[Vignette] Relation’sleeps

Standard

c398b711-8c2c-4251-83af-945ad5cc4bbc.png

Relation’sleeps © burritown

Yoo Jiae, Min Yoongi

Fluff, Romance?

Rating T

Vignette (1.253 Words)

Warn! AU, Typo(s), Out Of Character(s), (un) beta-ed, e.t.c

P.S: I didn’t own anything except the plot. Yet I ain’t get any advantages from this fic

Yoo Jiae tak pernah sekalipun menyalahkan penyakit insomnianya. Kendati perempuan itu terkadang merasa sebal karena tidak memiliki waktu tidur yang cukup dalam dua bulan terakhir. Jiae bahkan telah mencoba berbagai cara untuk mengatasi insomnia-tingkat-menengah-menuju-akut ini—menghitung domba dari satu sampai seratus, membeli sepuluh buah lilin aroma relaksasi sekaligus, mendengarkan karya-karya klasik Beethoven, membaca empat buku umum yang berbeda dalam satu malam, dan sejenisnya, yang hasilnya selalu tidak sesuai harapan—. Tetap saja, Yoo Jiae akan terlelap pukul empat pagi, dan bangun pukul delapan dengan sepasang mata panda menghiasi paras ayunya.

Malam ini pun tak sedikit berbeda dari malam yang sebelumnya. Jarum beker di atas nakasnya menunjuk angka tiga dan Yoo Jiae masih seratus persen terjaga. Beberapa saat memposisikan tubuhnya ke arah kiri-kanan, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, atau sekedar bermain ponsel. Namun, rasa kantuk tak kunjung menyambangi perempuan berusia duapuluh empat tahun tersebut. Ugh, kalau begini, sih, Jiae jadi benar-benar ingin menempelkan selotip di antara kedua kelopak matanya.

Beberapa jenak Yoo Jiae uring-uringan di atas kasur empuk, ketika ponselnya tiba-tiba berbunyi beep! pertanda sebuah pesan masuk—

Min Yoongi: Hei. Bagaimana kabarmu?

Kedua netra gelapnya nyaris melompat ketika mengetahui nama sang pengirim pesan. Min Yoongi. Iya, maksudku, Min Yoongi yang itu. Seorang laki-laki yang pola pikirnya benar-benar tidak bisa ditebak—sungguh, Jiae merasa dirinya benar-benar dungu sekaligus gagal paham ketika eksistensi laki-laki itu berada dalam radius kurang dari sepuluh meter di sekitarnya—. Dan sedikit menyebalkan.

Tumben sekali lelaki itu mengiriminya pesan di jam-jam seperti ini?

Yoo Jiae: Buruk. Aku tidak bisa tidur, Min Yoon.

Min Yoongi: Sama.

Alis Yoo Jiae berkedut membaca balasan Yoongi. Ugh, lelaki ini selalu saja irit kata, baik dalam percakapan secara langsung ataupun dalam berbincang melalui pesan singkat—well, benar-benar tipe laki-laki ‘pemalas’. Perempuan itu mematut selama beberapa jenak sebelum jemari lentiknya kembali bergerak dengan lincah di atas touchscreen ponsel pintar.

Yoo Jiae: Kau tahu, insomnia itu menyebalkan -.-” Kupikir setelah ini Aku butuh tidur yang cukup panjang.

Terkadang Yoo Jiae terlalu blak-blakan (dan suka kelepasan) dalam mencurahkan masalahnya kepada Min Yoongi. Yang selalu berujung perempuan itu jadi bulan-bulanan sang lelaki pirang platina setiap kali mereka bertegur sapa. Tak sampai satu menit, ponsel pintarnya kembali mengeluarkan suara beep. Lelaki itu membalasnya dalam waktu yang cukup singkat—

Min Yoongi: Bersamaku?

Bah! Balasan macam apa ini? Yoo Jiae tidak sedang salah baca, bukan? Atau memang efek samping insomnia yang dideritanya sudah mencapai tahap akut sampai-sampai Jiae nyaris saja melempar ponselnya ke arah balkon—hei! Kedua netranya masih normal, kan? Min Yoongi yang itu tidak mungkin mengiriminya pesan yang sarat akan ambiguitas seperti ini. Iya. Pasti bukan Min Yoongi; bisa saja ponsel lelaki itu sedang dipinjam salah satu koleganya, lalu dengan iseng mengirimi Jiae pesan…iya. Bisa saja.

Yoo Jiae: …Maaf?

