[VIGNETTE] Meet Up

Standard

meet up

Meet Up

Stalkim98 || Jeong Yein ♡ Jeon Jungkook || fluff, romance || G || Vignette (1751w) || Summary: “Bagaimana mungkin dia berubah menjadi laki-laki tampan seperti ini?”

Yein langsung mematikan komputer saat mendengar suara panggilan dari ibunya. Ia segera berlari ke ruang makan dan menyantap sarapan yang telah tersedia. Di meja makan Yein tidak banyak bicara, paling hanya menjawab satu-dua kata saat ditanya ayahnya mengenai rencana liburan musim dinginnya yang akan dihabiskannya bersama keluarga di rumah kakeknya.

“Aku sudah berkemas,” ujar Yein setelah menelan habis sarapannya. Ia lalu mendorong kursi ke belakang dan kembali menuju kamar.

Sebenarnya, jauh sebelum libur musim dinginnya tiba, Yein sudah menyiapkan daftar untuk hal-hal yang akan dilakukannya saat sampai di Busan. Salah satunya adalah mengunjungi rumah lamanya yang sekarang sudah disewa orang lain. Saat bertemu teman lamanya via chatting, Yein langsung teringat pada satu tempat yang sering didatanginya saat masih duduk di sekolah dasar. Adalah toko kaset milik paman Sung Jin yang buka setiap harinya. Dan di sana Yein bisa mendengar lagu yang ingin didengarnya dengan merengek manja kepada Paman Sung Jin agar permintaannya dikabulkan.

“Jangan menjadi sok dewasa! Ajeossi, putarkan saja lagu untuk bocah SD.”

Yein langsung mendelik. Heol! Bocah seumuran dengannya yang selalu berpakaian lusuh (dia tidak pernah memerhatikan penampilannya) dengan ingus yang membuat wajahnya terlihat menjijikkan itu tiba-tiba datang dan merusak permintaan Yein. Bocah itu tersenyum, memperlihatkan gigi kelincinya yang sebenarnya imut jika wajahnya tidak hitam dan penuh keringat juga ingus.

“Jeon Jungkook, sejak kapan kau bermain kemari? Bukankah kau harusnya mengejar layang-layang bersama teman-temanmu lainnya?” tanya Yein sedikit kesal.

Jeon Jungkook–panggil saja Jungkook–menoleh. “Aku sering kemari, apa kau tidak pernah melihatku?”

“Bocah ini kemari setelah kau pulang, Yein-a.” Paman Sung Jin menengahi. Di tangannya masih tergenggam sebuah kaset milik boyband Super Junior yang sedang terkenal di Korea.

Raut wajah Yein berubah saat mendengar ucapan Paman Sung Jin. “Paman, tolong putarkan saja lagu baru Super Junior,” rengek Yein manja seperti biasanya.

“Aish, dasar! Kau masih kecil Yein-a, mengapa kau tidak mendengar lagu yang–“

“–Kau yang kecil. Bersihkan ingusmu dulu sebelum pergi ke tempat umum,” sahut Yein sambil menunjuk wajah Jungkook. Sedetik kemudian ia memalingkan wajahnya dan menatap Paman Sung Jin yang sudah merasa bosan dengan perdebatan bocah-bocah di hadapannya. “Paman, aku akan pulang sekarang.”

Yein berbalik dan melangkah cepat menuju rumahnya yang tidak jauh dari toko Paman Sung Jin. Langkahnya terhenti saat sampai di belokan gang sempit. Ia berbalik dan mendapati Jungkook dengan cengiran khasnya–gigi kelinci dan mata yang semakin habis dimakan pipi–.

“Mau apa kau?”

“Aku ingin mengantarmu,” jawab Jungkook sambil melangkahkan kakinya mendekati Yein.

Yein memutar bola matanya. “Rumahku tinggal beberapa langkah lagi, Jeon Jungkook. Kau lebih baik pulang dan bersihkan wajahmu.”

Suara tanda pesan masuk menyadarkan Yein dari ingatan masa lalunya. Matanya segera beralih pada layar komputer. Ia membenarkan posisi duduknya menghadap sempurna ke komputernya.

