Posted in Angst, Lovelyz Fanfiction Indonesia, PG-15, Romance, stalkim98, Surrealism, Vignette

[VIGNETTE] RAPUNZEL

러블리즈(Lovelyz) 'Destiny (나의 지구)' Official MV.mp4_snapshot_02.44_[2016.04.28_21.07.26]_副本

Rapunzel

Stalkim98 || Yoo Jiae ♥ Min Yoongi || surrealism, lil bit romance, angst(?) || pg-15 || Vignette (1303w) || Summary: “Kau akan menjadi Rapunzel di sini, Yoo. Dan ketika aku bangun nanti, kau akan tetap di sini.”

Ini bukan dunia yang ia tapaki sebelumnya. Saat pandangannya menelusuri tiap inci dunia yang asing ini, tidak sengaja dilihatnya sebuah pohon besar dengan apel yang menggantung. Tunggu dulu, itu tidak terlihat seperti pohon apel pada umumnya. Kakinya yang memakai sepatu putih mendekat, berjalan di atas rumput hijau yang lembut seperti beludru, dan bunga warna-warni memagari jalannya menuju pohon besar itu.

Ia yakin itu bukan pohon apel seperti di jalan dekat rumahnya. Rumah. Benar, di mana rumahnya? Kembali ia menoleh ke kanan dan kiri. Tidak ada rumah atau bangunan lainnya. Hanya pohon-pohon besar, bunga-bunga warna-warni, satu air terjun yang tenang, dan–hey! Ada satu pohon tanpa daun dengan akar gantung lebat yang saling bertautan dan memiliki pintu di dekat air terjun. Mungkin di sana ada orang dan–makanan. Ugh, ia benar-benar lapar.

“Hey, Yoo! Kau bisa makan apel itu jika kau lapar.”

Kepalanya menoleh. Dilihatnya seorang laki-laki melangkah pelan mendekatinya dengan senyuman yang membingkai wajah.

Lipatan kecil tampak di dahi Jiae. Ia tidak mengenal laki-laki itu. Jangankan mengetahui namanya, melihat saja belum pernah sebelumnya. Kedua kaki Jiae seperti mati rasa. Ingin ia beranjak, berlari bahkan jika perlu saat melihat senyuman di wajah laki-laki itu berubah menjadi seringaian kecil. Sangat menakutkan.

“Makan ini.”

Sebuah apel merah besar menggiurkan berada tepat di depan wajah Jiae. Tangan kanan Jiae terulur menyambut apel merah itu dari tangan laki-laki di hadapannya. Terdengar bunyi kress saat Jiae menggigit daging apel itu. Apel yang berbeda dari dunia sebelumnya. Sangat enak, menurut Jiae.

“Sebenarnya ini di mana?” Jiae bertanya pelan setelah diajak duduk di akar gantung pohon besar yang saling menaut.

Laki-laki di sampingnya menatapnya lembut, lalu tersenyum. “Mimpi,” jawabnya kemudian.

Kedua alis Jiae bertaut. Alih-alih menanyakan kejelasannya, Jiae lebih memilih untuk mengayun di atas akar itu. Sampai ia sadari satu hal, Jiae tidak tahu siapa laki-laki itu.

“Aku Min Yoongi.” Seperti tahu pikiran Jiae, laki-laki di sebelahnya sudah terlebih dahulu membuka suara.

Kepala Jiae hanya mengangguk. Ah, dan Jiae tidak tahu apa sebelumnya mereka pernah saling kenal? Atau hanya bertemu?

“Tidak, kita tidak saling mengenal satu sama lain, hanya saja, aku pernah melihatmu kemarin. Kau, memakai terusan putih hingga lutut seperti sekarang ini, dan kau–sangat cantik.” Lagi-lagi tanpa ada kata yang keluar dari bibir mungil Jiae, Yoongi sudah memberi jawaban yang ada di kepala gadis itu.

Jiae mengangguk–lagi. Sebenarnya, banyak hal yang membuatnya penasaran. Tetapi tidak ia tanyakan pada Yoongi. Jiae sudah terlalu percaya kalau Yoongi bisa membaca pikirannya. Jadi, ia hanya menatap Yoongi dan laki-laki itu akan memberikan jawabannya. Benar-benar hebat, seperti di mimpi.

