[Freelance] 11:11

Standard

tumblr_nkpww3Ead41u2k93eo1_1280-tile

11:11

Author                        : Raissa Pearl

Cast                 : Ryu Sujeong, Kim Jiyeon (Lovelyz), Kim Taehyung (BTS)

Genre              : Fluff

Length                        : One-Shot

Rating             : T

Disclaimer       : The characters are owned by their agencies. The story-line and the poster are mine. Plagiarizing is no no no~ Based on my personal experience which always see 11:11 everytime I see my watch in campus.

“Entah kenapa setiap aku melihat kehadirannya kemudian melihat jam tanganku, waktu selalu menunjukkan pukul 11:11.”

Kehidupan sebagai anak kuliah ternyata tidak seindah seperti apa yang dibayangkan sebelum upacara kelulusan SMA. Aku pikir dengan jadwal yang tidak sepadat jadwal anak sekolah, aku bisa menikmati waktu senggang lebih banyak. Tapi ternyata, dalam dunia perkuliahan, kegiatan di luar belajarlah yang lebih menyita waktu. Aku mengikuti beberapa klub, dan perlahan-lahan mereka mulai merenggut waktu belajar dan bermainku.

“ Sujeong-ah, kau mau pergi ke cafe baru kakakku akhir pekan ini?” tanya Yoomi tiba-tiba dari arah belakangku ketika aku sedang duduk sendirian di cafetaria kampus untuk mengerjakan laporan proposal untuk kegiatan Mini Concert klub musik yang akan diadakan minggu depan.

“ Aku tidak bisa. Aku harus menyelesaikan ini.” aku menunjuk layar laptopku yang menunjukkan tabel-tabel pembiayaan untuk Mini Concert. Aku bisa merasakan bahwa Yoomi sedang ikut menatap layar tersebut dan menghembuskan nafas kuat-kuat.

Aigoo, Sujeong-ah.” terdengar nada kecewa dari suara Yoomi. “ Aku tidak bisa melakukan apa-apa selain menyemangatimu. Hubungi aku jika kau sudah tidak sibuk lagi.”

Ne..” jawabku tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptop. Untuk beberapa detik, aku tidak mendengar suara atau merasakan presensi Yoomi di sampingku. Mungkin dia sudah pergi lebih dulu, atau dia lelah melihatku seperti ini?

Aku sudah di cafetaria sejak pukul 09:00. Jadwal kuliahku hari ini adalah pukul 11:30, dan aku tidak tahu sudah berapa lama aku duduk di sini. Sampai akhirnya ada yang berhasil mengalihkan atensiku dari layar laptop.

“ Bayar minumanku! Bayar minumanku!” suara teriakan anak laki-laki di depan kasir cafetaria membuatku menoleh sebentar dari pekerjaanku. Seorang anak laki-laki berambut cokelat tua, berbadan agak tinggi dan berpakaian casual bersama teman-temannya sedang berebut untuk mengambil minuman di hadapan mereka. Beberapa dari mereka memaksa teman yang lainnya untuk mengeluarkan dompet. Aku tidak tahu kalau anak kuliah masih bisa bersikap kekanak-kanakan seperti itu.

“ Jam berapa sekarang?” gumamku sambil melihat ke jam yang tertera di pojok kanan bawah layar laptopku. 11:11. Oh, sebaiknya aku segera ke kelas sekarang sebelum Prof. Yoon memarahiku dan melarangku masuk kelas. Beliau terkenal sebagai dosen yang sangat disiplin. Semenit saja mahasiswa terlambat, tiada ampun baginya. Maka segera kumatikan laptopku dan membawanya berlari ke kelasku yang ada di lantai 3.

* *  *

Keesokan harinya…

Proposalku akhirnya selesai tadi malam, dan hari ini aku tidak punya jadwal kuliah. Jadi aku putuskan untuk pergi ke perpustakaan kampus untuk membaca beberapa buku yang direferensikan Prof. Yoon kemarin. Dan mungkin saja ada beberapa novel di perpustakaan yang belum aku baca.

