Posted in LFI FANFICTION, Romance, School-Life, Vignette

[An Act] Challenge

2- challange

Love is…an Act: Challenge

Author: azeleza

Cast : Jung Yein [Lovelyz] || Jeon Jungkook [BTS]

Genre : Romance – School life

Length : ~ 2000 words

Rating : PG-17 (for kissing and cursing)

◊◊◊ Kiss ◊◊◊

◊◊◊ C ◊◊◊

Jeon Jungkook ada di peringkat satu dalam daftar ‘Orang-Orang Yang Tidak Ingin Kutemui Saat Ini’ milik Jung Yein. Realistis, Yein tahu bahwa manusia selalu menjadi mainan menarik bagi Si Kenyataan.

“Berapa kali kau jatuh?”

“Tidak ingat,” jawab Yein, pandangan tetap lurus pada lapangan hijau yang dikelilingi lintasan merah tempat kelasnya tadi melakukan estafet saat pelajaran olahraga.

“Tidak pingsan?”

“Aku ini cantik, bukan lemah, Tuan.” Yein memang tidak ingat berapa kali ia jatuh, baginya itu tidak penting. Rasa kesal yang mendominasi membuat Yein mampu melupakan nyeri di kedua lutut dan goresan di dagunya –hasil jatuh yang entah keberapa, ketika wajahnya mendarat lebih dulu di tanah merah.

“Kau tidak ke klinik?” tanyanya lagi. Ungkapan ‘Laki-laki adalah makhluk yang tidak peka’ itu sepertinya berlaku juga pada Jungkook. Kenapa kemampuan pemuda Jeon dalam membaca pikiran itu pergi di saat-saat seperti ini?

Aku tidak ingin melihat wajahmu, Jeon. Pergi sana.

“Aku menunggu Sujeong.

Dan sejak kapan Yein bisa bertingkah sinis pada Jeon Jungkook ketika banyak mata sedang menyaksikan kedekatan keduanya? Ugh, sial.

“Dia sudah masuk kelas.”

“Bohong.”

“Aku yang menyuruhnya.”

Sial yang kedua. Atau keempat setelah jatuh berkali-kali saat lari dan bertemu Jungkook saat sedang luka-luka.

Kekesalannya memuncak, membuat Yein menoleh ke samping kemudian melihat tubuh Jungkook meringkuk di sampingnya untuk- “Kau ini agak-“

“Terimakasihnya lain kali saja.”

-menggendongnya.

Princess style.

Walaupun sekarang Yein lebih cocok mendapat julukan Yeinderella yang sudah kehabisan sihir Ibu Peri dengan baju olahraga yang kotor dan robek di beberapa bagian. Belum lagi wajah yang cemong terkena tanah dan beberapa bekas merah.

Jelek. Yein benci terlihat jelek.

“Kau cantik kalau diam, Jung.”

Lah?

“Dasar sakit jiwa,” ucap Yein, sadar betul bahwa Jeon Jungkook tersenyum puas ketika semua mata menggumam melihat mereka  -dan memotret!- selama perjalan ke klinik.

◊◊◊

Klinik adalah tempat favoritnya yang ketiga ketika Yein membutuhkan tempat menyendiri.

“Turunkan aku!” teriaknya, lalu berhasil memukul bahu Jungkook dan membebaskan diri dari laki-laki itu. “Soojung unnie? Soojung unnie?”

“Dokter kliniknya sedang tidak ada.”

“Kau sengaja…?” tuntut Yein dengan sebelah alis meninggi. Oh, dan suaranya juga naik beberapa tangga nada.

“Mungkin. Untuk ukuran perempuan yang belum makan dan habis jatuh berkali-kali di lapangan, kau ini berisik banget.”

Yein mengabaikan kalimat itu, kelewat kesal dengan semua tingkah Jungkook yang di luar penalaran. Ia berbaring di kasur, memejamkan mata kemudian untuk mencoba meredam kekesalan.

Ia benci saat ini. Ketika ia berada di kondisi yang payah dan sama sekali tidak anggun.

Sedangkan tatapan Jungkook membuatnya semakin kepanasan kendati Yein hanya melihat hitam di penglihatan.

“Kenapa kau masih di sini?” tanya Yein sinis pada Jungkook yang sudah berdiri di samping kasurnya dengan tangan membawa kotak P3K.

Oh, iya, Yein tahu bahwa sewajarnya, normalnya, seorang laki-laki akan mengobati pacarnya yang sedang terluka. Tapi, JungIn bukanlah sepasang kekasih yang wajar…apalagi normal, ingat?

