[White Day With Kei’s] Love Requirement

Standard

Kei Birthday Event #1 - Love Requirement

Special fanfiction for Kei’s birthday

BaekMinJi93 proudly present

 

—LOVE REQUIREMENT —

 

Starring with birthday’s girl Kim Jiyeon and Seventeen’s Choi Seungcheol

| AU – Comedyfailed! – Fluff – Romance – Slice Of Life| Ficlet (>500W) | General – Teen |

 

Credit poster by HyeKim [https://hyekim16world.wordpress.com/]

Thanks so much, dear ^-^

Uang tidak bisa membeli cinta,

Namun itu dapat meningkatkan persyaratan cintamu

 

“Jiyeon-ah, bisakah kau memberiku sedikit saran tentang hadiah ideal untuk kuberikan padamu saat white day nanti?”

Eh? Kenapa kau bertanya seperti itu? Bukankah hadiah adalah sebuah kejutan?”

“Ya aku tahu. Hanya saja aku ingin membuatmu semakin mencintaiku hanyadengan melihat hadiah pemberianku pada white day tahun ini.”

“Hadiah ideal?” gumam Jiyeon seraya menatap wajah kekasihnya yang kini menampakkan wajah antusiasmenya yang sangat tinggi. “Untuk selalu teringat padamu ketika melihatnya?” dan lagi-lagi Seungcheol mengangguk mantap.

Lama Jiyeon tenggelam dengan pikirannya abstraknya itu,semakin membuat Seungcheol sedikit bosan untuk terus menebak apa dari isi pikiran aneh kekasihnya kali ini. Namun siapa sangka sebuah pekikan yang keluar dari bibir gadis berparas imut itu membuat Seungcheol terjungkal dari duduknya dan mengakibatkan pemuda berparas tampan itu mengaduh kecil. Seolah tidak mempunyai dosa sedikitpun, Jiyeon berujar dengan nada semangat yang berkobar.

“Aku punya. Tepat saat white day nanti, kau harus-… Eh? Seungcheol?” Tentu saja Jiyeon terkejut melihat tubuh kekasihnya kini sedang bersinambung dengan dinginnya lantai perpustakaan sekolah, padahal terakhir kali yang ia ingat, posisi pemuda itu tepat disampingnya. “Kau tidak apa-apa?” tanyanya memastikan.

Dengan sedikit susah payah dan raut wajah kesakitan –tak lupa dengan gosokan yang diberikan pada pantatnya–, Seungcheol bergumam kecil, “Ya aku tidak apa-apa,” –meskipun kenyataannya tidak seperti itu–.

Jiyeon mengangguk kecil, tanda ia paham. “Oh, baiklah.”

Sesederhana itukah? Hanya mengangguk dan bahkan tidak mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri? Demi pesona pantatku yang begitu seksi, apa yang sebenarnya ada didalam pikiran kekasihku saat ini?

 

Seungcheol terus menggerutu didalam hatinya dan menatap Jiyeon heran. Gadis itu kembali memunggungi Seungcheol dan sibuk dengan buku bacaannya. Merasa geram, Seungcheol berniat menyindir gadis kesayangannya. “Kau tidak-…”

Tubuh Jiyeon berbalik dan mengulurkan tangan kanannya, “Aku kekasih yang sangat peka, kan?

Seungcheol memutar bola matanya malas dan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun ia menerima uluran tangan itu dengan raut wajah sebal. “Sudahlah. Cepat katakan hadiah ideal apa yang harus kuberikan padamu ketika white day nanti?”

Lagi. Senyum cerah Jiyeon semakin tercetak jelas di wajah cantik yang selalu membuat Seungcheol terpana. Tapi tidak untuk kali ini. Senyum Jiyeon tidak terkesan lembut dan menenangkan hati seperti biasanya, melainkan lebih terkesan… menyembunyikan sesuatu?

“Kau akan mengetahuinya hingga hari itu tiba. Yang sabar ya, Seungcheolku sayang.

