pertama, laki-laki itu tidak pernah tidak sarapan dengan roti panggang. Pagi ini tepat satu bulan, dan laki-laki itu, seperti biasa, duduk menghadap jendela untuk mengunyah sarapan. Dua iris roti panggang.

Nayeon pernah bilang bahwa ayahnya yang seorang nakhoda selalu makan roti ketika berlayar. Apakah itu berarti mimpi seorang Park Jimin adalah menjadi seorang kapten kapal?
Ugh, salah sekali penalaran Jiyeon jika sekonyong-konyong menganggap ayah Nayeon dan suaminya adalah orang yang sama…

Oh, sadarkan Jiyeon, tolong. Apa ia baru saja bilang bahwa Park Jimin adalah suaminya?

“Kursi di depanku masih kosong, Jiyeon-ssi.” Kalimat itu menyadarkan Jiyeon dari lamunan, sedangkan tubuhnya masih setia bersandar di dinding dekat tangga.

Canggung. Bingung. Bahkan setelah satu bulan Park Jimin selalu mencoba mengajaknya bicara, Jiyeon masih tidak tahu harus berbuat apa.

Mencoba melupakan fakta bahwa pernikahan ini hanya untuk keperluan bisnis semata? Yang benar saja.

Jangan tertawa, tapi bagi Jiyeon pernikahan itu lebih dari sekedar tanda tangan di atas kertas dan sebuah pesta yang menghamburkan harta. Berbeda memang seperti pemikiran rasional-logis-bisnis kedua orang tuanya.

Perbedaan persepsi ini sesungguhnya adalah hal yang wajar. Jiyeon tumbuh bahagia bersama nenek dan kakeknya di desa. Penuh keharmonisan, kehangatan, kasih sayang, dan cinta. Siapa yang akan tahu bahwa setelah dua puluh tahun ‘dititipkan’ karena ayahnya ‘tidak menginginkan’ anak perempuan, satu mobil limo hitam berhenti di depan rumah kakek untuk menjemputnya? Membawanya ke rumah keluarga Kim yang super megah. Tanpa penolakkan.

Ketika Jiyeon kembali memfokuskan diri pada sosok Park Jimin, laki-laki itu sudah berdiri di hadapannya. “Kau tidak sarapan?”

Neneknya bilang, seorang istri harus menemani suaminya memakan santapan pagi. Menjadi tempat curahan hati sang suami tentang harinya kemarin, pun mendoakan agar harinya kini akan berjalan baik dan menyenangkan.

Tapi, itu neneknya. Dengan suami yang beliau cintai.

Bukan dirinya. Dengan Park Jimin yang sama sekali tidak ia pahami.

Apa mimpi yang sedang laki-laki itu kejar sampai Jimin mengambil keputusan menikah dengan anak kolega ketimbang mengurus perusahaan? Ke mana Jimin pergi setiap hari? Kenapa Jimin selalu makan roti di saat pagi?

“Suka roti?” Kalimat itu keluar begitu saja tanpa permisi. Meninggalkan bibir Jiyeon dan membuatnya merutuk dalam hati.

“Biasa saja. Kau?”

“Ku-kurang suka.” Lagi, otak dan hatinya enggan bersinkronisasi.

“Telur dadar?”

“Suka. Omurice?”

“Em..aku tidak bisa masak.” Jiyeon mendapati perubahan ekspresi pada wajah setengah mengantuk itu.

Dengan rambut berantakan dan kantung mata yang menghitam, Jimin selalu membuat Jiyeon bertanya-tanya. “Apa yang kau lakukan setiap hari? Kenapa selalu pulang malam? Apa kau sudah makan? Dan, apa mimpimu, Park Jimin?”

Tentu saja otaknya belum cukup mabuk untuk melontarkan pertanyaan-pertanyaan itu ke udara, “Aku…bisa masak.”

“Berarti aku tidak perlu membeli persediaan roti?” Senyum Jimin semerta membuat suhu tubuh Jiyeon meroket. Entah kenapa pula mengingatkan Jiyeon pada ucapan neneknya.