Hahaha Jeong Yein, kurasa kau memang lebih cantik, mengingat wajahku juga lebih tampan daripada saat terakhir kita bertemu. Bukankah kita ini kembar? Tapi, apa kau melakukan operasi plastik? Kau menjadi sejuta kali lebih cantik.

 

Apa lagi yang dibicarakan Jungkook?

Musim panas tahun 2007, musim panas terakhir Yein di Busan. Ia menghabiskannya di toko kaset Paman Sung Jin, seperti biasanya. Seperti biasa pula, Jungkook juga ada di sana–sibuk melihat-lihat kaset–dengan pakaian yang basah akibat keringat dan wajah yang seperti biasa–penuh ingus–.

“Kau benar-benar akan pindah?” Jungkook bertanya tanpa mengalihkan pandangannya.

Yein menoleh. “Kau bertanya padaku?”

“Siapa lagi?” sahut Jungkook cepat.

“Aku akan pindah besok.”

“Kau akan kembali?”

Yein mengangkat bahu tak acuh. “Entahlah, mungkin tidak.”

Kali ini Jungkook menoleh dan menatap Yein. Ia menarik napas panjang. “Lalu aku tidak akan pernah bertemu kembaranku?”

Yein juga menoleh–kali ini lebih cepat–sambil melebarkan matanya. Mulutnya juga terbuka lebar. “Apa kau bilang? Kembar? Dari mananya? Jangan bercanda, Jeon Jungkook!”

“Kau tidak percaya? Lihat saja aku! Apa kau tidak merasa seperti sedang melihat dirimu sendiri?”

Yein menatap lekat setiap lekuk wajah Jungkook. Heol! Anak gila! Bagaimana bisa Yein yang selalu memerhatikan penampilan–meski usianya baru sembilan tahun–, mengingat ia sudah bercita-cita ingin menjadi istri Siwon–anggota Super Junior yang memiliki ketampanan luar biasa– disamakan dengan seorang Jeon Jungkook yang jauh dari kata menggemaskan. Yein memukul kepala Jungkook, berharap agar bocah di hadapannya itu sadar dari khayalannya yang tidak masuk akal.

“Sakit!” pekik Jungkook sambil memegang kepalanya. “Kau tidak percaya? Mari kita bercermin! Kau pasti akan terkejut.” Tangan Jungkook yang lain sudah menggenggam pergelangan Yein–berniat mengajak gadis itu bercermin di kaca jendela toko yang sebenarnya tidak bisa dengan jelas menangkap pantulan wajah mereka.

Yein melepas genggaman Jungkook kasar. “Shireo!”

“Kau takut kau akan mengakuinya?”

Yein menggigit bibir bawahnya saat membaca ulang pesan Jungkook. Tangannya mulai mengetik, dan dihapus lagi, begitu seterusnya sampai Jungkook mengirim pesan yang lain.

Hei saudara kembar! Kapan kau akan sampai? Aku akan menunggu di toko Paman Sung Jin.

 

Yein menghela napas dan mengetikkan balasan untuk Jungkook. Jam sudah menunjukkan pukul delapan, dan itu artinya ia hanya menunggu teriakan ibunya dan mematikan komputernya juga membawa barangnya keluar.

Aku baru akan berangkat. Apa tidak apa-apa kau menunggu sampai nanti? Kau tahu, kan dari Seoul ke Busan itu tidak sebentar.

 

Yein mengakhiri percakapan via online itu. Ia bergegas membawa barangnya dan keluar rumah. Perasaannya sudah tidak karuan. Ia sedang menerka-nerka bagaimana keadaan Jungkook saat ini. Apa bocah ingusan itu benar-benar menjadi tampan?

Desahan napas keluar begitu saja. Yein tidak benar-benar bisa membayangkan bagaimana seorang Jeon Jungkook remaja ini. Pasalnya, foto profil yang terpampang di akun Jungkook adalah foto manga favoritnya. Dan Jungkook tidak pernah mengirim fotonya saat ini.

Yein semakin gusar memikirkan hal itu. Apa Jungkook lebih buruk daripada saat SD dulu? Bagaimana jika ia tidak mau memajang foto dirinya sendiri di akunnya karena ia memang benar-benar tidak berubah? Ya Tuhan, kalaupun begitu jangan biarkan Yein mendengar kata ‘kembaran’ keluar dari bibir Jungkook lagi. Semoga seperti itu. Atau kalau bisa, semoga akan lebih baik daripada itu. Jungkook tumbuh menjadi laki-laki tampan, misalnya.