Sudah lebih dari dua puluh jawaban tanpa pertanyaan yang terucap yang didengar Jiae. Kalau boleh jujur, masih ada banyak pertanyaan di kepala Jiae. Hanya saja, ia tidak tahu harus menanyakan yang mana dulu. Meski ia sudah tahu bahwa Yoongi sudah memiliki semua jawaban itu.

“Aku tidak akan menjawab semua pertanyaan yang tidak kau tanyakan, Yoo.”

Jiae menoleh. Ia tersenyum kaku dan mengangguk mengerti.

“Sebenarnya, aku penasaran pada satu hal–ah, banyak hal, tetapi aku ingin menanyakan ini padamu.” Jiae mengatur napasnya. “Bagaimana kita bisa sampai di sini?”

Kedua telinga Jiae menangkap suara tawa nyaring Yoongi, yang bahkan tidak mau keluar dan malah mentransfernya sampai ke puncak kepala Jiae. Suara tawa yang sedikit–menakutkan.

“Bukankah aku sudah bilang kalau ini mimpi, Yoo?”

Jiae mengangguk.

“Dan kau masih bertanya bagaimana bisa kau ada di sini?” Yoongi mendengus. “Kau tahu, tidak ada yang tidak bisa terjadi di dalam sebuah mimpi.”

“Lalu, mimpi siapa ini?”

“Siapa lagi? Tentu saja mimpiku! Tidak mungkin, kan, kau membawaku ke dalam mimpimu, padahal kau tidak pernah bertemu denganku sebelumnya. Dan kau, aku yang membawamu kemari.”

“Aku masih tidak mengerti.”

Yoongi turun dari ayunan akar gantung dan berjalan menjauhi Jiae.

“Maafkan aku, aku telah membuatmu seperti Rapunzel. Aku telah mengurungmu di dalam mimpiku, dan aku–“

Jiae mulai melihat bahu Yoongi bergetar. Astaga, apa yang dibicarakan Yoongi, dan apa ia menangis?

“Yoongi, kau menangis?”

Sebelumnya, Jiae tidak tahu jika ada manusia yang dapat mengatur mimpi. Jujur saja, saat mendengarnya dari Yoongi ia tidak benar-benar percaya pada ucapan laki-laki itu, walaupun air muka Yoongi tidak menyiratkan kebohongan, tidak sedikitpun, tidak sama sekali. Tapi, ini benar-benar tidak masuk di akal Jiae. Bahkan awalnya ia mengira ini dunia sungguhan, dunia lain yang hanya dapat ditembus gadis sepertinya.

Yang Jiae dengar dari Yoongi beberapa detik sebelum ia berpikir keras seperti ini adalah, laki-laki itu bertemu Jiae kemarin sore, dan ia ingin bertemu lagi dengannya. Jadilah sebuah mimpi yang diciptakan seorang Min Yoongi, di mana Jiae dikurung seperti apa tadi Yoongi bilang? Rapunzel? Gadis berambut sangat panjang yang menghabiskan hari-harinya di istana tinggi itu, kan, maksudnya? Jadi, maksud Yoongi, Jiae juga harus menghabiskan hari-harinya di mimpi Yoongi? Lalu kehidupannya?

Ah, Jiae juga mendengar dari Yoongi, bahwa di dalam dunia mimpi milik Yoongi, apapun yang dilakukan Jiae dapat dikendalikan oleh Yoongi, kecuali pikiran gadis itu. Jadi, saat Jiae hendak lari ketika melihat Yoongi menyeringai ke arahnya tadi dan tidak bisa, itu karena Min Yoongi. Seperti itu kurang lebihnya.

“Apa ada manusia dengan kekuatan–ah, aku lebih suka menyebutnya keanehan seperti itu? Aku masih ragu, Yoon.”

Yoongi mengangguk kecil. “Susah diterima akal sehat, memang. Tapi nyatanya ada. Aku lupa sudah berapa kali mengalami ini. Bahkan, aku pernah membawa orang yang sudah mati ke mimpiku, dan itu lebih baik daripada membawa orang yang masih hidup.” Yoongi menatap Jiae sambil tersenyum tipis.

Kepala Jiae meneleng beberapa derajat ke kanan. “Maksudmu?”

