Posted in Chaptered, Drama, Friendship, Hurt/Comfort, LFI FANFICTION, Phynz20, Romance, Slice of Life, Teenager / Teen

Persimpangan [Chapter 1]

Poster_Phynz20_Persimpangan_by_Phynz20[1]

Persimpangan

A long-fiction by Phynz20 (@putriines) spesial Challenge-Fic

.

Starring: Lovelyz‘ Magnae Lines || Rated: Teen || Genre: Drama, Slice of Life, Hurt/Comfort, Romance, Friendship and many more || Length:  Multi-Chapter

.

Saya sarankan membaca Who, What, How terlebih dahulu

.

Kita ada di persimpangan, dan kamu juga tahu kemana pun kita pergi pasti lara menyertai.

.

Lumos seakan ingin berjingkat jika ia bisa. Mata dan kakinya hati-hati memilah letak lantai mata yang bagus untuk landasan kakinya. Rasa-rasanya, jika ia bisa meneriakan kata-kata sarkastik pada Sujeong beserta lima orang pembuat onar di ruangan ini, mungkin sekarang ia akan lakukan.

Ia sudah nyaris menyelinap keluar pintu begitu Sujeong menyadari apa yang akan ia lakukan. Dengan suara merdu yang dibuat-buat, akhirnya Sujeong memanggil Lumos.

“Lumos, kamu mau kemana?”

Lumos menghentikan langkahnya dan menoleh. Mungkin ia memang tak ditakdirkan keluar dari ruangan itu.

Sujeong bangkit berdiri. Hampir sama seperti Lumos, ia berjingkat menuju pintu, “Bagus ya kalian semua, kamarku jadi seperti kapal pecah!”

Namun tak ada yang mengubris. Alih-alih menjawab, mereka seakan tak mendengar dan kembali fokus pada kegiatan sebelumnya.

“Ah tertangkap juga kau akhirnya!” seru Sujeong sembari mengangkat Lumos ke pelukannya. Kemudian di timang dan diciumi tiap inci tubuh Lumos.

“Sujeong, kau akan menyesal jika menciumi Lumos seperti itu.”

“Apa?”

“Kamu tahu sendiri, rambutnya yah, bisa membuat mandul kan?”

Sujeong mendengus. Ia seharusnya tahu apa-apa saja yang akan Bambam celetukkan padanya. Seorang Bambam tak mungkin menceletukkan sesuatu yang, yah bisa dibilang keluar dari hal-hal berbau sex.

Tidak berniat mengubris, Sujeong malah mencari alasan mengapa Lumos yang biasa betah di kamarnya berniat untuk minggat dan kemungkinan besar mengungsi di kamar sepupunya. Demi apa pun, Sujeong tak melihat tanda-tanda Mingyu mengusirnya atau Yuju mencibir atau Jungkook dengan pemaksaan meng-unyeng-unyeng Lumos atau apa pun yang membuat dia sedikit gusar.

Akhirnya Sujeong menemukan satu-satunya alasan paling masuk akal dan membuat ia ingin berkata kasar kepada lima orang tak tahu diri yang bersemayam di kamarnya.

Pertama, ia menurunkan Lumos. Kemudian, ia berkacak pinggang. Selanjutnya menghela napas dan membuangnya berkali-kali sampai dirasa perutnya sudah agak kencang. Lalu….

“DASAR NGGAK TAHU DIRI! KALIAN PIKIR RUMAHKU PASAR?! ATAU GUDANG?! AN**NG YA KALIAN! *STUT* *STUT* *STUT*.”

Kelimanya serempak memasang wajah kaget selang dongkol. Sujeong selalu telat marah kendati sudah hampir dua jam kamarnya berkondisi seperti itu.

“Ryu Sujeong yang cantik, kamu tidak perlu teriak karena satu-satunya yang kamu marahi itu cuma Lumos. Tolong deh, jangan lebay.” Celetukkan Bambam membuat ruangan itu penuh tawa. Bahkan Solbin hampir terjungkal dengan kepala lebih dulu menyentuh lantai kalau tidak ditarik oleh Yuju.

Tapi toh, Sujeong tetap saja memunguti pakaiannya selepas Solbin mengacak-acak lemarinya, koleksi novel yang tidak pada tempatnya, bahkan piring-piring bekas makan serta kaus kaki bau bekas Jungkook, Mingyu dan Bambam main futsal memenuhi kamarnya. Setelah melihat pemandangan ini ia sedikit bingung bagaimana ia bisa berdiam diri selagi ruangan itu penuh bau yang menyengat, uh.