“Jangan membeli kaset boyband itu!” seru ibu Yein saat Yein berkata ia akan pergi ke toko kaset Paman Sung Jin. Tentu saja, kaset boyband yang dimaksud ibu Yein adalah kaset yang berisi kumpulan lagu Super Junior–favorit Yein–. Ibunya sudah cukup lelah mendengar Yein setiap hari menyanyi–atau lebih tepatnya berteriak–semua lagu Super Junior yang dihafalnya (tentunya Yein hafal semua, bukankah dia sudah mendaftar sebagai istri Siwon?).

Yein tersenyum dari kejauhan saat melihat toko kaset Paman Sung Jin. Ia segera berlari menyeberangi persimpangan jalan yang cukup sepi. Kakinya berhenti tepat di luar toko Paman Sung Jin. Niat awalnya untuk mengunjungi rumah lamanya pun sirna karena kerinduannya pada toko tua yang masih berdiri itu. Sudah lama Yein tidak melihatnya. Toko Paman Sung Jin banyak berubah. Kaca jendela yang dulu berwarna gelap dan kotor telah berganti bening dan bersih. Juga lantainya kini menjadi lebih modern. Pot-pot bunga juga memenuhi teras tokonya. Kaset yang dijual pun semakin banyak.

“Apa yang kau lihat? Kau melupakan janjimu padaku?”

Yein menoleh. Dilihatnya laki-laki yang lebih tinggi darinya juga sedang mengamati toko Paman Sung Jin. Kedua tangan laki-laki itu disimpan di saku coat nya. Dari samping, tampak hidung mancung dan bibir menggemaskan milik laki-laki itu.

“Sekarang kau mengabaikanku, Jeong Yein?” Laki-laki itu menoleh dan menelengkan kepalanya sambil menatap tajam wajah Yein.

“Kau–“

“Kau tidak ingat denganku?” Laki-laki itu mengalihkan pandangannya dan mengigit bibir bawahnya. Sedetik kemudian dihembuskannya napas dari mulutnya. “Jeong Yein.” Kali ini ia menatap Yein–lagi. “Bagaimana bisa kau melupakan kembaranmu?”

Mata Yein membulat. “Ya Tuhan, jangan katakan dia–“

“Jeon Jungkook,” ucapnya kemudian.

Yein meneguk salivanya. “Bagaimana mungkin dia berubah menjadi laki-laki tampan seperti ini?

“Apa ada sesuatu di wajahku?”

Yein menggeleng cepat. “Apa kau meminta operasi plastik pada orang tuamu?”

“Apa maksudmu?” Jungkook mengernyitkan dahi. “Apa kau baru menyadari ketampananku? Setelah sekian lama tidak bertemu, apa harus pertanyaan konyol seperti itu yang kau tanyakan?”

“Ah, aku tidak bermaksud–.” Yein menghentikan ucapannya. Ia benar-benar tidak membayangkan jika bocah ingusan yang selalu membuntuti Yein ketika Yein pulang dari toko kaset Paman Sung Jin menjadi sepuluh–atau dua puluh–atau seratus–ah, bahkan sejuta kali lebih tampan. Di mana wajah hitam Jeon Jungkook yang selalu penuh keringat bau dan ingus yang menjijikkan? Di mana pakaian tanpa lengan yang memperlihatkan lengannya yang sebenarnya lebih putih dari wajahnya? Yein memandang kaki Jungkook. Dan di mana sandal merah muda dengan gambar hello kitty yang selalu dipakainya?

Jungkook menatap Yein. “Sekarang kau mengakui bahwa aku benar-benar tampan, Yein-ah?” Sebuah senyuman tersungging di wajah Jungkook.

Kedua mata Yein mengerjap berkali-kali. Ia merasa sangat gerah dan ingin melepas semua pakaiannya di tengah musim dingin yang dinginnya tidak main-main. Yein masih melihat sepasang gigi kelinci di tengah senyum Jungkook. Benar, itu benar Jeon Jungkook, ucapnya dalam hati.