“Maaf, aku-”

“Iya..tidak usah.”

Beliau bilang bahwa sarapan bersama merupakan sarana mudah untuk saling mengenal-

“Terima kasih, Kim Jiyeon.”

-dan jatuh cinta.

◊◊◊ A Ship ◊◊◊

◊◊◊ tentang Day-30 ◊◊◊

Oh, ini bukan Day-30 kayak 30 hari lagi hari utama gitu kek H-30 gitu bukan ya :”) Maksudnya ini hari ke 30 pernikahan mereka…ihiks.

Adapun aku bukanlah pencinta yang sedih-sedih, makanya, married life mereka pun ternyata tidak berkonflik (?), atau belum? Ehe :”) Iya, dan dari sini lah hubungan mereka yang sebenarnya dimulai ❤

Ini tuh… ‘Jimin dan Jiyeon menjaga jarak karena Jimin merasa bersalah sama Jiyeon, sedangkan Jiyeon masih sebel sama fakta bahwa dia harus dinikahin paksa tapi dia nyoba untuk melakukan tugasnya juga seperti kata si neneknya’

Apakah Jimin dan Jiyeon sudah saling suka?

Ugh, belum lah. Soalnya Jimin sukanya sama aku #ditampar

coming soon: Day-58

◊◊◊ curhatan azel ◊◊◊

apa ini…dibuatnya di bawah tekanan tugas kuliah yang iuh banget gak ngerti lagi. tapi akhirnya dapet kemudahan juga sih tenyata dosennya tidak sejahat itu dan masih mengerti kondisi mahasiswanya #dosenJugaPernahJadiMahasiswa #curhatMulu

Tidak unyu! Ugh! Dan, apa ya, konfliknya tidak sejelas kisah yg lain, mungkin? Atau belum? #internalConflict  Aku akan sangat berterima kasih kalao ada yg berkenan memberi tahu ini kurangnya dimana? Karena aku pribadi merasa ini kurang greget #dasarPerfeksionis…wkwkwk, atau belum? #ATAUBELUMAJATERUS

Baiklah, seperti biasa, terima kasih buat semua yang sudah baca,  komentar, dan ngelike. Komentar dan like kalian bukan yang utama, tapi tidak memungkiri bahwa itu membuat aku semangat dan bahagia

Advertisements

23 thoughts on “[A Ship] Day 30

    • Whaaa, hai Fatin makasih udah mampir ke mari dan komentar ihiks :”D
      Wkwkwk iya sih mikirnya juga gitu XD Huee makasih udh mau nunggu Fatin~ Sekali lagi makasih udah baca dan komen :3 ❤

      Like

  1. HALO KAK AZEL<3 nightskies in da house, yo! B-)

    lucu ih dua pov :’> jadi sama-sama ngerti isi hati kei dan jimin >< ini ‘realisasi’ dari teaser ‘love is…’ kah? or not?
    [sengaja pake kata yg rada berat biar kakaknya keinget sama teaser2 sebelum love is HUAHAHAHA /otak devil beraksi lagi/]

    si kakak makin hari diksinya makin keren ya. “Menjadi tempat curahan hati sang suami tentang harinya kemarin, pun mendoakan agar harinya kini akan berjalan baik dan menyenangkan.” HUUAAAAA ini marriage-life idaman sekali :””””)

    aku ngerti bgt kak gmn rasanya buat ff di bawah tekanan tugas [dan dalam kasusku, tryout bertumpuk-tumpuk itu T.T] somehow ga puas karena separo otak isinya tugas2, sekaligus bikin plonggg selega telaga(?) karena bs nyalurin hobi [sempet2nya curhat deh night, kebiasaaan u,u]

    aku… harusnya… komentarin sesuatu… tapi… gatau apa yg harus dikomentarin TT.TT bagus diksinya, enak dibaca, jadi apalagi yg kurang?><

    so happy awal weekend dikasih ff sweet fluffy [padahal genrenya bukan fluff, eh atau romance itu sebenernya fluff? ah gatau dehh u,u] sama ka azel :3 semangat selalu dimanapun berada yaa kak^^

