[Ficlet] Cactus

WooHyun(우현)(INFINITE), Lucia(심규선) _ Cactus(선인장) (DUET) MV_2.mp4_snapshot_02.55_[2016.03.02_21.57.27]_副本

Cactus

Stalkim98 || Jeong Yein (Lovelyz), Jeon Jungkook (BTS) || AU, romance, sad, angst, hurt/comfort || pg-17 || Ficlet (822w)

Summary: Lebih penting mana, aku atau kaktusmu?

Jeong Yein menghentikan langkahnya saat mendapati sepasang kaki panjang berdiri sejajar di hadapannya. Ia mendongakkan kepala–mengalihkan pandangannya dari kaktus yang telah berbunga kecil yang dibawanya. Matanya bertemu pandang dengan seorang laki-laki yang tengah tersenyum padanya, membuat kedua mata Yein terasa panas. Sungguh, Yein tidak pernah ingin bertemu lagi dengan laki-laki itu. Dan saat ini Yein malah menatap mata yang tak ingin disambanginya lagi. Sialnya, jauh dalam lubuk hati gadis itu, ia benar-benar menyukainya, ia sangat bahagia bisa bertemu dengan laki-laki itu lagi. Air mata Yein jatuh dari pelupuk yang sudah tidak kuat lagi menampungnya.

Laki-laki di hadapan Yein masih tersenyum. Kedua tangannya terangkat dan diletakkannya di atas pipi Yein. Jarinya mengusap lembut pipi Yein yang basah. Senyumnya bergetar. Satu tetes air matanya jatuh. Kalau boleh jujur, ia merindukan gadis itu–bisa dibilang sangat merindukannya, malah.

Uljima,” lirih Yein.

Laki-laki di hadapannya mengangguk. Ia mengulas sebuah senyuman di bibirnya yang masih bergetar–menahan tangis–.

“Lagi?”

Kepala Yein menoleh. Senyumnya mengembang saat menatap laki-laki yang sedang mengamati tumbuhan di hadapannya.

“Jeong Yein,” seru Jungkook–laki-laki itu–sambil mengalihkan pandangannya pada kekasihnya. “Apa kaktus lebih penting daripada aku?” tanyanya menyelidik.

Yang ditanya hanya tersenyum sambil mengangguk, membuat laki-laki di hadapannya mengerucutkan bibir.

“Kau akan menyesalinya,” sahut Jungkook.

Yein menangkup pipi Jungkook dengan kedua tangannya. “Apa yang harus kusesali, Tuan Jeon?” tanya Yein sambil mendekatkan wajah Jungkook padanya.

Jungkook mengecup bibir Yein kilat, membuat gadis itu melepaskan tangan dari pipinya. Jungkook tersenyum kecil. “Yein-a, lebih penting mana, aku atau kaktusmu?” Jungkook mendekatkan wajahnya dan tersenyum meminta jawaban dari Yein.

Eummm…” Yein mengetuk-ngetukkan jari di dagunya. “Bukankah kau sudah tahu kalau jawabannya sudah pasti kaktusku?” Alih-alih menjawab, Yein malah bertanya kembali pada Jungkook.

Jungkook menjauhkan wajahnya dan menghela napas. Ia mengangguk-angguk kecil tanda mengerti. “Baiklah, kurasa kau tidak akan menyesal kehilangakn diriku.” Jungkook membalikkan badannya–bersikap seolah-olah sedang merajuk–.

Senyuman Yein melebar melihat tingkah kekasihnya itu. Sedetik kemudian, ia sudah memosisikan dirinya di hadapan Jungkook. “Kau berniat pergi meninggalkanku?” tanya Yein selanjutnya.

“Tentu saja tidak, Bodoh!” sahut Jungkook cepat. Ia menatap tajam pada Yein.

“Aku sudah tahu itu.” Yein terkekeh. Ditariknya tangan Jungkook agar duduk di sofa yang menghadap ke kaktus kecil miliknya.

Jungkook menghela napas pelan. Ditariknya dengan lembut kepala Yein agar bersandar di bahunya. Matanya mengerjap sekali. “Yein-a.” Jungkook menolehkan kepala. Didapatinya Yein tengah menatapnya. Wajah mereka begitu dekat. Bahkan, embusan napas Yein terasa di wajah Jungkook. “Mengapa kaktus lebih penting dariku?”.

Yein mengalihkan pandangannya. Ia menatap kaktusnya yang ada di jendela. “Karena setelah kaktusku berbunga dan menjadi indah, aku akan memberikannya pada seseorang yang sangat berarti untukku,” jawab Yein.