Kendati detak jantung Yoo Jiae memompa lebih cepat dari frekuensi normal.

Beep!

Min Yoongi: Kita bisa menghabiskan waktu bersama bergelung di atas ranjang—kau tahu, melakukan ‘ini dan itu’ dan sebagainya.

Yoo Jiae benar-benar lupa menambahkan kalau pola pikir Min Yoongi itu sedikit…mesum (atau memang otak perempuan itu sendiri yang terlalu jauh mengartikan isi pesan Yoongi?). Seiring dengan ekspresi mukanya yang semerah kepiting rebus, Yoo Jiae mendadak lupa bagaimana cara bernapas yang baik dan benar. Perempuan dan imajinasi mereka terkadang lebih menyeramkan—

“Mesum!”

Min Yoongi: Aku akan ke Apartemenmu sekarang. Tunggu limabelas menit.

Isi pesan terakhir Min Yoongi benar-benar membuat Jiae kalap. Tak sampai satu sekon, perempuan itu lantas bangkit dari ranjangnya, membenahi segala hal yang menurut Jiae tak enak dipandang—termasuk beberapa setel pakaiannya yang berserakan di lantai, dan jangan tanyakan kenapa, oke?—. Yang jelas akan terlihat sangat memalukan ketika Yoongi tiba dan melihat bahwa flat Jiae terlihat seperti kapal pecah yang baru saja menabrak gunung es, well, bisa-bisa status Jiae sebagai kekasih Yoongi diputus secara sepihak.

.

.

.

“Yoo Jiae, Aku datang.”

Suara itu. Min Yoongi pasti sudah memasuki flatnya (yang tentu semakin membuat tingkat kalap Jiae bertambah menjadi dua kali lipat). Tapi—tunggu. Bukankah Yoongi mengatakan bahwa dia akan datang limabelas menit dari sekarang? Sekarang baru berjalan tidak sampai dua menit sementara laki-laki itu sudah nangkring di flatnya. Hey! Sangat tidak mungkin kalau Min Yoongi mempunyai kekuatan sihir misterius seperti di film Harry Potter favoritnya, bukan? Lagipula Jiae tidak sedang berada di Hogwarts sekarang.

“T-Tunggu sebentar! Jangan masuk ke kamarku! Biar Aku yang keluar.” Jiae sedikit menaikkan volume suaranya ketika mendengar suara kenop pintu kamarnya diputar. Dengan kecepatan melebihi cahaya, perempuan itu lantas berlari untuk mengunci pintu kamarnya sebelum terlamb—sialnya, keberuntungan sedang enggan berbaik hati kepadanya, Yoongi terlebih dahulu berhasil memasuki ruangan pribadinya (tentu saja karena perbedaan kekuatan antara laki-laki dan perempuan terlihat sangat nyata).

Ya! Keluar dulu, Yoon! Aku belum beres-beres—ih.” Kedua tangan Jiae aktif memukul lelaki yang lebih tinggi beberapa senti darinya, serta mencoba menggiring sosok tersebut untuk keluar dari ruangannya.

Namun, memang pada dasarnya Min Yoongi adalah tipe laki-laki yang memiliki sifat kepala batu (dan hobi membuat Yoo Jiae emosi), dia memilih untuk mengacuhkan ‘serangan’ gadisnya dan berjalan lebih jauh ke dalam ruangan. Destinasinya adalah ranjang empuk yang berada kurang dari dua meter di depan.

“Min Yoongi! Aku memperingatkanm—hei, lepaskan tanganku, idiot.”

“Berisik, Yoo.”

“Ya, tapi, kan, kamarku masih berantakan dan Ak—”

Perlu beberapa sekon bagi Yoo Jiae untuk menyadari bahwa tubuhnya telah terhempas di atas ranjang. Dan sepasang tangan itu memeluknya dari belakang. Netra kecoklatannya semakin membulat sempurna ketika lehernya dengan nyata mampu merasakan hembusan napas Yoongi yang cukup hangat (dan sedikit berbau alkohol). Membuat bulu roma Jiae merinding tak karuan.

“Yo-Yoongi-ya. K-kau mabuk?”

Yoo Jiae mencoba membalikkan posisi tubuhnya menghadap langsung ekspresi muka Yoongi, namun lelaki itu menahannya. Justru semakin mengeratkan pelukannya, seolah Yoo Jiae adalah boneka beruang teman tidur Min Yoongi yang akan kabur setiap memiliki kesempatan—yang untuk beberapa alasan terdengar…ambigu. Iya. Otak Jiae mulai kehilangan kewarasan berpikirnya sekarang.