Kini, mungkin hampir satu jam Sujeong meninggalkan kamarnya untuk mencuci piring-gelas mereka. Saat ia kembali, keadaan masih sama, Solbin dan Yuju yang tidur-tiduran sembari berkutat dengan ponsel dan novel serta tiga lelaki yang sibuk memperhatikan laptop Mingyu di balkon.

Sujeong mendengus untuk entah berapa kali ketika kaus kaki busuk itu masih tergeletak tanpa ada yang peduli. Dengan gerakan superiornya, ia mengambil ketiga pasang kaus kaki itu tanpa jijik dan melemparkannya tepat ke wajah yang empunya dengan kalimat, “Ini… bau… tolol….” Untuk masing-masing lemparan per kata.

Tentu saja ketiga lelaki itu segera mengambil kaus kaki mereka dan memasukkannya ke tas sementara Sujeong harus mencuci bersih-bersih tangannya yang entah terinfeksi berapa juta kuman.

Saat suasana hening-heningnya–Sujeong masih harus berkutat dengan penyortiran novel— sekonyong-konyong Solbin bangkit dari tidurnya dan melepaskan matanya dari layar ponsel.

“Hei, hei, aku punya pertanyaan, tapi kalian harus menjawabnya dengan sungguh-sungguh ya? Pikirkan matang-matang dan jangan asal ceplos saja!”

Sujeong dan Yuju kompak mengalihkan fokus kepada Solbin tapi benar-benar hanya mengalihkan fokus saja.

“Direspon kek,” gerutu Solbin melihat kedua sahabatnya itu.

Sujeong jadi berceletuk, “Aish, kamu kalau minta pendapat nggak perlu berbelit-belit.”

“Jangan-jangan ini masalah percintaan kamu ya?” Sepertinya Yuju sudah benar-benar fokus pada topik kali ini.

“Memangnya dia punya pacar? Hahaha.” Tapi dihancurkan oleh suara tiga makhluk kurang ajar di balkon.

“Maaf ya, ini privasi wanita!”

Tapi ketiganya kompak bungkam seakan sama-sama tak pernah mendengar apa yang sebelumnya terjadi. Pun Sujeong dan Yuju tak menunjukkan tanda-tanda ketertarikan atau meminta kelanjutan percakapan.

“Ya Tuhan, aku sungguh-sungguh nih. Ini bukan pengalamanku sih, tapi aku penasaran saja.” Setengah kesal Solbin memulai. Ia sengaja sambil mengangkat tangan seakan frustasi dan mengeluarkan ekspresi sebagus mungkin demi menarik perhatian kedua perempuan di hadapannya.

“Yasudah bilang saja.”

Akhirnya.’ Begitulah seruan hati Solbin.

“Dengarkan baik-baik ya…. Kalau cinta pertama kalian pergi, tapi kalian masih mencintainya sampai bertahun-tahun ke depan. Lalu ketika kalian sudah berhasil melupakan dan menjalin hubungan baru dengan seseorang, ia datang secara tiba-tiba dan menyatakan perasaannya…. Menurut kalian, apa yang akan kalian lakukan?”

“Drama sekali!” Sujeong dan Yuju yang entah bagaimana hari ini kompak sekali, menjawab tanpa selang dua detik. Mereka sudah ber-tos ria dan tertawa terbahak-bahak sampai Solbin mencapai tahap ingin-memakan-kedua-makhluk-dihadapannya-sekarang-juga.

“Sudah?”

Akhirnya tawa itu berhenti dan mereka lagi-lagi mengalihkan fokus pada Solbin, walau kali ini tidak lebih serius dari pada tadi.

“Oke, jadi apa jawaban kalian?”

Keenamnya tak pernah menyadari bahwa Sujeong tak menutup rapat pintu kamarnya sampai ada yang ikut menyemarakkan girl’s talk ketiga perempuan itu.

“Kalau aku pasti tetap memilih cinta pertamaku hehe. Cinta pertama kan tidak datang dua kali.”

“Pilih pasanganku sekaranglah! Masa memilih orang yang seenaknya pergi lantas mengucapkan cinta setelah bertahun-tahun kemudian?”

