[Freelance] Blind Date

Standard

balique-restaurant

BLIND DATE

Author                        : Raissa Pearl

Cast                 : Jung Yein, Seo Jisoo (Lovelyz), Jeon Jungkook, Jung Hoseok (BTS)

Genre              : Fluff

Length                        : 2761 words

Rating             : G

Disclaimer       : The characters are owned by their agencies. The story-line is mine, but the picture is not. Plagiarizing is no no no~

 

Jung Hoseok pasti sudah gila karena sudah kebanyakan tugas di semester akhir.

Hal itu yang pertama kali melintas di benak Jung Yein ketika kakaknya yang berumur 4 tahun lebih tua itu memintanya untuk menemui salah satu temannya di klub dance.

“ Apa Oppa sedang menyuruhku ikut kencan buta?” tanya Yein sambil memelototi Hoseok yang tersenyum lebar dan bersandar di dekat pintu kamarnya.

Sore itu, Yein sedang mengerjakan latihan soal Fisika. Dia yang tahun ini duduk di bangku kelas 3 SMA memang harus belajar lebih ekstra dari sebelumnya. Dan dia berpikir, apa-apaan kakaknya menyuruhnya ‘berpacaran’ di saat seperti ini?

“ Aku hanya bilang, aku punya kenalan yang mungkin cocok untukmu, bukan menyuruhmu kencan.” Kilah Hoseok.

“ Kalau Oppa bilang ‘tutor pelajaran IPA’ mungkin aku akan menemuinya.” Yein kembali mengarahkan pandangannya pada buku latihannya. Tapi ternyata hampir 3 jam menatap buku tersebut membuatnya mual saat melihatnya lagi.

“ Kau terlalu banyak belajar, Jung Yein.” cibir Hoseok.

Oppa sendiri terlalu banyak pacaran.” balas Yein.

“ Pokoknya temui saja. Kau tidak akan menyesal. Siapa tahu dia pintar IPA.”

“ Kalau itu teman Oppa aku tidak yakin.”

Hoseok siap menjitak Yein ketika kemudian terdengar suara ibu mereka dari lantai bawah.

“ Jung Hoseok! Jangan ganggu adikmu belajar!”

“ Dengar itu.” Yein tersenyum penuh kemenangan. Hoseok hanya memasang wajah kesal.

“ Aku tidak punya fotonya, jadi tidak bisa kutunjukkan. Dia baru saja masuk klub danceku beberapa hari yang lalu.” jelas Hoseok kemudian.

“ Dan kau mau menyerahkan adikmu yang cantik ini pada seseorang yang baru kau kenal beberapa hari yang lalu? Yang benar saja!” seru Yein. Hoseok memasang ekspresi ingin muntah ketika mendengar kata ‘cantik’.

“ Hei, aku bisa lihat kalau dia laki-laki baik sejak pertama melihatnya, walaupun kelakuannya agak aneh.”

“ Tidak ada yang lebih aneh di dunia ini selain Oppa.” Yein menjulurkan lidahnya. “ Cepat pergi atau aku panggil Eomma.”

Hoseok mendengus kesal, “ Aku akan bilang padanya untuk menemuimu akhir pekan nanti.” ucapnya sambil menutup pintu kamar Yein.

“ Aku akan pergi akhir pekan nanti!” seru Yein.

“ Mau pergi dengan siapa? Kau juga tidak punya teman!” sahut Hoseok dari balik pintu.

“ Aneh!” Yein jadi tidak bersemangat untuk belajar lagi. Dia beranjak dari kursinya dan menghempaskan tubuhnya ke kasur.

“ Kenapa tiba-tiba Oppa menyuruhku menemui temannya sih?” gumamnya.