“A-Akan kuambilkan susu pisa—ng.”

“Aku lelah dan ingin tidur—kupikir kau juga sama. Jadi berhentilah mengoceh dan membuat telingaku sakit, Yoo.”

Jiae mengangguk dalam sekejap.

Selalu saja berakhir seperti ini. Yoo Jiae akan kehilangan kemampuan berkomunikasinya selama beberapa jenak jika berada dalam radius cukup dekat dengan Min Yoongi. Apalagi mendengar suara parau-sedikit-sumbang yang keluar dari mulut lelaki Min (yang semakin membuat tingkat kewarasan berpikir Jiae melayang tak tentu arah). Perempuan itu selalu lemah jika menyangkut tentang Min Yoongi (termasuk ucapan sarkas yang keluar dari mulut pedasnya yang sama sekali tidak bisa dikontrol). Segalanya.

“Tapi, Yoon—”

“Tidur, Yoo. Atau kucium.”

Hingga pada akhirnya, Yoo Jiae memilih untuk mengalah terhadap lelaki kepala batu yang, sialnya, sangat disukainya. Well, menyukai Min Yoongi merupakan suatu kesialan tersendiri bagi perempuan itu. Jiae harus ekstra bersabar ketika sikap kepala batu dan semena-menanya Min Yoongi mencuat ke permukaan.

Selama ini, Yoo Jiae selalu kesusahan dalam menemukan obat penyembuh insomnia tingat menengah-nyaris-akutnya. Namun, berada dalam pelukan lelaki Min cukup mampu membuat perempuan duapuluh empat tahun itu merasakan kantuk yang diidamkannya selama dua bulan terakhir.

Jiae bahkan tidak ingat siapa yang tidur lebih dulu di antara mereka—yang jelas, gadis itu merasa nyaman dan aman ketika Min Yoongi memeluknya, setelah melewati hari-hari yang cukup panjang. Berjuang melawan insomnia bukanlah hal yang mudah, namun keberadaan Min Yoongi seolah membuat segalanya terasa mudah (minus celotehan tidak berguna lelaki Min tersebut), sampai-sampai—

.

.

.

Ya! Min Yoongi! Kau muntah di kasurku, sialan!”

.

.

.

FIN

Finished On 2016 April 09th; 11.51 WIB

.

.

.

PS: Padahal pengen membuat ending yang manis-manis seperti kembang gula, tapi malah berujung jadi Min Yoongi yang masih mabuk dan muntah di kasurnya Jiae—menjijikkan sekali, ewh /ditebas/ wkwkwk. Jangan ditiru ya, teman-teman ._.

A/N: Lagi-lagi, inspirasi fic yang muncul ketika saya membaca random fake-textpostnya bangtan ‘o’ (dan ditengah banyaknya tugas yang udah macem gunung kilimanjaro /alay pls) wkwkwk. Dan—saya harap cerita ini gak receh? Atau emang dari awal sudah receh? Lmao /ditebas/

Salam Shalom!

Advertisements

16 thoughts on “[Vignette] Relation’sleeps

  1. azeleza

    BAH, RILIS JUGA FF INI YANG DRAFTNYA AJA UDAH BIKIN IDUNG AKU KEMBANG KEMPIS :”””

    YOONGI EMANG GITU YA, HARUS GITU YA? INI ITU APAAA? DAN SUKA BANGET KAMU NGEJELASIN REALNYA “PEREMPUAN” DAN IMAJINASINYA YANG LALALALA WKWKWKWK THE BEST :3

    SEMANGAT TERUS RITO-AH RLNYAAA~~ ❤ ❤

    Liked by 1 person

    • YA MAAFIN AKU KALAU DRAFT SAMA JADINYA BENERAN GAK SESUAI, KAKZEL XD /DILEMPAR/

      INI ITU… FIC ABSURD BIKINAN RITO YANG LAGI STRESS GARA2 BANYAK TUGAS MENJELANG UTS :””) WKWKWK

      UWAAAA, MAKASIH BANYAK KAKZEL ❤

      Like

  2. ANi

    Kukira dia mesum/duh ni otak/


    Apa ya, aku ga bisa ngomen banyak. Abis Yoonginya manis/uhuk/ dan Jiaenya terlalu manis. Ff ini manis sekali, jadi mau kembang gula/ngiing/
    Aku ga bisa banyak komen karena KUSUKA BANGET!
    Dah gitu aja^^

