Devilish Sister: She is Seo Jisoo [1]

DEVILISH SISTER

Devilish Sister © burritown

Chapter 1: She is Seo Jisoo

Inspired by Seigi no Mikata © Hijiri Chiaki

With special main-casts Seo Jisoo [Lovelyz] and Jeon Jungkook [BTS]

And some guest casts you’ll find inside the story

Family, Friendship, Comedy?

Rating T

Chaptered (2.646 Words)

Warn! AU, Typo(s), Out Of Character(s), (un)beta-ed, e.t.c

P.S: I ain’t get any advantages from this fic.

Crissantium adalah sebuah komplek perumahan yang dijejeri bungalo di setiap sudutnya. Berjarak sekitar tiga menit berkendara dari Alun-Alun Seoul, dan menghabiskan waktu dua menit berjalan ke arah stasiun terdekat. Di rumah nomor duapuluh tiga yang sudah disewa cukup lama melebihi umur bungalo di jalanan, Seo Jisoo duduk nyaman di atas sofa merah beludru, dengan kata lain ‘singgasana’nya, sembari menyesap secangkir teh hijau yang masih mengepul asapnya. Aktivitas pagi yang monoton, namun dilalui Jisoo dengan penuh khidmat. Menyesap secangkir teh hijau, favoritnya, dengan menghempaskan tubuhnya secara nyaman di atas sofa yang berusia kurang-lebih delapan tahun, serta kicauan pembawa berita di channel televisi kesukaan.

Benar-benar pagi yang sempurna—

“Jisoo noona! Kau apakan muka tampanku, hah?!”

—setidaknya sebelum teriakan seorang anak laki-laki tertangkap oleh indera pendengarannya. Jisoo nyaris tersedak minumannya. Oh. Dia baru ingat. Semalam gadis itu mengendap-endap ke dalam kamar adik lelakinya hanya untuk mencoba pensil alis baru yang dibeli kemarin lusa ketika sedang dinas kerja di Busan. Merupakan sebuah kebiasaan bagi Seo Jisoo untuk menjadikan Jeon Jungkook sebagai kelinci percobaannya. “Aku melakukan hal ini demi kebaikan masa depanmu, Kook-aa.” Selalu menjadi dalihnya tiap kali lelaki yang lebih muda itu memberontak. Hei, Jisoo sedang mencoba untuk menjadi sosok kakak yang baik disini.

Suara langkah kaki—lebih mirip seperti orang yang sedang berlari—itu semakin mendekat ke arahnya, dan tak sampai lima sekon mulai menampilkan sosok Jeon Jungkook yang masih lengkap dengan setelan piama bergambar beruang dan badak laut, napas tidak teratur, dan beberapa seni tercoreng di wajahnya.

Wow, sejak kapan kau menjadi tampan begitu, Kook?” Sarkasme. Jungkook yakin seratus lima persen kalau Seo Jisoo sedang mencoba untuk mengejeknya. Secara halus.

“Kau yang melakukannya.”

“Benarkah? Aku sejenius itu?” Jisoo tersenyum lebar, “Hm, kupikir Aku harus menjadi coordi noonamu juga, eh?” Jemari lentiknya mencubit hidung besar milik Jungkook, disertai sebuah tawa penuh kemenangan.

Dilihat dari manapun, Jungkook sama sekali tidak menyukai kepribadian Seo Jisoo. Bisa dikatakan kalau hubungan mereka seperti sebuah pertemanan dalam permusuhan. Tom dan Jerry. Kau paham maksudku? Kendati kehidupan Jungkook selama nyaris duapuluh tahun selalu dipenuhi oleh kesialan tak berujung—

“Dan—oh! Aku melupakan sesuatu.” Jisoo berbalik, tentunya meninggalkan sejuta anggai buruk bagi si anak laki-laki. “Nanti belikan Aku kotak makan siang di supermarket ujung jalan. Mereka sedang memberikan diskon sampai jam satu siang.”

—sederhana saja, semua itu bersumber dari subjek yang tengah berdiri dengan angkuh beberapa senti di depannya. Sosok perempuan iblis yang berkedok sebagai saudara kandungnya. Sumber dari segala mimpi buruk seorang Jeon Jungkook.

Seo Jisoo. Usianya tiga tahun lebih tua dari Jungkook. Seorang gadis berparas ayu dengan kapasitas otak fantastis, kredibilitas tinggi di mata masyarakat, serta memiliki posisi penting di salah satu perusahaan ternama di Korea. Seo Jisoo adalah penggambaran wanita sempurna idaman seluruh pria di masa depan (pengecualian bagi Jungkook). Oh—tidak, tidak. Mereka memang saudara kandung, kok. Akan tetapi, Jungkook telah memutuskan untuk memakai nama keluarga Ibu mereka, sedangkan Jisoo menggunakan nama keluarga sang Ayah (“Aku tidak mau disamakan dengan nenek sihir itu!” Dalih Jungkook kepada nyonya Jeon beberapa tahun yang lalu). Masalah keluarga? Sama sekali tidak ada. Justru tingkat keharmonisan keluarga Seo berada di urutan nomor dua setelah keluarga Ryu yang berkediaman tiga langkah dari rumah keluarga Seo.