Jung Yein adalah murid yang cukup cantik, pintar, dan berbakat di sekolahnya. Mungkin beberapa murid laki-laki – atau sebagian besar dari mereka – akan menyukainya. Tapi Yein terlalu cuek untuk tahu tentang itu. Sejak masuk kelas 3, dia menjadi kutu buku yang hanya datang ke kantin ketika makan siang dan menghabiskan waktu di perpustakaan sekolah ketika waktu luang bersama teman-temannya. Sepulang sekolah pun dia memanfaatkan jam tambahan dengan sebaik mungkin. Tentu saja dia tidak punya waktu untuk bertemu dengan teman laki-laki yang mungkin dia sukai.

Mungkin kakaknya kasihan melihatnya ‘berpacaran’ dengan buku setiap hari?

Jung Hoseok sendiri baru punya pacar sebulan yang lalu. Teman satu kampusnya, Seo Jisoo. Jisoo terkadang terlihat datang ke rumah mereka setiap akhir pekan, menyapa Yein dan membawakannya kue dari cafe tempatnya kerja part-time. Bagi Yein, kakaknya beruntung sekali mendapatkan pacar sebaik Jisoo.

Sebenarnya Yein juga ingin mempunyai pacar yang baik seperti itu. Tidak perlu yang pintar IPA seperti dia, paling tidak yang mempunyai kepandaian lain. Tapi tidak saat ini juga. Dia masih harus fokus belajar untuk bisa masuk universitas impiannya.

Tiba-tiba beberapa rencana untuk bisa menghindari ‘kencan buta’ yang dibuat Hoseok mulai terancang di kepala Yein.

*   *   *

Salah satu ide yang sempat terlintas di kepala Yein tadi malam adalah bangun sepagi mungkin dan kabur ke rumah Yerim dengan alasan ingin mengerjakan proyek karya ilmiah.

Tapi Yein harus melupakan idenya itu karena dia bangun kesiangan dan melihat pacar kakaknya sudah duduk di tempat tidurnya.

“ Jisoo Eonni?” dengan keadaan setengah sadar, Yein mencoba membuka matanya dan memastikan bahwa yang di hadapannya bukan Seo Jisoo, pacar Jung Hoseok, kakaknya, yang tersenyum sambil membawa tas belanja.

“ Aku pikir kau akan kabur.” ucap Jisoo sambil tertawa kecil.

“ Huh, aku memang mau kabur.” Yein mengerucutkan bibirnya. Dia ingin menendang selimutnya karena kesal, apalagi saat ini Jisoo malah menertawakannya. Menyebalkan sekali, batinnya.

“ Apa kau mau menyuruhku bertemu teman Hoseok Oppa yang baru dikenalnya beberapa hari itu juga?”

Jisoo mengangguk-anggukkan kepalanya dan menyodorkan tas belanja yang dibawanya. “ Aku bahkan membelikanmu ini.”

Mata Yein yang semula hanya terbuka setengah karena masih mengantuk kemudian melebar ketika tas belanja tersebut sudah ada di hadapannya. Dia segera mengambilnya dari tangan Jisoo dan membukanya.

“ Uwaa! Cantik!” Yein mengeluarkan isi tas belanja tersebut. Sebuah dress berwarna putih . “ Eonni membelikannya untukku?”

Jisoo kembali mengangguk, “ Hoseok yang memintaku memilihkan pakaian untukmu.”

Eonni bohong.” Yein menyipitkan matanya sambil mendekap dress barunya itu. “ Oppa bukan tipe orang yang seperti itu. Dan kenapa dia harus menyuruh Eonni membeli pakaian lagi? Dia kira aku tidak punya pakaian?”

“ Hoseok bilang pakaianmu hanya kaos dan celana.” ujar Jisoo sambil terkekeh.

“ Hei, aku punya rok!”

“ Katanya rokmu aneh untuk dipakai berkencan.” Jisoo menutup mulutnya dan tertawa.

“ Aku akan menghajarnya!” Yein bersiap beranjak dari tempat tidurnya untuk menemui Hoseok, tapi Jisoo menahannya.

