[Freelance] Realize

Standard

ao-haru-ride-episode-2-26

Realize

 

Author: Fenny Huang

Main cast: Jeong Yein, Jeon Jungkook, Jung Chanwoo.

Support Cast: Ryu Sujeong, Kim Jisoo (YG trainee).

Genre: Sad, Romance.

RT: PG-15

   ‘Ada yang ingin kubicarakan denganmu, bisa kau temui aku diatap sekolah saat jam istirahat? – Yein’

   Yein kembali membaca tulisan tangannya sendiri yang tertera disecarik kertas dengan kening berkerut dalam, entah kenapa Yein merasa aneh dengan kata-katanya. Ingin mengajak bicara saja harus mengirim surat seperti ini dan lagi, bagaimana kalau ia tidak datang karena menganggap dirinya aneh? Haruskah ia batalkan memasukkan surat ini kedalam loker dihadapannya?

   “Yya Yein-ah…”

   Yein terlonjak kaget ketika ada yang menepuk bahunya dari belakang, begitu menoleh ia mendapati teman baiknya Sujeong yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakang nya. Helaan napas keluar dari mulut Yein merasa lega kalau ternyata yang menepuk bahunya bukan lah si pemilik loker dihadapan Yein saat ini.

   “Kau mengangetkanku..”

   “Neo mwohae? Kenapa berdiri didepan loker orang seperti itu?” Tanya Sujeong ingin tahu.

   “Eum.. Sujeong-ah, sepertinya..” Ujar Yein lambat “aku.. Tak jadi melakukan apa yang kita bicarakan semalam…”

   Sujeong yang tengah sibuk dengan ponselnya langsung menoleh pada Yein “Mwo?”

   “Isanghane, bagaimana kalau nantinya ia tidak datang?”

   “Yya! Kau yang merencanakan nya dengan mantap semalam kenapa sekarang malah pesimis sendiri? Eii..” Cibir Sujeong seraya menggelengkan kepalanya heran “kemarikan…” Sujeong dengan cepat merampas surat yang berada di tangan Yein.

   “Andwe…” Yein mencoba untuk merebut suratnya kembali tapi sayang, ia kalah cepat dengan Sujeong yang sudah memasukan suratnya kedalam loker yang seketika itu juga membuat Yein amat histeris “yya! Kenapa kau malah memasukannya?!”

   “Kalau kau yang melakukannya akan makan waktu lama..” Ujar Sujeong kemudian menunjuk wajah Yein “jangan lari, aku paling tak suka dengan seseorang yang tidak mengingkari perkataan nya apa lagi kau itu temanku sendiri! Lakukan apa yang kau katakan padaku tadi malam..”

   “Tapi Sujeong-ah..”

   “Aku tak ingin mendengar kata ‘tapi’ darimu..” Sujeong memegang kedua bahu Yein kemudian membalikkan tubuh yeoja tersebut, ia membimbing Yein beranjak dari tempat mereka “sekarang temani aku sarapan..”

   Yein menghela napas gusar seraya menggerutu dalam hati, ia menyesal dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya semalam pada saat berteleponnan dengan Sujeong. Jujur saja, Yein mengatakan hal tersebut karna terlalu senang bisa di beri perhatian lebih olehnya, tapi dalam hati ia belum siap melakukan hal tersebut. Oh Tuhan, selamatkan aku.

******

   Bel sudah bunyi beberapa menit yang lalu tapi belum ada tanda-tanda kedatangan namja yang sedang Yein tunggu-tunggu. Sudah beberapa kali Yein menghela napas resah seraya mengatuk-ngatukan sebelah kaki nya ke tanah, ia merasakan hal yang campur aduk saat ini entah itu perasaan mulas di perut nya karena gugup, tak sabar, takut dan perasaan yang paling besar saat ini adalah ingin kabur. Ingin sekali Yein kabur, tapi kalau ia kabur ia pasti akan di damprat Sujeong nantinya. Tiba-tiba Yein tersentak saat mendengar suara langkah kaki mendekat yang berasal dari luar. Dengan tergesa-gesa Yein yang sedari tadi menyender pada dinding beranjak menjauh dari tempatnya dan berdiri membelakangi pintu.

   Begitu mendengar suara pintu yang terbuka, Yein melipat kedua tangannya didepan dada kemudian memejamkan kedua mata nya rapat-rapat layak nya ia tengah berdoa “miane, aku memanggilmu kemari, a…ada yang ingin kukatakan padamu…” Ucap Yein dengan suara yang agak bergetar, ia menahan rasa gugupnya saat ini.