    [btw, posternya enak tuh kyknya u,u] [ketauan lg hungry><]

    Liked by 1 person

    • HALO NIGHT! IT’S NIGHT NOW~ Ihiks, makasih udah mampir lagi Night :3

      Iya, ini dua pov karena…tekanan…ugh, sebenarnya gak kayak gini rencana kisah pertama keiminnya :””) Huee, jadi rada gitu deh entahlah ihiks MAKASIH LOH SELALU DIINGETIN KAMU DEBEST LAH WKWKWK NANTIKAN SAJA DEH NIGHT! NANTI NONGOL PAS DESEMBER WKWKWK.

      hueee, ku tak tahu perihal diksi, Night. Aku sendiri akhir2 ini lg jarang baca2 yg lain…jd aku rasa agak kurang dpt suntikan2 kata2 dan penulisan baru huffy. WK IYA, LAH AKU MAH NANTI KALO PUNYA SUAMI NAMPAKNYA KEBURU DITINGGAL KERJA KALI YA WONG BANGUN AJA JAM 10 :”””

      Iya, iyaaa, gitu night kamu tidak sendiri :”) gpp jg kok curhat di mari…Ku lelah mikirin tugas, jadinya merasa perlu tetap seneng2 bae dngn ngelakuin hobi :””

      Hu, maaci Night. Mungkin kamu mau komentari mas Jimin, bilang kalo setiap hari makan roti gak bagus buat orang yang punya maag? #lahIniMahAku #curhatlagi

      SAMA NIGHT! Aku tuh gak tau bedanya romance sama fluff ini tuh apa?? mereke beririsan? atau fluff ini cuma subset di dalem romance? atau sebaliknya? gimana? gimana??

      Wkwkwkwk semangat juga Night!! Aku keknya komentar kuliah susah mulu ya wkwkwk XD

      [penyakit pas malem2 emang ya…]

      Like

  2. Harus dibaca dua kali dulu baru bisa paham/? XD
    Iya konfliknya memang belum kelihatan sih tapi kan ini masih D-30 setelah hari pernikahan, kan agak sedikit lucu kalo konfliknya udah kentara sementara mereka saja belum terlalu mengenal satu sama lain -selain kebiasaan sarapan dipagi hari (?) XD

    Aku baca ini memang agak kurang gereget sih dibanding baca cerita lain bikinan Kak Azel sebelum ini, tapi aku gak tau kurangnya dimana ._.
    Hmm.. kurangnya mungkin kurang dicek kembali sebelum dipublish kali ya, soalnya pas ngambil sudut pandang untuk posisi Jimin dan sudut pandang untuk posisi Jiyeon ada kata yang berbeda. Pas Jimin menawarkan sarapan di satu meja yang sama. Dibagian pertama Jimin bilang ‘didepanku’ sedangkan yang dibagian kedua Jimin bilang ‘disebelahku’ dan ku jadi bingung x))

    Udah itu aja sih, ku kurang bisa mencari apa yang kurang dari karya tulis seseorang x))

    ~ Kak kuliah jurusan apa sih kok kayaknya tugasnya gereget banget gitu :3

    Liked by 1 person

    • Whaa, makasih udah mampir dan komentar Ryukyu :3
      Iya, mereka harus…banyak2 sarapan bareng…trus aku jg mau ikutan…

      Wkwkwk iya kan~ apa ya, kurang nampol nih Jiminnya? (?) XD

      UPDATED RYUKYU! MAKASIH KOREKSINYA AKU GAK NGEH SAMSEK :”” Huaa, aku jg kayak kamu kok, tapi makasih udah berusaha mengkoreksi huhuhu seneng ❤ ❤

