[Freelance] Can’t Let Go

cant-let-go

Can’t Let Go

Credit: Aeyoungiedo@StoryPosterZone

Author: ANi | Main Cast: Park Myung Eun, Wen Junhui [Jun SVT] | Genre: Sad, Romance | Rating: PG-15 | Length: Ficlet

Recomended Song [Inspired]: Adele-Cant’t Let Go

This is my story, just mine. The cast is not mine. Warning Typo’s everywehere, guys. Don’t be plagiat and Siders

-terima kasih buat kak imei dan maaf karena ini lama banget-

a/n:tulisan italic itu dari dalem hati Jin

***

Why were you so cold, let the truth be told?

Tell me was it all for the thrill?

….

Taukah kau, bahwa aku menyimpan itu dalam mantel cokelat mu?

Myung Eun perlahan menyesap teh dengan penuh gugup di hadapan pria Cina yang sedang sibuk dengan benda persegi panjang berwarna hitam mengkilap. Saat irisnya kembali menangkap gerak si pria Cina tersebut, Myung Eun menghentikan cangkir di depan bibirnya. Ternyata eksistensi Myung Eun masih diperhatikan.

“Kau tidak bermaksud untuk menghentikan waktu, bukan?” bibir Myung Eun terangkat sedikit, tapi terlihat begitu masam. Dan irisnya menangkap -lagi- netra Jun yang sedang menatap dirinya begitu lekat.

“Aku tak punya kekuatan itu, Jun. Aku bukan penyihir,” kekehnya pelan dan menenggak sedikit teh lalu menyimpan cangkir dihadapan Jun, si pria Cina.

“Bodohnya, aku menanyakan hal itu berulang kali.” Dengus Jun dan menutup perbincangan ringan mereka di sudut cafe.

Keduanya kembali dilanda hening yang mencekam, tapi Myung Eun tak ingin menghapus kecanggungan diantara mereka berdua. Setidaknya lebih lama bersama Jun -sekalipun pria itu bungkam sangat lama-Myung Eun bisa melihat siluet pria itu.

Pernahkah terpikir olehmu, bahwa setiap kata-kata yang kuucapkan masih terasa sulit untuk keluar dari tenggorokan? Aku seolah lupa caranya berbicara juga bernapas dihadapanmu.

Myung Eun menyembunyikan remasan kedua tangannya di bawah meja sudut cafe dan memandang keluar jendela melihat jalanan yang sekarang diselimuti awan abu. Belum genap satu jam bokongnya mendarat di kursi, tapi langit berubah menjadi mendung.

Dan dari banyak sepersekian sekon yang dihabiskan Myung Eun untuk mengatup bibir, Jun hanya diam memangku wajah dengan satu tangan pertanda bosan. Park Myung Eun membosankan, oh betapa lucunya hal itu. Tapi perlukah Jun tau, hal seperti inilah yang dinanti Myung Eun untuk  menguji seorang Wen Junhui.

Tidak bermaksud Myung Eun untuk mengikis kesabaran pria itu, tapi sebagai pertanda apakah Jun orang yang bisa ia percaya sekarang. Ketika semua kejujuran yang ada disekitarnya seolah ditutupi secara paksa.

Termasuk, karena Jun.

***

There’s too much that I haven’t said

But you still went for the kill

….

Sadarkah Jun akan Myung Eun yang menyita waktunya berjam-jam? Demi melihat wajah pria itu yang tak lekas menampakan senyum -tipis, mungkin- barang sekali saja? Yang ia dapatkan hanya helaan napas berulang dari mulut Jun.

Katakan padanya, aku tidak bisa pergi.

Myung Eun menggenggam kedua tangannya di kala hujan mulai turun dengan lebat. Rintikan air hujan menimpa atap vila, tapi tidak menimbulkan bunyi ribut di dalam. “Mendekatlah,” Jun menariknya mendekat lalu memangku tubuh Myung Eun yang lebih kecil di atas pahanya.

“Lihat dan dengar aku,” tangan Jun menarik wajah Myung Eun yang semula merona menghadap wajah Jun.

“Kau menginginkanku? Kau mencoba untuk tidak jauh dariku? Atau kau berusaha tetap berada di sampingku dan tidak pergi? Jin, aku rasa semuanya percuma. Katakan saja padaku,”

Manik Myung Eun menangkap kesungguhan dalam berkata Jun, tidak ada candaan dalam kalimat itu. Tapi Myung Eun takut saat Jun sudah memanggilnya dengan sebutan ‘Jin’, itu artinya Jun sedang serius sekarang.

