[Freelance] Bittersweet

tumblr_o4jw77Fwsx1u88taao1_500

Bittersweet

Author : Raissa Pearl

Cast : Ryu Sujeong (Lovelyz), Kim Taehyung (BTS)

Genre : Song Fiction, Fluff

Length : 2654 words

Rating : T

Disclaimer       : The characters are owned by their agencies. The story-line is mine, but the picture is not. Plagiarizing is no no no~ When I watched ‘Lovelyz in Wonderland’ where Baby Soul mentioning about ‘first date’ phrase in Lovelyz’ ‘Bittersweet’ (a.k.a. Sweet and Sour) song, I got an idea to make a fict about first dating ^^ This is the sequel from “11:11”. Enjoy!

 

“ We’re still awkward toward each other. I could never look into your eyes, because i’m too shy.”

Acara Mini Concert sudah berakhir hampir 2 minggu yang lalu, tapi suasana yang ada ketika malam itu masih membekas di pikiranku. Sorak sorai penonton ketika para anggota klub musik menunjukkan bakat mereka di panggung. Dan penampilanku dengan Taehyung Sunbae juga berjalan dengan lancar. Banyak orang yang memuji penampilan kami saat itu. Kata mereka, kami cocok untuk jadi teman duet untuk project selanjutnya.

Ngomong-ngomong tentang Taehyung Sunbae, entah kenapa sejak Mini Concert tersebut, kami terlihat lebih akrab. Dia yang biasanya bersama teman-temannya akan menyapaku “Sujeong-ah!” kemudian berlari mendekatiku yang biasanya duduk tenang di cafetaria atau perpustakaan sambil mengerjakan tugas kuliah. Padahal sebelumnya kami hanya saling melihat dari kejauhan tanpa saling tahu.

Tapi ada yang aneh dengannya akhir-akhir ini. Biasanya Taehyung Sunbae akan menyapaku dan mengajakku bicara banyak hal yang bahkan aku tidak mengerti itu apa – seperti membicarakan games atau pertandingan olahraga yang biasanya hanya anak laki-laki yang tahu. Terkadang dia juga akan menanyaiku macam-macam seperti “ Ada lagu yang sedang kau sukai?”, “ Kenapa kau selalu di sini?”, dan sebagainya. Dan aku sudah sedikit terbiasa dengan hal itu.

Namun kali ini Taehyung Sunbae tampak berbeda. Ketika dia ‘menemukanku’ mengerjakan tugas atau proposal klub – untuk kesekian kalinya, dia hanya duduk di depanku dan mengamatiku mengetik di laptop tanpa mengatakan apapun. Kadang dia hanya tersenyum lalu mengedarkan pandangan ke sekitarnya dan kembali melihat ke arahku. Itu membuatku canggung, dan sudah terjadi selama seminggu ini.

Seperti hari ini, aku sedang berada di cafetaria untuk mengerjakan tugas kuliahku, ditemani dengan segelas Vanilla Lattedingin. Laptopku saat ini menampilkan banyak rumus di layar dan itu cukup membuatku pusing.

Dan kedatangan seorang Kim Taehyung akan menambah ‘penderitaanku’ siang ini.

“ Apa sulit?” aku mendengar suara Taehyung Sunbae di belakangku. Aku tidak ingin menoleh, karena pasti wajahnya sedang berada tepat di belakang kepalaku. Jadi aku hanya mengangguk sambil menatap layar laptop.

Taehyung Sunbae kemudian mengambil kursi dan duduk di depanku. Aku hanya menatapnya sebentar dan kembali fokus pada pekerjaanku. Dan seperti biasa dia hanya diam dan mengamati apa yang kulakukan.

“ Kau tidak bermain bersama teman-temanmu, Sunbae?” tanyaku, mencoba membuka pembicaraan.

“ Mereka sedang kuliah, jadwalnya berbeda denganku.” jawabnya sambil bertopang dagu.

“ Apa mahasiswa semester atas tidak punya banyak tugas?” tanyaku lagi. Sebenarnya aku heran melihat para mahasiswa semester atas yang tampak seperti tidak punya beban hidup. Apa karena jadwal mata kuliah mereka semakin sedikit? Atau karena mereka lelah memikirkan tugas mereka dan membiarkannya begitu saja?

“ Aku sedang menjauhkan diri dari mereka. Mereka terlalu banyak sehingga seperti kumpulan fans yang sedang mengejarku.” ucapnya, yang otomatis membuatku berpikir bahwa opsi kedua tadi adalah yang membuat mahasiswa semester atas tampak santai menghadapi tugas kuliah.