“Eh? Astaga!” Solbin dan Yuju sama-sama menampakkan wajah melongo. Bukan, bukan karena jawaban Sujeong yang terkesan gampang move on dan setia itu. Bukan. Tapi lebih kepada kaget karena ada satu makhluk yang ikut-ikutan menjawab pertanyaan Solbin.

“Ya, Jung Yein, kau mau bikin kami kena serangan jantung ya?!”

Yang dipanggil hanya cengengesan dan membuka lebih lebar pintu kamar Sujeong lalu masuk walau tanpa disuruh. Gadis ini segera saja bergabung memenuhi kasur Sujeong masih dengan senyum lebarnya.

“Tadi aku dengar loh, kakak-kakak bilang kalau ini Girl’s Talk. Aku juga mau ikutan!”

Ketiganya hanya merespon dengan tawa seadanya ketika kata terakhir keluar dari bibir gadis itu. Dan tak lupa mengeluarkan wejangan ampuh mereka.

“Kamu itu masih kecil, sayang.”

“Anak SMP belum boleh pacar-pacaran!”

“Nggak ingat kamu mau masuk Seoul Science High School?”

Entah harus dibilang seperti apa wajah gadis itu sekarang. Sudah hampir setahun ia berada di rumah ini, dan juga dalam kurun waktu itu ia sudah mengenal kelima orang di ruangan ini–minus Sujeong, tentu saja—. Namun masih juga ia tak terlepas dari bully mereka.

Singkatnya, ia sudah dijadikan seperti anak kecil selama hampir setahun.

“Aku sudah besar kakak-kakak. Teman sekelasku sudah hampir semua berpacaran! Lagi pula memang tidak boleh aku suka seseorang kalau ingin masuk Seoul Science High School?!” Kalimat-kalimatnya yang berapi-api membuat semua terpana bahkan ketiga makhluk yang hampir kasat mata di luar.

Sujeong mengusap wajahnya dengan tangan kirinya. Sebagaimana pun pengalaman yang sudah gadis itu lalui, ia masih terlihat polos dan lugu sekarang. Ia belum mampu membaca situasi pun menutupi perasaannya. Sujeong sudah melihat ia mengerling ke luar dan Sujeong pikir orang itu juga mengetahuinya.

Dan Sujeong bangkit untuk mengantisipasinya.

Okay Jung Yein, waktumu sudah habis. Sekarang kembali ke kamar, jaga Lumos dan jangan lupa belajar!” Ucapan Sujeong menggema diikuti dengan dorongan lembut pada pundak gadis itu hingga menuju pintu kamar. Dan detik berikutnya pintu itu sudah dikunci dan Sujeong sudah kembali ke kasurnya.

“Tidak usah hiraukan Yein, dia masih kecil.”

Tapi teman-temannya memang tak menganggap serius perkataan gadis itu. Mereka segera saja melanjutkan kegiatan mereka yang tertunda. Tiga makhluk itu masih memelototi laptop Mingyu dan kini Solbin sudah mengganti topik Girl’s talk mereka ke arah idol-idol ternama.

Kendati Sujeong cukup seru menanggapi topik ini., setengah pikirannya masih tersita pada kejadian tadi.

Ia tak ingin membuat adik kecilnya menangis, itu saja.

.

“Apa pikiran kakak tidak terlalu realistis tadi?”

Ryu Sujeong menoleh ketika Jung Yein menyapanya dengan kalimat aneh, “Realistis apa?”

“Itu,” ia memulai dengan mencari posisi duduk yang enak sembari pura-pura memecahkan fokus pada televisi. Padahal, ia sepenuhnya ingin mengetahui dari sudut pandang Sujeong bagaimana ia memilih pasangan siang tadi, “Tadi siang kan Kak Solbin bertanya pilih cinta pertama atau pasangan sekarang. Tapi Kak Sujeong bilang kalau Kakak lebih memilih pasangan sekarang, apa itu tidak terlalu realistis?”

Sujeong menghentikan pergerakkan bola matanya pada perjalanan kata di Pangeran Berdarah Campuran tersebut. Ia kini menatap Yein seakan tidak pernah menatapnya sejelas dan seminat itu dulu sebelum menjelaskan duduk perkara mengapa ia memilih bicara seperti itu tadi siang.

“Hidup bukannya memang harus realistis?”