   “Go..gomawo karena kau sudah mengantarku sampai rumah kemarin dan terima kasih sudah selalu menolongku..” Yein menghela napas sejenak “dan yang ingin kukatakan adalah… Aku… Aku menyukaimu…”

   Kening Yein berkerut samar karena ia tidak mendengar sautan sama sekali dan itu semakin membuat Yein dilanda rasa panik, ia mengigit bibir bawahnya “miane, aku tau ini tiba-tiba geundae.. Aku sudah menyukaimu sejak awal kita bertemu, Chanwoo-ah…”

   “Woaah… Hebat sekali kau Nona Jeong…”

   Kedua mata Yein yang awalnya terpejam erat langsung terbuka lebar saat mendengar suara yang amat familiar untuknya tersebut, tunggu… Kenapa suara Chanwoo amat berbeda?

   “Jeon Jungkook?!” Pekik Yein begitu ia memutar tubuhnya dan mendapati namja yang paling ia benci berdiri dihadapannya dengan wajah gelinya “ne..neo..!. Bagaimana bisa kau berada disini?”

   “Bagaimana bisa? Coba kau tanyakan pada dirimu sendiri..” Ujar Jungkook dengan senyum miringnya sedangkan tangan kanan nya memegang surat yang tadi Yein tujukkan untuk Chanwoo.

   “So…solma…” Yein mendesis kesal sekaligus malu begitu mengerti apa yang terjadi, Sujeong salah memasukan suratnya kedalam loker Jungkook. Aizh! Sial!

   “Jadi… Kau ingin menyatakan cintamu pada Chanwoo? Hebat sekali kau…” Ledek Jungkook diiringi dengan kekehan meremehkannya.

   “Diam kau! Kembalikan padaku..” Yein mencoba merebut kembali suratnya yang berada di tangan Jungkook tapi Jungkook dengan cepat menjauhkan surat tersebut dari Yein “yya..!”

   “Lebih baik kau urungkan niat bodohmu itu sebelum menyesal…” Ucap Jungkook dengan nada yang sedikit serius.

   Yein menatap Jungkook sengit kemudian berjinjit agar bisa meraih suratnya yang Jungkook angkat tinggi-tinggi “Terserah apa katamu…” Cibir Yein setelah ia berhasil mendapatkan suratnya kembali, ia langsung beranjak dari tempatnya meninggalkan Jungkook dengan dongkol.

 *dikelas*

   “Mwo? Salah loker?” Beo Sujeong begitu Yein menceritakan padanya apa yang terjadi.

   “Sudah kubilangkan aku tak mau melakukannya, dan lagi, kenapa harus Jungkook? Eizh! Awas saja kalau ia berani mengatakan hal yang tidak-tidak pada semua orang…” Rutuk Yein kesal. Yah, Jungkook adalah musuh terbesarnya didalam kelas, namja usil dan menyebalkan yang selalu mencari gara-gara dengannya.

   “Kurasa ia tak akan melakukan itu, Jungkook itu bukan nappeun namja…” Ujar Sujeong dengan nada menilai.

   “Heol~ buka matamu lebar-lebar, kau ini sudah tertipu dengan wajahnya yang tampan seperti yang lain..”

   “Oh? Kau mengakuinya tampan..” Goda Sujeong kemudian tertawa karena berhasil mengerjai Yein “arra, arra. Lalu kau ingin bagaimana sekarang?” Tanya Sujeong mengalihkan pembicaraan saat melihat wajah Yein yang meringsut.

   “Kau… Tak ingin aku membatalkan nya kan?” Tanya Yein perlahan setelah ia berpikir sejenak.

   Sujeong menggelengkan kepalanya perlahan “Kau jelas tau apa jawabanku..”

   Helaan napas pasrah keluar dari mulut Yein “baiklah, aku akan menemuinya langsung saat ia selesai latihan basket..”

   “Itu baru temanku, aku mendukungmu..” Tutur Sujeong dengan senyum lebarnya diiringi dengan tangan kirinya yang menepuk-nepuk bahu Yein.

 ******

   Yein melongokkan kepalanya kedalam ruang aula dengan tangan kirinya yang memegang sebotol minuman ion saat mendengar bunyi peluit panjang yang berasal dari dalam, para anggota team basket berhamburan menuju bangku pemain dengan napas yang memburu. Kedua mata Yein menangkap sosok Chanwoo yang tengah duduk sendirian seraya mengelap keringat dengan handuk kecil miliknya, Chanwoo melambaikan tangannya sekilas kepada anggota lain yang berlalu meninggalkan aula terlebih dahulu. Yein dengan sigap menyembunyikan dirinya dibalik pintu saat para anggota team basket keluar. Begitu merasa sudah lumayan sepi, Yein mulai mempersiapkan mentalnya untuk menemui Chanwoo, ia berharap kalau kali ini tidak akan gagal dan berbuah manis.

