[A Ship] 39 Derajat Celcius

Love is...a Ship

Love is…a Ship: 39o Celcius

Author: azeleza

Cast : Kim Jiyeon (Kei) [Lovelyz] || Park Jimin  [BTS]

Genre : Romance – Married life

Length : ~ 1700 words

Rating : G

◊◊◊ Day-30 ◊ Day-58 ◊◊◊

◊◊◊ 39C ◊◊◊

Sudah pukul empat dini hari. Sedangkan Jiyeon adalah perempuan yang mudah mengantuk, tetapi ia belum pernah satu hari saja dapat tidur nyenyak di kamar condonya. Terlalu besar, dingin, menguarkan suasana sepi yang tidak Jiyeon suka. Namun malam ini, lupakan tidur nyenyak, ia bahkan tidak mampu bergerak.

Mata terkunci pada sosok Park Jimin yang terlelap di atas kasurnya.

Suhu tubuh Jimin mencapai 39 derajat Celcius dengan wajah dan bibir yang pucat. Sedangkan laki-laki itu hanya meringkuk di atas sofa. Untungnya, tenggorokan Jiyeon terasa gatal tadi, membuatnya memutuskan untuk keluar mengambil air segar di lemari pendingin. Saat itu ia melihat Jimin membatu di atas sofa, tidak menjawab apa-apa bahkan ketika Jiyeon menggoyang pelan tubuhnya.

Sekarang, wajah Jiyeon ikut memerah ketika ia mengingat kembali bagaimana ia memapah Jimin hingga sampai kamarnya…sebenarnya tadi ke kamar Jimin dulu. Ingatkan Jiyeon untuk meminta maaf pada Jimin nanti karena sudah masuk ke kamarnya tanpa izin. Well, walaupun melihat kamar Jimin hanya memberi Jiyeon kekagetan luar biasa karena kondisi kamar laki-laki itu jauh dari definisi rapi dan layak huni. Oleh karena itu, Jiyeon memutuskan untuk membawa Jimin ke kamarnya.

Sambil terus mengatur detak jantung –dan otaknya yang mencoba memberi pembenaran bahwa tidak ada yang salah ketika sepasang suami istri berada di satu kamar yang sama-, Jiyeon penasaran apa yang membuat Jimin menjadi seperti ini.

Mungkinkah karena tadi malam hujan? Apakah Jimin tidak bawa payung? Kehujanan?

Jiyeon mengambil kain yang sudah berubah hangat dari dahi Jimin, kemudian memerasnya, merendamnya lagi dengan air dingin sebelum meletakkannya kembali di dahi laki-laki itu. Mata Jimin berkedut pelan, napasnya masih belum teratur, terkadang mulutnya menggumam pelan.

Jimin harus minum obat.

“Jimin-ssi…”

“Mm…”

“Minum obat.”

“Mm…”

Tidak ada yang terjadi. Selalu seperti itu sejak tiga puluh menit yang lalu.

“Mm…”

Kali ini Jiyeon menggoyangkan tubuh Jimin perlahan, namun pergerakannya langsung berhenti ketika Jimin menangkap pergelangan tangannya. “Aku hanya perlu tidur.”

“Tapi suhu tubuhmu-“

“Aku ngantuk, Jiyeon-ah~,” potong Jimin yang juga berhasil memotong saluran pernapasan Jiyeon selama sekian detik. Suara parau Jimin yang pelan terdengar begitu manja dan membuat Jiyeon tidak berdaya. Membuatnya hanya bisa diam tanpa kata. Menerima kenyataan bahwa ia tidak bisa melakukan apa-apa selain meletakkan kain dingin di dahi Jimin untuk menormalkan suhu tubuhnya.

Namun, tangannya kini berada dalam genggaman Jimin. Terasa panas hingga sekujur tubuh. Belum lagi “Jiyeon-ah” terus terngiang di balik benaknya. Terdengar terus menerus bagai musik yang diputar dalam mode repetitif. Membuat Jiyeon terpana karena suara Jimin memanggilnya dengan begitu nyaman, seperti bagaimana Nenek dan Kakek memanggilnya.

