Posted in 1st : White Day with Kei's, AU, BaekMinJi93, Ficlet, Friendship, General / G, Romance, School-Life, Slice of Life, Teenager / Teen

[White Day With Kei’s] Maybe

Kei Birthday Event #5 - Maybe

Special fanfiction for Kei’s birthday

BaekMinJi93 proudly present

 

— MAYBE —

 

Starring with birthday’s girl Kim Jiyeon and Seventeen’s Choi Seungcheol

| AU – Friendship – Romance – School Life – Slice Of Life | Ficlet (>500W) | General – Teen |

Kamu tahu, ketika kamu jatuh cinta.

Kamu tidak akan bisa tertidur karena kenyataan lebih indah dibandingkan mimpimu.

Tidak biasanya Jiyeon keluar dari rumahnya dengan mata yang masih sedikit terpejam seperti itu dan tentu saja hal itu membuat Seungcheol –sahabatnya– mengernyitkan dahinya tanda ia sangat bingung.

“Kau kenapa?” tanya Seungcheol tepat disaat gadis itu selesai menutup gerbang rumahnya. Seolah tidak mendengar –atau bahkan tidak menyadarinya?–, Jiyeon melangkahkan kakinya meninggalkan Seungcheol yang masih berdiri terdiam karena heran dengan perilaku Jiyeon. “Yak! Aku bicara denganmu, Kim.”

“Siapa bilang kau bicara dengan anjing kesayanganmu, Choi?” timpal Jiyeon tak kalah sengit saat Seungcheol berhasil melangkahkan kaki disampingnya, sedangkan Seungcheol hanya mengerucutkan bibirnya kesal.

Seolah tidak merasa jera karena perkataannya ditimpali dengan nada pedas seperti itu, Seungcheol kembali membuka suaranya. “Kenapa hari ini kau telat bangun? Apa jam wekermu mati? Tidak berfungsi dengan baik? Haruskah aku membelikanmu yang-…”

Jiyeon menghentikan langkahnya yang tanpa sadar membuat Seungcheol mengikutinya. Dengan matanya yang terlihat sayu dan pertanda jika gadis itu masih ngantuk berat, Jiyeon menatap Seungcheol tajam. Sedangkan yang ditatap hanya bisa mengerjapkan matanya bingung.

 

Oh… sepertinya Jiyeon juga lupa memakai make up-nya hari ini.

Lama mereka beradu tatap seperti itu, akhirnya Jiyeon kembali mengeluarkan suara yang seketika membuat Seungcheol kembali tersadar dari lamunan gilanya.

“Kau berisik.”

“Tapi karena kau, kita jadi-…” Seungcheol menggantungkan perkataannya saat melihat gadis bermarga Kim itu kembali melangkah meninggalkannya seolah tidak pernah mempunyai dosa sedikitpun.

 

Sungguh, apa yang sebenarnya terjadi hari ini? Dimana Jiyeon yang begitu annoying? Kenapa ia berubah menjadi monster mengerikan hari ini?

 

“Apa dia sedang mengalami masa periodenya?” gumam Seungcheol pada dirinya sendiri. Jika saja Jiyeon tidak meneriakinya dan mengatakan jika bus yang biasa mengantar mereka ke sekolah sudah datang, maka Seungcheol bersumpah akan melabelli hari ini adalah hari paling sial selama hidupnya.

Yak! Sampai kapan kau akan berdiri disana dengan wajah bodoh seperti itu? Katamu kau tidak ingin-…”

YAK! JI… TUNGGU AKU…

***

Meskipun Seungcheol sudah memasang wekernya tepat pukul 6 tepat, tapi jika ada hal yang merusaknya sedikit saja maka rencananya dapat dipastikan akan gagal total. Seperti hari ini. Dan hal perusak itu ialah Kim Jiyeon, yang tak lain dan tak bukan adalahsahabatnya sendiri.

Karena Jiyeon, Seungcheol hampir tertinggal bus yang mengantarnya ke sekolah.

Karena Jiyeon, mereka berdua telat ke sekolah.

Dan terakhir karena Jiyeon, Seungcheol terdampar di ruangan yang sangat ia benci selama hidupnya, kamar mandi khusus siswa laki-laki yang terkenal dengan baunya yangurgh… Seungcheol tidak tahu bagaimana harus mendeskripsikannya.

Eiitss… tidak sadarkah jika Seungcheol juga termasuk salah satu oknum yang membuat kamar mandi sekolahnya terkesan sangat menjijikan?

Sstt… Sstt…

Seungcheol mendengarnya namun ia menghiraukannya karena ia tahu siapa pelakunya dan pemuda itu sedang marah padanya.

SsttCheollie…

Lagi. Seungcheol masih menghiraukannya dan bersikap seolah-olah pemuda itu benar-benar sendirian disana.

Merasa geram akibat panggilan yang tak pemuda itu gubriskan, pelaku dari semua itu berteriak kesal. “YAK! CHOI SEUNGCHEOL!

Seungcheol menghentikan aktivitasnya dan berganti haluan dengan mengusap telinganya yang terasa berdenging.

