[A New Trilogy] The Maze

Standard

themaze3

Yoo Ji Ae menjadi orang yang terpilih memasuki labirin selanjutnya. Ia tidak bisa menolaknya dan kini ia harus berjuang sendiri di dalam labirin yang tak berujung itu.

.

Title : The Maze | Scriptwriter : magnaegihyun | Genre : Sci-fi, Lil bit Friendship | Duration : Vignette(1.346 words) | Rating : T | Starring : Yoo Ji Ae, Min Yoon Gi | Inspired by Lovelyz’s teaser ‘A New Trilogy’, BTS’ mv ‘Epilogue:Young Forever’ |

.

Disclaimer : This storyline is belong to magnaegihyun. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the cast? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE! | Warning for typo(s) and OOC>< | Sudut pandang di sini adalah aku-an dan aku adalah Ji Ae

*

Aku memandang pemandangan yang ada di depanku tak percaya. Aku melihat Ye In yang tampak kebingungan sekarang. Ia tampaknya tak sadar bahwa aku ada di belakangnya. Ia masih fokus menali pita di ranting pohon yang merupakan dinding labirin yang merupakan perbatasan tempat ini.

 

Aku mengikutinya ketika ia terus berjalan dan menali pita di setiap persimpangan. Aku tahu ini tidak nyata karena tidak mungkin aku bisa melihat Ye In lagi, dia sudah pergi. Aku tahu ini mungkin hanya mimpi tapi aku bersyukur setidaknya aku dapat melihat Ye In lagi setelah sekian lama.

 

Ketika ada lorong labirin yang lurus dan terlihat di ujung lorong itu ada cahaya, Ye In mulai tersenyum dan berlari. Aku yang jelas tidak tahu apa yang harus ku lakukan pun terus mengikuti Ye In. Aku heran ketika Ye In semakin tersenyum lebar ketika ia mendekati ujung lorong itu. Aku sadar apa yang membuat senyum Ye In itu semakin lebar. Ya, seorang lelaki yang jelas tidak akan ditemui di kota-ah mungkin lebih pantas disebut desa tapi tidak pantas juga sih, abaikan sajalah-. Aku semakin syok melihat Ye In memeluk lelaki itu. Apa mereka berdua saling mengenal? Apa-apaan ini?

 

.

 

Aku terbangun dari tidurku dengan detak jantung yang masih berpacu keras. Mimpi macam apa itu? Aku menurunkan selimutku dan bangun meraih gelas yang ada di meja. Aku meneguk habis airnya mengatasi tenggorokan keringku. Ini aneh, selama ini aku tak pernah bermimpi semacam itu.

 

Eonni! Ah kau sudah bangun. Kebetulan!”

 

Mi Joo, temanku yang kasur tidurnya bersebrangan denganku itu tiba-tiba masuk. Well, dia memang selalu tiba-tiba masuk seperti ini. Oke, aku harusnya paham bahwa di sini kami bisa dengan mudah masuk kamar tiap orang karena kami sudah menjadi seperti keluarga sendiri di sini, hampir selama empat tahun di sini aku sudah menganggap siapa saja di sini sebagai keluarga.

 

“Kenapa, Mi Joo?”

 

“Oh—itu—ada pendatang baru lagi…”

 

.

 

Aku paham mengapa Mi Joo begitu terbata-bata menyampaikan hal itu padaku. Inilah alasannya. Bahwa pendatang baru itu datang untuk menggantikanku. Ya, menggatikanku yang harus masuk ke dalam labirin dan meninggalkan tempat ini. Inilah semua alasan mengapa pendatang baru berdatangan melalui sepetak ruangan kosong berpintu itu.

 

Hal ini sudah terjadi sejak lama ketika aku tinggal di sini. Ya, di sebuah lahan yang terlihat seperti sebuah desa yang ditinggalkan dan berbatasan langsung dengan labirin yang selalu terlihat tanpa jalan keluar dan hutan. Aku selama empat tahun ini sudah biasa mencari makan dan bertahan hidup dengan apa saja yang tersedia di sini. Selama ini, aku tidak pernah bisa keluar ataupun menemukan alat komunikasi di sini. Aku dan semuanya seolah-olah terkunci di sini. Anehnya juga, semua yang ada di sini adalah perempuan berusia dua puluhan, bahkan yang paling muda berusia delapan belas tahun. Kami juga tidak pernah mengerti mengapa kami berada di sini ataupun dari mana asal kami. Yang kami tahu hanyalah nama dan usia.

 

Aku paham Mi Joo pasti sekarang memandangku kasihan. Semuanya yang masuk ke dalam labirin itu tidak pernah kembali dan tidak ada kabar apapun dari mereka.Bahkan ketika pendatang baru dikirim oleh yang jelasnya adalah yang mengurung kami ini sudah dipersiapkan bekal dan pakaian yang harus kupakai saat berangkat nanti.Mengetahuinya membuatku tersenyum sendiri. Jadi ini rasanya ketika menjadi seseorang yang terpilih, begitu memuakkan merasakan semuanya memandangku. Ye In, seseorang yang kuimpikan tadi sudah terpilih sebulan yang lalu. Jadi tandanya aku terpilih adalah dengan bermimpi aneh seperti itu. Sayangnya, tidak ada yang bisa kulakukan sekarang, aku hanya bisa bersiap-siap untuk masuk labirin besok pagi. Meskipun aku tidak bisa menutup mataku untuk tidur, kali ini aku harus memaksanya. Tidak ada yang bisa kutebak, bisa saja aku tidak bisa tidur di dalam sana.

