[Freelance] Paper Heart (Teaser)

paper heart

Paper Heart

Author: ANi

MainCast: Seo Jisoo [Lovelyz] | Kim Namjoon [BTS]

Genre: Romance, Sad, Mystery, Friendship, Crime

Rating: PG-15+

Length: Threeshoot

This is my story, just mine. The cast is not mine. Warning Typo’s everywehere, guys. Don’t be plagiat and Siders

||Teaser||

Namjoon menyesap kopi hitamnya yang masih sedikit mengepul sembari membaca koran tepat diberita utama yang hadir saat ia melihat halaman pertama koran. Sebuah berita pembunuhan yang kembali terjadi dengan teknik maupun ‘pembersihan’ yang serupa dengan kasus dua bulan lalu-yang sempat menjadi buah bibir dikalangan ‘berseragam’.

Sempat ia mengambil cangkir kopi kedua dari dapur, Namjoon mendapatkan telepon saat bokongnya menyentuh sofa hitam yang menjadi singgasananya.

“Halo, Kim Namjoon-ssi,”

Suara penuh keceriaan tapi masih begitu buruk ditelinga Namjoon menyapa ia ketika mengangkat sambungan telepon.

“Hm?”

||Kill||

Wajah di balik surai kehitaman panjang itu tampak muram sekaligus marah yang memumbung. Ia membelakangi pintu dengan menghadap jendela, menatap keluar. Ketika suara deritan pintu terdengar, gadis tersebut tanpa berputar menyeru suara tawa sinis.

“Marah?”

Satu kata

“Kau marah?”

Dua kata

“Kau marah padaku?”

Tiga kata, tapi si gadis enggan untuk membalas konversasi kecil ketika si pria berdiri tepat dibelakangnya dengan tegap. Wajah tanpa ekspresi dan aura ‘menyebalkan’ terpantul di kaca jendela.

“Kau marah padaku, Seo Jisoo?”

Nada suara rendah nan menggelitik sekaligus berat itu mencapai gendang telinganya. Karena ketika bicara, si empunya mendekati Jisoo lalu membisikkan. Sempat bibir tipis itu menyentuh daun telinganya. Dan Jisoo mengeraskan rahang, sebagai reaksi atas apa yang dilakukan si pria.

Jika Jisoo bisa berkata jujur, Aku tidak suka dia. Dia seperti tokoh dengan tingkat psycho yang cukup tinggi. Tatapan matanya menyorot untuk membunuh. Setiap katanya tajam untuk membunuh juga. Dia adalah penjahat dan pembunuh. Dia….tak punya hati.

“Kau harus punya ‘noda’, agar kau tau sebarapa jauh kau bisa menahan semua ini,”

“Tapi kau membunuh mimpiku, membunuh semua yang kumiliki.”

Suara Jisoo berubah menjadi barito besar yang memantul ke segela arah. Saat tangannya mengepal dan bergerak untuk mencapai pipi dengan rahang tegas sekaligus tirus itu, ia berusaha untuk menciptakan sebuah tanda kemerahan. Tapi tangannya tergantung disebelahnya. Si pria hanya menatap Jisoo dengan enggan-tapi-harus.

“Kau bisa menghancurkanku, bukan? Lakukan sekarang,”

“Tidak, sebelum kau merasakan semua yang kau miliki terbunuh!”

||Paper Heart…Teaser: Kill||

Seorang pria –yang mengenakan jaket jeans itu- menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa sebelum akhirnya ia mendongak karena lemparan amplop cokelat besar yang mendarat di pahanya. Lalu tatapannya merotasi untuk menangkap si pelempar.

“Uang muka akan kutransfer,”

“Bisakkah kau bayar tunai?”

“Aku akan membayar tunai, jika….” pria dengan surai putih khas berusia tua itu mengedikkan bahu dan menyorot amplop yang berada di pangkuan si pria yang mengenakan jaket jeanstersebut, “tugasmu selesai.”

“Apa yang kau suka?”

“Semuanya,” balas si pria dengan rambut putih khas berusia tua itu sambil menyesap kopi.

“Lucu sekali.”

Dan pria berjaket jeans itu membuka amplop cokelat lalu melihat beberapa kertas. Ia membacanya dalam hening walaupun suara yang ditimbulkan menyesap kopi dengan khidmat itu mengganggunya.

“Hidup atau mati?”