Oh, Jiyeon baru saja melakukan panggilan dengan nenek dan kakeknya kemarin sore, kegiatan rutin satu bulan sekali. Saling melaporkan kabar dan bercerita keseharian masing-masing. Pastinya, Nenek tidak akan lupa menanyakan hubungannya dengan Park Jimin. Suasana hati Jiyeon spontan berubah aneh. Ia tidak menjawab selama beberapa menit sampai Nenek memanggil namanya lagi dari seberang sambungan.

“Aku tidak bicara dengannya. Tidak mau,” adalah kalimat yang Jiyeon ucapkan sebagai balasan pada sambungan di bulan pertama.

“Aku menuruti saran Nenek. Membuatkannya sarapan,” jawaban yang Jiyeon berikan di bulan kedua –setelah ia begitu sulit menutupi perasaannya yang masih campur aduk ketika Jimin menciumnya dalam keadaan setengah mabuk.

“Laki-laki itu selalu pulang malam, belajar di studio musik milik temannya. Jimin seperti yang aku pikir awalnya, Nek. Tuan Muda yang tidak bisa membedakan mana garam dan mana gula” adalah jawaban di bulan ketiga.

Dan kemarin, “Nek, apa pernikahan ini akan baik-baik saja?” adalah pertanyaan yang Jiyeon lontarkan sebagai jawaban. Setelah Jimin menggenggam tangannya saat pesta, mengatakan pada seluruh hadirin bahwa Jiyeon dalah wanita paling manis yang pernah Jimin temui, seorang istri yang membuatnya mendamba. Sebelumnya Jiyeon terpeleset, tidak terbiasa menggunakan sepatu berhak tajam setinggi sepuluh senti, lantas menabrak seorang pelayan yang membawa minuman dalam gelas-gelas kristal hingga tersungkur ke lantai. Malam itu adalah malam pertama Jiyeon mendapatkan sorot mengejek dari berbagai arah, ditambah bisik-bisik hadirin mengatakan bahwa dirinya hanyalah anak desa yang keberadaannya disembunyikan oleh keluarga Kim.

“Jangan-jangan dia anak hasil perselingkuhan Nyonya Kim?”

Belum berhenti sampai sana, Jimin menariknya pulang dari ceramah Tuan Kim yang malu karena kecerobohannya –dan eksistensi Kim Jiyeon, ya.

“Aku yang bertanggung jawab atas semua yang ia lakukan. Dan aku juga yang berhak memarahinya jika ia memang melakukan hal yang salah. Ia adalah istriku, Tuan Kim. Jiyeon sudah menjadi milikku.”

Yang jelas, hati Jiyeon sungguh tidak baik-baik saja.

“Agh, jangan berharap yang macam-macam, Jiyeon-ah!! Jimin hanya membantumu!” rutuk Jiyeon pelan. Ia kembali menatap Jimin, seketika itu kembali bertanya-tanya bagaimana laki-laki yang sekarang terlihat layaknya bocah lima tahun itu bisa menjelma menjadi seorang pangeran beberapa malam lalu.

Pastinya, Jiyeon paham bahwa debaran ini bukan sekedar ulah hormon dan gairah karena sentuhan semata. Bukan pula karena paksaan dari status mereka. Jiyeon tidak ingin menjadi perempuan munafik lebih lama. Pernikahan yang dipaksakan ini memang semerta tidak bisa membuat mereka bahagia, tapi bagaimana jika pernikahan ini membuat mereka saling jatuh cinta?

Iya, Kim Jiyeon yang dulu hanya ingin menikah atas dasar cinta. Tak pernah terlintas di benaknya bahwa ia akan mengalami hal yang sebaliknya.

Jatuh cinta karena menikah.

“Cepat sembuh, Park Jimin,” bisik Jiyeon, kemudian tanpa ragu menautkan jemarinya di milik Jimin. Jemari Jimin terbilang mungil jika ia membandingkannya dengan tangan kekar Kakek yang sejak kecil selalu Jiyeon suka genggamannya. Biarpun begitu, tautan ini terasa sangat pas dan menyenangkan.

…Hei, lalu bagaimana kalau hanya dirinya yang jatuh cinta? Bagaimana dengan hatinya?

