[Ficlet] A Tutor

cats.jpg

A Tutor © burritown

Lee Mijoo, Kim Namjoon

General, College-Life, Drama?

Rating T

Ficlet (845 Words)

Warn! AU, Typo(s), Plotless, Out Of Character(s), (un) beta-ed, e.t.c

Summary: Memiliki tutor sekejam Kim Namjoon merupakan suatu kesialan tersendiri bagi Lee Mijoo. “Kalau seperti ini jadinya, sih, lebih baik Aku minta diajarin Hoseok sejak awal”

P.S: I didn’t own anything except the plot. Yet I ain’t get any advantages from this fic

Memiliki tutor sekejam Kim Namjoon merupakan suatu kesialan tersendiri bagi Lee Mijoo. Terkadang perempuan itu harus ekstra bersabar dalam mendengar gerutuan Namjoon ketika laki-laki itu memeriksa lembar jawaban dari kumpulan latihan soal yang sengaja diberikan kepada Mijoo—cukup efektif untuk mengasah otak ketul, katanya—, yang nyaris sembilanpuluh persen tidak ada yang benar. Well, sepertinya teori tersebut sama sekali tidak berlaku kepada Lee Mijoo.

Boom!

“Mengerjakan soal seperti ini saja tidak bisa? Wow, Aku jadi heran bagaimana caranya kau bisa masuk jurusan Fisika, Mijoo-ssi.” Namjoon meletakkan tumpukan lembar soal yang diberikan kepada Mijoo tempo lalu dengan sedikit kasar. Rasa-rasanya otak jenius Namjoon ingin meledak setiap kali membuang waktu berharganya hanya untuk mengajari Lee Mijoo—sungguh, lebih baik Namjoon berpacaran dengan teori relativitas Einstein selama berjam-jam daripada mengajari perempuan yang kapasitas otaknya nyaris tumpul.

Lee Mijoo, di sisi lain hanya mampu mengerucutkan bibirnya sambil netra kecoklatannya menatap Namjoon sebal, “Ya jangan salahkan Aku, dong. Kau sendiri memilih soal yang terlalu susah—”

Sekarang pertemuan ke tiga mereka semenjak Kim Namjoon si otak jenius official menjadi tutor pribadi Lee Mijoo dalam seluruh mata kuliah yang ada—tentunya dengan ‘sedikit’ bujukan darinya. Kim Namjoon ternyata lebih sulit ‘didekati’ ketimbang lelaki lain di kampus—. Salahkan nilai akhir semester Mijoo yang mendapatkan predikat seragam; C, yang merupakan awal dari mimpi buruk perempuan idola kaum adam tersebut. Dosen Walinya menyarankan Mijoo untuk meminta bantuan kepada mahasiswa lain demi mengatrol nilainya di semester depan. Dan jadilah Lee Mijoo yang harus terjebak bersama Kim Namjoon di ruang serba guna setiap pukul tiga sore.

“Halo? Ini soal anak SMP, nona Lee yang terhormat.” Namjoon dengan cepat merespon. Laki-laki itu melipat kedua tangannya, mengamati Mijoo yang benar-benar mati kutu setelah semburan terakhirnya. Inilah yang tidak disukai Lee Mijoo setiap kali dia harus menghabiskan waktunya bersama Kim Namjoon, lelaki paling jenius dari seluruh mahasiswa jurusan Fisika (bahkan namanya telah tercium di beberapa jurusan lain). Mijoo harus rela mengatupkan bibirnya rapat-rapat ketika Namjoon dan mulut berbisanya itu mulai menggerutu soal betapa bebalnya kapasitas otak Lee Mijoo dalam mengerjakan kumpulan soal yang diberikannya. Salahkan (lagi) Kang Seulgi yang sejak awal menyarankan Mijoo untuk berguru kepada Namjoon—ugh, andai Mijoo tahu kalau menjadikan Namjoon sebagai tutor sama saja dengan masuk ke dalam lubang neraka, mungkin dia akan berpikir dua kali, bahkan lebih.