“Kau akan menjadi Rapunzel di sini, Yoo. Dan ketika aku bangun nanti, kau akan tetap di sini, sedangkan ragamu di dunia nyata akan menjadi–“

Jiae masih menunggu Yoongi melanjutkan ucapannya.

“–Putri tidur.”

“Apa?!”

Kepala Yoongi mengangguk. “Bukankah sudah kubilang, membawa orang mati lebih baik daripada orang yang masih bernyawa? Saat aku bangun, kau tidak bisa pergi dari sini kecuali aku yang mengeluarkanmu, begitulah cara kerjanya pada orang yang masih bernyawa. Dan untuk orang yang sudah mati, aku tidak perlu membuatnya bangun lagi.” Bibir Yoongi terkatup beberapa detik, sebelum– “Maafkan aku.”

–ia meminta maaf lagi untuk yang kesekian kali pada Jiae.

“Apa sebelumnya pernah ada yang tidak bisa keluar?”

Jiae melihat Yoongi mengangguk. “Pernah sekali, dan ia mati. Aku terlambat. Ia sahabat dan tetanggaku sendiri. Itu saat pertama kali aku sadar bahwa aku bisa mengendalikan mimpi. Dan saat ia sudah mati, aku mengatur mimpi agar bisa bertemu dengannya, dan dia menangis sejadi-jadinya karena ia ketakutan di dalam mimpi yang sangat menakutkan saat itu. Ia juga menyalahkanku karena aku tidak bisa membangunkannya. Aku menyesal punya kemampuan seperti ini,” terang Yoongi.

Jiae langsung berdiri di hadapan Yoongi dan menggenggam tangan laki-laki itu. “Berjanjilah kau akan mengeluarkanku, jangan biarkan aku mati.”

Yoongi menatap manik mata yang sudah diselimuti mendung. “Aku tidak bisa berjanji, Yoo.”

“Berjanjilah padaku, Yoongi-ya, berjanjilah padaku.” Jiae merasa lemas pada kedua kakinya. Ia terduduk sambil memeluk erat kedua lututnya, dan menangis kencang.

“Akan kuusahakan. Aku tidak bisa selalu mengingat mimpiku, Yoo.”

“Tidak apa-apa kau tidak mengingat mimpimu, tapi ingat saja aku. Aku selalu di sini menunggumu membebaskanku, Yoongi-ya.”

Yoongi tersenyum dan menggenggam kedua tangan Jiae. “Aku berjanji akan mengingatmu.” Yoongi mencondongkan tubuhnya dan mengecup kening Jiae.

Sebuah angin besar menerpa tubuh Jiae. Tangannya yang sebelumnya digenggam Yoongi terasa kosong. Pandangannya masih tertutup kabut dari mata. Jiae menoleh ke kanan dan ke kiri. Yoongi sudah tidak ada. Yoongi sudah bangun. Itu artinya, Jiae hanya menunggu Yoongi datang untuk membawanya keluar. Jiae harus menunggu beberapa waktu dan menjadi Rapunzel di dunia milik Yoongi sendiri. Meski ia tidak tahu berapa lama ia harus menunggu, ia tetap berharap Yoongi akan datang. Dan tentu saja ia pun berharap hanya ada dirinya di pikiran Yoongi ketika laki-laki itu bangun dari tidurnya, meninggalkan dunia mimpi yang irasional dibandingkan apapun yang ada di dunia. Meninggalkan Jiae yang berubah menjadi Rapunzel untuk beberapa saat.

“Aku percaya padamu, Yoon.” Setetes air dari pelupuknya menetes di atas rumput dan tiba-tiba menjadi sebuah ruang hampa yang menakutkan yang hanya ada satu ranjang besar dan lampu gantung yang menakutkan.[]

.

.

FIN

.

.

.