“ Hei, kakakmu sebenarnya sangat menyayangimu.” ucap Jisoo yang langsung membuat Yein mengerutkan kening.

“ Apa maksud Eonni?”

“ Dia… hanya ingin kau tidak sendirian ketika kau masuk universitas nanti.” ekspresi wajah Jisoo berubah. “ Kami tidak akan bisa menjagamu besok ketika kau kuliah nanti karena kami sudah lulus, jadi Hoseok mencoba mencarikan teman untukmu sebelumnya.”

“ Huh, aku kan bisa mencari teman sendiri nanti.” ucap Yein sambil mendengus dan melipat kedua tangannya. “ Kenapa dia sangat suka mengurusi kehidupan pribadiku.”

“ Hei, kakakmu itu sudah kuliah 3 tahun lebih. Dia lebih tahu tentang kehidupan kuliah dibandingkan denganmu.” Jisoo mencubit pipi Yein gemas. Si pemilik pipi yang dicubit hanya bisa mengeluh kesakitan.

“ Sudahlah, sekarang temui saja orang itu di Happy Cafe jam 12. Sekiranya kau merasa dia tidak menyenangkan, kau bisa kirim pesan padaku dan aku akan menjemputmu dari sana.”

“ Yang benar, Eonni?” Yein kembali membelalakkan matanya.

“ Iya. Sudah, mandi dulu sana.” Jisoo menepuk-nepuk pundak Yein dan sedikit mendorongnya untuk segera beranjak dari tempat tidur.

Yein sebenarnya masih merasa malas untuk bertemu dengan teman Hoseok tersebut, tapi dia memikirkan kata-kata Jisoo tadi.

Apa benar kakaknya khawatir jika tidak ada yang menjaganya ketika masuk kuliah nanti atau dia hanya ingin membuatnya punya pacar karena terlalu sering ‘bermesraan’ dengan buku?

*   *   *

“ Yein-ah, kau tampak cantik!” puji Jisoo ketika melihat Yein masuk kembali ke kamarnya dan sudah mengenakan dress putih pemberiannya. Yein menunjukkan ekspresi bingung, lalu mematut dirinya di depan cermin berukuran setengah badan di hadapannya. Dia tersenyum sambil sesekali memutar badannya.

“ Apa kau punya aksesoris rambut? Sebaiknya kau biarkan saja rambutmu tergerai.” Jisoo mencari-cari aksesoris rambut yang ada di atas lemari pakaian kecil Yein. Ada jepit rambut, kuncir, bandana. Sampai akhirnya Jisoo mengambil sebuah bandana berwarna senada dengan dress Yein.

“ Haruskah aku memakainya?” Yein menunjukkan mimik muka tidak yakin. Ini pertama kalinya dia sangat memperhatikan penampilannya ketika akan bepergian ke suatu tempat. Tapi tentu saja, ini bukan bepergian yang biasanya dia lakukan sehingga hanya menggunakan kaos, cardigan, dan sepatu kets. Ini kencan buta.

Jisoo mengambilkan sisir untuk Yein. Yein mulai menyisir rambutnya. Di cermin, dia bisa melihat pantulan wajah pacar Hoseok tersebut yang terus tersenyum menatapnya dari belakang.

“ Sepertinya kau sangat bersemangat mendandaniku.” komentar Yein.

“ Ini seperti melihat adikku sendiri sedang berdandan.” ucap Jisoo. Jisoo adalah anak tunggal di keluarganya. Yein bisa melihat bahwa dia sangat senang saat tahu Hoseok punya adik perempuan.

“ Ku rasa kakakku beruntung bertemu denganmu.” ucap Yein sambil mengenakan bandananya. Jisoo tampak menaikkan alisnya, bingung.

Yein berbalik dan tersenyum, “ Kalau kau berniat menikah setelah lulus kuliah nanti, aku akan merestui kalian.”

“ Ya!” sebuah bantal melayang ke wajah Yein yang tertawa dan berlari keluar dari kamarnya.

