[Drabble-Mix] Farewell Party

Standard

tumblr_n45zxewzdj1stxcq9o1_500

Farewell Party

By Fanita

Main Cast : Lovelyz Members

Genre : Friendship –  Fluff – School Life – Teen Slice of Life || Type : Drabble—Mix || Rating : Teeneger

.

.

.

[1] Photo & Letter

             Jiyeon terus memaksa temannya, Yooa untuk meminta bantuannya agar laki-laki yang selama ini dia suka dapat berfoto dengannya. Akhirnya setelah berjuang keras agar membuat Yooa lunak kepadanya, Jiyeon dapat berfoto dengan sang kekasih hati.

“1..2..3..”

Cheese..

Foto telah terabadikan. Yooa memberikan tanda oke menandakan bahwa hasil foto tersebut bagus dan tidak kabur. Kalau boleh jujur, selama berfoto tadi Jiyeon sulit untuk tersenyum bahkan kakinya bertegar. Dan juga debar jantungnya berdetak dengan tidak normal! Hah.. sampai-sampai Jiyeon dengan bodohnya mengeluarkan surat yang selama ini dia siapkan untuk Joshua dan langsung memberikan barang tersebut kepada si pujaan hati tanpa memberikan sepatah kata pun. Takut ditanya yang bukan-bukan dan kaki tak sanggup lagi membopong badannya, Jiyeon memilih kabur dan menarik Yooa untuk segera pergi dari hadapan Joshua tanpa berterimakasih lagi kepadanya.

            Joshua yang tampak kebingungan hanya mampu membaca surat beramplopkan putih yang diberikan untuknya. Ia membaca tulisan yang terdapat di pojok kanan bawah tersebut.

To Joshua

From Me<3

This is my confession letter. Happy graduation Joshua!

.

.

.

[2] I am Sorry

            Melihat keadaan telah memungkinkan bagi Yein untuk menghampiri Jeong Chanwoo, gadis itu buru-buru berlari ke tempat di mana lelaki bernama belakang sama sepertinya itu sedang duduk. Untung saja Lee Halla—kekasihnya Chanwoo—baru saja pergi meninggalkannya, jadi kesempatan ini digunakan oleh Yein untuk mendekati Chanwoo.

“Hei Chanwoo!” sapa Yein.

“Oh Yein-ah..” balas Chanwoo menyapa.

“Aku minta maaf kalau punya salah denganmu,” ujar Yein tanpa basa-basi dan langsung mengulurkan tangannya kepada Chanwoo.

Chanwoo berdiri dan menyambut uluran tangan Yein kepadanya. Ia juga meminta maaf kepada Yein dan mengakui bahwa dia memiliki banyak kesalahan yang dia perbuat pada Yein selama mereka saling mengenal 6 tahun belakangan. Apa lagi kesalahan di saat dia dan Yein pernah bersatu atas dasar cinta.

“Hmm baiklah Chanwoo. Semoga sukses!” kata Yein. Kali ini mereka benar-benar akan berpisah karena masa SMA telah berakhir, sementara keduanya sendiri memiliki jalurnya masing-maisng.

“Sama-sama Yein-ah,” lirih Chanwoo.

.

.

.

[3] Success

            Setelah turun dari panggung Sujeong langsung pergi mencari Kim Jiho yang entah di mana keberadaannya. Inilah sulit bersahabat dengan orang yang berbeda kelas. Pada akhirnya Sujeong pun memilih untuk menunggu Jiho di salah satu meja.

            Tanpa sengaja, di sebelah Sujeong sudah ada sosok Kim Mingyu. Itu loh, cowok yang sekelas dengan Sujeong dan selama ini gadis itu sukai diam-diam! Awalnya Sujeong hanya melirik biasa kepada Mingyu tapi tampaknya laki-laki itu juga memiliki arah pandang yang sama dan langsung mengulurkan tangannya kepada Sujeong.

“Sujeong-ah maaf kalau aku punya salah. Semangat ya untuk masa depanmu! Semoga sukses!” seru Mingyu.

“Kembali, Mingyu-ya.. Semoga kau juga sukses dan lulus masuk akademi kepolisian sesuai impianmmu,” balas Sujeong.