“Aku suka keduanya. Hanya aku lebih suka mati, ah tapi, tanpa jejak, bau, atau apalah itu. Jangan sampai kau terlacak. Aku tak ingin pihak kejaksaan, polisi, atau Mr. Seo memanggilku untuk datang penyelidikkan dan mengira aku terlibat. Buat semuanya tampil ‘bersih’, mengerti? Um, aku juga akan tampak senang jika kau membawanya hidup, mungkin aku akan ‘bersenang-senang’ dulu,”

“Jika ia memang sulit aku akan membawakan padamu mati, tapi jika mudah aku akan membawanya hidup,”

“Baiklah. Kita mulai kesepakatan ini. Kau bawa dia padaku, apapun itu, dan kau dapat apa yang kau inginkan. Jika kau berhasil tanpa jejak, kuberikan bonus. Setuju?”

“Setuju.”

||To Be Continue||

Karena ff ini adalah ff abal-abal, mohon komen ya. Apapun itu komenannya bakal aku terima dengan baik. Karena ff ini masih jelek banget, butuh koreksi, bahasanya jelek, dan alur cerita yang aneh 🙂

Advertisements

16 thoughts on “[Freelance] Paper Heart (Teaser)

  1. ANIII, MAAFIN AKU BARU BISA BACA DAN KOMEN DISINI T-T /dilempar/
    ugh, mba jisoo sama mas namjoon, ugh, garis 94ku yang kucinta ❤ /halah/
    ini tentanng detektif2an? atau bunuh2an? :’3 apapun itu nanti pokoknya aku menunggu updatenya xD

    ngomong2, suka banget sama diksinya ;~; tetep semangat yaaa! ciao! wkwkwk

    Like

  2. Iya ini tentang mereka aja pokoknya, kehidupan suram gitulah. Detektifan boleh, bunuh-bunuhan juga boleh kok tapi lebih berdarah-darah sih aku sukanya,ehe. Iya karena updatenya cukup lama, pokoknya kak rito/? tunggu aja, menunggu aku bertapa dulu di kaki gunung….

    Maafkan aku juga yang baru bisa balas komenan karena aku baru buka ini cerita usangnya…. T.T

    Ih diksi aku mah apa banget, masih recehan pokoknya. Kak rito juga tetap semangat dan makasih udah komen disini, daku terhura….^^

    Like

  3. I got a paper paper paper heart /nyanyi/

    uwooo aku suka hal2 yg berbau kriminal aku penasaran namjoon ini siapa sih? apa dia seorang psikopat? ato jangan2 robot android /plak/

    kutunggu kelanjutannya~

    Like

    • Siapakah Namjoon, dia masih dipertanyakan identitasnya. Mungkin di part 1 bakal kejawab siapa Namjoon/spoiler*plak/. Yang jelas dia lebih dari sekedar robot android ^^

      makasih udah baca dan komen sebelumnya..

      Liked by 1 person

  4. hai nifa, duh maaf yah aku baru mampir2 ke ffmu T.T

    ini crime kah? atau thriller? GENRE KESUKAAN yaampun<3 semoga kelar yaa, aku nunggu kelanjutannya~

    karena masih teaser, jd ga panjang2 duluu komennya. semangat nifa~!

    Like

    • Gapapa kok kak, udah seneng kakak mampir kemari/lapingus/

      dua-duanya boleh, aku suka soalnya. Membunuh dengan tragis sih aku sukanya/lah?/ dan iya kak ini belum kelar, baru kulanjut ke chap 1 tapi kukasih hadiah setelah nyampe chap 3, ini semacam spoiler tapi bukan

      makasih kak buat semangatnya dan gapapa komenannya ga panjang tapi ini balesan aku terlalu panjang 😀

      Liked by 1 person

      • ih kamu kejam ya nif ternyata /heh/

        chap1 udah keluar blm nif? aku jarang buka laman wp gegara sibuk ngurusin kampus, jadi maklum kalau ketinggalan u,u hadiah apatuhh wah jadi kepo diri q/?

        Like

      • Aku emang rada kejam sih untuk membunuh tokoh/eh nifa ya/ terus chap 1 belum keluar disini tapi aku udah sempet kirim dua lanjutan buat Paper Heart -gadungan- punyaku. Tapi harusnya kan libur, udah puasa kok masih ngurusin kampus kak? Maafkan aku yang kepo/plak/

        Terakhir, semacam cerita spesial gitu lah ya buat Paper Heart. Di chap 3 aku jelasin kok/nih aku semacam spoiler beneran, emang deng/ wkwk^^

        Like

    • Halo izza, makasih sebelumnya udah komen dan baca fanfict -gadungan- punyaku^^
      Otak aku ini emang rada susah kalo buat cerita macem ini jadi postnya bakal agak sedikit /halah/ lama. Sebenernya di post disini doang, aku udah kirim ke email LFI tinggal nunggu adminnya ngepost aja kok. Maafkan kalo cerita ini membuatmu menunggu ya T.T

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s