“Kau sedang tidak berpikir untuk menyuruhku buka celana, kan?” tambah Yein, mata menyipit-nyipit risih pada Jungkook yang sejak tadi menyoroti pinggangnya dengan tatapan bulat.

“Tepat. Karena kau sudah tahu, cepat lakukan.”

Ambilkan HCL, tolong, rasanya Yein ingin menyiram air keras pada wajah Jeon Jungkook yang kelewat congkak. Lalu mencuci otak laki-laki itu agar bersih dari adegan yang melanggar asusila.

“Sinting. Keluar sana, aku bisa mengobati diriku sendiri.”

Jungkook menghela napas dengan tegas, menggeleng singkat seakan ia meragukan semua ucapan Yein. Tanpa kata, ia berjalan ke lemari klinik dan kembali dengan gunting di tangan kanan.

Lalu menggunting celana panjang Yein di bagian atas lutut.

“YA!! APA YANG KAU LAKUKAN SIH, JEON??!”

“Kau kan tidak akan memakai celana robek ini lagi. Hei, aku pernah jadi atlet lari saat SMP,” balas Jungkook, beralih mencopot sepatu kets Yein beserta kaus kakinya. “Ketika kau disikut pelari lain, satu-satunya yang bisa kau lakukan adalah berlari lebih cepat darinya,” tambahnya, kemudian berhenti pada wajah Yein yang masih menunjukkan kemarahan yang kentara.

“Aku tidak tanya. Dan aku paling tidak suka kalimat-kalimat yang sarat makna. Apa yang sebenarnya ingin kau ucapkan?”

Sebuah senyum miring perlahan muncul di wajah Jungkook, dan sedikit perpindahan alis yang membuat laki-laki itu tambah terlihat berkuasa. “Selamat karena sudah mendapatkan banyak haters, Jung Yein.”

Bagus. Untungnya saja Yein belum sempat terpesona dan luluh lantah dengan semua sikap sang casanova.

Well, selamat karena sudah tahu sampai taraf mana para perempuan menyukaimu, Jeon Jungkook.”

“Kita impas,” ucap Jungkook, mengangkat kedua bahu.

Crystal clear.”

Beberapa detik keheningan, lalu klinik dipenuhi suara kotak P3K yang dibuka.

“Ini akan sakit. Kau boleh berteriak sepuasmu,” kata Jungkook sebelum membasahi lutut Yein dengan antiseptik.

“Kau pikir aku selem-SAKIT,YA! JEON JUNGKOOK KAU DAN FANSMU YANG SIALAN ITU!! YA!!”

“Elegan sekali, Nona Jung.”

Yein mengambil bantal, menenggelamkan wajah dan teriakannya dalam si kapas buntal. Jeritannya semakin kencang tertahan saat Jungkook menghadiahi kulitnya yang terkelupas mengeluarkan darah dengan tetesan betadine.

“Tangan.”

“Tidak ada luka di tanganku.” Meringis, Yein berteriak lagi ketika Jungkook mengambil alih bantal agar laki-laki itu dapat menurunkan zipper jaketnya. Jungkook hanya menghela napas, dengan cekatan menepis tangan Yein yang berusaha menghalau tujuannya untuk melepaskan jaket olahraga sang gadis.

“Kau tidak punya daging,” kata Jungkook ketika menarik pergelangan tangan Yein yang terekspos, mencari posisi paling mudah baginya untuk membersihkan goresan di sikut dan telapak tangan Yein.

“Pernah dengar perempuan dan semua cara mereka untuk langsing setiap saat?”

Yein hanya mendapat balasan berupa kesunyian. Cengkraman Jungkook di pergelangan tangannya terasa hangat, membuat Yein memutuskan untuk ikut diam.

Hei, ingat Yein pernah bilang bahwa ia lumayan pandai membedakan tipe laki-laki? Yang gentleman, urakan, hidung belang, dan beberapa yang memang baik hati. Tapi ia sama sekali tidak mengerti Jeon Jungkook. Padahal, Yein sangat bangga dengan kemampuannya itu sejak dulu.

Bahkan ia sampai berani memberi saran pada Ryu Sujeong yang mulai lelah menghadapi Kim Taehyung yang super-tidak-peka-nyaris-dungu itu untuk tetap bertahan. Agak aneh memang, Jung Yein adalah perempuan yang realistis dan rasionalis. Sedangkan ini nyaris dua tahun sejak Sujeong dekat dengan Taehyung. Tapi setelah sering berkunjung ke rumah masing-masing, bahkan sampai menginap saat tahun baru, Sujeong dan Taehyung belum juga melangkahi batas Sunbae-dan-Hobae. Terlihat bodoh, kan? Si Sujeong ini?

