[A New Trilogy] Lily

tumblr_mcnzlljZDG1rgoyqso1_500

presented by aurora | starring Yoo Jiae Surrealism; Family; Slice of Life; and Hurt/Comfort | a Ficlet PG-15

summary:

Jiae baru saja mekar di hari kedua puluh satu bulan kelima.


Jiae baru saja mekar di hari kedua puluh satu bulan kelima. Mahkotanya yang putih berkilauan ditimpa sinar matahari, tangkainya langsing dengan dedaunan yang hijau segar. Semua penghuni kebun langsung saja menyukai si lili mungil yang cantik itu dalam waktu singkat. Mawar putih yang tinggal di samping petaknya dan orangtuanya tersenyum ramah padanya dan suka memberi keluarga Jiae sebagian dari masakannya yang lezat.

Oh, Paman dan Bibi Anyelir yang cantik di seberang juga sangat baik! Mereka suka meminjamkan Jiae mainan dan buku-buku milik putri mereka yang kini tinggal di dalam rumah pemilik kebun ini. Jiae sempat kasihan pada Paman dan Bibi Anyelir, tapi kata Bibi Anyelir, mereka masih bisa menyapa putri mereka kalau jendela kamar putri pemilik kebun terbuka.

Ayah dan ibu tentu saja sangat menyayangi Jiae. Pasangan lili putih dan lili jingga tersebut sudah lama sekali menanti mekarnya putri kecil mereka. Setiap malam, Ibu akan membacakan Jiae dongeng tentang petualangan Lili Macan yang pemberani, atau Melati yang jujur dan tidak egois, lalu Ayah akan menyelimuti Jiae yang telah jatuh ke palung bawah sadar.

Malam itu Ibu membacakan kisah berbeda, tentang Mawar Merah yang sombong dan Bunga Matahari yang rendah diri: mereka sama-sama menyukai Pangeran Daffodil. Mawar Merah sangat sombong, ia menjelek-jelekkan gaun Bunga Matahari di pesta dansa, tetapi Bunga Matahari cuma tersenyum menanggapi ejekan Mawar Merah. Terpesona dengan kebaikan hati Bunga Matahari, Pangeran Daffodil pun menikahinya dan memerintahkan agar Mawar Merah dihukum.

“‘Pangeran Daffodil mencium Bunga Matahari setelah Mawar Merah dibawa ke ruang hukuman, dan Pangeran Daffodil dan Bunga Matahari hidup berbahagia sampai keduanya layu bersama-sama'”, suara Ibu yang lembut mengalun dan memberatkan kantuk Jiae, lili putih itu menguap, kemudian menyandarkan kepala pada daun hijau Ibu yang nyaman.

Ibu menutup buku ceritanya, di wajah beliau ada sesimpul senyum. “Nah, Jiae, jangan seperti si Mawar Merah, ya? Sombong itu tidak baik.” Ibu mengelus kelopak Jiae yang lembut.

“Tapi, Bu, Jill—mawar merah yang petaknya di samping Bibi Anyelir tidak sombong,” protes Jiae, lili itu memandang polos kedua orangtuanya yang terkekeh mafhum.

“Ini soal mawar yang lain, sayang,” kata Ayah sambil menaikkan selimut putrinya. “Sudah larut malam, sebaiknya kau tidur.”

Jiae selalu mendapat kebahagiaan kecil ini setiap hari dalam hidupnya. Ia sering mendengar ibunya membacakan kisah tentang bunga yang hidup di halaman rumah bangsawan, dan setiap hari disiram dengan air yang segar pun harum. Jiae tidak iri. Malah ia kasihan dengan bunga itu karena tidak punya orangtua yang sesayang ini padanya.

Tiba-tiba tanah bergetar, teriakkan para tanaman di kebun memekakkan malam. Para tanaman berusaha menyelamatkan diri dengan menjauhi kaki-kaki yang berlarian di petak-petak. Ah, para perampok itu rupanya sedang dikejar warga dan melarikan diri lewar kebun ini.