 

.

 

Jadi begini rasanya, ketika aku harus sendirian berada di dalam labirin tanpa arah. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan sekarang. Aku sudah merasa lelah memutari jalan ini dan terus saja kembali ke jalan ini tidak menemukan jalan keluar. Semua hal terasa kabur bagiku sekarang. Aku sudah lupa bagaimana udara di kamarku dulu ataupun bagaimana rasanya ketika aku harus bekerja sama dengan Mi Joo menyiapkan makan malam bersama. Itu terasa asing sekarang.

 

Aku sudah harus mengubur kenanganku ini, mungkin aku memang harus benar-benar menyerah dan memilih untuk bertahan berada di labirin ini. Sesungguhnya, labirin ini tidaklah terlalu buruk. Oke, buruk untuk menutup jalanku kembali ke kamarku yang dulu. Aku hanya diperbolehkan berjalan maju menjauhi tempatku dulu. Tapi di setiap persimpangan selalu disediakan tempat untuk istirahat yang membuatku sedikit merasa aman.

 

Selama aku terkurung di sini, tidak ada hal yang begitu membahayakan kecuali angin yang mulai berhembus ketika matahari terbenam. Hanya saja, ketika malam hari menjelang aku hanya memilih bercepat-cepat menemukan persimpangan untuk beristirahat. Seperti kemarin malam, aku malah baru menemukan persimpangan ketika cadangan air minumku ini sudah benar-benar habis. Akupun memilih melanjutkan perjalananku sekarang. Ini sudah menjelang matahari terbenam namun aku belum menemukan sumber air minum. Padahal aku begitu haus.

 

Ketika aku menemukan persimpangan, ada suatu keanehan. Di persimpangan ini tidak ada tempat istirahat hanya ada pita putih yang mengingatkanku pada mimpiku mengenai Ye In. Sejenak, aku ragu untuk mengikuti pita ini, tetapi jalanku untuk kembali tampak begitu menyeramkan sekarang. Akupun memilih mengikutinya. Lorong labirin yang lurus dan dipenuhi pita putih seolah menunjukkanku sesuatu.

 

Aku tercengang melihat ujung lorong ini. Tidak ada persimpangan ataupun belokan, hanya ada buket bunga yang diikat ke ranting pohon. Aku tanpa ragu meraihnya meyakini bahwa pasti ada maksud tersendiri di balik buket ini. Benar dugaanku, dinding berumput itu kini terbuka seolah-olah menyambutku dengan lantang ‘anda berhasil menyelesaikannya’.

 

Aku merasa sedikit lega dan berjalan dengan pasti keluar dari labirin. Memang cukup aneh mendapati apa yang ada di depanku ini begitu lapang dan aku langsung disambut sinar matahari yang hampir tenggelam. Ini jelas berbeda dan tak pernah kulihat di tempatku dulu, aku tak pernah bisa melihat matahari musim semi bersinar secerah ini. Apa ini tempatku yang asli dan yang harus kutuju sekarang, bahkan di sini tak kelihatan tanda-tanda kehidupan. Aku benar-benar tak mengerti.

 

“Yoo Ji Ae?”

 

Aku berbalik mendengar namaku disebut,”Kau—Min Yoon Gi—kan?”

 

Lelaki berambut blonde terang itu tersenyum mendengarku mengenalinya. Aku juga heran bagaimana bisa aku mengenalinya. Tapi sekelibatan ingatanku kini berputar di kepalaku. Jadi ketika aku keluar dari labirin ingatanku kembali? Ini hebat dan aku kini juga ingat bahwa semua remaja perempuan harus dikirim di tempatku dulu sebelum beranjak dewasa untuk mempersiapkan dirinya tapi entah untuk apa. Aku ingat diriku yang dulu yang begitu manja dan begitu dekat dengan—Min Yoon Gi?

 

“Tunggu—jelaskan mengapa aku dekat denganmu sebelum masuk ke dunia labirin?”

 

Yoon Gi kembali tersenyum,”Jadi benar analisis kami, bahwa semua perempuan di sana lupa akan ingatannya. Aku adalah temanmu sejak kecil, Ji Ae-ya.”

 

“Ka—kami? Maksudmu para lelaki?” tanyaku terbata-bata.

 

“Ya, ingatan kami pulih. Kami memasuki dunia labirin yang lebih buruk daripada kalian. Tempat lapang seperti inilah tempat kami, kami baru bisa keluar dan bebas ketika kami menemukan jalan keluar sendiri.”