      Kuliah yg ada bau2 ITnya gitu deh, tapi aku gaptek…FYI :”D

      Like

  3. AKHIRNYA YANG A SHIP DIPOST JUGA :’) ❤
    Masih gak nyangka jimin-kei pasangan suami istri, mimpi apa aku :’))
    Dan berkali kali jatuh cinta sama jalan cerita & gaya penulisan-nya kak azel, entah mengapa bagus & enak dibaca. Jadi sedih aku :’)
    btw, ini chapter ya kak azel? aku masing bingung 😀

    Liked by 1 person

    • WKWKWK, IYA KAMU TUNGGU YA AKU BAKAL NGEPOST AN ACT JUGA :”)

      MIMPI MAS JIMIN DAN MBA KEI JADI SUAMI ISTRI NAS. duh ini kepslok susah matinya heran :”

      Huwaaa, makasih udah jatuh cinta sama aku /?? #ditendang Huaa kok jadi sedih :”” Hayuk semangat nulisnya kitaaaa

      Engga nas, chapter lelah ternyata #tengok7Sins #nangis Bakal kek kisah Jiae Yoongi dan 94z gitu. nongolnya ficlet/drabble/vignette gitu. em, series kali jatohnya? entahlah aku kurang paham. suka semena2 lah aku ini gak ngeh istilah2 di FF :”

      btw maaci Anas udah baca komentar dan sukaa :3

      Liked by 1 person

      • An act jangan lupa yo kak :”))
        Duh anak nya gimana jadinya coba, kei imut jimin caem, yaudah lah .-.
        udah lelah juga kak bikin ff, ide aku kepentok wajah tamvan kuki sih wkwk
        Anjazz series gitu tohh, btw belum baca jiae suga ehem nanti deh baca:3

        Liked by 1 person

  4. Hola kak azel, aku telat lagi baca dan komen nya, heuheuTT
    Pertama, aku gatau mau komen apa
    Kedua, aku juga bingung mau komen apa
    Ketiga, ini bakal panjang
    Keempat, baru mulai komen/kelamaan/
    Mungkin aku kebingungan waktu pas bagian si kei nya, kok agak sedikit beda ama bagian si chim-chim ya? atau mungkin bagian si kei itu agak lebih dulu ketimbang si chim-chim nya? atau gimana, ah kayanya pertanyaan aku ribet deh/kemungkinan besar bisa bikin mabok/ tapi serius, aku tuh suka banget.
    Dan….dan itu loh mereka tuh marriage life di mix najong/? sama romance ala-ala perjodohan nya itu dapet banget, walaupun sempet agak bingung juga kaya pas lagi baca aku mikir ‘ini ngejelasin apaan?’ terus-terus yah gitu deh akhirnya tau sendiri yang aku baca itu apa/ngik/
    Dan yang lebih keren nya lagi, mungkin keknya, membuat ff dibawah tekanan plus derita tugas itu sesuatu-spesialnya buat kak azel, mungkin, bukan aku juga- banget. bahasanya masih cukup rapi, feelnya masih dapet walaupun pas bagaian kei agak sempet kaya membingungkan jadi kaya ngilang gitu, terus diksi nya yang aku perkirakan akan meningkat pesat seperti roket/maybe/
    Eh aku baru nyadar, ini setara dengan drabble lebih sedikit hampir ke ficlet tapi kurang/ini nih komenan aku/ yah pokoknya sepanjang cerita aku selalu di buat terkejut oleh mu kak azel, balik lagi ‘kusuka layaknya makanan ringan ituloh’/sudah dihak patenkan milik saya kalimat ini/
    Tetep semangat nulis/walalupun dibawah tekanan tugas kampus yang kayanya bejibun/ ya kak, aku kirim doa agar kakak selalu sehat dalam menulis fanfict dan berkegiatan/komen apa ini?!/
    Sekian dari aku, sebelum komen nya makin panjang sepanjang oneshoot…..#Fighting^^

