Posted in Angst, LFI FREELANCE, PG-15, Romance, Vignette

[Freelance] In Two Words

PicsArt_1460591155894

by nightskies

In Two Words

Lovelyz’s Yein with BTS’ Jungkook

Vignette

Romance, Angst

PG-15

Yein hanya butuh dua kata untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan terhadap Jungkook. Andai saja lelaki itu mau berhenti tumbuh dewasa, walau hanya sebentar.

Disclaimer: Only the poster and storyline are mine. Even though the rest are not, plagiarism is still RESTRICTED.

***

Usia Yein masih enam tahun, memang. Tapi gadis cilik itu sudah tahu siapa teman yang paling menyenangkan untuk diajak bermain. Yaitu Jeon Jungkook, tetangganya yang baru pindah ke rumah di samping rumah Yein beberapa minggu lalu.

Alasannya? Jungkook tidak usil seperti Seungkwan. Atau egois seperti Chanwoo. Atau cengeng seperti Eunbi. Atau kolokan seperti Suji.

Jungkook, yang usianya setahun di atas Yein, selalu mempersilakannya naik perosotan lebih dulu, meminjaminya sekop dan ember untuk membuat istana pasir, dan membagi permennya dengan Yein meski ukuran permen itu hanya sebesar ibu jari Jungkook.

Benar-benar seperti orang dewasa,

Bahkan, Jungkook pernah melakukan hal yang, di mata Yein, hanya bisa dilakukan oleh Superman, yaitu menggendong Yein yang terkilir saat bermain perosotan, dari taman komplek menuju kediaman keluarga Jung yang jaraknya hampir satu kilometer.

Yein saat itu bertanya. “Apa tidak lelah menggendongku, oppa?”

Jungkook menghentikan langkahnya sejenak untuk membenarkan posisi Yein di punggungnya, barulah ia menjawab. “Kata ayahku, seorang laki-laki harus kuat dan siap melindungi siapapun. Nah, kau ‘kan temanku, jadi aku harus melindungimu.” Lelaki itu melanjutkan. “Lagipula, bukankah untuk menjadi seorang pilot, aku harus kuat dan bisa melindungi penumpang yang akan kubawa nanti?”

Di mata gadis cilik itu, Jeon Jungkook adalah orang yang sangat baik, dan Jung Yein ingin menjadi seperti Jungkook saat ia dewasa nanti.

[Yein pernah menuliskan profil Jungkook untuk dikumpulkan sebagai tugas musim panasnya, yaitu membuat biografi idola. Ketika gadis cilik itu meminta pendapat ibunya, Nyonya Jung hanya menggeleng pelan sambil tersenyum kecil. Dengan lembut, dimintanya Yein untuk mengganti profil Jungkook dengan profil Yoo Jae Suk.

Yein bingung mendengarnya-ia memang mengagumi Yoo Jae Suk, tapi dia ‘kan mengidolakan Jungkook-namun saat gurunya memberi Yein nilai 9.5 untuk tugasnya, Yein tidak protes dan justru merasa lega karena telah mematuhi ucapan ibunya.]

*

Usia dua belas adalah usia dimana Yein mengenal makna cinta. Di hari Sabtu yang sejuk itu, Yein menghabiskan waktu dengan membaca novel yang ia pinjam dari seniornya di ekskul cheerleaders, tentu saja tanpa sepengetahuan Nyonya Jung.

Sekarang, berkat novel itu, ia paham kenapa dulu saat kecil ia hanya mau bermain dengan Jungkook. Rupanya, karena ia jatuh cinta pada lelaki itu. Meski sedikit aneh di pikiran Yein-bagaimana bisa anak usia enam tahun merasakan jatuh cinta pada lawan jenis, jika disodori permen saja ia sudah senang?-tapi gadis itu juga tak bisa memungkiri kenyataan bahwa ia jatuh cinta pada Jungkook, entah sejak kapan. Mungkin sejak usia enam, mungkin mulai saat ini, atau pada waktu-waktu di antaranya.

Pipi Yein bersemu seketika. Terlebih, ketika ia ingat bahwa tangannya dan tangan Jungkook sering bertautan saat keduanya bermain di taman bersama. Andai saat ini Jungkook sepolos dulu, mungkin sudah tiap hari ia memegangi tangan lelaki itu.

Mengabaikan novel yang masih terbuka di kasurnya, gadis itu melangkah ke balkon dan memandangi rumah Jungkook di samping rumahnya persis. Gadis itu tahu Jungkook sedang tidak rumah karena sedang berlatih entah-untuk-apa, tapi Yein terlalu rindu pada lelaki itu dan ia tak punya pilihan selain menunggui kepulangan Jungkook.

“Yein,” panggil ibunya sembari mengetuk pintu kamar. Gadis itu terbangun dari lamunannya dan buru-buru menyembunyikan novel pinjamannya di bawah bantal.

“Ya, Bu?” sahut Yein sambil membuka pintu.

“Jungkook berkunjung,” ujar beliau. “Hm, tidak biasanya ia datang tiba-tiba. Apa kalian ada janji hari ini?”