Terkadang Jungkook berpikir tentang dosa apa yang telah dia lakukan di kehidupan sebelumnya sehingga mempunyai saudara kandung, yang sebenarnya mirip, jelmaan iblis merangkap dewi kematian. Seo Jisoo bagaikan paket kutukan lengkap yang dikirim khusus untuk memporak-porandakan kehidupan nyaman Jeon Jungkook.

Nggak mau. Aku ada kelas jam satu siang nanti, noona.” Jungkook mendesah pelan, dan laki-laki itu sama sekali tidak berbohong perihal dia yang mempunyai kelas jam satu siang. Profesor Kwon terkenal cukup mengerikan dan ketat dalam perkuliahan ataupun pengisian absensi—sekali saja mahasiswanya tidak hadir, jangan harap mampu bernapas lega selama satu semester ke depan—. Dan Jungkook tidak mau jadi mangsa Profesor botak mirip Saitama* tersebut. Sebagai mahasiswa rata-rata, nyawa dan GPA nya masih harus dilindungi.

“Kau masih bisa ijin, bukan? Pura-pura sakit, atau apalah.” Jisoo berdalih (semakin membuat Jungkook ingin menjambak surai hitam legam itu), “Aku ada janji dengan salah satu klienku nanti siang, jadi semuanya kuserahkan pada adik kecilku yang tampan ini, oke?” Berujung mengacak surai gelap adiknya, dan beranjak pergi tidak sampai satu sekon kemudian. Seo Jisoo tidak lupa meninggalkan brosur kotak makan siang spesial yang sudah ditandai beberapa olehnya.

“Ngomong-ngomong, kau terlihat seperti benda yang memiliki nilai seni tinggi.”

Ya! Jisoo noona! Aku nggak ma—”

“Tolong diingat kalau Aku memiliki buku catatan mengenai kumpulan aibmu di masa kecil, Kook. Ciao!” Dan eksistensi Seo Jisoo menghilang di balik pintu.

Lagi. Jeon Jungkook harus menelan pahit-pahit kenyataan hidup yang harus dijalaninya. Dan hampir seratus persen kepahitan itu berasal dari Seo Jisoo, iblis yang menjelma sebagai saudara kandungnya. Ugh, kalau saja tidak ada ancaman yang keluar dari mulut besar noona kelewat sempurna itu, Jungkook tidak akan mau membolos mata kuliah Profesor Kwon hanya untuk sekotak makan siang.

Ini, sih, pembulian namanya.

…sepertinya Jungkook tidak akan mampu bernapas secara bebas di kelas Profesor Kwon selama satu semester ke depan.

—“My Sister is a devil.”, Jeon Jungkook

Divisi manajemen di salah satu cabang utama EM Company terlihat sibuk pagi itu. Suara jemari yang beradu dengan keyboard nyaris terdengar di seluruh ruangan, tak luput dengungan mesin fotokopi yang sudah cukup berumur ikut meramaikan. EM Company merupakan perusahaan yang bergerak khusus di bidang lokomotif dan hal-hal lainnya. Kemarin lusa, mereka baru saja mendapatkan proyek kerja sama dengan salah satu perusahaan luar negeri, dan beberapa proyek lokal yang nilai jualnya cukup tinggi.

“Ketua, setelah ini anda mempunyai jadwal rapat dengan direktur pukul satu siang.” Choi Jinri—sekretaris departemen—menjelaskan. Sementara lelaki paruh baya yang jauh lebih kecil dan sedikit gemuk itu mengangguk mantap, mengerti. Mereka berdua baru saja selesai bertemu dengan salah satu supervisor dari cabang perusahaan lain untuk membahas tentang permintaan pasar.

Di sisi lain, Seo Jisoo masih sibuk berkutat di depan komputernya. Dia mendapat tugas untuk menyalin seluruh dokumen yang berkaitan dengan sumber dana terkait salah satu proyek lokal yang memiliki tenggat waktu satu minggu ke depan. Jemarinya dengan lincah menari-nari di atas tuts keyboard, hingga—

“Wow. Lihat siapa yang bekerja keras hari ini. Tidak seperti biasanya.” Alisnya berkedut ketika menangkap suara menyebalkan itu. Gadis gulung Seo itu menengadahkan kepalanya ke samping dan menemukan Choi Jinri sedang berdiri dengan senyuman angkuhnya yang cukup menyebalkan. Sejak awal menjadi karyawan baru, hubungannya dengan Choi Jinri memang tidak begitu baik. Seringkali mereka berdua saling berseteru hanya karena hal kecil, seperti yang sedang terjadi saat ini.