Aku hanya tertawa kecil mendengar jawaban Taehyung Sunbae. Dia sepertinya ‘terlalu’ sadar kalau dia punya wajah tampan sehingga sering mengaku kalau dia mempunyai banyak fans di kampus, terutama di jurusan Akuntansi ini. Tapi memang sering aku lihat beberapa teman angkatanku dan para sunbae membicarakannya ketika dia berada di Cafetaria.

Beberapa menit kemudian, kami kembali diam. Aku masih sibuk memasukkan data ke dalam pekerjaanku, sementara Taehyung Sunbae tidak bicara apapun.

Sampai akhirnya, “ Sujeong-ah.”

“ Ne, Sunbae?” aku masih menatap layar laptopku. Untuk beberapa detik, tidak ada kelanjutan kata-kata dari Taehyung Sunbae. Akhirnya aku menatap ke arahnya. Dia tidak lagi menopang dagunya di meja, tapi malah menggaruk-garuk tengkuknya sambil mengarahkan pandangan ke meja, seperti bingung ingin mengatakan apa.

“ Ada apa, Sunbae?” kali ini pandangannya terarah padaku. Sekarang aku yang merasa bingung.

“ Eung… apa di akhir pekan kau masih mengerjakan tugas?” tanyanya dengan ekspresi canggung.

“ Tidak, kenapa?” entah kenapa, aku merasa detak jantungku lebih cepat sekarang.

Taehyung Sunbae tidak langsung menjawab. Dia tersenyum, malu, dan masih menggaruk tengkuknya. “ Bagaimana… kalau kita pergi berjalan-jalan di akhir pekan ini?”

Apa Taehyung Sunbae baru saja mengajakku pergi bersama?

“ Ke mana?” tanyaku spontan. Seperti diberi sebuah harapan, Taehyung Sunbae langsung menegakkan posisi duduknya dan berhenti menggaruk tengkuk.

“ Ke manapun yang kau suka. Taman hiburan, menonton film terbaru, atau wisata kuliner. Atau mungkin kau mau berbelanja? Aku akan menemanimu..” nada bicaranya mulai terdengar ceria, tidak secanggung tadi.

Aku kembali menatap layar laptop. Sambil mengetik sesuatu, aku menjawab tawaran Taehyung Sunbae. “ Taman hiburan sepertinya menyenangkan. Kapan kita akan pergi?” tanyaku sambil tersenyum. Entah kenapa, aku merasa kemanapun dia akan mengajakku pergi, aku akan menerimanya dengan senang hati.

“ Aku akan mengabarimu nanti.” Taehyung Sunbae tampak tersenyum senang ketika aku menatapnya. “ Lanjutkan saja tugasmu. Aku pergi dulu. Sampai jumpa hari Sabtu besok, Ryu Sujeong!” dia beranjak dari kursinya dan melambaikan tangan seperti anak kecil lagi.

“ Uh, ne, Sunbae.” aku menatap Taehyung Sunbae yang tampak berjalan sambil setengah melompat. Kelihatannya dia senang sekali akan berjalan-jalan denganku besok Sabtu.

Tunggu, apa dia mulai menyukaiku?

*  *   *

“Today is our first date. My heart running like crazy. I’m so nervous because i love it so much.”

Aku tidak akan membohongi diriku sendiri dengan mengatakan bahwa aku tidak menunggu hari Sabtu ini tiba. Dan aku juga tidak akan bohong bahwa aku tidak menyiapkan segalanya, mulai dari pakaian sampai make-up, untuk hari ini. Keadaanku saat ini sudah mirip seperti adegan di drama-drama yang biasanya aku tonton. Seorang gadis yang akan diajak kencan oleh laki-laki pujaannya mencoba-coba berbagai macam model pakaian di depan cermin dan merasa heboh sendiri membayangkan bagaimana kencannya nanti.

Aku dan Taehyung Sunbae berjanji untuk bertemu pukul 10 pagi di depan kampus. Aku mengambil handphoneku untuk melihat apakah Taehyung Sunbae mengirimiku pesan. Tapi tidak ada satu pesanpun darinya. Apa dia sudah berangkat? Jam saat ini menunjukkan pukul 09:30. Sebaiknya aku pergi ke kampus saja dan menunggunya di sana. Menunggu agak lama bukan masalah untuk seorang Ryu Sujeong. Itu karena aku pernah menunggu Jiyeon Eonni selama hampir 1 jam hanya karena pensil alisnya hilang ketika akan berdandan.

