[FICLET] Romantic Street

romantic st

Xika Nisha

Lovelyz’s Yoo Jiae

Fluffy | Teen| pg-13 | drable

Romantic st. – SNSD

Bahkan hal sederhana

Bisa jadi romantis bagi Jiae

..

Malam ini Jiae mendapati jalanan Seoul romantis sekali dengan lampu jalan berwarna kuning keemasan yang menepati pinggiran jalan. Cahaya dari lampu mobil dan gedung sekitar menambah kecantikan malam ini.

Sambil mengayuh sepeda biru tuanya menuju supermarket, Jiae menikmati pemandangan langka ini. sebenarnya tidak ada yang berbeda. Jalan ibukota Korea Selatan tetap seperti itu. Dengan gedung serta rumah yang merapat satu sama lain, ataupun kendaraan yang memenuhi jalan. Semuanya biasa saja. Tapi entah kenapa terasa berbeda.

Inilah cara kerja otak Yoo Jiae yang absurd.

Dia adalah penulis freelance yang mengutamakan romantisme dalam ceritanya. Ia selalu membutuhkan inspirasi dimanapun dirinya berada. Walau jalan Seoul tidak ada yang aneh, tapi baginya ini bisa jadi bahan baru dalam bentuk cerita pendek.

Membayangkan sepasang kekasih menghabiskan waktunya dengan bersepeda. Kemanapun mereka pergi, selalu dengan sepeda kesayangan masing-masing. Pasangan itu saling mencintai seperti cerita cinta pada umumnya. Tiba-tiba, salah satu dari mereka mati tertabrak saat keduanya tengah menghabiskan waktu bersama.

Jiae menyeringai licik. Sad ending bukanlah sesuatu yang buruk. Tidak ada kisah cinta semulus itu. konflik harus selalu ada dalam setiap cerita bahkan kehidupan. Tidakkah membosankan kalau hidup ini hanya datar-datar saja?

Ia berhenti mengayuh, membiarkan roda-roda sepeda itu berputar dengan sendiri. Lampu merah sudah menunjukan kuasanya, apalagi yang bisa Jiae lakukan kecuali berhenti. Sambil menunggu lampu berubah jadi hijau, mata besar Jiae menelusuri segala yang ada dihadapannya. Kendaraan di depannya ikut berhenti. Dari sini Jiae bisa melihat ekspresi berbeda dari tiap manusia yang juga menunggu.

Dari banyak ekspresi itu, ia menemukan ekspresi bahagia dari pasangan kekasih yang saling berbisik diatas motor keluaran Jepang tersebut. Jiae iri. Seumur hidup, pacarnya Cuma satu dan itu terjadi saat masih SMP. Astaga! Berapa lama sudah dirinya men-jomblo?

Disamping pasangan berbahagia itu (yang Jiae harap mereka tidak berakhir tragis seperti yang dibayangkannya beberapa menit lalu), ada mobil tua warna putih yang berisi satu keluarga. Sang ayah bertindak sebagai driver, sedangkan sang ibu sibuk menenangkan bayinya yang rewel. Dua anak dibelakangnya terlihat masa bodoh dan menjahili satu sama lain. Keirian Jiae bertambah berkali-kali lipat. Sebagai perantauan yang jarang pulang, tentu kerinduan pada keluarga selalu ada. Terakhir ia pulang waktu libur musim dingin. Dan itu sudah beberapa bulan yang lalu.

Disaat Jiae menganggap malam ini adalah malam paling romantis, ia malah mendapati banyak hal yang membuatnya iri berat. Mendadak ada bohlam lampu imajiner diatas kepalanya. Kembali Jiae menemukan inspirasi. Akhirnya ia punya banyak bahan untuk hobi sekaligus pekerjaannya ini.

Akhir-akhir ini dia terkena block writer. Padahal dulu Jiae menganggap jika block writer itu tidaklah ada. Itu hanya perumpamaan para penulis yang lagi malas untuk mengarang. Tapi ia malah terkena ‘penyakit’ itu. Dan sialnya benar-benar menyiksa. Buntu, tidak ada ide, ingin menulis tapi tidak tahu apa yang akan ditulis. Yang lebih parah, rasanya Jiae ingin muntah saat melihat huruf-huruf yang tersusun rapi di microsoft word-nya.

Jiae tersenyum menyadari cara kerja otaknya yang sinting. Dia heran kenapa sampai sekarang dirinya belum masuk rumah sakit jiwa. Tiap detik dari hidupnya, hanya habis untuk berimajinasi. Harusnya orang yang punya otak sengklek seperti dia bisa gila. Ah, bahkan tanpa gangguan kejiwaan sekalipun Jiae selalu dianggap tidak waras.

Lampu berubah menjadi hijau. Bersiap-siap Jiae mengayuh sepedanya. Perjalanan menuju supermarket masih satu kilometer lagi. Dan ia siap untuk kejutan baru yang akan ditangkap otaknya malam ini. Jiae ingin tertawa rasanya karena sebentar lagi ia akan punya banyak uang.

Haruskah ia berterima kasih pada jalanan Seoul yang rasanya sangat melankonis malam ini?


Absurd? Maaf, hanya merasa wajib ngepost. udah laaaaammaaaaa banget gak ngepost. dan narasi ‘tok’ pula.

terinspirasi waktu pulang dari rumah temen. entah kenapa jalan Gorontalo waktu itu romantis banget!! jadi kebuka semua inspirasi.

Advertisements

2 thoughts on “[FICLET] Romantic Street

  1. ugh, why so relatable? ;~; mba jiae, mba… keadaan saya sekarang juga lagi kena writer block, dan saya ngeri setiap ngelihat kosakata2 di ms. word :”””) tolongin sama mba jiae… /apasi/

    Like

  2. Ini isinya Jiae yang seorang penulis lagi kena writer block
    Terus dia lagi jalan terinspirasi sama jalanan jalanan Seoul yang romantis
    Suka dan betah bacanya:3

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s