***

Oh… demi koleksi kaus kaki bau milik Jisoo tersayang, Seungcheol sungguh merutuki kesalahan yang ia buat beberapa hari yang lalu. Sungguh ia menyesalinya sekarang.

Seharusnya ia tidak kelepasan bicara saat itu. Seharusnya ia tetap menganggap itu sebuah kejutan. Dan seharusnya ia tidak perlu merasa iri dengan Mingyu yang selalu berhasil membuat Sujeong terkesima dengan semua hadiah yang pemuda itu berikan pada gadisnya itu.

Bodoh. Dasar Seungcheol bodoh.

Sumpah, Seungcheol bosan sekarang. Bahkan jauh di lubuk hatinya ia membuat sebuah sayembara gilanya, yang berisi barang siapa yang bisa membuatnya beranjak dari posisinya sekarang, ia berjanji akan memberikan seluruh koleksi boneka teletubiesnya edisispesial untuk pemenangnya. Tenang saja, sayembara ini terbuka untuk umum, jadi semua orang bisa mendaftar jika bersedia memenuhi syarat gila diatas. Tertarik?

Lain Seungcheol maka lain pula dengan Jiyeon. Jika Seungcheol memilih untuk sibuk berperang dengan segala argumen yang ada didalam pikiran anehnya itu, Jiyeon malah lebih sibuk dengan aktivitas memilih barang-barang yang terpajang rapi di rak departement store ternama itu. Tak lupa dengan pekikan kecilnya saat netranya kembali menangkap barang-barang lucu atauapapun itu asalkan cocok dengan seleranya dan pada akhirnya barang-barang yang disambutnya dengan pekikan kecil itupun berakhir didalam pelukan hangat milik Choi Seungcheol seorang.

Apakah ini yang dimaksud dengan perayaan spesial white day yang diucapkan Jiyeon tiga hari yang lalu?

Apakah semua ini hadiah ideal baginya?

 

Jika kau berani mengatakan “ya” untuk kedua pertanyaan diatas, makas bersiap-siaplah kau menerima tendangan maut khas seorang Choi Seungcheol. Oke, ini berlebihan.

Tidak peduli dengan berapa banyak pasang baju atau bahkan berapa banyak pasang sepatu serta tas yang sudah Jiyeon pilih, gadis itu masih saja sibuk memilih dan melakukan hal yang sama. Merasa terabaikan dan dirugikan, Seungcheol mulai menggerutu kecil.

“Apakah ini yang disebut hadiah ideal untuk merayakan white day? Kupikir gadis gila ini sudah sangat berlebihan.”

Jiyeon menoleh kearah Seungcheol tepat setelah pemuda itu menutup mulutnya. “Kau mengatakan sesuatu, Cheollie?

Seungcheol terkesiap, “Ah… tidak. Tentu saja tidak.”

Tentu saja bohong lebih tepatnya.

Oh… oke,” dan gadis itupun kembali disibukan dengan aktivitasnya.

Merasa ada yang mengganjal dan tidak kuat lagi, Seungcheol kembali membuka suara dengan hati-hati. “Jiyeon-ah.”

Masih dengan netra yang terkunci dengan barang-barang bermerk itu, Jiyeon bergumam sebagai jawabannya.

“Apa kau yakin jika barang-barang ini akan mengingatkanmu padaku? Ah… maksudku, apakah barang-barang ini kau anggap sebagai hadiah yang ideal?”

Jiyeon menoleh heran kearah Seungcheol yang dibuktikannya dengan tautan kedua alisnya yang menyatu itu. Namun sedetik kemudian ia kembali mengalihkan pandangannya. “Tentu saja. Sesuai dengan semua pengorbananmu untuk membelikanku barang-barang ini, maka tak pelak barang-barang inilah yang membuatku akan selalu teringat padamu dan semakin membuatku mencintaimu.”

Hei, apa Seungcheol baru saja salah dengar?