Aiish… Bisakah kau tidak berteriak sehari saja?” Tapi sayangnya, hal itu hanya dibalas oleh Jiyeon dengan cengiran bodohnya.

 

Sepertinya Jiyeon benar-benar dalam masa periodenya. Lihatlah bagaimana perubahan moodnya yang drastis itu!

Jiyeon mulai merajut langkahnya memasuki ruangan itu seraya memekik kecil jika ada binatang menjijikan yang kebetulan melewati kakinya. “Eww… kau ini benar-benar niat membersihkan atau gimana, sih? Kenapa masih ada banyak-…”

“Sudah. Katakan apa yang kau inginkan sekarang,” potong Seungcheol cepat.

Jiyeon mengerucutkan bibirnya kesal. “Padahal aku ingin bercerita sesuatu padamu.”

Seungcheol terdiam dan menatap sahabatnya itu antusias. Entah kenapa semua cerita dari Jiyeon selalu terdengar mengasyikankan bagi Seungcheol. “Cerita? Cerita apa?”

“Tidak jadi. Sepertinya kau sedang tidak ingin diganggu.”

“Aku akan mentraktirmu semangkuk ice cream.”

Selalu saja seperti itu.

 

“Tidak perlu bersusah payah. Lagipula aku juga sudah lupa apa yang ingin aku ceritakan padamu.”

“Baiklah, dua mangkuk ice cream porsi jumbo.”

“Dan satunya untuk-…”

“Tidak. Untukmu semuanya.”

Seketika Jiyeon mengukir senyum jahilnya mendengar tawaran langka itu. “Call!

Seungcheol ikut tersenyum senang. “Baiklah sekarang kau bisa cerita.”

Entah kenapa raut wajah Jiyeon seketika berubah, menjadi terkesan seperti gelisah.

“Aku sedang dilanda dilema. Apa kau bisa membantuku, Cheollie?

Pemuda yang akrab dipanggil Jiyeon dengan nama Cheollie itu mengerutkan dahinya bingung. “Dilema? Dan kau butuh bantuanku? Tentu aku akan membantumu, Ji.”

“Kuharap seperti itu.” Jiyeon menghentikan ucapannya sebentar. “Kau tahu kenapa aku telat bangun akhir-akhir ini?”

“Kenapa? Karena tugas menumpuk yang diberikan Han ssaem minggu lalu? Atau karena sepatu yang sangat kau inginkan itu?”

Jiyeon menggeleng pelan, “Bukan. Tentu saja bukan karena itu.”

“Atau karena kau lupa menyalakan wekermu?” tebak Seungcheol asal.

“Aku selalu memasangnya tepat waktu,” desah Jiyeon gelisah.

“Lalu karena apa?”

Gadis itu tidak langsung menjawab pertanyaan Seungcheol begitu saja. Entah kenapa ia memberikan jeda yang begitu panjang dan jujur hal itu semakin membuat Seungcheol khawatir akan hal yang terjadi dengan sahabatnya akhir-akhir ini.

“Atau karena-…”

“Sepertinya aku sedang jatuh cinta,” potong Jiyeon sebelum Seungcheol sempat menyelesaikan kalimatnya.

Eh? Jatuh cinta?” ulang Seungcheol bingung dan Jiyeon mengangguk menyetujuinya.

“Dan itu membuat insomniaku kambuh kembali,” Jiyeon merengut kecewa. “Tapi entah kenapa itu terasa lebih indah daripada mimpi liarku bersamamu.”

Entah kenapa jika boleh jujur, pernyataan itu membuat hati Seungcheol terasa tercabik-cabik. Tanpa sadar Seungcheol meninggikan nadanya ketika memberikan satu pertanyaan pada Jiyeon selanjutnya. “Jatuh cinta dengan siapa? Jisoo?”

Jiyeon menggeleng, tanda jika pernyataannya salah besar.

Seungcheol mengangkat alisnya sebelah, tanda ia sudah mulai bosan dengan arah pembicaraan ini. “Lalu?”

“Mungkin denganmu.”

Eh?” Seungcheol membelalakan matanya tak percaya.

Jiyeon mengangkat wajahnya dan menatap Seungcheol tepat kearah matanya.

“Ya, sepertinya aku jatuh cinta padamu. Apa kau juga merasakan hal yang sama denganku?”

— FIN —

A/N :

Yeay… nggak percaya bisa selesai dalam satu dudukan udah selesai… Aku terhura pemirsah… /abaikan/

Gimana? Beda banget sama ceritaku yang sebelumnya kan? Gantung banget yak? Maklum aku lagi suka sama ending yang gantung-gantung gitu hahaha dan entah kenapa aku jadi seneng manggil Kei dengan nama Ji /ini nggak penting banget, oke?/

Semoga kalian suka yaa…

Dan thanks udah sempet baca berbagai cerita anehku…

 

Warm Regards

From the cutest (?) and invisible author,

 

BaekMinJi93 —

Advertisements

Author:

Halo Lovelinus!^^ Senang membaca fanfiksi atau membuat fanfiksi dengan karakter Lovelyz? Blog ini merupakan blog yang berisi fanfiksi-fanfiksi dengan karakter utama Lovelyz ^_^

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s