[Drabble-Mix] Pamali

Standard

pamali2.jpg

P.S: Pict bukan punya saya ._. 

©2016-Cupid

Pamali

All lovelyz members ft. other kpop idols 

Mystery;Comedy – General – 8 Drabbles 

-Feliz Lectura- 

Babysoul and her mother

mitos: menyapu tidak bersih dapat suami brewokan 

.

“Bu, Soojung sudah selesai menyapunya! Aku pergi ke rumah Hani dulu, ya!”

Soojung sedikit berteriak sembari menyandang tas birunya, gadis itu bersiap membuka pintu dan keluar rumah, melipir ke tempat temannya.

“Menyapunya sudah bersih?”

Ibu Soojung datang dari arah dapur, kelihatan sekali dari noda kecap dan sisa – sia sayuran di celemek wanita paruh baya itu.

“Sudah” jawab Soojung singkat.

Nggak, masih ada yang belum bersih! Itu pasir – pasir dekat guci sama bekas – bekas kayu yang di makan rayap itu bagaimana? Ayo, menyapu lagi!”

Ibu Soojung melarang gadis itu untuk pergi dan menyuruh ia untuk menyapu lagi sampai bersih.

“Ah, itu hanya sedikit! Pulang dari rumah Hani nanti aku menyapu lagi! Lagipula, aku sudah telat ini” tolak Soojung.

“Oh, jadi kamu mau dapat suami yang brewokan?”

Soojung melongo, apa hubungannya menyapu dengan suami?

“Bu, nanti habis pulang dari rumah Hani-“

Nggak bisa, pokoknya kamu harus selesai menyapu sampai bersih! Kalau nggak, nanti suaminya brewokan!”

Soojung meletakan telapak tangannya di kening, mengapa ibunya sangat percaya dengan takhayul?

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Jiae and Mina of AOA 

mitos: malas menghadiri undangan pernikahan akan sulit mendapatkan jodoh 

“Kok belum siap? Nanti Luna marah lho kalau kita nggak menghadiri pernikahannya!”

Mina menarik Jiae dari atas tempat tidur, namun yang di tarik menepis tangan Mina dan menarik selimutnya lalu berbaring lagi.

Ish, Jiae!”

Ugh, kamu saja sendiri! Aku malas, nanti ke sana malah di tanya ‘pacarnya mana?’. Bikin malas saja” seru Jiae yang mulai memejamkan matanya.

Ck, kan di sana juga banyak cowok ganteng sekalian kenalan”

Mina merayu Jiae, namun gadis itu masih bersikeras untuk tidak menghadiri undangan pernikahan temannya semasa sekolah menengah atas

“Kalau malas menghandiri undangan pernikahan, sulit untuk dapat jodoh!”

Mina mulai dengan takhayul-nya, “pamali kalau malas!”

Jiae kemudian bangun, gadis itu menatap Mina. “Yak, kau ini umurnya dua puluh tiga tahun atau tujuh puluh tahun, sih? Kayak nenek – nenek saja!”

Mina tak tahu lagi harus mengatakan apa.

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Jisoo and her friends 

mitos: ada bercak putih di kuku di tangan kanan tandanya banyak yang naksir

Pagi ini, suasana kelas berbeda dari biasanya. Gadis itu tak henti – hentinya tersenyum, usut punya usut semua ini gara – gara bercak putih yang ada pada kuku di tangan kanannya.

Cie, Jisoo punya secret admirer!” goda Suzy sembari mencolek dagu Jisoo.

“Kira – kira siapa, ya?” Yuna ikut menggoda Jisoo.

“Kalau thudah pacaran, jangan lupa traktiran!” pesan Sehun.

“Oh, iya! Aku dapat berita nih…”

Wendy duduk di samping Jisoo, gadis cantik itu kemudian memperlihatkan smartphone-nya.

status gongchan

Jisoo menoleh ke arah Wendy, pipi gadis itu merekah seketika.

“Sini, aku antar kamu ke kelas Gongchan!” Yuna kemudian menarik lengan Jisoo.