“Tapi kak, banyak kan yang bilang cinta tak tahu kepada siapa ia berlabuh? Dan ada juga yang bilang cinta pertama selalu membekas di hati. Tapi kenapa kakak bilang seakan cinta pertama itu suatu kesalahan besar dan seharusnya kita nggak memilih dia?”

Ryu Sujeong menghela napas, “Begini ya, kenapa cinta pertama itu kembali? Kenapa dia nggak memanfaatkan waktu ketika kita suka padanya? Kenapa dia sejahat itu pergi lantas kembali. Hanya untuk memperolok perasaan kita? Cinta pertama memang berarti, tapi bukan segalanya.”

“Tapi pasti cinta kita lebih besar untuk dia daripada pasangan sekarang kan?”

“Dan kamu mau dicap jahat hanya karena mementingkan ego?”

“Bukan seperti itu maksudku.”

“Pasangan sekarang yang harusnya kita jaga, Yein. Resiko pacaran itu setia kan? Toh dia belum pernah mengecewakan kita dan dia belum pernah pergi seperti cinta pertama.”

“Kak…. Aku rasa kakak pernah dikecewakan cinta pertama kakak ya?”

“Tidak.” Tegas namun sarat akan makna.

Wajah Sujeong kini sudah memerah dan ia memilih menutupinya dengan novel tebal dihadapannya. Tidak lucu sama sekali kalau Yein menangkap cerita cinta masa lalu yang mungkin sampai kini membekas pada hati Sujeong. Ia tak mau dicap gadis lemah, mementingkan ego, pemuja cinta atau apalah itu namanya.

Toh dia juga ingin mensugesti Yein kalau cinta pertama itu tidak baik.

Yein kadangkala bingung dengan kakak sepupunya ini. Sujeong kadang bisa ceria, kadang bisa marah-marah, atau sedih dalam selang waktu berdekatan. Sering juga kakaknya itu tidak berpikiran seperti orang-orang pada umumnya. Ketika Yein, atau Solbin dan Yuju mendambakan pangeran berkuda putih datang untuk menjemput mereka ke istana super wow. Sujeong cukup puas dengan mendambakan seorang lelaki yang baik dan taat agama.

Ya memang sih itu pasti termasuk kriteria yang seharusnya tak perlu disebut. Tapi rasa-rasanya Sujeong tak pernah mengutarakan bahwa lelaki impiannya seperti ini atau mempunyai ini. Tidak penah sekali pun Yein dengar kalau kakaknya bercerita tentang lelaki pujaan di sekolah atau apa pun yang dekat-dekat dengan topik percintaan. Sekalinya digubris, Sujeong mengeluarkan kata-kata ampuh seperti, ‘Dapat pacar itu nothing to lose. Nggak perlu berharap muluk-muluk, kalau jatuh pasti sakit banget.’ Selalu kata-kata ini.

Yein jadi curiga kalau-kalau Sujeong pernah terlibat asmara tapi dikecewakan.

“Apa jangan-jangan Kak Sujeong suka sama Kak Jungkook ya?”

Sujeong tersedak, padahal ia tak sedang minum apa-apa. Ia super kaget karena baru saja ia melupakan topik cinta-cintaan itu dan tenggelam di pensieve Dumbledore bersama Harry, tiba-tiba saja Yein menginterupsinya dengan pertanyaan konyol macam itu.

Dia dengan Jeon Jungkook?!

Lebih baik seret Sujeong ke gua tak berpenghuni daripada dibilang suka dengan Jungkook.

“Kamu kesambet apa sih Jung Yein? Kok dari tadi kata-katamu melantur.”

“Habis kakak seperti pernah jatuh cinta tapi dilukai sih.”

Sujeong menarik napas, “Kamu kebanyakan nonton drama.”

“Habis…. Atau jangan-jangan dengan Kak Mingyu ya?”

“Sekalian saja kamu psangkan aku dengan Bambam,” gerutu Sujeong.

Tapi tampaknya Yein berpikir kalau itu benar, “Oh jadi Kak Bambam?”

Entahlah, Sujeong rasa hari ini emosinya terkuras berargumen dengan Yein. Ia kini terbahak hampir jatuh ke lantai karena pertanyaan Yein. Kenapa juga Sujeong harus disangka-sangka jatuh cinta dengan ketiga makhluk astral itu?

Namun Yein masih menampilkan wajah bingung kelewat polosnya yang membuat Sujeong menghentikan tawanya. Ia tak habis pikir bagaimana adik sepupunya itu bisa terlihat bodoh seperti ini. Kalau ia sudah tertawa terpingkal-pingkal bukankah itu sudah jelas?