Oraenmaniya, Jeong Yein,” ucap Jungkook sambil mengangkat sebelah tangannya.

“Apa kau akan menginap? Di rumah lamamu?” Paman Sung Jin bertanya sangat antusias.

Yein tersenyum lalu menggeleng. “Aku tidur di rumah kakek, Paman.”

Paman Sung Jin mengangguk mengerti. “Minumlah, supaya tubuhmu lebih hangat.”

Kedua tangan Yein meraih secangkir teh panas yang ada di meja. Ia duduk berhadapan dengan Paman Sung Jin, dan memperhatikan Jungkook yang sedang membungkuk, melihat-lihat kaset yang berbaris di rak.

“Apa dia sering kemari?” tanya Yein sambil menunjuk Jungkook.

Paman Sung Jin menoleh, mengikuti arah telunjuk Yein. “Eo. Setiap hari dia kemari dan menanyakan kaset Super Junior yang baru.”

Yein terkekeh kecil. “Dia sudah menjadi fans Super Junior? Sama sepertiku.”

Paman Sung Jin menatap Yein. Kerutan di dahinya terlihat dan membuat Yein berhenti terkekeh. “Dia belum memberikannya padamu?”

“Apa?” Yein mengangkat sebelah alisnya.

Paman Sung Jin menghela napas. “Beberapa minggu sebelum musim dingin, Jungkook kemari dan menanyakan apakah aku punya simpanan kaset-kaset Super Junior, dan kujawab aku punya, karena aku memang memilikinya,” kisah Paman Sung Jin. Ia lalu berbalik dan berteriak, “Jeon Jungkook, kemarilah.”

Jungkook menatap tidak mengerti pada Paman Sung Jin yang tetiba memanggilnya. Ia lalu berjalan menghampiri dua orang yang tengah duduk berhadapan di sudut toko dengan rasa penasaran.

“Kau belum berikan pada Yein?” tanya Paman Sung Jin setelah Jungkook menarik kursi di sebelahnya.

“Berikan apa, Paman?”

“Kaset Super Junior yang kaubeli padaku.”

Kedua mata Jungkook membulat. Sedetik kemudian ia menggigit bibir bagian dalam dan menggaruk tengkuk yang tidak gatal.

“Dia membeli setelah kau bercerita bahwa ibumu melarangmu membeli kaset-kaset Super Junior, Yein­ah,” ujar Paman Sung Jin saat melihat wajah bingung Yein.

“Ah, itu, sebenarnya akan kuberikan saat Yein mau kembali ke Seoul,”jelas Jungkook.

Wae?”

Jungkook menoleh cepat dan menatap wajah Yein. Setelah mengerjap berkali-kali, ia menjawab, “agar aku memiliki alasan untuk melihatmu lagi.”

Yein mengulum bibirnya saat menyadari kedua netra Jungkook tepat menatap maniknya. Senyumnya mengembang kecil. “Kalau begitu, berikan padaku sehari sebelum aku kembali ke Seoul, dan kita bisa habiskan waktu satu hari itu bersama,” ucap Yein kemudian.[]

.

.

Fin

.

.

.

A/N: HAIIIII Stalkim kembali/bow sembilan puluh derajat/. Setelah hiatus selama-lupa berapa hari-ini (yang sebenernya gagal), aku bawa ff yang aduh, nggak ada manis-manisnya sama sekali, kecuali senyumnya kuki dan dek yein. Jadi ff ini ceritanya tentang yein yang tiba-tiba jatuh cinta sama mas kuki setelah bertahun-tahun tidak bertemu karena mas kuki bertransformasi menjadi lelaki tampan pujaan wanita hehe. Stalkim ucapkan terima kasih kepada yang sudah membaca, jangan lupa tinggalkan jejak yaaa. Annyeong!!!/lari bareng kuki*dasi run run run*/

Advertisements

17 thoughts on “[VIGNETTE] Meet Up

  1. azeleza

    Hah, masa muda wkwkwk
    Geli banget sama sendal hello kitty :”) Dan ngebayangin dedek Kuki jelek tuh sulit tau stalkim-ah :””” wkwkwk. Cie cieeeeeee, jd Kuki di sini semacam cowo2 romantis yg gak bisa move on dr cinta monyet masa bocah gitu ya? :3 kiyow :”””