Entahlah. Dari sekian banyaknya dugaan dan pertanyaan, Jiyeon hanya bisa terpejam. Memutuskan untuk tersenyum ketika imajinasinya menggambar Park Jimin dan Kim Jiyeon saling jatuh cinta dan bahagia.

.

.

.

Suaminya memiliki mata yang kecil, monolid, akan menghilang jika ia tertawa. Bola matanya dilapisi iris hitam –yang ternyata adalah coklat tua ketika Jiyeon perhatikan lama-lama.

Dan dengan jarak dekat.

“Pagi.”

“NENEK!!” pekik Jiyeon ketika semua nyawanya telah terkumpul jadi satu. Jiyeon duduk tegak di kasurnya. Dengan perlahan menoleh ke samping untuk melihat Park Jimin meregangkan tubuh, dan kembali memeluk bantal guling.

“Jimin…apa tubuhmu masih panas?” tanya Jiyeon. “Kenapa aku bisa tidur di sini??”

“Aku yang membawamu naik,” ucap Jimin enteng, tangannya menarik pergelangan tangan Jiyeon, meletakkannya di atas dahi, “Masih?”

“Eng…masih,” balas Jiyeon, secepat kilat menarik tangannya. “Se-sedikit. A-aku akan membuat sarapan.”

“Nanti saja.”

Ketika Jiyeon ingin bertanya apa maksud kalimat itu, kepalanya sudah kembali menyentuh bantal, terbawa paksa oleh tarikan Jimin. “Lalu kenapa aku bisa tidur di kamarmu? Seingatku kemarin aku tidur di sofa.”

“Ka-kamarmu berantakan,” balas Jiyeon, menatap tangan Jimin yang menahan tangannya dengan mata membulat.

Sedangkan mata Jimin berubah menjadi satu garis lurus. “Memang,” katanya di sela tawa.

“A-aku-” Jiyeon mencoba membebaskan tangannya, namun tenaga yang ia punya tidak seberapa dengan tenaga Jimin yang malah membuat tubuh Jiyeon mendekat dengan miliknya.

“Lima menit lagi”

“A-apa…apa kau ada masalah?” Jiyeon bertanya, kemudian mendapat balasan berupa tatapan mata yang pernah ia lihat sebelumnya. Tatapan serius yang berkeliaran kemana-mana.

“Jiyeon-ah…”

Keresahan lebih mendominasi kali ini, Jimin tidak memberikan konfirmasi, pun tatapannya semakin membuat Jiyeon tidak enak hati. “Kau kenapa? Kenapa sampai deman? Flu? Apa kau kehujanan? Apa kau ada masalah lagi dengan Min Yoongi?”

“Jiyeon-ah,” sekilat senyuman terbentuk di wajah Jimin, “Maafkan aku. Aku belum mau bangun dari mimpi ini.”

“Mimpi?”

“Aku tidak tahu bahwa kau membenci keluargamu. Aku minta maaf karena tidak tahu apa-apa. Dan lagi, aku minta maaf karena menggunakanmu untuk kepentinganku sendiri. Kau pernah bilang bahwa aku ini naif. Aku rasa kau benar, Jiyeon-ah.”

“Jimin-“

“Nyonya Kim bertanya padaku, apa aku berminat mengambil alih Kimuno Hotel cabang Incheon.”

“Katakan padaku bahwa kau menolaknya, Park Jimin,” balas Jiyeon, tegas alih-alih terkejut. Ia tahu bahwa Nyonya Kim adalah wanita yang bisa mengeluarkan aset bernilai 10 milyar Won dengan mudah hanya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, atau bahkan sekedar untuk bermain. Untuk saat ini, Nyonya Kim ingin melancarkan peperangan dengan sang suami. Berpihak pada Park Jimin –seorang menantu yang tidak bekerja dan sudah lancang membawa putrinya pergi ketika Tuan Kim sedang berbicara.

“Ada ibuku juga di sana. Ketika aku menolak, mereka terlihat khawatir dengan kehidupan kita nanti. Kau tahu, aku-“

“Lupakan apapun yang mereka katakan, Jimin. Mereka-”

“Mereka benar Jiyeon-ah.”

“Tidak, Jimin, jangan bilang kau akan menyerah menj-”

“Sampai kapan kita akan menggunakan kartu kredit dari mereka?”