Tapi tidak, karena Yein sendiri yakin bahwa Kim Taehyung terlalu menyukai Ryu Sujeong.

Lucu. Yein belum pernah jatuh cinta. Tapi tatapan Taehyung sunbae pada Sujeong selalu membuat Yein iri dan berharap mampu memaksa keduanya langsung menikah saja kalau bisa. Tatapan itu tulus dan memuja.

Bukan tatapan merendahkan yang saat ini dikunci Jeon Jungkook pada dirinya.

“Jangan kelamaan lihat-lihat. Nanti naksir.”

“Mimpi,” tandas Yein sambil merotasikan bola mata.

Tentu saja Yein tidak bisa berharap pada Jeon Jungkook, kan? Apalah artinya status pacar ketika mereka hanya pura-pura.

“Ayo sudahi ini semua.”

Oh, atau mantan pacar?

Yein hanya bisa tertawa kendati tidak ada yang lucu kecuali detak jantungnya yang mendentumkan melodi bernada sumbang. “Whoa, kau mengkhawatirkanku? Jeon, jangan membuatku terharu.”

“Jung, jangan mimpi, masih siang.” Jungkook mengeluarkan beberapa kapas dan kassa dari kotak P3K.

“Ini semua membosankan. Aku tidak mendapatkan apa-apa selain tontonan berupa Jung Yein yang ditindas oleh anak-anak perempuan,” tambah Jungkook.

Lalu hening lagi ketika Jungkook menutup semua luka di tangan dan lutut Yein.  Kemudian beberapa ringisan keluar dari bibir Yein ketika Jungkook menggerakkan pergelangan kakinya, memeriksa apakah ada yang terkilir dan sekedar meregangkan otot Yein yang menegang.

“Sakit?” ucap Jungkook pelan dengan tangannya bertandang di tulang rahang Yein, mengangkat kepala Yein sekian milisenti ke atas guna melihat luka di dahunya dengan lebih jelas.

Sedangkan Yein tidak suka ketika ia bingung harus berkata apa. Logikanya memberi tahu Yein untuk menyetujui ide itu –menyudahi pacaran pura-pura mereka yang baru berjalan di minggu kedua- dengan sikap yang keren. Berkata ‘good deal’ dengan pelafalan aksen British yang kental atau apalah.

Tapi bagaimana caranya berucap dengan elegan ketika tatapan Jungkook lagi-lagi menelannya dengan keambiguan?

“Sedikit.”

“Jung, bersedia menciumku setiap hari? Itu terdengar lebih menyenangkan,” ucap Jungkook dengan sebuah kedipan.

Oh Tuhan, Jung Yein tidak mengerti Jeon Jungkook. Sama sekali.

“Pergi sana. Cowok sinting,” lirih Yein malas dan mendorong tubuh laki-laki Jeon itu menjauh.

“Tidak akan sebelum aku mendengarmu berterima kasih, Jung.” Kalimat itu memasuki telinga Yein dari jarak setipis tisu. Seketika mendukung hangat napas Jungkook untuk menelisik gendang telinganya. Sukses membuat Yein membisu.

YA! KEPARAT! APA YANG KAU LAKUKAN PADA YEIN?”

Lalu suara pukulan dan besi yang bertabrakan menyadarkan Yein dari pandangan yang tidak fokus. Jungkook sudah terjerembab di lantai setelah menambrak pinggiran kasur klinik,. Jung Chanwoo memukuli wajah Jungkook dari atas tubuhnya. Dua kali. Tiga. Dan empat.

“Hentikan! Dia pacarku, Jung Chanwoo,” teriak Yein. Yang malah berhasil membuat Chanwoo menarik Jungkook untuk bangun dan menghantam perut Jungkook dengan lututnya.

“Yein-ah, sudah kubilang dia hanya mempermainkanmu! Lihat apa yang sekarang terjadi padamu!!”

“Ini bukan urusanmu, Chanwoo-ah.” Yein berhasil turun dari kasur, menarik tubuh Chanwoo agar melepaskan Jungkook yang langsung terbaring di lantai sambil terbatuk-batuk.

“Aku yang hanya mempermainkanmu, Jung Chanwoo,” ucap Yein, sepenuhnya serius dan tidak mengada-ada.

Dan Jung Chanwoo memahami maksud Jung Yein tanpa perlu diminta. Iya, Yein sudah pernah bilang bahwa dirinya tidak akan jatuh cinta kepada Chanwoo. Meskipun Chanwoo masih akan terus mencoba.