*   *   *

“ Kau harus datang lebih awal daripada dia.”

“ Kenapa?”

“ Untuk menunjukkan kesan yang baik.”

“ Tidak mau. Memangnya ini acara temu keluarga?”

Yein awalnya menolak untuk datang lebih awal di Happy Cafe. Tapi karena Hoseok terus meledeknya karena melihatnya menggunakan dress untuk pertama kali, akhirnya Yein memilih segera pergi dari rumah secepat mungkin.

Saat ini pukul 11:30. Suasana cafe saat itu tampak agak sepi. Hanya 2 meja yang terisi, yang satu diisi oleh 2 orang remaja putri dan meja lainnya oleh sepasang kekasih yang sepertinya lebih muda darinya.

Lebih muda? Dan Yein yang hampir masuk universitas ini masih belum punya pacar?

Yein bukan tipe orang yang suka menunggu seseorang sambil memainkan smartphone seperti remaja pada umumnya. Dia lebih suka melihat-lihat apa yang ada di sekelilingnya. Baginya, melihat cafe ini tidak terlalu membosankan karena nuansa vintage yang ada di dalamnya. Dia akui, kakaknya cukup pintar dalam memilih tempat berkencan.

Memangnya dia akan benar-benar berkencan sekarang? Bagaimana kalau laki-laki yang akan dikenalkan Hoseok padanya tidak sesuai perkiraannya?

11:45.

Seorang laki-laki tampak masuk ke cafe. Yein mengamatinya dengan seksama. Dia merasa khawatir jika laki-laki ini adalah teman Hoseok. Laki-laki bertubuh tinggi kurus, berkacamata dengan frame cukup besar, dan berpakaian agak aneh – kemeja ungu, vest hitam, celana ¾ hitam. Dia tampak seperti anak kutu buku bagi Yein. Memang Yein akhir-akhir ini suka membaca buku – buku pelajaran tentu saja, tapi dia tidak mau setelah ujian akhir dan ujian masuk universitas nanti dia masih harus membicarakan tentang buku.

Lagipula dia tidak tampak seperti orang yang mengikuti klub dance, batin Yein.

Yein menghela nafas lega ketika laki-laki tadi berbelok ke meja lain yang agak jauh dari Yein. Tentu saja, kakaknya tidak akan tega membiarkannya berpacaran dengan kutu buku.

11:50.

Happy Cafe menjadi lebih ramai. Yein mulai merasa sendirian. Dia mengambil smartphonenya dan mengirim pesan pada Jisoo.

“ Eonni, dia belum datang.”

“ Tunggu saja.”

“ Di sini mulai ramai. Ada orang yang terus melihat ke arahku. Apa karena aku memakai sleeveless dress?”

“ Ya! Makanya tadi ku bilang untuk membawa cardigan.”

“ Huh, aku tidak tahu kalau tempatnya akan ramai seperti ini.”

Yein sedikit melirik ke arah orang yang dia maksud di pesannya tadi. Kumpulan laki-laki yang tampaknya seumuran dengan kakaknya dan duduk di meja yang jaraknya hanya dipisah oleh satu meja di sisi barat sepertinya terus mengamatinya, membuat Yein merasa tidak nyaman.

“ Huh, di mana orang itu…” gumam Yein. Dia terus melihat ke arah pintu, tapi tampaknya tidak ada satupun yang akan berjalan melewatinya. Dia lalu kembali melihat ke layar smartphonenya. Jisoo tidak membaca pesan yang terakhir dikirimnya.

Yein kembali melirik ke kumpulan laki-laki tadi. Mereka masih tampak mengamati dan tersenyum ke arahnya. Yein mengedarkan pandangan ke sekitarnya. Orang-orang yang ada di dalam cafe juga mulai mengamatinya. Mungkindress putih ini terlalu cerah sehingga orang-orang heran melihatnya.