Mingyu mendekatkan tubuhnya kepada Sujeong, begitu pula gadis itu. Mereka saling berpelukan untuk beberapa detik sampai akhirnya jabat tangan terlepas dan mereka tersenyum satu sama lain.

“Fighting!”

.

.

.

[4] Prettier

            Park Myungeun naik ke atas panggung untuk menerima mendali sebagai tanda bukti bahwa dia telah lulus dari sekolah menegah atasnya. Satu persatu guru pun di salami oleh gadis itu, sampai tiba akhirnya dia berhadapan dengan guru olahraganya yang bernama Lee Howon.

“Myungeun-ah semoga sukses ya kedepannya! Kamu tambah cantik,” celetuk Lee Howon.

Eh?! Myungeun memasang wajah bodoh untuk beberapa sekon sampai akhirnya dia memaksakan wajahnya untuk tersenyum, “Eoh.. gomawo saem!” balas Myungeun.

            Setelah turun dari panggung, Myungeun mengamati guru olahraganya kembali. Tampaknya guru itu tidak ada berbicara dengan anak lain, hanya tersenyum dan bersedia menyambut salam dari mereka. Huft, kalau begini caranya Myungeun jadi baper apalagi guru Lee adalah guru muda yang tampan dikagumi oleh puluhan murid di sekolahannya.

.

.

.

[5] Good Leader

            Jisoo yang capek memilih untuk beristirahat sejenak. Di lihatnya keadaan sekitar. Kacau. Satu kata yang dapat menggambarkan suasana saat ini. Bukan kacau dalam konteks negatif, hanya saja bagi Jisoo sangat kacau karena tidak pernah dia membayangkan bahwa lelaki yang dikenalnya tangguh menjadi cengeng seperti ini. Termasuk ketua kelasnya yang tak lain adalah Myungjun.

Ya Myungjun-ah!” panggil Jisoo.

Dengan keadaan yang masih sesegukan akibat menangis, Myungjun pun menoleh kepada Jisoo dan bertanya ada apa.

“Kenapa?” tanya Myungjun.

“Kau melakukan semuanya dengan baik. Kau ketua kelas terbaik yang pernah aku temui. Gomawo Myungjun-ah,” ucap Jisoo.

Mendengar ucapan Jisoo barusan tangisan Myungjun pun semakin kencang. Dengan susah payah laki-laki—cengeng—itu pun berterimakasih kepada Jisoo yang telah menghargai segala usahanya menjadi ketua kelas, “Nado gomawoyo, Jisoo-ya. Maaf kalau aku punya salah selama memimpin kalian hiks,”.

.

.

.

[6] Please, Help Me

“Mijoo-ya kau tidak lupa janjimu semalam kan?”

Jackson terus bertanya kepada Mijoo sejak acara perpisahan di mulai. Sampai-sampai Mijoo bosan setengah mati dengan pertanyaannya. Baik di ponsel maupun tatap muka, Jackson akan membicarakan masalah itu terus-menerus.

“Iya bawel! Sudah aku bilang akan aku bantu. Seperti rencanamu aku harus mengajak Youngji agar bisa bertatap muka denganmu lalu memotret momen kalian, iya kan?” oceh Mijoo.

“Hahaha benar sekali! Aku mohon bantu aku,” pinta Jackson.

Mijoo menganggukkan kepalanya. Dia melakukan ini karena mempertimbangkan pertemanan diantaranya dan Jackson lagi pula selama ini Jackson sering membantunya dikala dia mengalami kesulitan.

“Baiklah mending cari Youngji sekarang saja,”

            Setelah bersusah payah menemukan Youngji diantara ribuan tamu di acara perpisahan ini, akhirnya Lee Mijoo dapat menemukannya. Berhubung Mijoo dan Youngji cukup dengan mudahnya Mijoo dapat menarik Youngji agar ikut dengannya supaya Jackson yang bawel itu tidak memberikan pertanyaan yang sama kepadanya secara terus-menerus.

“Jadi apa apa?” tanya Youngji yang tidak tahu situasi.