Sesampainya di perpustakaan, aku mencari rak buku Ekonomi. Letaknya ternyata agak jauh dari pintu masuk, tapi dekat dengan jendela besar sehingga tempatnya tidak terlalu gelap dan ada angin segar yang masuk. Dengan tenang aku mengambil beberapa buku dan membacanya langsung di dekat rak tersebut. Lagipula tidak akan ada orang yang akan lewat di tempat dia duduk karena jarak antara rak dengan dinding di sampingnya sangat sempit.

Tidak ada, kecuali satu orang.

Orang yang aku lihat kemarin di cafetaria kampus.

Dia sedang berdiri di sisi lain rak tempat aku mengambil buku dan duduk saat ini. Kemudian dia berbalik dan hampir mencoba melewati celah rak yang tadi aku katakan.

“ Oh, aku kira aku bisa melewatinya.” gumamnya sambil memutar balik langkahnya.

“ Bodoh.” gumamku dengan suara sangat pelan. Aku mengamati laki-laki yang tampak membawa sebuah buku tebal dari celah-celah rak buku, hingga akhirnya dia lewat di depanku. Aku tampak seperti penunggu ruangan yang mengamati orang-orang yang lewat saat ini karena aku duduk di dekat rak buku yang terletak nyaris di pojok ruangan.

Laki-laki tadi tampak berbeda dengan yang ku lihat kemarin. Kemarin dia tampak seperti anak kecil yang meminta makanan, sekarang dia tampak serius dengan membawa buku itu walaupun aku yakin dia sepertinya tidak berniat atau jarang membaca buku di perpustakaan ini. Dia tampak lebih baik seperti itu. Aku mulai penasaran apakah dia teman satu angkatanku atau sunbaeku.

Kenapa aku penasaran?

Suara getar handphoneku membuyarkan lamunanku. Aku segera mengambil handphone dari saku celanaku, ada panggilan masuk dari Jiyeon Eonni, sunbae-ku di jurusan Akuntansi yang ikut klub musik juga denganku.

Ne, Eonni.”

“ Sujeong-ah, sudah kau serahkan proposalnya?”

“ Huh? Belum. Mau kau periksa dulu, Eonni?

“ Hmm… Aku akan menemuimu di cafetaria pukul 12:00 nanti.”

“ Baiklah.”

Setelah selesai menelepon, aku bermaksud untuk memasukkan handphoneku kembali ke saku celanaku. Tapi kemudian aku melihat jam di layar. 11:11.

*  *   *

Aku berharap aku tidak akan bertemu angka 11:11 lagi hari ini. Rasanya aneh melihat angka yang sama selama beberapa hari berturut-turut. Dan lagi, aku selalu melihat angka itu setelah aku bertemu dengan laki-laki yang dulu ku temui di cafeteria. Apa yang akan terjadi padaku?

Jiyeon Eonni mengajakku untuk ikut latihan Mini Concert siang ini pukul 11:00. Aku yang memang sedang tidak ada kegiatan atau kuliah pada jam tersebut memutuskan untuk ikut. Lagipula aku belum berlatih gitar untuk lagu yang akan ku mainkan di konser nanti.

Sesampai di kampus, aku langsung berlari ke hall musik kampus. Di sana sudah berkumpul Jiyeon Eonni dan beberapa teman-teman klub musik yang sedang berlatih. Tapi mataku langsung tertuju pada laki-laki yang tampak berjalan-jalan di antara teman-teman yang sedang berlatih. Laki-laki cafetaria. Kepalaku otomatis mendongak untuk melihat jam dinding hall musik, benar saja, 11:11.

“ Taehyung-ssi, itu Sujeong sudah datang. Sujeong-ah, ini Kim Taehyung. Dia akan menjadi partnermu di Mini Concert  nanti.” jelas Jiyeon Eonni yang membuatku langsung tercengang. Partner? Seingatku ketika pembagian tugas Mini Concert  beberapa minggu lalu, aku tidak berpasangan dengan siapapun.

Laki-laki bernama Taehyung itu tampak tersenyum padaku. Tangannya terulur padaku. Aku pun otomatis tersenyum dan membalas uluran tangannya.

