[A New Trilogy] Existence

 Poster Phynz20 Exsistence by Phynz20

[A New Trilogy]

ExistencE

.

A short-fiction by Phynz20 (@putriines) spesial Yoo Jiae the Lovelyz’ Fake Magnae

.

Starring: Lovelyz‘ Fake Magnae Yoo Jiae ft. B1A4s Baro || Rated: PG-17 (untuk cerita yang memerlukan pemahaman pribadi yang kuat)|| Genre: Sci-Fi, Slice of Life, Medical!AU || Length: Ficlet with 556 word(s)

.

Semua orang bilang kalau pria mendambakan sosok pendamping yang seperti ibunya.

.

Baro masih mengenakan kacamatanya, kendati sudah hampir dua puluh empat jam ia bergelut di dalam ruangan serba putih tersebut. Jika bukan karena ibunya, ia mungkin sudah meninggalkan jasad di hadapannya tanpa repot-repot membersihkan peralatan. Namun ia harus melakukan ini. Tak baik membiarkan otak lama-lama kecuali ia mau memicu kanker atau penyakit mematikan lainnya yang malah bikin repot.

Tinggal satu sentuhan saja untuk menyelesaikannya. Ibu dan Ayahnya bilang kalau hal ini adalah upcara sacral yang harus dilewati, sedang anak lelakinya hanya menyebutnya dengan nafas buatan.

Mungkin ia percaya, dengan apa yang dianggapnya sebagai mitos awal kehidupan dan berpikir akan lebih baik kalau mengikutinya.

Kecupan singkat yang dibuatnya berefek luar biasa. Ia bisa mendengar dentum jantung bagai gendering perang, pergerakkan dibalik kelopak, cuping hidung yang mulai mengembang-kempis sesuai irama. Baro menghela napas lega.

Ia berniat menyapa sosok di hadapannya terlebih dahulu sebelum dengan tidak sopan menikmati kasur di ruang sebelah. Dirinya sungguh mengantuk dan tak tahan jika tak bisa membaringkan tubuh lima menit kemudian.

Sungguh disayangkan, orang itu nampaknya tak mau membiarkan Baro menikmati istirahat. Ia malah dengan kekuatan ekstra segera duduk dan menatap Baro amat tertarik.

“Kita ada dimana?”

Baro menghela napas panjang sebelum menjawab dengan pertanyaan, “Bisakah kamu membiarkan aku istirahat sejenak?”

Dan jawaban pastinya ialah, “Tidak.”

Harusnya Baro tahu keras kepala dari wanita ini tak pernah bisa ia patahkan. Yang kini bisa dilakukan hanyalah mendengar apa yang ingin diceritakan atau ditanyakannya. Selebihnya Baro harus menjawab alih-alih mengabaikan.

“Jadi?”

“Aku merasa aneh. Apa yang terjadi? Ada yang hilang di otakku tapi aku tak tahu apa dan aku merasa seperti… hm? Mengenakan baju baru atau semacamnya?”

Salahkan dirinya yang hanya merusak struktur neuroanatomical si perempuan. Terlalu mematuhi mendiang Ayah dan Ibunya tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dilanjutkan. Nyatanya, dia memiliki pemikiran kritis dan ingin tahu milik ibunya.

“Baiklah. Kamu siap mendengar kenyataan?”

Harusnya Baro tahu jika otak itu milik Ibunya, maka sosok dihadapannya tak akan kaget dengan apa yang akan dituturkannya.

“Kamu hasil kloningan, atau dalam bahasa awamnya begitu.”

“Tapi kenapa tubuhku menjadi dewasa? Bukankah lebih baik jika dari zigot? Atau apa yang terjadi? Lalu darimana tubuh ini berasal?”

Ia benar-benar mengutuk kecerewetan Ibunya. Andai saja satu encephalon utuh ia rusak mungkin ia akan bisa hidup tenang tanpa diwarnai kecerewetan yang sok tahu begini.

Tapi kalau encephalon itu dirusak, ia mungkin tak akan bisa mewujudkan harapan terakhir Ibu dan Ayahnya untuk mempunyai menantu yang seperti Ibunya.

Semua orang bilang kalau pria mendambakan sosok pendamping yang seperti ibunya. Ya yay a, Baro mengutuk kalimat itu.

“Tubuhmu? Maneken? Ah mungkin awalnya itu tapi berkat operasi plastik dan transplantasi organ kupikir Ayah dan Ibu melakukannya dengan benar. Lagipula kamu memang diciptakan untuk jadi istriku.”

Mata sipitnya membulat. Mungkin terkejut mendengar ia harus menjadi istri orang padahal baru saja di­-lahir-kan. Air mukanya sudah menampakan pertanyaan, Kamu bohong kan?

