[White Day With Kei’s] The Blue Marshmallow

the-blue-marsmallow copy

The Blue Marshmallow by Nebula Salnia

Cast : Kim Jiyeon (Lovelyz Kei), Shin Taemoo (OC), Lovelyz Sujeong

Genre: Romance

Length: Vignette

Rating : General

Aku memiliki banyak hal ingin kukatakan padamu, namun aku tidak mampu mengatakannya.

-||-

Siang diakhir musim dingin yang hujan. Jiyeon duduk dibangku balkon kamar nya, menyeruput teh jahe sambil tersenyum sendiri mendengar ocehan Taemoo disebrang sana.

“Aku sudah bilang aku tidak bisa Taemoo.”

Terdengar suara helaan napas Taemoo “Apa aku tidak usah ikut saja?”

“Kenapa kau tidak jadi ikut? Jangan manja! Bukan nya disana ada Sujeong?” Jiyeon memutar mata nya malas ketika mengikutkan nama gadis itu dipembicaraan nya.

“Ah sudahlah” Gerutu Taemoo.

Jiyeon menaruh teh nya dimeja. Melihat rumah dihadapan nya. Taemoo juga melihat nya dari dalam kamar. Wajah nya kusut. Jiyeon tersenyum.

“Sudahlah Taemoo, kenapa kau suka sekali merajuk? Jepang itu negara yang indah. Sayang sekali kalau kau tidak ikut.”

Taemoo tak menjawab. Mata nya memandang Jiyeon dengan wajah tak senang. Lalu dimatikan nya sambungan telepon mereka dan keluar dari kamar. Jiyeon kembali menenggak teh nya.

Jiyeon mengadahkan wajah nya. Melihat hujan yang turun dari langit warna biru. Dia tidak bisa ikut ke Jepang. Dia tak mau mengorbankan hati nya ketika melihat kedekatan Taemoo dengan Sujeong. Tidak, dia tidak sesabar itu.

Lima belas menit berlalu, Taemoo tak lagi muncul dikamar nya dan tak ada tanda-tanda Taemoo datang kerumah Jiyeon. Lelaki itu benar-benar marah. Jiyeon tersenyum, Taemoo adalah lelaki macho yang paling menggemaskan yang pernah dia kenal.

“Brak!” Suara pintu kamar Jiyeon dibuka dengan kasar.  Jiyeon terkesiap.

“Ya! Kim Jiyeon!” Suara Taemoo menggelegar membuat Jiyeon kembali menyandarkan punggung nya dibangku malas nya.

“hm” jawab Jiyeon sekena nya.

Taemoo berdiri sambil bersender dipagar balkon Jiyeon”Kau mau minta oleh-oleh apa?”

Jiyeon tertawa “kau ada uang?”

Taemoo memutar bola mata nya malas “Ayolah Jiyeon! Kau minta apa?”

“Terserah mu saja, aku pasti suka apapun yang kau kasih” ujar Jiyeon.

Giliran Taemoo yang tertawa, sama sekali tak merasa apa yang dikatakan Jiyeon benar-benar keluar dari hati nya. Sama sekali bukan candaan. Jiyeon menghela napas.

Mereka terdiam beberapa saat. Taemoo memandangi Jiyeon dengan seksama. Jiyeon memandang handphone nya sembari mengontrol detak jantung nya yang tiba-tiba berpacu dengan cepat.

“Aku tau kenapa kau tak ikut, disana ada Sujeong kan?”

“Tidak” Jawab Jiyeon sambil berusaha bersikap biasa saja. Tapi nyatanya dia menjawab dengan suara sedikit bergetar.

“Aku tidak pernah melihat mu berteman dengan Sujeong.”

“Kau tau dari mana?”

“Memang kau kira aku sebodoh itu? Tidak bisa melihat situasi?”

Jiyeon diam, tak tau harus menjawab apa.

“Memang nya Sujeong punya salah apa pada mu? Apa kau tidak bisa berteman dengan nya? Supaya kapan-kapan kita bisa pergi bersama.”