Aku sampai di depan kampus dan tidak melihat keberadaan Taehyung Sunbae di sana. Mungkin dia sedang dalam perjalanan menuju ke sini. Jiyeon Eonni pernah cerita kalau flatnya agak jauh dari kampus. Dan ketika Taehyung Sunbae bilang akan menjemputku di depan flat, aku menolak karena jarak yang ditempuhnya nanti akan lebih jauh lagi. Aku merasa tidak enak padanya.

Sambil mencari tempat yang teduh di sekitar pelataran kampus, aku mengirim pesan ke Taehyung Sunbae.

Sunbae, aku sudah di depan kampus. Kau dimana?

Aku berdiri di dekat pohon besar yang ada di bagian barat pelataran kampus. Dengan bayangan pohon yang menutupi wajahku dan hanya aku sendiri yang ada di sana, aku sudah tampak seperti penunggu pohon besar ini jika saat ini ada orang yang melihatku.

*  *   *

Dua jam kemudian..

Matahari sudah mulai meninggi dan udara menjadi lebih panas. Aku melihat jam di layar handphoneku. 12:00. Ini lebih lama daripada menunggu Jiyeon Eonni mencari pensil alisnya. Taehyung Sunbae tidak membalas dan bahkan tidak membaca pesan yang kukirim tadi. Perasaan bahagiaku mulai berganti menjadi kesal dan juga cemas.

Apa acara jalan-jalan hari ini akan batal?

“ Kalau tidak jadi pergi, paling tidak memberi kabar..” gerutuku sambil mencari nomor Taehyung Sunbae untuk meneleponnya. Tapi belum sampai aku menekan tombol ‘Call’, tiba-tiba Taehyung Sunbae meneleponku.

Sunbae, kau di mana?” aku menjawab teleponnya dengan nada setengah kesal.

“ Sujeong-ah…” suara Taehyung Sunbae terdengar parau. “ Maafkan aku…”

Aku terkejut mendengar nada suara Taehyung Sunbae yang tidak seperti biasanya. Aku mengulangi pertanyaanku tadi, “ Kau di mana sekarang, Sunbae?”

Taehyung Sunbae memberitahu lokasi keberadaannya sekarang, dan aku semakin terkejut mendengarnya.“ T-tunggu sebentar, Sunbae. Aku akan segera ke sana.” aku mematikan teleponku dan berlari menuju halte bus terdekat dari kampusku. Beruntung sekali, ketika aku sampai di halte, bus dengan nomor yang akan ku naiki baru saja datang. Aku segera naik dengan perasaan tidak menentu.

Semoga Taehyung Sunbae baik-baik saja.

*  *   *

“ Permisi, saya ingin tahu, apa ada pasien dengan nama Kim Taehyung di sini? Dia seorang mahasiswa dan katanya baru saja terkena kecelakaan motor.” tanyaku pada petugas rumah sakit.

Ya, Taehyung Sunbae tadi bilang kalau dia sedang berada di rumah sakit sekarang karena baru saja mengalami kecelakaan motor. Aku belum tahu seberapa parah lukanya, tapi sepertinya dia akan baik-baik saja karena dia masih bisa meneleponku.

“ Kim Taehyung…” petugas yang kutanyai tadi melihat ke buku daftar pasien yang ada di hadapannya, “… dia ada di kamar nomor 213, lantai 2.”

Setelah mengucapkan terima kasih, aku segera berlari ke arah lift untuk ke lantai 2 dan menuju kamar yang tadi disebutkan. Sesampainya di kamar tersebut, aku melihat Taehyung Sunbae yang baru saja selesai diperban tangannya oleh dokter. Tangan kirinya digantung dengan perban lain, mungkin karena terkilir setelah jatuh dari motor.

Taehyung Sunbae yang melihat kedatanganku tampak tersenyum ke arahku. Dokter tampak mengatakan sesuatu padanya sehingga dia menoleh dan mengangguk. Setelah dokter keluar dari kamar, aku berjalan masuk dan mendekatinya.

“ Sujeong-ah, maaf…” dia tampak sangat menyesal, tapi aku tidak mempedulikannya.

“ Kau baik-baik saja, Sunbae?” tanyaku sambil melihat ke arah tangan kiri Taehyung Sunbae. Dia ikut melihat tangannya, lalu melempar senyum lagi padaku.

