[Ficlet] Target

22726146617_d005e73327_o

Target

By Fanita

Main Cast : Ikon’s Chanwoo & Lovelyz’ Yein

Cast : Wjsn’s Eunseo & April’s Hyunjoo & Astro’s Moon Bin

Genre : Fluff – School Life – Romance – Friendship || Rating : Teeneger || Type : Ficlet


Sambil berjalan mengelilingi lapangan basket Chanwoo melirik ke arah gadis yang sedang duduk bersama teman-temannya. Orang yang sedang diperhatikan oleh Chanwoo adalah Jeong Yein, seorang gadis yang sudah lama menjadi targetnya. Ettt, maksudnya adalah Yein sudah lama menjadi gadis incaran Chanwoo. Ngomong-ngomong berlari mengelilingi lapangan basket ini dikarenakan Chanwoo harus merelakan raket yang dia bawa dari rumah untuk dia pinjamkan ke Yein. Tadi Chanwoo lihat Yein menangis di dalam kelas karena lupa membawa raket untuk mengambil nilai badminton apalagi guru penjas mereka begitu sangar dan tak segan-segan menghukum anak yang teledor seperti Yein. Itu sebabnya Chanwoo berada di posisi ini sekarang. Berkorban demi cewek yang ditaksir tak apa kan?

Setelah meminum sebotol air mineral Yein menghampiri kedua sahabatnya, Son Eunseo dan Lee Hyunjoo. Ketiga gadis ini duduk dipinggir lapangan sambil memperhatikan Chanwoo yang tampak kelelahan karena dihukum 20 kali mengelilingi lapangan basket sekolahnya. Hyunjoo yang duduk di sebelah Yein langsung membisikkan sesuatu ke telinga Yein.
“Yein ini sudah jelas kalau Chanwoo menyukaimu. Buktinya dia mau berkorban untukmu,” bisik Hyunjoo.
Yein tertawa mendengarnya. Hyunjoo selalu mengatakan omong kosong yang membuat perutnya terasa geli seperti digelitik oleh ribuan kupu-kupu, “Kau ini.. Itu cuma perasaanmu saja Hyunjoo-ya,” elak Yein.
“Kalian sedang membicarakan apa?” celetuk Eunseo yang penasaran.
“Eunseo-ya sudah jelaskan kalau Chanwoo itu naksir juga sama Yein. Dia tidak percaya sih,” kata Hyunjoo.
“Aku rasa Hyunjoo benar. Siapa sih yang mau berkorban seperti itu hanya untuk seorang teman? Mustahil,” balas Eunseo.
Mendengar pembicaraan teman-temannya membuat pipi Yein memanas. Duh, bisa salah tingkah jika mereka membicarakan dirinya seperti ini terus.
“Jangan asal bicara! Mungkin Chanwoo hanya berniat baik,” lagi dan lagi Yein mengelak ucapan sahabatnya.
“Ya sudah kalau tidak percaya,” dumel Hyunjoo.

Setelah mengganti pakaiannya dengan baju seragam Yein langsung pergi mencari Chanwoo. Saat dia lihat di kelas tidak ada anak itu. Yein bertanya dengan salah satu teman dekat Chanwoo yaitu Moon Bin, ia mengatakan Chanwoo ada di kantin untuk mengisi kembali tenaganya yang sudah terkuras begitu banyak karena hukuman yang diberikan oleh guru olahraga mereka. Mendengarnya membuat Yein jadi tidak enak hati dan buru-buru menghampiri Chanwoo yang sedang makan di kantin. Dia harus berterimakasih dan meminta maaf padanya kalau bertemu nanti.

“Jeong Chanwoo!” panggil Yein setelah melihat sosok Chanwoo yang sedang menyantap nasi dengan sangat lahap. Mendengar Yein memanggilnya Chanwoo melonggo tak percaya. Duh, kehadiran Yein yang begitu tiba-tiba membuat Chanwoo terkena panah asmara. Apalagi saat menyadari bahwa Yein sedang berlari ke arahnya, Chanwoo semakin gugup tetapi ia juga bahagia. “Aku mencarimu dari tadi,” celetuk Yein setelah sampai di tempat Chanwoo. Tidak tahu meresponnya Chanwoo hanya tersenyum kepada Yein.
“Harusnya kau tidak perlu meminjamkan raketmu hanya untukku. Aku dengar dari Moon Bin kau kecapekan karena dihukum guru. Chanwoo aku sungguh minta maaf,” sesal Yein.
“Duh Yein tidak perlu meminta maaf. Aku iklas kok melakukan itu,” kata Chanwoo yang tak enak hati melihat Yein merasa bersalah kepadanya.
“Itu karena kau menyukai Yein, kan?”
Chanwoo dan Yein langsung melihat ke sumber suara yang tiba-tiba saja bertanya seperti itu. Ya ampun, sepertinya pulang sekolah nanti Yein harus membunuh dua anak manusia yang mulutnya tidak bisa direm. Siapa lagi kalau bukan Eunseo dan Hyunjoo, sahabatnya Yein.
“Benarkan kau menyukai Yein? Jujur saja Chanwoo! Yein juga menyukaimu loh!” celetuk Hyunjoo.
Ya Lee Hyunjoo!” oceh Yein tak terima.
Sungguh, Yein tidak tahu harus bagaimana bersikap di depan Chanwoo saat ini. Dia memang suka Chanwoo tapi kan tidak perlu dikatakan di depan muka Chanwoo juga. Kalau Chanwoo tidak suka bisa hancur reportasi dia di depan wakil ketua kelas ini, batin Yein.
“A..aku suka juga dengan Yein dari kelas 1,” aku Chanwoo.
Omo!!! Jadian! Ya anak-anak mulai sekarang Chanwoo dan Yein jadian. Kyaaa!!” pekik Eunseo gembira.
Keadaan kantin menjadi ricuh karena pengumuman yang diberikan oleh Eunseo. Yein menutup wajahnya dengan kedua tangan karena dia malu dan tak tahu harus bagaimana lagi menunjukkan mukanya di hadapan anak-anak. Sementara Chanwoo hanya bisa memandangi Yein yang malu karena perbuatan temannya sendiri.
“Yein-ah pulang sekolah nanti kita bicarakan lebih lanjut ya. Aku duluan,” pamit Chanwoo.
Eunseo dan Hyunjoo tak henti-hentinya bersorak dan bertepuk tangan. Akhirnya mereka bisa membuat sahabatnya ini terbebas dari status lajangnya.
Ya setelah aku bertemu dengan Chanwoo pulang sekolah nanti jangan harap kalian bisa selamat!” ancam Yein.
Malas dengan suasana gaduh yang diciptakan Eunseo, Yein buru-buru pergi meninggalkan kantin. Tapi walaupun begitu, Yein senang mendengar pengakuan Chanwoo yang jujur kepadanya kalau ia menyukainya dari kelas 1. Omo, apa mulai sekarang berhubungan mereka melebihi teman sekelas? Membayangkannya membuat Yein malu sekaligus senang sendirinya.

.fin.

Advertisements

3 thoughts on “[Ficlet] Target

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s