“ Ada perubahan rencana karena tiba-tiba Namjoon Oppa menemukannya ketika menyanyi di perpustakaan.” penjelasan Jiyeon Eonni terdengar bodoh bagiku. Bagaimana bisa Namjoon Sunbae menemukan orang yang bernyanyi di perpustakaan kemudian langsung diajak ikut konser begitu saja?

“ Diasunbaemu, jadi bersikaplah sedikit sopan. Tapi kalau kau mau, kau bisa memanggilnya Oppa.” ucap Jiyeon Eonnisambil menyikut lenganku. “ Apa-apaan…” ucapku sambil melengos. Aku bisa mendengar suara kekehan Taehyung Sunbae yang melihat reaksiku.

“ Baiklah, cepat berlatih sekarang. Kita hanya punya waktu sedikit.” Jiyeon Eonnilalu meninggalkanku dan Taehyung Sunbae. Aku hanya terdiam melihatnya yang berjalan menuju para pemain biola dan beberapa detik kemudian aku mendengar suara deheman.

“ Jadi, kau akan berdiri di situ saja dan membiarkanku bernyanyi sendiri?” ketika aku menoleh pada Taehyung Sunbae, dia sudah menatapku dengan mata yang dilebarkan. “ Sepertinya aku sering melihatmu. Di cafetaria, di perpustakaan…”

“ Sepertinya aku juga sering melihatmu, Sunbae…” ya, terlalu sering sampai aku hampir bosan. Aku berjalan mendekati gitar yang digeletakkan di atas kursi lipat. Aku mengambilnya dan mulai mencoba untuk memainkannya, sementara itu aku juga mendengar suara kursi ditarik ke arahku.

“ Jadi, lagu apa yang bisa kau mainkan?”

“ Banyak..” jawabku singkat.

“ Lagu apa yang sedang kau sukai?” tanya Taehyung Sunbae. Aku mengarahkan pandanganku ke arahnya, dan tidak menyangka kalau dia sedang menatapku sambil bertopang dagu dan tersenyum. Tiba-tiba saja aku merasa ada sesuatu yang menggelitik entah apa. Mungkin ini yang orang sebut ‘there are butterflies in my stomach’.

Jujur saja, aku menilai laki-laki yang ada di depanku saat ini pada awalnya sebagai laki-laki yang childish karena berteriak-teriak minta minuman di cafetaria dan berbicara sendiri – bahkan menyanyi – di tempat paling tenang di kampus, perpustakaan. Tapi saat ini dia tampak seperti sunbae idaman. Bisa dibilang dia tampan, dan cara bicaranya pertama kali pada orang lain juga cukup sopan bagiku.

“ Jangan diam saja, Sujeong-ssi.” Taehyung Sunbaemembuyarkan lamunanku. Aku menggelengkan kepalaku dan langsung merasa bodoh. “ Lagu apa yang  kau suka? Aku akan menyanyikannya untukmu.”

“ Huh?” pikiranku masih belum tersambung dengan apa yang dikatakan Taehyung Sunbae.

“ Maksudku… akan lebih mudah bagimu untuk memainkannya jika itu lagu kesukaanmu. Aku tahu semua lagu.”

“ Baiklah.. Bagaimana kalau Someone Like You?”

Taehyung Sunbaemengangguk. Aku mulai memainkan gitarku dan dia mulai bernyanyi. Sambil memainkan gitar, aku menikmati suara merdunya. Tidak salah Namjoon Sunbae menemukannya di perpustakaan.

“ Wah, keren sekali!” puji Jiyeon Eonni dari jarak yang cukup jauh. Aku hanya tersenyum sambil melambaikan tangan.

“ Permainan yang keren.” puji Taehyung Sunbae sambil mengacungkan jempolnya. “ Ku rasa konser besok akan luar biasa.”

“ Suaramu juga bagus, Sunbae.” pujiku. “ Kita harus coba lagu lain juga.”

Kami berdua lalu berlatih beberapa lagu. Semakin lama, aku merasa bukan seperti sedang berlatih, tapi seperti sedang dinyanyikan lagu oleh seseorang.

Sekitar 2 jam kemudian, Jiyeon Eonnimeminta kami semua untuk beristirahat dan pulang. Aku dan Taehyung Sunbaemasih duduk di bagian utara hall musik.

“ Sepertinya kita harus berlatih lagi besok.” ucapnya sambil membuka botol air mineral.