Well, pagi hari ini pipi Jisoo terlalu sering memerah.

(Padahal bercak putih pada kuku bisa merupakan tanda – tanda dari suatu penyakit)

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Mijoo and her grandmother

mitos: duduk depan pintu sulit mendapatkan jodoh 

Gadis itu merenung sembari duduk menatap langit biru yang membentang luas bagaikan samudra pasifik. Angin siang berhembus pelan meniup poninya, beraneka ragam kupu – kupu kerap bermain di sekitar bunga – bunga untuk memeriahkan suasana siang hari yang tenang.

Namun ketenangan itu pecah ketika gadis itu mendengar teguran neneknya yang begitu keras, sehingga membuat semua kupu – kupu pergi, mengira ada bahaya yang mengincar mereka.

“Mijoo, jangan duduk di depan pintu!”

“Mengapa, nek?”

Mijoo yang baru berusia lima tahun dengan polosnya bertanya, mengapa ia tidak di perbolehkan duduk di depan pintu?

“Nanti kamu sulit mendapatkan jodoh!”

Mijoo mengernyit, “Mijoo tidak mau jodoh! Mijoo maunya es krim!”

Wajar memang anak kecil seperti Mijoo tidak mau mendapatkan jodoh dan lebih memilih mendapatkan es krim, lagipula pada usia seperti itu tidak ada yang mau jodoh.

Karena mereka tidak tahu apa itu jodoh.

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Kei and Jiae of WA$$UP & their private teacher 

mitos: duduk di atas bantal membuat pantat bisulan

(terpaksa di garis bawahi karena ‘b’ dan ‘u’-nya hilang pas di italic)

Guru privat mereka sudah datang, Jiyeon mempersilahkan sang guru untuk duduk.

“Tunggu, kalian berdua duduk di atas bantal?”

Jiyeon dan Jiae serempak mengangguk, lagipula beberapa orang di belahan bumi duduk di atas bantal merupakan hal yang wajar.

“Jangan, nanti pantat kalian bisulan!”

Jiae memandang ke arah Jiyeon, di era gadget ini masih saja ada orang yang percaya dengan takhayul aneh seperti itu.

“Itukan hanya takhayul!” ucap Jiyeon mencoba untuk menjelaskan kepada guru privatnya.

“Takhayul itu bisa menjadi kenyataan!”

“Bu, sekarang kami ingin belajar bukan membicarakan takhayul”

Jiae kemudian menengahi, namun sang guru tetap bersikeras untuk menyuruh mereka tidak duduk di atas bantal.

Mau tidak mau, ke dua sahabat itu kemudian menyingkirkan bantal mereka.

Padahal bantal itu memang khusus untuk di duduki.

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Jin and Jin of BTS 

mitos: memakai payung ketika di dalam rumah akan mengakibatkan kesengsaraan dalam hidup serta menolak masuknya rezeki. 

“Seokjin, kita bermain ojek payung, yuk!” ajak Myungeun sembari mengambil payung.

Seokjin menggeleng, bocah berumur tujuh tahun itu kemudian menyuruh Myungeun untuk menaruh kembali payung tersebut ke tempat asalnya.

“Kenapa?”

Myungeun cemberut, bocah berumur tiga tahun itu tidak mengerti dengan Seokjin yang melarangnya untuk bermain ojek payung.

“Kakek bilang tidak boleh membuka payung di dalam rumah!”

Myungeun mengernyit, “kenapa? Padahal aku lihat kak Leeteuk sering membuka payung dalam rumah” ucap Myungeun polos.

“Kakek bilang kalau membuka payung dalam rumah itu pamali, nanti hidup serba susah terus jadi miskin deh

“Ah, Seokjin percaya sama kakek! Lebih baik kita tidak usah teman!”

Myungeun kemudian pergi meninggalkan Seokjin, bocah laki – laki itu kemudian menggenggam tangan Myungeun. “Nanti aku tidak punya teman”

Myungeun terdiam sejenak, “janji ya main ojek payung sekarang!”