 

Aku cukup percaya dengan perkataan Yoon Gi itu. Karena di seberang labirin rumput yang tadi kulewati ada labirin dengan dinding dari kawat dan terlihat lebih rumit. Banyak pertanyaan yang bermunculan di kepalaku membuatku lupa bahwa aku kehausan. Tapi rasa haus itu terkalahkan dengan rasa penasaranku.

 

“Tapi kenapa kita dikurung? Kenapa kita dibedakan? Siapa yang mengurung?”

 

Yoon Gi menjawabku dengan sabar,”Semenjak perang berkobar kembali, pemerintah berinisiatif untuk mengurung para remaja yang nantinya harus berjuang dan berperang di luar sana, di mana aku sebagai laki-laki harus bisa menemukan strategi untuk keluar dari labirin dan kau sebagai perempuan harus bisa bertahan hidup dalam keadaan apapun, setidaknya begitulah analisisku.”

 

Sejenak, aku terpukau dengan penjelasan cerdas Yoon Gi itu. Aku tak pernah menyangka Yoon Gi yang dulu dalam ingatanku hanya suka tertawa dan tak tahan di bawah sinar matahari kini sudah tumbuh menjadi lelaki yang cerdas. Ini terasa tak nyata.

 

“Ah ya, ayo kita duduk. Kurasa kau kehabisan perbekalan, ini makan milikku, kita bisa menunggu dijemput sambil melihat sunset.”

 

Aku mengangguk dan ikut duduk,”Terima kasih banyak.”

 

Ia menoleh dengan senyumnya,”Oh ya, kau cantik dengan baju itu.”

 

Mataku membelalak mendengar ucapanku. Oke, kuakui jantungku berpacu keras mendengar pujian Yoon Gi itu, bahkan dapat kupastikan pipiku sudah merona. Ya ampun, bagaimana bisa dia mengeluarkan kata-kata seperti itu di saat seperti ini. Apalagi di saat kami baru bertemu setelah berpisah beberapa waktu. Suasana menjadi sangat canggung sekarang, apalagi hanya ada kami berdua.

 

“Terima kasih—“

 

Ia memotong ucapanku dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya,”Ah sampai lupa, selamat ulang tahun kedua puluh empat, Yoo Ji Ae!”

 

-FIN-

Wednesday, May 18 2015 – 10.11 pm

Haihai, lovelinus! Cuma mau ngucapin, happy birthday, eonni *khayalanku* Yoo Ji Ae. Semoga tambah cantik, tambah sukses, dan tambah-tambah lainnya 😀 Untuk ffnya, cuma mau minta maaf  dan kalau nggak cocok dan absurd gini, alasannya ini genre yang nggak pernah kubuat jadi baru bisa kukerjakan hari ini setelah bertelur semingguan ini dan dengan dua jam untuk ff ini, sori._.v Well, kalian semua pasti setuju kan kalau teaser a new trilogy dan mv young forever sedikit berhubungan *jiwa shipper kumat* Maka jadilah ff ini dengan sedikit inspirasi dari The Maze Runner. GIVE ME YOUR FEEDBACK>>>

Happy birthday Ji Ae eonni,

magnaegihyun

Advertisements

5 thoughts on “[A New Trilogy] The Maze

  1. azeleza

    Tolong…ini…plis ini gak ada kelanjutannya? :”D

    Aaaaaaah, abis itu mereka ngapain? Duh, duh, tolong tolong. Jiae di genre action pasti mancay gitu huaaa sambadi helep! Huaaa, beneran deh aku suka bgt ini soalnya aku jg baca Maze Runner kali yaaa XD dan aku emng penikmat fantasi luar gitu yg survival2an apalagih :”D

    Dan, ya…duh, itu banglyz di maze itu bikin otak2 deluls subur bgt gitu deh heuheu~

    Oh, feedback…hm, awal2 aku sempet keserempet2 kalimat yg agak kepanjangan gitu tapi gak berpengaruh ke kenyamanan aku dalam ngebaca ini kok :””

    Sudaah~ sukaak~ ❤

    Like

    • Hai, makasih komennya.
      Kelanjutan ya? Aku nggak janjiin deh.
      Kalo gitu kamu sama kayak aku ya? Aku bener-bener tergila-gila sama fantasy barat yang kayak The Maze Runner, dll. Mereka selalu bikin aku daydreaming terus.

      Iya masalah banglyz sebenernya aku hard shipper mereka jadi beginilah, susah move on><

      Makasih sarannya, ok mungkin di fic lain nggak perlu banyak-banyak paragraf gitu yaa, aku sejujurnya masih banyak kekurangan kok. Sekali lagi makasih komennya c;

      Liked by 1 person

  2. Aku keinget maze runner pas baca fic ini :”D abang newtku yang malaaang~ /stahp/. oke, maafkan malah jadi berfangirling ria xD ugh, seriusan suka banget sama plotnya yang berbau action-survival game gitu, macem TMR sama Hunger Game jugak :’) /heh/

    POKOKNYA SUKA! PAKE BANGET ❤

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s