[DRABBLE] Paradise

Standard

paradise-poster-ff

Kim Ji Yeon bukanlah pahlawan super seperti Wonder Woman. Ia juga bukan Baek Ma Ri atau Byun Ji Sook yang tegar. Baginya, bersama dengan Park Ji Min adalah satu-satunya surganya.

Title : Paradise | Scriptwriter : magnaegihyun | Genre : Angst, Sad, Romance | Duration : Drabble | Rating : PG-13 | Starring : Kim Ji Yeon, Park Ji Min | Inpired by Infinite’s song ‘Paradise’

Warning for typo(s) and OOC>< | Sudut pandang di sini adalah orang pertama dan aku adalah Kei

*

 

Because my heart is a broken heart

I cant let you go like this, what now?

 

Aku berjalan menaiki tangga dengan pelan. Memegang pegangan tangga dari kayu dan melihat setiap anak tangga, mengingat bahwa Park Ji Min sering duduk bersamaku di sini mengusap puncak rambutku dengan lembut. Aku masih ingat semuanya bagaimana senyum dan bagaimana bahagianya Ji Min setiap kali mendengar ceritaku yang membosankan. Kemudian aku akan meneruskan bercerita sambil menyandarkan kepalanya ke bahunya dan saling bergenggaman tangan erat.

 

Aku masih ingat jelas pula kejadian dua minggu yang lalu. Ketika itu, aku sedang memakan cupcakes bersamanya dan adiknya, Ji Bin di ruang makan kemudian ibunya datang dan memperkenalkan kami dengan Kang Seul Gi, tunangannya. Tentu saja itu hari pertama kami bertemu dengannya dan aku hanya bisa tersenyum dan menjabat tangannya di depan ibu Ji Min. Aku hanya bisa memasang senyum palsu menyembunyikan rasa nyeri di hatiku. Ji Min hanya bisa menyapanya dengan dingin dan menarikku ke dalam kamarku meninggalkan mereka.

 

Ia berjanji tidak akan mau menerima pertunangan ini kemudian menciumku dengan frustasi mencoba mengalihkan perhatian akan ucapan ibunya. Aku hanya bisa membalas ciumannya sambil menahan air mataku. Aku tahu kami berdua salah dan tidak bisa lagi melawannya. Apalagi keesokan harinya ibunya memintaku membujuknya menghadiri kencan dengan Kang Seul Gi untuk menyelamatkan perusahaan ayahnya. Ia yang mendengar itu marah dan menolak namun aku terus memohon hingga akhirnya ia menurutiku dengan terpaksa. Tanpa ia tahu, bahwa setelah itu aku hanya bisa menangis di dalam kamarku dan berdiam di sana seharian.

 

Please stay here, Im asking you a favor, Ill treat you better, I cant let you go yet

 

Andai saja waktu dapat diputar kembali dan aku mendahulukan emosiku, aku pasti memintanya. Meminta pada kedua orang tuanya untuk membatalkan pertunangannya dengannya dan memintanya agar tetap di sampingku. Tapi jalan yang kupilih malah lebih buruk. Aku hanya bisa menuruti kemauan ibunya berpikiran bahwa itu untuk menyelamatkan keluarganya.

 

Aku harusnya bersikap lebih baik padanya tanpa tahu bahwa harus begini kenyataannya. Aku terlambat untuk menahannya di sini dan sebelumnya aku malah bersikap dingin padanya. Aku pura-pura marah padanya dan tidak mau sedetikpun berduaan dengannya. Padahal setelah aku melakukan semua itu, aku hanya bisa menangis dan sakit mengetahui bahwa ia juga sama frustasinya denganku. Aku masih belum bisa membiarkannya pergi.