Jiyeon terdiam. Apa guna nya dia berteman dengan saingan nya sendiri? Tidak ada! Gadis manja dan sombong itu pasti tau kalau Jiyeon menyukai Taemoo. Dia berusaha memanas-manasi Jiyeon, bertingkah seolah Taemoo adalah milik dia seorang. Dia tidak bisa berteman dengan gadis itu. Gadis itu terlalu menyebalkan untuk jadi teman nya.

“Jiyeon-ah? Kau melamun lagi?”

Jiyeon terkesiap “eh? Iya?”

Taemo tertawa, diacak nya rambut Jiyeon “wajah bodoh mu jelek sekali”Taemoo mengambil teh ditangan nya Jiyeon dan menenggak nya sekali “Aku pulang dulu, kau cepat masuk kedalam! Disini sangat dingin”

***

Seminggu berlalu, Taemoo baru sekali menelepon nya. Dia jalan-jalan ke Jepang dengan senang sambil beberapa kali menyayangkan ketidak ikutan Jiyeon di sesi telepon mereka. Taemoo selalu bisa membuat perut nya dipenuhi kibaran sayap kupu-kupu. Menggelitik, memenuhi hati nya, menyesakkan dada nya, hingga kadang membuat nyeri semalaman.

Dia menyayangi Taemoo sejak lama. Rasa ini hadir terlambat, saat mereka sudah benar-benar dekat sebagai sahabat. Membuat Jiyeon hanya bisa memandang Taemoo dengan penuh cinta dari belakang, membuat diri nya harus menetralkan debaran jantung nya secara kilat supaya Taemoo tak tau kalau dia membuat Jiyeon hampir kena serangan jantung karena tingkah nya.

Lalu Sujeong datang, mengejar Taemoo dengan sekuat tenaga. Membuat Taemoo jatuh kesisi nya dan membuat Jiyeon menangis semalaman dan keesokan hari nya sama sekali tak merasa lapar. Dia hanya diam dikamar, menangis lagi. Lalu dengan panik mengompres mata nya yang membengkak dan merah.

Lamunan Jiyeon dipecahkan dengan dering handphone, sebuah sms masuk.

“Jiyeon-ah! Aku baru pulang, kau dimana? Ayo cepat kesini. Ada oleh-oleh untuk mu, spesial!”

Jiyeon tersenyum, didekap nya handphone itu dengan sepenuh hati. Lalu dengan ceria berjalan keluar dari rumah menuju rumah Taemoo yang tepat berada disamping rumah nya.

Anneyonghaseo ahjumma” Sapa Jiyeon ramah sambil membungkuk dengan semangat.

Setelah berbasa-basi dengan ibu Taemoo sebentar Jiyeo berjalan kekamar Taemoo, mendobrak pintu nya dan dobrakan itu dibalas oleh teriakan Taemoo.

“Ya! Kim Jiyeon!” Teriak Taemoo yang masih memakai boxer dan bertelanjang dada.

Jiyeon membelakangi Taemoo dan tertawa keras “Kau makin hitam sepulang dari Jepang”

“Terserah!”

Jiyeon memutar tubuh nya dan melihat Taemoo yang sudah memakai celana jeans dan kaus oblong putih. Setelah yakin busana Taemoo tak lagi mendapat sensor Jiyeon masuk kedalam kamar teman kecil nya itu.

Jiyeon mengulurkan tangan “Mana oleh-oleh nya?”

Taemoo menunjuk sebuah bungkusan biru dengan dagu nya ”itu”

Jiyeon mengikuti arah yang ditunjukkan Taemoo, dan tersenyum senang melihat bungkusan yang berdiri bersandar disamping pintu kamar Taemoo. “Ini besar sekali” Ujar Jiyeon sambil mengangkat bungkusan itu “Dan berat!”

Taemoo tertawa dan membantu Jiyeon mengangkat bungkusan misterius itu. Diturunkan nya lagi didepan sofa putih yang menghadap ke tv layar datar disamping kasur nya. Jiyeon mengekor nya dengan diam.