Kalau seperti ini jadinya, sih, lebih baik Aku minta diajarin Hoseok sejak awal

“…menghitung kecepatan seharusnya pakai rumus yang ini, bukan yang itu. Kalau rumus itu digunakan untuk menghitung volume.” Namjoon menghembuskan napas berat dalam sekali tarikan, sama sekali tak menyangka bahwa mengajari Lee Mijoo akan membuatnya nyaris berada dalam fase sinting. “Aku sudah berkali-kali mengatakan padamu kalau rumus ini tidak digunakan untuk menghitung kecepa—”

Aish, bagaimana Aku bisa mengerti kalau kau menjelaskannya seperti orang ogah-ogahan begitu?! Kalau dari awal memang tidak mau mengajariku, ya bilang saja!” Mijoo bangkit dari tempat duduknya dengan kasar, lantas meraih tas selempang yang tergeletak bebas di atas meja. Dia sudah muak dengan semuanya—peduli setan apabila nilainya menurun dan dikeluarkan dari kampus, toh Mijoo masih bisa menjadi model iklan dan majalah-majalah stelahnya—. Untuk sekarang, Mijoo hanya ingin cepat-cepat pergi dari hadapan lelaki super menyebalkan seperti Kim Namjoon. Apanya yang jenius kalau tidak mampu menghargai orang lain?

“Dipikir otakku sama jeniusnya dengan dia, tch.” Lee Mijoo mengegrutu pelan, namun frekuensinya masih lebih dari cukup untuk ditangkap oleh indera pendengaran Namjoon yang berada dalam jarak tak jauh dari limapuluh sentimeter.

Baru saja satu langkah Mijoo berhasil menjauhi Namjoon, lelaki itu justru meraih pergelangan tangannya dengan cepat, membuat sang gadis menolehkan kepalanya dengan enggan, “Apa lagi?! Kau menyesal?”

“Sama sekali tidak.” Ugh, demi Profesor Nam si plontos yang killer, Mijoo benar-benar ingin merobek ekspresi muka menyebalkan Kim Namjoon menjadi berkeping-keping untuk kemudian dijadikan makanan singa.

“Kau baru saja mengambil tas selempangku, nona. Sekarang kembalikan.” Sebelah tangan lelaki itu terjulur, membuat Mijoo terpekur selama beberapa jenak sebelum akhirnya merasakan seluruh wajahnya memanas. Mijoo baru saja menyadari bahwa sejak tadi perempuan itu mengambil tas yang salah.

.

.

.

Headline News

Juliette’ kampus ketahuan sedang berduaan di ruang serbaguna bersama ‘Rumus Berjalan’?

[Foto/ Lee Mijoo dan Kim Namjoon sedang berpegangan tangan satu sama lain]

Kemarin sore (Fri, 3/31) Lee Mijoo (23) terlihat sedang bersama Kim Namjoon (23) di ruang serba guna. Hal ini sungguh mengejutkan mengingat lelaki jenius tersebut sangat jarang bersama dengan orang lain—terutama seorang gadis—terlebih lagi, orang lain tersebut adalah Lee Mijoo, sang mahasiswi idola kaum adam. Tentunya semakin menguatkan spekulasi penulis bahwa Kim Namjoon dan Lee Mijoo memiliki ketertarikan pribadi satu sama lain?

Namun, sampai saat ini masih belum ada konfirmasi resmi dari kedua pihak terkait.

.

.

.

FIN

Finished on 2016 March 30; 20.22 PM

.

.

.

A/N: Ehm, sangat tidak jelas sekali, ya? Emang. Karena sebenarnya fic ini adalah sebuah kisah bersambung—yang sudah saya pikirkan matang-matang semenjak sebulan yang lalu, namun baru kesampaian untuk mengetiknya sekarang ;~; salahkan kesibukan dunia nyata yang sama sekali tidak memberi ampun, huhuhu.

Jadi, intinya adalah Mijoo, si mahasiswa idola, terpaksa memilih Namjoon untuk jadi tutor belajarnya, karena nilai perempuan itu sudah di ambang batas—dan nyaris saja di drop out dari kampus. Dan Namjoon (karena terus-menerus dipaksa) menjadi tutor, sudah capek sama seluruh ketidakprofesionalan Mijoo dalam mengerjakan latihan soal. Sudah, gitu aja ._. selebihnya masih rahasia :p /dilempar/

Oya, saya mau berterimakasih khusus kepada kak azel yang menginovasi (ceilah, bahasanya) untuk membuat fic chaptered-tapi-sebenarnya-gak-chaptered (?) halah, fic bersambung, maksudnya XD wkwkwk.