Jantung Yein berdebar lima kali lebih cepat mendengar ucapan ibunya, membuat ia tak mampu berpikir atau bernapas, dan hanya bisa tersenyum lebar seperti orang bodoh. Ia tak menjawab pertanyaan ibunya, tapi ia memberi pelukan kilat untuk Nyonya Jung-sebagai efek dari debaran jantungnya yang tak terkendali-lalu berlari kecil menuju ruang tamu.

Kami pasti jodoh, pikir Yein, bersemangat. Bagaimana mungkin ia bisa langsung muncul saat aku tengah memikirkannya?

Begitu Yein sampai di ruang tamu, ia melihat seorang lelaki yang, entah bagaimana bisa, terlihat sejuta kali lebih tampan dari sebelumnya, meski wajah lelaki kusam akibat berlatih-entah-untuk-apa.

Oppa?” ujar Yein sambil duduk di sisi Jungkook. “Tidak biasanya kau kesini tanpa menghubungiku. Ada apa?”

“Yein, kau harus tahu!” seru lelaki itu sambil mengguncang bahunya cukup keras.

“A-apa yang harus kuketahui, oppa?” tanya Yein terbata, tak menyangka Jungkook akan melakukan itu.

Apa ia berencana menggeser letak organ dalamku dengan mengguncang bahu seperti tadi? batin Yein, merasa senang namun tak memungkiri jika ia kesal dengan sikap Jungkook tadi.

“Aku akan mendaftar ke akademi pilot begitu aku lulus SMA!” serunya lagi, kali ini dengan mengepalkan tangannya ke udara. “Kau tahu ‘kan, cita-citaku sedari dulu adalah menjadi pilot?”

“Sungguh?” Yein tersenyum lebar, berharap semoga ia terlihat semakin cantik di hadapan Jungkoo dengan tersenyum seperti ini. “Aku senang mendengarnya, oppa. Apa itu sebabnya kau kotor seperti ini?”

“Ah, ini.” Jungkook tersenyum malu. “Aku baru saja selesai berlatih fisik dengan kakakku, katanya seorang pilot harus punya fisik yang kuat jadi ia menyuruhku lari keliling lapangan, push-up, dan lain-lain.”

Yein terkesima. Jika ia di posisi Jungkook, ia akan menganggap siapapun yang menyuruhnya melakukan semua itu sebagai hukuman. Tapi, Jungkook di usia tiga belas sudah menjalani latihan fisik semacam itu dengan senang hati. Meski tetap saja, ada satu hal yang mengganjal dalam pikirannya.

“Tapi, oppa bukannya sudah kuat?”

“Hm? Maksudmu?”

Oppa bisa menggendongku dari taman menuju rumah ini, yang jaraknya jauh saat kau berusia tujuh tahun. Itu artinya, oppa adalah orang yang kuat. Jadi kenapa kau harus berlatih fisik lagi?”

Yein mendadak ingin membenturkan kepalanya ke dinding setelah menyadari apa yang telah ia katakan. Ugh, kau kehilangan akalmu, Yein? batin gadis itu kesal.

“Tapi oppa sudah bekerja keras, aku bangga sekali padamu,” ujar Yein cepat, berharap semoga Jungkook tidak sempat memikirkan apapun mengenai perkataannya tadi. “Sekarang, oppa pulanglah dan istirahat yang banyak. Besok pagi, aku akan berkunjung untuk membuatkanmu sarapan. Bagaimana?”

“Wah, ini adalah pertama kalinya kau memasakkanku sesuatu untukku, Yein,” ujar Jungkook, memicingkan matanya sambil meletakkan tangannya di atas kepala Yein. “Kau pasti ada maunya, hm?”

“Memang,” sahut Yein sambil memeletkan lidahnya, namun ia tak menggerakkan kepalanya sedikit pun sebagai usaha untuk melepas tangan Jungkook dari pucuk kepalanya. Ia tak bisa bohongi dirinya bahwa ia nyaman sekali dengan kontak ini. “Kelak, oppa harus mengajakku keliling dunia dengan pesawatmu. Sebagai balasan atas makanan buatanku yang tak ada bandingannya!”

Jungkook tertawa lepas mendengar itu, membuat Yein semakin jatuh hati. Tangan lelaki itu mencengkram kepala Yein lembut, tanda ia gemas dengan tingkah Yein saat ini. Begitu ia melepas cengkramannya dari kepala Yein, jemari Jungkook merapikan beberapa helai rambut gadis itu yang membandel akibat ulahnya barusan.

Semoga jantungku masih berdetak saat ini, batin Yein sambil pura-pura mengalihkan pandangan ke majalah di meja tamu.

“Ya sudah. Sekarang, aku pulang dulu. Ingat, kau sudah janji untuk membuatkanku sarapan yang enak. Awas kalau ingkar janji.”

“Kau bisa pegang janjiku,” ucap Yein sambil mengacungkan kelingkingnya.

“Tidak masalah,” balas Jungkook, mengaitkan kelingkingnya. “Selamat sore, Yein.”

[Nyonya Jung keheranan melihat putrinya yang tiba-tiba memaksa untuk diajari membuat nasi gulung dan sup ayam.

Ya, siapa yang menyangka bahwa sebenarnya Yein tidak bisa masak? Salahkan detak jantung Yein yang berdebar lima kali-yang sekarang menjadi sepuluh kali lebih cepat akibat sikap manis Jungkook padanya tadi-hingga gadis itu bisa membuat janji tanpa berpikir panjang.]