   “Cha..Chanwoo-ah…”

   Chanwoo yang sedari tadi menunduk menatap ponselnya mendongak saat mendengar ada yang memanggilnya, senyum langsung merekah diwajahnya saat melihat Yein “oh, Yein-ah..”

   Yein bisa merasakan jantungnya berdegup perlahan “ini.. Untukmu..” Ujar Yein seraya menyodorkan minuman ion yang sedari tadi ia pegang pada Chanwoo.

   “Woah, gomawo, duduklah..” Chanwoo mempersilahkan Yein untuk duduk disebelah nya “kau belum pulang?” Tanya nya seraya membuka minuman yang Yein berikan.

   “Ajig…” Yein menunduk menatap kedua sepatu nya, hembusan napas keluar dari mulut Yein. Ia harus bisa! “Chanwoo-ah…”

   “Nee?”

   “Eung… Ada yang ingin kukatakan padamu..”

   “Mwoji? Katakan saja..” Ucap Chanwoo yang mulai memusatkan perhatian nya pada Yein dan hal tersebut berhasil membuat Yein semakin gugup.

   Yein tenanglah! rutuknya dalam hati menenang kan diri “a…aku…” Yein memejamkan kedua matanya dengan erat “aku.. Menyukaimu…”

   Setelah mengatakan hal tersebut, Yein merasakan kedua bahunya seketika itu juga terasa ringan. Yein terus menundukkan kepalanya, tidak berani menatap Chanwoo yang tengah memasang wajah terkejut nya saat ini. Ia tidak percaya dengan pengakuan mendadak dari Yein.

   “Ye.. Yein-ah a..aku…”

   “Chanwoo-ah..”

   Perkataan Chanwoo terhambat saat mendengar suara lembut tersebut. Yein maupun Chanwoo sama-sama menoleh kesumber suara dan mendapati yeoja cantik dengan rambut panjang lurusnya.

   “Jisoo…” Chanwoo langsung bangkit dari tempatnya melihat yeoja tersebut yang berjalan kearah mereka dengan senyum lebarnya, sedangkan Yein hanya menatap mereka berdua dengan wajah bingungnya.

   Kedua mata Yein sedikit melebar saat melihat yeoja bernama Jisoo tersebut merangkul lengan Chanwoo “Mian, aku telat, pelajaran tambahan ku berlangsung lama tadi..”

   “Ah geurae?” Chanwoo beralih pada Yein, wajahnya langsung berubah sedikit tak enak saat melihat Yein “yein-ah..”

   “Oh, dia kah Yein yang selalu kau ceritakan padaku?” Tanya Jisoo langsung.

   Chanwoo bergantian menatap Jisoo dan Yein “e…eo…”

   “Anyeong, nan Kim Jisoo imnida..” Yein menatap tangan Jisoo yang terulur padanya “Chanwoo sering menceritakan tentangmu padaku..” Ujarnya dengan senyum yang masih merekah.

   Chanwoo terlihat semakin bersalah melihat Yein yang hanya terdiam ditempatnya “Yein-ah, jeongmal miane aku…”

   “Gwaenchanha, kau tak perlu meminta maaf..” Yein bangkit dari tempatnya kemudian membalas uluran tangan tersebut seraya tersenyum pada Jisoo “nan Jeong Yein imnida, senang bisa berkenalan denganmu Jisoo-ah..”

   Tiba-tiba perasaan canggung menyelimuti mereka terutama untuk Yein dan Chanwoo.

   “Aku.. Harus pulang sekarang, sekali lagi senang berkenalan denganmu Jisoo-ah..” Yein membungkukan tubuhnya sekilas kemudian melesat keluar dari ruang aula.

   Yein berlari secepat mungkin agar ia bisa menjauh dari aula. Begitu sudah sampai di koridor lantai satu, Yein memperlambat langkahnya, napas nya memburu diikuti dengan perasaan nyeri yang menyerang dadanya.

   “Bukankah sudah kukatakan padamu sebelumnya?” Suara tersebut terdengar jelas ditelinga Yein, dan Yein mengenal siapa pemilik suara tersebut tapi ia tidak berniat untuk menoleh. Bisa di tebak namja satu ini pasti melihat kejadian di aula tadi, demi apapun Yein benar-benar tidak ingin bertemu dengan namja menyebalkan ini sekarang “mereka sudah berhubungan selama lima bulan dan semua orang tau akan hal itu, bagaimana bisa kau tidak mengetahui nya? Apa kedua mata dan telingamu itu tertutup eoh?” Jungkook menyender pada tembok tepat di belakang Yein.