Demi adik sepupunya tersayang ini, agaknya Sujeong rela membuang ATP-nya untuk menjelaskan agar Yein tidak salah paham.

“Yein, aku bukan tipikal orang yang menganut sahabat jadi cinta. Bagiku, kalau kami sudah menjadi sahabat, nggak ada lagi hubungan paling atas dari sahabat kecuali saudara. Pacar itu bukan berarti apa-apa dan mereka berlima itu sudah aku anggap saudara. Nah, kalau saudara tidak boleh cinta-cintaan kan?”

Mulut Yein terbuka mendengar penuturan Sujeong. Jadi karena itu ia tertawa? Tapi kan banyak di luar sana yang awalnya bilang sahabat tapi ujung-ujungnya pacaran juga.

“Sudah ya? Ah parah kamu, aku sampai hujan ludah gara-gara omongan kamu hahaha.” Dan sedetik kemudian Sujeong lari terbirit-birit sebelum Yein berteriak….

“IH KAK SUJEONG KOK JOROK BANGET LUDAH DIMANA-MANA!”

-To Be Continued

a.n: Haiyooooo berjumpa lagi dengan fic abal abal aku huhuhuhu. Iya, jadinya mungkin diluar ekspektasi? Atau gimana ya? Mungkin pada ngira yang dipilih membernya cuma satu, tapi aku milih dua hahaha dan yang menang Sujeong diikuti oleh Yein! (Padahal cinta cintaan tapi Magnae Lines yang dipilihXD) Btw, udah pada liat MV Destiny? Ayo streaming mvnya di woolim channel dan jadikan #Lovelyz1stWin! Aku semangat banget nih buat comeback kali ini hahaha

Btw, buat chapter duanya menyusul ya^^ 

Dan jangan lupa budayakan meninggalkan jejak berupa komentar dan likes!^^

Phyn20’s signing off~

Advertisements

24 thoughts on “Persimpangan [Chapter 1]

    1. Halo ryudiance! 😄
      Hahahaha iya, perfect banget ya mereka pengen 😄 (authornya juga drama)
      Siap siapppp sabar nunggunya yaaaa!
      Makasih juga udah mau baca dan komentar ❤

      Like

  1. Bingung sbenarnya mau komen apa….

    Tapi……..
    Suerrrr, sukses buat aku pusing 7 keliling,, jujur aja ada kata-kata uang kurang aku mengerti.
    Dan itu juga, akunya jadi pnsran siapa sih first love nya sujeong?, dan yein dijadiin anak smp??,,,
    Akhhh… gak sbar pngen baca lnjtannya… fighting kak^^

    Oh ya,, aku juga udah liat mvnya lovelyz-destiny.. koreanya itulohh kerwn bngett, jadi ngarep dah moga lovelyz bkal menang…
    Ehh kyaknya komenanku trlalu pnjang,, okedeh by kak… fighting ya nulisnya: )

    Liked by 1 person

    1. Halo Kimeunsun!
      Wah gausah bingungggg, aku nerima segala komentar kok asal gak bash aja hehehe
      Pusing? Gangerti? Wah bagian mananya nih? ._____.
      Nanti juga bakal ketauan first lovenya SujeongXD
      Iyaaaa Yein anak SMP disiniiii
      Siapppp sabar ya nunggunya hehehe
      Udah kan? Bagus kan? Support lovelyz terus yaaaaa heheheXD
      Amin! Yuk kita bikin #Lovelyz1stWin ehehehehe
      Gapapa aku suka kok komentar panjang hahahaXD
      Makasih udah baca dan komentar yaaaaa! ❤

      Like

  2. Ihhh sukaaak, dan sukses bikin penasaran wkwk
    terutama pas bagian yein yg tbtb ikut nimbrung ke kamar sujeong, terus sujeongnya ngerling ke luar ke tempat mingyu bam2 kook…..