*

Yein merenggangkan lehernya, pegal akibat terlalu lama menunduk untuk melingkari jawaban. Untung, hari ini adalah hari terakhir bersekolah, dan besok ia tak perlu lagi menderita seperti hari ini dan hari-hari sebelumnya.

“Yein,” panggil Eunbi yang ternyata menungguinya bersama Chanwoo. “Kau akan ke rumah Suji nanti?”

“Oh, untuk acara malam perpisahan, ya?” Yein mengulum bibirnya. “Sepertinya aku tidak bisa ikut, Eunbi, Chanwoo. Maaf.”

“Sayang sekali,” ujar Chanwoo sambil cemberut. Yein mengernyit heran melihat sikap sok imut Chanwoo, tapi sedetik kemudian ia sadar bahwa Chanwoo begitu karena ada Eunbi. Coba kalau ia sedang sendiri, rambut Yein pasti berantakan akibat tangan usilnya.

“Tidak masalah, Yein. Hubungi aku jika kau berubah pikiran nanti,” ucap Eunbi.

Yein terkekeh sambil mengacungkan jempoknya. “Aku pulang dulu.”

Gadis itu menghela napas dalam. Sebenarnya, ia bisa saja datang. tapi ia ingin ke rumah Jungkook, untuk menyatakan perasaannya sebelum lelaki itu resmi masuk akademi pilot.

Yein tahu bahwa tak sepantasnya seorang wanita menyatakan perasaan lebih dulu, tapi ia sudah delapan belas tahun dan ia sadar bahwa ia sudah tak punya waktu lagi. Semoga, Jungkook mengerti bahwa Yein hanya ingin lelaki itu tahu, dan tidak berpikiran untuk menjauhi gadis itu.

Begitu Yein sampai di rumah Jungkook, gadis itu melihat cinta dalam hidupnya temannya sedari kecil sedang duduk termenung di teras rumahnya. Dari raut wajahnya, Yein yakin Jungkook sedang memikirkan sesuatu yang membebani pikirannya.

Tentu saja, Yein tak tega membiarkan lelaki itu bersedih sendirian. Jadi, ia menghampiri Jungkook sambil menempelkan botol minum yang sudah ia isi ulang dengan air dingin. Tak lupa, ia tersenyum lembut, dengan harapan semoga lelaki itu terhibur dengan kehadirannya.

“Ah, kau rupanya,” ujar Jungkook sambil tersenyum tipis. Membuat lelaki itu semakin terlihat lelah, juga membuat Yein semakin tidak tega.

“Kau harusnya tidak memendam masalahmu sendiri,” ujar Yein sambil meletakkan botolnya di meja. “Ada aku yang akan mendengarkanmu.”

“Yein, aku takut sekali,” ucap Jungkook. “Besok adalah hari tesnya. Bagaimana jika aku gagal?”

Gadis itu mengernyit heran, lalu terkekeh. “Kau? Takut gagal? Bukankah kau sudah hapal semua yang diperlukan untuk menjadi pilot? Fisikmu sudah kuat dan sempurna, bukan? Apalagi yang kau takuti?”

Jungkook terkesiap mendengar kalimat dari Yein, lalu tersenyum tipis. “Baiklah. Jika kau saja percaya, itu artinya aku juga harus percaya pada diriku sendiri. Terima kasih sudah menghiburku, Yein.”

Gadis itu tersenyum, lega kini wajah Jungkook tidak lagi terlihat bersedih. Baru saja ia akan membuat mulutnya untuk memulai pertanyaannya, lelaki itu berkata.

“Omong-omong, kau tidak ke rumah Suji?” tanyanya. “Kudengar ia mengadakan malam perpisahan.”

“Ah, iya. Itu, aku akan datang setelah bertemu oppa.”

“Kalau begitu, kau harus pulang sekarang,” ujar Jungkook. “Dandan yang cantik, pakai baju bagus, lalu bawalah kenang-kenangan. Kau tidak boleh melewatkan malam perpisahan, Yein. Seandainya waktu bisa diulang, aku ingin merasakan acara seperti itu sekali lagi.”

Yein membulatkan mata. Ia sadar ia bahwa waktunya kini semakin sempit. Besok adalah hari bersejarah bagi Jungkook, dan Yein yakin ia tak akan bertemu lagi dengan lelaki itu. Terlebih, ia dapat pastikan Jungkook akan diterima dengan tangan terbuka oleh akademi pilot, membuat kesempatannya bertemu lagi dengan Jungkook semakin mendekati titik mustahil.

Oppa, sebenarnya ada yang sesuatu yang ingin kukatakan.”

“Nanti saja,” ujar lelaki itu sambil memegangi bahu Yein, menuntun gadis itu menuju gerbang rumahnya. “Sepulang kau dari acara itu, kau bisa menghubungiku jika kau masih ingin bicara. Hati-hati di jalan!”

