[Ficlet] 眼

eyes.jpg

“And she would mark the opening skies, I saw no Heaven—but in her eyes.”
— from Tamerlane by Edgar Alan Poe.

written by aurora ; Jung Yein & Jeon Jungkook ; a ficlet in surrealism and—guess what ; rated PG-15

Poster © Ravenclaw

summary:

Jika mau bermain Tukar-fitur-sebelum-tidur dengan Jungkook, maka jangan tukar fiturmu dengan bola matanya.


Kelopak mataku membuka ketika kilau mentari sedikit menyelinap dan—hei, sebentar, kenapa pandanganku jadi blur begini? Apa kosmos di areaku lupa menaikkan angka sharpen pada visualisasinya hari ini atau memang mereka sengaja menaikkan angka blur?

Tidak. Tentu saja.

Akulah yang lupa kalau aku tertidur dengan memakai bola mata Jungkook yang menderita rabun jauh level angkasa gara-gara ia keseringan beraktivitas ketika kosmos menaikkan angka darkness dan menurunkan brightness. Catatan untuk diri sendiri: jika mau bermain Tukar-fitur-sebelum-tidur dengan Jungkook, maka jangan tukar fiturmu dengan bola matanya—meskipun benda ini cantik, tapi jarak pandangnya tak lebih dari jarak nadi dan kulit.

Segera kuguncang-guncangkan tubuhnya yang bergelung di sampingku. “Jungkook,” panggilku, “bangunlah. Aku mau pakai mataku lagi.”

Kelopak matanya terangkat. Ia tersenyum. Bola mataku yang sewarna kayu ek tersimpan dalam bingkai miliknya.

“Tidak mau,” katanya sambil menaikkan selimut. “Aku suka matamu, Yein-a, filtrasi spektrumnya jernih sekali.”

Aku berdecak dongkol. “Yeah. Karena aku cukup patuh pada orangtua dengan tidak main komputer dalam kosmos gelap,” sindirku.

Jungkook tak menggubrisku, malah menurunkan selimut dan serta-merta menegakkan badan. Sialan, kenapa pula ia mesti mendekatkan wajahnya padaku? Samar-samar, kulihat filtrasi kosmos di sekeliling mengeluarkan warna merah muda setipis kapas. Mata Jungkook yang sedang kupakai memang buramnya keterlaluan, tapi kalau cuma percikan kromatis sih masih bisa diproses serebrum, setidaknya.

“Apa hah?” tanyaku was-was. Sekadar pengingat bahwa posisi kami sedang duduk di atas kasur. Nah, nah, tolong jauhkan pikiran-pikiran jorok kalian ya, trims.

“Hm,” ia bergumam, napasnya menyapu bibirku. “Mataku terlihat bagus juga, ya. Kau bisa menyimpannya.”

“Tidak. Kembalikan mataku sekarang juga.”

Jungkook memetakan ekspresi yang membuatku ingin menonjoknya sampai wajahnya segepeng koin. Ia menarik diri dan segera kekehannya menyambangi pendengaranku. Bukan kekehan polos yang terdengar seperti bocah kecil laiknya kemarin-kemarin. Aku bisa menangkap udang di balik suaranya.

“Mau matamu kembali, Nona? Harganya sebanyak tiga ciuman.”

Benar, kan?

Aku memutar bola matanya yang masih melekat dalam bingkaiku. “Kau bosnya,” ucapku sebelum memagut bibirnya. Dan aku masih mengagumi bibir Jungkook yang selembut olesan madu sampai sekon ini. Mungkin di permainan Tukar-fitur-sebelum-tidur selanjutnya aku akan minta bibirnya saja.

finish.


notas:

  • “眼” / “Me” berarti “Eye” dalam bahasa Jepang.
  • Sumpah aku pas ngetik lagi nggak ada ide dan lagi agak nggak mood buat nulis, tapi tetiba aja pengen nulis surreal gitu? Terus ini plotnya ngasal banget HAHA.
  • Pabila mau baca selengkapnya puisi Edgar Allan Poe di atas, silakan nih. GDI I love all his poets, he’s my favorite after Pablo Neruda, Charles Bukowski, and Maya Angelou ❤
Advertisements

11 thoughts on “[Ficlet] 眼

  1. sampai sekarang.. aku masih gagal paham soal surrealism, berkali-kali kepo in google masih gagal 😦 tolong aku thor. jadi ini sudut pandang apa??

