[White Day With Kei’s] Our Beautiful Plot

Kei Birthday Event #4 - Our Beautiful Plot

Special fanfiction for Kei’s birthday

BaekMinJi93 proudly present

 

— OUR BEAUTIFUL PLOT —

 

Starring with birthday’s girl Kim Jiyeon and Seventeen’s Choi Seungcheol

| AU – Angst – Sad-Romance – School Life | Ficlet (>500W) | General – Teen |

Kamu membalas perasaanku dengan kata-kata yang begitu indah

Sayangnya itu hanya bualan belaka

Semua insan di dunia pasti akan menciptakan berbagai permohonan dengan harapan jika Yang Maha Kuasa akan mendengar dan mungkin akan bersedia mengabulkannya, salah satunya ialah permohonan perasaan cinta yang terbalas. Begitujuga dengan gadis cantik bernama lengkap Kim Jiyeon ini, selama ini ia selalu bermimpi jika suatu saat kisah cintanya akan berubah menjadi kisah cinta yang begitu manis seperti kisah cinta para aktor dan aktris didalam drama romance yang sering ia tonton setiap petang menjelang.

 

Tapi sepertinya Tuhan berkehendak lain.

Kau pasti pernah mendengar pepatah yang mengatakan terkadang kenyataan terasa lebih pahit dari apa yang kita bayangkan.Well… meskipun tidak sama persis, kau pasti pernah mengalami hal yang sejenis dengan apa yang dirasakan Jiyeon saat ini, sebut saja pengalaman patah hati.

Awal Jiyeon merajut kisah cintanya ia seringkali berekpektasi jika kisah cintanya akan selalu berjalan romantis seperti komentar-komentar yang dilontarkan teman-temannya. Teman-teman Jiyeon berkata jika mereka selalu saja iri denganberbagai kejutan penuh kesan tak terduga dari Choi Seungcheol –kekasihnya– hanya untuk Kim Jiyeon seorang. Mereka mengatakan jika Seungcheol adalah pemuda paling romantis dan Jiyeon sangat beruntung bisa memilikinya. Mereka mengatakan jika Seungcheol adalah seorang pangeran tampan berkuda maka Jiyeonlah yang akan menjadi putri yang diselamatkannya dari kungkungan sang ibu tiri. Tak heran jika dari semua aktivitas manis mereka berdua selalu saja menjadi topik hangat yang gemar sekali berkunjung pada topik pembicaraan para gadis penggosip satu sekolah.

Tapi ternyata ekspetasi awal mereka salah besar. Kenyataan seketika berubah menjadi mimpi buruk bagi seorang Kim Jiyeon saat mengetahui hal yang sebenarnya. Benar-benar sebenarnya. Dan andai Jiyeon memang benar sedang tidur seperti apa yang aku deskripsikan diatas, maka ia berharap tidak akan ada orang yang bisa membangunkannya karena demi apapun ia tidak mau melihat hal yang lebih menyakitkan dari hari ke hari.

Ya, seandainya saja.

 

***

Ji…”

Jiyeon menghentikan langkahnya dan menoleh kearah belakang tubuhnya dimana sumber suara itu berasal. Senyumnya seketika mengembang di wajahnya yang manis, meskipun hatinya berkata lain.

Happy white day, Ji,” ucap pemilik suara itu yang tak lain dan tak bukan adalah kekasih Jiyeon sendiri, Seungcheol, seraya memberikan sebuket bunga daffodil, bunga kelahiran sekaligus bunga favoritnya.

Kata orang, daffodil melambangkan kelahiran kembali dan awal baru. Apakah ini awalanmu untuk memperbaiki apa yang kau lakukan kemarin malam di belakangku, Cheollieku sayang?

“Terima kasih,” lirih Jiyeon seraya menerima buket bunga itu. Gadis itu mencium aroma bunga itu dan memejamkan kedua matanya tanpa sadar. Tiba-tiba ia terpikirkan sesuatu.

Orang-orang juga mengatakan jika daffodil ditampilkan dalam bentuk buket bunga yang banyak akan menjanjikan kegembiraan dan kebahagiaan. Apa kau akan membuatku bahagia, Cheollie?

Ji…” Jiyeon membuka matanya seketika saat mendengar lirihan namanya keluar dengan lembut. Gadis itu menatap bingung kearah Seungcheol yang kini tersenyum malu. “Maaf jika ini terasa sederhana bagimu, tapi percayalah ini semua kulakukan dengan dasar rasa cintaku padamu.”

Meskipun hatinya bertolak belakang dengan apa yang dilakukannya sekarang, Jiyeon masih menampakkan senyum manisnya.

“Aku mencintaimu,” ucapnya seraya mengecup bibir Seungcheol sekilas.

“Aku juga.”

Bahkan kau seakan segan untuk mengucap balasan kata “aku juga mencintaimu” untukku, Cheollie.

***

“Aku pulang.”

Tepat setelah Jiyeon selesai melepas sepatu sekolahnya, gadis itu sesegera mungkin masuk ke dalam kamarnya dan menghindari petuah ibunya yang menyuruhnya untuk makan malam. Dengan dalih jika ia sudah makan dengan Seungcheol sebelum sampai rumah, akhirnya ia terbebas dari ketukan pintu penasaran dari sang ibu.

Jiyeon melepas tas sekolahnya sembarang dan membuang buket bunga yang diberikan Seungcheol pagi tadi di tempat sampah setelah sebelumnya menginjak-injaknya dengan kesal. Jiyeon menghempaskan tubuhnya diatas kasur dan menenggelamkan kepalanya di balik bantal.

“Kenapa kau seperti ini? Kenapa kau tega membohongiku? Aku sangat mencintaimu, tapi apa yang kau lakukan padaku?”

Oh sepertinya ini akan berakhir seperti malam-malam sebelumnya. Kamar Jiyeon dalam hitungan menit akan menjadi lautan tisu dan gadis itu akan tertidur di tengah kesibukannya.

“Kau bertingkah seolah kau membalas perasaanku dengan tulus, memberikanku berbagai kejutan yang tak terduga, memberikanku perhatian yang lebih. Namun ternyata aku salah pengertian.”

Tangis Jiyeon semakin deras seiring ia meracau dengan derasnya juga.

“Kau hanya menjadikanku sebagai taruhan belaka.”

Kim Jiyeon yang malang.

 

Tapi entah kenapa gadis Kim itu tiba-tiba menghentikan tangisnya dan segera mengukir senyum misteriusnya.

“Baiklah jika itu maumu, maka aku akan selalu setia meladenimu dengan sekuat tenagaku dan aku janji akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku suatu saat nanti. Ya, aku pasti bisa melakukannya.”

— FIN —

A/N :

Huwee… S.Coups-ku jadi jahat ya disini??? T_T

Tapi pehliz jangan jadi hatersnya dia atau jadi benci sama shipper ini yaa..  Aku cuma selarasin sama promptnya aja kok, sebenernya aku juga suka sama S.Coups, suka banget malah dan nggak tega bikin dia jahat disini huhu /curhat, mbak?/

Semoga kalian suka… Annyeong~

 

Warm Regards

From the cutest (?) and invisible author,

 

BaekMinJi93 —

Advertisements

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s