[yein_jung: Eunbi?

sinbi_hwang: Ya?

yein_jung: Tolong tanyakan pada Suji apa aku boleh ikut acara di rumahnya

sinbi_hwang: Memang siapa yang melarangmu ikut? -Suji

sinbi_hwang: Datanglah! Apa yang membuatmu berubah pikiran?

yein_jung: Semalam, ibuku bilang malam ini beliau berencana mengunjungi orangtuanya di Incheon

yein_jung: Tapi karena ibuku batal pergi, aku dibolehkan ikut

sinbi_hwang: Yeay, terima kasih Nyonya Jung!

sinbi_hwang: Sampai jumpa di rumah Suji, Yein! 😉  -Chanwoo

yein_jung: Dasar lelaki genit

yein_jung: Sampai jumpa^.^]

*

Jung Yein di usia dua puluh empat adalah wanita dewasa yang sibuk dengan ratusan lembar naskah film, juga jadwal shooting yang padat. Ya, dia kini menjadi seorang scriptwriter yang meski masih terbilang rookie, tapi ide-ide cemerlangnya diterima dengan tangan terbuka oleh para senior juga masyarakat yang menonton hasil karyanya.

Hari ini adalah premier film yang diproduseri Lee Howon dan disutradarai Kim Sunggyu. Ia, sebagai satu-satunya yang berusia muda di premier itu, hanya bisa tertawa kecil saat sang MC mengajaknya bercanda ringan. Lagipula, ia tahu ia tak boleh terlihat mencolok. Namanya yang tercantum di poster film, bersama dengan kedua orang penting yang telah disebut sebelumnya sudah cukup menarik perhatian.

“Howon-ssi,” ujar sang MC sambil menatap ke arah sang produser. “Kenapa kau memilih aktris Ryu Sujeong-ssi dan aktor Kim Taehyung-ssi untuk memainkan film-mu?”

“Alasanku adalah karena mereka sudah dikenal sebagai pasangan selebriti dengan chemistry yang kuat dan harmonis. Apapun peran yang diberikan pada mereka, bahkan meski kau beri mereka  peran dimana keduanya harus saling membunuh, mereka akan melakoninya dengan baik. Beberapa rekanku yang pernah bekerja sama dengan keduanya juga menyetujui keputusanku. Mereka bilang, film-ku akan laku keras karena baik Sujeong-yang maupun Taehyung-gun sedang banyak digemari.”

“Lalu, oh! Maknae kita, Jung Yein!” seru Seungkwan, teman masa kecil Yein yang entah bagaimana caranya, kini menjelma menjadi MC berbakat dan menginspirasi di berbagai acara. “Sepertinya aku pernah melihatmu di suatu tempat. Bisakah kau ingatkan aku?”

“Kita pasti pernah bertemu di lain tempat, Seungkwan-ssi. Dan tolong jangan panggil aku maknae, mengingat kita berdua lahir di tahun yang sama.”

Komentar yang dingin namun kentara gugupnya itu, langsung disambut tawa ringan seisi bioskop.

“Baiklah, baiklah. Yein-yang, bisakah kau ceritakan film-mu? Tentu bukan dari sudut pandang penonton atau pelakon, tapi sebagai pembuat jalan cerita.”

Yein tersenyum kecil, lalu menerima mikrofon dari Ryu Sujeong yang diam-diam ia gemari sejak SMA. Melihat gadis itu dari dekat, membuat Yein nyaris tidak bisa bernapas karena tak menyangka gadis seanggun dan seprofesional itu kini duduk tak jauh dari kursinya dan bermain dalam film garapannya. Ini semua kehormatan yang besarbagi Yein.

“Hm, bagaimana aku memulainya?” Yein menjauhkan sedikit mikrofonnya untuk berdeham. “Ah, sebelumnya aku ingin tanya pada semua yang hadir disini. Pernahkah kalian berharap bahwa kalian mampu terbang tanpa sayap?”

Hampir semua yang hadir mengangguk. Bahkan juga Kim Taehyung, membuat lelaki itu dihadiahi pukulan ringan di bahu-dari Ryu Sujeong yang menegur kekasihnya untuk tidak bersikap yang aneh-aneh saat premier berlangsung.

“Itu yang ingin kutanamkan dalam pikiran Lee Sooeun-diperankan oleh Ryu Sujeong, terhadap Park Jinho-diperankan oleh Kim Taehyung. Dengan kata lain, Lee Sooeun berharap semua manusia dapat terbang agar Park Jinho tak perlu menjadi pilot. Sayap yang kumaksud disini sudah pasti sayap pesawat, bukan sayap burung apalagi malaikat. Terlebih, kemungkinan bagi Park Jinho untuk tidak kembali dari perjalanan terbangnya pastilah sangat tinggi, mengingat kecelakaan pesawat adalah hal yang tidak ingin kita lihat dan alami, namun musibah tersebat tetap saja terjadi.”

Yein mengambil napas sejenak, lalu tak sengaja bertatap muka dengan Kim Sunggyu. Lelaki yang usianya jauh di atas Yein itu tersenyum tipis, menyemangati. Barulah, gadis itu kembali melanjutkan ceritanya.

“Fokus cerita ini adalah saat dimana Park Jinho tak pernah berhenti mengejar mimpinya. Ia begitu bersemangat, begitu tekun, hingga ia lupa bahwa ia punya Lee Sooeun di sisinya. Gadis ini begitu sedih, begitu tidak rela melihat Park Jinho yang berlari makin jauh darinya, meski ia tak dapat memungkiri bahwa sebenarnya ia juga bahagia melihat temannya sedari kecil, ah maksudku, cinta dalam hidupnya itu berada semakin dekat dengan mimpinya.”