    Like

    • hai x))

      surrealism itu definisinya luas sih dek. terus penggunaan surrealism ini bukan cuma di dunia tulis-menulis, tapi juga di dunia seni lukis, drama, dll. tapi intinya masih sama aja kok: sesuatu yang “ganjil” dan “di luar nalar” tapi diceritakan seolah-olah sesuatu itu normal dan terjadi di kehidupan sehari-hari. agak mirip sama fantasy, tapi kalo fantasy mungkin lebih ke hal-hal magis dan supranatural, sedangkan surreal ini kayak yang kusebut di atas, “ganjil” dan “di luar nalar”.

      kalo kamu pengen cepet mudeng sama surreal, kusaranin baca karya-karya haruki murakami atau franz kafka deh. atau sastrawan lama indonesia juga banyak tuh yang surrealistik karyanya, tapi aku baru baca karya umar kayam sih. ehe.

      btw ini pakai sudut pandang yein. dan ceritanya mereka tinggal di dunia yang filternya bisa diatur-atur dan bisa tukeran fitur tubuh. ((see, ganjil dan di luar akal kan?)) tbh aku suka sebel sama yang nganggep surreal itu range-nya cuma penggunaan sudut pandang benda mati 😦 sorry not sorry 😦

      Like

  2. wuaw.
    smooth banget.
    alus… kayak aspal. modusmu kook, parah banget.

    speechless diriku, asli T.T well, siapa yg bisa ngmg tanpa mikir kalo abis dimodusin kookie? not me, ofc.

    once more, a good and smooth one!👍

    Liked by 1 person

    • aspal di tempatku nggak smooth kak, masih ada batu-batuannya gt jadi kalo jatoh sakit ; ___ ;
      wkwk kenapa speechless atuh 😂😂 maafin ya abangku mah emang demennya modusin cewek HAHAHAHA.
      yeay thank you for dropping by kak! ❤

      Liked by 1 person

  3. woah
    Keyen sekali:3
    Mulai dari cerita sampai bahasanya
    Kosmosnya itu bakal selalu kuingat hahaha XD
    Jungkook modus pula pffft
    Unyu lah acara tukar-fitur-sebelum-tidur ><

    Suka suka ^o^

    Like

    • hiyaa alhamdulillah kalo keren, padahal nulisnya ngasal sumpah 😂😂
      aku jadi pengen deh tinggal di kosmos mereka biar bisa tuker-tukeran mata sama orang lain HAHA. kalo nggak demen modus mah namanya bukan jungkook. thank you aihara for dropping by ❤

      Like

  4. DEK AIS, KAKAK MAU LAGI YG BEGINIAN /dateng2 rusuh/

    Setuju sama yg di atas2 pokoknya. Huaaa suka ❤ ini sekilas berat, tp engga gitu ih. Si kosmos2 dan segala perlakuannya bikin mikir, tp penjelasan yg lain itu loh manis bgt mana Yeinnya gemay :”)

    Tenang aja aku gak mikir yg enggak enggak kok, Dedek Yein. Tapi ya itu mata kamu mahal jg tiga ciuman :”)

    Aku mah gak paham perihal pembuat poet yg kamu sebut, tp mungkin bisa jd bahan bacaan kalo lg bosen :3

    Keut. #kakakSukakDedekAis /halah/ ❤ ❤ ❤

    Like

    • KAK AZEL PERCAYALAH AKU KETAGIHAN NULIS SURREAL HAHAHA. soalnya nulis surreal ternyata nggak sesusah yang aku kira pfttt gampang banget tinggal gila-gilaan aja 😂😂😂😂

      huhu ais mah nggak kuat kalo disuruh nulis yang berat-berat (wah berima) terus mau pengakuan dosa dulu dong, aku pas awal-awal ngespazz lovelyz ini nggak terlalu minat sama yein loh HAHAHA tapi makin kesini aku nulis dia tuh gampanggg banget lebih gampang dari nulis kei malah 😂

      lha masih untung tiga ciuman daripada sepuluh ntar itu bibir mau jadi apa ((ANJAY)) ehe itsokay kak azel, coba aja baca puisi-puisi maya angelou dulu yang ringan-ringan. kalo edgar alan sama pablo neruda emang rada berat sik aku juga masih ngeraba-raba soal tamerlane :”))

      #AisSayangKakAzel

      Liked by 1 person

  5. Kak, ini favorit banget sumpahhhhhh Jeon Jungkook jadi cowok nakal sensual gitu kusukaaaaa 😍😍
    Kak ayo dong nulis lagi Jungkook nya sama siapa aja asal tulisanmu aku tunggu bangetttt

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s