Jiae dan kedua orangtuanya masih berusaha mencabut akar mereka, lalu sebuah kaki bersepatu converse menginjak Paman Anyelir, istrinya menjerit sedih. “Jiae, akarmu sudah keluar! Sekarang pergi!” Ayah berteriak membuyarkan Jiae yang masih shock atas kejadian yang menimpa Paman Anyelir.

“Ayah, aku akan membantumu!” jerit Jiae, namun sebelum kedua tangan Jiae mencapai ayah, sebuah sepatu lain menimpa mereka. Jiae dan ibunya terpental, momentum barusan menciptakan badai debu kecil. Jiae terbatuk, berusaha melihat di balik badai ketika memudar.

Ayahnya, terbaring dengan keadaan yang hancur; kelopak jingga beliau kotor dan robek-robek. Ayah Jiae telah mati. Jiae dan ibunya tersedu menangisi Ayah, sementara bunga lain memandang mereka iba. Jiae telah kehilangan satu dari kebahagiaan kecilnya.

“Ayah! Ayah tidak boleh meninggalkanku dengan Ibu! Siapa yang akan menyelimutiku nanti?” Jiae terisak, kelopaknya mulai mengeluarkan warna-warna cokelat. Ibu menelungkupkan wajah di dada suaminya dan menangis tersedu di sana.

Bunga-bunga lain meneriaki mereka memberi peringatan akan sebuah sepatu yang sedang menuju koordinat mereka. Jiae mendengarnya dengan sangat jelas, tetapi ia sudah tak peduli. Si lili kecil hanya ingin bersama ayahnya. Pun sang ibu yang terlalu sibuk menangisi kepergian sang suami.

Dan cuma perlu hitungan sekon hingga sol sepatu yang keras menggilas Jiae dan ibunya.

.

.

.

Yoo Jiae terbangun dan mendapati dirinya berkeringat hebat, jantung gadis itu berdentum tak keruan di balik tulang rusuk. Mimpi barusan rasanya sungguh nyata. Dengan cepat ia bangkit dan memeriksa pantulannya di meja rias.

Dia remaja manusia biasa, bukan bunga lili putih yang masih kanak-kanak.

Kemudian ia menengok ke luar jendelanya yang dihiasi anyelir, mendapati ayahnya di halaman, sedang memijat kepala. Yang membuat Jiae tercenung ialah kondisi kebun ayahnya yang seperti baru diserang sekumpulan gajah gila.

“Ah, pagi Jiae-ya!” sapa Ayah riang dari balik kacamata bundar beliau. ” Semalam ada perampok yang melarikan diri lewat kebun kita. Banyak yang hancur, tapi kita masih punya banyak bibit, tenang saja!”

Jiae tak terlalu mendengarkan ocehan ayah soal kebun yang dirusak. Pandangan gadis itu terfokus pada satu titik yang membuat sebuah hantaman di dadanya.

Di sebuah petak, tiga tangkai lili tergeletak hancur; satu lili jingga dan dua lili putih.

finish.


notas:

  • mbak jiae jangan marah ya dijadiin bunga lili.
  • yes, happy birthday mbak ❤
  • suka sebel sama orang yang nginjak bunga sembarangan. huft.
  • since this is surrealism, tolong jangan bingung ‘kenapa daffodil bisa nikah sama sunflower?’, ‘kenapa bunga bisa bacain buku buat anak’. ini surrealism, i repeat, emang suka di luar logika tapi diceritakan seolah itu hal yang normal. just use your imagination x)
  • aku terinspirasi bikin bunga-bungaan begini dari fict-nya kak liana btw.
Advertisements

13 thoughts on “[A New Trilogy] Lily

  1. Jadi ceritanya si Jiae ini dapet firasat lewat mimpi kalo bunga lili ayahnya bakal ancur. Aku ngiranya Jiae langsung bangun di dunia lain taunya dunia manusia….

    Like

  2. Di sebuah petak, tiga tangkai lili tergeletak hancur; satu lili jingga dan dua lili putih.

    INI GENRENYA APA SIH??? bukan gore tapi kenapa aku merinding disko baca kalimat terakhirnya??? Serius kayak habis baca fic setan huhu. Tapi bahasa kamu asyik banget, flowing smoothly with the storyline, terus juga percakapannya oke :> keep wriiting ya!!