“Yein…, kau melakukan ini hanya untuk menyingkirkanku?”

“Chanwoo, kau terlalu baik untukku,” ucap Yein, melangkah menjauh ketika tangan Chanwoo mengambang guna menyentuh miliknya.

“Maafkan aku.” Yein menunduk, terlalu lemah untuk membalas tatapan Jung Chanwoo. Sejatinya ia tidak ingin bersikap sok baik untuk kemudian menyakiti Jung Chanwoo lebih lama dari ini.

Kalaupun harus jujur, Yein akan memberikan nilai 100 pada Jung Chanwoo. Ia akan menjadi pacar terbaik yang langka untuk ditemukan. Tapi apa yang harus Yein lakukan ketika yang ia rasakan ketika bersama Chanwoo hanyalah sebatas rasa penyesalan?

Perasaan bersalah itu bukan cinta, kan?

“Waw, ini seperti di drama-drama.” Kalimat itu kembali menyadarkan Yein.

Sosok Chanwoo sudah menghilang dari klinik, meninggalkan dirinya berduaan lagi dengan Jeon Jungkook dengan darah menempel di sudut bibirnya.

Mau tahu apa?

Laki-laki itu tersenyum.

“Dan kau menikmatinya.”

“’Dia pacarku’ itu tadi sempat membuatku ingin meneteskan air mata,” ucap Jungkook sambil setengah tertawa, kemudian duduk di atas kasur dan menyeka luka.

“Masih ingin menyudahi ini semua?” tanya Yein. Kali ini dirinya yang berjalan ke lemari penyimpanan obat, mengambil sebotol lagi antiseptik.

“Mungkin nanti,” laki-laki itu berhenti untuk menjilat tepi bibirnya yang berdarah, “Ketika Jung Chanwoo sadar bahwa kau memang bukan miliknya.”

Jika sekarang ia sedang menonton drama aksi dan laga, Yein akan bilang bahwa Jungkook serupa dengan aktor antagonis yang suka membunuh dan berotak gila. Bagaimana bisa mata laki-laki itu kini dipenuhi semangat dan gairah?

“Aku tidak mengerti laki-laki dan otak mereka yang selalu menganggap perempuan sebagai properti.”

“Bukannya perempuan juga sama saja?”

Fans Jeon Jungkook, maksudnya? Ah, ada yang aneh. Percaya atau tidak, Yein tidak sekesal itu dengan tingkah para fans Jeon Jungkook yang mengerjainya, menghancurkan sepatunya, mengambil bekal makan siangnya, sampai menyikutnya terus menerus saat pelajaran olahraga. Ini semua hanya kerjaan yang kekanak-kanakan.

Membuat Yein tertawa karena saking lucunya.

“Persis,” ucap Yein di sela tawa, kemudian membersihkan luka di bibir Jungkook yang…well, entah kenapa malah terlihat lebih menggoda dengan kehadiran darah di tepinya.

“Omong-omong, berapa pacar yang kau punya?”

Jungkook hanya membalas dengan beberapa kerjapan. “Apa kau masuk hitungan?”

“Terserah.”

“Satu.”

Yein tertawa.

“Jungkook, kau belum cukup dengan menjadi penggoda wanita dan laki-laki sempurna? Sekarang kau ingin jadi pembual juga? Noona yang di mall dan anak SMP di taman itu jelas-jelas bukan orang yang sama, Tuan.”

Noona yang membelikanku sepatu PUMA baru dan adik manis itu hanya sedang butuh jalan-jalan dengan seorang laki-laki tampan. Karena yang kau tanya adalah pacar, ya, hanya kau, Jung Yein Yang Cantik.”

Yein mengernyit, alih-alih kehadiran kupu-kupu, sekarang Yein merasa perutnya seperti sedang digerogoti rayap. Mual dan geli. “Hei, jika kau ingin berpura-pura bersikap manis, lakukanlah yang benar. Saking anehnya, ini membuatku ingin muntah darah di mukamu,” keluh Yein, kemudian hendak menempelkan cotton bud yang telah dibasahi betadine di sudut bibir Jungkook ketika laki-laki itu malah menangkap pergelangan tangannya-

“Aku aktor yang buruk, Yein-ie. Kau ingat, kan?”

-untuk menarik tubuhnya mendekat.

“Apalagi dalam hal berpura-pura menciummu.”

Dengan kedua ujung hidung yang saling bersentuhan, Yein agaknya mulai memahami Jungkook. Harusnya ia tidak pernah lupa.

“Dan kau juga sama buruknya, Jung Yein.”