“ Kata dokter, mungkin perlu waktu 2 atau 3 minggu untuk sembuh. Aku harus terbiasa menggunakan tangan kananku.” ujarnya sambil terkekeh. Cedera di tangan kiri tentu akan menyulitkannya karena dia terbiasa melakukan berbagai hal dengan tangan kiri, sama sepertiku.

 “ Aku terburu-buru tadi karena bangun kesiangan. Aku tidak ingin kau menunggu lama di depan kampus karenaku, jadi aku menerobos lampu merah. Tapi ternyata ada motor lain yang melintas dan menabrakku.”

“ Bodoh sekali…” gumamku, yang sepertinya didengar Taehyung Sunbae. Matanya tampak melebar, dan aku menatapnya dengan tatapan kesal.

“ Sujeong-ah…”

“ Bagaimana kau akan melakukan aktivitasmu dengan tangan seperti itu, huh?” aku menunjuk tangan kiri Taehyung Sunbae dan tiba-tiba merasa bahwa mataku mulai berair.

Taehyung Sunbae tersenyum tipis setelah mendengar kata-kataku. Dia menatapku sambil menghela nafas. “ Apa kau khawatir padaku?”

“ Aku hanya…” satu tetes air mata sudah mengalir ke pipiku, “ … kau begini karena tidak ingin aku menunggu lama… Bagaimana aku tidak …”

Belum selesai aku mengucapkan kalimatku, Taehyung Sunbae tiba-tiba menarik tangan kiriku dan memelukku. Saat itu rasanya jantungku berdebar sangat kencang. Aku bisa merasakan Taehyung Sunbae menghela nafas lagi di dekat bahuku.

“ Kau sudah berdandan secantik ini, tapi aku malah mengacaukan acara jalan-jalan kita…” ucapnya lirih sambil mengusap rambutku. “ Maafkan aku..”

“ K-kau tidak perlu minta maaf, Sunbae.” aku berusaha untuk mengatur detak jantungku saat ini, jika bisa. “ Lain kali, beritahu aku jika kau akan terlambat datang. Aku bisa sabar menunggu.”

“ Benarkah?” Taehyung Sunbae melepas pelukannya dan menatapku dengan jarak yang cukup dekat. Mungkin saat ini rona merah di pipiku terlihat sangat jelas.

“ Tentu saja..” ucapku.  “ Aku bahkan pernah menunggu teman selama sejam hanya karena pensil alisnya hilang.”

Taehyung Sunbae terkekeh. Dia beranjak dari tempat tidur yang dia duduki. “ Kalau begitu, ayo keluar dari sini. Hanya tanganku yang cedera, jadi aku tidak perlu berlama-lama di sini.” Dia meraih tanganku dan menggandengku menuju luar rumah sakit. Aku hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah kakinya.

*  *   *

“ My eyes are widen, my cheeks are blushing, like I get shocked by electricity. I’m so nervous, I’m so nervous. You are my first love. Our first kiss is like a bell ringing in my head.”

“ Aku akan mengantarmu pulang.” ucap Taehyung Sunbae begitu kami berada di tepi jalan dekat rumah sakit.

“ Tidak usah, Sunbae. Rumahmu kan jauh dari rumahku. Kau harus pulang dan beristirahat.”

“ Bagaimana kalau sesuatu terjadi padamu?”

“ Uh, tidak akan ada sesuatu yang terjadi padaku, Sunbae.” aku mulai merasa bahwa Taehyung Sunbae agak berlebihan.

Namun, ku lihat ekspresi wajah Taehyung Sunbae mulai berubah serius. Matanya terarah pada tangan kanannya yang masih menggandeng tangan kiriku.

“ Sujeong-ah…” panggilnya kemudian. Aku menaikkan alisku, lalu ikut melihat ke tangan kami yang masih bertautan. Entah kenapa aku tidak berusaha untuk melepaskannya dan masih membiarkannya.

“ Apa kau tidak merasakan sesuatu ketika aku memelukmu tadi dan memegang tanganmu seperti ini?” Taehyung Sunbae menaikkan tangannya dan tanganku. “ Maksudku… kau tidak marah aku melakukan hal ini?”

