Posted in 1st : White Day with Kei's, Fanita, Ficlet, Fluff, Friendship, PG-15

[White Day With Kei’s] Marshmallow

marshmallow

Marshmallow

By Fanita

Main Cast : Lovelyz’ Kei – Seventeen’s Joshua

Genre : Fluff – Frienship || Type : Ficlet || Rating : PG-15

“Hari pembalasan ini sekarang adalah kesempatanmu untuk membalas perasaanku.”

.

.

.

            “Omo!” Sepanjang jalan Jiyeon terus berteriak tidak jelas melihat toko-toko di pinggir jalan yang dia lewati menghias toko mereka dengan pernak-pernik perayaan Hari Putih. Sementara laki-laki yang berjalan di bealkang Jiyeon hanya bisa diam dan tenang menghadapi sikap kekanak-kanakan Jiyeon yang sangat dia hapal.

“Ayo Jiyeon-ah kita sudah berkeliling tempat ini selama 5 putaran. Apa si yang kamu cari?” protes Jisoo.

“Hong Jisoo kamu lihat itu,” Jiyeon menunjuk ke sebuah toko dan Jisoo pun mengikuti arah pandangan Kim Jiyeon, “Berhubung aku memberikan kamu cokelat saat Hari Valentine, hari ini hari pembalasan untuk memberikan permen-permen itu kepadaku,” lanjut Jiyeon.

Jisoo mendesah pelan lalu menoyor kepala Jiyeon dengan telunjuknya, “Aku tidak merayakan hari-hari seperti itu. Siapa suruh memberikan aku cokelat?” dumel Jisoo.

Tanpa menunggu Jiyeon lagi, Hong Jisoo berjalan untuk segera pulang. Dia sangat capek dan lelah karena mengelilingi kawasan ini tiada hentinya karena permintaan Jiyeon. Entahlah, walaupun sudah berteman selama 10 tahun Jisoo masih tidak bisa mengerti jalan pikiran Kim Jiyeon.

.

            Jiyeon terus menghentakkan kakinya sepanjang jalan menuju rumah. Namun Jisoo tidak peduli karena dia begitu lelah untuk terus mengasuh Jiyeon. Lagian, Jisoo kan bukan babysitter-nya Jiyeon yang harus menenangkannya ketika Jiyeon sedang merajuk seperti ini.

“Kamu sungguh mau mengabaikan aku seperti ini?” tanya Jiyeon.

Jisoo tidak membalas. Iya, dia ingin mengabaikan Jiyeon agar perempuan itu sadar kalau dirinya bukan lagi anak umur 10 tahun yang semua keinginannya harus dituruti. Hong Jisoo pun semakin mempercepat langkah kakinya.

“Hong Jisoo aku akan membunuhmu!!!” pekik Jiyeon.

.

            Mereka telah sampai di rumah Jisoo. Karena orangtua Jiyeon sedang pergi dan Jiyeon tidak ada kerjaan di rumah, dia memilih untuk mampir ke rumah Jisoo. Mana tahu saja Bibi Hong memberikannya cemilan yang banyak—secara Jiyeon begitu disayang oleh Bibi Hong seperti anaknya sendiri.

Ya Jisoo kamu mau ke mana?” tanya Jiyeon saat melihat Jisoo meninggalkannya.

“Mau ke dapur, ngambil sesuatu..” jawab Jisoo.

Oh, Jiyeon mengangguk paham. Kim Jiyeon pun memilih untuk duduk di sofa dengan tenang sambil memainkan ponselnya. Dia penasaran ke mana Bibi Hong, biasanya jika dia dan Jisoo baru masuk ke dalam rumah sudah ada beliau yang akan menyambut mereka.

.

            Saat sedang asik-asiknya bermain game di ponselnya, Jisoo pun kembali dengan membawa sesuatu. Melihat apa yang Jisoo bawa membuat Jiyeon memulatkan matanya dan betul-betul riang!

“Whoooo marshmallow!” pekik Jiyeon.

Jisoo menghampiri Jiyeon lalu meletakkan marshmallow yang dia bawa di atas meja dan duduk di samping gadis itu.

“Eiii kamu memberikan marshmallow ini untukku, ya? Karena hari ini White Day, iya kan?” goda Jiyeon.

“Hah? Apa hubungannya marshmallow dengan White Day?” heran Jisoo.

“Laki-laki akan membalas cokelat pemberian seorang gadis dengan permen, marshmallow atau pun perhiasan. Masa si kamu tidak tahu?”

Jisoo menggangkat bahunya menandakan dia tidak tahu—malahan tidak peduli. Hong Jisoo bukan tipe laki-laki yang suka merayakan hal-hal seperti itu, omong-omong. Namun tetap saja Jiyeon menggodanya melalui tatapan menyelidik itu.

“Sudah aku bilang aku tidak tahu!” cibir Jisoo.

“Masa?” tanya Jiyeon.

“Iya. Kebetulan ibu lagi pergi menemani ayahku jadinya tidak ada makanan di dapur.Dan ini marshmallow dibawakan ayah saat pulang dari L.A. Berhubung aku tidak suka marshmallow jadinya tidak pernah kumakan,”

Tetap saja Jiyeon tidak percaya dengan alasannya Jisoo. Bilang saja Jisoo malu mengakui untuk membalas cokelatnya dengan marshmallow ini, kkk.

“Cepat di makan atau aku kembalikan ke dapur!” ancam Jisoo.

“Iya..iya..”

Jiyeon mengambil sebuah marshmallow dan langsung memakannya. Rasanya begitu manis, kenyal dan begitu menggoda di mulutnya. Apalagi memakan marshmallow ini di Hari Putih atas pemberian Jisoo, rasanya lebih enak—walaupun mungkin saja Jisoo tidak merayakan White Day itu. Ah, apa peduli Jiyeon, yang terpenting dia menikmati marshmallow enak ini!

.

.

.

.fin.

 

Advertisements

Author:

Halo Lovelinus!^^ Senang membaca fanfiksi atau membuat fanfiksi dengan karakter Lovelyz? Blog ini merupakan blog yang berisi fanfiksi-fanfiksi dengan karakter utama Lovelyz ^_^

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s