Jackson mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya. Ditunjukannya sebuah kado yang sudah lama Jackson perisapkan hanya untuk Youngji seorang. Mijoo yang merekam momen ini hanya bisa tersenyum haru melihat teman dekatnya—Jackson—pada akhirnya dapat memberanikan diri melakukan hal itu kepada Youngji.

“Go..gomawo,” jawab Youngji kikuk.

Setelah menerim kado dari Jackson, Youngji pun memilih untuk pergi berkumpul dengan temannya yang lain. Mijoo bisa melihat bahwa saat ini Jackson benar-benar legah telah melakukan hal yang selama ini dipikirkan oleh laki-laki itu adalah sebuah ketidak mustahilan.

“Kerja baik, Jackson-ah.. You’re so good!

No, no. It’s you Mijoo-ya! Karena kau misiku telah selesai! Gomawo chingu!”

.

.

.

[7] The Way to Confess

            Brug~ Soojung masuk ke dalam mobil jemputannya setelah acara perpisahan sekolah telah berakhir. Hah.. rasanya sangat lelah apalagi semalam Soojung kurang tidur. Selagi melihat jalan raya yang cukup padat, Soojung tiba-tiba teringat sesuatu hal. Astaga! Dia lupa untuk berbicara dengan Myungsoo, sesuatu yang harus dia lakukan sebenarnya. Tapi sepertinya untuk mengakui perasaannya kepada pria itu lebih baik melalui teks, karena pada kenyataannya Soojung tidaklah seberani itu untuk mengakui bahwa dia pernah memiliki rasa kepada teman sekelasnya.

Myungsoo-ya ada sesuatu yang ingin aku katakan kepadamu!
 
Apa?
 
Sebenarnya aku ingin mengatakan ini.
Aku mohon jangan tertawa membacanya.
 
Iya katakan saja?
 
Aku pernah menyukaimu.
Berhubung kita mau lulus makanya aku berani mengatakannya.
 
Oh 😀 Hahaha baiklah kalau begitu!
 
Tolong jangan tertawa jika kita bertemu ><
 
Gwenchana Soojung-ah..

Soojung merasa legah telah mengungkapkannya. Urusan malu atau tidak jika bertemu Myungsoo kelak, Soojung tak mau memikirnya terlebih dahulu. Setidaknya perasaan gadis itu telah lega karena tidak perlu memendam lagi apa yang dia rasakan.

.

.

.

[8] I Sure Miss You

“Jiae-ya!!”

Yoo Jiae mendengar suara Bang Minah yang memanggil namanya. Lantas gadis itu langsung pergi menghampiri teman baiknya dan memeluk perempuan itu. Bang Minah, teman sekelas yang benar-benar baik dan dikagumi olehnya.

“Jiae-ya aku akan merindukanmu!!” seru Minah.

Jiae mengangguk dan memeluk Minah dengan erat, “Tentu saja aku juga akan merindukanmu,” balas Jiae.

“Kyaa Yoo Jiae! Kau tidak menangis?” celetuk Eunji yang tiba-tiba datang menghampiri Jiae dan Minah.

“Kenapa aku harus menangis?” heran Jiae.

“Ini perpisahan, bodoh..” rutuk Eunji.

Pelukan Jiae dan Minah terlepas. Kini gantian, Eunji yang memeluk Jiae. Pelukan terasa sangat erat sampai-sampai Jiae sulit bergerak dan tak sengaja melepaskan high heelsnya.

“Huaaaa sepatuku lepas!” rengek Jiae.

Eunji melepas pelukan mereka, “Kau menangis karena sepatu? Jahat!”

Jiae tersenyum namun lama kelamaan rasanya terasa sangat sulit untuk menunjukkan senyumnya di depan teman-teman sekelasnya ini. Bahkan air mata yang sejak tadi Jiae kontrol pun lolos begitu saja membasahi pipi Jiae—dan membuat make up Jiae sedikit rusak.

“Hiks.. bodoh. Aku pasti akan merindukan kalian juga nantinya,” isak Jiae.

Dan ketiga gadis ini pun saling berpelukan dan menangis akibat perpisahan mereka.

.

.

.

-Fin-

Advertisements

2 thoughts on “[Drabble-Mix] Farewell Party

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s