 

Eum… maksudku bukan seperti itu,” pemuda itu menggantungkan ucapannya karena bingung ingin berkata apa selanjutnya. “Hanya saja, bukankah cinta berdasarkan perasaan yang tulus dan bukannya karena eum… materi?” lanjutnya dengan nada yang penuh ragu di akhir kalimat.

Aktivitas jari-jemari Jiyeon yang semula lihai memilih jajaran pakaian yang digantung itu terhenti seketika. Sempat terjadi keheningan sejenak dan itu semakin membuat Seungcheol salah tingkah dan cepat-cepat meralat ucapannya. “Eum… maksudku bukan seperti itu. Maksudku ialah-…”

“Seungcheolku sayang, sepertinya kau belum mendengar ungkapan yang sedang sangat booming saat ini, ya? Asal Seungcheolku tahu saja, cinta memang tidak bisa dibeli dengan uang, tapi uang dapat meningkatkan perasaan cintamu itu. Tidak mungkin bukan jika kita hidup hanya dengan berporos pada perasaan cinta? Kita perlu makan untuk bertahan hidup dan untuk membeli makanan kita memerlukan uang. Jadi uang adalah segalanya untuk kita dan uang tidak akan mempengaruhi goyahnya perasaan itu asalkan saja kita tetap rela berkorban untuk mempertahankannya. Cinta memang penting, tapi uang jauh lebih penting, Cheolliekusayang. Sekarang kau paham apa maksudku mengajakmu kesini?”

Sialan!

Siapa yang berani membuat ungkapan gila itu? Jika kau mengetahuinya, maka cepat katakan pada Seungcheol karena dia akan dengan senang hati menunjukkan kemampuan tendangantaekwondonya pada bokong orang itu.

Dasar ungkapan gila!

— FIN —

 

A/N :

Hello… BaekMinJi93 here…

Aneh ya? Please jangan tanya maksud dari FF ini karena ia muncul gitu aja tanpa bisa aku kendaliin huhu…

Sebelumnya, aku minta maaf sama Mayla + Kak Fanny karena di FF ini aku terkesan menistakan prompt indah itu… Beneran maafkan aku ya. Apalagi kalimat terakhir itu, suwer aku nggak ada maksud menghina kok, hanya saja aku pengen feel comedy absurdku tersebar melalui kalimat itu. Sekali lagi maafkan aku, kak, May /sungkem cantik/

Betewe betewe… ini garing ya? Iya aku tau kok, tapi harap maklum ya, kadar feel komedi di FFku selalu aja ancur secara aku nggak berbakat buat jadi pelawak /hadeh ngeles aja lu, Be/

Terakhir, semoga kalian suka dan…

Happy White Day for everyone and

Happy 22nd birthday ma top bias, beautiful birthday princess Kim Jiyeon.

God bless you… ^-^

 

Warm Regards

From the cutest (?) and invisible author,

 

BaekMinJi93 —

Advertisements

2 thoughts on “[White Day With Kei’s] Love Requirement

  1. ekhem ekhem kak, akhirnya aku mampir

    Dan ya karena ini genre komedi ya pasti ada lucunya. Lucu pas Seungcheol jatoh tapi jiyeon gak langsung nolongin LOL XD

    Dan kusetuju sama jiyeon : “cinta memang tidak bisa dibeli dengan uang, tapi uang dapat meningkatkan perasaan cintamu itu. Tidak mungkin bukan jika kita hidup hanya dengan berporos pada perasaan cinta? Kita perlu makan untuk bertahan hidup dan untuk membeli makanan kita memerlukan uang. Jadi uang adalah segalanya untuk kita dan uang tidak akan mempengaruhi goyahnya perasaan itu asalkan saja kita tetap rela berkorban untuk mempertahankannya. Cinta memang penting, tapi uang jauh lebih penting, ”

    karena mamaku jg pernah nasehatin kayak gtu jgn buta sm cinta tapi cowoknya ps nikahin km malah pengangguran XD dan LOL lagi pas Seungcheol frustasi oleh Jiyeon ahahah XD

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s