Seokjin terpaksa mengangguk, ia berharap bahwa yang di katakan kakeknya itu hanya bohong.

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Sujeong and Luda of WJSN 

mitos: bulu mata jatuh pertanda ada yang rindu 

Ke dua sahabat itu tengah sibuk menggosok gigi sebelum tidur, Sujeong yang sudah selesai menggosok gigi kemudian membersihkan sikat giginya yang masih ada sedikit busa.

“Ah, jatuh terus!”

Sujeong mengeluh lantaran bulu matanya yang akhir – akhir ini sering terjatuh, Luda yang mendengar keluhan Sujeong kemudian menggoda gadis itu.

“Katanya, kalau bulu mata jatuh berarti ada yang kangen sama kamu!”

Sujeong mengernyit, “itu hanya takhayul! Jangan percaya, deh

Luda tersenyum, kemudian mencolek pipi Sujeong. “Padahal dalam hati berharap kalau Mingyu yang kangen sama kamu”

Sujeong menatap Luda, kemudian mencubit ke dua pipi sahabatnya itu.

“Aku nggak ada perasaan lagi sama Mingyu!”

Luda menepis tangan Sujeong, “tapi pengen ketemu Mingyu!”

Sujeong tidak menyahut, bisa – bisa ia begadang semalaman.

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Yein and Halla of The Ark 

mitos: kalau tidak habis makan nanti nasinya menangis. 

Yein sudah selesai makan, gadis itu kemudian menyeruput es teh-nya.

“Makanannya belum habis tuh! Ayo habisin, nanti nasinya nangis lho!” tegur Halla sembari menyikut lengan Yein.

Yein tertawa, sahabatnya yang satu ini benar – benar terlalu percaya dengan hal yang bernama takhayul.

Mana mungkin nasi bisa menangis? Kalau dalam cerita atau film horror sih, mungkin.

“Ah, jangan terlalu percaya! Kalau nasi bisa menangis, pasti sudah masuk berita dari dulu!”

Halla menghela nafasnya, “kalau nasinya menangis jangan takut!”. Setelah itu, Halla kembali melanjutkan makannya.

Hiks,, suara tangisan terdengar di telinga Yein dan Halla.

Ke dua orang itu saling berhadapan, “aduh Tzuyu! Jangan menangis, dia itu memang jahat suka mengkhianati perasaan orang!”

Rupa – rupanya itu adik kelas.

-fin 

WRDPRESS CUPID ERROR –“

tulisannya banyak yang nggak kelihatan:3

oya, beberapa mitos atau pamali di atas merupakan mitos atau pamali yang sangat famous (?) di daerah cupid :’v

mitos atau pamali di daerah kalian apa?

kutunggu jawabannya~

Advertisements

10 thoughts on “[Drabble-Mix] Pamali

  1. ANi

    pamali di aku ya semuanya, khusus yang yein sama halla itu udah deh ngakak banget. ko bisa kaya gitu sih? padahal itu yang nangisnya Tzuyu…wkwk
    KUSUKA cupid

    Like

    • haihai ANi ><

      makasih udah suka fanfic yang di dasari oleh realita hidup masyarakat indonesia wkwkwk

      di ff ini tzuyu nangisnya kencang banget, makanya di kira halla sama yein nasinya nangis wkwkwkwk

      Sekali lagi makasih yo ❤

      Like

  2. Dulu pas kecil, mbak pembantuku sering bilang kalo makannya gak habis, nanti ayam atau burung di sekitar rumah pada mati. Eh suatu hari, beneran burung yg dipelihara di rumah mati wkwkwkwk….
    Jadi aku sama adikku sempet percaya mitos itu deh…. tapi sekarang udh enggak sih hehehe…

    FF-mu lucu dan bikin ngakak 😀 😀

    Like

    • Halo Imei ><

      Makasih udah baca ff ku yg begitu absurd ini wks XD

      Hahahaha, kadang² dulu waktu kecil aku rada percaya yg kek gituan sekarang mah gak peduli :’v

      Sekali lagi makasih ya~

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s