 

This place is a paradise only if youre here

A paradise that has locked you in against your will

A sad paradise that you wont go if youre awake

A paradise that we can be together forever, oh

 

Aku memasuki kamarku di lantai dua. Menatap betapa berantakannya sekarang tanpa dirinya. Semua hal tentang dirinya berserakan di atas ranjangku. Aku memegang ujung tali balon yang terakhir ia berikan padaku dua minggu yang lalu, begitu berdebu seolah-olah aku tidak pernah menyentuhnya. Memang aku tidak sanggup menyentuhnya yang pasti akan mengingatkanku padanya. Balon terakhir yang ia tiupkan untukku di mana kami selalu meniup balon bersama dan memberikannya pada anak-anak panti asuhan yang sering kami datangi. Semua itu begitu membahagiakan di kenanganku. Bahwa ia akan tersenyum manis pada anak panti asuhan sambil memberikan balon kemudian kami berdua ikut bermain di panti asuhan meniup gelembung sabun bersama-sama dan ia selalu menertawakanku yang selalu saja gagal meniup gelembung yang besar.

 

Aku tersenyum sejenak kemudian sadar bahwa itu sudah tidak bisa kami lakukan. Itu semua hanya bisa ada dalam kenanganku. Kenanganku akan surga yang kurasakan jika ia ada di sini bersamaku. Aku mengerjapkan mataku mencoba menahan air mataku yang hampir jatuh. Aku tidak boleh lagi terus menangis hingga membuatnya semakin merasa bersalah di sana.

 

Mataku kemudian beralih pada bunga kering yang selalu ia tempelkan di lembaran buku yang ia hadiahkan padaku. Aku masih ingat bagaimana ia menutup mataku dengan kedua tangannya dari belakang kemudian berteriak ‘tebak ini siapa?’. Tentu saja dalam satu detik aku langsung tahu bahwa itu dia seorang. Segala hal yang ada padanya aku sudah benar-benar akrab. Ketika aku menjawab bahwa itu dia, dia memelukku dari belakang dan memberikan seikat bunga yang begitu cantik. Aku selalu saja cemberut ketika tahu bunga-bunga itu mengering, sehingga ia memberiku buku dan menempelkan bunga-bunga kering itu di sana.

 

Mengingat semua itu menyadarkanku. Aku bukanlah orang yang paling menderita dulu. Bahkan seolah-olah aku berada di surgaku sendiri dulu. Surga dimana ia dan aku bersama-sama. Surga dimana kami sudah terkunci di dalamnya sesuai dengan apa yang kami harapkan. Surga yang menyedihkan dimana aku atau dia mulai membohongi diri sendiri. Surga yang seharusnya mengunci kami berada disana bersama selamanya. Tapi, itu dulu dan sekarang semua itu tidaklah nyata lagi.

 

The best paradise, without you its a hopeless world

Im gonna hold you in a little longer, Im gonna look at you a little more

Until my heart cools off a little more

I must live even without you, but right now, I need you

 

Harusnya jika kami bersama itu akan menjadi surga terindah. Harusnya jika tidak ada Kang Seul Gi, kami bisa bersama. Harusnya jika aku tidak mengacuhkannya, kami bisa bersama. Harusnya jika aku tidak tinggal bersama dan mengenal satu sama lain, dia pasti masih berada di sini dan kulihat dari jauh. Harusnya jika aku bukan sepupunya, kami pasti bisa mengakui bahwa kami saling menyayangi satu sama lain.

 

Tapi itu semua sudah terlambat. Dia sudah pergi meninggalkanku. Aku masih ingat jelas apa ucapan terakhirnya padaku bahwa ia tidak akan pernah menyerah. Tapi itu semua bohong ketika aku menemukannya sudah tak bernyawa tenggelam di bak mandi. Ingatan itu sejelas ingatan-ingatan bahagiaku bersamanya membuatku semakin berharap bahwa semua itu hanya mimpi.

 

Aku masih sangat ingin melihatnya sebentar saja. Aku masih sangat ingin merasakan dekapannya sedetik saja. Sampai hatiku ini mati beku, aku harusnya tetap hidup tanpanya seperti janjiku. Tapi tidak, aku tidak bisa mengkhianati kata hatiku lagi. Yang kubutuhkan sekarang hanya satu dan satu hal itu harus kulakukan sekarang.