“ Seharusnya Jisoo Eonni memilihkan warna cream atau aku pakai celana saja tadi.” gumamnya sambil menunduk dan memencet-mencet layar smartphonenya.

“ Permisi, apa kau Jung Yein?”

Yein langsung mendongakkan kepalanya karena mendengar seseorang menyebut namanya. Di hadapannya berdiri seorang laki-laki dengan mata bulat yang tampak bingung – mungkin karena untuk beberapa detik, Yein masih mencoba mempelajari figurnya. Laki-laki ini tampak manis bagi Yein, dan jika dia diminta untuk mencelanya, tidak ada satupun darinya yang bisa dia cela.

“ Kau temannya Hoseok Oppa?” Yein balik bertanya. Laki-laki tadi tersenyum dan mengangguk-angguk. Yein mulai bisa merasakan detakan jantungnya menjadi semakin kencang.

“ Aku Jeon Jungkook. Kau benar Jung Yein kan?” laki-laki bernama Jeon Jungkook itu mengulurkan tangannya. Yein membalasnya sambil mengangguk dan tersenyum.

“ Ah, apa kau sudah menunggu lama di sini? Maaf, aku…” Jungkook akan duduk ketika kemudian melihat orang-orang di sekitarnya menatap ke arah mereka. Yein merasa bingung melihat ekspresi Jungkook saat ini.

“ Maaf, tapi sepertinya orang-orang terus menatap ke arahmu.” Jungkook melepas jerseyhitam-putih yang dipakainya, lalu berjalan ke arah Yein dan memakaikannya pada Yein. Pipi Yein mulai menampakkan semburat merah karena menahan malu. Dalam hatinya, dia merasa bersyukur dan juga merutuki Jisoo yang menyuruhnya mengenakan dress ini.

“ Lain kali, pakai saja pakaian yang menurutmu nyaman. Santai saja denganku.” Yein bisa mendengar suara kekehan Jungkook setelah itu. Entah kenapa, saat ini mulutnya terkunci begitu saja. Kebiasaannya membalas langsung apa yang dikatakan orang padanya menghilang untuk saat ini. Apa dia sedang melakukan cosplay di depan Jungkook sekarang?

“ Jangan malu seperti itu. Kau tampak lucu.”

Kenapa dia bisa menebak apa yang sedang aku rasakan, batin Yein sambil mencoba menutupi sebagian wajahnya yang memerah dengan tangannya.

“ Katakan apapun yang kau mau. Aku tidak mau menanyaimu pertanyaan-pertanyaan seperti ‘Apa kau kelas 3 SMA sekarang?’, ‘Bagaimana persiapan ujianmu?’, dan sebagainya karena kata Hoseok Sunbae kau tidak suka orang yang berbasa-basi.” ucap Jungkook. “ Kau juga bisa memanggilku Oppa kalau mau. Kalau kau memintaku untuk mengajarimu pelajaran ilmu alam, aku tidak bisa karena jurusanku ilmu sosial. Tapi sepertinya untuk Matematika aku masih bisa walaupun nilaiku tidak terlalu bagus dulu.”

Yein merutuk dalam hatinya, apa saja yang sudah dikatakan Hoseok pada Jungkook tentang dirinya? Bahkan dia tahu kalau Yein butuh tutor belajar Fisika dan Matematika. Jung Hoseok memang benar-benar bermulut ember.

“ Apa saja yang kakakku katakan padamu tentangku?” Yein akhirnya melepas cosplaynya.

“ Banyak.” Jungkook tersenyum lebar. Sepertinya dia sengaja membuat Yein penasaran.

“ Dia pasti menceritakanmu yang aneh-aneh.”

“ Sepertinya kalian sering bertengkar.” ucap Jungkook sambil tertawa, membuat Yein mengerutkan keningnya. “ Tidak, dia hanya menceritakan hal-hal umum darimu seperti yang kusebutkan tadi. Kalau sifatmu yang lain, mungkin bisa kupelajari sendiri.”

“ Pelajari?”