Mereka berdua sama.

“Mungkin,” bisik Yein, kemudian menutup percakapan dengan ciuman yang mampu membuat Yein sesekali merasakan asinnya darah di dalam adu lidah keduanya.

Mereka menginginkan beberapa kekacauan dalam hidup yang sedatar penggorengan.

Ketika Yein berhenti untuk mengambil napas, ia paham betul bahwa Si Kenyataan paling suka bermain dengan hati manusia.

“Kita sudahi ini ketika salah satu dari kita jatuh cinta, Jeon.”

“…itu akan berlangsung lama, Jung.”

Dan Yein cukup berani untuk ikut serta dalam permainan ini. Menantang Si Kenyataan dengan Kepura-puraan.

.

.

.

Berpura-pura tidak menyukai Jeon Jungkook tidak akan sesulit itu, kan?

◊◊◊ an Act ◊◊◊

◊◊◊ tentang Challenge ◊◊◊

apa ya, selama sepanjang cerita aku mau nunjukkin kalo Yein itu perempuan yg strong, tapi ya dia itu perempuan yang menjaga penampilan jg, gak suka keliatan jelek, lemah, dkk. mencoba mengilustrasikan secara gak langsung jg gmn dia sebenernya galau sama tingkah2 si mas Kuki yg gaje T.T

dan mereka malah tertarik dengan keadaan yg sekarang, Yein dengan hatersnya, pun Kuki dengan rivalnya :”)

personally, aku punya banyak kekecewaan di sini, but gak tau harus diapain lagi :”)

◊◊◊ curhatan azel ◊◊◊

ugh, aku keseringan curhat kalo aku kena webe dan lagi banyak tugas. hiks, makasih buat semuanya yang udah baca, likes, komentar, dan ngasih aku semangat :”D

Advertisements

Author:

Don't stop. Just run!

36 thoughts on “[An Act] Challenge

  1. Agak pusing bacanya, ato aku yang sudah ga kuat/lambai-lambai geje ke kamera/ entah lah ya
    Tapi overall, lagi kusuka yein-kookie disini. Bingung juga mau komen apa….cepet sembuh ya kak webe nya
    Ditunggu selanjutnya kak azel😊

    Liked by 1 person

    1. Hai, Nifa.
      Makasih udh baca dan komentar :3
      Hihi kapan yein-kookie gak bikin suka :”) Hihi iyaa maaci Nifa cemangat dan udh mau nunggu ♡

      Like

  2. Intinya, Yein jaim 😄 dan aku pun sama kaya Yein, bingung sama tingkah Jungkook~

    Dan Yein cukup berani untuk ikut serta dalam permainan ini. Menantang Si Kenyataan dengan Kepura-puraan.
    Jadi.. Yein mau pura-pura ngga suka sama Jungkook?
    Awas, nanti baper deh /kok kayanya malah bakalan aku yang baper ya.-./ sekarang aja bilang ‘mudah’, tapi nanti…
    Btw, mereka berdua sama-sama nikmatin kepura-puraan mereka, jadi greget kan-_- :3

    Segitu aja deh
    Semangat untuk tugas-tugas dan berjuang melawan WB-nya~
    Aku di sini selalu mendukungmu >< wkwk
    Semangat selalu kak Azel, kutunggu karya-karyamu ^o^

    Liked by 1 person

    1. Hai, Ai :3
      Iya…gmn ya, mereka tuh, aneh emng. Gak jelas maunya apa wkwkwk engga deng~
      Huwaa maaci semangatnya Ai~ maaci jg antisipasinya heuheu :3

      Like

  3. mungkin yein masih belum mengenal jungkook, jadi kayak bingung gitu/?
    eh, tapi, si yein ada rasa dong sama jungkook dari awal? atau baru setelah mereka pura-pura pacaran? Jadi makin tidak mengerti dengan yein :’))
    Jungkook juga perhatian banget jadi pacar, walau dalam konteks pacar pura-pura, itu udah kayak pacar suguhan
    mau dalam kondisi sibuk dan terserang webe, walau menurut kakzel kurag puas, tetep ya kakzel, karyanya selalu enak dibaca :”)))
    POKOKNYA DITUNGGU LANJUTANNYA ❤
    JAN LUPA A SHIP YAKKK

    Liked by 1 person

    1. Wayolooo, apakah Yein sudah suka dengan Kuki? Apakah? Apakah??? suara lebay ala reporter gosip
      IYAA, apakah Kuki sungguh2 perhatian?? Apakah? Apakah?? ngapain sih azel..