Jiyeon terpekur sejenak. “Itu…itu, aku-“

“Aku akan bekerja.”

“Park Jimin, mereka hanya mempermainkanmu. Bukankah pernikahan ini adalah jaminan bahwa kau tidak perlu meneruskan perusahaan keluargamu? Makanya kau menerimanya, kan??” Jiyeon semakin kesal, ia tidak habis pikir bahwa ibunya dapat menghasut Jimin, lalu laki-laki itu malah sempat-sempatnya tertawa.

“Jiyeon-ah, lucu sekali ketika marah.”

“Park Jimin-“

“Kerjanya di café sunbae kenalanku, Kim Seokjin. Beberapa waktu yang lalu dia kecelakaan…yah, banyak hal yang terjadi. Dulu aku pernah membantunya di sana, sekarang aku memutuskan untuk mengambil alih café miliknya untuk sementara. Kemarin aku sudah membereskan setengahnya. Lalu kehujanan seperti yang kau duga. Flu biasa tadi malam hanya karena aku jarang kerja berat dan olahraga.”

Jiyeon kembali menggunakan ‘satu menit diam sebelum menjawab’. “Café?”

“Iya. Ternyata cafénya sudah tutup selama enam bulan. Banyak yang harus dibereskan. Dan Jin hyung tidak pintar dalam pembukuan. Aku sama sekali tidak mengerti apapun tentang café itu. Hm, aku akan sibuk, Jiyeon-ah,” jelas Jimin, kemudian mengangguk-angguk pelan, seakan meminta pengertian.

“I-iya…tapi kau tetap akan menjadi musisi, kan?”

Suara tawa Jimin kembali terdengar, kali ini membuat Jiyeon sedikit lebih lega. “Tentu. Apa kau mengkhawatirkan hal itu?”

Jiyeon mengangguk. “Aku…aku hanya tidak ingin kau mengabaikan mimpimu.”

“…Aku juga.” Tangan Jimin bergerak untuk membawa beberapa helai rambut Jiyeon ke belakang telinga. Panas. Tiba-tiba Jiyeon merasa demam sekujur tubuh. “Toko bunga dan café memang berbeda. Tapi maukah kau membantuku, Jiyeon-ah?”

“…apa??”

“Café. Atau mau jadi restoran? Aku tidak mengerti masakan, kau tahu sendiri… Tapi, Kim Jiyeon suka masak, kan? Bagaimana?”

“Maksudmu? Tunggu, aku kerja di café? Koki??” tanya Jiyeon, masih belum mengerti sepenuhnya maksud dari ucapan Jimin yang keluar begitu pelan dari bibirnya.

“Iya. Tidak mau, ya?”

“MAU!! Jelas-jelas aku mau!” Jiyeon memekik senang, tanpa sadar memeluk tubuh Jimin. “Ini bukan mimpi, kan? Terima kasih, Park Jimin!”

“Iya?…Aku akan memberitahumu ketika aku bangun nanti, Jiyeon-ah. Sekarang masih latihan.”

Jiyeon mengernyit, jadi, Jimin benar-benar menganggap bahwa ia masih di dunia mimpi? “Jimin, kau sudah bangun.“

“Belum.”

“Sudah.”

“Belum, Jiyeon-ah. Di dunia nyata, aku tidak akan berani menciummu.”

“Sud-…APA?”

Jimin tersenyum, menampilkan deretan gigi putihnya yang tidak rata itu kemudian berkata, “Iya, aku tidak akan berani menciumu seperti ini.”

.

.

.

“39 derajat Celcius. Apa kemarin kau kehujanan, Jiyeon-ssi?”

◊◊◊ a Ship ◊◊◊

◊◊◊ tentang 39o Celcius ◊◊◊

Iya, itu dicium. Ditularin flu. Iya, pas mabok Mz Jimin juga lupa wq. Jimin ini sering  gitu, gak paham dirinya lagi di dunia mana haha, minta dicolok emang heu.