SELAMAT ULANG TAHUN, MBAK JIAE!!! Sebenernya ini bukan fic special buat ulang tahunnya Jiae, ini fic lama, dan aku nggak nyiapin fic apa-apa buat ulang tahun Jiae kemarin/mewek/. Dan untuk Admin dan kak Angel/ini sok kenal banget/ maafkan karena tidak bisa ikut event nya :”'(

A/N: Aiaiai, Stalkim kembali setelah datang lalu pergi lagi :’D kemarin pas Jiae ulang tahun masih puasa nge-ff sih, gara-gara masih pusing mikir sekolah/jadi curhat/ :’D Dan sekarang malah kambek bawa ff gaceto macem ini wkwk

jadi ceritanya, aku juga nggak mudeng gimana/ditabok/ ya, jadi ini mas Yoon yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama sama Jiae, dan membawa Jiae ke dalam mimpinya. Yoongi bisa mengatur mimpinya gitu. Dan buat scene/? terakhir, kenapa bisa tempatnya berubah? Jadi, semua orang yang masih bernafas yang pernah dibawa ke mimpinya Yoongi, akan berakhir di ruang kosong macem yang ditempati Jiae sekarng. Itu berarti, Yoongi udah bener-bener sadar setelah tidur dan mimpi indahnya. Jadi tugas Yoongi selanjutnya adalah membebaskan Jiae :’’’D Oh, ya, doakan supaya bisa buat sequel :’’’)

Duh, udah jadi cem drabble aja ni :’D oh ya, Stalkim nggak tau ff ini bisa dimasukin ke genre surrealism apa enggak, tapi kalau dari arti surrealism yang kudapat dari gugel sih, ff ini kegolong. Jadi, kalau menurut kalian ini gabisa dimasukkan ke surrealism, bilang ya, nanti kuhapus surrealism nya. Ah, satu lagi, jangan lupa tinggalkan jejak yaaa, Stalkim sangat bersyukur jika ada yang berkenan komentar hehe ♥♥♥♥♥♥

Advertisements

Author:

안녕하세요 || 인피니트 ♡ || 러블리즈 ♡ || 98L

18 thoughts on “[VIGNETTE] RAPUNZEL

  1. Ini harus ada sequelnyaaaaa 😩😩😩😩 sumpah lucuuuu 😁 fantasi gitu yaa? E sotoy banget 😁, bikin mereka ketemu di dunia nyata dong hahaha 😂😂 Semangat nulis ffnya kaa!!! 😊

    Liked by 1 person

    1. Haihaiii apa kita sudah kenal sebelumnya? stalkim dari garis 98 disiniii
      Doakan supaya sempat nulis sequel yaaa, soalnya ini masih sobuk belajar huhuuu
      Sebenarnya bukan fantasi ya, ini sebenarnya kehidupan nyatanya yoongi, dan itu memang sedikit aneh wkwk 😁 pengennya gitu, coba nanti di sequelnya yaaa 😉makasih sudah baca like dan komentar 😘

      Like

  2. Stalkim beibi!! Aku suka ini :”D
    Idenya asik bgt huhu.Aku gak paham perihal surrealismnya tapi ya /puhlis, azel kan yg make genre surrealism buat curhat gakjelas itu loh…/

    Bukan maksudnya mau komen2 sok gitu stalkim, tapi, Yoongi di sini masih agak samar ya? Maksudku, awalnya aku pikir Yoongi bakal jd a lil bit psycho or smth gitu. Tp ternyata dia baik? Tp…aneh? Gmn ya wkwkwk dia belum terlalu kelaitan bersalah sama kemampuannya..gitu? Trus ini komen gak penting -> penggunaan kata ‘menakutkan’ di kalimat terakhir itu dobel gitu jd sedikit gatel aja /?/ (aku bilang gak penting karena hal ini wajar2 aja menurut aku, preferensi yg nulis malah dan aku masih sering gitu wkwkwk)

    PLIS SEQUEL! :”D
    Semangat urusan sekolahnya~ aku menunggu stalkim kembalih ❤

    Liked by 1 person

    1. Hai kak azeeeelllll
      Yah perihal genre surealnya nggak usah dibahas lagi saja ya, aku juga gangerti 😔 biarkan berjalan apa adanya/looo/

      yap, mas yoon di sini masih nggak jelas siapa dia, mau apa, tujuannya bawa mbak ji itu biar apa, dia baik apa enggak, dan sebenernya juga ada yang tersembunyi dari seorang jiae, dan itu semua sih rencananya mau dibongkar di sequelnya/duh ini ribettt/ aku juga ngerasa banget karakternya mas yoon disini kurang kuat/maafkeun huhu