    Liked by 1 person

    • Hai, Nifa~ huee, gpp serius telat mah toh kamu baca dan komentar jg akhirnya ku makasih banget :”3
      Wkwkwkwk, satu, dua, tiga, empat, ku sayang semuanya deh #laah

      Huwaa, itu di waktu yg sama gitu kok wkwkwk. Huhuhu, maaci komentarnya Nifa. Aku rasa ini jg agak kurang menjelaskan sesuatu. Maunya sih cuma ngasih tau awal2 mereka nikah tuh ya jaga jarak bgt, bukan saling benci tapinya. Dan jujur juga, masih bingung sama tokoh SEKIYOWO KEI TAPI KUDU JADI PENDIEM GITU!! #waiwai

      WKWKWK makasih Nifaaa paling geli kalo udah baca ‘kusuka layaknya makanan ringan itu loh’ punya kamu XD

      Huawaa ayo sungkem sungkem lah kita wkwkwk. Makasih Nifaa semoga RLnya jgua baik2 ya di sana :3 Aku penasaran, FF mana yg bisa ngebuat kamu komen oneshoot beneran XD

      Sekali lagi, maaci Nifa, sangat ❤ :3

      Like

  5. YHAA, SEPERTI BIASA FICNYA KAKZEL EMANG HACEP BANGET, KU SUKA :”D
    well, seperti komentar2 di atas emang disini konflik masih belum ketara sama sekali, atau udah tapi akunya yang lemot? :/ aokaok
    ugh, salahkan otak aku yang terlanjur berharap kalo cerita ini akan berakhir fluff kembang gula yang manis2 itu :(( kalaupun engga fluff juga gapapa, yang penting keiminnya tetep bersama sampe akhir /nah/

    btw, dosen yang pengertian sama mahasiswa itu surga dunia pake banget T-T dan ngomong soal dosen, minggu depan ku dah mulai aktif kuliyah #MalahCurhatDiMari

    yosh, tetep semangat kakzel! ku tunggu karya2 yang lainnya XD

    Liked by 1 person

    • WHAAA, MAKASIH RITO UDAH SUKA :”D
      belum ketara menurut aku. ini intinya cuma ‘Jimin suka makan roti karena dia ternyata gak bisa masak’…eh bukan, wkwkwk ‘Jimin dan Jiyeon menjaga jarak karena Jimin merasa bersalah sama Jiyeon, sedangkan Jiyeon masih sebel sama fakta bahwa dia harus dinikahin paksa tapi dia nyoba untuk melakukan tugasnya juga seperti kata si neneknya’ …whoa, ini harusnya masuk ke kolom tentang… wkwkwkk

      UH IYA, MEREKA KEMBANG GULA. AKU JUGA GAK KUAT KALO MEREKA JATOHNYA SEDIH. UGH, KENAPA MEREKA HARUS DIPAKSA NIKAH? KENAPA GAK PELAN-PELAN AJA KENALANNYA??
      #gigitJari

      SEMANGAT KULIYAHNYA!! SEMOGA DOSENNYA BAIK BAIK ❤ ❤
      whoaa maaci Rito~ kutunggu punyamu yg lain :3

      Liked by 1 person

  6. Ini salah satu yang ada di teaser???
    Jujur, aku ngga inget, soalnya pas baca teaser love is… (eh… betul ngga judulnya?) itu aku lagi ngga connect xD wkwk

    Kei-Jimin married life! Woohoo baru nih baca yang macam ini
    Gpp kok kalo belum ada konflik, sekarang masih perkenalan, baru memperkenalkan cerita, nah, nanti baru deh muncul =D

    Menulis di tengah tekanan tugas kuliah ya… aku ngurusin tugas sekolah aja udah rasanya tuh mau… ;AAA;

    Aku ga tau mau bilang apa lagi u,u
    Jadi, semangat ya kak Azel, semoga lancar><
    Karena, masih nunggu-nunggu banget cerita yang lainnya, yang udah bikin aku penasaran setengah mati dan kutunggu sampai nanti:3

