[Freelance] Serenity

image1

Serenity

 

 

 

Shannellerush’s storyline

Starring by : Yoo Jiae

 slight mention Hong Jisoo

Fantasy – fluff – slight! Surealism

Ficlet – G

 

 

 

Disclaimer : cerita ini murni dari hasil pemikiran saya dan bersifat fiktif.

 

 

 

A/N : please listen song SNSD – Tinkerbell

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kalau di beri kesempatan, aku ingin menjadi manusia supaya bisa dekat dengannya.”

Percikan aroma akhir musim semi terasa lebih manis dari sebelumnya. Hembusannya begitu menggelitik, namun menenangkan. Tiada tara dengan segala rasa yang pernah dirasakannya dalam hidup. Kelopak-kelopak sakura yang ia genggam sedari tadi, kini dibiarkan terbang mengikuti arah semilir angin. Tak jarang pula ia tersenyum akan tarian kelopak sakura di udara.

Yoo Jiae. Gadis itu tersenyum penuh makna lantaran sapaan udara musim semi yang begitu lembut dan menggoda. Senyum yang ia raut tak mengalami kepudaran sedikit pun. Iris hazel nya kini menatap langit biru nan jauh di angkasa. Tatapan itu seolah menceritakan kembali kisahnya di hari pertama musim semi dan pertemuannya dengan sosok pemuda bernama Hong Jisoo.

Pikiran Jiae mulai memutar mesin waktu. Memutar ulang kejadian yang ia alami di hari pertama musim semi.

Waktu itu, saat ia sedang asyik bermain dengan para burung di dahan. Tiba-tiba, telinganya mendengar alunan nada indah  yang begitu menggoda.

Karena penasaran, diam-diam Jiae mengintip dari balik dedaunan yang bertengger di antara dahan.

Sungguh. Saat itu juga Yoo Jiae langsung takjub dan jatuh hati pada sosok pemuda yang duduk seorang diri di bangku taman. Pemuda itu memainkan pita suaranya yang merdu diiringi petikan gitar.

Untuk pertama kalinya, Yoo Jiae langsung terpana pada sosoknya dalam diam. Suara pemuda itu membuat hati Jiae begitu tenang. Selama beberapa saat, matanya terpejam kendati memaknai tiap bait lagu dari sang pemuda.

“Hong Jisoo!”

Panggilan itu otomatis menghentikan aktivitas si pemuda -dan juga Jiae-.

Kedua tangan Jiae langsung menarik dua helai daun di samping kanan dan kirinya sampai tersisa seperempat celah, agar ia dapat melihat si pemuda -lagi-.

Dari tempatnya, Jiae dapat melihat si pemuda tadi bersama pemuda lain berbincang-bincang kemudian beranjak pergi dari taman. Jiae tentu tidak tinggal diam melihat hal itu, ia ingin menyusul si pemuda tadi. Sayangnya, salah satu teman Jiae, Kim Jiyeon, memanggilnya guna mengurus salah satu kumbang Jiyeon yang nakal dan tidak bisa diatur. Jelas saja Yoo Jiae langsung menghela napas lantaran gagal mengikuti sang pujaan hati.

Tidak berhenti disitu, ternyata si pemuda kembali lagi ke taman keesokan harinya. Esok hari, esoknya lagi dan seterusnya.

Hal tersebut lah yang membuat hati Yoo Jiae begitu melonjak saking senangnya. Hingga kini, ia masih memikirkan pemuda bernama Hong Jisoo.

Sebuah bisikan lembut dari sekelebat pikiran muncul seolah menyuarakan keinginan Jiae.

Perlahan Yoo Jiae menutup kedua kelopak matanya, mencoba merasakan hembusan udara musim semi yang manis. Hal seperti ini baru pertama kali ia rasakan sejak ia mulai bernapas.

Tiga detik telah berlalu. Akhirnya, Jiae membuka kembali kedua matanya. Ternyata langit masih berwarna biru. Pikir Jiae.

.

.

.

.

“Kalau diberi kesempatan aku ingin menjadi manusia supaya bisa dekat dengannya.”

-FIN-

 

 

 

Maafkan diriku yang buat cerita picisan, gaje dan aneh cem gini hiks…

daku mah apa atuh cuma penulis amatiran :’v kalo diliat keknya sureal sama fantasi nya gatot, bhak :v

Btw makasih udah mampir dan baca cerita aing yang rada2 nyelekit ini :’v

Advertisements

One thought on “[Freelance] Serenity

Lovelinus, leave a comment pls ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s