“Saya tidak punya waktu untuk meladeni omong kosong anda, sekretaris Choi.”

Heol. Kau mengabaikan seniormu?” Jinri mengerutkan dahi. Demi Tuhan, dia sangat tidak suka diabaikan, terutama oleh orang setipe Seo Jisoo yang sok perfect.

“Ya, tentu saja.”

Plus menyebalkan.

“Dengar, Seo. Kau tidak bisa bertingkah seenaknya sendiri disini—”

Dan ketika adu mulut antara Jisoo dan Jinri dimulai, tak ada satupun karyawan yang berani menghentikan mereka. Termasuk si Ketua Divisi. Mereka semua hanya bisa bungkam layaknya menonton pertandingan sengit piala dunia sambil menungu salah satu dari mereka mengalah, atau justru menang.

Seperti air dan minyak. Jika keduanya disatukan, dalam situasi apapun, tidak akan pernah bisa melebur. Begitu pula hubungan antara Seo Jisoo dan Choi Jinri.

“Dan bukankah sekretaris Choi sendiri sudah membuang-buang waktu yang seharusnya anda gunakan untuk bekerja? Maaf, tapi perusahaan kita tidak segan untuk mengeluarkan karyawannya yang sama sekali tidak serius.”

Seringkali segala perdebatan kecil itu berakhir dengan kemenangan mutlak Seo Jisoo, dan gerutuan panjang Jinri dengan mukanya yang merah padam seperti tomat.

“Pfft.”

—“If you make a mess with me, i’ll get you.”, Seo Jisoo

Jeon Jungkook benar-benar kehilangan semangat ketika berangkat ke kampus hari ini. Sudah terlanjur kesal dengan sikap Seo Jisoo yang semena-mena, padahal masih pagi. Well, sebenarnya tidak ada yang namanya ‘Pagi Tenang dan Damai’ bagi Jungkook, karena Jisoo selalu mempunyai cara tersendiri untuk benar-benar menghancurkan paginya. Ugh, wanita cantik jelmaan iblis (Oke, Jungkook benci mengakuinya tapi…Seo Jisoo memang cantik) itu pernah membuat Jungkook harus berkali-kali pergi ke toilet setelah makan roti selai stroberi yang ditaburi obat diare secara diam-diam; mengakibatkan Jungkook yang harus merelakan kelas Sejarah Sastra milik Profesor Yoon—lebih sialnya, kedua orang tua mereka selalu menganggap hubungan kakak-beradik itu baik-baik saja. Hit!

Dan untuk saat ini, Jungkook harus memikirkan alasan yang tepat untuk membolos kelas Profesor Kwon pukul satu siang nanti; demi kelancaran kehidupan serta GPAnya. Bulu romanya merinding ketika membayangkan Jisoo dengan buku catatan aib Jungkook yang siap tersebar kemana saja. Double hit!

“Kusut sekali, Kook. Seperti tisu toilet aja.” Seorang gadis tinggi semampai dengan pipi bulat seperti donat stroberi yang dijual murah di toko roti persimpangan jalan dekat komplek perumahan—fiyuh, panjang sekali—menepuk punggung Jungkook dan merangkul lelaki yang lebih tinggi dengan cukup akrab. Namanya Ryu Sujeong. Putri bungsu keluarga Ryu yang menetap satu komplek dengan Jungkook. Salah satu gadis yang spesial.

“Biar kutebak. Jisoo unnie?”

Satu hal yang perlu diketahui, sejauh ini hanya terdapat dua orang yang mengetahui sisi iblis dari sosok Seo Jisoo. Ryu Sujeong termasuk di dalamnya. Nyaris duapuluh tahun hidup berdampingan dengan keluarga Seo membuat Sujeong hapal dengan setiap gelagat Jungkook ketika sedang memikirkan nasib malangnya (dia juga pernah menjadi korban keganasan Seo Jisoo ketika masih kanak-kanak). Well, itulah kenapa gadis Ryu merupakan perempuan yang spesial.

“Apes sekali hidupmu, Kook.”

Thanks, Ryu.” Kendati Jungkook hanya mendengus sebal ketika teman spesialnya sama sekali tidak membantu untuk memperbaiki mood yang rusak.

Jadwal kuliah mereka tidak terlalu padat hari ini. Satu kelas teater Profesor Kim pukul sembilan dan kelas sastra Profesor Kwon pukul satu. Jeon Jungkook paling membenci mata pelajaran yang berhubungan dengan sastra—terutama ketika mengetahui kalau dosennya selama satu semester adalah si botak Saitama—. Harapan untuk mendapat nilai A dan GPA tinggi pupus sudah.