Gadis itu mengulas senyum lebih lebar, siap mengakhiri ceritanya.

“Nah, aku ingin menyampaikan sesuatu pada orang-orang seperti Park Jinho di luar sana. Berhentilah tumbuh dewasa, sebentar saja. Kau tak akan kehilangan mimpimu hanya dengan mencintai seseorang. Seperti halnya yang akan kau rasakan jika mimpimu kandas, hati seseorang yang menunggumu akan sakit luar biasa, seiring jauhnya kau berlari mengejar mimpi.”

Semua yang hadir bertepuk tangan, tak menyangka pemikiran seperti itu bisa terlahir dari seorang gadis yang masih terbilang baru dalam dunia perfilman.

[Saat pemutaran film dimulai dan lampu bioskop telah menggelap, Yein tak mampu menahan air matanya lebih lama lagi. Semua yang ia ucapkan, adalah kutipan surat pemberian Jungkook yang dititipkan pada Nyonya Jeon. Ketika menerima surat tersebut, Yein ingat wajah wanita itu jelas-jelas menggambarkan kesedihan yang mendalam, tapi senyumnya seperti mendustai kenyataan bahwa wanita itu sedang berduka.

Kutipan yang Yein ubah seperlunya untuk keperluan naskah film-nya adalah:

“Mereka bilang, seiring dekatnya dirimu dengan Sang Mimpi, maka semakin jauh pula jarakmu dengan orang yang kau cintai. Aku tidak pernah percaya pada kata-kata semacam itu, sampai aku berusia sembilan belas. Saat kau berkata kau ingin menyatakan sesuatu, tapi aku terlalu buru-buru untuk menggapai mimpiku lalu mengusirmu secara halus. Tanpa kita berdua sadari, hari itu adalah hari terakhir kita bertemu. Saat aku tengah mengudara, aku tak sengaja memikirkan kejadian itu dan aku amat menyesal. Melebihi apapun.

Maafkan Jungkook-oppa-mu yang tak pernah berhenti tumbuh dewasa, sebentar saja, untuk bisa memahami dirimu yang ingin bersamaku. Aku mungkin tak pernah tahu bagaimana perasaanmu padaku, tapi kuharap apa yang akan kau sampaikan padaku hari itu, sama dengan apa yang akan kusampaikan padamu saat ini.

Aku mencintaimu, Yein.

Mencintaimu lebih tinggi dari awan yang kulalui, bahkan lebih luas dari langit yang kulewati. Melebihi apapun.”]

-E N D-

[A/N]

Siapa yang menyangka bahwa UN ternyata keras? :”) Apalagi kalau durasinya nyaris sama lamanya dengan UAS. Karena, enam hari gitu lho, guys.

Omong-omong, aku senang bisa kembali dalam keadaan utuh dan bernapas, juga masih diberi kesempatan buat ngirim tulisan kesini :”””) Semoga masih ada yang ingat sama nightskies, hehe<3

Mengenai latar waktu dalam”In Two Words”, seperti yang sudah kalian duga, dari satu bagian ke bagian lainnya, usia keduanya lompat enam tahun.

Bagi yang bertanya-tanya, jawabannya adalah iya. Jungkook nggak punya dialog in Yein’s twenty-four karena ia mengalami kecelakaan saat mengudara. Sengaja nggak kujelaskan lebih detail karena aku sendiri nggak sanggup nulisnya tapi semoga keadaan Nyonya Jeon bisa memberi sedikit petunjuk.

Lihat, kolom komentarnya siap ditulisi apapun, sesukamu!

-Specially made for you,
sincerely from nightskies.

Advertisements

Author:

Halo Lovelinus!^^ Senang membaca fanfiksi atau membuat fanfiksi dengan karakter Lovelyz? Blog ini merupakan blog yang berisi fanfiksi-fanfiksi dengan karakter utama Lovelyz ^_^

28 thoughts on “[Freelance] In Two Words

  1. FIX LAH INI SEBIKIN BAPER2NYA FF :”””(

    AKU TUH UDAH SIAP DI DEPAN LAPTOP, BUKA WORDS DAN BEBERAPA PAPER UNTUK DIJAMAH SEDEMIKIAN RUPA BUAT DIKUMPULIN SECEPAT MUNGKIN SEBAGAI TUGAS KULIAH, EH KESANDUNG BACA INI GARA2 NAMA KAMU NIGHT, JADI AUTHORNYA! DAN AKU GAK NYESEL SEGAKNYESELNYA :”)

    Parah sih T~T harus bilang apa aku? So smooth jalan ceritanyaa huaaa. Pas Yein 6 tahun, aku senyum2 cakep gitu bacanya, “whoaa so pure dedek manis ini”. Yein 12 tahun, “aww, ciee udh mulai gede2 imut gitu”. Pas 18 tahun, “ugh semangat yein!!”, tapi, aku mulai firasat buruk jg pas Kookie nyuruh nanti aja. Melihat yg nulis adalah kamu -IYA KAMU NIGHT!- aku entah kenapa percaya kalo endingnya gak bakal full happy ending sebagaimana otak gula2 aku inginkan :”) paling mentok2 warm gitu /sok tau/ Aku mau buat petisi ngubah penname kamu jadi nightwists keknya, melihat semua FF kamu selalu ada plot twist-nya :””)