“Apa ini isi nya?” Tanya Jiyeon

“Buka saja”

“Ini pasti batu! Kau mau mengerjai ku kan?”

“Buka saja”

Jiyeon menyipitkan mata nya. Menatap Taemoo dengan curiga, Taemoo kembali menunjuk bungkusan itu dengan dagu nya. Menyuruh Jiyeon membuka nya. Jiyeon mengoyak kertas kado itu dengan hati-hati. Lalu dibalik lapisan kertas kado ada sebuah kotak kado dari kayu. Dibuka nya penutup kotak itu dan betapa kaget nya dia melihat begitu banyak marshmallow berwarna biru cerah disana. Jiyeon tersenyum bahagia, ditatap nya Taemoo yang juga tersenyum melihat nya “Gomawo, Taemoo-ya”

“Kau suka? Ini untuk kado ulang tahun mu nanti”

Jiyeon mengangguk semangat “Ini banyak sekali”

Taemoo mengacak rambut Jiyeon sejenak lalu mengambil sesuatu dari dalam tas nya. Ternyata ada sebuah kaset  film romantis ditangan nya “Bagaimana kalau kita nonton film ini, bukan kah hari ini adalah white day?”

“Bagaimana kalau kita habiskan dulu marshmallow ini, lalu kita menonton film?” Ujar Jiyeon sambil mengusap tangan nya sambil melihat marshmallow biru itu dengan tak sabar.

“Baiklah baiklah” Ujar Taemoo.

Mereka makan dengan gembira, lalu melakukan marshmallow challenge sambil tertawa. Setengah jam berlalu, intensitas mereka memakan marshmallow itu makin berkurang, akhir nya Jiyeon menyerah. Dilirik nya lagi kotak kayu itu, masih ada setengah marshmallow yang menunggu untuk dimakan. Jiyeon bersandar sambil mengusap perut nya kekenyangan.

“Aku tidak sanggup lagi” Ujar Jiyeon sambil memejamkan mata

“Aku juga” timpal Taemoo “Bagaimana kalau kita menonton film sekarang?” Tanya Taemoo dan dibalas anggukan Jiyeon.

Mereka akhir nya menonton film dengan mata kuyu. Film belum setengah berjalan tetapi Taemoo sudah tak sanggup menahan berat kelopak mata nya. Dia tertidur dengan kepala menghadap keatas dan mulut terbuka.

Jiyeon yang sudah terkantuk-kantuk tanpa sengaja melirik Taemoo, tertawa sendiri melihat teman nya itu. Hari ini dia benar-benar bahagia, Taemoo memang selalu membuat nya bahagia. Taemoo pasti akan berpisah dengan gadis itu, pasti! Jiyeon mengangguk optimis. Dipandangi nya lagi Taemoo, pipi nya bersemu merah. Dia tersenyum malu-malu. Didekatkan bibir nya ketelinga Taemoo.

Saranghae Shin Taemoo” bisik nya. Lalu dia pun ikut memejamkan mata, kali ini rasa kantuk mengalahkan rasa bahagia nya. Tak sampai lima menit dengkuran halus terdengar dari mulut nya.

Taemoo membuka mata nya, dia tersenyum. Dia mendekatkan tubuh nya ke Jiyeon, menjadikan lengan nya bantalan Jiyeon. Jiyeon menggerakkan kepala nya untuk membuat posisi tidur nya nyaman. Taemoo tersenyum makin lebar. Lalu dia kembali memejamkan mata, benar-benar mengikuti Jiyeon kealam mimpi dengan hati mengembang.

END

Halo! Maaf ya kalau FF nya gaje atau gimana *bow. Ini kali pertama nya aku bikin FF kayak gini xD maaf kalau kurang gereget. Karena sesungguh nya makhluk paling gereget hanya mad dong seorang ^^ Akhir kata selamat ulang tahun buat Kei~

Advertisements

2 thoughts on “[White Day With Kei’s] The Blue Marshmallow

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s