 

Meski tanganku hanya bisa gemetar menggenggam beberapa butir pil dan aku harus menelan ludahku, aku harus bisa. Air mataku rasanya sudah habis ketika aku menyelesaikan suratku untuk Ji Bin. Akupun hanya bisa memejamkan mataku merasakan pil yang kutelan ini melewati tenggorokanku. Tak apa jika ini terakhir kalinya aku bertemu dengan adiknya sekaligus sepupuku Ji Bin atau bibiku alias ibunya. Aku hanya tersenyum pahit ketika tubuhku rasanya begitu sakit dan kepalaku terasa begitu berat. Karena satu hal yang begitu kubutuhkan saat ini hanyalah dirinya. Ya, aku butuh dia berada di surgaku sendiri.

 

-END-

Saturday, 2015 August 1st – 5.20 pm

Haihai, aku lama banget hiatus ya, aku benar-benar minta maaf. Jujur, aku bukanlah author yang suka nulis ff berdurasi pendek, tapi aku sudah sering menulis ff dengan durasi panjang atau dengan kata lain berseri, tapi itu semua selalu berhenti di tengah jalan atau memakan waktu lama untuk menyelesaikannya. Sebenarnya aku ingin menulis ff ini dengan cast Infinite’s Myung Soo dan pasangannya yang kufavoritkan, Miss A’s Suzy. Tapi, aku beralih pada Kei-Jimin, karena aku rasa mereka berdua punya wajah mendayu-dayu(?) yang cocok untuk ff bergenre sad 😀 Nah, bagaimana pendapat kalian tentang ff ini? Kritik nggak papa kok, aku bukan penulis handal juga. I’ll be waiting for your comment, GIVE ME YOUR FEEDBACK JUSEYO~

magnaegihyun~

PS. Maaf, baru bisa ngepost sekarang 😀

Advertisements

9 thoughts on “[DRABBLE] Paradise

  1. adelia

    huh.. sakit bacanya Thor, sungguh terlalu .. kamu membuat keimin berjauhan.. tapi mereka akan bersama di surga …

    oke oke bagus banget, feel-nya ngena. bisa gitu gimana sih thor ajarin aku dong hehehe :v

    Like

    • haduh maafkan ya, lirik lagunya gitu sih nggak mau disalahin
      makasih ya ampun jadi malu deh. aku sih emang suka banget nulis ginian dari dulu jadi ya gitu deh bukan pengalaman pribadi kok
      Makasih komennya❤

      Like

  2. ditengah tugas melilit, dan kehausan akan fic keimin yang semakin langka… merupakan kebahagiaan tersendiri ketika nemu fic ini ;~; huhuhu

    gatau kenapa aku malah pengen ketawa pas baca “jimin mati tenggelam di bak mandi” lmao xD jadi inget dia yang masuk aquarium di run japver xD /gak/

    oke, maafkan komentar diatas.
    mba kei sama mz jim samasama mati yak? :”)
    ugh, gimana lagi, keimin emang cocok buat yang manis2 sama yang pahit2 macem gini /wut/ ;~;
    tapi saya sukanya yang manis2 /plak/

    oke, overall bagus kok, tata bahasanya rapi juga x) tetap semangat menulis yak! xD

    Like

    • sama aja, aku juga ngenes sendiri jarang nemu fic keimin.
      ya kalau itu sekarang kita harus berhati-hati dengan bak mandi-,-
      sayang aku masih belum nyoba nulis fic keimin yg manis-manis, semoga kapan-kapan bisa terwujud.
      makasih, makasih atas semuanya, ganbatte❤

      Like

  3. ANi

    Kei bunuh diri? Terus jimin juga bunuh diri? Kok sedih sih?/protes mulu/
    tapi aku suka ko, yang penting merekanya bahagia…./sedih sih/
    KUSUKA^^

    Like

  4. azeleza

    Wkwkwk udah baca ini dari kemaren~ baru komen sekarang mian mian :”3
    Feelnya ngena, sebel jadinya gegara ku sukanya yang bahagia wkwkwk XD Semoga bahagia di alam sana KeiMinkuh :””D

    Like

  5. Aihara

    Awalnya sempet ngira gitu kalo Jimin-nya akhirnya sama Seulgi
    Tapi, seketika keinget poster fanfict ini
    “Bukan deh, jangan bilang…”
    Oh betul, Jimin pergi meninggalkan Jiyeon 😥
    Eh… akhirnya Jiyeon juga pergi buat nyusul Jimin :’)

    Berbahagialah kalian berdua~

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s