Jarak dari Day 58 sama ini emang jauh, dua bulan hem, kenapa? Karena kayak yg aku bilang, ini engga chaptered dan sengaja dibuat demikian supaya aku bebas ‘ngerjain’ mereka sesuai mood dan jumlah waktu yang tersedia :”) Sebenernya udah ada juga draft yang nyeritain Jiyeon Jimin masak bareng (dan mz Jimin ini ya gak bisa masak -.-), sama adegan pesta yang ih waw sok pangeran banget gitu Jiminnya :”) Dua itu enggak (atau belum) dijadiin karena diriku gak sempet nyari tau mereka kudu masak apa dan males ngebuat deskripsi adegan pesta super mewah dan teman2nya.

Kenapa gak pake Day-xxx lagi? MOOD! AKU ANAKNYA SESUAI MOOD AJAH WQWQWQ.

Oh, ada cameo Jin juga di sana, tokoh utama di A Fragment of Memory yaaay~

DUH, JUJUR AKU GAK SABAR NGEBUAT MEREKA SALING SUKA SATU SAMA LAIN. UGH, AKU MAU MEREKA UNYU GITU LHO!! HUAAA /abaikan, shipper garis keras kadang suka gitu…

◊◊◊ curhatan azel ◊◊◊

HOOT! aku bener-bener gak nulis dari kemarin gara2 gak kuat diterpa tugas :”) ternyata keluhan aku yang kemarin2 itu blm ada apa2nya T.T

sudahlaah~ jalani saja~ semangat juga buat kalian ya ❤

TERIMA KASIH SELALU BUAT YANG BACA, KOMEN, DAN SUKA ❤

Advertisements

28 thoughts on “[A Ship] 39 Derajat Celcius

  1. aku yg pertama kah??

    uwahhh .. berdua ini gula gula banget deh, park Jimin dan Kim Jiyeon . mengingat keimutan mbak kei dan ke gentlenya mas Jimin jadi feel like crazy bacanyaapaini

    iya kak, aku setuju dengan beginian dari pada chapterannya kakak azel yg tidak kunjung di lanjut. kepalang tanggung nih #nyindirsevensins. aku juga lagi mabok keimin jugaaaa. apalagi yg married life kek begini..

    semangat buat tugas-tugas yg numpuk kak azel.. semoga diberi ketabahan mengerjakannya#peace

    Liked by 1 person

    • Halooo :3 Kamu yg pertama di hatiku deh /enggaaa wkwkwk/
      Maaci Adel udh mampir di mari :3 wkwkwk kopel ini emng gitu bikin ihiks ihiks kelebihan gula :”
      WADUH SEVEN SINS ITU APA YA? LUPA SAYAAAA WQWQWQ /KABUR KE HATI JIMIN/
      Aku mabuk Kei, mabuk Jimin, dan mabuk keduanya T.T jd kek gak kuat lah sama mrk intinya heuhue
      AAMIIIIN :”) MAACI ADEL ♡

      Like

  2. Keren kak Azel :3
    Aku nunggu nunggu ff ini dri minggu-minggu lalu ><
    Baper banget baca kisah mereka, aku sampe deg deg-an :3 #ilovekeiminsomuch
    Keep Writing ya kak, semangat juga buat tuga-tugasnya ^^
    Maaf krna ini pertama kalinya aku brani komen di ff kakak 😀

    Liked by 1 person

    • Halo Desi kah di sana?
      Huaaa maaci udh mampir :3
      Kei jg lg baper tuh :”” wkwkwk Kei itu gula, Jimin itu gula, kalo digabungin jd gula-gula :”) /apasih wkwkwk/
      IYAAA SEMANGAT JUGA KAMUUU
      KENAPA BARU BERANI? AKU KAN GAK GIGIT? PALING CUMA NGEGARUK /?/ :*
      Makasih sekali lagi :3

      Like

  3. jajajaja, sasuga kakzel xD /oi/
    ugh, aku tuh kangen sama keimin sampe berkali2 baca ulang fic2 mereka gegara langka sekali untuk ditemukan ;~; /malah curhat/
    eh, malah disuguhin fic super bikin diabetes kayak gini /terjun bebas/

    ciyeee, rumah tangganya keimin makin bahagia nih ❤ makin bikin diabetes pulak gegara banyakan makan gula2 sama permen :’D
    satu kalimat buat mz jim, KAMU KOK SUKANYA MODUS SIH MZ? BILANG AJA UDAH MULAI SUKA MBA KEI GITU PAKE SOK2AN BERDALIH PAKE “MIMPI” :”””) AKU TUH GABISA DIGINIIN :”)

    overall, seperti biasa sih, kakzel emang emejing ;~; bahkan ditengah lilitan tugas sekalipun… orz
    ditunggu karya2 masterpiece lainnya kak, trus juga kita sama2 semangat nugasnya ;~; huhuhuhu