“Walaupun Aku pribadi masih tetap menganggap Jisoo unnie itu keren, sih.” Sujeong tersenyum lebar di sela ucapannya.

Heol! Sujeong sudah tidak waras.

“Sebenarnya kau berada di pihak siapa, sih, Ryu?” Menepis lengan sang gadis dari bahunya, Jungkook benar-benar gagal paham dengan cara kerja otak Ryu Sujeong.

“Apanya?”

Tuh, kan.

Nggak. Bukan apa-apa. Lupakan.”

Jungkook mengangkat kedua bahunya malas.

—Devilish Sister—

“Hei, hei. Kudengar dua karyawan dari EM Company pusat akan dirotasi ke perusahaan siang ini.”

Jam makan siang. Dan beberapa karyawan, terutama para wanita, sedang sibuk membicarakan topik hangat yang sedang beredar—tipikal perempuan. Dan topik penting untuk hari ini adalah Datangnya Dua Pria Tampan ke Perusahaan. Selayaknya badai, berita itu dengan cepat menyebar luas di seluruh kalangan perusahaan. Karyawan, staff, bahkan Office Boy.

“Benarkah?”

Karyawan berambut bob itu mengangguk.

“Katanya mereka masih muda dan cukup tampan.”

Dua karyawan berambut panjang menjerit tertahan.

“Dan mereka sama-sama lulusan dari Sungkyungkwan!”

Wow!”

“Satu lagi! Kalian pasti akan terkejut. Dua manajer muda itu masih single, loh!”

“Serius?!” Ucap karyawan yang lainnya, nyaris bersamaan.

“Mereka akan ditempatkan di Divisi Manajemen. Kyaa! Kuharap Aku dipindah kesana.”

Seo Jisoo sedang mengambil tempat di salah satu sudut kantin, dan masih mampu mendengar seluruh percakapan wanita-wanita tukang gosip sialan itu. Kedua sudut bibirnya lantas terangkat, membentuk sebuah senyuman yang cukup misterius.

Tch, dasar murahan.” Merotasikan kedua bola matanya, lantas Jisoo menyantap nasi kepalnya yang kesepuluh.  Kendati otak jeniusnya tak luput dari rasa kuriositas yang memuncak. Hei! Memangnya setampan apa, sih, dua karyawan ini? Masih tampan juga Undertaker—pegulat WWE favortinya—kemana-mana.

“…Jadi saya harap kalian bisa segera menyesuaikan diri di lingkungan baru.” Suara itu. Tak lain lagi merupakan si Ketua Divisi Manajemen. Dan, well, dia sedang diapit oleh dua pria menjulang yang terlihat cukup…menawan.

Netra gelap Jisoo melirik ke arah gerombolan karyawan tukang gosip dan sosok ketuanya secara bergantian. Gerombolan karyawan. Ketua. Gerombolan karyawan. Ketua. Hingga irisnya berlabuh pada dua sosok pria penyebab kericuhan di perusahaan.

“Aa, jadi mereka dua karyawan tampan yang sedang ramai dibicarakan?”

—Devilish Sister—

Keadaan supermarket di siang hari memang lebih ramai dan kebanyakan dipenuhi oleh pekerja kantoran yang sedang luang untuk membeli makan siang, namun tak sedikit bocah sekolahan yang berkeliaran. Jeon Jungkook turut berdiri di antara barisan antrian yang (bisa dikatakan) cukup panjang demi mendapatkan kotak makan siang spesial pesanan Jisoo. Ugh, dia benar-benar membolos kelak Profesor Kwon yang aduhai mengerikan—sambil berharap supaya kepalanya tidak dipenggal ketika bertemu dengan si botak nantinya. Lagipula, Jungkook sudah memberitahu Ryu Sujeong—fakta bahwa mereka satu jurusan sekaligus sekelas benar-benar melegakan bagi Jungkook—kalau dia (dipaksa) membolos oleh Seo Jisoo hanya untuk mendapatkan sekotak makan siang. Atau Jungkook akan mati.

Well, sebenarnya dalam posisi Jungkook yang sekarang, anak laki-laki itu seperti terjebak di arena penuh ranjau, tidak ada artinya melarikan diri. Toh, ujungnya dia akan mampus juga. Entah itu di tangan Seo Jisoo ataupun Profesor Kwon. Atau yang lebih buruk, dua-duanya.

“Satu kotak makan siang spesial, please.”

Kau tidak akan tahu seberapa cerah senyuman Jungkook sekarang, ketika dia hampir menyelesaikan tugas pribadi dari sang kakak—

“Maaf, nak. Tapi semuanya sudah habis. Silahkan datang lagi besok.”