“Ah ya, kamu mau nama apa?”

Dengan satu pertanyaan menarik itu, pemikirannya sukses dibawa menjauh dari topic sebelumnya. Ia berpikir sejenak, “Wujud mungkin? Eksistensi? Ah aku lahir di bumi juga. Dan kupikir ini musim semi? Ah kamu pandai juga memilih hari ulang tahun ya? Eh, tapi nama yang bagus apa ya?”

Sebelum Baro membuka mulutnya, perempuan itu kembali menyeletuk, “Yoo Jiae! Sepertinya akan bagus!”

Dan satu hal, Baro tahu kalau pemikiran ibunya kelewat kolot sehingga memilih nama kuno begitu untuk kehidupan gadis awal dewasa pada musim semi tahun 2193.

-END-

a.n: Maaf atas ketidakjelasan idenya.

Advertisements

8 thoughts on “[A New Trilogy] Existence

    • fix beda dari yang lain, mungkin karena genre nya scifi medical gitu ya. tadi aku pikir baro itu mau bunuh ato mutilasi orang, lol. ternyata dia bikin kloningan emaknye, iya gaksih? wkwk

      “Nyatanya, dia memiliki pemikiran kritis dan ingin tahu milik ibunya.”
      dibagian ini aku gagal paham masa xD

      ya pokoknya ide ceritanya beda yang lain dan gak ngecewain sih menurutku ♡♡

      Like

      • Halo pinkan! Makasih banget udah like dan komen ya huhuhu
        Beda gimana? Duh aku belom sempet baca yang lain masih sibuk sana sini huhuhuhu.
        Entah ya kalo ngomongin Sci-Fi kok aku nulisnya ya semacem begini terus kemaren buat yang Kei SciFi eh materinya sama cuma dari based Fisika lah ini Biologi, mungkin udah mabok yaampun:”)
        Iyaaa, jadi tuh otak mamanya Baro yang dipake buat ngehidupin Jiae gituuu jadi semua sifat mamanya ya ada sama Jiae kecuali ingatannya gitu soalnya kan bagian otak yang nyimpen memori udah dirusak sama Baro….. (Duh kok kalo jelasin jadi serem ya……)
        Makasih sekali lagi ya pinkan huhuhuTT ❤

        Liked by 1 person

  1. IH, SEREM TAPI AKU GAK TAKUT TAPI INI SEREM! :”)

    sesuatu sekali ini kusuka. Dari awal penasaran bgt ini si Baro lg ngapain sebenernya. Kukira dia cuma a mere psycho or apa tp ternyata :”) Mana keknya mrk bakal hidup bahagia lgi. Duh, a brand new love story sih ini ❤

    ❤ syudah itu aja dr aku. Sukses persiapan ujiannya nes :3

    Like

    • Kak Azel makasih udah komentar dan like ya huhuhuhuhu
      IYA PAS AKU BACA ULANG KOK AKU BUATNYA SEREM BANGET NGEKLONING PAKE OTAK ORANG MENINGGAL YAAMPUN NES KAMU GA PSIKO KAN……. TT
      Padahal pas nulis biasa aja ga ada serem seremnya :”)
      Ih, emang disitu tuh yang uh emang kan awalnya aku terinspirasi dari kalimat diatas yang romantis gitu tapi kenapa jadinya begini huhuhuhu TT
      Aminnnnnn semoga aku bisa masuk PTN huhuhu :”) (lah doa terselubung)
      Makasih kak Azellll ❤ ❤ ❤

      Liked by 1 person

  2. Udah lama dari terakhir kali baca fanfict yang isinya ada ‘kloning’ wkwk
    Awalnya bertanya-tanya,
    “Itu Baro lagi ngapain sih?”
    Ternyata lagi mau ngebangunin kloningannya XD

    Suka sama ceritanya deh, ditambah genre itu yang digabungin, jadi ‘wah’ gitu bagiku ><

    Like

    • Aiiiii hihihihi
      Hahahaha kloning kok aku mikirnya Sci-Fi banget heu ya
      Iya iya, itu project mereka sekeluarga bikin Jiae buat jadi istrinya huehuehue
      Ih makasih lohhhh huhuhu ❤

      Like

  3. Em, mikir dulu sejenak. Ini Baro ngapain? Dan ga keduganya dia malah lagi buat kloning sang emak yang cerewet, tiap hari tuh bisa kena ‘semprot’ spesial istri ala emak sebelum meninggal wkwkwk….

    Aku belum pernah baca tentang beginian, kecuali emang film tentang kloning sih pernah. Aku suka banget sama karakternya Baro yang gimana gitu….^^

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s