    Liked by 1 person

    • YOONGI EMANG MESUM, KOK… /ditebas/

      menurutku yoongi nya malah nyebelin disini :”) pake muntah di kasurnya jiae segala, kan… /stahp/ mba jiae sudah angkat tangan sama sikap semena2nya min yoongi, huhuhu
      aaaa, aku juga mau kembang gula… /nahlo/
      AW, KAMU NINGGALIN JEJAK AKU UDAH SENENG BANGET ❤ MAKASIIIIH BANYAK ANI ❤

      Like

  3. mer

    Yoon, kapan-kapan mabok terus masuk kamar aku ya. Terserah mau dihempas atau dibanting sekalipun daku relaa /tendang/
    Manis kok manis dari awal jadi endingnya lucu gapapah biar ada banyak nuansa dan warna disini hehe

    Liked by 1 person

  4. Aihara

    Ternyata Yoongi-nya lagi mabuk, tapi dia sadar ngga? Haha
    Endingnya… lagi manis gitu, eh muntah._. bisa aja deh, merusak momen tapi sekaligus lucu juga, ngga bisa kesel malah ketawa hahaha XD
    Mereka selalu gitu ya, bikin gemes aw
    Suka ‘Relation-sleep’-nya ^^

    Liked by 1 person

    • iya, yoongi nya lagi mabuk :”) gagal paham masa makhluk satu itu emang, wkwkwk.
      yoongi mah emang sukanya menghancurkan momen2 manis :’) wkwk
      aw aw, makasih banget sudah mau suka ❤

      Like

  5. Kim Soo In

    Wiihh,, karakter yoongi disini mirip ama karakter ff yg dibikin kak azel yaaa.. Suka bangettttt…
    Sering” aja bikin ff yg castnya mereka,, it’ll make me fly to the sky bakh yg penting jangan bikin jatuh gw lah.. Semangattt

    Liked by 1 person

    • uhuhu, karakter yoongi nya emang terinspirasi sama ffnya kak azel sih :”””) hihihi
      uwaaa, terimakasih banyak sudah mau suka sama pair ini ❤ hihihi, tenang aja–aku sukanya cerita2 yang manis kok xD wkwk

      Like

  6. stalkims98

    RITOOO sebelumnya mau minta maaf baru bisa komentar (stalkim-udah-baca-dari-tanggal-terbit-ff-ini)/sungkem/

    selalu deh ya, kalau baca ff kamu suka senyum2 sendiri, ceritanya kelewat manis sih:”’) mbak jiae sama mas yoongi juga apalah manis baetttt. dan ini yoongi sialan banget deh, awalnya udah ngagetin gitu, main peluk2, mana mabok lagi, udah gitu pake muntah :3 tampang masuklah jd suami idaman, but muntahmuntah gitu :”’v tp ya gimanapun terima kasih kepada yoongi yg buat mbak jiae bisa bobok cantik dalam dekapan syuga lahyaaa, mau juga dong/g/ :””)))

    kuselalu suka ff mu ritooooo, semangat selalu^^ ❤ ❤

    Liked by 1 person

    • halooo stalkim xD wkwkwk

      ugh, ugh, menurutku malah cerita ini nyebelin dan gak ada manis2nya :””) /tebas/ iya, mas yoon emang kampret banget dia seenaknya sendiri muntah di kasur orang :’v gapake permisi pulak /lahdikira/
      aaaa…. aku juga mau bobok di dekapannya jimin :”””) /ga/

      wuehehe, makasiiiih banget stalkim ❤ kamu juga semangat segalanya x3 mach laf <333 hihihi

      Liked by 1 person

  7. apaan sih yoongi ya ampun. dih ff ini syuga syuga bgt manis gitu, wauu selain ff si azel ff yoongi-jiae kamu juga oke banget. haahh ya ampun lama2 aku jd shipper yoongi-jiae garis keras nih eh ia nama suga jg kalo d eja dlm b.inggris ada kata yoojiae nya ya, baru nyadar. oke ini gak nyambung tapi kok bisa kebetulan gitu love love lah yoongi-jiae. nanti bikin lgi ya yg gula2 kaya gini 😀

    Liked by 1 person

    • ugh, gatau juga itu yoongi ngapain /lah/ uwaa, makasiiih ;~; padahal ini ff masih banyak kurangnya dibanding punyanya kak azel /dilempar/ ayoooo, jadilah shipper garis keras Yoon-Ji, ikut masuk ke kapal kami xD /wut/
      yeeeeyy! makasih (lagi) sudah mau baca ❤

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s