[White Day With Kei’s] Win Your Heart

kei happy

|| Win Your Heart ||

Written by Ayumu-Chaan

Kim Jiyeon [Lovelyz’s Kei] & Hong Jisoo [17’s Joshua]

School-Life;; Ficlet;; Teenager / Teen

Aku tidak ingin balasan hadiah yang muluk-muluk, asal mendapat hatimu saja itu sudah cukup.

-ooo-

“Kim Jiyeon! Ini sudah hampir larut malam. Kamu tidak tidur?”

            Seorang wanita yang berumur sekitar empat puluh tahun itu berbicara kepada putri bungsunya. Sementara putrinya itu terlihat sedang mengerjakan tugas sekolah yang sepertinya belum selesai.

            Gadis itu menoleh.

            “Sebentar lagi eomma. Aku belum selesai mengerjakan tugasku.”

            Wanita itu menghela nafas.

            “Ya sudah, selesaikan tugasmu dulu. Nanti kalau sudah selesai, segera tidur oke?” Wanita itu mengelus kepala Jiyeon lembut lalu mengecup puncak kepala putrinya.

            Jiyeon mengangguk. Lalu, eomma segera berjalan keluar dari kamar Jiyeon dan meninggalkan gadis itu yang kembali mengerjakan tugasnya.

            “Haah… Aku harus segera menyelesaikan tugas ini. Tinggal sedikit lagi.. Semangat Jiyeon!” Gadis itu menyemangati dirinya sendiri.

            Akhirnya, lima belas menit kemudian, Jiyeon telah selesai mengerjakan tugasnya. Jiyeon meregangkan tangannya ke atas. Lalu, ia menghela nafas pelan.

            “Akhirnya, selesai juga,” ujar Jiyeon senang. Lalu, tiba-tiba matanya menoleh ke arah kalendar kecil yang terletak di meja belajarnya. Ada tanggal dimana Jiyeon memberikan simbol hati berwarna pink yang besar.

            14 Maret.

            “Oh ya!” Jiyeon teringat sesuatu.

            “Besok tanggal 14 Maret. Bertepatan dengan hari White Day… Apakah besok? Kyaa!”

            Jiyeon memekik sambil mencubit kedua pipinya. Kedua pipi Jiyeon sedikit memerah. Setelah itu, gadis itu segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Jiyeon tidak sabar menunggu hari esok.

-ooo-

            Jiyeon berjalan memasuki sekolahnya dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Sejak ia berjalan kaki dari rumahnya, tak henti-hentinya Jiyeon menyapa orang-orang di sekelilingnya. Senyumannya yang bagaikan boneka porselen itu membuat hati orang-orang di sekitarnya menghangat.

            Apa yang membuat Jiyeon merasa senang hari ini?

            Kalian tahu White Day?

            White Day adalah hari dimana seorang lelaki akan memberikan cokelat kepada wanita sebagai tanda pembalasan karena wanita tersebut sudah memberikan cokelat kepadanya pada saat hari valentine.

            Ini sudah kutunggu-tunggu. Apakah dia akan memberikan cokelat kepadaku? Batin Jiyeon sambil tersenyum kecil. Di dalam pikirannya, Jiyeon membayangkan bagaimana gadis itu akan menerima cokelat balasan dari lelaki yang disukainya.

            “Ah! Selamat pagi Hong Jisoo!”

            Jiyeon menoleh ketika mendengar ada seseorang yang memanggil nama yang sangat dia kenali. Ya, itu adalah nama seorang lelaki yang disukai oleh Jiyeon. Lelaki yang ia berikan cokelat saat hari Valentine.

            Karena keadaan lorong sekolah yang begitu ramai, Jiyeon berjalan mundur ke belakang dan sedikit mendongakkan kepalanya melihat pemandangan tersebut.. Tidak jauh dari tempatnya berdiri, terlihat seorang lelaki sedang mengobrol dengan seorang gadis.

            “Ehm, selamat pagi Nayeon!” balas Joshua.

            Nayeon tersenyum. Baru saja gadis itu ingin pergi meninggalkan Jisoo. Tiba-tiba…

            “Nayeon! Tunggu!”

            “A-apa?”

            “Ini cokelat untukmu. Terima kasih atas cokelatmu saat valentine kemarin. Itu enak.” Ujar Joshua sambil mengambil cokelat dari tas miliknya.

            “Ah, terima kasih Jisoo!” Nayeon memekik dan tersenyum senang.

            Jiyeon menatap dari jauh bagaimana interaksi Jisoo dengan Nayeon itu. Entah kenapa, ada sedikit rasa iri di hati gadis itu. Tanpa pikir panjang lagi, Jiyeon membalikkan badannya dan segera berjalan menuju kelasnya dengan lesu.

            “Jadi, Nayeon juga memberikan cokelat untuk Joshua? Tapi.. Joshua kan lelaki yang populer. Pastinya banyak gadis yang memberikan cokelat untuknya. Apakah Joshua menyiapkan cokelat balasan untukku juga?” gumam Jiyeon. Masih banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang berada di pikirannya. Tapi biarlah waktu yang menjawabnya.

-ooo-

            Kring! Kring!

            Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Guru yang mengajar di kelas Jiyeon kini mulai berpamitan. Setelah berdoa sebelum pulang, Jiyeon segera membereskan buku-buku dan alat tulis yang bergeletakkan di atas mejanya. Lalu memasukkannya ke dalam tas.