    Trus, di umur 24, walo udh wanti2 ngerasa bakal ada yg gak enak di hati, aku tetep cengengesan waktu tau Taejeong jd pemain filmnya :”D ugh surprise sekali bung T~T gak kebayang wkwkwk

    DUH APA APA AKU MAU KOMEN APA LAGIII. TAU AH LAGI BAPER!! =( =( =(

    PLEASE SEND MORE YAH NIGHT, KU MENUNGGU ♡♡♡
    SELAMAT UDAH KELAR UN-NYA JUGA SEMOGA HASILNYA YG TERBAIK :3

    Liked by 1 person

    1. /pukpuk kakzel :3/
      HAYO KAK AZEL dikerjain dulu atuh tugasnya xD

      KAKAK MENGGAMBARKAN AKU YANG BEBERAPA HARI KEMARIN HARUSNYA BACA BUKU YANG BENER, EH KESANDUNG DI WP GARA2 NAMA KAKAK MUNCUL. jadi anggep aja kita impas yeah~

      kenapa kakak membuatku terkesan gabisa nulis sweet ending T.T December Rain endingnya manis dan pantas masuk kategori gula-gula kok kaaak /berusaha nge-deny/ also, heung;-; aku ga jago twist sebenarnya, cerita ini murni mengalir begitu saja /lagi2 berusaha nge-deny/

      NAH aku sempet bingung awalnha mau kasih peran ‘pasangan selebritis’ itu ke siapa. akhirnya kupilih taejeong karena di bayanganku, V tuh pas kalo kukasih peran aktor yg kadang suka mempermalukan diri sendiri utk hiburan publik, trus sujeongnya yg kayak negur2 galak tp manis gt :33

      btw kak ini masih bisa dibilang gula-gula kok kaaa. yein dimanjain sama jungkook pas usia 12 ituu tuh udah yg paling manis… aku aja kepengen digituin ;-; (sayang aku udah 17 jadi cuma bisa ngimpi u,u)
      /pokoknya aku nggak akan berhenti men-deny fakta kalo aku bisanya bikin yang sedih2 sampe kakzel percaya/ /halaaah/

      TERIMA KASIH BANYAK KAK❤ AKU JUGA NUNGGU2 SELALU KELANJUTAN DARI FF BERANTAI -NYA KAK AZEL (ini maksudnya lanjutan dari Serakah, Genre, Days atau justru Chained [atau jangan2 SS] yah?)
      SELAMAT NUGAS, SEMOGA CEPAT SELESAI, DAN KELARNYA PUN BUKAN PADA H-1 DEADLINE❤❤❤

      tak lupa, makasih kak udah luangin waktunya utk baca dan komentar!>,<

      Liked by 1 person

      1. HAI, BARU KELAR NUGAS TAPI TUGASNYA BELUM KELAR HAHAHAHAHA /menyapu bulir air mata/
        Ugh, baiklah, kita impas, sekarang tolong Kookienya dihidupkan kembali dengan tiba2 atau gimana gitu? :”) Hm…silahkan ber-self-denial terus-menerus deh Night sembari aku natapin teaser mb dan dek Lopelis selama lima menit satu fotonya :”) TOLONG LAH SEMUA IMAJINASI BAHAGIA TENTANG TAEJEONG SELALU KUPERBOLEHKAN DENGAN SENANG HATI DAN LAPANG CINTA ❤

        NO, NO! oke…boleh, tapi ya, gula satu satu sendok teh dilawan sama garem satu sendok makan ya pasti kalah kan? T____T

        WADUH TOLONG KENAPA SEVEN SINS DIBAWA-BAWA MULU? KAKAK JADI PANIK DEH INI /?/ HUHU MAKASIH NIGHT~ UDH 80% NIH HEUHEU ❤

        macamaaa <: ugh the pleasure is mine mah kalo kata Kookie /loh?/ ❤

        Liked by 1 person

  2. Night, DEMI APAA AKU BERKACA-KACAAA TAUUU
    Secara bahasa, enak bgt lhoo gak belibet2 gitu penyampaiannya…..
    Dan, aku selalu suka ff buatanmuuu lhoo… I’m your secret admirer ^^

    Btw, AAA bentar lagi Lovelyz comeback yaaa!!! / trus apa hubungannya coba? wkwkwk/

    Night, juaraa deh kamuuu !!! ❤ ❤

    Like

  3. kak imei AAAAA DONT CRY ;-;
    yeay^^ padahal ka, aku tuh orgnya males mikir, terutama kalo lg nulis, jadi apa yg kupikir itulah yg kutulis. awalnya aku mikir “kok kayak gaada effortnya banget” tapi aku senang ternyata yg simple pun disukai^^

    aaaaa kak imei, makasih banyak TT.TT aku mana nyangka bakal sampe punya admirer >< aku pun diem2 ngefans sm karya kakak yg twistnya jempol abis>,< btw krn kaka udh ngaku, statusnya bukan sbg secret admirer lagi yah^^ wkwkwkw