    Hehehehehe ngerling ke siapa ini~ :3
    Semangat buat bikin chapter selanjutnya yaaa~~~ ditunggu selaluu hihi

    Like

    1. Halo Dwinnnn! Ines, 97lines disini!
      Hahahaha emang deh ini Yein bandel ikut ikut kakaknya wkwkwk
      Ngerling ke siapa ya? wkwkwkwk
      Siapppp ditunggu aja yaaaa ❤

      Like

  3. Woah ini akhirnya dipublish juga:3
    Dan ngga nyangka milih dua, bahkan mereka dua bias utamaku, Sujeong dan Yein 😄
    Itu kawan-kawan 97 line Sujeong rusuh banget deh, main di kamar ngeberantakin gitu
    Sabar aja Sujeong, jangan marah-marah mulu wkwk
    Lumos… awalnya kupikir dia manusia taunya peliharaan ya><
    Sujeong bikin kepo
    Kutunggu kelanjutannya 😀

    Like

    1. Halo Aiharaaaaa
      Iya, setelah lama banget ya? Dan part 2 nya aku undur lama juga bzzzz
      Hahahaha iya parah ya cinta cintaan tapi magnae lines:”)
      Emang yang namanya udah sahabatan kayak gitu suka gatau adat main seenak udel berantakin rumah orang deh wkwkwkwk
      Iya dia anjingnya Sujeong ceritanya wkwkwkwk
      Siapppp ditunggu aja yaaaa ❤

      Like

  4. ahh bagus” .. ceritanya belum ketebak apa dan dimana dengan siapa.. wkwkwk tapi penglibatan magnae line ini cukup seruu.. segara lanjutttt..

    iya.. Destiny bagus banget thor, lagunya nyeeeesssss diati tau ga? antara bulan. bumi. dan matahari kasian bulan ya.. tapi Mv nya epik banget suka deh bikin pusing wkwkwkk

    Like

    1. Halo Adellll! Aku Ines, 97lines disini!^^
      Ih iya, aku sengaja bikin penasaran (terus disentil readers wkwkwkwk)
      Ih emang bagus banget itu Destiny huhuhuhu sayang aja belom kesampaian dapet win music show, tapi gapapalah belom rejeki siapa tau di comeback selanjutnya bisa menang :”)
      Makasih udah baca dan komentar yaaaa ❤

      Like

  5. 97z ini minta diunyel semua. Kakak gregetan, Dek!!

    Ugh, Sujeong di sini garang, ku tatut T~T Mana Sujeongie sekarang suka kedip2 pas di live, ih diajarin siapaa!! /loh mulai gak nyambung/ Trus Yein gitu, polos2 tak ternoda gitu ugh /nampar diri sendiri yang telah menistakan Dedek Yein :”(/ Kembali lagi, aku tatut Sujeongnya galak wkwkwkwk 😄 /kabur ke pelukan Tehyung/

    Apalah aku masih penasaran siapa cowo2nya Sujeong…tapi itu udah ada Mingyu di sana ugh ugh /diam-diam shipper Minjeong wqwqwqwqwq/ Trus, Sujeong cuma beda setaun sama Yein, tapi ini dek Sujeong kek udah pakar -disakiti- cinta aku jadi atut lagi T~T wkwkwk

    MENUNGGU LANJUTANNYA! Sampe bukan Tehyung…/LOH!!/
    Lanjutkan, Nes :3

    Like

    1. Kak azelllll jangan unyel unyel aku jugaaaa (yeh mentang mentang 97z juga tapi bukan kamu nes maksudnya kak azel wkwkwkwk)
      Itu mah sok garang aja dia kak aslinya mah selembut hello kitty hatinya :”) Ih ih iyaaaa sebel dia udah mulai genit sekarang:”)
      Emang hahahaha aku ngerasa bersalah bikin Yein kelewat polos disini…. hahahaha 😄
      Taehyungnya cuma mau meluk Sujeong kakkk 😄 (yha delusi)
      HAHAHAHAHA MINGYU! Ditunggu aja kak di part part berikutnya 😄 (kemudian ditabok)
      Emang, sok sok an ngerti cinta padahal mah (yha)
      HahahahaXD
      Siap kakkkk ditunggu aja ya kakakkkk ❤

      Liked by 1 person

  6. Aah kusuka banget sama fic nya kak..:”v
    itu pake ada 97liners nya pula.. Ku selalu suka mereka..;v

    castnya jdi Sujeong yein ya.? Bias aku dua2nya.. Siip lah..:”v
    Sujeong kenapa prinsipnya sama kaya aku.? :’v gk pengen jdi egois cuma karna perasaan cinta.? Uh yeah..
    emang kita kembar yg terpisah jeong.. /jduaak

    cast cowok first love nya Sujeong belom kliatan.. Berharapnya sih ya Taehyung of course..:”v cowok yg skarangnya.? Kirain bakal mingyu yah.. Hahah..:v

    sahabat gk jdi cinta.? Oh hanya sedikit yg kek gitu..:’v hati2 omongannya jeong..