Jadi, Myung Eun hanya bisa menangis. Menahan suara pedih dihadapan Jun yang terkisap melihat air mata dari gadisnya. Atau lebih tepatnya, mantan gadisnya. Mungkin. Jujur saja, Myung Eun tidak bisa mengatakan semua isi hatinya saat kata-kata itu menyangut di pangkal tenggorokan dan meronta untuk tidak keluar.

“Kenapa? Apa karena kau harus kembali ke Cina dan melakukan perjodohan itu? Atau karena aku mulai membosankan? Katakan padaku apa alasan mu!”

“Myung, mengertilah sekali saja. Untuk ka-“

“Untuk apa?! Untuk wanita yang berpegangan tangan dengan mu tempo hari? Yang berkencan dengan mu itu? Jun, kenapa kau selalu berbohong pada ku, katakan saja kau sudah bosan dengan ku. Ka-kau, kau tak mengerti perasaan ku,”

Myung Eun menyembunyikan wajahnya yang basah karena aliran air mata di balik kedua telapak tangan yang kini gemetaran. “Kalau begitu, bisakkah kau pergi dariku?”

“Tidak akan bisa! Kau tidak akan pernah bisa membuat ku pergi!

Saat kata-kata tak lagi cukup untuk menyadarkanmu bahwa aku tetap mencintaimu dan kau tetaplah menjadi cinta ku. Juga bahwa fakta mengatakan kau mencintaiku, maka tanganku akan berkata. Tenggorokanku pun masih terasa tidak cukup kuat untuk mengatakan demikian. Jadi, biarlah tangan ku menari di atas secarik kertas untuk menyampaikan pesan jika mulutku tak lagi kuat berbicara dihadapan wajahmu, Wen Junhui, pria yang kucintai.

Bahwa masih ada tanganku yang bisa mengatakannya, termasuk menyimpan pesan itu dibalik mantel cokelat kesayanganmu.

***

Do you even know I can’t let go?

***

END

Ada yang bisa nebak, apa yang disimpen Jin di mantel cokelatnya Jun?

Pertama, ini absurd. Kedua, ini ga ada feelnya. Ketiga, tulisanku abal-abal. Keempat, serius, ini jelek banget….TT

 

Advertisements

3 thoughts on “[Freelance] Can’t Let Go

  1. Wuaa akhirnya setelah lama menunggu,,, makasih ANi udh mau buatin. Masih inget aja klo kamu mau bikinin ff lovelyz-Jun wkwkwk 😀 …

    Aku baca ini dan emg harus baca 2 kali biar lebih mendalami ff ini wkwkwk… jadi Jin gamau pisah dari Jun? Gitu? kok sedih amatt TT

    Yg di saku mantelnya Jun?? Isinya pasti surat cinta dari hati Jin yg palilng dalam deh, alasan knapa dia gak mau pergi dari Jun. Iya gak sih??

    Overall,, aku suka bgt ceritanya… walau agak gantung sih …
    Nice ff, ANi ❤ ❤

    Like

  2. Maaf ya kak, ini lama banget. Sama-sama kak…masih inget karena idenya selalu muncul dan mandek terus, moga aja cocok pasangannya😊
    Aku aja baca berkali-kali tapi ga dapet feel-nya…jadi Jin emang gamau pisah, kan kakak mintanya sad ya aku buat sad
    Yang di mantelnya Jun? Iya surat, isinya pernyataannya Jin kalau dia ga akan pernah pergi sama iya itu kalau dia cinta banget sama Jun/alay/
    Makasih udah suka sama ff abal-abal ini/ihiks/…..kenapa gantung? Mau ngasih gak gantung tapi ya gitu idenya mandek, makasih kak udah baca dan komen💜

    Like

  3. Ini pertamana kalinya aku baca ff pendek dengan perlahan dan ku cerna satu persatu kata katanya.. nggak tahu kenapa yach aku merasa bakalan ada kata yang gak boleh ku lewati pada ff ini.. dan kamu tahu- author yang baik- aku sampe ngangkat alis dan ngotot banget bacanya../ curhat gak jelas/
    Kamu mau nyampein apa sech dalam cerita ini? / hehe reader lola/
    Kalo bisa kasih sequel ya biar jelas.

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s