            “Hhh…” Jiyeon berjalan keluar kelasnya dengan tidak semangat. Sekarang sudah waktunya pulang sekolah. Tetapi Joshua belum juga memberikan sesuatu untuknya. Apa jangan-jangan Joshua hanya memberikan cokelat balasan valentine kepada Nayeon saja lagi.. Jadi, Joshua menyukai Nayeon.

            Jiyeon berjalan menuruni tangga dengan lesu. Sedari tadi kedua iris hitam itu hanya menatap ke bawah saja. Tiba-tiba…

            Bruk!

            Terjadi tabrakan antara Jiyeon dengan seseorang. Tetapi sepertinya yang Jiyeon tabrak merupakan seorang lelaki.

            “Aduh..”

            Seseorang itu meringis. Jiyeon segera bangun dari posisi jatuh terduduknya lalu segera membantu orang itu berdiri.

            “A-ah maaf… Aku tidak melihat jalan tadi.”

            “Tidak apa-apa.” Balas orang itu. Lelaki itu membersihkan pakaiannya yang sedikit kotor. Lalu, menoleh.

            “Ah, kamu Kim Jiyeon dari kelas 12-3, kan?”

            “Ah, jadi yang kutabrak itu kamu. Maafkan aku Joshua!” ujar Jiyeon merasa bersalah.

            Lelaki itu tersenyum kecil, “Sudah kubilang tidak apa-apa. Santai saja.”

            Jiyeon mengangguk-ngangguk, “Kalau begitu aku permisi dulu.”

            Jiyeon segera membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Joshua.

            “Jiyeon?”

            Gadis itu menoleh. Tiba-tiba Jiyeon merasa jantungnya berdegub kencang ketika Joshua kembali memanggilnya.

            “E-ehm, Joshua? Ada apa?”

            Lelaki itu terdiam dan menatap Jiyeon dengan pandangan dalam. Itu membuat gadis itu merasa salah tingkah.

            “Joshua? Kenapa diam?”

            “A-ah…” Seketika lelaki itu tersadar dari lamunannya.

            “Ehm… Jiyeon, kamu memberikan cokelat kepadaku saat hari Valentine, kan?” tanya Joshua.

            Jiyeon mengangguk.

            “A-aku minta maaf. Ternyata cokelat yang aku siapkan hanya sedikit. Aku lupa menghitung kamu. Jadi, semua yang memberikan cokelat kepadaku mendapatkannya. Tetapi kamu tidak. Maaf. Aku lupa…” ujar Joshua merasa bersalah.

            Jiyeon terdiam. Dia lupa diriku? Ehm, aku sudah menebaknya. Aku sudah tahu bila akhirnya aku tidak dianggap. Batin Jiyeon sedih.

            “Ma-maaf Jiyeon. Aku benar-benar minta maaf,” Joshua membungkukkan tubuhnya berkali-kali ketika wajah manis Jiyeon berubah menjadi sendu.

            “Tidak apa-apa, Joshua.” Jiyeon tersenyum lembut.

            Joshua menggeleng, “Tidak bisa begitu. Aku harus membalaskannya. Ehm, apa yang kamu inginkan sekarang? Mungkin aku bisa membelikannya untukmu.”

            Jiyeon menggeleng sambil menggerakkan tangannya yang artinya ‘tidak’ dengan wajah yang cemas. Aduh. Gadis itu jadi merasa tidak enak sekarang.

            “Tidak usah, Joshua. Aku jadi merasa tidak enak denganmu,” ujar Jiyeon.

            “Tidak. Justru aku yang merasa tidak nyaman. Perasaan ini selalu mengganjal hatiku. Jadi, apa yang kamu inginkan Jiyeon?”

            “E-engh…”

            .

            .

            “E-ehm, aku tidak ingin balasan hadiah yang muluk-muluk, asal mendapat hatimu saja itu sudah cukup,” ujar Jiyeon tiba-tiba.

            “Hah?” Joshua terkejut.

            Jiyeon terdiam. Seketika Jiyeon membulatkan kedua matanya dan baru saja sadar apa yang gadis itu katakan. Dasar bodoh kau Jiyeon! Kenapa aku tiba-tiba berbicara seperti itu?! Pasti Joshua menganggapku aneh sekarang. Batin Jiyeon cemas.

            “Jangan pikirkan ucapanku Joshua! Aku hanya bercanda. Hehe…” ujar Jiyeon gugup.

            Joshua terdiam. Lalu, tersenyum.

            “Jadi itu yang kamu inginkan Jiyeon? Tanpa harus berkata seperti itu. Kamu juga sudah mendapatkan hatiku kok.”

            Jiyeon menoleh ketika Joshua berbicara seperti itu sambil menampakkan senyuman manisnya. Entah kenapa, Jiyeon merasa ingin pingsan sekarang.

.

.

-end-

            Btw, selamat ulang tahun Mbak Jiyeon.

Tahun lalu, Kei pernah bilang kalau dia pengen ikut acara We Got Married. Semoga tahun ini impiannya terwujud dan bisa berpasangan di WGM sama Joshua SEVENTEEN 😀

Advertisements

2 thoughts on “[White Day With Kei’s] Win Your Heart

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s