    Liked by 1 person

      • SUGA!
        Wkwkwk aku dr kemaren kepincut baca KeiSoo dan KeiCoups xD mb Kei bs sama siapa aja gitu jd kzl sendiri /?/ XD
        Masih muda euy, jgn sakit diabet dulu lah :”)
        MASA SIH BAHAGIA??? /ea, maksudnya apa nii…./

        anggep aja dia emng super pabo, nyebelin bgt gak ngeh apa2 =((

        Like

  4. Cupid pengen golokin/? mas chim ah /nda
    Ini ff manis2 banget kak >< walopun dakuh setujunya mbak kei sama mas jojos, tapi mas chim keknya lebih cocok sama mbak kei XD
    /sori ya mas jos/

    Yang terakhir sableng bingo :’v

    Masa mas chim ngira ini masih di dunia mimpi sih, emang ya kalo orang demam /? itu suka ngelantur sana sini :’v sama kek temen Cupid noh, pas dijenguk ngira kami ini pasukannya darth vander padahal kagak:3 /abekan/ /ndak ada yg nanya pid/

    Keyen bingo kak epep na, ndak sabar nunggu kelanjutan/? dari kisah mereka aghi ._. dakuh berharap mereka berdua akan saling jatuh cinta~

    Maapkan komentar Cupid yang tak berfaedah ini .-.

    Liked by 1 person

    • JANGAAN, JANGAN DIBUNU DULU MZ JIMINNYA =(
      Huaa aku jg setuju mb Kei sama mas jojos…/shipper galau/ XD eh tp aku lbh ke Kei Sekup sih /loh galau lagi/ xD mrk kek a pack of fluffiness gitu loh gak paham :”)
      Waw…darth vander…hardcore fans star wars aned kah itu.. :”)
      Huwaaa maaci kyupidchuu ♡♡ semoga cepat ya… :”)
      Wkwkwk semua komen ku cinta kuk :3 Maaci cupid~~

      Like

  5. With kak azellll update ff keimin,, keren seperti biasanya tau gak sih kakk? Mana pertamanya aku bingung kok judulnya 390 celcius sih.. Eh ternyata 39° celcius tohh,, haha abis pikirku 390 celcius itu panasnya kyk apa beut dan ini mewakili apa coba dari ff ini..
    Wih semangat buat tugas”nya ya kak,,dan sempet”in bikin ff lebih sering lagi kalo bisa😂😂

    Liked by 1 person

    • Huaaa hai, Sooin maap baru bales wkwkwk. Maaci udah nyempetin baca komen dan suka ♡
      Iyaaaa itu gara2 gak tau gmn nginsert simbol degree di judul :”( /norak/

      Whoaaa makasih bnyak semangatnya :3 wkwkwk aku jg maunya gitu iiih ♡

      Like

  6. Tangan Jimin bergerak untuk membawa beberapa helai rambut Jiyeon ke belakang telinga.

    DEMI APA DEMI APA OH MY-
    jiwa shipperku bangkit keluar kakkkkk.. Setelah kita chat membahas keimin, aku merasa :”)
    Itu endingnya kei dicium jimin kan? Benerkan? Huahhh aku gak kuat bacanya. Cinta polos gitu

    Liked by 1 person

    • DEMI CINTA KEI DAN JIMIN NAS!! :””) LOH JIWA SHIPPER AKU GAK TIDUR2 NAAS GIMANA DOOOONG? :”) wkwkwk mau chatan lagi? 😉
      iya itu dicium kok, kissu kissu mulu mrk heran aku /?/ mana polosnya kissu2 mulu… #toyorJimin :”)
      Maaci Anas udh baca komen dan like :*