Aku mengangguk, “ Jam berapa?”

“ Sebelas?”

Huh, kenapa semua orang selalu mengadakan kegiatan pada pukul 11?

“ Aku pikir salah satu di antara kita akan terlambat 11 menit.” ucapku spontan. Taehyung Sunbaetampak bingung.

“ Kenapa begitu?”

“ Entahlah, seperti yang Sunbae katakan tadi, kita sering bertemu sebelumnya. Dan entah kenapa, pertemuan itu selalu terjadi pada pukul 11:11.” jelasku sambil menatap jam dinding hall musik.

“ Benarkah?” dia meneguk air mineral dan menutup botolnya kembali. “ Mungkin saja itu pertanda.”

“ Pertanda apa?” tanyaku bingung sambil menoleh ke arah Taehyung Sunbae. Dia kembali tersenyum.

“ Pertanda bahwa kita harus mengenal satu sama lain lebih lanjut.” ucapnya sambil berjalan meninggalkanku.

Tiba-tiba pipiku terasa panas. Aku memegangi pipiku ketika kemudian Taehyung Sunbaemenoleh ke arahku sambil melambaikan tangan kencang-kencang khas anak kecil ke arahku.

“ Sampai jumpa besok di kampus, Ryu Sujeong!”

*  *   *   *

Yeay, FF debutku di Lovelyz Fanfiction Indo. ^^ Hi~ Raissa Pearl 95line here~ Senang bisa ikut meramaikan di sini.. ^^

Akhirnya bisa bikin FF sampe selesai. Udah berkali-kali bikin FF tapi ga pernah selesai. Entah kenapa abis disuruh bikin cerpen buat tugas UTS kemudian ide-ide bermunculan. Kemudin jadilah FF ini ^^ Khekhe…

Really hope for your comment guys~ Biar bisa nulis FF yang lebih baik lagi ke depannya ^^

 

Advertisements

10 thoughts on “[Freelance] 11:11

  1. adelia

    uwaahh selamat untuk debutnya kakak raissa dari adelia 98Line ..

    bagus kakk.. coba buat lagi di blog ini aja. karena aku sudah pelanggan tetap di Lovelyz fanfiction indo wkwkwkwk

    Like

  2. azeleza

    Ini…suka :’D
    Smooth banget tapi gak ngebosenin bacanya~ trus gak ngebingungin sama sekali ❤
    Trus, trus, relatable bgt Sujeong di sini /KECUALI AKU GAK NEMU SUNBAE TAMPAN MACAM TEHYUNG PUKUL 11:11 DI KAMPUS!! HUH/ ugh, ugh, proposal…ugh T~T

    sudah gitu aja~ ditunggu post2an lainnya Raissa~ Aku Azel 95L juga iih temen! /sok kenal!/ wkwkwk XD

    Like

    • ^^ Makasih udah komen,Azel~ yee ada yg samaan 95line 😀 khekhe…
      Di kampusku juga ga ada sunbae macem Taehyung T^T Khekhe…penulisnya curcol lagi terjebak dalam masa-masa mabok proposal -,-

      Like

  3. ANi

    Halo kak, dari garis 00/biasanya dipanggil nifa/. Selamat buat debutnya ya^^
    karena kalo kata aku ini gantung banget, aku sih pengennya ada sequel. Kali aja nanti judulnya jadi 12:12/ngaco/
    kutunggu ff lainnya sama KUSUKA….

    Like

    • Halo Nifa~ makasih udah baca dan komen ^^
      Rencananya mau ada sequel sih,tapi lagi disiapin…khekhe…
      Terus ntar kalo disequelin lagi jadi 13:13 yak? genrenya ganti horror -_- khekhekhe

      Like

  4. BARU SEMPET BACA SETELAH SEKIAN LAMA FIC INI BERSARANG DI KOLOM “LIKE” (?)
    ugh, pokoknya suka banget sama storyline nya ;~; ku juga mau ketemuan sama senior kece pas jam 11.11 (tapisayangnyagakadazeniorkecedikampus /eh) :’D

    ngomong2, salam kenal buat kak Raissa o/ saya rito dari garis 97 8D

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s