    Liked by 1 person

    • Wkwkwk iyaaa :3 Iya itu judulnya Ai~ /ugh, maafkan aku lupa nama asli kamu siapa dan aku punya banyak temen yg namanya Ai jadi udah kebiasaan, mian once again :””)/

      /tebar confeti di pernikahan mereka/ …iya nanti muncul…tau2 mereka cerai aja kan /LAAH!!/

      Wkwkwkwk, semangat sekolahnya Ai :3

      Huaa, makasih udah mampir, baca, dan komentar Ai ❤ Semoga semuanya lancaar~ Maaci jg udah mau nunggin huehue ❤

      Like

  7. sekali lagi maafkan stalkim yang sangat kurang ajar karena baru dateng :(((

    kak azelll aku baris di antrian nomor 1 buat nunggu konflik rumah tangga bang jimin sama mbak kei/kesurupan/ aku penasaran ajasih, gimana masalah di rumah tangga yang nikah nggak karena cinta huhu, jangan sampelah aku gitu, tapi kalo nikah tanpa cinta nya sama jimin atau malah sama myungsoo mah nggakpapa/itu cinta sebelah tangan naqqq/

    aku nggak bisa komentar banyak-banyak karena sedang mengerjakan tugas akhir sekolahku u.u/curhatan anak kelas 3/

    pokoknya semangat terus buat kak azelll, dan day 58 nya kubaca dan kurusuhi besok sajayaaaa, maafkeun :(((

    sukses kakkkk, stalkim mau ikut pergi berlayar dengan bang jimin dan mbak kei duluuuuuu^^ ❤

    Liked by 1 person

    • Huaaa gak perlu minta maaf tau stalkim mah :”D makasih bgt udh mampir dan nyempetin komentar. huhu ku senangs ❤

      SUKSES IH YANG KELAS 3 go! go! demi kampus idaman hihihihi

      yah gitu, mrk kehalang sama kebetean gara2 dipaksain demi uang doang sih sebenernya…#gakKuatJugaYangSedihSedih :”D

      huaa iyaa maaci stalkim ❤

      Liked by 1 person

  8. yeey merried life.. jarang banget keimin ada di genre married life, hampir semua deh member lovelyz jarang di married life..

    tak bosan-bosannya aku selalu menyukai semua karya kak azel yg cantiks ini wkwkwkwk.. aku ga bisa komen banyak. karena banyak sekali kegagumanku di komen” sebelumnya kakak

    Liked by 1 person

    • Oiyaa? Duh aku nikahin semua deh ini member lovelyz wkwkwk xD

      Hueee kok kamu tau sih aku cantik? #dilemparKeSelatSunda
      Iyaa makasih adel smg kisah2 mrk bakal bikin kamu ttp suka yaa ❤

      ❤ ❤ ❤

      Like

  9. KAKZELLLLL. PERTAMA-TAMA MAAFKAN AKU BARU BACA DAN BARU MENINGGALKAN KOMEN. GOMENASAI :*
    Kakzel, kakak musti tau kalau setiap paragraf abis terbaca aku langsung hela napas. Baca lagi, aku hela napas lagi. Pokoknya helaan napasku sejumlah sama total paragaraf(atau mungkin juga percakapan) yang ada di cerita ini. KAKZEL DAEBAK! >.< Aku sampe gatau mau bilang apalagi kak :”) Bagaimana bisa dari konsflik sekecil ini bisa gimana ya Ugh! Greget! Aku suka banget!! Apalagi Kakzel bikin dalam dua POV berbeda. Ugh, Jimin minta dinikahin banget ughhh dan Kei yang ternyata meski berdiam di sudut/ekagalah/ memerhatikan semua gerak-gerik Jimin. Ugh, dia peduli sama suaminya ughhhh.
    Terlepas dari cerita ini, kakak membuatku baper. Okevixx! Nanti kucerita di PC!!
    Ku tjinta Kakzelll :*

    Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s