      Like

  7. Kemajuan pesat bgt asek deh Jimin udah berani nih tp ya dasar Jiyeon aja masih kaku udah sekasur berdua awas aja masih Jimin-ssi abis ini. Btw yang terakhir Kei ketularan Jimin nih ckckckck Makin romantis yaaaa ditunggu nextnya

    Liked by 1 person

    • Hai, Fatin~ Makasih udh mampir :3
      Wkwkwk iya masih kaku kok kek hatiku /lah?/
      Maakasih Fatin udh mampir~ ditunggu yaaaa ♡

      Like

  8. Soal adegan terakhir itu, aku inget ‘warna’ sequel of ‘serakah’. Duh kak, otak aku sudah terkontaminasi/ngik/
    Kemajuan pesat sih hubungan mereka, dari awal yang canggung sekarang udah berani kasih kiss/otak aku meronta buat menerima/ ke jiyeon, aku sih biasa aja, cuman otak aku nya ga biasa/boong/
    Kakak punya obat diabet? Aku diabet baca ff ini, terlalu manis kaya gula kapas yang aku belibeli
    KUSUKA SEKALI! Ditunggu kelanjutan ffnya kak😊

    Liked by 1 person

    • Whoaaa, kenapa sama si Warna? Wkwkwk ada adegan yg mirip lah? Wkwkwk /yg nulis gak nyadar sendiri :”)/
      Ugh, jgn dicontoh ya kissu2 == kzl tp Jimin kissunya gak nyadar semua :”””) aku sih jd mb Kei udh garuk2 dinding kalik ==
      Engga punya…wkwkwk xD gpp, KeiMin emang kembang gula :3
      Yaay, maaci Ani :* ditunggu saja yaaaa~

      Like

  9. Sebelumnya, jujur aku baca ini udh agak lama (bukan hari ini) tapi baru bisa comment sekarang :’D
    Lagi sakit… baca ff aja kalo lagi bosen karena ga bisa tidur, itu pun sambil sesekali berpusing-pusing ria /maksabanget/
    list yang harus dicomment dari fanficts yg kubaca menumpuk, tapi buat ngetik ternyata butuh perjuangan :’)
    /fix, yang di atas 100% curhatan dariku :’D/

    Makanya, karena pas baca lagi sakit, jadi berasa mendalami banget karakter Jimin di sini XD cuma bedanya aku ga demam._.
    WHAT?
    Pas first kiss Jimin ga inget? Second kiss juga??
    Ampun deh._.
    Kasihan mba Jiyeon:’) jadi gundah sendirian gitu huhu
    Mana nularin sakit lagi, sakit itu ga enak tau!-,- /eh, kenapa curhat lagi nad/
    Udah, rumah tangga kalian makin manis aja, makin ucul, makin gula-gula kembang gula lah kaya Jiyeon /apasih
    Oh ya, cie cie, Jin jadi cameo! #sorakalacheers

    Suka banget sama ini><
    Walaupun mereka pairing yang jarang kutemuin, tapi karena kak Azel yang ngebuat, aku jadi jatuh cinta sama mereka:3 kaya Suga-Jiae juga hahaha><

    Semangat terus kak sama tugasnya
    Don’t skip meal kaya yang Yein pesenin/? Jangan sampai tumbang(sakit) T_T
    Moga-moga kita makin sering ketemu di dunia per-ff-an ini, maksudnya sih, aku menunggu ceritamu selanjutnya
    Begitu~
    ❤ ❤ ❤

    Liked by 1 person

    • Whoaaaa, gws Ai :”)
      SETUJU BANGET. SAKIT TUH GAK ENAK =_=” huaaa maaci udh nyempetin baca pas lg puyeng2 gitu :””
      IYA BANGET, KZL SIH MB JIYEON KEKNYAH….
      Whoaah, kalo Banglyz Kei selalu sama Jimin kok /?/ wkwkwk kl Sevenlyz tuh aku galau sama Jisoo ato Sekup..hmm… /CEWE CAKEP MACEM MBA KEI MAH BEBASH SAMA SAPA AJA :”)/
      Iyaaa makasih Ai :3 cepet sembuh pokoknya ♡♡♡