Aku hanya bisa terdiam mendengar pertanyaan Taehyung Sunbae. Itu semacam kata-kata lain untuk menanyakan “ Apa kau menyukaiku?” bagiku. Aku sendiri tidak bisa memahami perasaanku ketika bersama Taehyung Sunbae. Siapa yang tidak menyukainya? Walaupun punya pemikiran yang sedikit aneh, tapi dia laki-laki yang memperlakukan perempuan dengan baik. Bagiku, wajah tampan adalah kriteria kesekian untuk pasangan ideal.

“ Kau tahu…” Taehyung Sunbae sepertinya tahu bahwa aku tidak akan menjawab pertanyaannya sehingga melanjutkan kata-katanya, “ … mungkin kau bisa sabar menungguku yang terlambat datang menjemputmu untuk jalan-jalan. Tapi aku berbeda denganmu.”

Aku hanya menatap Taehyung Sunbae dengan bingung. Apa yang sedang dia ingin coba untuk katakan?

“ Aku menunggu sejak Mini Concert 2 minggu yang lalu untuk bisa mengajakmu pergi berdua, dan baru ku lakukan 3 hari yang lalu. Kau tidak tahu betapa senangnya saat itu. Aku selalu melihatmu sibuk mengerjakan sesuatu, jadi aku takut ajakanku akan mengganggumu.”

“ Sama sekali tidak, Sunbae. Kau bisa mengajakku pergi kapanpun.” ucapku sambil tersenyum, mencoba mencairkan suasana yang saat ini menurutku sedikit canggung.

“ Dan itu berarti aku harus menunggu lebih lama lagi untuk bisa pergi bersamaku.. dan untuk menyatakan perasaanku.”

Apa?

Aku menatap wajah Taehyung Sunbae dengan ekspresi terkejut dan mungkin, wajah yang memerah. Taehyung Sunbae tampak menjadi sedikit canggung. Genggaman tangannya pun mulai terasa tidak yakin.

“ Aku takut kalau aku sabar menunggu sepertimu, orang lain akan mendekatimu…” ucapnya sambil terkekeh, “ … jadi lebih baik kukatakan sekarang daripada terlambat.”

Taehyung Sunbae mendekat satu langkah ke arahku. Badannya yang lebih tinggi membuatku otomatis menengadahkan kepala untuk menatapnya. Aku tidak yakin dengan apa yang sedang terjadi padaku saat ini. Jantungku berdebar semakin kencang, mungkin jika Taehyung Sunbae mengambil satu langkah lagi, jantungku akan terlepas.

“ Ryu Sujeong, kau menyukaiku juga kan?” tanyanya, yang membuatku semakin membeku di depannya. “ Kau akan melepaskan genggaman tanganku sejak tadi jika kau tidak punya perasaan apa-apa padaku.”

Sunbae, aku …” aku ingin menjelaskan bahwa aku belum bisa memahami bagaimana perasaanku pada Taehyung Sunbae. Aku sudah terbiasa hidup sendirian selama bertahun-tahun tanpa memikirkan tentang mempunyai pasangan dan hanya disibukkan dengan tugas-tugas sekolah dan juga kegiatan klub. Tapi sejak bertemu dengan Taehyung Sunbae ketika latihan Mini Concert kemarin, ada perasaan berbeda yang kurasakan.

Tapi, belum sempat aku mengatakan satu kalimat, Taehyung Sunbae sudah berjalan satu langkah lagi ke arahku dan mengecup bibirku. Aku bisa merasakan jantungku akan terlepas setelah ini karena detakannya yang mulai tidak beraturan.

Beberapa detik kemudian, Taehyung Sunbae melangkah mundur dan menatap wajahku yang mungkin sudah tampak seperti kepiting rebus.

“ Kau tidak akan menamparku kan?” tanyanya sambil terkekeh. Sebenarnya aku ingin melakukannya jika aku tega. Dia sudah membuat jantungku tidak terkontrol sejak kami di rumah sakit tadi. Tapi…

Tapi aku tidak ingin menyakiti perasaannya. Dia tampak benar-benar tulus menyukaiku. Dia bahkan tidak merasa kesal karena cedera yang dialaminya hanya karena tidak ingin aku menunggu lama. Dia justru kesal karena acara jalan-jalan kami tertunda dan dia tidak bisa menyatakan perasaannya. Apakah orang yang pura-pura menyukaiku akan rela melakukan hal seperti itu?

“ Sujeong-ah, ayo jalan-jalan minggu depan.”

“ Huh?” koneksiku dengan dunia nyata masih belum stabil.

“ Apa aku telah merusak sistem otakmu, Ryu Sujeong?” Taehyung Sunbae mulai khawatir dan mengamati wajahku. Hal itu justru membuat koneksiku dengan dunia nyata makin tidak stabil.