    SELAMAT COMEBACK~ SELAMAT UN-NYA UDAH KELAAAR~~~ ♡♡♡

    Liked by 1 person

    • stalkims98

      hai kak azel^^

      ada apa dgn sendal hello kitty? hehe. DAN YAP!!! AKU JUGA NGRASA SUSAH GITU NGEJELEKKIN KUKI DISINI :”'( bisa dibilang begitu^^ bisa jg dibilang tipe cowo yg nggak mau cinta monyetnya nikah sama idol tjakep/g./

      aiya, aku hampir lupa sama kenyataan kalau udah bebas :””)))

      terima kasih kak azel udah baca dan meninggalkan jejak^^ ❤ ❤

      Liked by 1 person

    • stalkims98

      aslinya nggak seudik itu kok :””D
      BIG NO!!!! DEDEQ YEIN LEBIH MILIH KUKI YG KADAR KETAMPANANNYA NAIK SEJUTA KALI :”’3

      terima kasih sudah baca dan komentar^^ ❤

      Like

  2. Omg ngebayangin Jungkook yg lusuh menjadi Jungkook yg super tampan😍😍 kyaa Yein harus melupakan menjadi istri Siwon dan masuk list menjadj istri Jeon Jungkook hehe..
    Jungkook pasti pengen berubah karna mau Yein jatuh hati sama dia kan thor, cinta sejak kecil gitu hehe..
    Next dong thor, ceritain kisah 1 hari Jungkook-Yein dan bikin mereka jadian hehe
    fighting thor, ini sweet dan keren bnget😍😍

    Liked by 1 person

    • stalkims98

      hati-hati jatuh cinta macem yeinnie :””D

      yap semoga tipe idealnya jadi kuki aja ya 😀
      bisa dikata gitu, tapi namanya kuki juga mengalami masa puber yg membuat dia bisa bertransformasi jadi tampan/lagi bijak/:”’)
      aduh belum kepikiran sampai situ, coba deh kalau sempet bikin sequel, gak janji tapi :””)))

      terima kasih sudah baca dan komentar^^❤
      oh ya omong2, panggil stalkim ajayaaaa hehe. salam kenal:)

      Like

  3. ryudiance

    ini sweet banget;-;
    jadi kepengen punya temen masa kecil kaya jk hehehehe.
    tapi nanggung, harusnya bikin sampe jadian aja biar greget/?

    anw aku reader baru, nov 98l. salam kenal ya stalkim o//

    Liked by 1 person

    • stalkims98

      senyum kuki sama yein lebih sweet kok :”’)
      yap, aku juga weheeee
      langsung dibikin nikah aja gimana biar greget kuadrat/g./ :”D
      salam kenal, aku juga dari garis 98^^

      Like

    • stalkims98

      duh ketinggalan!!!! terima kasih sudah baca dan meninggalkan jejak^^ selamat berpetualang di LFI, semoga perjalanan anda menyenangkan^^

      Like

  4. ugh, ugh, baru sempat baca sekarang zetelah disibukkan dengan tugas kiloan macem cucian ;~;

    bhak, geli banget itu kuki pake sandal hello kitty 😂 /tetiba keinget kuki yang pake kaos kaki iron man di AHL/ wkwkwk.
    kuki ini dah macem angsa buruk rupa yang menjelma jadi pangeran tampan /wut/ ugh, sumpah ya… aku ngebayangin kuki jadi jelek itu malah ketawa :”) keinget meme-face nya dia yang idiot2 itu, huhuhu /ditebas/
    POKOKNYA AKU SUKA SAMA PLOTNYA ❤ KARAKTERNYA YEINKOOK JUGA ❤ MACH LAF POKOKNYA!