—bagaikan sebuah batu yang dihempaskan langsung dari ketinggian lebih dari duaratus meter, senyuman Jungkook lantas pudar tak sampai satu sekon kemudian. Tubuhnya mendadak linglung dan sedikit perasaan merinding menghantuinya. Bagaimanapun, semua hal terlihat cukup jelas sekarang. Jungkook akan mati di tangan Jisoo dan Profesor Kwon. Sekaligus. Seperti mendapat doorprize berlipat ganda dari suatu undian di televisi, aliran darah Jungkook mendidih. Bedanya, dalam situasinya saat ini memiliki implikasi yang sama sekali tidak ada bagusnya.

Anu…Tidak bisakah anda menyisakan satu—maksudku, Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku kalau tidak berhasil mendapatkan kotak makan siang tersebut. Jadi, kumohon.” Ucap Jungkook. Sedikit memasang tampang memelas tidak akan mengurangi kadar ketampanannya, bukan?

“Maaf, nak. Tapi kami sudah tutup.”

“Tapi—” Bagaimanapun, Jungkook harus berhasil mendapatkan kotak makan siang tersebut. Hal itu akan lebih baik ketimbang mati.

“Kalau begitu kembalilah besok.”

Tidak. Tidak. Bukan itu maksudku, Ahjumma.

“Aku harus mendapatkannya seka—”

“Iya, Aku tahu, anak muda. Besok kau bisa kembali lagi ke sini. Akan kusisakan satu kotak makan spesial untukmu, oke?”

Sudah dikonfirmasi bahwa Jungkook akan tamat malam ini.

—Devilish Sister—

Gimana? Kau dapat kotak makan siangnya, kan?” Jisoo melipat kedua tangannya. Di depan gadis itu sudah tertata rapi alat makannya. Iris gelapnya terus memperhatikan gelagat Jungkook yang lebih canggung dari biasanya. Gadis itu paham.

“Jangan bilang kau kehabisan—”

Jungkook menggigit bibir bagian dalamnya, fakta bahwa dia merasa ciut ketika berhadapan dengan Jisoo yang sedang dalam mode ‘setan’nya benar-benar menyedihkan. Terakhir kali Jungkook melawan, dia sama sekali tidak disapa oleh Jisoo selama nyaris dua bulan. Dan hal itu benar-benar membuat hidup Jungkook berantakan serta jauh dari kata ketenangan.

“Aku tadi nyaris mendapatkannya. Tapi—”

Aish, lupakan. Aku tidak perlu alasan, Kook.” Jisoo mengetuk-ngetukkan jemarinya di atas meja. Sibuk memikirkan sebuah ‘hadiah’ yang pas untuk adik terimutnya ini. Padahal Jisoo sudah rela menolak tawaran acara minum-minum gratis di perusahan hanya demi kotak makan siang spesial, namun Jungkook justru tidak berhasil mendapatkannya. “Sebagai gantinya, kau berhutang tiga dolar padaku, oke?”

Jungkook ternganga.

Gadis itu lantas mengeluarkan buku catatan kecil, mencoretkan beberapa huruf di dalamnya sambil tersenyum puas.

“Satu lagi, besok kau harus datang ke perusahaan saat jam makan siang.” Di bagian ini, Jungkook merasakan pertanda buruk yang tersirat. Dan intuisi Jeon Jungkook tidak pernah sekalipun meleset, terutama jika menyangkut hal yang akan mengubah arah kehidupannya—“Kurasa Aku sedang jatuh cinta.” Skak mat!

Oh—perlu diketahui satu hal. Seo Jisoo selalu menunjukkan dedikasi tinggi terhadap segala hal yang diinginkannya. Dalam hal ini termasuk kehidupan cinta. Dan Jungkook, mau tak mau, harus ikut terlibat dalam sesi pencomblangan sang kakak dan calon mangsanya.

“Eh?! Lagi?!”

Satu hal yang pasti. Sejak dulu Jungkook selalu berpikir bahwa Seo Jisoo mampu membuat dunianya berputar.

.

.

.

To Be Continued

Finished on 2016 May 30st; 12.25 WIB

.

.

.