      Huaa makasih Anas :”) gak tau mau blng apa heuheu

      IYAAA NANTIKAN KELANJUTANNYA YAAA ♡♡♡

      Liked by 1 person

  4. Keren kak Azel!

    Apalagi pas bagian ‘Bahkan ia sampai berani memberi saran pada Ryu Sujeong yang mulai lelah menghadapi Kim Taehyung yang super-tidak-peka-nyaris-dungu itu untuk tetap bertahan. ‘ entah kenapa aku ngakak pake banget. Nyaris dungunya itu lho… haha

    Liked by 1 person

  5. gatau aku mau ketawa aja pas baca “Yein mengernyit, alih-alih kehadiran kupu-kupu, sekarang Yein merasa perutnya seperti sedang digerogoti rayap. Mual dan geli.” :””””) sebegitu menggelikan kah ucapannya kuki? /emangiya/ hwhwhw

    disini yeinnya sedikit tsundere dan, ugh, perfeksionis sekali :”) kalo kuki… beneran international playboy kayaknya :’d wkwkwk. trus mengenai beberapa kalimat di atas, jadi si yein sudah mulai suka sama kuki atau gimana? awasloh, kalian ini masih kecil udah main pacar2an nanti kena batunya :”””) langsung nikah aja sana /eh

    trus trus, untuk diksi sih aku udah gak ada komentar apa2, tetep keren sih :””) tapi tadi aku tadi nemuin beberapa typo di ceritanya kak, sama penggunaan kata asing yang pake tanda miring tapi lupa gak dimiring in (?) /lah/ udah, sih itu aja :”)

    semoga kita sama2 bisa survive dari WB ya kakzel, ppyong! /ngilang/

    Liked by 1 person

    1. Iya, dia “segeli” itu :”)

      Yein semacam ugh cewe galau tp tipe ‘berkelas’? Wkwkw apasih aku xD Kuki playboy kok, beneran…

      Iya, silahkan bingung saja Yein udh suka ato belum ya rito sampe next ep muncul..wkwkwk

      Huaaa diksi aku gini2 aja masa rito, gak ninggi2 nanti pd bosen T.T IYAAA AKU JUGA LIAT KOK setelah seminggi baca lagi proses edittingnya emng gak lama hufy ._.

      #WBJanganDipelihara Mungkin ini saatnya kamu belajar jd Manipper dulu rito wkwkwkwk xD

      Like

  6. Sebenernya sih waktu baca series ff ini agak pusing ya,, soalnya penggunaan bahasanya itu lho yg bikin otak harus bekerja maksimal biar paham maksudnya.. Ini beda bgt dari ff lain yg pernah aku baca,, bener” pertama kalinya baca ff yg pengucapannya gk langsung nunjukin ke makna..
    Konfliknya juga keren,, duh mana mereka keliatam bgt mulai tertarik satu sama lain.. Liat dari yein viewpointnya dia keliatan mulai suka sama jungkook,, sedangkan jungkook uh kalau gk suka mana mungkin dia peduli sama yrin sampe tau di yein dikerjain sama fansnya.. Secara si jungkook si manusia amti sosial yg gk peduli sama sekitarnya bisa peduli sama yein yg jatuh berkali” karena disikut fansnya dia kan keren bgt….
    Dan,, salam kenal ya kak azel ,, mungkin aku bakal jadi pembaca setia jungin couple milikmu mulai dari saat ini kak.. 😆😆 cheer up!💪💪

    Liked by 1 person

    1. Whoaaa hai, Soo In :3
      Makasih udh baca dan komentar ♡

      Ihiks, kayaknya emng gmn gitu ya, di An Act sama A Book of Sacrificial emng mereka aku buat punya pribadi yg agak complicated gitu dan emng gak mau ngefluffy, jd gitu jdnya..ihiks. huaa iyaa silahkan tebak makna2nya sesuka hari Soo In-ah hihihi xD

      Makasih udh bilang keren :”) smg tiba2 gak aneh di ep berikutnya hihihi.