    YEAY ini yg paling aku tunggu2! tenang aja ka, selama masih ttg lovelyz, semua berhubungan(?) btw teaser bbsoul&jiae canci bgt yah T.T

    makasih kaa sudah baca dan komentar^^ kutunggu ff kaka yg penuh twist hehe~~

    Like

  4. Lah……. Jungkook nya kecelakaan? Aku jadi merinding ㅠㅠ Finalllyy baca ff Kookin buatan kamu lagi wkwk..Jungkook sih nyuruh Yein pergi sebelum dia ngungkapin perasaannya. Baperrrrrrrㅠㅠ

    Like

    1. iyaaa dia kecelakaan T.T namanya juga pilot fan wkwkw

      yeay akhirnya aku bisa kembali ngirim2 ke lvlzffindo hehe~

      emang kdg rese bangkookie itu. boleh sekali2 cubit aja dia tau rasa(?)

      makasih bgt fan udah mampir^^

      Like

  5. aku pertama baca waktu jaman kecil mereka-yang ngingetin aku sama cinta pertama yg katanya (kalo kuki pilot) dia mau jadi tentara nantinya/malah curhat taaak/- bakal mikir endingnya bakal ada kalimat “aku menyukaimu” pas umur yein delapan belas :”’))) dan ternyata berlanjut sampai dua empat yang kamvretnya kenapa sunggyu??? aku gabisa bayangin oppa-yang hampir ajeossi-yang lama2 tingkahnya malah kyk bayi- jadi sutradara heuuuu dan aku cekakakan waktu tau apalah taejeong jd aktor-artisnya hahaha dan howon ailaaaah, udah cocoklah jd gituan:”’)

    aku mau nangis-ini kutahan biar gak nangis- waktu deq yein cerita tntg filmnya yang bener dari kisah nyata :”’))) dan surat dari kuki bikin baper bgt lah aku sedih eommaaaaaa TT.TT terus nanti yein nikah sama siapa kalo kuki meninggal :”'((( jangan bikin sequel, kecuali kamu nge-hidupin kuki lagi/g./ :””’D

    nice ff night!!!! bikin yang manis romantis harmonis sakinah mawadah warahmah dong hehe semangat selalu buat kamu!!!! ❤

    dan yay selamat sudah menempuh Uji Nyali-eh Ujian Nasional yang emang lamanya kebangetan/pejuang un 6 hari/ :”’))) semoga hasilnya memuaskan^^

    Like

    1. KOK LUCU SIH;—-; kalo tentara aku ga kebayang matinya gimana /lho/ karena jaman skrg kan gaada perang /semoga gaada beneran…/ yaudah deh, dijadiin pilot aja wkwkw

      why sunggyu? soalnya usia dia kayaknya udah pantes nge-produserin(?) trus tingkahnya juga susah ditebak, jd kayaknya bakal lucu ugha wkwkwk. kalau taejeong, uhhh mereka dijamin lucu abis kalo main film bareng ;—; sdgkan howon adalah alternatif terakhir setelah dilema milih antara howon, sungyeol, atau L HAHA~

      KAMU AJA MAU NANGIS APALAGI AKU heung;-; dan aku ga berencana menikahkan yein sm siapa2, biarin aja dia njomblo sampe nyusul /HEH/

      thank you!!!>< sipsip semoga aku lagi mood dengan yang gula-gula HAHAHA semangat terus untukmu juga<3

      wah ternyata teman seperjuangan :”) gimana Uji Nyali-nya, mantap kan? ;;) semoga hasilmu memuaskan pula^^

      tak lupa, makasih bnyk udah mampir>,<

      Liked by 1 person

  6. PANTES YEIN BAPER BANGET WAKTU NONTON 😥
    Huaaaaaaa ga rela:’)
    Ini bikin terharu banget
    Dimulai dari plot dan tema cerita yang engga biasa, aku udah suka
    Terus Yein jadi penulis naskah, bahkan ada Taehyung sama Sujeong jadi pemainnya wkwk
    Begitu sampe akhir…
    Aaaaah
    BAPER :’D
    BANGET :’D

    Suka, banget>< ❤
    KYAAAA~
    /haha akhiran comment-nya apaan pula.-./

    Like

    1. wuah hai aihara^^
      aku yg nulis juga sbnrnya ga rela kok :’)
      aduh makasih:””) aku emg udah dasarnya otak FTV jadi plotnya suka aneh2… hwhw :””
      yuk berharap suatu hari taejeong maen film bareng/yein jadi scriptwriter HAHA~

      tak lupa, makasih bgt udah baca>< KYAAAA~
      /nyama2in/ /halah/

      Like

  7. Sad Ending terorengtoreng/?
    Pas baca pertama senyum,kedua berkaca-kaca,ketiga mewek/?. ini bikin terharu,apalagi pas part akhir. Keren sumpah,suka banget.