*Saitama = salah satu tokoh anime yang botak dan…tak terduga xD

bbe893ff90b29947f74f09f4500a9d52.jpg Picture © Pinterest

Catatan Penting:

  • Yey! Mba Jinri come as a cameo as well :”D ugh, maafkan banget kalau kalian semua ada yang ngebias mba yang satu ini—saya juga sebenernya gak rela buat ngebikin mba Jinri jadi jahat, tapi buat kepentingan cerita apa boleh buat 😦 etapi, disini mba Jinri gak jahat-jahat amat, kok. Dia Cuma iri sama mba Jisoo dan kesempurnaannya xD
  • And Sujeong is come as a cameo as well too! Sengaja bikin para 97z jadi temen disini xD dan Sujeong jadi 97z pertama yang hadir di chapter perdana Devilish Sister ini sebagai tetangga sekaligus temen deketnya Jungkook xD dan dia satu-satunya orang luar yang tau kepribadian setannya mba Jisoo, wkwkwk. Nantikan kehadiran cameo-cameo lain di chapter depan xD heuheuheu
  • Iya, disini Jisoo Cuma menunjukkan sisi setannya ke adik satu-satunya (ketambahan Sujeong). Jadi, publik tetap menganggap sosok Jisoo ini adalah cewek baik-baik xD hohoho
  • Sedikit hal tentang JJ bersaudara. Hmm, jadi sebenernya si mba Jisoo ini sejak kecil sudah dilimpahi sama keberuntungan sama hal-hal yang baik-baik, meanwhile Jungkook sebaliknya. Macem Jungkook ini #1 orang yang hidupnya paling sial. Dan dia suka nyalahin kakaknya gegara itu semua. Tapi—walaupun begitu, sebenarnya roda penggerak kehidupannya mas Kook ini itu si mba Jisoo tadi. Jadi, biar gimanapun keselnya mas Kook sama mba Jisoo, dia tetep gabisa menghindar dari si mba nya. Hmmm, bingung? Sama aku juga /loh/ xD ya sudahlah.

A/N: Akhirnya bisa memposting chapter satunya :”D /sungkem sama mas yoon/ ugh, semoga tidak mengecewakan, ya? 😦 tbh, saya masih ngerasa kalau banyak yang kurang, mungkin karena masih masuk chapter-chapter penjelasan karakter, yak? :””) dan komedinya…nggak banget, seriusan /mojok/ orz. pokoknya, saya bakal nerima saran apapun dari pembaca sekalian, jadi…jangan takut-takut untuk mengisi kolom komentar :’D tenang saja, saya tidak menggigit kok xD

Trus juga, saya mau bertanya, apakah alur ceritanya terlalu cepat? ._.

Hmmm, mungkin itu saja, sih. Selebihnya, saya mau berterimakasih kepala Hijiri Chiaki-sensei karena sudah menerbitkan karya luar biasa seperti Seigi no Mikata, yang merupakan sumber inspirasi dari story saya kali ini :’D

Mind to leave a feedback? :’D

Shalom!

burritown

Advertisements

18 thoughts on “Devilish Sister: She is Seo Jisoo [1]

  1. Wahh daebak!! 😮 ..

    aku ga bisa komen apa-apa 😦 .. btw siapa dua orang baru itu.. tapi lucu ya Jisoo yg jatuh cinta, Jungkook yg turun tangan :v .. kasian sekali kamu mas biskuit :v

    fast update juseyoo 😀

    Liked by 1 person

    • haloo, adelia xD
      hmm, dua orang baru itu si… ada deh, pokoknya :v /dibuang/ nanti kamu lihat sendiri aja di chapter depan yak xD wkwkwk.
      kan mas kook sebagai kaki-tangan mba jisoo yang paling terpercaya, makanya ikut turun tangan /halah/ :”D
      biskuit? xD wkwkwk, karena kuki yang peefect itu sudah terlalu umum :”D

      yosh! kindly wait for next chapter yaaa~ hihihi ❤ makasih sudah mau baca, btw <33

      Like

  2. Keren banget. Jungkook x Jisoo,, feel-nya dapet banget. Nggak Kebayang kalo mba Jisoo berperan sebagai Setan. Jungkook yang malang. Good banget buat ff ini, 2 jempol buat Burritown. next chapter ditunggu loh. (Jungkook-Jisoo shipper)

    Liked by 1 person

    • haloo, jiddyu? xD hihihi
      wah, ternyata ada kuki x jisu shipper disini :”D ugh, mba jisoo itu… setan berwajah malaikat /halah/.

      uwaaaah~ terimakasih banyak sudah menyempatkan waktunya untuk baca dan komen ❤ kindly wait for next chapter yaaa :”D

      Liked by 1 person

  3. Ngenes sekali hidup dedek Kookie di sini x’D
    Aku awalnya sempet bingung sih Jisoo ama Jungkook beda marga tp kok saudaraan kandung,akhirnya dijawab di sini ^^
    Penasaran lanjutannya,Jisoo jatuh cinta ama siapa…jangan2 ama salah satu dr 2 karyawan baru itu >..<