      Like

  10. ketika cinta datang dalam diri mbak kei aku juga ikut merasakan cinta untuk mas jimin :”3

    kak azel, aku juga udah gasabar menunggu mereka saling jatuh cinta karena kak azel!!!

    kisah mereka itu—terlalu serius :3 tapi kali ini ada bagian lucunyaaaaa, aku suka pas debat mimpi-mimpinya, jimin unyu bgdddd
    dan aduh, hubungan yang awalnya kaku banget udah mulai ciumcium, manis lah, daripada hubungan yang awalnya ciumcium jadi kaku kan kasian/siapa yg kea gitu?!/
    tentang mas jin yg jadi cameo, aku gasabar pengen denger cerita tentangnya T__T

    dan karena kak azel aku jadi keimin hard shipper/sebelumnya suka kei-hong josh/ weheee /sungkem, berterima kasih/

    gitu aja kak zel, maafkeun keterlambatanku hehe. cinta kakzel selalu ❤ 100000000000000000000x

    Liked by 1 person

    • Whoaaa iya cintai mz Jimin apa adanya ya… /?/ Huaaaa iya mau mereka unyu2an gitu ya gak siih? :”) /dasar penyuka gula/

      Yup, benar, sebenernya cerita mereka ini serius gitu, kalo chaptered pasti aku bakal ngejelasin keluarga masing2, kebencian Jiyeon, masa lalu Jiyeon etc etc dgn lbh rinci. Tp karena aku paham gak punya banyak waktu, jd ya gitu, ngebuatnya cuma kisah2 yg unyunya aja /PENCINTA GULA MAH GITU!/

      unyu sih…tp ngeselin jg :”) mereka…masih kaku kok tapi…huaaa tunggu development mrk yg sesugguhnya yaaa wkwkwk

      IYAA! AKU JUGA! 2JIN KAPAN NIH??? /nanya diri sendiri/ :”)

      LAAAAAH HAYOK LAH SINI SINI NEWBIE KEIMIN SHIPPER XD IH KEI MAH BEBAS SAMA SIAPA AJAA :”) MANA JOSHUA EMANG KEK PANGERAN DARI DUNIA DONGENG GITU LAGI uugh mai hearteuu ♡♡♡

      Huaa iyaaa maaaci stalkim ♡♡ kucinta (Keimin) jugaa wkwkwk

      Liked by 1 person

  11. night kaget tau ka baca judulnya. 390 derajat, lebih dari derajat lingkaran… kalo dijadiin suhu, ini juga panas banget. sementara jiminnya cuma demam sampe 39 derajat.
    ga kak, night bukan mau ngomen judulnya, bukan. cuma kaget aja, apa ga kebakar ini kopel(???)
    well, kalo pun ada yg kebakar di sini, that must be me. aku sampe gigit bantal gara2 mereka sama2 imut. satunya sakit trus manja alay(???) satunya galau merana /halahhh
    ff kazel gapernah ngecewain!>< ini ngebayar bgt rinduku sm keimin yg somehow always galau tapi daripada heartbreaking, malah jd warmheart-ing(?)
    btw, night-nya jgn dicubitin karena dia lebih milih untuk buka wp instead of siap2 tempur senin depan HAHA(?)

    Liked by 1 person

    • Wkwkwk kayaknya emng misleading bgt dah ya ini judulnya :”) udh aku ganti deh jdnya wkwkwk

      KEBAKAR!! HATINYA MB JIYEON-AH KEBAKARAN!! UUGH GEGARA MZ CHIMZ :””) AKU JUGA KEBAKAR KOK NIGHT HUHUHU. Huaaa iyaaa mrk so smol so kyute heuheu. Iya saking alaynya ampe ciam cium, kzl =_= huaaa kasian mb jiyeon-ah :”(

      Hiiiiiks makasih Night ♡ MUKA MEREKA COCOK BUAT DINISTASI SIH :”) warmhearting di sini maksudnya…KEBAKARAN YA?? :”)

      AGGGGH, SEMANGAT PEJUANG UN!!!!! SUKSES NIIGHTKUH ♡ gpp refreshing nanti kebakar /ini kata2 kepake mulu XD/ otaknya kalo belajar mulu T.T kutunggu kambeknya Night abis UN :* dan abis urusan cekula yg lainnyah :3

      Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s