   Kening Jungkook berkerut karena Yein tidak menyahut, biasanya Yein akan menyahutinya dengan membentak atau tidak marah-marah tapi kenapa yeoja ini diam saja sekarang? “Yya, kau mendengarku atau tidak?”

   ” Katakan saja aku tuli..!” Cecar Yein seraya membalikan badannya, kedua mata Jungkook membulat saat melihat buliran air mata Yein mengalir di kedua pipinya “kau ingin mengatakan aku bodoh juga kan?! Katakan saja semuanya agar kau merasa puas…!”

   “Ya..yya, kenapa kau menangis?” Tanya Jungkook gelagapan.

   Jungkook baru saja ingin kembali berbicara tapi tertahan saat ia samar-samar mendengar suara yang berasal dari ujung koridor. Ia melihat empat orang siswa namja yang bisa Jungkook tebak adalah Sunbae mereka yang baru saja selesai berlatih baseball, mereka berempat berjalan menuju kearah Jungkook dan Yein. Menyadari hal tersebut Jungkook mulai kebingungan pasalnya, yeoja dihadapannya tengah menangis saat ini dan Jungkook tak ingin keempat Sunbae tersebut melihatnya. Begitu keempat Sunbae tersebut sudah semakin mendekat kearah mereka, Jungkook mengulurkan tangan kiri nya kearah Yein lalu memeluk yeoja tersebut. Air mata Yein berhenti mengalir karena terkejut dengan apa yang Jungkook lakukan padanya, sedangkan Jungkook hanya bisa menolehkan kepalanya keluar jendela saat mendengar keempat Sunbae yang berjalan melewati mereka menggodanya.

   “Apa aku se-nappeun itu dimatamu?” Jungkook melepaskan Yein dari pelukannya “dengar, aku tau kau sedih tapi coba lah berpikir kalau kau mungkin terlalu baik untuknya dan lagi, masih banyak namja di luar sana..” Tutur Jungkook dengan suara nya yang mulai melembut.

   Kedua mata Yein mengedip perlahan, ia terpaku dengan wajah Jungkook yang berada di hadapan nya saat ini.

   “Jadi berhenti lah menangis, air mata tidak cocok untukmu. Arasheo?” ucap Jungkook seraya menghapus air mata Yein yang mengalir di pipinya.

   Yein menundukkan kepalanya perlahan, entah kenapa ia menjadi merasa tersipu dengan perlakuan Jungkook padanya “A…arasheo..”

   “Bagus kalau kau mengerti, sekarang pulanglah sebelum malam..” Jungkook menepuk puncak kepala Yein sebelum ia beranjak dari tempatnya.

   Yein menatap punggung Jungkook yang perlahan menjauh darinya “Jungkook-ah…” Panggilnya  yang membuat Jungkook menoleh padanya,ia menunggu Yein kembali berbicara “gomawo..”

   Senyum mengembang diwajah Jungkook mendengar kata-kata Yein barusan “cheonma..” ucapnya seraya melambai pada Yein kemudian kembali berjalan.

   Yein merasakan hal aneh saat melihat senyum Jungkook barusan dan juga ia menyadari satu hal bahwa Jungkook tidak seburuk yang ia bayangkan seperti yang dikatakan Sujeong padanya. Mungkin mulai sekarang ia harus memandang Jungkook dari sisi lain dan mencoba untuk berteman dengannya.

~KKEUT~

Anyeong~>A<!!

Bwt yang udh bca mohon di komen yaak..

Miane kalo critanya nge gantung atau semacamnya..^^

Advertisements

6 thoughts on “[Freelance] Realize

  1. Kim Soo In

    Aaaa,, Itu potongan gambar buat cover nya kyk pernah tau deh.. Dari j drama kalau gk salah,, ih namanya apa sih lupa deh.. Bisa bantu kasih tau aku nggk kak? Sama minta link webtoon nya kalau boleh .. Hihihi

    Like

  2. Aihara

    Sebetulnya Jungkook baik juga kan
    Udah ngelarang Yein buat nyatain perasaan ke Chanwoo karena Chanwoo udah punya Jisoo
    Apalagi, Jungkook kayanya…
    Dan Yein pun udah mau ngerubah pandangannya mengenai Jungkook
    Aaaaa ><

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s