    Liked by 1 person

    • haloo, kak raissa xD
      wehehe, soalnya udah capek sih sama kuki yang selalu golden dan bisa segalanya /halah/ wkwkwk.
      jadi mba jisu pake nama ayahnya, trus kuki pake nama mamaknya :”D mba jisu ntar jatuh cinta sama si… anu pokoknya xD /dilempar/

      yosh! terimakasih sudah menyempatkan diri buat baca dan komen, kak ;]] kindly wait for next chapter yaaa :”D

      Like

  4. BRUH! akhirnya keluar :”D

    Sampek Saitaman nongol jg aku terpana huhuhu. Trus itu dua manajer tampannya siapa…masa iya Namjun Hoseok mereka kan gak tampan2 amat /dilemparin tomat/ wkwkwk. MANTAP 97Z, SAYA MENUNGGU MINGYU LAH RITO. JADIIN PLIS SAMA SUJEONG /lah laaaaah/ Teruskan lah hestek2 ini -> #KukiTidakBolehTerusMenerusSempurna #KukiSudahTerlaluMenangBanyak #KukiSesekaliKuduMenderita WQWQWQWQWQ XD

    Kecepetan? Engga kok buat aku. Tapi yg aku peratiin jg dari tulisan2 kamu yg lain, kalimat panjangnya ya heum :3, blm lagi tambahan kalimat -blabla nya yg lucuk XD. Tapi, mungkin preferensi, tapi kadang kalo kebanyakan aku suka lost dan kecapean jugak bacanya heuheu muufin. /halah sendirinya jg sering/ /dilemparin telur/

    DUH, KUKI YANG NGOMONG2 ANU ITU NGANU SEKALI /APAAA??/ XD Trus, Kuki yg teriak eh lagi jg pasti nganu :”D Jisoo kamu ngapain sih mbaak ya ampun :”””D aku menunggu JJ brosis yang langka ini lah pokoknya :”D

    ❤ ❤ ❤ ❤ ❤
    semoga ga keseringan WB
    ❤ ❤ ❤ ❤ ❤
    inget masih ada UAS dan yg lain2 /zel, ngomong sama kaca coba? :)/
    ❤ ❤ ❤ ❤ ❤

    Liked by 1 person

    • HALO KAKZEL XD
      Saitama masterpiece jadi sayang kalo gak nongol 8D /halah/. dua cowok tampannya itu si…. anu dan anu pokoknya xD wkwkwk
      NANTIKAN SQUAD 97Z MUNCUL BUAT NGEBULI KUKI YA KAK 8″D /LOH KOK/ wahahaha, hesteknya masterpiece lah, mari kita lestarikan :”D /dikeplak gusti/

      hmm, hmm, aku emang ngerasa kalo penggalan2 kalimatnya banyak yang kurang :(( huhuhu, efek kelamaan kena WB kali yak? :”D pokoknya makasih banyak kakzel sudah mau mengoreksi ❤

      TAPI… ANU ITU APA? ANU ITU SIAPA? BAH XD YA ALLAH, SERIUS, NGANU ITU APA? XD WKWKWK
      wehehehe, kindly wait for next chapter yaaa kak :”D maaciw ❤

      Liked by 1 person

  5. Yah, dia sama kaya aku/tunjuk jungkook/….TT

    disini ketauan banget ya jisoo itu orangnya perfect sekaligus perfeksionis sebagai cewe….bagus sih cuman dia ini tipe kakak yang sadis wkwkwk

    Liked by 1 person

    • halo, ani xD
      wah, kamu juga punya kakak macem mba jisoo an? :””D ugh, ugh.
      waiya, mba jisoo disini emang perfeksionis sekali. kelewat perfeksionis malah xD she just too perfect, wkwkwk.
      EMANG SENGAJA BIKIN MBA JISOO JADI TSADEST :”D /kepslok oi/

      uwaaaa, makasih banyak sudah menyempatkan waktunya untuk baca dan komen ❤ kindly wait for next chapter yaaa ;]] hihihi

      Like

  6. WAI WAI KENAPA JUNGKUK SIAL AMAT WKWKWK /ketawa bahagia/
    Yaampun mba jisoo tau undertaker wkwk memang mba jisoo ini spesial pake telur nih xD
    sebenernya penasaran siapa 2 orang baru itu dan siapa yg disukaiin jisoo, terus kenapa jungkook harus dateng ke perusahaan, terus kenapa jungkuk ngecomblangin jisoo? /banyak/

    YA POKOKNYA DITUNGGU KELANJUTANNYA KAK YEAY /TEBAR KONFEITO/

    Liked by 1 person

    • /ikutan ketawa bahagia/ KARENA AKU SUDAH BOSAN SAMA JUNGKOOK YANG SERBA PERFEKSIONIS, NAS XD /dilempar pisang/
      mba jisoo kan cewek yang lin dri yng lain 8) ih, dia diem2 suka nonton gulat loh /lah/ xD
      jadi, dua orang baru itu si… anu dan anu xD /dikemplang/ kuki harus dateng ke perusahaan nanti buat anunya si anu (?) kuki nyomblangin jisu karena kuki masih sayang nyawa :”D /oi/ wkwkwk