      ITU PENTING BANGET SERIUS. Aku juga baru sadar seetelah baca komemtar kakak kalau kata menakutkan dobel gaenak ㅠㅠㅠ besok kalau buka lepi lagi diedit deh, makasih banget udah ngingetiiiiiiin 😘

      Sequel bakal diusahakan, tapi gajanji cepet, soalnya ya memang masih disibukkan dengan sekolah 😭😭😭 mungkin menjelang puasa 😄😄 makasih banyak kak azelll, semangat juga buat segala urusan kakak 😊😊😊

      Makasih udah sempeti baca, like, dan kasih komentar 😘😘😘 laffffff

      Liked by 1 person

      1. Hai lagi stalkim 😀
        Iya..kita teh apa ya…cuma bisa delulu 😄

        UGH, PENASARAN MAS YOON KEK MANA JADINYA KAN!! Iyaah, wkwkwk salign ngingetin ajah :3 aku teh jg baru nyadar kalo Terima Kasih banyak bgt typonya T^T

        Liked by 1 person

  3. Oh… Yoongi punya kekuatan/?
    Suka deh sama ceritanya ><
    Ini butuh sequel
    Penasaran apa Yoongi bisa nyelamatin Jiae atau engga
    Tapi semoga bisa ya, kasihan Jiae kalo sendirian terus 😥

    Like

    1. Hai aiii

      Iya, mas yoon punya—sebenernya lucu disebut kekuatan, eum, enak disebut kemampuan aja kali ya hehe

      Doakan ya, otaknya stalkim ntar pas nulis sequel nggak tercemar otak psycho, biar bikin mas yoon jadi orang baik heuuuu

      Makasih ya sudah sempetin baca dan komentar, oh ya, makasih juga udah sukaaaa 😊

      Like

  4. Aku kira ‘mengatur mimpi’ yang dimaksud Yoongi semacem kayak lucid dream gitu,ternyata lebih horor … ._.
    Boleh nih dibikin sequelnya,penasaran juga gimana mereka kalo pas ketemu di dunia nyata ^^

    Liked by 1 person

    1. Haihaiiii
      Sebenernya Gak sehoror itu kok, mas yoon cuma mau ketemu sm orang yg pengen diliatnya hehe

      Doakan semoga sempat bikin sequel ya, aku jg udah gasabar pengen liat mereka bersama/lo

      Makasih udah baca dan komentar, oya salam kenal, stalkim dari garis 98 😊😊😊

      Like

    1. Haihaiii, doakan semoga sempat bikin sequel yaaa, dan sebenernya ini gak berat apalah aku nggak bisa bikin yg cukup buat mikir huhu

      Panggil stalkim saja kak, dari garis 98 😊😊
      Makasih udah baca dan komentar ☺

      Like

  5. HUWAAA, jadi ini mas yoongi macem sejenis jackfrost atau gimana? trus mba jiae udah macem rapunzel yang penurut :”D heuheu /dilempar/

    SUKA SIH, GENRENYA, PLOTNYA, MAIN CASTNYA, AUTHORNYA JUGAK 😄 WKWK. dan aku gatau harus komentar apa lagi… pokoknya jjang! xD

    btw semangat buat urusan sekolahnya ❤ ditunggu sekuelnya. oke? oke. xD

    ppyong!

    Liked by 1 person

    1. HAI RITOOOO
      maafkeun baru sempat balas, baru on pc nih, di hp takut kehapus lg/sungkem/

      btw aku gatau cerita jack frost .-. but, cakepnya sama kok! :’D rapunzel sukanya kan emang nurut sama emak :”’)

      AH! SAMA AUTHORNYA JUGA? :’D kamu normal, kan?/gagitu deng/ wkwk

      duh, maafkeun sebelumnya ya, komentar kamu malah kehapus. serius pas itu aku gatau kalau kehapus huhuhu/sungkem lagi/

      iyap semangat kok!^^ sekuel gajadi deket2 ini wkwk, tapi diusahakan^^
      ppyeongppyeong10000000000000000000x/tangan putus/amit2 wkwk

      MAKASIH RITO UDAH BACA, SUKA, DAN KOMENTAR BAHKAN SAMPAI 2 KALI GEGARA JEMPOL STALKIM YG AMIT2 GEDENYA :’D makasih juga udah mau nunggu ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

      Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s