    Btw kak keknya aku pernah ketemu kamu di ifk.. Yg tentang 97liner juga.. Hehe kusuka fic mu yang tentang mereka..

    Yaudahlah yah.. Ditunggu lanjutannya..

    Like

    1. Halo Soobabysoo aku sering liat kamu ya hahahaXD Ines, 97lines disini!
      Ih makasih lohhhh semoga ga ngecewain ya:”)
      Iyaaa jadinya Sujeong-Yein yang menang soalnya dua teratas ya mereka._.
      Itu cuma prinsip kita gatau kedepannya gimana hahahaXD
      Tunggu di beberapa chapter lagi ya hahaha
      Iya, hati hati Jeong ntar karma-_-
      Ih iyaaaaa aku author Color Run sama Friends juga yang di IFK itu castnya sama sama 97liners hohoho
      Makasih yaaaa ditunggu aja~ ❤

      Like

  7. Waaa bagus banget ceritanyaa~
    Dari chap satu udah bikin penasaran /.\
    And.. i know that feel, Yein.. dianggep masih kecil padahal udah SMA😒
    Aku suka nih bahasa yang kaya gini, baku tapi aku-kamu gituu.
    Rasanya lucu, pas buat mereka yang—SMA? Kecuali Yein yaa SMP.
    Lanjut kakk~!

    Like

    1. Ih aku kayak pernah liat kamu di FFku deh._. Salam kenal yaaaa aku Ines dari garis 97!^^
      Ih makasih yaaaa:”)
      Hahahaha banyak kok yang kayak Yein ini apalagi kalo anak bontot:”)
      Hehehehe iya nih sengaja mau buat yang teenlit asik gitu makanya pake aku-kamu
      Siapppp ditunggu aja yaaa~
      Makasih sudah berkomentar juga ❤

      Like

    1. Ih kamu dateng ke sini juga huhuhu :”)
      Salam kenal ya! Ines, 97lines disini! Kamu siapa dimana? Kita belom kenalan._.
      Oiya, aku juga mau bilang maaaaaaaffff banget soalnya request kamu kayaknya bakal kepending lama soalnya aku masih sibuk huhuhuTT sabar yaaaa
      Dan, hehehee dia emang manis unyu cuma sifatnya disini ya rada ekstrem gitu:”)
      Okedeh makasih udah mau komentar ya! ❤

      Liked by 1 person

      1. He he he.. ayo kak, kenalan! Aku Alfi,line 00 😃 He he he.. kita bertemy kembali, dan.. inget loh sama aku ya?
        Gak apa2 kok kak, aku selalu setia menunggu #peace

        Like

      2. Halo Alfiiii heheheXD
        Ingetlah, kamu request ke aku belom jadi jadi, belom bisa fokus bikin FF ntar jadinya malah ancur huhuhu
        Siapppp hehehe makasih ya Alfi!^^

        Liked by 1 person

  8. hai ines^^ ga kaget kan liat namaku tau2 muncul ‘-‘

    anyway, aku nguquq selama baca ini, tolong 😦 cocok bgt yein-sujeong as cousins :(( dan yein tuh umur brp, kenapa polos bgt :(((

    also, V dimana? 😦 /ketauan cuma nunggu satu orang/ ntar ada di chapt 2 kah?

    aku penasaran bgt pada siapa hati sujeong akan berlabuh; past/now? btw aku ketinggalan buat ngevote nih, jadi aku cuma bisa menyemangati ehehe~

    Like

    1. Halo Ulfaaaaaaa!
      Hua ternyata kamu mampir juga di lapakkuXD Nggak kaget kokXD
      Iya, cocok banget kan hahaha 😄
      Yein tuh padahal cuma beda setahun sama Sujeong, tapi yang lain nganggep dia masih kecil banget trus dianya juga polos banget ya pantes sih 😄
      V? Ah dimana ya tuh orang 😄
      Ehehehe gapapa faaaa, kamu baca ini dan chapter chapter selanjutnya aja aku udah seneng huehuehue
      Anw, chapter 2 nya udah di post loh heheheXD (promosi terselubung)
      Makasih udah mau baca dan komentar ya Ulfaaaa ❤

      Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s