    HOIYA, NGOMONG2 SELAMAT YANG UDAH KELAR UN! YEEEEEY, SEMOGA HASILNYA MEMUASKAN, YAK <3333

    Liked by 1 person

    • stalkims98

      [baru sempat balas]

      hai ritooo
      iya, gatau juga dapet darimana :”’)
      aih kata-katanya, mungkin dulunya kena kutukan :”’3 cobalah ngadain tantangan ‘membayangkan kuki jadi jelek’, gaada yang bisa ihhh, udah tjakep dari sebelum tercipta/?
      MAKASIH RITO YANG SUDAH BACA, KOMENTAR, DAN SUKAAAAAAA ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤

      UWAAAA, ALHAMDULILLAH YA, REZEKI ANAK SOLEH/AIIIH/ AAMIIN, MAKASIH MAKASIIIIIIHHHHHH ❤

      Liked by 1 person

  5. Aihara

    Meskipun penjelasan masa kecil Jungkook kaya gitu, tetep aja aku ngebayanginnya tjakep iwh meskipun mukanya udah dikocakin sekocak-kocaknya/? :’D apalah daya, diriku always kebayang wajah dia yang tampan:’D /crai in happiness/ /mode hardcore fangirl/
    Tapi ini ucul banget, Yein yang sewaktu kecil sebel banget ama Jungkook sampai-sampai ga mau dibilang ‘kembaran’, eh pas udah gede jadi terpesona gitu hahaha
    Ga nyesel pasti dibilang kembaran kan? XD
    Pokoknya masa kecil mereka kocak, tapi pas gede sweet banget lah><

    Liked by 1 person

    • stalkims98

      hai aiiii/?

      nggak ada yang bisa bayangin kuki jelek yaaa :”’) salahin stalkim yang udah bikin kuki jelek :”’3

      salahnya kuki sih, ingus dimana-mana nggak dielap/g./ :”’)
      YEIN NYESEEEEL, KUKI SEJUTA KALI JADI COWO TAMPAN SEJAGAT RAYA
      semoga selalu sweet ya :)))

      makasih ai udah baca, komentar^^ ❤ ❤

      Like

  6. aihhhh,, jadi pnsran tuh kuki suka ama yein?? sampe2 beliin kaset super junior??…
    greget bngett dsini jadi kpengen klu mreka jadian…. keke~

    keep writing thor~
    tdi sempar baca komen sedikit, dan baru tw klo author udh kelar dari ujiannn… hyaaaa gk adil… akunya malah baru mau ujian.*numpang curhat

    ehh… oke slmat yg udh kelar dari ujiannya,, smoga mendapat nilai yg memuaskan..
    maafkan komenanku yg nyampah ini. :v

    Liked by 1 person

    • stalkims98

      iyap, kuki suka sama yein dan dia kasian sama temen kecilnya yang dilarang eomma buat koleksi kaset grup kesayangan :”’)))
      berdoa aja biar beneran jadi di rl 😀
      makasih udah baca dan komentar ❤ ❤

      wah, kamu masih kelas 3 smp ya? semangat buat ujian besok meinya^^ semoga lancar dan mendapat hasil yang memuaskan!!! ;)))
      makasih banget yaaaaa^^

      oiya, panggil stalkim saja yaaa 🙂

      Like

  7. Moonixie

    oow kenapa baru sekarang aku nemu ff kece ini??? tentang masa kecil dan mungkin cinta pertama?? Sweet banget ceritanya,, kenapa aku baca sambil aga ngerasa sedih gitu ya? Padahal kan genrenya romance fluff gitu? Walaupun disini dicerItain jungkook kecil itu engga banget, tapi aku ngerasa jungkook kecil itu manissssss banget haha
    oh ya aku reader baru disini, masih baru banget ngeship mereka hehe telat banget ya aku,, salam kenal yaa… keep write and fighting!!! I love your fanfiction♥♥♥♥

    Liked by 1 person

    • stalkims98

      haihai, maafkeun baru balas^^
      kece? tidak sekece senyumnya kuki/halah/ :’D
      sedih kenapa? sini bilang aku, biar yg buat kamu sedih aku jewer/g :’D
      wah, semua yang baca bilang gagal bayangin kuki jadi cowokdekilll/ngerasa gagal bikin kuki jelek/
      halohalooo, selamat masuk ke dalam komunitas yg penuh kejutan dengan pesona duo maknae :’D semoga betah/gagitu, DIJAMIN BETAH!!! selamat bergabung di LFI juga, silakan berpetualang, di sini nggak hanya ff jeongin kok, pasti nanti setelah baca ff di sini bakal suka sama member dan para pangerannya/heh :’D

      makasih banyak sudah baca dan komentar, jangan kapok yaaa^^ salam kenal juga, Stalkim dari garis 98^^

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s