      YEY! MAKASIH BANYAK ANAS SUDAH MEYEMPATKAN WAKTUNYA BUAT BACA DAN KOMEN ❤ kindly wait for next chapter yaaa :”D

      Liked by 1 person

  7. KAK INTAN.
    KENAPA MESTI ADA SAITAMA YA ALLAH.
    JADI AMBYAR.
    JADI BINGUNG MAU KOMEN APA.

    ((iya yang capslock-nya isinya meni rambling saitama))

    terus kusuka banget karakternya jisoo disini kyaaa emang yang macem jungkuk tuh mesti dikasih nuna yang perfectionist dan galak ya biar jadi pawangnya hahahaha xD kak intan taugaa aku meleleh baca kalimat akhirnya aakkk tolong aku nggakuat sama relationship nuna-namdongsaeng begini ; w ;

    yosh kak intan semangat ngerjain next chapternya! ❤

    Like

  8. Jisoo tuh emang ya
    Jadi peran baik cocok
    Jadi peran yang devil gini pun cocok
    Ga salah sebutannya rubah wkwk
    Jungkook, hidupmu kasihan amat sih? Ga tega:'( semangat ya hahaha
    Tumben juga kan Jungkook dapat peran kaya gini wkwk
    Mba Jisoo bisa aja dah devil-nya cuma diketahui sama Jungkook dan Sujeong doang
    Pas Jisoo mulai melancarkan aksinya ke Jungkook, itu kasihan tapi sekaligus ngakak
    Ya ampun ada-ada aja ><

    Lucu lucu
    Ditunggu ya kelanjutannya:3

    Like

  9. Jisoo itu kalau dilihat dari wajahnya emang dia punya dua sisi. Kadang bisa jadi baik dan kadang bisa jadi devil juga. Wkwk..

    Btw, entah kenapa Jisoo itu ngingetin aku sama Umaru ya? XD
    Bedanya disini Jisoo yang jadi kakaknya.
    Jisoo sama Umaru kalau ada di depan saudaranya ‘sisi’ lain-nya keluar.
    Tapi kalau di depan orang lain, mereka berdua jadi perfect gitu XD XD XD

    Kayaknya Kak Intan sering baca manga ya. Aku sih udah jarang hiks :’) Rekomendasi dong kak manga romance atau school-life gitu.. Hehe :v

    Btw… Pas liat foto terakhir. Aku yang lagi duduk hampir kejengkang gara-gara ngeliat saitama. ITU SAITAMA KENAPA BISA NYEMPIL DISITU?

    .
    .
    .

    Oh ya, itu kan profesornya Jungkook ya…

    Ditunggu kelanjutannya! 😀

    Like

  10. Yah kalo kuki bilang jisoo itu iblis berwajah malaikat emang bener sih, abis kalo sama kuki sadis bgt si embak huhu dan kukiyaaa, itung2 nambah pahala lah ya nurutin apa kata kakak paling cantik sedunia akhirat/g.

    ada choi jinriiiiii!!!! Biasanya liat sul jd cameo di ff myungstal, kali ini lain, dan it’s okay bikin sul punya sifat cem gitu, cocok kok buat sulll wkwk btw dia bias aku/salim sama rito/

    aduh ryuuu, aku gak kuat kalo bayangin bbangddeok—sekarang jadi donat—jadi sahabat deketnya jekaaa. Dari awal tau banglyz ngeship mereka as bestfriend aja sihhh, dan kusuka sejak tampilnya ryu di siniiii, berharap yein selanjitnya weheee

    Dua cowo tampan mapan lagi single siapaaa???? penasaran akuuuuttttt, gasabar elaaaah

    Tapi rito, omong-omong aku masih nunggu kisah jeka-yein lhooo 😂😂😂

    Segini aja ya, buat cerita atau alur atau apapun itu aku sih ga masalah, aku tetep nikmatin kok, dan enak sampai akhir

    Much lafffff ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

    Like

  11. jisoo emang cocok sih di jadiin kakak yang jahat gini, apalagi adek nya semacem jungkook yang teralu sempurna(?) —tapi pasti jisoo punya tujuan yang baik sampe melakukan ini ke jungkook . ya kan ?? //sok tau

    dan aku ngarep ((banget)) salah satu dari 2 manajer tampan ini ada hoseok nya HAHAHA pokoknya harus ada. harus yayaya. soohope soohope! //maksa

    terakhir.

    ITU TERAKHIRNYA KENAPA ADA FOTO SAITAMA HAHAHA NGAKAK x’D //oke ini ga nyantai. maafkan

    Like

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s