[A New Trilogy] Tell Me Your Wish — Verse 3

irish-tell-me-your-wish-3

   TELL ME YOUR WISH – 3rd Verse 

  Seventeen`s Mingyu & Lovelyz`s Jiae 

  surrealism story rated by T served in ficlet length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved

“Bagaimanapun, berimajinasi itu memang mudah, apalagi … jika sudah berimajinasi tentang seorang Kim Mingyu.”Yoo Jiae

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Jiae terus tersenyum. Sungguh, hari ini sepertinya ia begitu bahagia. Ia bahkan tidak mengeluh saat panasnya matahari menusuk kulit. Satu-satunya yang jadi atensi Jiae adalah sosok Mingyu yang sekarang tengah bermain basket di tengah lapangan.

Memang, jeritan-jeritan kagum juga terdengar, lagipula, Mingyu selalu terlihat keren saat sedang main basket. Jiae akui itu, dan ia juga mengakui jika melihat Mingyu bisa tersenyum saat tengah bermain basket adalah hal yang menyenangkan.

Sayangnya, akhir-akhir ini Mingyu sedikit mengabaikannya.

“Awas saja kau, Kim Mingyu! Kalau kau sampai meninggalkanku, aku akan benar-benar marah.”

██║│█║║▌ Tell Me Your Wish │█║║▌║██

   Verse 3

Hangatnya musim semi sekarang merengkuh, ya, kehangatan yang selalu Mingyu idolakan. Dan jangan tanyakan apa yang terjadi pada Jiae sekarang. Rasanya baru beberapa minggu musim semi berjalan, dan Jiae sudah dapat banyak kejutan.

Mungkin juga, sekarang Jiae jadi satu-satunya orang yang tidak senang saat Mingyu punya banyak teman. Di awal kepindahannya ke sekolah ini, Mingyu hanya punya Jiae sebagai teman. Jadilah, mereka kemana pun selalu bersama.

Tapi sekarang, Mingyu sudah punya banyak teman. Dan fans, tentu saja.

Ugh, jangan ingatkan bagaimana kesalnya Jiae karena mendengar jeritan-jeritan gadis di sekolah akibat eksistensi Mingyu sekarang.

Memangnya tidak ada pemuda keren lain yang bisa mereka kejar selain Mingyu?

Oh, Jiae mungkin terdengar seolah ia cemburu sekarang.

“Kau ada waktu sore ini, Mingyu-ya?” salah seorang teman di kelas akhirnya berucap.

Jiae menyernyit.

“Pasti dia mau mengajakmu menghamburkan uang lagi.” Jiae menggerutu. Diliriknya sadis pemuda dengan senyum manis yang berdiri di sebelah Mingyu sekarang.

“Tentu saja, apa ada acara menarik?”

Kini Jiae mendengus kesal. Dengan santainya Mingyu berucap seperti itu saat Jiae bahkan terdengar sangat kesal.

“Hmm, bagaimana kalau kita nonton hari ini?”

“Hah, apa dia itu tidak normal? Kenapa dia selalu mengajakmu nonton? Apa dia tidak punya teman lain untuk diajak menonton?” Jiae mendengus cukup kesal.

Mingyu menyernyit mendengar ucapan kesal Jiae. Hebatnya, dua orang itu seolah terbiasa mendengar omelan Jiae. Ya, memang, Jiae seringkali mengomel, apalagi jika Mingyu sudah berencana menghabiskan waktu bersama seorang Hong Jisoo.

“Film apa?” tanyanya, “Terakhir kali, kau menangis karena film tentang dua sahabat itu, dan kemarin kau malah berteriak ketakutan karena film robot.” Mingyu bicara setengah meledek.

Teman yang bicara dengannya, Jisoo, tergelak.

Hey, jangan bercanda. Kali ini filmnya sungguh bagus.” ujar Jisoo.

Jiae hanya memasang telinga, memang sih, ia juga tertawa terbahak saat tahu bagaimana keadaan Jisoo tempo hari.

“Film apa memangnya?” tanya Mingyu penasaran.

“Tentang boneka … yang bisa bicara.”

Jiae terlonjak kaget. Ditatapnya Mingyu seolah film yang Jisoo rekomendasikan barusan adalah film dengan tema paling konyol yang pernah ada.

“Heol! Lihat selera filmnya sekarang, apa masa kecilnya tidak bahagia?” Jiae mencicit kesal.

Mingyu tergelak. Sepertinya ia juga menganggap Jisoo sangatlah menggelikan kali ini. “Baiklah, aku akan menyusulmu setelah ini.” ujar Mingyu menyerah, jika mendebat keinginan Jisoo sekarang, mereka mungkin akan sampai di bioskop saat larut malam.

Yes!” Jisoo melambungkan tinjunya ke udara. Sekon selanjutnya ia melangkah meninggalkan Mingyu bersama dengan Jiae.

“Jangan cemburu pada Jisoo, okay?” Mingyu berbisik, diusapnya lembut pipi Jiae yang sedari tadi memasang ekspresi kecut.

“Aku tidak cemburu!” Jiae hampir memekik, pasalnya, ia memang kesal.

“Kita lihat seperti apa Jisoo setelah menonton film ini.” Mingyu kini terkekeh, ia kemudian berdiri dari kursi dan meraih tas ranselnya.

“Aku tidak suka film aneh seperti itu.” Jiae lagi-lagi mencicit.

“Aku akan mengajakmu jalan-jalan setelah kita nonton nanti.”

Jiae menghela nafas panjang. Ditatapnya Mingyu sebelum ia lantas menggumam.

“Bagaimanapun, berimajinasi itu memang mudah, apalagi … jika sudah berimajinasi tentang seorang Kim Mingyu.” Jiae menggumam pelan.

Minggyu terdiam sejenak. Sekon selanjutnya, ia melirik Jiae dengan tatapan yang tak bisa diartikan.

“Katakan, Jiae-ya. Apa harapanmu kali ini?”

Tak ada jawaban yang muncul. Yang ada, hanya sebuah senyum yang terus terpasang di wajah sebuah boneka buatan tangan kecil yang sejak dulu tersampir di ransel Mingyu kemanapun ia pergi. Boneka yang dibuat mendiang ibunya dan—

“Harapanku … kau mungkin benar-benar bisa bicara, seperti boneka di film yang akan kita tonton nanti.”

—selama ini Mingyu sebut sebagai Jiae.

FIN

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

APA-APAAN INI RISH. KENAPA FANFIKSI BISA SEASTRAL INI?

Entahlah. Kehidupanku pada dasarnya memang astral jadi cerita yang kubuat pasti astral. Ya begitulah nasib makhluk astral…

Aku gabisa berkata-kata selain miane sama Jiae yang fanfiksi special birthdaynya udah jadi abnormal macem ini T_T

Catch Me On:

askfm facebook gmail instagram line soundcloud twitter wattpad wordpress

Advertisements

5 thoughts on “[A New Trilogy] Tell Me Your Wish — Verse 3

  1. Ehm,
    Itu kan boneka Mingyu dinamain jadi ‘Jiae’
    Tapi Jiae yang dari tadi cemburu sama Mingyu yang jalan mulu sama Jisoo itu beneran ada kan?
    Kok gara-gara terakhirnya gitu aku mikir Mingyu dari tadi menghayal? /atau jangan-jangan emang ngayal? wkwk/

    Like

  2. Kok ini Jiaenya malah jadi boneka sih? Tapi keren, aku suka. Udah ngira kalau Mingyu itu yang dikhayalin sama Jiae, taunya bukan….

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s