    Like

  8. Kayanya aku telat baca ini kak night…/nangidipojok/
    Eh selamat ya kak udah selesai UN, semoga hasilnya memuaskan😊
    Awalnya aku kira happy ending, taunya sad/oalah/. Plot twistnya itu bikin deg-degan serasa mau pecah. Tapi aku sempet ada kejanggalan waktu ditengah-tengah cerita. Ga mau kukasih tau karena aku takut, takut digolok entar sama kak night. Sebenernya mau komen panjang, TAPI AKU BINGUNG MAU BILANG APA SAKING BAGUSNYA DAN SEDIH MENYAYAT TAU…..
    Aku ga ngerti awalnya gara-gara alurnya loncatnya jauh banget, tapi setelah tau apa yang terjadi, ternyata tebakan aku salah besar. Kukira Yein bakal ngomong dan happy sepanjang masa taunya kecelakaan.
    KUSUKA😊, dah sih gitu aja……POKOKNYA AKU SUKA KAK NIGHT😁
    Apa daya aku yang ff nya mandek mulu/curhat/

    Like

    1. halo kamu, aduh maaf yah aku lupa namamu T.T
      Aamiin… semoga urusan sekolahmu lancar jaya~^^
      awyeah ada yang masuk trap~ /otak devil/ YAAAAH kasih tauu dong, aku kepo 😦 ada typokah? atau ada adegan yg ga nyambung? plisplis kasih tau aja, ga kugolok kok paling cuma dicubit :3
      aku sengaja buat loncat usianya agak jauh supaya bisa ‘mempersingkat durasi’ HAHAHA tapi senang endingnya nggak bikin makin bingung^^
      AKU JUGA SUKA KAMU :’3 ayo donggg kamu kirim2 lagi, pgn baca fanfic buatanmu lagiii hehee~.

      Like

  9. SUMPAAH INI FF BIKIN BAPER :”((

    they were so cute back then when they were a little !! ><
    sebenernya pas Yein mau confess her feelings, aku menduga2 kira2 bagaimanakah reaksi Jeon Jungkook?
    tapi ternyata gajadi akdnksnzkzmmsjsjsjsjsj

    kirain di umur 24 tahun itu mereka bakal ketemu. kirain di bioskop itu ada Jungkook juga lg nonton.

    SUMPAH YA NIGHT KAMU TUH UNPREDICTABLE BANGET. DIFFERENT FROM OTHERS ♡ in a good way of course.

    Ganyangka Jungkook bakal kecelakaan dan ga nyangka ff ini bakal berakhir tragis.
    Merinding sumpah bacanya.

    KEREN LAH NIGHT-KU, ALWAYS KEREN. Gapernah ga keren. AS ALWAYS FF NYA SELALU BAGUS

    dah dulu komennya brb mau mewek karena yekook tak jadi bersatu :”””

    Like

    1. HALO LAGI EUNSI yaampun kamu seperti burung, hinggap sana hinggap sini :3
      pas gajadi confess berasa kayak udah ngarep tinggi trus dihempas ga sih wkwkwk. aduh aku kasian sm yein jadinya 😦
      sayangnya gaada eunsi :(( maapin yah HAHAHA
      THANK YOUㅠ THANKS!!
      MAKASIH lagiii eunsi dah mampir mau bacaa :3 jangan kapok2 komen yea~

      Like

  10. Night, SUDAH AKU DUGA JUNGKOOK NYA KECELAKAAN HM, OH TIDAK ㅠ.ㅠ

    Ceritanya keren hihi, angst nya ngena banget /apa/ aku jadi termotivasi untuk buat FF lebih bagus lagi (karena aku demen FF yang berujung pada kesedihan) /hening/

    Terus berkarya ya! Saranghae~~~~

    Like

    1. halo pink azalea^^ namanya lucu bgt hehehe

      EITS DEMI APA KAMU UDAH NYANGKA, kukira kamu bakal terhanyut dulu sama sweet2nya yekook di awal hehe

      wuaa makasih lho T.T ngeliat komenmu juga bikin aku makin semangat buat ff lagi. tapi pengennya yg fluff gitu, capek sedih mulu hehe~

      makasih lagi pink azalea, udah baca dan komentar^™

      Like

  11. Hi nightskies~ ^^
    Baru baca ini gara-gara muncul di kolom sebelah kanan (?)
    Awal-awal udah unyu banget Kookie ama Yein :3 Aku kira pas dewasanya Jungkook kayak cuma lama ngga kontak2an ama Yein karena sibuk jadi pilot,eh ternyata…. T^T
    Aku agak ngakak liat nama Hoya ama Sunggyu di sini xD Jarang-jarang aja nemu nama mereka di FF BangLyz…
    Keren kok ceritanya…ditunggu karya selanjutnya~ ^^

    Like

    1. halo raissa :3
      aku main wpnya di hape;-; ada apa di kolom sebelah kanan…?

      aku kok jadi ngerasa bersalah krn udah menghempas banyak harapan, yg inginnya happy ending malah justru sad EHEHE~

      karena mereka udah sama2 sumbang wajah(?) di mv lovelyz;-; HEHE gakdeng, karena karakter mereka kuliat-liat cocok aja utk peran produser&sutradara~

      maaf sekali aku telat balesnyaaa~;-; omong2, makasih udah meninggalkan jejak ^^

      Like

    1. hai kak justneno :3 aku mohon maaf sekali baru ngebales komennya sekarang/?

      pasti ga tega nerusin karena gasanggup ngeliat yekook misah ya 😦 aku yg nulis pun ga rela.. tapi ujungnya tetep ditulis juga /? jahat emang, maafin aja 😦

      terimakasyiiiii! :3

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s