Sunbae, terima kasih.” kalimat pertama setelah koneksi otakku mulai stabil akhirnya keluar. Kini Taehyung Sunbae yang memasang wajah bingung setelah sedari tadi aku yang dibuat bingung olehnya.

“ Untuk apa?”

“ Untuk memberitahu perasaanmu yang sebenarnya. Maaf aku membuatmu menunggu lama.”

Taehyung Sunbae tampak tersenyum lebar. Dia akhirnya melepas genggaman tangannya dari tanganku dan mengusap kepalaku lembut. “ Aku tahu kau juga merasakan yang sama. Kau bahkan tidak mendorongku untuk menjauh atau menamparku ketika aku menciummu.” ucapnya, yang membuatku sadar bahwa sepertinya Taehyung Sunbae terlalu banyak menonton drama sepertiku.

“ Ayo pulang.” Taehyung Sunbae menggandeng tanganku lagi dan berjalan menuju halte bus terdekat sambil mengayun-ayunkan tanganku. Aku hanya bisa tersenyum sambil memandangi wajahnya yang tampak sangat senang. Lebih senang daripada ketika dia mengajakku untuk pergi bersama di cafetaria.

Jadi, apakah kami sepasang kekasih sekarang?

*  *   *   *

*penulis yang mblo ini baper setelah ngebaca ulang tulisannya sendiri*

Taehyung ge-er banget kalo Sujeong suka ama dia, padahal Sujeongnya sendiri bingung dia mau suka atau ngga ._. Sebenernya naksir, tapi hatinya udah lama ngga disinggahi *asek~* jadi mencoba untuk biasa-biasa aja. Eh malah dipeluk, digandeng, dan dicipok *eh ._.

Aku agak ngga yakin sih, Taehyung ama Sujeong sama-sama kidal atau ngga. Soalnya seingetku di acara BTS Idol Show China pas jaman Danger, kayaknya Tae pernah bilang kalo dia left-handed. Terus di Lovelyz in Wonderland, pas Sujeong tangan kirinya diborgol ama Jisoo, dia bilang kalo dia susah makan karena biasanya pake tangan kiri. Dan aku kayak seneng sendiri kalo kopel yang aku shipperin punya persamaan gitu xD

Dan tentang length, aku sebenernya ga terlalu tau menahu tentang length T^T (soalnya kebiasaan nyoba bikin FF ditulis cast ama genrenya doang) Jadi aku tulis jumlah katanya aja.

Advertisements

4 thoughts on “[Freelance] Bittersweet

  1. huaaaaa beneran Taehyung kidal??

    iya Sujeong itu kidal lohh thor, entah kenapa aku suka orang yang kidal wkwkwk

    ihh bener nih author jomblo.. kok ff nya gula-gula begini sih? jadi aku yh baper

    Like

    • Kayaknya sih,di acara Idol Show China itu dia bilang…soalnya pas liat Sujeong di Lovelyz in Wonderland susah makan pake tangan kanan,aku malah heboh sendiri karena keinget Taehyung pernah bilang dia kidal >_<
      Bwahaha…maafkan daku x’D Daripada menebar kesedihan,mending menebar gula-gula…khekhekhe…

      Like

  2. LANGSUNG BACA SEKUELNYA :”D kak, seriusan ini bagus banget ;~; /ignore the fact that i’ve read it on saturday night //halah/ trus trus, saya senyum2 sendiri bacanya dari awal sampe akhir :”D ugh, kapan ada cowok se gentle mas etet di kehidupanku /dilempar/

    mba sujeong yang sibuk sama proposal klubnya… somehow mengingatkan saya pada proposal klub yang belum kelar2 :”) /hoi/
    dan, ugh, jujur aku juga kadang iri sama mahasiswa tingkat atas yang jadwalnya udah melonggar… padahal kan justru beban pikiran mereka berlipat ganda :”D /ngomongapasi/

    TETEP SEMANGAT BERKARYA KAK XD

    Like

    • Khekhe…aku ga tau kalo dirimu komen di 11:11 juga,untung aku tengok dulu (?)
      Ngga usah yg baca,yg bikin aja senyum-senyum sendiri nulis ini T^T
      Tapi terlalu longgar juga ga enak,bingung mau ngapain T^T (curhatan mahasiswa tingkat hampir atas yang kurang acara)
      okee…tengkiyu rito~ ^^

      Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s