[A New Trilogy] Sleep

ki

Title: Sleep

Cast : Lovelyz’s JiAe | OC’s Chan

Genre : Friendship

Length : Ficlet

Rating : General

Author : Claralaluchaipark aka TianiEXO

Disclaimer : Karena berhubung saya sudah ikut serta untuk event ulang tahunnya JiAe yang sangat imut dan lovely hahahaa >_< jadi deh ide ff yang entah darimana langsung muncul. Sedikit ngambil contoh dari sebuah manga Jepang yang berjudul ‘Stardust Wink’ yang tentang sahabatan aja yang lain murni pemikiran saya. Kalau nggak percaya baca aja manganya. Terima kasih juga buat yang udah menyempatkan diri baca ff antah berantah ini, habis baca langsung consult di Dr.Frost aja ya. (Biar nggak bingung dengan ff ini)

Summary : ‘Aku tidak mau hanya dianggap teman’

 

 

Petir, Guntur, kilat.

Semua hal yang bersangkutan dengan 3 hal di atas sangat menakutkan.

Menakutkan bagiku.

Sejak, kelas 3 SD, saat itu aku mengalami trauma. Dimana berhubungan dengan 3 hal tersebut.

Itulah mengapa, aku tidak suka hujan.

Lebih baik, aku tidur meringkuk di balik selimut saja daripada harus melihat hujan.

Membuatku takut, selalu gemetaran.

 

^^^^^^^^^^^^^^^

“Hari ini hujan lagi, ya?” Jiae menatap langit yang berwarna hitam.

“Aku harus cepat, bisa-bisa hujan akan segera datang” Jiae langsung mempercepat langkahnya meninggalkan sekolah.

Keringat dingin mengucur deras di wajahnya, Ia tampak snagat terburu-buru. Hingga sampai di lift apartemen, baru

Ia bisa sedikit menghela nafas lega.

“Hampir saja”.

Jiae melangkah lambat di lorong menuju kamar apartemen miliknya sambil menunduk.

“Sepi sekali” gumam Jiae, dan tepat berhenti di depan pintu apartemen.

“Kira-kira, apa yang dilakukan Chan saat ini?” Jiae bertanya dalam hatinya.

“Apa pacarnya datang lagi hari ini?” masih bertanya di dalam hatinya, Jiae pun berlalu. Memasuki kamar apartemennya yang tepat di sebelah kiri kamar apartemen Chan.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^

 

JEDARRRR!!!!!!!!!!!!! BRAKHHHHHH!!!!!!!!!!

Suara Guntur dan petir yang menyambar begitu kencang. Bahkan cahaya kilat sanggup menembusi ruangan gelap tempat Jiae sedang meringkuk ketakutan.

“Ibu” gumam Jiae sambil gemetar. Ditambah petir yang mampu menggetaran lantai apartemen.

“Aku takut” Jiae terlihat begitu lemas.

“Chan, sahabatku Chan” Jiae memberanikan diri dan berlari keluar dari kamarnya menuju kamar Chan yang berada di sebelah kamarnya. Untung saja, ia tahu password kamar apartemen Chan.

“Chan, aku tak-“ Jiae terkejut, ada seorang gadis sedang bersantai di atas kasur Chan. Sementara Chan sedang focus membaca buku dan bersandar di kaki tempat tidur.

“Hei, Chan kenapa gadis ini isa masuk ke kamarmu?! Bukannya ini sudah jam delapan malam?! Dia siapa?!” gadis itu terlihat tidak suka dengan kedatangan Jiae yang secara tiba-tiba.

 

JEDARRR!!!!!!!!

“Akhhh, Chan aku takut” Jiae langsung terduduk dan memegang kepalanya.

“Hei! Apa yang kau lakukan di kamar Chan?!” marah gadis itu sambil menghampiri Jiae.

“Keluar” Chan membuka suaranya, menghentikan langkah gadis tersebut.

“Kau tidak dengar itu?! Chan menyuruhmu keluar!” kesal gadis itu, Jiae mengangkat kepalanya menatap Chan sedih.

“Tidak, bukan Jiae. Tapi kau” ucapan Chan membuat gadis itu terbelalak kaget.

“Chan?! Apa kau barusan mengusirku?!”

“Iya”

“Kenapa?! Memangnya siapa gadis ini?!” marah gadis itu sambil menunjuk Jiae, yang kelihatan sangat ketakutan.

“Karena dia sahabatku” ucapan Chan membuat gaids itu berdecak kesal, mengambil tasnya dan segera keluar dari kamar Chan.

“Mana ada sahabat yang sampai seperti itu!” sindir gadis itu sambil memabnting pintu dengan kasar.

Setelah gadis itu pergi, hanya ada Chan dan Jiae di dalam kamar Chan.

Hening, hanya terdengar suara Guntur dan Jiae yang terisak ketakutan.

“Jiae, ayo kita tidur bersama” Chan bangun dan menghampiri Jiae, yang duduk ketakutan di hadapannya.

“Kau sangat takut dengan petir kan, kita tidur bersama agar kau tenang” ucap Chan, Jiae hanya mengangguk kemudian beranjak ke tempat tidur.

“Chan, aku sangat takut” lirih Jiae,

“Tidak apa-apa, aku berada di belakangmu sekarang” ucap Chan lembut.
Jiae menghela nafas lega, rasanya sngat tenang bila bersama Chan.

“Chan kau memang sahabat terbaik yang pernah kumiliki” ucap Jiae yang terdengar senang kemudian memejamkan matanya.

Tanpa Jiae ketahui, Chan menatapnya dari belakang dengan sorot mata yang terlihat sedih dan kecewa.

“Aku tidak mau hanya dianggap sahabat, Jiae,

 

You’re so honest, Jiae”

Advertisements

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s