Jungkook mengangguk, “ Apa kau hanya akan bertemu denganku sekarang dan tidak mau bertemu denganku lagi di lain waktu?”

“ Ah, bukan begitu. Tapi…”

Jungkook mengangkat alisnya.

“ … Aku tidak tahu apa sebenarnya alasanku ke sini karena tiba-tiba kakakku mengatur pertemuan kita…” Yein menunduk dan tiba-tiba tersadar bahwa dia belum memesan minuman sejak tadi, membuatnya tidak punya ‘pelarian’ untuk mengalihkan pandangan dari Jeon Jungkook.

“ … dan aku pikir kita hanya akan sempat bertemu sekarang karena aku harus belajar untuk ujian akhirku.”

“ Jangan khawatir.” Yein kembali menatap Jungkook yang sekarang bersandar di kursinya sambil melipat tangan di depan dadanya. “ Kita tidak perlu bertemu di luar seperti ini. Aku bisa datang ke rumahmu atau menjemputmu di sekolah.”

“ Kau sepertinya tidak punya kesibukan di kampus sampai sempat-sempatnya mendatangi sekolahku.”

“ Ingat, aku mahasiswa tingkat awal. Aku belum terlalu sibuk untuk saat ini.”

Yein terdiam sebentar, mencoba memikirkan hal lain yang bisa ditanyakan pada Jungkook saat ini.

“ Sudah ku bilang, jangan sungkan untuk bertanya.” ucap Jungkook. “ Ngomong-ngomong, sepertinya kau belum pesan minuman dari tadi. Kau mau pesan apa?”

“ Huh?” Yein menatap Jungkook yang beranjak dari kursinya. “ Ehm… Strawberry Float?”

Okay…” Jungkook memanggil waitress yang akan berjalan melewati mejanya dan Yein, kemudian menyebutkan minuman yang akan dipesannya.

“ Jungkook-ssi…”

Jungkook menoleh dan memicingkan matanya, “ Sudah ku bilang panggil aku Oppa.”

“ Apa-apaan, aku baru mengenalmu hari ini sudah memanggilmu Oppa.”

Jungkook hanya tersenyum lebar. Tampaknya dia juga malu harus berbicara banyak dengan Yein. Yein bisa melihatnya dari telinga Jungkook yang memerah. Dia kemudian tersenyum menyadari hal itu.

“ Apa Hoseok Oppa membayarmu untuk menemaniku? Atau menjadikan pertemuan ini sebagai syarat masuk klub dance?” tanya Yein kemudian, yang langsung membuat Jungkook menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

“ Tidak.. Aku hanya…” Jungkook menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, membuat Yein bingung.

“ Hanya apa?”

“ Entahlah. Kakakmu bilang, aku tampak seperti orang yang tidak punya banyak teman.”

Yein tertawa mendengar ucapan Jungkook. Apa kakaknya sekarang menjadi biro pertemanan?

“ Abaikan kakakku. Dia orang yang aneh.”

“ Kalau Hoseok Sunbaeaneh, apa kau juga aneh? Orang bilang, sifat kakak dan adik tidak jauh berbeda.”

“ Kau bilang akan mempelajari sifatku nanti. Jadi kau yang putuskan apa aku aneh atau tidak.”

Jungkook terkekeh, sementara Yein seakan tidak bisa melepas pandangannya dari senyum laki-laki itu sekarang.

“ Jungkook Oppa..”

“ Huh?” wajah Jungkook tampak memerah ketika mendengar Yein memanggilnya Oppa.

“ Aku senang bisa bertemu dan berkenalan denganmu.”

“ Bukankah terlalu cepat mengatakan hal itu? Kita baru duduk bersama selama 15 menit di sini.”

Yein menggeleng, “ Semoga apa yang dikatakan kakakku tentangmu benar.” Dia teringat ucapan Hoseok tentang Jungkook yang tampak seperti laki-laki baik pada awal pertemuan.