    Like

  3. Eh, aku udah komentar loh…tapi pas nengok ke mari lg ternyata gak kepos yha…baikla ku komen ulang wkwkwk

    INI SURREAL!! /catet catet/ tau gak? aku tuh suka main game The Ants /iya yg film semut2 itu ada gamenya jg/, trus bacak ini jd gak susah gitu bayanginnya~ mana lucu ngebayangin bunga goyang2 tapi mahkotanya mukanya mba jiae yg lg bicih face gitu XD /pardon my delulus/

    trus ini gampang dibacak aku sukak ini dan dek ais /cium/

    Like

    • KAK AZEL, HALO! IYEP INI (SOK) SURREAL! huhu aku ngga tau game the ants :(( tapi iyaa lucu sih mbayangin bunga lili berwajah mbak jiae, ntar ada daisy berwajah kei, terus melati berwajah yein ((LOH LOH)) whaa hamdalah gampang dibaca! jangan cium aku kak nanti dimarahin abangku /tunjuk jungkook/

      Liked by 1 person

  4. aku kaget. aku baru kali ini baca surrealismenya si ais dan daebak
    feelnya feelnya T.T duh aku jadi merasa dangkal/? sudahlah, ini keren bgt terus yg di akhir tuh aku lgsg teriak ‘ah sediiiiiiiiiiiiiiih perampok sialan!’ lgsg gitu cobak.
    banyakin nulis gini ya, direblog biar aku gak ketinggalan XD keep writing!

    Like

    • kak lianaaa, aku juga kaget ngeliat kak liana bisa sampe kesini 😹😹 alhamdulillah dibilang daebak sama penggemar surrealism :” tbh aku juga demen genre surreal tapi kadang nulisnya gakuat sendiri /krik. iya perampoknya jahat duh udah ngerampok orang nginjak bunga pula!!! sippo makasih udah nyampai sini kak li, keep writing juga ❤

      Like

  5. SYAAA bentar aku mau curhat dulu. Kan aku nyasar ke sini gara-gara kamu reblog, terus aku baru sadar kalau posternya itu bentuk wajah….. ((terus kenapa))
    Waktu baca ini tau nggak sih aku merasa kayak baca cerita dongeng buat anak-anak, unyu gitu terus bahasa kamu juga simply beautiful. Aku nggak nebak sih kalau ternyata itu semua cuma mimpi, kukira udah selesai aja waktu sol sepatu nginjak Jiae sama ibunya. Tbh, aku langsung kayak mau nangis lho sya tanggung jawab nggak 😭 Jadi keinget sama orang tua, apalagi waktu si Jiae manusia itu ngeliat ke kebunnya dan lili yang mati sama kayak yang di mimpinya dia 😦 Gaboong sedih 😦 Keep writing aisyaa!

    Like

    • SHIAA WAH JADI PADA NYASAR KESINI 😹😹 iya itu supaya tambah surreal, dan buat (uhuk) marketing strategy juga sih (uhuk).
      dongeng anak-anak yaa hahahaha, soalnya kan ceritanya bunga baru mekar gt jadi anggapannya anak-anak lah. NGGA MAU TANGGUNG JAWAB 🙈🙈🙈 tauga shia, aku sebenernya ngga ada rencana bikin satu keluarga itu diinjek sepatu loh 😹 tapi aku seneng deh feel-nya nyampai ke shia! makasih udah kesasar di sini and keep writing too ❤

      Like

  6. Unik…
    Jiae-nya jadi bunga lili
    Itu cuma mimpi kan?
    Tapi pas bangun dia nemu di tamannya ada tiga bunga lili yang mati
    Kaget aku o.o
    Jadi ngeri/?

    Like

    • halo ai! iya ini cuma mimpi sih, tapi di mimpinya itu seolah-olah dia jadi jiwa (??) di bunga lili itu. nggak tau juga ah aku nggak ngeplot mateng-mateng iki namanya juga surreal 😹😹

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s