      Whoaaa, makasih udh menerka sampai sana hihihihi xD jadi, apakah Kuki suka? Atau cuma iseng aja? Nantikan di- /yah mulai alay ._.v/

      IYAAA makasih sekali lagi udh baca, suka, komen, ngasih semangat, dan mau nunggu jugaa ♡

      Like

  7. Ini lanjutan “Kiss” ya kak.. dibikin series dong kak Azel, ini bagus bnget😍

    Aku agak bingung awalnya, tpi pas dibaca sekali lgi bru ngerti.
    ‘dan mereka malah tertarik dengan keadaan yg sekarang, Yein dengan hatersnya, pun Kuki dengan rivalnya :”)’
    ini berarti Yein itu udh mulai suka sama Kookie dan pengen ngelawan hatersnya kookie buat balas dendam karna udh dikerjain😂 biar gak dibilang lemah gitu kan kak, terus Kookie udh udh mulai suka juga sama Yein dan penhen nantangin Chanwoo buat ngerebut hatinya Yein..
    Kookie juga bilang klo pacaranya bru 1 dan itu Yein. Kookie itu menurut Yein emng playboy internasional, tpi nyatanya pacarnya emng bru satu.
    Intinya Kookie sama Yein udh mulai suka satu sama lain kan thor/?

    Aku jdi makin penasaran sama lanjutanya.. ditunggu ya kak Azel.. dan Get well soon kak azel😊

    Liked by 1 person

    1. Iyaa, waktu di publish pertama namanya ‘Hello Kiss’, tp diganti gitu de wkwkwk. Ini bakal ada lanjutanya kok Wen, cuma ya tipenya bukan chapter gitu. Kek cerita pendek banyak yg nyeritain mrk, bisa aja nextnya pas masa lalu ato malah pas mrk udh jadian /loh skrng kan udh?/, intinya sesuka hati aku aja gitu wakakakakak maafkan xD /azel emng suka semena2../

      Hihihi maaci udh baca dua kali :”) WHOA, kamu tau drmn Yein mau bales dendam? Kamu membaca isi hati aku? Wkwkwk xD Kuki…pacarnya memang satu,…saat ini…../jewer Kuki/ Udh mulai suka sama aku dedek Yeinnya wkwkwk xD

      Huaa, maaci udh baca, suka, komentar, dan nunggu kelanjutannya Wennie :3 Uugh, tentuu ♡♡

      Like

  8. Ah ini apa, aku baca habis usek dan pengen baca lagi. Teruss terus dan terus, kak jangan lama lama ya updatenya. Aku sebenarnya salah satu pembaca yang sabar tapi untuk kasus ini gak bisa, huwaaaa. Aku iri sama kak Azel, idenya ituloh dan diksinya pasti. Naksir, ke Jungkook Yein, ke kak Azel juga.

    Liked by 1 person

    1. Hai, Yulaa :”) Whoaa smg abis usek jd seger /?/ gitu ya baca ini wkwkwk xD

      Iyaaa tunggu aja ya updatenya kapan :3 Huaa, engga kok aku jg sering keabisan ide 😦 hiks

      CIEEE Yula suka akuuuuh :* wkwkwk. Makasih Yulaa udh baca, komentar, dan nunggu kelanjutannya :3

      Like

  9. Bingung mo bilang apa kak 😂

    Kusuka FF-nya 😂😂

    Jadi Yein ama Jungkook pura pura pacaran kah? O.o

    Anjir Yein di civok Kookie😂😂

    Malah ngebayangin ntu anak berdua civokan /tobat woy/

    Liked by 1 person

    1. Huaa maaci cupid udh baca komen dan sukaaa.

      Iya mrk pura2 gitu deh entahlah anak muda sukanya main2 ku heran… /lah?/

      Duh, wayolo imajinasinya wkwkwk xD

      Like

  10. Ugh,Haters emang nyebelin. Dulu pen JungIn jdi couple
    .sekarang udah jadi malah bully Yein ckckck tak patut tak patut *okeabaikan
    nice fic, aku suka. Ini keren, dan semangaaaat. 😀

    Liked by 1 person

  11. iihhh kak azel emesh emesh deh baca ini ..

    dengan diksi ala kak azel yg super bingungin tapi masuk jleb ke fikiran dan hati .. sukses membuat aku merasakan apa yg dirasakan yein-jungkook disana..

    huhu masa cinta yg indah.. jadi iri deh..

    oh ya kak . .. ini aku nagih seven sins loh, udah abad keberapa ? kakak ga lanjut” .. nanti keburu aku lumutann -,-

    Liked by 1 person

    1. Iiih adel emesh jg deh :”)

      Huaa maafkan ngebingungin ya yg ini :”) ihiks Yein gado2 gitu perasaannya…ini…gak indah kok masa cinta mrk :”)