“ Tentangku? Apa yang dikatakan Hoseok Sunbae tentangku?” Jungkook tampak penasaran. Tepat setelah Jungkook bertanya, waitress datang membawakan pesanan mereka.

“ Banyak.” jawab Yein sambil menjulurkan lidahnya, mencoba meledek Jungkook. Jungkook hanya bisa mendengus dan pura-pura kesal.

“ Sepertinya aku juga senang bisa bertemu denganmu, Jung Yein. Kalau kau ada waktu luang, aku akan mampir ke rumahmu.”

Okay.” Yein mengulurkan tangannya, mengajak Jungkook untuk melakukan high-five, yang kemudian dibalas Jungkook dengan semangat.

Dalam hati, Yein berjanji akan berterimakasih pada Hoseok karena sudah mempertemukannya dengan Jeon Jungkook. Mungkin untuk saat ini mereka akan memulainya dengan pertemanan dulu. Lagipula, Yein masih berpegang teguh pada prinsipnya untuk tidak berpacaran selama kelas 3 ini. Mungkin nanti ketika dia sudah masuk di universitas impiannya?

*   *   *   *

Dedek Kookie, Noona juga mau disamperin kamu ke rumah *eh ._.

Cerita ini terinspirasi dari temenku yang beberapa minggu yang lalu ‘terjebak’ blind date yang dibikin ama emaknya x’D Endingnya ga bahagia sih kayaknya karena dia ga suka ama cowoknya. Tapi kalo cowoknya macem dedek Kookie begini aku jamin dia kagak nolak ._.

Entah kenapa aku pingin bikin karakternya Jungkook di sini yang nyoba ngecairin suasana tapi sebenernya dia malu-malu meong ~..~ Jarang aja FF tentang Jungkook yang agak pemalu gitu (iya, biasanya malu-maluin. Tapi itu yang bikin aku ngebiasin dia -,-) Dan Yein di sini agak nyolot ya ._. Soalnya kemarin udah bikin karakter Sujeong yang agak kalem-kalem manis gitu, masak Yein di sini juga kayak gitu kan kurang greget ~..~ Nyahaha… Betewe aku kemarin sempet mikir, kalo aku bikin FF tokohnya Jisoo, pairingnya siapa. Kemudian kepikiran mas Jehop, kayaknya lucu nih kalo mereka jadi kopel. xD O iya, di cerita, Kookie bilang kalo dia ambil jurusan di ilmu sosial. Kira-kira jurusan yang cocok buat dia apa yak? ~.~

And I would be so happy if you left a comment here guys~ ^^

Advertisements

21 thoughts on “[Freelance] Blind Date

  1. azeleza

    RAISAAAA, duh makasih Dek Yein dan Dek Kuki dibuat bahagia di sini :”) Duh trus mrk bales2an gitu lg ngomongnya sukak greget gitu kek mereka emng anak remaja pd umumnya /ini efek abis baca manga jd otaknya rada ngefantasi mikirin JungIn :”)/

    JEHOP BAIK NGETS. DUH KAPAL JIHOPE YAH INI KYAAAAA /azel masih galau kapal 94z banglyz jadi ngekya2in yg manapun/

    Kuki ilmu sosial tuh hem…mungkin di sastra kali ya…soalnya gak kebayang kalo Kuki di hukum ato ekonomi :”) btw Yein mau jurusan apa? :O

    Keut itu aja. Sering2 kirim ke mari Raisa :3 ❤

    Like

    • Nyahahaha…abis kemarin dedek Kookie ama dedek Yein dipisahin ama Azel~ :’3 Khekhe…kan ceritanya Yeinnya ceplas-ceplos gitu terus Kookie geli aja liat sifat Yein yang kayak gitu 😀
      Nyaa…iya,kemarin bingung kalo mau bikin cerita yg castnya Jisoo mau dipasangin ama siapa,soalnya yg lain udah ada pasangannya semua (?) terus kepikiran kakak Jehop xD
      Sastra?Ntar jadi adek kelas akuuu >w< *ngarep banget
      Iyaaw….makasih udah baca dan komen Azel~~ ^^