And, lastly, shalom!

Advertisements

6 thoughts on “[Ficlet] A Tutor

  1. Namjun, kamu, kampret. WKWKWKWKWKWKWK
    Kamu ahlinya bikin cowo2 nyebelin ya? Berantem mulu kapan unyu2nya xD #hausGula

    Ada hoseok!!! JISOONYA MANAAAH??? HM HM??? #galau94zSelalu tbh gak kebayang Mijoo di jurusan fisika :”””) mb salah jurusan? Mabok pas ngisi sbmptn? Huaaa keciyaaan. Pasti mbanya mau langsung nikah aja wkwkwkwk

    “Oya, saya mau berterimakasih khusus kepada kak azel yang menginovasi (ceilah, bahasanya) untuk membuat fic chaptered-tapi-sebenarnya-gak-chaptered (?) halah, fic bersambung, maksudnya😄 wkwkwk.” Muhuhuhu ngeri bgt bahasanya :””) KYAA ADA LANJUTANNYA YA BERARTI KYAAAA BGT!! #haus94z apalah daya gak sempet ngechaptered huhuhu :”(

    Anw, headline newsnya sih wkwkak. Abis itu gmn, jadian?…WKWKWKWKWKWKWK eh mungkin Hoseok cemburu dulu… >___< aagh ditunggu cerbungnaaa ritoooo ♡♡♡

    Liked by 1 person

    • iya, namjun emang kampret kak. HAHAHAHAHA
      aku juga heran kenapa suka banget bikin cowok2 yang nyebelin :”) gulanya nanti kalo sudah nemu takaran yang pas, biar gak diabetes xD /halah/

      IYAA, ADA HOSEOK! JISOO NYA MASIH BERTAPA DI GUA /oi/
      kan mba mijoo emang salah masuk jurusan, pas daftar sbmptn dianya ngantuk jadinya ya…. :”) /dibuang/ mba mijoo maunya ngebunuh namjun kok /eh/ wkwkwk

      IYAAA, SUDAH FIX ADA LANJUTANNYA INI NANTI :”D /sop iler, wkwkwk/ ngechaptered ternyata susah banget sih ;~; /keingethutangficyangitu/ uhuhuhu

      abis itu… gimana ya? wkwkwkwkwk
      makasiiiih banget kakzel ❤

      Liked by 1 person

  2. Namjoon itu kalo diliat sekilas kaya tipe cowo/banget/ yang doyan di perpus terus kalo udah ngomel kaya emak-emak gitu, ditambah gaya badboy abis, beuh ga taunya ternyata memiliki otak einstein. Curiga aku/dingdong/

    Aku ga tau fanfict ini memiliki kesalahan atau engga, menurut aku ini udah KEREN. Bahasanya udah ringan, seringan bungkus makanan ringan/? dan enak dibaca juga. Aku suka, semuanya.

    Kalo bisa abis ini tiba-tiba jadian sama Hoseok atau minta ajarin sama Hoseok gitu, Namjoon tiba-tiba dideketin sama Jisoo/duh apa banget ini/

    Pokoknya KUSUKA sekali^^

    Liked by 1 person

    • bhak! mungkin namjun ketularan seokjin jadinya suka ngomel kayak emak2 😂 /wut/
      wait–aku mau ketawa sama kalimat namjun badboy xD /ditendang/ jangan liat otaknya namjun yang (sok) jenius itu :”) wkwkwkwk

      ugh, makasih banget sudah bilang keren ;~; padahal mah gaada (belum) inti ceritanya sama sekali :’) huhuhuhu

      muehehe, tenang aja, nanti hoseok sama jisoo muncul di fic ini kok xD wayoloh, wayoloh~ /sop iler/

      MAKASIH BANGET ANI SUDAH MAU BACA <33

      Like

  3. MBA MIJOO NYA MALU SALAH AMBIL TAS MAS NAMJUN. NGAKAK. HAHAHA
    //oke ini ga nyantai//

    pokoknya kusuka ceritanya, suka yang gula gula kaya gini, suka (banget) namjoon dan mijoo nya. suka semuanya deh♡♡

    sangat amat ditunggu kelanjutan nya x)) fighting author-nim!!

    Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s