      HUAAA KU TAK PERCAYA ADA YG NUNGGU :”) DUH MAAFKAN TAPI GAK TAU ITU LG HIATUS MEREKA /???/

      MAAACI ADEL UDH BACA KOMEN SUKA TRUS NUNGGUIN SEVEN SINS JUGAAA ♡♡♡♡

      Like

  12. Mau tidur tapi mampir ke WordPress ini dulu dan liat update-an Ka Azel jadi langsung menunda untuk tidur dan berakhir gak bisa tidur karena… INI APA?! MANIS BANGEUTZZZ!! ㅠㅠ takaran gula dalam cerita ini melebihi dosis dan malah jadi mubazir, ahh manis bikin aku sakit gigi/? 😄

    Sebelumnya sih aku belum pernah atau males baca fanfic yang maincast-nya JeongIn, gak tau kenapa. Tapi setelah baca cerita ini rasanya aku harus menghapus rasa malas ini x)) betapa lucunya tingkah mereka ini, bikin gemezz banget sampai rasanya kepingin cubit pipinya Sujeong/? 😄 si Jeong dan Jung ini malah pingin aku jadiin satu aja nama keluarga mereka hahah gemezzz :3

    Untuk curhatannya.. semangat yaa Ka, aku juga ngerasain apa yang Kakak rasain yaa walaupun berbeda jauh level tugasnya, tapi yang namanya tugas yaa memang menyebalkan ㅠㅠ

    Liked by 1 person

    1. Whoaaa uugh ini gak manis tauu :””) duh maafkan aku gak nyediain obat buat sakit gigi gmn dong…./?/ xD

      Cieee hayuk suka JeongIn lah mrk kan maknae maknae emas korya wkwkwk xD. Iyaaa siii aku jg greget kalo mikirin mrk jd ade kakak xD

      Huuuuuu iyaaa niih parah nyebelin bgt tugasnyaa lelah T.T Semangat jg ya ryukyu sekolahnyaaa :3
      Makasih udh suka baca dan komentar ♡

      Like

  13. KAKZEL :3 lihat, aku masih utuh meski sudah melewati jurang tak berdasar, yang orang-orang panggil dgn sebutan UJIAN x'(

    kak, boleh gaksih kubawa pulang kukinya trus kucemil bareng susu:( biar SEKALIIII aja jgn centil+sok cool+sok ga butuh cinta gitu:(

    dan… heung, lama2 jantungku bisa karatan karena disiramin yekook yg sejenis kayak gini T.T

    also… aku takut nerima kenyataan bila suatu hari yeinnya beneran cinta sama jungkook, tp mereka harus selesai. seperti kata kakak di akhir2.
    /kak, kuyakin kau bisa dengar sayup teriakan, “TOLONG BERI MEREKA AKHIR BAHAGIA. eh tapi kalopun harus sedih jg gapapa sih, TAPI YAH TOLONGLAAAH KAK, KASIAN TAU MEREKA, MASIH KECIL UDAH PATAH HATI/

    paragraf terakhir boleh diabaikan, ini efek mengingat bahwa senin masih ada ujian tapi night-nya ogaaah bgt belajar u,u

    semangat terus kakzel<

    Liked by 1 person

    1. HAIII, MAAFKAN BARU SEMPET BALES. BANYAKNYA TUGAS INI MEMBUATKU ASDFGHJKL KAMU TAU LAH YA NIGHT :”)

      Huaaa terima kasih karena masih utuh trus nyempetin baca dan komen night :3

      WKWKWK GAK BUTUH CINTAA. IYAA WKWKWK GAK BUTUH CINTA YA DIA 😄 SEMACAM HUJAM ASAM YA YEKOOK MACAM INI :”)

      Iya..aku jg takut… /??/ T.T #gakSukaYangGakBahagia

      ooh…kamu mau mrk gak bahagia? Aku dgn senang hati mengabulkan sih night…./LOOOOH???/ karena masih kecil makanya gpp mendapatkan banyak rasa… /APASIH??/

      HUAAA SEMANGAT JUGA NIGHT ♡♡♡ sukses ujian2nyaaa
      Maaci udh baca dan komen :*

      Liked by 1 person

  14. Ngebayangin jungkook jd lelaki gentle paling nyebelin sih kyknya udah diluar kepala bgt. Tp ngebayangin maknae manis yein jd seorang cewe sinis itu agak susah ya. Mau bagaimanapun jg tp aku suka banget sama ff nya. Semua ff kamu sih lebih tepatnya. Alurnya rapih, penulisannya tertata. Pokoknya the best. Kyknya bisa nih jd novelis sungguhan. Kalo beneran ada kasih kabar ya.
    Oiya, aku ndak bisa selalu komen di setiap ff, bukan ngga mau ngehargai mungkin karna terlalu asik sama ceritanya jd pengen lanjut terus. Maklumlah baru menikmatin ff buatan kamu. Thanks for your all stories

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s