Jungkook tersenyum. Matanya masih menatap Yein yang menyandar pada bahunya. “Orang itu… aku?” Setelah mengajukan pertanyaan retoris itu, Jungkook merasakan bahunya bergerak. Tepat Jungkook merasakannya, Yein mengangguk. “Mengapa tidak kau berikan sekarang saja?”

“Kaktusnya belum berbunga. Aku ingin memberikannya padamu saat bunganya sudah mekar.”

“Aku ingin kaktus itu sekarang, Yein-a.”

Yein menatap Jungkook. “Kalau kuberikan sekarang, nanti kau akan terlalu memerhatikan kaktus itu. Kau pasti akan menunggunya hingga berbunga dan akan mengabaikanku.”

Jungkook tersenyum. “Itu yang kurasakan saat ini, Yein-a. Kau terlalu sibuk dengan kaktusmu sampai mengabaikanku.”

Yein menggeleng pelan. “Jika sudah berbunga itu akan menjadi milikmu. Dan aku tidak pernah mengabaikanmu,” ucap Yein.

“Baiklah.” Jungkook mengalah. “Kau benar-benar tidak akan memberikannya padaku sekarang?”

Yein menggeleng.

“Meski aku memintanya?”

Yein mengangguk. “Tunggulah sebentar lagi. Aku berjanji akan memberikannya padamu.”

Lagi-lagi senyum Jungkook mengembang. Ia mengangguk kecil. Didekatkannya wajahnya pada wajah Yein yang masih menyandar di bahunya. Mata keduanya tertutup. Bibir Jungkook sudah berada di atas milik Yein. Dilumatnya dengan lembut bibir mungil gadis itu.

Jeong Yein, tidak bisakah kau berikan kaktus itu sekarang? Kurasa aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Tidak bisakah aku pergi membawa kaktus itu? Jika tidak, bisakah kau bawakan kaktus itu padaku nanti? Bisakah kau memberikannya padaku tanpa menunggunya berbunga? Biar aku saja yang menunggunya, Yein-a. Kau tahu, aku tidak benar-benar berniat meninggalkanmu. Sungguh, aku benar-benar tidak berniat meninggalkanmu dan membuatmu menunggu kaktusmu berbunga sendiri. Yein-a, tidak bisakah kau berikan kaktus itu sekarang? Biar aku yang menunggunya berbunga.

Bogoshipeosseo, Jeon Jungkook,” lirih Yein saat menyadari laki-laki di hadapannya sudah tidak ada.

Mata Yein semakin perih bersamaan dengan air matanya yang mengalir. Selalu saja ia mengalami hal itu. Ia tidak tahu bahwa khayalan akan lebih menyakitkan. Bayangan laki-laki itu kembali lagi. Yein selalu ingin mengatakan bahwa ia tidak ingin laki-laki itu datang lagi. Yein berjanji akan mengatakan hal itu setelah ia memberikan kaktus yang dibawanya pada laki-laki itu. Ia janji, jika laki-laki itu datang lagi padanya, Yein hanya akan mengatakan satu kalimat yang sangat ingin dikatakannya.

Yein melangkah pelan. Dikulumnya sebuah senyuman tipis. “Jeon Jungkook, kau melihatku, kan? Aku sudah membawakan apa yang kauminta. Tolong jangan lagi mendatangiku. Kau mengerti?” ucap Yein pada seorang laki-laki yang tengah tersenyum padanya. Setelahnya, diletakkannya kaktus yang dibawanya di depan pusara Jeon Jungkook.

Jeong Yein, terima kasih sudah membawakan kaktus itu untukku. Terima kasih telah menunggunya berbunga untukku. Bunganya benar-benar indah, Yein-a.

.

.

.

FIN

.

.

A/N: Annyeong, Stalkim kembali/nggak ada yang nunggu/ Sebelumnya maafkeun gentayangan jam segini huhu

Oh ya, ada yang tau lagu Cactus-nya oppa nya Lovelyz? Itulooo si alay namuhyeon, nah, ff ini judulnya terinspirasi dari lagu itu, tapi isinya, ini 100% murni dari pikiranku. Jujur, aku nggak ngerti maksud MV Cactus itu sendiri :(((

Yah, lagi-lagi aku menistai bang kuki sama deq yein/mewekkk/ Jadi ini ceritanya Yein mau nganter cactus ke ‘rumah’nya kuki, dan tiba-tiba berhalusinasi ngeliat kuki T___T

Oh ya, ini FF pertama dan mungkin terakhirku di bulan maret :’’’) Stalkim mau pamit sebulan lebih, sampai april T___T Mau hiatus buat persiapan US yang udah mulai besok senin, dan sekarang lagi TO, dan setelah US ada UAS lalu pemadatan, dan akhirnya Ujian Nasional :’’’) aku cuma hiatus di wordpress, dan masih aktif di twitter, ya, jadi kalau ada yang mau menghubungi/nggakadanakkk/ bisa di twitter: starsinspirit98 :”D