      Liked by 1 person

  2. Aihara

    Jisoo perannya dapet banget
    Keinget dia emang care banget di reality show wkwk
    Hobi sangat beruntung punya pacar kaya dirimu, sampai dd Yein-nya merestui kalian nikah setelah lulus kuliah LOL
    Yein yang straightforward emang Yein banget deh XD
    Ohya
    Jadi inget…
    Jungkook kan belum lulus, nanti dia langsung lanjut kuliah ngga ya? Bangtan sibuk banget gitu XD

    Oke, semoga lancar ya kalian><
    I mean, pertemanannya wkwk

    Like

    • Iyaa…siapa yg ga seneng punya calon kakak ipar yang care banget kayak Jisoo…wkwk 😀
      Pinginnya sih dia bisa lanjut kuliah kayak hyung-hyungnya…
      Khekhekhe…
      Makasih udah baca dan komen,Aihara… ^^

      Like

  3. Huaa bacanya bikin senyum” sendiri😍😍

    Entah kenapa aku ngerasa karakternya itu sesuai dng asli hehe..
    Pertama Yein yg sebenarnya sedikit cuek gimana gitutpi sedikit aneh tpi klo udh ketemu cowok bakalan jdi malu” kyak di lovelyz diary s4 yg blind date haha..
    Terus JHope yg sebenarnya aneh tpi punya sisi perhatian dan penyayang, biasa liat dia di video bangtan hee, cocok bngt jdi kakak yein karna marganya sama” jung..
    Jisoo yg klo divideo Lovelyz emng orangnya kalem dan perhatian bnget..
    Dan Jungkook, dia emng romantis dan sedikit pemalu hehe.. pokoknya ini sweet bnget apalagi JeongIn kapal favorit aku😍😍

    Ditunggu ff JeongIn lainnya authotnim hehe..
    Btw, blind date sujeong ada juga?? Pengen baca dong thor

    Like

  4. adelia

    ~shy shy shy~

    aku jadi malu nih baca Bang Biskuit yg gemesin ini sama Yein yg unyu kebangetan..

    Apalagi aku ikutan malu juga serasa akward gimana getoh .. best deh author … like like like

    Like

  5. ANi

    Gereget baca ff ini, momen JungIn walaupun tak nyatanya itu kaya berasa asli. Andai couple ini nyata….duh senangnya dunia akhirat^^

    Like

  6. dari pas awal liat cast nya udah excited soal nya ada hoseok sama jisoo dan ternyata mereka pacaran! aaaaa otp ku♡♡♡

    jeongin nya lucu sekali, gemes ㅋㅋㅋ
    feel jungkook dan yein nya dapet banget

    pokokmya suka suka hehe

    +kapan kapan buat yang main cast jisooxhoseok. pasti aku baca x’D

    Like

  7. halo kak raissa😁
    kaaa aku baper;-; terutama pas jungkook pakein jaketnya ke yein. bawaannya mau teriak, tapi ini masih pagi;-;

    bagus kak, plotnya ehehe. lucu aja liat dua org yg sama2 ga banyak temen, trus jurusan sekolahnya beda, tapi ketemu dan lgsg klop. udah fix, mereka pasti jodoh EHEHE~

    aku jadi keinget lvlzdiary btw HEHE

    semangat terus yah nulisnya ka raissa^-^

    Like

    • Halo nightskies~ ^-^
      Nyahaha…impian author yg terpendam dibawa-bawa ke FF JeongIn xD *plak
      iya seru kalo bisa ketemu org kayak gitu ~..~
      Aa…pingin nonton Lovelyz Diary S4 T^T kok aku ga nemu episode 1nya yak di yutub…
      Makasih udah baca dan komen nightskies~ ^^

      Liked by 1 person

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s