Stalkim ucapkan terima kasih buat yang sudah baca dan berkenan beri komentar^^ Annyeong ❤

Advertisements

10 thoughts on “[Ficlet] Cactus

  1. jadi… kukinya mati? :””””)
    tolong–hatiku gakuat kalo disuruh baca yang angst2 kayak gini, huhuhu #MaunyaYangBahagia2
    sayang banget kuki gabisa liat langsung bunga kaktus yang diberikan sama yein nya, keburu mati duluan sih? :””( /wut/

    ugh, stalkim, semangat buat ujiannya x) jeongin selalu mendukungmu dari belakang, wkwk /apaansih/ kamu pasti bisa! gambaro! XD
    terakhir, shalom! wkwkwk

    Liked by 1 person

    • iya, salahkan author, jangan salahkan stalkim/dorrr/ huhu
      yah, aku juga maunya yg bahagia, tapi namanya juga dunia ya, ada bahagia ada sedihnya nggak kayak surga/heuuu/

      yein akhirnya menyesal nggak dari lahir merawat kaktusnya/? kan kalo dari lahir pas udah gede kuki bisa liat weheee

      makasih ritooooo ❤ wahaaa aku merasa benar2 didukung bang kuki yang setahun lbh tua dari aku tapi sekolahnya bareng aku kan ya/? sama deq yein yang seumuran sama aku walaupun aku lebih tua (dikitttt) :’D

      terakhir, semangat juga buat rito!!! mungkin setelah ini bener2 meninggalkan wordpress untuk sementara waktu :”’))) annyeong^^

      yang tadi belum terakhir, ini yang terakhir: terima kasih sudah baca dan komen, semoga sukses selalu^^ stalkim sudah dipanggil myeongsu buat bobok nih, annyeong xD

      Liked by 1 person

  2. haiii stalkskim yang mau UN T.T kita senasib ciyee (?)

    kuki, tolonglah jgn tinggalkan yein sendiri di dunia iniii TT.TT [halahhh] tp sedih bgt yahh, kirain mereka bakalan seneng2 till the ever after tp nyatanya HUUAAAA :”( [fix lebay inisih, maapin ea(?)]

    semangat yahh US, UN, dan nulisnya>< aku mau US mingdep nih so sad u,u

    Liked by 1 person

    • haihai nightskies^^ ciyee anak 98 yang mau Uji Nyali-alias UN :’D
      kuki juga aselinya enggak berniat buat ninggalin deq yein, tapi apalah daya, kuki juga manusia punya rasa punya hati yang tak sempurna dan kadang salah/BUAT AKU KUKI SEMPURNA!!!/

      semangat juga nightskies!!! minggu depan? aku jugaaaa…. jangan2 kita sesekolah/abaikan!!!/ :’D

      makasih udah baca dan komen, semoga sukses selaluuuuuuu, ah satu lagi, semangan SMPTN nya^^ (masuk ptn, kan? apa pts? apa kedinasan? ah, yaitulahhh, semangat dan suksessss)^^

      Like

  3. Halo~
    Mata udah panas rasanya tambah panas karena ga kuat, duh aku di awal ngga nyangka kalo Jungkook udah mati.-.
    Kirain mereka jadi ribut atau gimana, eh taunya–begitulah…
    Huhuhu T^T

    Semangat ya untuk kegiatan tingkatan akhir(kelas 12)nya^o^ kalo aku belum waktunya ngerasain sih, nanti tahun depan wkwk :v /ketawamaksa/

    Liked by 1 person

    • hai Aihara^^

      Weheee jangan nangis pelissss, stalkim nggak mau dosa :”)))
      Iya, mereka ribut romantis gegara kaktus kok :’D
      wohooo, makasihhhh, semangat juga buat taun depan, saatnya kamu yang berjuang hehee

      makasih udah baca dan komen, semoga kamu sukses selalu^^

      Like

    • haiiii/entah sudah berapa lama/

      maafkan yang baru bisa balas :”))
      iya ceritanya gitu :”((( jadi deq yein kesepian huhu
      makasih udah baca dan meninggalkan jejak^^

      Like

    • haiiiii aih maafkan baru sempat balas weheee
      iya, ceritanya kuki sudah pergi meninggalkan yein sendiri di dunia ini T.T walaaahhh aku lupa kasih cerita bagaimana kuki pergi/ditabok/ ya, menurut imajinasi pembaca saja deh mau nyimpulin bagaimana kuki pergi :’3
      makasih ya sudah baca dan komen^^ ❤

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s